• Tidak ada hasil yang ditemukan

RINI NUR AENI YULIATUN A

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RINI NUR AENI YULIATUN A"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)

i

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN MASALAH KETIDAKEFEKTIFAN PERFUSI JARINGAN

CEREBRAL DI RUANG KENANGA RSUD Dr. SOEDIRMAN KEBUMEN

Karya Tulis Ilmiah ini disusun sebagai salah satu persyaratan menyelesaikan Program Studi Pendidikan Diploma III Keperawatan

RINI NUR’AENI YULIATUN A01401950

PROGRAM STUDI DIII AKADEMI KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH

GOMBONG 2017

(2)
(3)
(4)
(5)

v

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN ORISINALITAS ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

HALAMAN PERSETUJUAN PENGUJI... iv

DAFTAR ISI ... v

KATA PENGANTAR ... viii

ABSTRAK ... x BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1 B. Rumusan Masalah ... 4 C. Tujuan ... 4 D. Manfaat ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Dasar Masalah Keperawatan ... 6

B. Perfusi Jaringan Cerebral ... 20

C. Oksigenasi ... 21

D. Tekanan Intrakranial Pada Stroke Hemoragik ... 23

E. Managemen Stabilisasi Tekanan Intrakranial ... 26

BAB III METODE STUDI KASUS A. DesainStudi Kasus ... 29

B. Subyek Studi Kasus ... 29

(6)

vi

D. Definisi Operasional ... 30

E. Instrumen Studi Kasus ... 30

F. Metode Pengumpulan Data ... 30

G. Lokasi dan Waktu Studi Kasus ... 31

H. Analisis Data dan Penyajian Data ... 31

I. Etika Studi Kasus ... 32

BAB IV HASIL STUDI KASUS DAN PEMBAHASAN A. HasilStudi Kasus ... 34

1. Ringkasan Asuhan Keperawatan Ny. M ... 34

2. Ringkasan Asuhan Keperawatan Ny. P ... 40

B. Pembahasan ... 44

C. Keterbatasan Studi Kasus ... 55

BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan ... 56

B. Saran ... 57

DAFTAR PUSTAKA ... 58

(7)

vii

DAFTAR LAMPIRAN

1. Lampiran 1 : Lembar Konsultasi 2. Lampiran 2 : Format pengkajian

3. Lampiran 3 : Catatan Asuhan Keperawatan 4. Lampiran 4: SOP Pemberian Oksigenasi 5. Lampiran 5 : Lembar SAP

6. Lampiran 6 : Lembar Balik & Leafet 7. Lampiran 7: Jurnal Keperawatan

(8)

viii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, yang telah banyak melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya. Hanya dengan pertolongan-Nya penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah akhir DIII Keperawatan yang berjudul “Asuhan Keperawatan Klien Yang Mengalami StrokeNon Hemoragik Dengan Masalah Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Cerebral di Ruang Kenanga RSUD Dr. Soedirman Kebumen”.

Tidak lupa pula pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu baik secara moril maupun materil, ataupun hal-hal lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Dengan kerendahan hati penulis menyampaikan terimakasih yang tak terhingga kepada yang terhormat :

1. Bpk. Moh. Darikin dan Ibu Liasih, selaku orang tua yang telah memberikan dukungan, do’a dan materil dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini

2. Hj. Herniyatun M.Kp, Sp.Mat, selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Gombong

3. Nurlaila S.Kep.Ns.M.Kep Selaku Ketua Prodi DIII Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Gombong yang telah memberikan ilmunya dan waktu untuk kelancaran pembuatan proposal karya tulis ilmiah ini.

4. Dadi Santoso S.Kep.Ns M.Kep, selaku pembimbing yang telah memberikan motivasi dan masukan dalam penyusunan karya tulis ilmiah DIII Keperawatan ini.

5. Teman-teman seperjuangan mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan tahun akademik 2017 yang selalu memberikan semangat.

