commit to user
1PERBEDAAN PENGARUH ANTARA MEDIAL ARCH SUPPORT DAN FACITIS PLANTARIS EXERCISE TERHADAP PENURUNAN
DERAJAT NYERI KAKI (FACITIS PLANTARIS) PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI DESA KARANGUDI,
NGRAMPAL, SRAGEN
M. Syafi’i, Ambar Mudigdo
1, Nunuk Suryani
2Magister Kedokteran Keluarga Program PASCASARJANA UNS [email protected]
AbstraK
Latar Belakang : Kehamilan merupakan proses alamiah bagi seorang wanita, masa dimana akan mengalami banyak perubahan dengan membawa embrio/fetus dalam rahimnya. Perubahan-perubahan yang terjadi pada wanita selama kehamilan normal adalah bersifat fisiologis yang bisa mengakibatkan berat badan meningkat.
Tujuan : Menganalisis perbedaan pengaruh terhadap penurunan derajat nyeri kaki dengan menggunakan Medial Arch Support dan melakukan facitis plantaris exercise pada ibu hamil trimester III.
Subyek dan Metode : Dengan pendekatan longitudinal. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental analitik (two group). Subyek berjumlah 30 orang. Dimana pada penelitian ini menggunakan rancangan Pre and post test design, dan dianalisis dengan SPSS 17.00
Hasil : Hasil uji perbandingan nilai VDS dalam pengukuran derajat nyeri kaki setelah perlakuan antara kelompok I dengan kelompok II dari uji statistik didapat nilai (p) = 0,041 karena nilai p < 0,05 berarti ada perbedaan yang bermakna antar kelompok setelah perlakuan pada kelompok I dengan kelompok II.
Kesimpulan : Penelitian ini menyimpulkan terdapat perbedaan yang bermakna terhadap penurunan derajat nyeri kaki pada ibu hamil yang diukur dengan VDS (Visual Descriptive Scale).
Kata Kunci: Derajat nyeri kaki, Medial Arch Support, Faciitis Plantaris Exercise
1. PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Kehamilan merupakan proses alamiah bagi seorang wanita, masa dimana akan mengalami banyak perubahan dengan membawa embrio / fetus dalam rahimnya. Perubahan- perubahan yang terjadi pada wanita
selama kehamilan normal adalah bersifat fisiologis yang diikuti proses patologis yang bisa mengancam keadaan ibu dan janin.
Wanita hamil memproduksi lebih banyak hormon, antara lain :
HCG (human chorionic
gonadotropin), estrogen, progesteron, laktogen, prolaktin, relaxin, tirotropin
commit to user
2korionik, oksitosin dan prostalgaldin (Sloane, 1994). Fungsi dari hormon tersebut berbeda – beda. Antara lain hormon estrogen berfungsi untuk pertumbuhan kelanjar mammae sewaktu menyusui, mengontrol pelepasan LH dan FSH, mensensitifkan otot – otot uterus, mengendorkan servik, vagina sulva, serta menimbulkan kontraksi rahim.
Mekanisme nyeri mengandung reseptor nosiseptif (nyeri) yang terangsang oleh berbagai stimulus lokal. Stimulus ini akan direspon dengan pengeluaran berbagai mediator inflamasi yang akan menimbulkan persepsi nyeri.
Mekanisme nyeri merupakan proteksi yang bertujuan untuk mencegah pergerakan sehingga proses penyembuhan dimungkinkan. Salah satu bentuk proteksi adalah spasme otot.
Nyeri pada kaki atau sering disebut dengan istilah facitis plantaris, merupakan penyakit radang/bengkak yang menyakitkan dan terdapat di jaringan tebal pada telapak kaki. Penyakit ini merupakan salah satu keluhan ortopedi paling umum yang berhubungan dengan kaki yang berasal dari tulang calcaneum yang membentuk tumit, dan menyebar ke arah jari-jari kaki menutupi bagian dasar kaki. Fungsi utamanya adalah untuk memproteksi
kaki dari bagian luarnya dengan berperan sebagai penahan goncangan dan membentuk lengkungan untuk berjalan.
Facitis plantaris dapat berdampak pada semua umur, tapi biasanya mempengaruhi kelompok orang dengan umur 40-70 tahun.
