• Tidak ada hasil yang ditemukan

SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN BERAU TAHUN 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN BERAU TAHUN 2017"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

PEMERINTAH KABUPATEN BERAU

Jl. APT. Pranoto Tanjung Redeb Berau KALIMANTAN TIMUR

R E N C A N A K E R J A R E N C A N A K E R J A

SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN BERAU

TAHUN 2017

SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN BERAU

TAHUN 2017

(2)

i KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT tuhan semesta alam, sekiranya atas berkat dan rahmat-Nya dapat tersusun Dokumen Rencana Kerja Satuan Polisi Pamong Praja (Renja Satpol PP) Kabupaten Berau Tahun 2017

Rencana Kerja SKPD Kabupaten Berau pada dasarnya merupakan dokumen perencanaan selama 1 (satu) tahun yang berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Berau dan Rencana Strategis Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Berau sebagai acuan dalam Penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran. Selain dari itu Rencana Kerja (Renja) OPD ditujukan agar meningkatkan akuntabilitas dan kinerja SKPD yang berorientasi kepada pencapaian hasil, sehingga berhasil atau tidaknya Rencana Kerja bukan hanya pada proses perumusannya akan tetapi implementasinya.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) ini masih terdapat beberapa kekurangan. Oleh karenanya saran dan masukan yang konstruktif demi kesempurnaan Rencana kerja di tahun berikutnya sangat kami harapkan.

Akhir kata, kami berharap semoga Renja ini dapat menjadi pedoman dalam menyusun rangkaian pekerjaan selanjutnya dan mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk kita semua.

Tanjung Redeb, Desember 2016 KEPALA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA

KABUPATEN BERAU

H. IRAMSYAH, S.Sos

PEMBINA TINGKAT I NIP. 19611203 198203 1 011

(3)

ii DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……….………...

DAFTAR ISI ………...

DAFTAR TABEL ………...

BAB I PENDAHULUHAN ………...

1.1. Latar Belakang ………...

1.2. Landasan Hukum ... ………...

1.3. Maksud dan Tujuan ...

1..4 Sistematika Dokumen Rencana Kerja Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Berau ...………...

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN 2016 ...

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun 2016 dan Capaian Renstra SKPD ...

2.2. Analisis Kinerja Pelayanan SKPD ………...

2.3. Isu – Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD ...

BAB III TUJUAN DAN SASARAN RENJA SKPD ...

3.1. Telaah Terhadap Kebijakan Nasional ...

3.2. Tujuan dan Sasaran Renja Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten ………….……

BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN ……...…...

Table IV.a

BAB V PENUTUP ………...

i ii iv v 1 1 4 5

6

8 8 16 21

24 24 24

26

28

(4)

iii Tabel 2.a. Daftar Pegawai Satpol PP Kabupaten Berau ...

Tabel 2.b. Rekapitulasi Barang Inventaris kantor Satpol PP Kabupaten Berau Tahun 2015...…...

Tabel 2.c. Matriks Jenis Pelayanan ...………...…...

Tabel 2.d. Matriks Jenis Pelayanan Dan Kelompok Sasaran ………...…...

Tabel 3.1. Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan SKPD terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Bupati dan Wakil Bupati ...

Tabel 3.2. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi SKPD ...

Tabel 4.1. Matriks Misi-Tujuan-Sasaran-Strategi-Kebijakan-Program ...…...

Tabel 5.1. Matriks Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran Dan Pendanaan Indikatif ...…………...

II-6

II-7

II-10

II-15

III-3

III-5

IV-6

V-4

Telah ditandatangani secara elektronik oleh : Kepala Bidang Layanan Komunikasi dan Informatika

Rahmi Suryantari, ST, M.Si Pembina (IV/a) NIP. 19690216 200212 2 001

(5)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang

Undang – undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, mengamanatkan bahwa dalam rangka penyelengaraan pemerintahan, Pemerintah Daerah berkewajiban menyusun perencanaan pembangunan daerah.Sebagai satu kesatuan dalam system perencanaan pembangunan daerah tersebut meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk jangka waktu 20 tahun, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.

Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) merupakan dokumen perencana daerah untuk 1 (satu) tahun yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan dalam anggaran yang menjadi dasar dalam penetapan RAPBD dan APBD. Dokumen RKPD sekurang – kurangnya memuat rancangan kerangka daerah, program prioritas pembangunan daerah, rencana kerja dan pendanaannya serta prakiraan maju dengan mempertimbangkan kerangka pendanaan dan pagu indikatif, yang bersumber dari APBD maupun sumber-sumber lain yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.

