• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKTUALISASI DAN HABITUASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "AKTUALISASI DAN HABITUASI"

Copied!
141
0
0

Teks penuh

(1)

AKTUALISASI DAN HABITUASI

NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN PNS

PENGENALAN NILAI-NILAI NASIONALIOSME DALAM MENUMBUHKAN CINTA TANAH AIR BAGI SISWA KELAS V DENGAN MENGGUNAKAN

MEDIA LITERASI DIGITAL DI SD NEGERI 85 BUTON KECAMATAN SIOTAPINA KABUPATEN BUTON

Oleh : FAISAL, S.Pd NIP.19940817 201903 1 010 GURU KELAS AHLI PERTAMA

NDH : 35

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN LXXV TAHUN 2020

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI SULAWESI TENGGARA

KENDARI 2020

(2)

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

Jalan Chairil Anwar No. 8 A Puwatu Tlp. 3124061 Fax. 3125905

LEMBAR PERSETUJUAN

LAPORAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN PNS

PENGENALAN NILAI-NILAI NASIONALIOSME DALAM MENUMBUHKAN CINTA TANAH AIR BAGI SISWA KELAS V DENGAN MENGGUNAKAN

MEDIA LITERASI DIGITAL DI SD NEGERI 85 BUTON KECAMATAN SIOTAPINA KABUPATEN BUTON

Oleh : FAISAL,S.Pd

NIP. 19940817 201903 1 010 GURU KELAS AHLI PERTAMA

Telah disetujui untuk diseminarkan tanggal: 2 Oktober 2020

(3)

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

Jalan Chairil Anwar No. 8 A Puwatu Tlp. 3124061 Fax. 3125905

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR, PERAN DAN KEDUDUKAN PNS

PENGENALAN NILAI-NILAI NASIONALIOSME DALAM MENUMBUHKAN CINTA TANAH AIR BAGI SISWA KELAS V DENGAN MENGGUNAKAN

MEDIA LITERASI DIGITAL DI SD NEGERI 85 BUTON KECAMATAN SIOTAPINA KABUPATEN BUTON

Oleh : FAISAL,S.Pd

NIP. 19940817 201903 1 010 GURU KELAS AHLI PERTAMA

Mengetahui,

KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI SULAWESI TENGGARA

SYAHRUDDIN NURDIN, S.E., Pembina Utama Muda,Gol.IV/c

NIP.19660621 199012 1 001

(4)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat dan kemudahan yang diberikan-Nya sehingga penyusunan laporan aktualisasi nilai- nilai dasar, peran dan kedudukan Aparatur Sipil Negara (ASN) ini dapat diselesakan tepat pada waktunya sesuai apa yang direncanakan. Shalawat dan salam selalu kita kirimkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membimbing kita kejalan kebenaran dan keselamatan, yang telah membawa kita dari alam yang buta dengan ilmu pengetahuan kealam yang penuh dengan hamparan ilmu dan teknologi.

Laporan kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar, peran dan kedudukan Aparatur Sipil Negara (ASN) ini bertujuan untuk mengoptimalkan penyusunan dokumentasi capaian progres pekerjaan sehingga lebih efektif dan efisien. Laporan aktualisasi ini mengandung nilai dasar ASN yang terdiri dari Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi yang disingkat sebagai “ANEKA” serta Manajemen ASN, yaitu Whole Of Govermen dan Pelayanan Publik.

Sebagai peserta pada Pelatihan Dasar CPNS Tahun 2020 Anggkatan LXXV menyadari bahwa keberhasilan implementasi nilai dasar profesi ASN, serta tahapan rencana kegiatan aktualisasi dapat akan terwujud karena atas bantuan dan dukungan berbagai pihak, oleh karenanya pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimah kasaih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada :.

1. Syahruddin Nurdin ,SE., selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Tenggara yang telah mendukung kegiatan pendidikan dan pelatihan dasar CPNS;

2. Drs. Harmin, M.Eng, selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton yang telah mendukung kegiatan pendidikan dan pelatihan dasar CPNS;

3. Ardin, SE.,MM, selaku penguji dalam kegiatan seminar laporan aktualisasi pelatihan dasar CPNS yang telah memebrikan masukan dan penilaian;

4. Abd. Rahman,S,Sos selaku Coach yang senantiasa dengan sabar dan teliti dalam proses pembimbingan peyusunan laporan aktualisasi:

(5)

5. La Hobi, S.Pd. SD selaku Kepala Sekolah dan Mentor yang telah memberikan arahan, motivasi, dukungan, masukan dan bimbingan selama perancangan program aktualisasi;

6. Keluarga besar SDN 85 Buton, Kabupaten Buton atas dukungan dan kerjasamanya;

7. Seluruh Widyaiswara yang telah memberikan banyak ilmu terkait nilai dasar, peran dan kedudukan ASN yang sangat bermanfaat bagi peserta Diklatsar;

8. Seluruh Panitia, Binsuh yang telah memfasilitasi para peserta diklatsar dengan baik;

9. Kedua orang tua yang senantiasa memberikan dukungan moril selama masa Latsar CPNS; dan

1 0 . Keluarga besar Peserta Diklatsar CPNS Golongan III Khususnya Angkatan LXXV Tahun 2020 yang selama ini telah bersama-sama dalam mengikuti semua tahapan diklatsar.

Penulis sadar bahwa laporan pelaksanaan aktualisasi ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karenanya penulis berharap masukan yang membangun dari berbagai pihak sehingga membuat laporan pelaksanaan aktualisasi ini menjadi lebih baik dan memberikan manfaat yang sebesar besarnya bagi semua pihak yang membutuhkan.

Kendari, September 2020 Penulis

FAISAL

(6)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... …... v

BAB I PENDAHULUAN ... …… 1

A. Latar Belakang ... … 1

B. Tujuan... … 3

C. Manfaat... … 3

D. Ruang Lingkup Kegiatan Aktualisasi ……… 4

BAB II RANCANGAN AKTUALISASI A. Deskripsi Organisasi ……… 5

B. Struktur Organisasi ……….. 7

C. Nilai-nilai Dasar Profesi ASN ………. 8

D. Nilai-nilai Dasar Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRi ……… 14

E. Identifikasi Isu dan Analisis Dampaknya ……… 20

Table Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi ……… 23

BAB III CAPAIAN AKTUALISASI A. Kendala dan Antisipasi ... …. 55

B. Hasil Aktualisasi ... …..…. 57

C. Analisis Dampak ………... …. 89

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan ……….. 94

B. Saran ………. 94

LAMPIRAN-LAMPIRAN

BAB I

(7)

PENDAHULUUAN

A. Latar Belakang

Aparatur Sipil Negara (ASN) menurut UU No. 5 Tahun 2014 adalah profesi bagi pegawai negeri dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Pegawai ASN melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas dan mempercepat persatuan dan kesatuan NKRI. Pendidikan nasional mengembangan dan membentuk watak serta pradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdasakan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi pserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,cakap,kratif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tujuna tersebut merupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indonesia yang bharus dikembangkan oleh satuan pendidikan.

Tanggung jawab guru sebagai pengajar lebih menekankan kepada tugas dalam merencanakan dan melaksanakan pengajaran. Tugas guru dituntut memiliki kompetensi yang dapat mendukung tugas tersebut, antara lain kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Guru harus berusaha untuk memperhatikan apa yang sudah ada serta dapat mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN, yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi agar pengajaran dapat meningkatkan prestasi siswa.

Penanaman jiwa nasionalisme perlu dilakukan disekolah, hal ini dikarenakan bahwa sekolah merupakan tempat pendidikan dan pembentukan jiwa serta semangat bagi generasi muda yang akan menentukan masa depan bangsa Indonesia di masa yang akan datang, seperti yang dikemukakan oleh presiden ke-5 RI Dr. H. Susilo Bambang Yodhoyono bahwa ada lima isu penting dalam dunia pendidikan. Salah satunya isu mengenai hubungan pendidikan dengan pembentukan watak atau dikenal dengan pembanguna karekter. Beliau mengatakan bahwa kemajuan pendidikan tidak boleh melupakan pembanguna karekter.