Penyakit ini sebagian besar disebabkan oleh perubahan terkait dengan usia yang terjadi pada kelompok umur tersebut.
Ortotik Prostetik merupakan upaya pelayanan kesehatan profesional, yang bertanggung jawab atas kesehatan klien yang mengalami deformitas, dengan memberikan layanan berupa pembuatan alat bantu aktivitas/mobilitas, pembuatan alat penguat/penyangga tubuh, dan pembuatan pengganti anggota gerak tubuh.
Pada penanganan nyeri kaki, ortotik prostetik dapat memberikan pelayanan berupa medial arch support, yang bertujuan untuk memberikan support pada bagian plantar kaki sehingga dapat berperan sebagai penyangga / penopang akibat beban berat tubuh. Di harapkan dengan pemberian medial arch support ini, rasa nyeri pada kaki akibat kehamilan dapat berkurang.
Tujuan Penelitian
commit to user
3Secara umum menganalisis perbedaan pengaruh terhadap penurunan derajat nyeri kaki dengan menggunakan Medial Arch Support dan melakukan facitis plantaris exercise pada ibu hamil trimester III.
Sedangkan secara khusus : (1).
Mengetahui pengaruh penurunan derajat nyeri kaki dengan menggunakan Medial Arch Support pada ibu hamil trimester III, (2).
Mengetahui pengaruh penurunan derajat nyeri kaki dengan melakukan facitis plantaris exercise pada ibu hamil trimester III, (3). Mengetahui perbedaan pengaruh penurunan derajat nyeri kaki dengan menggunakan Medial Arch Support dan melakukan facitis plantaris exercise pada ibu hamil trimester III.
Kajian Pustaka 1. Kehamilan.
Kehamilan adalah suatu kondisi dimana seorang wanita memiliki embrio yang sedang tumbuh di dalam rahimnya. Kehamilan pada manusia berkisar 40 minggu atau 9 bulan, dihitung dari awal periode menstruasi terakhir sampai melahirkan.
Kehamilan dimulai oleh fertilisasi sebuah sel telur oleh sperma. Fertilisasi melibatkan masa gestasi (perkembangan embrionik dan janin) dan secara normal diakhiri
oleh partus atau kelahiran bayi (Sloane, 1994). Proses kehamilan sampai kelahiran merupakan rangkaian dalam satu kesatuan yang dimulai dari konsepsi, nidasi, pengenalan adaptasi ibu terhadap nidasi, pemeliharaan kehamilan, perubahan endokrin sebagai persipan menyongsong kelahiran bayi dan persalinan dengan kesiapan untuk memelihara bayi (Muis, 2011).
2. Nyeri Kaki.
Nyeri adalah suatu keadaan dimana seseorang merasakan sakit dan tidak nyaman pada area tubuh tertentu. Menurut International Association for Study of Pain, nyeri adalah suatu pengalaman sensoris dan emosioanal yang tidak menyenangkan dan berhubungan dengan adanya kerusakan jaringan baik secara actual maupun potensial (Cailliet, 2003).
3. Medial Arch Support.
Medial Arch Support adalah salah satu jenis ortosis yang dipasang pada bagian medial arkus longitudinal pedis diantaranya untuk pasien fasitis plantaris, dengan fungsi (1) sebagai shock breaker tumpuan berat badan pada kaki, (2) sebagai support bagian medial arkus longitudinalis pedisdan (3) Memberikan stabilitas pada kaki.
Diharapkan dengan pemberian Medial Arch Support ini, penumpuan berat
commit to user
4badan menjadi lebih stabil, mengurangi rasa nyeri pada kaki akibat tumpuan berat badan serta mengontrol biomekanik dari kaki.
Untuk memahami Medial Arch Support, kita harus mengerti prinsip – prinsip di balik teknik dan mengapa ini begitu penting. Mengetahui cara manfaat lebih penting dari pada hanya sekedar menggunakan. Dengan menggabungkan aplikasi dan dedikasi terhadap prinsip – prinsip dasar, maka dapat lebih mudah untuk mencapai hasil yang diinginkan (Menezes, 2000).