Penulis menyadari bahwa penulisan karya tulis ilmiah akhir DIII Keperawatan ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak agar menjadi lebih baik.

(9)

ix

Gombong, Juni 2017

(10)

x

Program Studi DIII Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Gombong KTI, Agustus 2017 Rini Nur’aeni Yuliatun¹, Dadi Santoso S.Kep Ns, M.Kep²

ABSTRAK

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN MASALAH KETIDAKEFEKTIFAN PERFUSI JARINGAN

CEREBRAL DI RUANG KENANGA RSUDDr. SOEDIRMAN KEBUMEN

Latar belakang: Stroke merupakan gejala kerusakan otak yang mendadak, dan disebabkan oleh iskemik maupun hemorhagik. Oksigenasi sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah ketidakefektifan perfusi jaringan serebral.

Tujuan: Memberikan gambaran asuhan keperawatan pasien stroke non hemorhagik dengan ketidakefektifan perfusi jaringan serebral.

Metode: Penggunaan metode karya tulis ilmiah ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pememeriksaan fisik, dan dokumentasi. Subyek 2 pasien stroke non hemorhagik dengan ketidakefektifan perfusi jaringan serebral.

Hasil: Setelah dilakukan pemberian oksigen dan posisi yang tepat pada pasien stroke non hemoragik, gangguan perfusi jaringan serebral pada pada pasien berkurang.

Kesimpulan: Asuhan keperawatan dengan pemberian oksigenasi dan posisi yang tepat pada pasien terbukti dapat mengurangi ketidakefektifan perfusi jaringan serebral pada stroke non hemorhagik.

(11)

xi

D III Program of Nursing Department MuhammadiyahHealth Science Institute of Gombong Scientific Paper, August 2017 Rini Nur’aeni Yuliatun¹, Dadi Santoso S.Kep Ns, M.Kep²

ABSTRACT

THE NURSING CARE FOR NON-HEMOR1RHAGIC STROKE CLIENTS HAVING PROBLEMS WITHINEFFECTIVENESS OF CEREBRAL TISSUE

PERFUSIONIN KENANGA WARD OF DR.SOEDIRMAN HOSPITAL KEBUMEN

Background: Stroke is a symptom of sudden brain disorder caused by ischemic and or hemorrhagic. Oxygenation is needed by stroke patients with ineffective perfusion of cerebral tissue.

Objective: Describing the nursing care for non-hemorrhagic stroke patients having problems with the ineffective cerebral tissue perfusion.

Method: This scientific paper is an analytical descriptive with a case study approach. Data were obtained through interview, observation, physical examination, and documentation study. The subjects were 2 patients suffering from non-hemorrhagic stroke with ineffective perfusion of cerebral tissue.

Result:After having oxygenation and the right position of the patients, there was a decrease in the disorder of cerebral tissue perfusion.

Conclusion: Giving oxygenation and right position of patient can help solve the ineffectiveness of celebral tissue perfusion.

(12)

1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Stroke didefinisikan sebagai gejala kerusakan atau serangan otak secara mendadak yang disebabkan oleh iskemik maupun hemoragik di otak. Gejala ini berlangsung 24 jam atau lebih pada umumnya terjadi akibat berkurangnya aliran darah ke otak, yang menyebabkan cacat atau kematian (Widjaja, 2012). Stroke adalah gangguan fungsional yang terjadi secara mendadak berupa tanda-tanda klinis baik lokal maupun global yang berlangsung lebih dari 24 jam atau dapat menimbulkan kematian yang disebabkan gangguan peredaran darah ke otak, antara lain peredaran darah sub arakhnoid, peredaran intra serebral dan infark cerebral (Israr 2008). Jumlah penderita stroke terus meningkat setiap tahunnya, bukan hanya menyerang mereka yang berusia tua, tetapi juga orang muda pada usia produktif (Anderson, 2008).