(8)

Dunia pendidikan dibutuhkan peranya dalam membangun kembali, semangat nasionalisme pada peserta didik. Peran pendidik besar pengaruhnya dalam menentukan nasib bangsa ini. Apabila seorang pendidik juga ikut terlena dengan kemajuan teknologi dan melupakan nilai-nilai nasionlisme , bukan tidak mungkin dalam waktu dekat generasi muda peserta didik penerus bangsa yang dianggap sebagai generasi milenial akan hancur.

Semua elemen harus bersinergi demi tercapai peserta yang memiliki akhlak dan sikap nasionalisme yang besar.

Berdasarkan potret tersebut, maka perlu dilakukan pengkajian ulang kontekstualisasi nasionalisme bagi pserta didik berdasar pada pemikiran nasionalisme yang terintegrasi perlu dimotivasi lagi. Hal tersebut bertujuan agar peserta didik bisa menelaah antara globalisasi dan nilai-nilai nasionalisme. Pemikiran in bisa dilakukan dengan pembangunan karakter peserta didik berbasis nilai- nilai nasionalisme. Tujuanya adalah untuk menemukan kembali sikap-sikap nasionalisme dan hal ini diharapka dapat menjadi sumber inspirasi seluruh bangsa, agar lebih mengutamakan kepentingan rakyat, bangsa dan negara diatas kepentingan golongan atau kepentingan pribadi.

Dalam proses pembelajaran yang selama ini dilakukan di SD Negeri 85 Buton tidak ada kegiatan pengenalan nilai-nilai nasionalisme oleh guru sebagai wujud kecintaan kepada bangsa dan negara, yang mengakibatkan siswa kelas V (lima) SD Negeri 85 Buton kehilangan moral dan tingkah laku yang sesuai seperti kurangnya kerjasama yang baik antar siswa dalam belajar kelompok, ketika guru menyapa dengan ucapan salam masih ada siswa yang tidak menjawab, siswa belum mampu menghafal Pancasila, antar sesama siswa masih mengedepankan kesukuan dalam berteman, nyanyian lagu-lagu nasioanl belum banyak meraka kuaisai, Padahal pendidikan dan kurikulum serta tujuan visi dan misi organanisasi SD Negeri 85 Buton telah menuntut dan mengharuskan peserta didik harus memiliki karakter anak bangsa yang seharusnya, mencintai jiwa dan bangsanya.

Berdasarkan pengamatan penulis yang merujuk pada konsep efektivitas, efisiensi, inovatif dan mutu. Penulis melihat masih belum adanya efektivitas, efisiensi, inovatif dan bermutunya pemanfaatan teknologi bagi guru. Dimana pada era global sekarang ini teknologi telah banyak dimanfaatkan pada segala aspek kehidupan. Teknologi menjadi alternatif belajar mengajar bagi para siswa dan guru dengan konsep yang modern dan sangat praktis dilengkapi dengan berbagai macam fiture canggih.

Olehnya itu untuk mengatasi permasalahan tersebut penulis akan memanfatkan media pembelajaran literasi digital dengan menggunakan smart phone dan infocus. Hal

(9)

tersebut diaktualisasikan oleh penulis melalui laporan rancangan aktualisasi yang berjudul “ Pengenalan nilai-nilai Nasionalisme bagi Siswa Kelas V (Lima) dengan menggunakan media literasi digital di SD Negeri 85 Buton Kecamatan Siotapina Kabupaten Buton”.

B. Tujuan

a. Tujuan Umum

Mengaktualisasikan nilai-nilai konsepsi dasar (ANEKA) dan kedudukan serta peran ASN dalam pelaksanaan tugas pokok penulis sebagai guru wali kelas

b. Tujuan Khusus

Tujuan khusus pelaksanaan kegiatan aktualisasi adalah Mengenalkan nilai-nilai Nasionalisme bagi Siswa Kelas V (Lima) dengan menggunakan media literasi digital

C. Manfaat Penelitian a. Bagi Penulis

1. Dapat memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi ASN

2. Sebagai pertimbangan dalam menentukan teknik pembelajaran dengan pendekatan yang tepat.

b. Bagi Organisasi

Menciptakan tunas integritas yang membawa perubahan positif terhadap sekolah dalam menjalankan tugas dengan lebih baik dengan mengedepankan pelayan prima serta meningkatkan mutu pelayanan melalui kegiatan-kegiatan inovatif yang sesuai dengan visi dan misi sekolah

c. Bagi Siswa

1. Membangkitkan semangat siswa sehingga dapat ikut serta dalam proses pembelajaran

(10)

2. Dapat menambah dan memperluas wawasan dan pengalaman belajar siswa tentang dunia kerja.

3. Meningkatkan sikap-sikap nasionalisme siswa.

D. Ruang Lingkup Kegiatan Aktualisasi

Proses penulisan laporan aktualisasi ini didasari pada kegiatan yang melengkapi nilai-nilai Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi, serta Pelayanan publik, dan Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). Adapun ruang lingkup dari rancangan aktualisasi yaitu “pengenalan nilai-nilai nasionalisme untuk menumbuhkan cinta tanah air bagi siswa kelas V dengan menggunakan media literasi digital. Kegiatan rancangan aktualisasi ini akan dilaksanakan pada kelas V di SD Negeri 85 Buton Kecamatan Siotapina Kabupaten Buton.”. Dimana masalah ini diangkat berdasarkan permasalahan yang ada di SD Negeri 85 Buton yaitu belum dilaksanakanya nilai-nilai nasionalisme kepada siswa sebagai wujud cinta tanah air. Kegiatan aktualisasi ini akan dilaksanakan mulai tanggal 28 Agustus s/d 29 september 2020.

(11)

BAB II

RANCANGAN AKTUALISASI A. Deskripsi Organisasi

SD Negeri 85 Buton adalah sekolah dasar yang berlokasi di Desa Manuru Kecamatan Siotapina Kabupaten Buton berakreditas B dan berdiri sejak tahun 1994 dengan luas tanah milik sebesar 2.000 m2

..

Nama : SD Negeri 85 Buton Kepala Sekolah : La Hobi,S.Pd.SD NPSN : 40401140

Kode Pos : 93756

Alamat : Jln. Poros Pasarwajo - Lasalimu Desa/Kelurahan : Manuru

Kecamatan/Kota (LN) : Kec. Siotapina Kab.-Kota/Negara (LN) : Kab. Buton

(12)

Propinsi/Luar Negeri

(LN) : Prov. Sulawesi Tenggara

Status Sekolah : NEGERI Waktu Penyelenggaraan : Pagi/6 hari Jenjang Pendidikan : SD

Tabel. 2.1 Daftar Nama-nama Pegawai SD Negeri 85 Buton

No Nama Guru Jabatan

1. La Hobi,S.Pd.SD Kepala Sekolah

2. Dahlia Mala,S.Pd Guru kelas VI.a

3. La Ode Jumadin Majid,S.Pd Guru kelas VI.b

4. Faisal,S.Pd Guru kelas V.a

5. Harniati Bari,S.Pd Guru kelas V.b

6. La Tiga,S.Pd Guru kelas IV.a

7. Hasmin Djamludin,S.Pd Guru kelas IV.b 8. Ma’ruf Majid,S.Pd Guru kelas III

9. Susmiati,S.Pd Guru kelas II.a

10. Wa Afini,S.Pd Guru kelas II.b

11. Wd.Murija,S.Pd Guru kelas I.a

12. Sunarlin,A.Ma Guru kelas I.b

13. Salnia,S.Ag.,M.Pd.I Guru pendidikan agama islam

14. Muh.Safar,S.Pd Guru PJOK

15. Nur Ila Pustakawan

16. Amrin Muslim Operator

(13)

B. Struktur Organisasi SD Negeri 85 Buton

GURU KELAS V.A FAISAL,S.Pd

GURU KELAS 1.B WA AFINI,S.Pd

GURU KELAS II.A WD.MURIJA,S.Pd.I

GURU KELAS II.B SUNARLIN,A.Ma.