Terkait dengan amanat tersebut, Penyusunan RKPD Tahun 2017 disesuaikan dengan arahan RPJPD Kabupaten Berau Tahun 2006 – 2026 dan RPJMD Kabupaten Berau Tahun serta inventarisasi kebutuhan riil pembangunan melalui Musrenbang ; memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah, rencana kerja dan pendanaannya baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat; substansi RKPD merupakan acuan bagi SKPD dalam menyusun Renja SKPD disamping Rencana Stategis (Renstra) SKPD. Selanjutnya RKPD merupakan acuan dalam rangka penyusunan kesepakatan antara Pemerintah Daerah dan DPRD mengenai Kebijakan Umum APBD ( KUA ) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara ( PPAS ) serta APBD.

RKPD Kabupaten Berau Tahun 2017 merupakan penjabaran tahun kedua periode perencanaan pembangunan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 3 Tahun 2006 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah

(6)

2

Daerah ( RPJMD ) Kabupaten Berau Tahun 2006-2010, dengan memperhatikan hasil kinerja pembangunan yang dicapai pada tahun sebelumnya, fenomena yang ada, isu stategis yang akan dihadapi pada tahun pelaksanaan RKPD, mempertimbangkan sinergitas antar sektor dan antar wilayah serta penjaringan aspirasi secara bertahap melalui forum Musrenbang yang secara partisipatif dilakukan mulai dari Tingkat Desa / Kelurahan, Kecamatan dan Kabupaten / Kota yang selanjutnya diformulasikan melalui forum Musrenbang RKPD Provinsi.

Penyusunan dokumen RKPD juga diintegrasikan dengan prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat, hal ini sejalan dengan pasal 2 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 yang menyatakan bahwa Daerah Kabupaten / Kota merupakan bagian daerah provinsi serta mempunyai hubungan wewenang, keuangan, pelayanan umum, pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya lainnya.

RKPD Kabupaten Berau Tahun 2017 disusun dengan menggunakan pendekatan perencanaan sebagai berikut : Pendekatan Teknokratis ( stategis dan berbasis kinerja ). Perencanaan dilakukan dengan menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah, yang merupakan suatu proses pemikiran strategis.

Pendekatan ini tercermin dari : a) Evaluasi menyeluruh tentang kinerja pembangunan tahun lalu; b) Rumusan status, kedudukan kinerja penyelenggaraan urusan wajib / pilihan pemerintahan daerah masa kini; c) Rumusan peluang dan tantangan kedepan yang mempengaruhi penyusunan RKPD; d) Rumusan tujuan, stategi,dan kebijakan pembangunan; e) Pertimbangan atas kendala ketersediaan sumber daya dan dana ( kendala fiskal daerah ); f) Rumusan dan prioritas program dan kegiatan SKPD berbasis kinerja; g) Tolok ukur dan target kinerja capaian program dan kegiatan; h) Prakiraan maju pendanaan program dan kegiatan untuk satu tahun berikutnya; i) Kejelasan siapa bertanggungjawab untuk mencapai tujuan , sasaran dan hasil, serta waktu penyelesaian, termasuk review kemajuan pencapaian sasaran.

Melalui pendekatan ini rencana yang disusun mencerminkan adanya kerangka pikir komprehensif dan terpadu, serta dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Pendekatan Demokratis dan Partisipatif; Peran serta berbagai pihak yang berkepentingan terhadap pembangunan dimaksudkan agar diperoleh gambaran aspirasinya serta dapat menciptakan rasa memiliki.

Pendekatan demokratis dan partisipatif diwujudkan dalam RKPD berupa: a) Identifikasi pemangku kepentingan yang relevan untuk dilibatkan dalam proses

(7)

3

pengambilan keputusan di setiap tahapan penyusun RKPD; b) Kesetaraan antara para pemangku kepentingan dari unsur pemerintahan dan non pemerintahan dalam pengambilan keputusan; c) Transparasi dan akuntabilitas dalam proses perencanaan; d) Keterwakilan yang memadai dari seluruh segmen masyarakat, terutama kaum perempuan dan kelompok marjinal; e) Rasa memiliki masyarakat terhadap RKPD; f) Pelibatan media; g) Pelaksanaan Musrenbang RKPD yang berkualitas dari segi penerapan perencanaan partisipatif; h) Konsensus atau kesepakatan pada semua tahapan penting pengambilan keputusan, seperti: perumusan prioritas isu dan permasalahan, perumusan tujuan, strategi, dan kebijakan serta prioritas program.