Menurut WHO setiap tahun 15 juta orang di seluruh dunia mengalami stroke. Sekitar 5 juta menderita kelumpuhan permanen. Dikawasan Asia Tenggara terdapat 4,4 juta orang mengalami stroke (WHO, 2010). Stroke merupakan penyebab kematian kedua di dunia, sedangkan di amerika serikat stroke merupakan penyebab kematian ketiga terbanyak setelah penyakit kardiovaskuler dan kanker. Kasus stroke meningkat di negara maju seperti Amerika, dimana kegemukan dan junk food telah mewabah. Setiap tahun, hampir 700.000 orang Amerika mengalami stroke, dan stroke mengakibatkan hampir 150.000 kematian. Amerika Serikat mencatat setiap 45 detik terjadi kasus stroke, dan setiap 4 detik terjadi kematian akibat stroke (Kalim, 2011).

Di Indonesia, jumlah penderita stroke terbanyak dan menduduki urutan pertama di Asia dan ke empat di dunia, setelah India, Cina, dan Amerika. Berdasarkan data terbaru dari hasil Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi stroke di Indonesia berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan sebesar 7,0 per mil dan yang berdasarkan diagnosis gejala sebesar 12,1 per mil. Jadi

(13)

2

sebanyak 57,9% penyakit stroke telah terdiagnosis oleh nakes (Riskesdas 2013). Prevalensi Stroke berdasarkan diagnosis nakes dan gejala tertinggi terdapat di Sulawesi Selatan (17,9%), diikuti daerah Istimewa Yogyakarta (16,9%) (RisKesDas, 2013).

Di kabupaten kebumen sendiri penyakit stroke menduduki peringkat ke-4 dalam daftar penyakit tidak menular di Puskesmas dan Rumah Sakit di kabupaten Kebumen, setelah Hipertensi, Diabetes Mellitus, dan Stroke Hemoragik. Jumlah penderita penyakit stroke pada tahun 2015 sebanyak 137 penderita, dan meningkat setiap tahunnya. 78 penderita mengalami Stroke Hemoragik, dan sisanya adalah Stroke Non Hemoragik. (Profil Kesehatan Kabupaten Kebumen 2015).

Menurut (Amir Huda, 2015), Stroke Non Hemoragik mengakibatkan beberapa masalah yang muncul, seperti Gangguan menelan, Nyeri akut, Hambatan mobilitas fisik, Hambatan komunikasi verbal, Defisit perawatan diri, ketidakseimbangan nutrisi, dan salah satunya yang menjadi masalah yang menyebabkan kematian adalah gangguan perfusi jaringan cerebral. Gangguan perfusi jaringan adalah suatu penurunan jumlah oksigen yang mengakibatkan kegagalan untuk memelihara jaringan pada tingkat perifer.

Ketidakefektifan perfusi apabila tidak ditangani dengan segera akan meningkatkan tekanan intra kranial. Sehingga penanganan utama pada pasien ini adalah meningkatkan status O2 dan memposisikan pasien head up 15-30˚ (Kusuma, 2012). Oksigen merupakan salah satu komponen gas dan unsur vital dalam proses metabolisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup seluruh sel tubuh (Imelda, 2009). Adanya kekurangan oksigen ditandai dengan Hipoksia yang dalam proses lanjut dapat menyebabkan kematian jaringan bahkan dapat mengancam kehidupan (Anggraini dan Hafifah, 2014).

Pada gangguan perfusi serebral di jumpai adanya Peningkatan Tekanan Intra Kranial (PTIK) dengan tanda klinis berupa nyeri kepala yang tidak hilang-hilang dan semakin meningkat, penurunan kesadaran, dan untah proyektil. PTIK merupakan kasus gawat darurat dimana cedera otak

(14)

3

irreversibel atau kematian dapat dihindari dengan intervensi tepat pada waktunya (Hisam, 2013).