GURU KELAS III MA’RUF MAJID,S.Pd UNIT PERPUSTAKAAN

NUR ILA

GURU KELAS 1.A SUSMIATI,S.Pd

KEPALA SEKOLAH LA HOBI,S.Pd.SD

GURU KELAS IV.A LA TIGA,S.Pd TATA USAHA

AMRIN MUSLIM

DEWAN KOMITE ABDUL LATIF.K

GURU PENDAIS SALNIA,S.Ag,.M.Pd.

I

GURU PENJAS MUH.SAFAR,S.Pd

GURU KELAS IV.B HASMIN.DJ,S.Pd

SISWA

MASYARAKAT SEKITAR

GURU KELAS V.B LD.JUMADIN MAJID,S.Pd

DEWAN GURU

GURU KELAS V.A DAHLIA MALA,S.Pd

GURU KELAS V.B HARNIATI.B, S.Pd

(14)

C. Nilai Dasar Profesi ASN Kedudukan dan Perasn ASN

Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk memiliki nilai-nilai dasar sebagai seperangkat prinsip yang menjadi landasan dalam menjalankan profesi dan tugasnya sebagai ASN. Adapun nilai-nilai dasar yang dimaksud adalah Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA). Penjelasan dari kelima nilai tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah kata yang sudah tidak asing lagi kita dengar, namun seringkali kita susah untuk membedakannya dengan responsibilitas. Namun dua konsep tersebut memiliki arti yang berbeda. Responsibilitas adalah kewajiban untuk bertanggung jawab, sedangkan akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai.

Lebih lanjut akuntabilitas merujuk pada kewajiban individu, kelompok, atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Adapun indikator dari nilai akuntabilitas adalah:

a. Kepemimpinan

Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah dimana pimpinan memainkan peranan yang penting dalam menciptakan hal tersebut.

b. Transparansi

Transparansi dapat diartikan sebagai keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang dilakukan oleh individu maupun kelompok/ institusi.

c. Integritas

Integritas mempunyai makna konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan.

d. Tanggungjawab

Tanggungjawab merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggungjawab juga dapat berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.

e. Keadilan

Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda maupun orang.

(15)

f. Kepercayaan

Rasa keadilan membawa pada sebuah kepercayaan. Kepercayaan ini akan melahirkan akuntabilitas.

g. Keseimbangan

Pencapaian akuntabilitas dalam lingkungan kerja, diperlukan adanya keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan, serta harapan dan kapasitas. Selain itu, adanya harapan dalam mewujudkan kinerja yang baik juga harus disertai dengan keseimbangan kapasitas sumber daya dan keahlian (skill) yang dimiliki.

h. Kejelasan

Fokus utama untuk kejelasan adalah mengetahui kewenangan, peran dan tanggungjawab, misi organisasi, kinerja yang diharapkan organisasi, dan sistem pelaporan kinerja baik individu maupun organisasi.

i. Konsistensi

Konsistensi adalah sebuah usaha untuk terus dan terus melakukan sesuatu sampai pada tercapainya tujuan akhir.

2. Nasionalisme

Nasionalisme merupakan pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan yang menjadi tolak ukur dalam menilai kecintaan individu terhadap bangsanya. Salah satu cara untuk menumbuhkan semangat nasionalisme adalah dengan menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila oleh setiap penyelenggara negara, baik di pusat maupun di daerah.

Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa: menempatkan persatuan kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan; menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negara; bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta tidak merasa rendah diri; mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa; menumbuhkan sikap saling mencintai sesama manusia;

mengembangkan sikap tenggang rasa.

Dalam arti sempit, Nasionalisme merupakan sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya. Sementara secara arti luas, nasionalisme berarti pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap

(16)

bangsa dan negara, sekaligus menghormati bangsa lain. Nasionalisme Pancasila merupakan pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah air yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Ada lima indikator dari nilai-nilai dasar nasionalisme yang harus diperhatikan, yaitu :

a. Sila 1 (Ketuhanan Yang Maha Esa)

Nilai ini mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta. Nilai ini menyatakan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa religius yang mengakui adanya Tuhan.

b. Sila 2 (Kemanusiaan yang adil dan beradab)

Nilai ini mengandung arti adanya kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan segala sesuatu sebagaimana mestinya

c. Sila 3 (Persatuan Indonesia)

Sila ini mengandung nilai bahwa persatuan Indonesia mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa Indonesia. Semangat kebangsaan adalah mengakui manusia dalam keberagaman dan terbagi dalam beberapa golongan. Selain kehendak hidup bersama, kebersamaan bangsa Indonesia juga didukung oleh semangat gotong-royong. Dengan kegotong- royongan itulah, Indonesia mampu melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, bukan hanya membela atau mendiamkan suatu unsur masyarakat atau bagian tertentu dari teritorial Indonesia. Tujuan nasionalisme yang didasari dari semangat gotong royong yaitu ke dalam dan ke luar. Ke dalam berarti kemajemukan dan keanekaragaman budaya, suku, etnis, agama yang mewarnai kebangsaan Indonesia, tidak boleh dipandang sebagai hal negatif dan sebagai suatu ancaman.

Sebaliknya, hal itu perlu disikapi secara positif sebagai limpahan karunia yang bisa saling memperkaya khazanah budaya dan pengetahuan. Ke luar berarti memuliakan kemanusiaan secara universal, dengan menjunjung tinggi persaudaraan, perdamaian dan keadilan antar umat manusia.

d. Sila 4 (Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan)

Sila ini mengandung makna pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga perwakilan.

(17)

e. Sila 5 (Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia)

Sila ini mengandung makna sebagai dasar tujuan yaitu tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur lahiriah dan batiniah.

3. Etika Publik

Etika publik adalah refleksi tentang standar atau norma yang menentukan baik atau buruk, benar atau salah suatu perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Etika dapat dipahami sebagai sistem penilaian perilaku serta keyakinan untuk menentukan apakah suatu perbuatan itu pantas dilakukan, guna menjamin adanya perlindungan hak- hak individu, mencakup cara-cara dalam pengambilan keputusan untuk membantu membedakan hal-hal yang baik dan yang buruk serta mengarahkan apa yang seharusnya dilakukan sesuai nilai-nilai yang dianut.

Adapun nilai-nilai dasar dari Etika Publik, antara lain:

a. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila;

b. Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia 1945;

c. Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak;

d. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian;

e. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif;

f. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur;

g. Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik;

h. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program pemerintah;

i. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna dan santun;

j. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi;

k. Menghargai komunikasi, konsultasi dan kerjasama;

l. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai;

m. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan; dan

n. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai perangkat sistem karir.

(18)

Etika Publik merupakan landasan dasar bagi penuntun perilaku, norma etika justru sangat menentukan perumusan kebijakan maupun pola tindakan yang ada didalam organisasi publik. Jika aparat pemerintah maupun masyarakat sudah memiliki dasar norma etika yang kuat, ketaatan terhadap norma hukum akan mengikuti dan biasanya korupsi, penyalahgunaan kekuasaan atau bentuk-bentuk penyimpangan lain akan dapat dicegah sejak dini.