Hipotesis
Hipotesis penelitian ini (1) Terdapat pengaruh penurunan derajat nyeri kaki dengan penggunaan Medial Arch Support pada ibu hamil trimester III, (2) Terdapat pengaruh penurunan derajat nyeri kaki dengan latihan fasciitis plantaris pada ibu hamil trimester III, (3) Terdapat perbedaan pengaruh penurunan derajat nyeri kaki dengan menggunakan Medial Arch Support dan latihan fasciitis plantaris pada ibu hamil trimester III, dimana penurunan derajat nyeri kaki lebih banyak pada penggunaan Medial Arch Support.
2. METODE PENELITIAN
Lokasi dan Waktu
Penelitian dilakukan di Desa Karangudi, Ngrampal, Sragen, Jawa Tengah
. Waktu penelitian bulan April - Juni 2014. Penelitian direncanakan pada bulan September 2014.Jenis dan Desain Penelitian
Jenis penelitian pre experiment dengan pendekatan longitudinal.
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental analitik (two group).
Dimana pada penelitian ini menggunakan rancangan Pre and post test design, satu kelompok diberikan medial arch support dan satu kelompok melakukan latihan fasciitis plantaris. Pada kedua kelompok tersebut dilakukan pengukuran terhadap derajat nyeri sebelum dan setelah penggunaan.
Populasi & Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien ibu hamil trimester III yang ada di desa karangudi, yang berjumlah 30 pasien dalam satu bulan terakhir (September) tahun 2014.
Sampel pada penelitian ini adalah pasien ibu hamil trimester III di Desa karangudi, Kec. Ngrampal, Kab.
Sragen yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
commit to user
5Sampel berjumlah 30 orang, dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok I sejumlah 15 orang sebagai kelompok perlakuan 1 dengan menggunakan Medial Arch support, kelompok II sejumlah 15 orang sebagai kelompok sebagai kelompok perlakuan 2 dengan melakukan Faciitis Plantaris Exercise.
Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama dan tahap kedua. Pada tahap pertama, peneliti mencatat identitas klien yang telah ditetapkan sebagai subyek penelitian (sampel), meliputi nama, jenis kelamin, tempat/tanggal lahir, usia, alamat, serta melakukan pemeriksaan untuk menetapkan jenis pasien yang memenuhi kriteria inklusi.
Setelah itu dilakukan pengukuran awal (pre test) dan pencatatan hasil terhadap kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol, dalam hal nilai derajat nyeri dengan skala VDS (Verbal Descriptor Scale).
Pada pengumpulan data tahap kedua, dilakukan lagi pengukuran akhir (post test) dan pencatatan hasil terhadap kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol, dalam hal nilai derajat nyeri dengan skala VDS (Verbal Descriptor Scale).
Hasil pengukuran nilai derajat nyeri dengan VDS yang telah dicatat pada pre test dibandingkan dengan post test.
Instrument Penelitian
Alat ukur (instrument) yang digunakan dalam penelitian ini adalah VDS (Verbal Descriptor Scale) yang digunakan untuk mengukur derajat nyeri. Skala ini menggunakan pernyataan untuk menggambarkan derajat nyeri. Pernyataannya seperti (1) tidak ada nyeri, (2) nyeri ringan, (3) nyeri agak ringan, (4) nyeri sedang, (5) nyeri agak berat, (6) nyeri berat, (7) nyeri tak tertahankan, yang digunakan untuk menggambarkan derajat nyeri tersebut. Sebuah skor 1 – 7 digunakan untuk masing – masing kata dan digunakan untuk memudahkan mengukur derajat nyeri (Jones et al, 2007).
Gambar 2.1 VDS (Katherine R. Jones, 2007)
commit to user
6Teknik Analisis Data 1. Pengolahan Data
Data yang terkumpul adalah data kategorik yang memiliki tingkatan / ordinal, karena data tersebut adalah kategorik maka tidak dilakukan uji normalitas data sehingga analisis data penelitian yang digunakan adalah non parametrik.
Data ini adalah data dua kelompok berpasangan dengan hipotesis berbentuk komparatif yang membandingkan derajat nyeri sebelum dan sesudah perlakuan baik pada kelompok I maupun kelompok II. Sehingga uji yang digunakan adalah Wilcoxon. Jika probabilitas (P)
< 0,05 berarti ada perbedaan yang bermakna antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan.
Sedangkan untuk membandingkan hasil kelompok I dan kelompok II menggunakan Mann Whitney. Jika probabilitas (P) < 0,05 berarti ada perbedaan antara perlakuan kelompok I dengan kelompok II.