Pendekatan Politis;Perencanaan yang disusun merupakan amanat RPJMD Kabupaten Berau Tahun 2016-2021 (Tahun 2016-2021 merupakan tahapan pembangunan ketiga RPJPD) dan juga arahan umum RPJPD Kabupaten Berau Tahun 2006-2026 yang merupakan bentuk konsekuensi politik yang harus dilakukan oleh Kepala Daerah terpilih. Pendekatan politis tercermin pada RKPD berupa: a) Rapat Koordinasi Kepala Daerah dengan kepala SKPD membahas hal- hal strategis yang berkembang baik dari aspek politik, ekonomi dan sosial budaya masyarakat yang dapat berpengaruh pada penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan Tahun 2017; b) Keterlibatan aktif DPRD dalam Musrenbang Kecamatan dan Musrenbang Kabupaten/RKPD termasuk sinergitas hasil jaring aspirasi masyarakat oleh DPRD; c) kedudukan RKPD sebagai Peraturan Bupati mengikat semua pihak untuk menjadikan RKPD sebagai acuan dalam penyusun seluruh dokumen perencanaan termasuk RAPBD.

Pendekatan Top Down; Perencanaan di laksanakan menurut jenjang pemerintahan yang kemudian diselaraskan melalui penyelengaraan musyawarah perencanaan pembangunan dan rapat koordinasi/rapat kerja, mulai dari tingkat nasional, provinsi dan kabupaten. Pendekatan perencanaan ini tercermin pada RKPD berupa adanya: a) Sinergi dengan RKPD danRENJA SKPD Provinsi Kalimantan Timur, RKP dan RENJA Kementrian/Lembaga; b) Konsisten dengan RPJMD maupun RPJPD Kabupaten Berau; c) Konsisen dengan RTRW Daerah; d) Penanganan masalah dengan pendekatan holistik dan pendekatan sistem; e) Sinergi dengan komitmen pemerintahan terhadap tujuan-tujuan pembangunan global seperti Milenium Development Goals (MDGs), sustainable development,pemenuhan Hak Asasi Manusia, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), dan sebagainya.

(8)

4

Pendekatan Botom Up; Perencanaan dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan diselaraskan melalui penyelenggaraan musyawarah perencanaan pembangunan, mulai dari tingkat desa/kelurahan, tingkat kecamatan dan tingkat kabupaten. Pendekatan perencanaan ini tercermin dari adanya: a) Penjaringan aspirasi dan kebutuhan masyarakat melalui komunikasi masyarakat sekaligus untuk melihat konsistensi dengan visi, misi, dan program Kabupaten Berau; b) Memperhatikan hasil proses musrenbang dan kesepakatan dengan masyarakat tentang priorites pembangunan daerah; c) Mempertimbangkan hasil Forum SKPD.

Selain itu dalam penyusunan RKPD dilandasi 4 prinsip dasar perencanaan pembangunan yaitu: 1) pembangunan berkelanjutan; 2) partisipasi masyarakat;

3) pengarusutamaan gender; 4) good governance.

Dokumen RKPD ini merupakan dokumen publik, sehingga pelibatan semua stakeholders menjadi pengarusutamaan (mainstreaming) dalam proses penyusunan. Dengan prinsip tersebut, diharapkan dokumen RKPD ini harus dapat diakses oleh semua stakeholders baik dalam tahap pelaksanaan, pengawasan, pengendalian dan evaluasi.

1.2. Landasan Hukum

Landasan hukum yang digunakan dalam penyusunan RKPD Kabupaten Berau Tahun 2017 meliputi :

a. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah – daerahKabupaten di Lingkungan Propinsi Kalimantan Timur, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1965;

b. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

c. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;

d. Undang- Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

e. Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimanan telah diubah terakhir dengan Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2008;

f. Undang – Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

g. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang rencana kerja Pemerintah;

h. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan;

(9)

5

i. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistim Keuangan Daerah;

j. Peraturan Pemerintah Tahun 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaran Pemerintahan Daerah;

k. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;

l. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan ;

m. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota;

n. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembanguna Daerah;

o. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah;

p. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah kedua dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011;

q. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

r. Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 9 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintah Daerah Kabupaten Berau;

s. Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 10 tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi Lembaga Tekhnis Daerah Kabupaten Berau;

t. Peraturan Bupati Nomor 7 Tahun 2009 tentang Rincian Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Berau.

u. Peraturan Bupati Berau Nomor 6 Tahun 2014 tentang Rincian Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Berau.

1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud dari penyusunan Rencana Kerja Satuan Polisi Pamong Kabupaten Berau ini adalah :

(10)

6

1. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan di Satuan Polisi Pamong Praja pada setiap tahun anggaran;

2. Menjamin terciptanyan integrasi, siskronisasi dan sinergi antar dokumen perencanaan;

3. Menjamin tercapainya penggunaan sumberdaya secara efektif,efesien, dan berkelanjutan;

4. Memberikan indikator untuk melakukan evaluasi kinerja pembangunan daerah;

5. Mendeskripsikan tentang program-program prioritas yang akan dilaksanakan langsung oleh Satuan Polisi Pamong Praja KabupatenBerau pada setiap tahun anggaran selama 1 (satu) tahun.