Penanganan kegawatan pada pasien gangguan perfusi serebral salah satunya adalah melakukan pengontrolan PTIK yaitu dengan memberikan posisi kepala head up (15-30˚). Pemberian posisi head up (15-30˚) dilakukan dengan tujuan untuik meningkatkan venous drainage dari kepala selain itu elevasi kepala dapat menyebabkan penurunan tekanan darah sistemik dan dapat dikompromi oleh tekanan perfusi serebral. Teori yang mendasari elevasi kepala ini adalah peninggian anggota tubuh diatas jantung dengan vertical axis, akan menyebabkan cairan cerebro spinal (CSS) terdistribusi dari cranial ke subarakhnoid spinal dan memfasilitasi venus return serebral (Sunardi, 2011).

Penelitian yang dilakukan oleh Satariyah (2012), didapatkan hasil bahwa ada perbedaan bermakna antara tekanan darah dan nadi sebelum dan sesudah pemberian posisi kepala head up (15-30˚) pada pasien dengan PTIK. Pemberian posisi ini membutuhkan pemantauan ketat terhadap adanya perubahan TIK (Nyeri kepala, tingkat kesadaran, denyut nadi, tekanan darah, dan suhu tubuh).

Peran petugas kesehatan sangat dibutuhkan, sebagai perawat harus mengkaji dan memastikan bahwa tindakan medis telah dilakukan. Pemantauan peningkatan TIK dan status respirasi pada pasien dengan Stroke Non Hemoragik penting dilakukan oleh perawat untuk mencegah perluasan kerusakan otak. Sebagai salah satu tindakan yang dapat dilakukan yaitu pemberian oksigenasi yang tepat dan memposisikan kepala head up (15-30˚) untuk mencegah bahaya aliran balik vena ke kepala.

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk melakukan Asuhan keperawatan, dan menganalisis hasil Asuhan keperawatan pada klien dengan masalah keperawatan gangguan perfusi jaringan serebral pada pasien Stroke Non Hemoragik.

(15)

4

B. Rumusan Masalah

“Bagaimana gambaran asuhan keperawatan pasien Stroke Non Hemoragik dengan ketidakefektifan perfusi jaringan cerebral”.

C. Tujuan Studi Kasus 1. Tujuan umum

Menggambarkan asuhan keperawatan pasien Stroke Non Hemoragik dengan ketidakefektifan perfusi jaringan cerebral.

2. Tujuan khusus

a. Penulis mampu melakukan pengkajian asuhan keperawatan pada pasien Stroke Non Hemoragik dengan ketidakefektifan perfusi jaringan cerebral.

b. Penulis mampu melakukan perumusan diagnosa asuhan keperawatan pada pasien Stroke Non Hemoragik dengan ketidakefektifan perfusi jaringan cerebral.

c. Penulis mampu membuat intervensi keperawatan asuhan keperawatan pada pasien Stroke Non Hemoragik dengan ketidakefektifan perfusi jaringan cerebral.

d. Penulis mampu melakukan implementasi keperawatan pada pasien Stroke Non Hemoragik dengan ketidakefektifan perfusi jaringan cerebral.

e. Penulis mampu melakukan evaluasi keperawatan pada pasien Stroke Non Hemoragik dengan ketidakefektifan perfusi jaringan cerebral. f. Penulis mampu menganalisa hasil asuhan keperawatan pada dua

pasien Stroke Non Hemoragik dengan ketidakefektifan perfusi jaringan cerebral

D. Manfaat Studi Kasus

Studi kasus ini diharapkan memberikan manfaat bagi :

1. Bagi masyarakat pengelola pasien dengan Stroke Non Hemoragik dapat mengetahui penanganan gangguan perfusi jaringan cerebral.

(16)

5

2. Bagi pengembangan Ilmu dan Teknologi Keperawatan :

Menambah keluasan Ilmu dan Teknologi terapan bidang keperawatan dalam pemberian asuhan dengan gangguan perfusi jaringan cerebral pada pasien Stroke Non Hemoragik.