2. Prosedur Jalannya Penelitian 1). Tahap persiapan
Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti terlebih dahulu mengajukan permohonan ijin kepada Kepala Desa Karangudi, Kec.
Ngrampal, Kab. Sragen untuk melakukan penelitian. Setelah mendapatkan ijin melakukan
penelitian, peneliti menyiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian.
2). Tahap pelaksanaan a. Perkenalan
Langkah pertama bertemu dengan subjek penelitian. Dalam hal ini peneliti memperkenalkan diri dan memberikan penjelasan tentang tujuan dari penelitian yang dilakukan dan bagaimana prosedur penelitian dilakukan. Kemudian peneliti mendata subjek yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Bila setuju untuk menjadi subjek penelitian maka diminta untuk menandatangani lembar persetujuan menjadi subjek penelitian.
b. Pengukuran awal
Pengukuran awal tentang derajat nyeri dilakukan setelah semua subjek penelitian di data. Pengukuran dilakukan menggunakan VDS.
c. penggunaan medial arch support
Dalam pengambilan sampel diperoleh calon subyek penelitian yang berjumlah 30 orang, dilakukan pre test, untuk mengetahui nilai derajat nyeri masing-masing, dengan menggunakan skala VDS dan lembar pencatat hasil.
Hasil pre test dipisahkan menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok
commit to user
7I sejumlah 15 orang sebagai kelompok perlakuan 1 yang merupakan catatan nilai derajat nyeri kelompok dengan menggunakan Medial Arch support, kelompok II sejumlah 15 orang sebagai kelompok perlakuan 2 yang merupakan catatan nilai derajat nyeri kelompok dengan melakukan Faciitis Plantaris Exercise.
Kepada responden kelompok perlakuan 1 diinstruksikan untuk menggunakan medial arch support produk ortotis prostetis sepanjang hari selama 2 minggu berturut-turut, tanpa melepasnya kecuali pada saat tidur dan mandi. Kepada responden kelompok perlakuan 2 dinstruksikan untuk melakukan Faciitis Plantaris Exercise.
Kemudian dilakukan post test dengan mengukur nilai derajat nyeri kelompok perlakuan 1, dan mengukur nilai derajat nyeri kelompok perlakuan 2. Hasil post test dipisahkan menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok I sebagai kelompok perlakuan 1 yang merupakan catatan nilai derajat nyeri kelompok menggunakan Medial Arch Support, dan kelompok II sebagai kelompok perlakuan 2 yang merupakan catatan nilai derajat nyeri kelompok dengan melakukan Faciitis Plantaris Exercise.
d. Pengukuran akhir
Pada akhir program pemakaian medial arch support dan Faciitis Plantaris Exercise dilakukan lagi pengukuran terhadap derajat nyeri sebagai evaluasi dengan menggunakan VDS.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data
1. Karakteristik subyek penelitian
Subyek dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang menjalani pemeriksaan di bidan desa karangudi, kecamatan Ngrampal, kabupaten sragen yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi adalah 30 orang. Subyek penelitian yang berjumlah 30 orang dibagi menjadi 2 kelompok dengan cara diundi (random) yaitu angka genap masuk kelompok I yang berjumlah 15 ibu hamil diberi perlakuan medial arch support dan angka ganjil masuk kelompok II yang berjumlah 15 ibu hamil juga diberi perlakuan dengan melakukan faciitis
plantaris exercise.
commit to user
2Tabel 3.1
Karakteristik Subyek Penelitian Menurut Umur
No. Umur Kelompok I Kelompok II Total
1. 20 – 25 3 (10%) 2 (6,67%) 5 (16,67%)
2. 26 – 30 6 (20%) 6 (20%) 12 (40%)
3. 31 – 35 4 (13,34%) 4 (13,34%) 8 (26,67%)
4. 36 – 40 1 (3,34%) 2 (6,67%) 3 (10%)
5. 41 – 45 1 (3,34%) 1 (3,34%) 2 (6,67%)
Jumlah 15 15 30
Sumber : Olah Data Primer 2014 Pada tabel diatas menjelaskan bahwa penelitian ini dilihat dari karakteristik umur, umur 20 - 25 tahun sebanyak 5 orang atau 16,67%, umur 26 – 30 tahun merupakan yang terbanyak dengan 12 atau 40%, umur
31 - 35 tahun dengan 8 orang atau 26,67%, umur 36 – 40 tahun dengan 3 orang atau 10%, sedangkan umur 41 – 45 tahun dengan 2 orang atau 6,67%.