Sedangkan Tujuan dari penyusunan Rencana Kerja ialah:

1. Sebagai media informasi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten dalam memberikan arah atau gambaran yang akan dicapai dalam kurun waktu satu tahun kedepan;

2. Untuk Menentukan Program dan Kegiatan yang akan dicapai pada tahun 2017;

3. Agar tersedianya dokumen Perencanaan jangka menengah yang merupakan penjabaran visi – misi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Berau.

1.4 Sistematika Dokumen Rencana Kerja Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Berau

Adapun sistematika dokumen RKPD adalah sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Landasan Hukum 1.3. Maksud dan Tujuan

1.4. Sistimatika Dokumen Rencana Kerja Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Berau

BAB II EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2016

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun 2016 dan Capaian Renstra SKPD

2.2. Analisis Kinerja Pelayanan SKPD

2.3. Isu-Isu Penting Penyelengaraan Tugas dan Fungsi SKPD

(11)

7

BAB III TUJUAN DAN SASARAN RENJA SKPD 3.1. Telaah Terhadap Kebijakan Nasional 3.2. Tujuan dan Sasaran Renja SKPD BAB IV PROGRAM DAN KEGIATAN

Tabel IV.a BAB V PENUTUP

(12)

8 BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN 2016

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun 2016 dan Capaian Renstra SKPD Keberhasilan yang telah dicapai dalam pelaksanaan kegiatan pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten pada Tahun 2016 ditentukan dari hasil pelaksanaan program dan kegiatan yang disesuaikan dengan Renja tahun bersangkutan dari APBD Kabupaten Berau. Adapun program dan kegiatan yang telah dilaksanakan atau yang telah direalisasikan sesuai dengan pagu anggaran yang ditetapkan pada tahun 2016 adalah:

1. Program : Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Kegiatan : Penyediaan Jasa Surat Menyurat

Anggaran : Rp. 3.000.000,- Realisasi : Rp. 3.000.000,- Sisa : Rp. 0,-

2. Program : Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Kegiatan : Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air

dan Listrik

Anggaran : Rp. 90.000.000,- Realisasi : Rp. 89.968.885,- Sisa : Rp. 31.115,-

Adapun faktor penyebab dari sisa anggaran dikarenakan pembayaran Belanja Air dan Listrik disesuaikan dengan tagihan dari PT.TELKOM dan PDAM atas kebutuhan riil yang dibutuhkan.

3. Program : Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Kegiatan : Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan

Kendaraan Dinas/Operasional Anggaran : Rp. 451.060.000,-

Realisasi : Rp. 446.440.518,50 Sisa : Rp. 4.169.481,50,-

Adapun faktor penyebab dari sisa anggaran dikarenakan pembayaran Belanja disesuaikan dengan tagihan dan atas kebutuhan riil pembayaran Surat Tanda Nomor Kendaraan.

(13)

9

4. Program : Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Kegiatan : Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan Anggaran : Rp. 171.180.000,-

Realisasi : Rp. 166.140.000,- Sisa : Rp. 5.040.000,-

Adapun faktor penyebab dari sisa anggaran adalah realisasi sesuai dengan kebutuhan

5. Program : Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Kegiatan : Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor

Anggaran : Rp. 34.300.000,- Realisasi : Rp. 33.779.400,- Sisa : Rp. 520.600,-

Adapun faktor penyebab dari sisa anggaran dikarenakan realisasi sesuai dengan kebutuhan tenaga kebersihan

6. Program : Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Kegiatan : Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja Anggaran : Rp. 10.000.000,-

Realisasi : Rp. 9.920.000,- Sisa : Rp. 80.000,-

Adapun faktor penyebab dari sisa anggaran dikarenakan realisasi sesuai dengan kebutuhan terhadap perbaikan peralatan kerja

7. Program : Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Kegiatan : Penyediaan Alat Tulis Kantor

Anggaran : Rp. 35.000.000,- Realisasi : Rp. 34.984.160,- Sisa : Rp. 15.840,-

Adapun faktor penyebab dari sisa anggaran dikarenakan efisiensi dan realisasi kebutuhan ATK

8. Program : Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Kegiatan : Penyediaan Barang Cetakan dan Pengandaan Anggaran : Rp. 8.000.000,-

Realisasi : Rp. 7.915.860,- Sisa : Rp. 84.140,-

Adapun faktor penyebab dari sisa anggaran dikarenakan efisiensi dan realisasi sesuai kebutuhan dari barang cetakan

(14)

10

9. Program : Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Kegiatan : Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/

Penerangan Bangunan Kantor Anggaran : Rp. 3.000.000,-

Realisasi : Rp. 2.960.000,- Sisa : Rp. 40.000,-

Adapun faktor penyebab dari sisa anggaran dikarenakan efisiensi dan realisasi sesuai kebutuhan