4. Komitmen Mutu

Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja pegawai. Aspek utama yang menjadi target stakeholder adalah layanan yang komitmen pada mutu melalui penyelenggaraan tugas secara efektif, efisien, inovatif dan berorientasi mutu.

a. Efektif

Efektivitas menunjukan tingkat ketercapaian target yang telah direncanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja sedangkan efektivitas organisasi berarti sejauh mana organisasi dapat mencapai tujuan yang ditetapkan, atau berhasil mencapai apapun yang coba dikerjakannya. Efektivitas organisasi berarti memberikan barang atau jasa yang dihargai oleh pelanggan.

b. Efisien

Efisien adalah jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan atau tingkat ketepatan realisasi penggunaan sumberdaya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan sehingga tidak terjadi pemborosan sumber daya sedangkan efisiensi organisasi adalah jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasi. Efisiensi organisasi ditentukan oleh berapa banyak bahan baku, uang, dan manusia yang dibutuhkan untuk menghasilkan jumlah keluaran tertentu.

Efisensi dapat dihitung sebagai jumlah sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa.

c. Inovasi

Inovasi adalah cara utama dimana suatu organisasi beradaptasi terhadap perubahan di pasar, teknologi dan persaingan.

(19)

d. Orientasi Mutu

Orientasi Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/ jasa yag diberikan kepada pelanggan sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya, dan bahkan melampaui harapannya. Mutu merupakan salah satu standar yang menjadi dasar untuk mengukur capaian hasil kerja.

5. Anti Korupsi

Kata korupsi berasal dari bahasa latin, yaitu Corruptio yang artinya kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Korupsi juga sering dikatakan sebagai tindakan seseorang yang menyalahgunakan kepercayaan dalam satu masalah atau organisasi untuk mendapatkan keuntungan, tindakan korupsi ini terjadi karena beberapa factor didalam kalanganmasyarakat. Korupsi sering dikatakan sebagai kejahatan yang luar biasa, salah satu alasannya adalah karena dampaknya yang luar biasa menyebabkan kerusakan baik dalam ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan yang lebih luas.

Sebagai PNS, dampak korupsi tidak hanya sekedar menimbulkan kerugian keuangan negara, namun juga dapat menimbulkan kerusakan kehidupan yang tidak hanya bersifat jangka pendek, namun juga secara jangka panjang.

Anti korupsi dapat diidentifikasi ke dalam 9 (sembilan) nilai yang terdiri dari Nilai-nilai anti korupsi antara lain:

a. Kejujuran

Kejujuran merupakan nilai dasar yang menjadi landasan utama bagi penegakan integritas diri seseorang. Tanpa adanya kejujuran mustahil seseorang bisa menjadi pribadi yang berintegritas;

b. Kepedulian

Kepedulian kepada sesama menjadikan seseorang memiliki sifat kasih sayang.

Individu yang memiliki jiwa sosial tinggi akan memperhatikan lingkungan sekelilingnya di mana masih terdapat banyak orang yang tidak mampu, menderita, dan membutuhkan uluran tangan;

c. Kemandirian

Sifat kemandirian yang dimiliki seseorang memungkinkan untuk mengoptimalkan daya pikirnya guna bekerja secara efektif. Pribadi yang mandiri tidak akan menjalin hubungan dengan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab demi mencapai keuntungan sesaat;

(20)

d. Kedisiplinan

Ketekunan dan konsistensi untuk terus mengembangkan potensi diri membuat seseorang akan selalu mampu memberdayakan dirinya dalam menjalani tugasnya;

e. Tanggung Jawab

Pribadi yang sadar bahwa segala tindakan dan kegiatan yang dilakukannya akan dipertanggungjawabkan sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa, masyarakat, negara, dan bangsanya;

f. Kerja keras, Individu yang memiliki etos kerja akan selalu berupaya meningkatkan kualitas hasil kerjanya demi terwujudnya kemanfaatan publik yang sebesar- besarnya;

g. Kesederhanaan, gaya hidup yang sederhana yaitu dibiasakan untuk tidak hidup boros;

h. Keberanian, Seseorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki keberanian untuk menyatakan kebenaran dan menolak kebathilan; dan

i. Keadilan, Pribadi dengan karakter yang baik akan menyadari bahwa apa yang dia terima sesuai dengan jerih payahnya. Bila dia seorang pimpinan maka dia akan memberi kompensasi yang adil kepada bawahannya sesuai dengan kinerjanya.

D. Nilai-nilai Dasar Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI 1. Manajemen ASN

Manejemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, beba dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya ASN yang unggul selaras dengan perkembangan jaman.

a. Kedudukan ASN

Kedudukan atau status jabatan PNS dalam sistem birokrasi selama ini dianggap belum sempurna untuk menciptakan birokrasi yang profesional. Untuk dapat membangun profesionalitas birokrasi, maka konsep yang dibangun dalam UU ASN tersebut harus jelas. Berikut beberapa konsep yang ada dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN.

i. Berdasarkan jenisnya, pegawai ASN terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS)

(21)

dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

ii. Pegawai ASN berkedudukan sebagai apartur negara yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik.

iii. Kedudukan ASN berada di pusat, daerah dan luar negeri. Namun demikian pegawai ASN merupakan kesatuan.

b. Peran ASN

Untuk menjalankan kedudukan pegawai ASN, maka pegawai ASN berfungsi dan bertugas sebagai berikut:

1) Pelaksana Kebijakan Public

ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan

2) Pelayan Publik

ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk memberikan pelayanan publik yang profesional da berkualitas. Pelayanan publik merupakan kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai peraturan perundang- undangan bagi setiap warga Negara dan penduduk atas barang, jasa dan/atau pelayanan administratif yang diselenggarakan oleh penyelenggara pelayanan publik dengan tujuan kepuasan pelanggan.

3) Perekat dan Pemersatu Bangsa

ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk mempererat persatuan dan kesatuan NKRI. ASN senantiasa setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD 1945, negara danpemerintah. ASN senantiasa menjunung tinggi martabat ASN serta senantiasa mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan diri sendiri, seseorang dan golongan.

c. Hak dan Kewajiban ASN

Hak adalah suatu kewenangan atau kekuasaan yang diberikan oleh hukum, suatu kepentingan yang dilindungi oleh hukum, baik pribadi maupun umum. Dapat diatikan bahwa hak adalah sesuatu yang patut atau layak diterima. Agar melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik, dapat meningkatkan

(22)

produktivitas, menjamin kesejateraan ASN dan akuntabel, maka setiap ASN diberikan hak.

Hak ASN dan PPPK yang diatur dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN sebagai berikut:

Tabel 2.2 Perbedaan Hak PNS dan PPPK

Selain hak sebagaimana disebutkan di atas, berdasarkan pasal 70 UU No.

5 Tahun 2014 tentang ASN disebutkan bahwa setiap pegawai ASN memiliki hak dan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi. Berdasarkan Pasal 92 pemerintah juga wajib memberikan perlindungan berupa:

1) Jaminan kesehatan;

2) Jaminan kecelakaan kerja;

3) Jaminan kematian; dan 4) Bantuan hukum.

Sedangkan kewajiban adalah suatu beban atau tanggungan yang bersifat kontraktual. Dengan kata lain kewajiban adalah suatu yang sepatutnya diberikan.

Pegawai ASN berdasarkan UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN wajib:

1) Setia dan taat pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan pemerintah yang sah;

2) Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa;

3) Melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat pemerintah yang berwenang;

4) Menaati ketentuan peraturan perundang-undangan;

5) Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kejujuran,

Hak PNS Hak PPPK

- Gaji, tunjangan dan fasilitas - Cuti

- Jaminan pensiun dan jaminan hari tua

- Perlindungan

- Pengembangan kompetensi

- Gaji, tunjangan dan fasilitas - Cuti

- Perlindungan

- Pengembangan kompetensi

(23)

6) Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan dan tindakan kepada setiap orang, baik di dalam maupun di luar kedinasan;

7) Menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan rahasia jabatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan

8) Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

d. Kode Etik dan Perilaku ASN

Dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN disebutkan bahwa ASN sebagai profesi berlandaskan pada kode etik dan kode perilaku. Kode etik dan kode perilaku ASN bertujuan untuk menjaga martabat dan kehormatan ASN. Kode etik dan kode perilaku berisi pengaturan perilaku agar pegawai ASN.

1) Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi;

2) Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin;

3) Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan;

4) Melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan;

5) Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau Pejabat yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahan;

6) Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan;

7) Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif, dan efisien;

8) Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya;

9) Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan;

10) Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan, dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain;

11) Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN; dan

(24)

12) Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai disiplin Pegawai ASN.

2. Pelayanan Publik

Sebagaimana termuat dalam UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, dijelaskan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang- undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan prima adalah partisipatif, transparan, responsif, tidak diskriminatif, mudah dan murah, efektif dan efisien, aksesibel, akuntabel, dan berkeadilan.

Etika dan etiket mengatur perilaku manusia secara normatif, artinya memberi norma bagi perilaku manusia dan dengan demikian menyatakan apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Etiket pelayanan yang perlu diperhatikan oleh ASN terhadap pengguna jasa pada umumnya adalah sebagai berikut: Sikap atau perilaku; Ekspresi wajah; Penampilan; Cara berpakaian; Cara berbicara; Cara mendengarkan; dan Cara bertanya.

Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik. Pegawai ASN dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik. Selain untuk menjauhkan birokrasi dari pengaruh partai politik, hal ini dimaksudkan untuk menjamin keutuhan, kekompakan dan persatuan ASN, serta dapat memusatkan segala perhatian, pikiran, dan tenaga pada tugas yang dibebankan kepadanya.

3. Whole of Government

a. Pengertian Whole of Government

Berdasarkan interpretasi analitis dan manifestasi empiris di lapangan maka WoG didefinisikan sebagai “suatu model pendekatan integratif fungsional satu atap” yang digunakan untuk mengatasi wicked problems yang sulit dipecahkan dan diatasi karena berbagai karakteristik atau keadaan yang melekat antara lain: tidak jelas sebabnya, multi dimensi, menyangkut perubahan perilaku. Sesuai dengan

(25)

karakteristik wicked problems.

b. Penerapan Whole of Government (WoG) dalam pelayanan terintegrasi

Terdapat beberapa cara pendekatan WoG yang dapat dilakukan, baik dari sisi penataan institusi formal maupun informal. Cara-cara ini pernah dipraktekkan oleh beberapa negara, termasuk Indonesia dalam level-level tertentu.

1) Penguatan koordinasi antar lembaga

Penguatan koordinasi dapat dilakukan jika jumlah lembaga-lembaga yang dikoordinasikan masih terjangkau dan manageable. Dalam prakteknya, span of control atau rentangkendali yang rasional akan sangat terbatas. Salah satu alternatifnya adalah mengurangi jumlah lembaga yang ada sampai mendekatijumlah yang ideal untuk sebuah koordinasi. Dengan jumlah lembaga yang rasional, maka koordinasi dapat dilakukan lebih mudah.

2) Membentuk lembaga koordinasi khusus

Pembentukan lembaga terpisah dan permanen yang bertugas dalam mengkoordinasikan sektor atau kementrian adalah salah satu cara melakukan WoG. Lembaga koordinasi ini biasanya diberikan status lembaga singkat lebih tinggi, atau setidaknya setara dengan kelembagaan yang dikoordinasikan.

3) Membangun gugus tugas

Gugus tugas merupakan bentuk pelembagaan koordinasi yang dilakukan di luar struktur formal, yang setidaknya tidak permanen. Pembentukan gugus tugas biasanya menjadi salah satu cara agar sumber daya yang terlibat dalam koordinasi tersebut dicabut sementara dari lingkungan formalnya untuk berkonsentrasi dalam proses koordinasi tadi.

Tantangan yang akan dihadapi dalam penerapan WoG di tataran praktek sebagai berikut:

1) Kapasitas SDM dan institusi

Kapasitas SDM dan institusi-institusi yang terlibat dalam WoG tidaklah sama.

Perbedaan kapasitas ini bisa menjadi kendala serius ketika pendekatan WoG, misalnya mendorong terjadinya merger atau akuisisi kelembagaan, dimana terjadi penggabungan SDM dengan kualifikasi yang berbeda.

2) Nilai dan budaya organisasi

Nilai dan budaya organisasi menjadi kendala ketika terjadi upaya kolborasi samapi dengan kelembagaan.

(26)

3) Kepemimpinan

Kepemimpinan menjadi salah satu kunci penting dalam pelaksanaan WoG.

Kepemimpinan yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang mampu mengakomodasi perubahan nilai dan budaya organisasi serta meramu SDM yang tersedia guna mencapai tujuan yang diharapkan.

E. Identifikasi Isu dan Dampaknya

1. Identifikasi Isu Tabel 2.3. Identifikasi isu

Isu Kondisi saat ini Kondisi diharapkan Identifikasi isu

Melaksanakan kegiatan bimbingan kelas/konseling

Siswa sering melanggar tata tertib sekolah

Tidak ada lagi Siswa yang sering melanggar tata tertib sekolah

.Belum optimalnya peran guru dalam pelaksanaan tata tertib sekolah

Melaksanakan proses

pembelajaran

Dalam proses belajar mengajar pengenalan akan nilai-nilai nasionalisme belum dilakukan

Dalam proses belajar mengajar pengenalan akan nilai-nilai nasionalsme sudah dilakukan

Belum dilaksanakannya pengenalan nilai-nilai nasionalisme akan cinta tanah air kepada Siswa

Mengatur kebersihan ruang kelas dan sekitarnya

Masih banyaknya sampah yang berhamburan di lngkungan sekolah

Tdak adanya sampah yang berhamburan di lingkungan sekolah

Rendahnya Kepedulian siswa terhadap

kebersihan lingkungan sekolah

Berdasarkan pengalaman yang penulis alami selama menjalankan tugas di SD Negeri 85 Buton Kecamatan Siotapina, penulis menemukan tiga isu berdasarkan kondisi saat ini dan kondisi di harapkan, setelah dilakukan konsultasi kepada pimpinan melalui media komunikasi selama penulis mengikuti Latihan Dasar maka ditetapkan satu core isu yang telah mendapatkan persetujuan oleh pimpinan,

Adapun core isu tersebut yaitu Belum dilaksanakannya pengenalan nilai-nilai nasionalsme akan cintah tanah air kepada Siswa yang mana hal ini dapat menjadi ancaman bagi tumbuh kembang anak yang akan berpengaruh pada perilaku anak yang

(27)

akan keluar dari tata norma yang berlaku disekolah dan dimasyarakat serta anak akan mudah terpengaruh dengan kebiasaan-kabiasaan negatif dari budaya asing.

Adapun teknik analisis yang penulis lakukan sebagai pisau pemangkas yang digunakan untuk menetapkan satu Core Isu yaitu dengan menggunakan metode analisa APKL. Dimana mentode analisis ini digunakan untuk menentukan tingkat Aktualitas, Problematik,

Kekhalayakan dan Layak-nya dan selanjutnya menentukan skala nilai 1-5. Isu yang memiliki total skor tertinggi setelah perankingan merupakan isu prioritas.