3. Bagi penulis :

Memperoleh pengalaman dalam mengaplikasikan hasil riset keperawatan, khususnya studi kasus mengenai asuhan keperawatan pasien dengan ketidakefektifan perfusi jaringan cerebral pada pasien Stroke Hemoragik.

(17)

DAFTAR PUSTAKA

Anderson.2008.Konsep Keperawatan Dasar,Jakarta:EGC

Asmadi.2008.Konsep Dasar Keperawatan,Jakarta:EGC

Blissit, et al. Cerebrovaskuler Dynamic with head-of-bed elevation in patient with mild or moderate vasospasme after aneurysmal subarachnoid hemorrhage American Journal Of Critical Care volume:15 issue:2 page:206-216.Published ; Mar 2006. Di akses tanggaal 11/06/2017

Carpenito-Moyet,L J.2007.Buku Saku Diagnosa Keperawatan.Edisi 10.Jakarta: EGC

Carpenito,Lynda jual.2009.Diagnosa Keperawatan Aplikasi Klinis.Jakarta:EGC Dermawan.2012.Proses Keperawatan Konsep dan Kerangka Kerja.Jilid 1,

Yogyakarta:Gosyen Publishing

Guston A.C dan J.E Hall.2007.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.Jakarta:FK UI 2007

Harsono.2010.Buku Ajar Neurologi Klinis,Yogyakarta : UGM pres

Heather. 2010. Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifikasi 2009-2011/editor Herdman : alih bahasa, Made Sumarwati, Dwi Widiarti, Esti Tiarz; editor edisi bahasa indonesiaa, Monica Ester.Jakarta:EGC.

Herdman.H.T.2012.Diagnosa Keperawatan Definisi dan Klasifikasi, Jakarta: EGC

Iskandar.2011.Teknik Analisis Data Kuantitatif dan Kualitatif.www.slideshare,net/NastitiChristianto/Teknik+analisis+data+ku antitatif+dan+kualitatif.Di akses tanggal 10/06/2017

Israr.2008.Stroke.Karya Tulis Ilmiah.Fakultas Kedokteran Universitas Riau.RSU Arifin Achmad Pekanbaru

Kalim.2012.Mengenal Jenis-Jenis

Stroke.Medicastro.com/Strokke+mengenal+jenis-jenis+stroke.php diakses tanggal 09/06/2017

(18)

Amir Huda N Nardi Kusuma.2015.NANDA NIC NOC.2015.Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis.Jilid3.diterjemahkan oleh,Yogyakarta

Petter & Perry.2009.Fundamental of Nursing 7 th Edition, Jakarta:EGC

Riset Kesehatan Dasar (RisKesDas).(2013).Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian RI tahun 2013.Diakses. 19 Oktober 2014,dari http://www.depkes.go.id/resource/general/hasil%20Riskesdas%202013.pd f. Diakses tanggal 06/06/2017

Satariyah.2012.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.Jilid3,Jakarta:Pusat Penerbitan FKUI

Vincent Thamburaj.2008.Intracranial Pressure.Diambil 12 Mei 2017.www. intracranial pressure monitoring

Widjaja.2012.Customer Relationship Managemen.Jakarta:Harvarindo.

Wilkinson, Judith M.2011.Buku Saku Diagnosa Keperawatan.Jakarta:EGC

(19)

LAMPIRAN 1. Lembar Konsultasi

(20)
(21)

2. Format pengkajian

FORMAT PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN DEWASA

Tanggal masuk Rumah sakit :

Tanggal Pengkajian : Ruang : Pengkaji : A. PENGKAJIAN DATA SUBYEKTIF 1. BIODATA a. Identitas asien Nama : No.CM : Umur : Jenis Kelamin : Alamat : Agama : Suku/Bangsa : Pekerjaan : Pendidikan : Diagnosa Medis : b. Identitas Penanggung Jawab

Nama : Umur : Jenis Kelamin : Alamat : Agama : Suku/Bangsa :

(22)

Pekerjaan : Hub. Dengan pasien :