Tabel 3.2
Karakteristik Subyek Penelitian Menurut Usia Kehamilan
No. Umur Kelompok I Kelompok II Total
1. 30 – 35 11 (36,67%) 9 (30%) 20 (66,67%) 2. 36 – 40 4 (13,34%) 6 (20%) 10 (33,34%)
Jumlah 15 15 30
Sumber : Olah Data Primer 2014 Subyek penelitian dilihat dari distribusi usia kehamilan, usia kehamilan 30 – 35 minggu merupakan yang terbanyak dengan 20 orang atau 66,67%, sedangkan usia
kehamilan 36 - 40 minggu dengan 10 orang atau 33,34%.
2. Kondisi awal subyek penelitian
commit to user
2Hasil pengukuran derajat nyeri kaki dengan menggunakan VDS sebelum diberi perlakuan pada kelompok I berjumlah 15 orang ibu
hamil mempunyai mean 5,53 Sedangkan kelompok II yang terdiri dari 15 orang ibu hamil mempunyai mean 4,47.
Tabel 3.3
Data Derajat Nyeri Kaki Pada Ibu Hamil Sebelum Perlakuan
Kelompok
Besarnya nilai derajat nyeri kaki
Sebelum Perlakuan Mean
Kelompok I 4 5 6 7 7 6 6 3 7 7 7 5 2 6 5 5,53 Kelompok II 3 3 7 3 2 5 6 5 4 3 5 7 3 5 6 4,47 Sumber : Olah Data Primer 2014
Pengujian Hipotesis
1. Uji beda pengaruh sebelum – sesudah perlakuan pada kelompok I
Dari uji wilcoxon terhadap data sebelum dan sesudah diberi perlakuan medial arch support didapatkan nilai mean sebelum perlakuan sebesar 5,53 dan sesudah
perlakuan sebesar 2,67 dengan nilai (p) = 0,001 berarti (p) < 0,05 maka berdasarkan statistik ada perubahan derajat nyeri kaki pada ibu hamil yang bermakna pada kelompok yang diberi perlakuan menggunakan
medial arch support.
Tabel 3.4
Hasil Uji Beda Derajat Nyeri Kaki Sebelum – Sesudah Perlakuan Pada Kelompok I
Perlakuan Jumlah Subyek Mean Standar Deviasi
P
Sebelum 15 5,53 1,552
0,001
Sesudah 15 2,67 1,447
Sumber : Olah Data Primer 2014 2. Uji beda pengaruh sebelum –
sesudah perlakuan pada kelompok II
Dari uji wilcoxon terhadap data sebelum dan sesudah diberi perlakuan melakukan faciitis
commit to user
2plantaris axercise didapatkan nilai mean sebelum perlakuan sebesar 4,47 dan sesudah perlakuan sebesar 3,93 dengan nilai (p) = 0,023 berarti (p) < 0,05 maka berdasarkan statistik
juga ada perubahan derajat nyeri kaki pada ibu hamil yang bermakna pada kelompok II setelah melakukan faciitis plantaris exercise.
Tabel 3.5
Hasil Uji Beda Derajat Nyeri Kaki Sebelum – Sesudah Perlakuan Pada Kelompok II
Perlakuan Jumlah Subyek Mean Standar Deviasi
P
Sebelum 15 4,47 1,598
0,023
Sesudah 15 3,93 1,710
Sumber : Olah Data Primer 2014 3. Uji beda antara kelompok I
dengan kelompok II setelah perlakuan
Dari hasil uji mann whitney yang dilakukan pada kelompok sesudah perlakuan didapatkan nilai mean kelompok I sebesar 2,67, sedangkan pada kelompok II
didapatkan mean sebesar 3,93. Pada uji beda hasil sesudah perlakuan pada kelompok I dengan kelompok II didapatkan nilai (p) = 0,041 berarti p
< 0,05 maka secara statistik ada perbedaan yang bermakna sesudah perlakuan baik kelompok I maupun kelompok II.