 Aktual : Benar-benar terjadi, sedang hangat dibicarakan di masyarakat

 Problematik : Isu memiliki dimensi masalah yang kompleks sehingga perlu dicarikan solusinya sesegera mungkin

 Kekhalayakan : Isu menyangkut hajat hidup orang banyak

 Kelayakan : Masuk akal, realistis, relevan untuk dimunculkan inisiatif pemecahan masalah

Tabel 2.4 Penentuan Isu Prioritas

No ISU UTAMA NILAI TOTAL RANKING

A P K L 1. Belum optimalnya peran guru dalam

pelaksanaan tata tertib sekolah 3 4 4 3 14 III 2. Belum dilaksanakanya pengenalan nilai-

nilai nasionalisme akan cinta tanah air kepada siswa

5 5 4 4 18 I

3. Rendahnya kepedulian siswa terhadap

kebersihan lingkungan sekolah 4 4 4 3 15 II

(28)

Adapun untuk skalanya dapat dilihat pada table berikut:

Tabel. 2.5 Skala APKL

Skala Keterangan

5 Sangat (Aktual, kekhalayakan, problematik, kelayakan) 4 Aktual, kekhalayakan, problematik, kelayakan

3 Cukup (Aktual, kekhalayakan, problematik, kelayakan) 2 Tidak (Aktual, kekhalayakan, problematik, kelayakan)

1 Sangat Tidak (Aktual, kekhalayakan, problematik, kelayakan)

Berdasarkan scoring dari Skala Likert pada analisis isu metode APKL di atas didapatkan hasil isu prioritas yang memiliki peringkat teratas adalah “Belum dilaksanakanya pengenalan nilai-nilai nasionalisme akan cinta tanah air kepada siswa”.

2. Analisis Dampak Isu

Dampak yang mungkin terjadi apabila isu “Belum dilaksanakannya pengenalan nilai-nilai nasionalisme akan cintah tanah air kepada Siswa” ini tidak dituntaskan melalui solusi pemecahan isu yaitu akan menjadi ancaman untuk perkembangan prilaku anak yang akan tidak sesuai dengan moral prilaku karakter anak bangsa yang seharusnya serta anak akan mudah terpengaruh dengan budaya asing yang begitu pesat perkembangnya

(29)
(30)

Table 2.6. Rancangan Kegiatan Aktualisasi

No Kegiatan Tahapan

Kegiatan

Output Keterkaitan Subtansi Mata Pelatihan

Kontribusi

Terhadap Visi dan Misi Organisasi

Kontribusi terhadap penguatan nilai organisasi 1. Konsultasi kepada

pimpinan perihal rancangan

aktualisasi yang akan dilakukan

a. Melapor kepada pimpinan perihal kegiatan

aktualisasi

Terlaksananya pelaporan kepada pimpinan

1. Akuntabilitas Pada saat melapor kepada pimpinan, penulis akan Konsisten dengan waktu kesekolah.

2. Nasionalisme

Ketika peserta melapor kepada pimpinan, penulis akan

bermusyawarah perihal membuat jadwal

kegiatan aktualisasi.

3. Etika Publik Pada saat penulis melapor kepada

1. Terwujudnya pengembangan pengetahuan dibidang IPTEK, Bahasa, Bakat, Minat dan Potensi siswa.

2. Terwujudnya kerjasama yang harmonis antara warga sekolah dan lingkungan

(31)

pimpinan, penulis akan Taat kepada aturan waktu masuk dan keluar sekolah.

4. Komitmen Mutu : Pada saat melapor kepada pimpinan,, penulis akan datang tepat waktu agar kegiatan lebih efektif.

5. Anti Korupsi : ketika melapor kepada

pimpinan, penulis akan Displin dengan waktu.

b. Membuat persetujuan

Tersedianya surat persetujuan

1. Akuntabilitas Ketika pemimpin memberikan

1. Terwujudnya pengembangan pengetahuan

(32)

kegiatan aktualisasi

surat persetujuan, Penulis akan berkonsultasi kepada pimpinan terkait kejelasan target kegiatan yang akan dilaksanakan.

2. Nasionalisme Pada saat pemimpin menyerahkan surat persetujuan ,penulis akan selalu bersikap hormat kepada pimpinan dalam berkonsultasi.

3. Etika Publik Ketika pemimpin memberikan surat

dibidang IPTEK, Bahasa, Bakat, Minat dan Potensi siswa.

2. Terwujudnya kerjasama yang harmonis antara warga sekolah dan lingkungan

(33)

persetujuan, penulis akan melakukan konsultasi kepada pimpinan dengan selalu

mengedepankan sikap sopan dan santun.

4. Komitmen Mutu Pada saat pemimpin memberikan surat persetujuan, penulis akan memberikan gambaran umum terkait kualitas dan mutu yang akan dicapai pada akhir kegiatan aktualisasi.

(34)

5. Anti korupsi Ketika pemimpin memberikan surat persetujuan, penulis akan menjelaskan tahapan dan capaian kegiatan kepada atasan dengan jujur.

c. Mencatat segala masukan dan saran mentor

Tersedianya catatan sesuai masukan mentor

1. Akuntabilitas Ketika diberikan saran oleh pimpinan, penulis akan

mencatat segala masukan dan saran mentor dengan jelas.

2. Nasionalisme Ketika diberi saran oleh pimpinan, penulis akan selalu menghormati segala

. 1. Terwujudnya pengembangan pengetahuan dibidang IPTEK, Bahasa, Bakat, Minat dan Potensi siswa.

2. Terwujudnya kerjasama yang harmonis antara warga sekolah dan lingkungan

(35)

masukan dan saran mentor dalam berkonsultasi.

3. Etika Publik Pada saat diberikan masukan oleh pimpinan ,penulis akan mencatat segala masukan dan saran dengan penuh tanggungjawab.

4. Komitmen Mutu Ketika diberikan saran oleh pimpinan, penulis akan

mencatat semua saran tersebut agar aktualisasi terlaksana dengan efektif dan

(36)

No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Keterkaitan Subtansi Mata Pelatihan

Kontribusi Terhadap Visi dan Misi

Organisasi

Kontribusi terhadap penguatan nilai organisasi 2. Melaksanakan

Rapat bersama dewan Guru untuk meminta dukungan terkait pelaksanaan aktualisasi

a. Menyiapkan dan mengedarkan surat undangan rapat perihal

pelaksanaan aktualisasi

Tersedianya Surat undangan rapat

1. Akuntabilitas Dalam membuat surat undangan, penulis akan menggunakan kalimat yang jelas, sehingga dewan guru memahami maksud dari undangan tersebut.

1. Terwujudnya proses

pembelajaran dan bimbingan 2. Terjalinya

kerjasama yang harmonis antara efisien.

5. Anti korupsi Ketika diberikan saran oleh pimpinan, penulis akan

mencatat segala masukan dan saran dengan jujur.

(37)

2. Nasionalisme Ketika membuat surat

undangan rapat , penulis akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan pimpinan.

3. Etika publik Pada saat membagikan surat

undangan, penulis akan bersikap sopan terhadap dewan guru yang lain.

4. Komitmen mutu Pada saat mengedarkan surat

undangan, penulis akan melihat terlebih dahulu kualitas dari undangan tersebut.

warga sekolah dan lingkungan.

3. Terwujudnya pengetahuan dibidang IPTEK, Bahasa, Bakat, Minat dan potensi siswa

(38)

5. Anti Korupsi Dalam mengedarkan

undangan, penulis akan cermat dalam

mengedarkanya

b. Menyiapkan ruang rapat

Tersedianya ruangan rapat

1. Akuntabilitas Ketika menyiapkan ruang

rapat, penulis akan

bertanggung jawab pada kebersihan ruangan rapat.

2. Nasionalisme Dalam menyiapkan ruangan

rapat, penulis akan bekerjasama dengan pegawai tata usaha.

1. Terwujudnya proses

pembelajaran dan bimbingan 2. Terjalinya

kerjasama yang harmonis antara warga sekolah dan lingkungan.

3. Terwujudnya pengetahuan dibidang IPTEK, Bahasa, Bakat, Minat dan potensi siswa

(39)

3. Etika publik Ketika menyiapkan ruang rapat, penulis akan taat aturan yang berlaku diruangan rapat dalam menyiapkannya.

4. Komitmen mutu Ketika menyiapkan ruang

rapat, penulis akan

menginovasi ruangan agar terlihat rapi dan nyaman.