2. Keluhan Utama

3. Riwayat penyakit sekarang 4. Riwayat Penyakit Dahulu 5. Riwayat Penyakit Keluarga

6. Pola pengkajian menurut Virginia Handerson a. Pola Oksigenasi b. Pola Nutrisi c. Pola Eliminasi d. Pola Aktifitas e. Pola Istirahat f. Pola Berpakaian

g. Pola Menjaga Suhu Tubuh h. Pola Personal Hygiene i. Pola Aman dan Nyaman j. Pola Komunikasi k. Pola Spiritual l. Pola Rekreasi m. Pola Bekerja n. Pola Belajar DATA OBYEKTIF 7. Pemeriksaan Fisik a. Keadaan Umum ( KU ): b. Kesadaran : c. Vital Sign : Tekanan Darah : Nadi :

(23)

Suhu :

RR :

d. Pemeriksaan Head to Toe 1) Kepala : 2) Mata : Pupil : Conjungtiva : Sclera : 3) Hidung : 4) Mulut : Bibir : Lidah : Gigi : 5) Telinga : 6) Leher : 7) Dada : Paru – Paru Inspeksi : Palpasi : Perkusi : Auskultasi : Jantung Inspeksi : Palpasi : Perkusi : Auskultasi : Abdomen Inspeksi : Auskultasi : Palpasi : Perkusi :

(24)

8) Ekstremitas : 9) Kulit : 10) Genetalia : 8. Pemeriksaan Penunjang 9. Program Therapy B. ANALISA DATA

No. Hari/tanggal Data Fokus Problem Etiologi TTD

C. PRIORITAS DIAGNOSA KEPERAWATAN D. INTERVENSI KEPERAWATAN

No. Diagnosa Tujuan dan Kriteria hasil Intervensi

E. IMPLEMENTASI

Hri/Tanggal Dx Implementasi Evaluasi TTD

F. EVALUASI Hari/Tangg

al Dx S O A P

TT D

(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)

4. SOP Pemberian oksigenasi

OKSIGEN DENGAN BINASAL KANUL No dokumen SPO-UPT-KES-KD/00/002/17 Nomer revisi : 000 Halaman 1 dari 1 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Tanggal Terbit 01 April 2014

PENGERTIAN Pemberian oksigen melalui hidung dengan Non Rebreathing Masker

TUJUAN Mempertahankan dan memenuhi kebutuhan oksigen KEBIJAKAN Pasien dengan gangguan oksigenasi

PETUGAS Perawat

PERALATAN 1. Tabung O2 lengkap dengan manometer

2. Pengukuran aliran aliran flow dan humidifier

3. Selang Non Rebreathing Masker

4. Cotton bud

5. APD (sarung tangan dan masker) PROSEDUR

PELAKSANAAN

A. Tahap Pra Interaksi

1. Melakukan verifikasi data dari rekam medik pasien

2. Mengecek kembali kelengkapan alat

(45)

4. Mendekatkan alat dengan benar

B. Tahap Orientasi

1. Memberikan salam sebagai pendekatan teraupetik

2. Menjelaskan tujuan & prosedur tindakan pada keluarga/klien

3. Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan

C. Tahap Kerja

1. Membaca tasmiyah

2. Memastikan tabung masih berisi oksigen dengan melihat manometer

3. Mengobservasi kebersihan lubang hidung bila kotor bersihkan menggunakan cotton bud

4. Menyambung selang Non Rebreathing masker O2 dengan himidifier

5. Mengatur posisi semi fowler dan menjaga privasi pasien

6. Membuka flow meter dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan dan memastikan ada aliran udara dengan cara merasakan aliran oksigen di punggung telapak tangan

(46)

pasien dengan hati-hati

8. Memperhatikan reaksi dan menanyakan respon pasien

9. Merapikan pasien

D. Tahap Terminasi

1. Merapikan pasien

2. Membaca tahmid dan berpamitan dengan pasien

3. Membereskan alat

4. Hand hygiene (Hand wash/Hand Scrup)

5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

UNIT TERKAIT Rawat Inap

IGD

(47)

5. Lembar SAP

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) STROKE

Pokok Bahasan : Stroke

Sasaran : Pasien dan keluarganya

Hari / tanggal : Rabu, 12 juli 2017

Waktu : 30 menit

Tempat : Ruang Kenanga RSUD Dr. Soedirman Kebumen

A. TUJUAN UMUM

Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1 x 30 menit diharapkan keluarga pasien dapat memahami tentang penyakit Stroke.