10. Program : Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Kegiatan : Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor Anggaran : Rp. 46.521.106,-

Realisasi : Rp. 46.521.106,- Sisa : Rp. 0,-

11. Program : Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Kegiatan : Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan

Perundang-undangan Anggaran : Rp. 7.200.000,- Realisasi : Rp. 3.600.000,- Sisa : Rp. 3.600.000,-

Adapun faktor penyebab dari sisa anggaran dikarenakan efisiensi dan realisasi sesuai kebutuhan pembayaran langganan koran selama 12 bulan 12. Program : Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

Kegiatan : Penyediaan makanan dan Minuman Anggaran : Rp. 50.000.000,-

Realisasi : Rp. 49.875.000,- Sisa : Rp. 125.000,-

Adapun faktor penyebab dari sisa anggaran dikarenakan efisiensi dan realisasi kebutuhan makanan dan minuman

13. Program : Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Kegiatan : Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar

Daerah

Anggaran : Rp. 275.000.000,- Realisasi : Rp. 271.242.268,- Sisa : Rp. 3.757.732,-

(15)

11

Adapun faktor penyebab dari sisa anggaran dikarenakan efisiensi dan realisasi sesuai kebutuhan biaya perjalanan dinas luar daerah

14. Program : Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Kegiatan : Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Dalam

Daerah

Anggaran : Rp. 336.000.000,- Realisasi : Rp. 335.720.000,- Sisa : Rp. 280.000,-

Adapun faktor penyebab dari sisa anggaran dikarenakan efisiensi dan realisasi sesuai kebutuhan biaya perjalanan dinas dalam daerah

15. Program : Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

Kegiatan : Pemeliharan Rutin/Berkala Gedung Kantor Anggaran : Rp. 29.000.000,-

Realisasi : Rp. 29.000.000,- Sisa : Rp. 0,-

16. Program : Program Peningkatan Disiplin Aparatur

Kegiatan : Pengadaan Pakaian Dinas Beserta Kelengkapannya

Anggaran : Rp. 36.000.000,- Realisasi : Rp. 35.904.000,- Sisa : Rp. 96.000,-

Adapun faktor penyebab dari sisa anggaran dikarenakan realisasi sesuai kebutuhan biaya pengadaan pakaian dinas

17. Program : Program Peningkatan Kapasitas Peningkatan Sumber Daya Aparatur

Kegiatan : Pendidikan dan Pelatihan Formal Anggaran : Rp. 21.829.000,-

Realisasi : Rp. 21.829.000,- Sisa : Rp. 0,-

18. Program : Program Peningkatan Kapasitas Peningkatan Sumber Daya Aparatur

Kegiatan : Bimbingan Tekhnis Implementasi Peraturan Perundang-Undangan

Anggaran : Rp. 19.242.000,-

(16)

12

Realisasi : Rp. 19.242.000,- Sisa : Rp. 0,-

19. Program : Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

Kegiatan : Sosialisasi Kinerja Program SKPD Anggaran : Rp. 35.000.000,-

Realisasi : Rp. 35.000.000,- Sisa : Rp. 0,-

20. Program : Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

Kegiatan : Penyusunan Renstra, Lakip, SOP, IKM, Lap.

Evaluasi

Anggaran : Rp. 32.231.620,- Realisasi : Rp. 32.231.620,- Sisa : Rp. 0,-

21.Program : Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan

Kegiatan : Penyiapan Tenaga Pengendali Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan

Anggaran : Rp. 522.248.108,- Realisasi : Rp. 518.769.648,- Sisa : Rp. 3.478.460,-

Adapun faktor penyebab dari sisa anggaran dikarenakan realisasi sesuai kebutuhan

22. Program : Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan

Kegiatan : Pelatihan Pengendalian Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan

Anggaran : Rp. 150.941.500,- Realisasi : Rp. 149.332.900,- Sisa : Rp. 1.608.600,-

Adapun faktor penyebab dari sisa anggaran dikarenakan realisasi sesuai kebutuhan

23. Program : Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan

(17)

13

Kegiatan : Pengendalian Keamanan Lingkungan Anggaran : Rp. 219.850.000,-

Realisasi : Rp. 216.827.408,- Sisa : Rp. 3.022.592,-

Adapun faktor penyebab dari sisa anggaran dikarenakan realisasi sesuai kebutuhan

24. Program : Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan

Kegiatan : Fasilitasi Kegiatan Rakor PPNS Se-Kaltim 2016 Anggaran : Rp. 127.870.000,-

Realisasi : Rp. 121.201.530,- Sisa : Rp. 6.668.470,-

Adapun faktor penyebab dari sisa anggaran dikarenakan realisasi sesuai kebutuhan

25. Program : Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan

Kegiatan : Rakor Sat.Pol.PP Se-Kaltim Anggaran : Rp. 588.815.200,-

Realisasi : Rp. 585.043.000,- Sisa : Rp. 3.772.200,-

Adapun faktor penyebab dari sisa anggaran dikarenakan realisasi sesuai kebutuhan

26. Program : Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan

Kegiatan : Sekretariat PPNS Anggaran : Rp. 39.500.000,- Realisasi : Rp. 39.149.180,-