5. Anti Korupsi Ketika selesai melaksanakan

rapat, penulis akan

bertanggungjawab untuk membersihkan ruangan rapat c. Melaksanakan

rapat

Tersedianya daftar hadir

1. Akuntabilitas Dalam

melaksanakan rapat,

1. Terwujudnya proses

pembelajaran dan bimbingan

(40)

dan notulen rapat

penulis akan berbicara dengan penuh percaya diri.

2. Nasionalisme Pada saat rapat berlangsung, penulis akan menghargai pendapat pimpinan maupun pendapat para dewan guru.

3. Etika publik Ketika rapat sedang

beralangsung, penulis akan berbicara dengan sopan dan jujur terkait kegiatan aktualisasi yang akan melibatkan semua kelas dan dewan guru.

2. Terjalinya

kerjasama yang harmonis antara warga sekolah dan lingkungan.

3. Terwujudnya pengetahuan dibidang IPTEK, Bahasa, Bakat, Minat dan potensi siswa

(41)

4. Komitmen mutu Dalam melaksanakan rapat,

penulis akan yang menjadi moderator sehinga rapat bisa berjalan dengan efektif.

5. Anti Korupsi Pada saat rapat berlangsung

penulis akan menulis notulen rapat dengan jujur dan penuh rasa tanggung jawab.

No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Keterkaitan Subtansi Mata Pelatihan

Kontribusi Terhadap Visi dan Misi

Organisasi

Kontribusi terhadap penguatan nilai organisasi 3 Menyusun dan

menyiapkan media

pembelajaran

a. Menyusun langkah-langkah pembelajaran

Tersedianya langkah- langkah pembelajaran

1. Akuntabilitas

Pada saat menyusun langkah pembelajaran ,penulis akan

menyusun langkah

1. Menciptakan pendidikan dan pengajaran berstandar tinggi dan meningkatkan

(42)

pembelajaran dengan penuh tanggung jawab.

2. Nasionalisme

Ketika menyusun langkah

pembelajaran, penulis akan berdiskusi dengan pimpinan atau dewan guru yang lain.

3. Etika Publik Ketika menyusun langkah

pembelajaran, penulis akan taat aturan terhadap penulisan langkah-langkah pembelajaran yang ada.

kualitas pelaksanaan pendidikan sesuai dengan visi sekolah terwujudnya sekolah unggul dalam

prestasi

berlandaskan iman dan takwa..

2. Konsultasi dengan mentor sesuai dengan misi sekolah Menjalin kerjasama yang harmonis antara warga sekolah dan lingkungan

(43)

4. Komitmen mutu

Ketika menyusun langkah pembelajaran, penulis akan berusaha mencari langkah- langakh pembelajaran yang inovatif dengan tujuan bisa

membangkitkan semangat siswa dalam belajar.

5. Anti korupsi Pada saat menyusun langkah pembelajaran, penulis akan berani mengambil resiko dari langkah-langkah pembelajaran yang diambil

(44)

b. Melakukan konsultasi kepada pimpinan perihal langkah-langkah pembelajaran yang akan dilakukan.

Tersedianya Draf

konsultasi

1. Akuntabilitas

Pada saat

berkonsultasi dengan pimpinan, penulis akan transaparan tentang langkah pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran.

2. Nasionalisme

Pada saat menentukan langkah pembelajaran apa yang akan

digunakan, penulis akan berkonsultasi dengan pimpinan.

3. Etika Publik Ketika berkonsultasi dengan pimpinan ,penulis akan

1. Menciptakan pendidikan dan pengajaran berstandar tinggi dan

meningkatkan kualitas pelaksanaan pendidikan sesuai dengan visi sekolah terwujudnya sekolah unggul dalam prestasi berlandaskan iman dan takwa..

2. Konsultasi dengan mentor sesuai dengan misi sekolah Menjalin

(45)

menunjukan sikap sopan.

4. Komitmen mutu Ketika berkonsultasi dengan pimpinan, penulis akan

mengeluarkan ide-ide kreatif untuk

pemecahan masalah terkait langkah pembelajaran yang diambil.

5. Anti korupsi Ketika berkonsultasi dengan pimpinan, penulis akan berani mengungkapkan pendapat terkait

kerjasama yang harmonis antara warga sekolah dan lingkungan

(46)

langkah pembelajaran yang akan digunakan.

c. Meminta surat persetujuan perihal penggunaan media literasi digital.

Tersedianya Surat persetujuan penggunaan media literasi digital

1. Akuntabilitas

Pada saat berada diruangan pimpinan, penulis akan

menunjukan sikap integritas / mematuhi semua aturan yang ada diruangan pimpinan.

2. Nasionalisme Pada saat pimpinan memberikan surat persetujuan, penulis akan tidak lupa untuk bermusyawarah perihal hambatan- hambatan dan pemacahan masalah

1. Menciptakan pendidikan dan pengajaran berstandar tinggi dan

meningkatkan kualitas pelaksanaan pendidikan sesuai dengan visi sekolah terwujudnya sekolah unggul dalam prestasi berlandaskan iman dan takwa..

2. Konsultasi dengan mentor

(47)

dalam menggunakan media literasi digital.

.

3. Etika Publik Pada saat berada diruangan pimpinan untuk meminta surat persetujuan

penggunaan media, penulis akan bersikap ramah,sopan

terhadap pimpinan.

4. Komitmen mutu Ketika pimpinan memberikan surat persetujuan

penggunaan media, penulis akan

memerikasa dengan

sesuai dengan misi sekolah Menjalin kerjasama yang harmonis antara warga sekolah dan lingkungan

(48)

teliti surat persetujuan tersebut.

5. Anti korupsi Pada saat pimpinan memberikan surat persetujuan

penggunaan media, dengan rasa peduli akan surat itu penulis akan menyimpan dilemari khusus pribadi agar tidak tercecer atau hilang.

(49)

No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Keterkaitan Subtansi Mata Pelatihan

Kontribusi

Terhadap Visi dan Misi Organisasi

Kontribusi terhadap penguatan nilai organisasi 4. Melakukan

pembelajaran pengenalan nilai- nilai nasionalisme dalam

menumbuhkan cinta tanah air.

a. Datang disekolah untuk

memberikan pelajaran

Terlaksananya kegitan

pembelajaran.

1. Akuntabilitas

Pada saat melakukan pembelajaran ,penulis akan datang kesekolah dengan tepat waktu dan penuh rasa

tanggungjawab.

2. Nasionalisme

Ketika Bertemu siswa untuk proses

pembelajaran, penulis akan tepat waktu dan rela berkorban demi mencerdaskan anak bangsa.

3. Etika Publik

Dalam melakukan proses pembelajaran

1. Terwujudnya sekolah unggul dalam prestasi berlandaskan iman dan takwa.

2. Terwujudnya proses

pembelajaran dan bimbingan

3. Terjalinya

silaturahmi yang lebih erat antara guru dan siswa 4. Terwujudnya

pengetahuan dibidang IPTEK, Bahasa, Bakat, dan minat, potensi siswa

(50)

penulis akan taat dan mematuhi protokol kesehatan.

3. Komitmen mutu Pada saat melakukan pembelajaran , penulis akan melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisiensi.

4. Anti korupsi

Ketika bertemu siswa untuk melakukan pembelajaran, penulis akan semangat kerja keras dan

bertanggungjawab

b. Mengucapkan salam menyapa dan mengecek

Tersedianya Daftar hadir siswa

1. Akuntabilitas Pada saat mengecek kehadiran siswa, penulis

1. Terwujudnya sekolah unggul dalam prestasi

(51)

kehadiran siswa akan transparan atas kehadiran siswa.

2. Nasionalisme Ketika menjelaskan dalam pembelajaran diskusi kelompok, penulis akan

menghargai pendapat siswa.

3. Etika Publik Ketika mengecek

kehadiran siswa, penulis akan menggunakan bahasa yang santun dan sopan.