B. TUJUAN KHUSUS

1. Keluarga dapat menyebutkan definisi, tanda dan gejala, penyebab, jenis penyakit serta cara penanganan penyakit Stroke.

2. Keluarga dapat berperan dalam melakukan perawatan terhadap anggota keluarga yang menderita Stroke.

C. MATERI Terlampir

D. METODE

Ceramah dan tanya jawab. E. MEDIA

Leaflet dan lembar balik. F. KEGIATAN PENYULUHAN

(48)

No. Kegiatan Waktu Evaluasi 1. 1. Memberi salam, menanyakan keadaan pasien

5’ Pasien dan keluarga menjawab salam, mempersilahkan masuk dan menyampaikan keadaan Pasien.

2. Menjelaskan maksud kedatangan dan membuat kontrak waktu

5’ Pasien dan keluarga mendengarkan dengan seksama dan menyetujui kontrak waktu yang ditetapkan bersama

3. Melakukan pendidikan kesehatan tentang Stroke

10’ Pasien memperhatikan dengan seksama.

4. Menanyakan kepada pasien dan keluarga tentang kejelasan

materi yang

disampaikan.

Mempersilahkan

pasien/ keluarga pasien mengajukan pertanyaan

5’ Menanggapi dengan memberikan pertanyaan

Menjawab pertanyaan dari pasien atau keluarganya

5. Mengakhiri kontrak waktu dan berpamitan kepada pasien dan keluarganya

5’ Pasien dan keluarga mempersilahkan dengan baik

(49)

G. EVALUASI

Evaluasi dilakukan dengan mengajukan pertanyaan dan melihat proses selama penyuluhan dan evaluasi hasil berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan.

(50)

Lampiran

MATERI PENYULUHAN

STROKE

A. Pengertian Stroke

Stroke didefinisikan sebagai gejala kerusakan atau serangan otak secara mendadak yang disebabkan oleh iskemik maupun hemoragik di otak. Gejala ini berlangsung 24 jam atau lebih pada umumnya terjadi akibat berkurangnya aliran darah ke otak, yang menyebabkan cacat atau kematian (Widjaja, 2012). Stroke adalah gangguan fungsional yang terjadi secara mendadak berupa tanda-tanda klinis baik lokal maupun global yang berlangsung lebih dari 24 jam atau dapat menimbulkan kematian yang disebabkan gangguan peredaran darah ke otak, antara lain peredaran darah sub arakhnoid, peredaran intra serebral dan infark cerebral (Israr 2008).

B. Tanda dan Gejala

Kenali gejala stroke dengan kata “WASPADA”

 Wajah perot

 Anggota gerak lemah

 Sensibilitas atau rasa raba terganggu separuh  Pelo atau bicara tidak jelas

 Afasia atau sukar berkomunikasi  Disorientasi atau bingung mendadak

 Apabila ada salah satu gejala di atas segera ke RS C. Penyebab

 Kekurangan suplai oksigen yang menuju ke otak

 Pecahnya pembuluh darah di otak karena kerapuhan pembuluh darah di otak

(51)

 Faktor resiko medis : Hipertensi (tekanan darah tinggi), kolesterol, Gangguan jantung, Diabetes, Riwayat stroke dalam keluarga

 Faktor resiko perilaku : Merokok, makanan tidak sehat, alkohol, kurang olahraga

D. Jenis Stroke

1. Stroke Hemoragik

Pada stroke hemoragik pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya.