Sisa : Rp. 350.820,-

Adapun faktor penyebab dari sisa anggaran dikarenakan realisasi sesuai kebutuhan

27. Program : Program Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal

Kegiatan : Pengawasan Pengendalian dan Evaluasi Kegiatan Polisi Pamong Praja

Anggaran : Rp. 3.818.070.000,-

(18)

14

Realisasi : Rp. 3.783.216.020,- Sisa : Rp. 34.853.980,-

Adapun faktor penyebab dari sisa anggaran dikarenakan realisasi sesuai kebutuhan

28. Program : Program Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal

Kegiatan : Peningkatan Kerjasama Dengan Aparat Keamanan Dalam Tekhnik Pencegahan Kejahatan Anggaran : Rp. 730.360.000,-

Realisasi : Rp. 716.527.139,- Sisa : Rp. 13.832.861,-

Adapun faktor penyebab dari sisa anggaran dikarenakan realisasi sesuai kebutuhan

29.Program : Program Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal

Kegiatan : Peningkatan Kapasitas Aparat Dalam Rangka Pelaksanaan Siskamswakarsa di Daerah

Anggaran : Rp. 528.403.000,- Realisasi : Rp. 500.982.914,-

Sisa : Rp. 27.420.086,-

Adapun faktor penyebab dari sisa anggaran dikarenakan realisasi sesuai kebutuhan

30.Program : Program Peningkatan Pengembangan Kapasitas Kegiatan : Peningkatan SDM Aparatur Pol.PP

Anggaran : Rp. 75.000.000,- Realisasi : Rp. 72.406.899,-

Sisa : Rp. 2.593.101,-

Adapun faktor penyebab dari sisa anggaran dikarenakan realisasi sesuai kebutuhan

31.Program : Program Peningkatan Pengembangan Kapasitas Kegiatan : Latihan Mental dan Fisik Bagi Anggota Satpol.PP Anggaran : Rp. 62.000.000,-

Realisasi : Rp. 48.970.000,- Sisa : Rp. 13.030.000,-

(19)

15

Adapun faktor penyebab dari sisa anggaran dikarenakan realisasi sesuai kebutuhan

32.Program : Program Kemitraan Pengembangan Wawasan Kebangsaan

Kegiatan : Pembangunan Kemitraan dan Pelaporan Anggaran : Rp. 25.898.800,-

Realisasi : Rp. 25.898.800,- Sisa : Rp. 0,-

Dengan menggunakan format Penetapan Kinerja, Pengukuran Kinerja Kegiatan dan Pengukuran Pencapaian Sasaran dilakukan pengukuran kinerja untuk tahun 2016 diperoleh hasil capaian kinerja Satuan Polisi Pamong Praja Kabuapten Berau 98,50 % dengan perhitungan realisasi penggunaan selama setahun dibagi anggaran selama setahun dikali 100% atau Rp. 8.453.599.255,50/8.582.520.334,00 x 100% = 98,50 %. Dengan capaian kinerja sebesar 98.50 % tersebut Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Berau dapat dikategorikan sebagai instansi yang berhasil dalam pencapaian kinerjanya.

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Berau menyadari bahwa masih ada kelemahan/kekurangan yang harus diperbaiki dan dilakukan untuk mencapai kinerja yang lebih baik. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi terhadap apa yang telah dilaksanakan guna mengetahui penyebab kekurangan/kegagalan tersebut sebagai umpan balik/feed back dari apa yang telah dan akan dilaksanakan.

Beberapa evaluasi realisasi kegiatan dapat dikategorikan sebagai berikut : a. Realisasi program/kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja

hasil/keluaran yang direncanakan. Dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja tidak ada Realisasi program/kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan pada tahun 2016.

b. Realisasi program/kegiatan yang telah memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten pada tahun 2016 Realisasi program/kegiatan telah memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan.

c. Realisasi program/kegiatan yang melebihi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten tidak ada Realisasi program/kegiatan yang melebihi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan.