4. Komitmen mutu Ketika memastikan kehadiran siswa, penulis akan meminta siswa

berlandaskan iman dan takwa.

2. Terwujudnya proses

pembelajaran dan bimbingan

3. Terjalinya

silaturahmi yang lebih erat antara guru dan siswa 4. Terwujudnya

pengetahuan dibidang IPTEK, Bahasa, Bakat, dan minat, potensi siswa

(52)

untuk tidak ribut agar pembelajaran lebih efektif.

5. Anti korupsi

Ketika ada siswa yang terlambat datang, penulis akan berani memberi peringatan kepada siswa yang terlambat

c. Melakukan pembelajaran dalam mengenalkan nilai-nilai nasionalisme kepada siswa

Terlaksananya Pemberian materi

1. Akuntabilitas Ketika melakukan pembelajaran, penulis akan memberikan kejelasan tentang media pembelajaran yang akan digunakan.

1. Terwujudnya sekolah unggul dalam prestasi berlandaskan iman dan takwa.

2. Terwujudnya proses

pembelajaran dan bimbingan

(53)

2. Nasionalisme Ketika melakukan pembelajaran, Penulis akan menyampaikan langkah-lanagkah kegiatan pembelajaran dengan penuh rasa tanggung jawab.

3. Etika Publik Ketika melakukan pembelajaran, penulis akan memaparkan nilai- nilai nasionalisme sebagai wujud cintah tanah air dengan penuh rasa peduli melalui media literasi digital.

3. Terjalinya

silaturahmi yang lebih erat antara guru dan siswa 4. Terwujudnya

pengetahuan dibidang IPTEK, Bahasa, Bakat, dan minat, potensi siswa

(54)

4. Komitmen mutu Pada saat melakukan pembelajaran, penulis akan mengarahkan siswa terkait video pembelajaran yang ditanyangkan

menggunakan infokus dengan efektif dan efisien.

5. Anti korupsi Ketika melakukan pembelajaran, Penulis akan memaparkan nilai- nilai nasionalisme dengan rasa peduli.

(55)

No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Keterkaitan Subtansi Mata Pelatihan

Kontribusi

Terhadap Visi dan Misi Organisasi

Kontribusi terhadap penguatan nilai organisasi 5. Melakukan

evaluasi dan pelaporan

a. Membuat format tabel hasil evaluasi peserta didik

Tersedianya format table hasil evaluasi

1. Akuntabilitas Pada saat membuat table evaluasi ,penulis akan membuat format tabel evaluasi peserta didik dengan jelas.

2. Nasionalisme

Pada saat membuat table evaluasi, penulis akan membuat format tabel evaluasi dengan jelas sehingga siswa

memahami apa yang diperintahkan.

3. Etika publik

Pada saat membuat table evaluasi, penulis akan

1. Terwujudnya proses pembelajaran dan bimbingan.

2. Terjalinya kerjasama yang harmonis antara warga sekolah dan lingkungan.

3. Terwujudnya pengetahuan dibidang IPTEK, Bahasa, Bakat, Minat dan potensi siswa

(56)

membuat format table evaluasi dengan jujur.

4. Komitmen mutu Pada saat membuat table evaluasi, penulis akan membuat format table evaluasi yang bermutu.

5. Anti korupsi

Pada saat membuat table evaluasi , penulis akan membuat format tabel evaluasi yang

berkualitas b. Melakukan

evaluasi

pembelajaran untuk mengetahui sejauh mana pengenalan nilai-nilai nasionalisme dipahami oleh

Tersedianya soal evaluasi pembelajaran

1. Akuntabilitas Pada saat melakukan evaluasi, Penulis akan melakukan evaluasi kepada siswa dengan

1. Terwujudnya proses pembelajaran dan bimbingan 2. Terjalinya

kerjasama yang harmonis antara warga sekolah dan lingkungan.

(57)

peserta didik. penuh rasa tanggung jawab.

2. Nasionalisme

Pada saat melakukan evaluasi, penulis akan melakukan evaluasi kepada siswa dengan adil tanpa membeda bedakan antara siswa yang satu dengan yang lain.

3. Etika publik Pada saat melakukan evaluasi, Penulis akan membacakan soal evaluasi kepada siswa dengan jujur.

3. Terwujudnya pengetahuan dibidang IPTEK, Bahasa, Bakat, Minat dan potensi siswa

(58)

4. Komitmen mutu Dalam melalakukan evaluasi, Penulis akan memeriksa terlebih dahulu mutu dari soal evaluasi agar siswa mudah dipahami oleh siswa.

5. Anti korupsi Pada saat setelah melakukan evaluasi, Penulis akan

memeriksa soal evaluasi dengan mandiri.

c. Melaporkan hasil

pembelajaran melalui media

Tersedianya bahan laporan hasil

pembelajaran

1. Akuntabilitas Pada saat melaporkan hasil kegiatan

pengenalan nilai-nilai

1. Terwujudnya proses pembelajaran dan bimbingan 2. Terjalinya

(59)

literasi digital kepada pimpinan

nasionalisme dengan menggunakan media pembelajaran literasi digital, penulis akan konsistensi dengan jadwal laporan yang sudah disepakati bersama pimpinan.

2. Nasionalisme Ketika melaporkan hasil hasil kegiatan pengenalan nilai-nilai nasionalisme dengan menggunakan media pembelajaran literasi digital, penulis akan bermusyawrah tentang kelebihan dan

kelemahan media pembelajaran literasi

kerjasama yang harmonis antara warga sekolah dan lingkungan.

3. Terwujudnya pengetahuan dibidang IPTEK, Bahasa, Bakat, Minat dan potensi siswa

(60)

digital (infokus).

3. Etika publik Ketika melaporkan hasil hasil kegiatan pengenalan nilai-nilai nasionalisme dengan menggunakan media pembelajaran literasi digital, penulis akan selalu bersikap jujur dengan semua isi dari laporan tersebut.

4. Komitmen mutu Ketika melaporkan hasil kegiatan

pengenalan nilai-nilai nasionalisme dengan menggunakan media pembelajaran literasi digital, terlebih dahulu

(61)

penulis akan melihat mutu dari laporan hasil tersebut.

5. Anti korupsi Pada saat melaporkan hasil hasil kegiatan pengenalan nilai-nilai nasionalisme dengan menggunakan media pembelajaran literasi digital, penulis akan bertanggung jawab atas hasil yang diperoleh dari penggunaan media literasi digital.

Referensi

Dokumen terkait

Proses Internalisasi nilai-nilai nasionalisme dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan upaya yang dilakukan guru agar siswa memiliki

Pelaksanaan kegiatan Habituasi dan Aktualisasi dilakukan ditempat tugas peserta Latsar yaitu di SD Negeri 44 Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)

Meminta arahan dari yang akan pelayanan kesehatan yang terjalin pimpinan dilakukan bermutu, merata dan dengan baik Membuat surat terjangkau maka persetujuan kegiatan

Berdasarkan hasil pembahasan yang telah di deskripsikan di atas, maka penulis mengharapkan agar kegiatan aktualisasi dan habituasi ini tetap bisa dilakukan

Rancangan kegiatan aktualisasi dan habituasi nilai-nilai dasar Pegawai Negeri Sipil ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas PNS di BLUD RSU Bombana dengan sikap perilaku

Isu yang ditetapkan oleh Penulis adalah Pengendalian data realisasi Pengadaan Barang/Jasa, dimana untuk menyusun data realisasi perlu menyiapkan data pengadaan barang/jasa

Eksistensi SMK N 1 Batang sebagai institusi pendidikan sangat ditentukan dari hasil pendidikan itu sendiri (out put).Salah satu faktor yang menunjang keberhasilan

Menanamkan nilai-nilai nasionalisme dalam kegiatan pembelajaran juga dilakukan di SDN Karanganyar Gunung 02. Contoh penanaman nilai nasionalisme misalnya saat pembentukan