2. Stroke Iskemik

Pada stroke iskemik aliran darah ke otak terhenti karena penumpukkan kolesterol pada dinding pembuluh darah (arterosklerosis) atau menyumbatnya pembuluh darah ke otak karena pembekuan darah.

E. Pencegahan

 Periksa tekanan darah secara rutin. Riset menunjukan rajin kontrol mengurangi 40% risiko stroke

 Lakukan latihan olahraga

 Konsumsi makanan yang bergizi  Kurangi makanan berlemak  Jauhi alkohol

(52)

DAFTAR PUSTAKA

Satariyah.2012.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.Jilid3,Jakarta:Pusat Penerbitan FKUI

(53)

6. Lembar Balik

PENGERTIAN STROKE

 Pengertian Stroke

Stroke didefinisikan sebagai gejala kerusakan atau serangan otak secara mendadak yang disebabkan oleh iskemik maupun

hemoragik di otak. Gejala ini berlangsung 24 jam atau lebih pada umumnya terjadi akibat berkurangnya aliran darah ke otak, yang menyebabkan cacat atau kematian

Stroke adalah gangguan fungsional yang terjadi secara mendadak berupa tanda-tanda klinis baik lokal maupun global yang berlangsung lebih dari 24 jam atau dapat menimbulkan kematian yang disebabkan gangguan peredaran darah ke otak, antara lain peredaran darah sub arakhnoid, peredaran intra serebral dan infark cerebral

(54)

JENIS STROKE

 Stroke Hemoragik Pada stroke hemoragik pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya

 Stroke Iskemik

Pada stroke iskemik aliran darah ke otak terhenti karena penumpukkan kolesterol pada dinding pembuluh darah (arterosklerosis) atau menyumbatnya pembuluh darah ke otak karena pembekuan darah.

PENYEBAB

 Kekurangan suplai oksigen yang menuju ke otak

 Pecahnya pembuluh darah di otak karena kerapuhan pembuluh darah di otak

 Faktor resiko medis : Hipertensi (tekanan darah tinggi), kolesterol, Gangguan jantung, Diabetes, Riwayat stroke dalam keluarga

 Faktor resiko perilaku : Merokok, makanan tidak sehat, alkohol, kurang olahraga

(55)

TANDA DAN GEJALA

 Periksa tekanan darah secara rutin. Riset menunjukan rajin kontrol mengurangi 40% risiko stroke

 Lakukan latihan olahraga

 Konsumsi makanan yang bergizi

 Kurangi makanan berlemak

 Jauhi alkohol

Referensi

Dokumen terkait

atau tanda klinis yang berkembang dengan cepat yang berupa gangguan fungsional otak fokal maupun global yang berlangsung lebih dari 24 jam ( kecuali ada intervensi bedah

Latar belakang: Stroke didefinisikan sebagai suatu gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak dengan tanda dan gejala klinik baik fokal maupun global

Definisi Stroke adalah suatu gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak (dalam beberapa detik) atau secara cepat (dalam beberapa jam) dengan tanda dan

WHO mendefenisikan stroke sebagai sindrom klinis dengan gejala gangguan fungsi otak secara fokal dan atau global yang berlangsung 24 jam atau lebih yang dapat mengakibatkan

Stroke adalah sindrom klinis yang awal timbulnya mendadak, Progresif cepat, berupa defisit neurologis rokal dan/ atau global yang berlangsung 24 jam

WHO mendefenisikan stroke sebagai sindrom klinis dengan gejala gangguan fungsi otak secara fokal dan atau global yang berlangsung 24 jam atau lebih yang dapat mengakibatkan

§ Stroke non hemoragik adalah sindroma klinis yang awalnya timbul mendadak, progresi cepat berupa deficit neurologis fokal atau global yang berlangsung 24 jam atau lebih atau

Stroke adalah suatu tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (atau global) dengan gejala-gejala yang berlangsung lebih dari 24 jam atau