Tabel 3.6
Hasil Uji Beda Derajat Nyeri Kaki Sesudah Perlakuan Pada Kelompok I Dengan Kelompok II
Kelompok Jumlah Subyek Mean Standar Deviasi
P
Kelompok I 15 2,67 1,447
0,041
Kelompok II 15 3,93 1,710
Sumber : Olah Data Primer 2014 4. Perbedaan selisih mean
derajat nyeri kaki
Setelah dilakukan analisis data didapatkan nilai selisih mean
commit to user
2sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok I sebesar 2,86, sedangkan selisih mean sebelum dan sesudah
perlakuan pada kelompok II sebesar 0,54.
Tabel 3.7
Selisih Mean Sebelum Dan Sesudah Perlakuan
Kelompok Besarnya mean derajat nyeri kaki
Selisih
Sebelum Sesudah
Kelompok I 5,53 2,67 2,86
Kelompok II 4,47 3,93 0,54
Sumber : Olah Data Primer 2014 Pembahasan Hasil Penelitian
Hasil uji perbandingan nilai VDS dalam pengukuran derajat nyeri kaki pada ibu hamil sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok medial arch support dilihat dari uji statistik menunjukkan nilai (p) = 0,001 karena nilai (p) < 0,05 berarti ada perubahan derajat nyeri kaki pada ibu hamil yang bermakna sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok I.
Hasil uji perbandingan nilai VDS dalam pengukuran derajat nyeri kaki pada ibu hamil sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok II dilihat dari uji statistik menunjukkan nilai (p) = 0,023 karena nilai (p) < 0,05 berarti juga ada perubahan derajat nyeri kaki pada ibu hamil sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok faciitis plantaris exercise.
Hasil uji perbandingan nilai VDS dalam pengukuran derajat nyeri kaki
setelah perlakuan antara kelompok I dengan kelompok II dari uji statistik didapat nilai (p) = 0,041 karena nilai p < 0,05 berarti ada perbedaan yang bermakna antara kelompok setelah perlakuan pada kelompok I dengan kelompok II. Dari hasil analisis data statistik diatas hampir tidak ada beda antara kelompok I dan kelompok II terhadap pengurangan derajat nyeri kaki pada ibu hamil, mungkin karena subyek penelitian yang kecil, waktu penelitian yang singkat.
Dari hasil analisis statistik diatas secara umum didapatkan bahwa kelompok I dan kelompok II setelah diberi perlakuan dengan menggunakan medial arch support maupun melakukan faciitis plantaris exercise terjadi penurunan derajat nyeri kaki pada ibu hamil. Dilihat dari deskriptif selisih nilai mean sebelum – sesudah perlakuan antara kelompok
commit to user
2I dan kelompok II didapatkan bahwa kelompok I lebih baik dari pada kelompok II dengan selisih mean pada kelompok I sebesar 2,86, sedangkan pada kelompok II sebesar 0,54.
4. KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Pada penelitian ini didapat perbedaan yang bermakna terhadap penurunan derajat nyeri kaki pada ibu hamil yang diukur dengan VDS ( Visual Descriptive Scale ) yang dilihat dari hasil analisis statistik menunjukkan hasil seperti : (1) ada pengaruh sebelum dan sesudah perlakuan medial arch support yang ditunjukkan dengan adanya penurunan nilai mean dari hasil VDS sebesar 2,67 dengan nilai (p) = 0,001, (2) ada pengaruh sebelum dan sesudah perlakuan faciitis plantaris exercise yang ditunjukkan dengan adanya penurunan nilai mean dari hasil VDS sebesar 3,93 dengan nilai (p) = 0,023, (3) pemberian perlakuan pada kelompok I lebih baik dari pada kelompok II yang ditunjukkan dengan selisih mean dari hasil VDS sebesar 2,86.
Saran
Walaupun dalam penelitian ini didapat hasil adanya penurunan derajat nyeri kaki pada ibu hamil
setelah diberi perlakuan medial arch support maupun faciitis plantaris exercise, namun untuk memperkuat bukti hasil, maka saran dari penelitian ini perlu dilakukan penelitian yang lebih lanjut dengan jumlah subyek penelitian yang lebih besar, waktu penelitian yang lebih panjang. Peneliti juga menyarankan agar para ibu hamil dapat menerapkan medial arch support maupun faciitis plantaris exercise selama kehamilannya.
REFERENSI