(20)

16

d. Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya, terpenuhinya atau melebihi target kinerja program/kegiatan. Faktor-faktor penyebab terpenuhinya target kinerja program/kegiatan adalah adanya perencanaan yang matang dalam penyusunan rencana kinerja untuk tahun yang bersangkutan sehingga target kinerja dapat dicapai sesuai harapan, dalam hal ini koordinasi dan pemahaman tugas sangat perlu guna penyeimbangan dalam pelaksanaan program/kegiatan yang terarah serta relevansi antara program dan pagu anggaran yang tersedia.

e. Implikasi yang timbul terhadap target capaian program renstra SKPD Dari program dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten sehingga implikasi yang timbul dari pelaksanaan program dan kegiatan terhadap target capaian program Renstra adalah adanya peningkatan dedikasi sumber daya manusia dalam melaksanakan program/kegiatan yang tercantum dalam rencana strategis Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten.

f. Kebijakan/tindakan perencanaan penganggaran yang perlu diambil untuk mengatasi factor-faktor penyebab tersebut. Adapun kebijakan/tindakan yang dilakukan dalam perencanaan penganggaran untuk rencana program/kegiatan adalah mengadakan pendekatan dan penyesuaian anggaran terhadap pelaksanaan program dan kegiatan dimaksud dan memberikan argumentasi atas program/kegiatan tersebut sehingga nantinya dapat dianggarkan pelaksanaan program/kegiatan yang mengarah pada pengembangan pelayanan yang berbasis teknologi informasi, Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi serta pelaksanaan pengembangkan aplikasi e-government

2.2. Analisis Kinerja Pelayanan SKPD

Kabupaten Berau memiliki luas wilayah 34.127,47 km2 terdiri dari daratan seluas 21.951,71 km2 dan luas laut 11.962,42 km2, serta terdiri dari 52 pulau besar dan kecil dengan 13 Kecamatan, 10 Kelurahan, 100 Kampung/Desa. Jika ditinjau dari luas wilayah Kalimantan Timur, luas Kabupaten Berau adalah 13,92% dari luas wilayah Kalimantan Timur, dengan prosentase luas perairan 28,74%, dan Jumlah penduduk pada tahun 2016 sebesar 193.831 jiwa, dengan jumlah penduduk laki- laki sebanyak 103.579 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 90.252 jiwa. Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Berau pada tahun 2016 mengalami kenaikan yang cukup besar yaitu 1,06 %.

(21)

17

Kabupaten Berau merupakan salah satu daerah Pintu Gerbang Pembangunan di wilayah Propinsi Kalimantan Timur Bagian Utara, yang terletak di sebelah utara dari Ibukota Propinsi Kalimantan Timur dan sekaligus merupakan Wilayah Daratan dan Pesisir Pantai yang memiliki Sumber Daya Alam, dimana wilayah daratan terdiri dari gugusan bukit yang terdapat hampir disemua kecamatan terutama Kecamatan Kelay yang mempunyai perbukitan Batu Kapur yang luasnya hampir 100 Km2. Sementara didaerah Kecamatan Tubaan terdapat perbukitan yang dikenal dengan Bukit Padai.

Daerah pesisir Kabupaten Berau terletak di kecamatan Biduk-Biduk, Talisayan, Pulau Derawan dan Maratua yang secara geografis berbatasan langsung dengan lautan. Kecamatan Pulau Derawan terkenal sebagai daerah tujuan wisata yang memiliki pantai dan panorama yang sangat indah serta mempunyai beberapa gugusan pulau seperti Pulau Sangalaki, dengan batas wilayah sebagai berikut :

1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Bulungan.

2. Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Sulawesi.

3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Kutai Timur.

4. Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. Bulungan dan Kab. Kutai Kertanegara.

Dalam pembagian wilayah pembangunan Kabupaten Berau memiliki 3 (tiga) wilayah yaitu :

a. Wilayah Pantai yang meliputi : Kecamatan Biduk-Biduk, Talisayan, Pulau Derawan, Maratua dan Tubaan.

b. Wilayah Pedalaman yang meliputi : Kecamatan Segah dan Kecamatan Kelay.

c. Wilayah Kota yang meliputi : Kecamatan Tanjung Redeb, Gunung Tabur, Sambaliung, Teluk Bayur.

Wilayah Kabupaten Berau yang begitu luasnya serta memiliki Sumber Daya Alam dan kondisi Demografis penduduk yang beraneka ragam sangat dimungkinkan menimbulkan gangguan Ketentraman dan Ketertiban.

Dalam menyelenggarakan fungsi dan tugas pokok untuk mewujudkan Ketenteraman dan Ketertiban Umum serta Penegakan Peraturan Daerah di Kabupaten Berau, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten semakin berperan aktif dan profesional dalam melaksanakan tugas dengan selalu tampil terdepan sebagai motivator.

Perkembangan ekonomi mikro melalui tingkat penyebaran tempat usaha di Kabupaten Berau relatif berkembang cukup pesat dari tahun ke tahun. Salah

(22)

18

satu indikator pertumbuhan ini dapat dilihat dari tingkat kepatuhan dan kesadaran pelaku usaha atau wajib pajak/wajib retribusi dalam mentaati kebijakan/regulasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Berau melalui penetapan Peraturan Daerah dalam mendukung peningkatan iklim usaha.

Disamping dinas teknis yang membidangi fungsi sosialisasi, pengawasan dan pelayanan masyarakat, masih tetap dibutuhkan instrumen pendukung dalam rangka menunjang peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Berau.

Instrumen dimaksud dibutuhkan karena berdasarkan data yang ada, jumlah tingkat pelanggaran terhadap Peraturan Daerah di Kabupaten Berau menunjukkan angka variatif dan senantiasa fluktuatif dari tahun ke tahun.

Instrumen pendukung dimaksud adalah pemberdayaan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Berau, melalui usulan anggaran tahun 2017.

Selanjutnya gambaran umum Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 10 Tahun 2008 adalah :

KOMPOSISI SDM PNS/CPNS

PADA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN MENURUT TINGKAT PENDIDIKAN

PENDIDIKAN UMUM DIKLAT

STRUKTURAL

NO GOL. JML

SD SMP SMA D3 S1 S2 PIM

IV

PIM III

PIM II

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 IV/c

IV/b IV/a

1 - 4

- - -

- - -

- - -

- - 1

1 - 3

- -

- - -

- - 4

1 - -

2 III/d

III/c III/b III/a

2 6 3 5

- - - -

- - - -

- 1 1 2

- - - 1

2 5 2 2

- - - -

1 3 - -

- - - -

- - - -

(23)

19

3 II/d

II/c II/b II/a

3 38

8 6

- - - -

- - 1 1

3 35

7 5

- 3 - -

- - - -

- - - -

- - - -

- - - -

- - - -

4 I/d

I/c

2 1

- 1

2 -

- -

- -

- -

- -

- -

- -

- -

JUMLAH 79 1 4 54 5 15 - 4 4 1

Sumber: Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Satpol PP Berau Tahun 2016

Berdasarkan data yang tampak pada komposisi SDM tabel di atas, terlihat bahwa staf satuan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten didominasi oleh personil yang berlatar belakang pendidikan SLTA sejumlah 56 orang yang rata-rata berpangkat golongan II. Sedangkan untuk D3, S1 dan S2 masih sangat minim mengingat Satuan Polisi Pamong Praja sebagai pelaksana Penegak Peraturan Daerah dituntut untuk dapat menguasai Peraturan Daerah/ Peraturan Perundang - Undangan dalam melaksanakan tugas-tugas operasional yang sangat identik dengan identitas Satuan Polisi Pamong Praja dan masih sangat diperlukan rekruitmen tambahan pegawai dengan komposisi kepangkatan yang dibutuhkan guna mengisi kekurangan personil dengan latar belakang kualifikasi dan keterampilan sesuai bidang tugas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten dari SKPD lain.

Selanjutnya yang dapat dilihat dari tabel di atas adalah tentang keikutsertaan dalam pendidikan penjenjangan yang dimiliki oleh pemegang jabatan struktural yang ada. Dari 17 pos jabatan yang secara riil terisi oleh 15 (Lima Belas) pejabat defenitif mengantongi sertifikasi diklat penjenjangan, untuk Diklat Pim II sebanyak 1 (satu) orang, Pim III dan Pim IV masing-masing sebanyak 4 (Empat) orang yang mengikuti Diklat penjenjangan struktural untuk memenuhi syarat sesuai jabatan yang diemban.

(24)

20

DATA PEMEGANG JABATAN STRUKTURAL/ESELON

PADA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN BERAU TAHUN 2016

No. NAMA JABATAN ESELON/

PANGKAT KET.

1 2 3 4 5

1. H. IRAMSYAH, S.Sos Kepala Satuan II-b

(Gol. IV/b) -

2. Sekretaris Belum

Terisi

3. SUHARDI, SE Kabid. Tibum dan

Tranmas

III/b (Gol. IV/a)

4. H. M. NATSIR, SE Kabid. Lin Mas III/b

(Gol. IV/a) 5. ADRIANSYAH, A.Ma, Pd Kabid. Bang.Sitas III/b

(Gol. III/d) 6. H. ABDURAHMAN, SH Kabid. Tegak

Perda dan Perbup

IV/a (Gol. III/d) 7. H. ABDUL MANAN, SE Kasi. Tekhnis

Fungsional

IV/a (Gol. III/d) 8. Drs. H. ABDURRACHMAN, M.Si Kasi. Latsar IV/a

(Gol. III/d)

9. SAID IDRUS, SE Kasi. Bin Was Luh IV-a

(Gol. III/c)

10. GAMAL SWANTO Kasi. Ops Dal IV-a

(Gol. III/c)

11. RATMALAWATI Kasubag. Umum

Kepegawaian

IV-a (Gol. III/c)

12. BANGO SAPUTRA Kasubag. Sun

Gram

IV-a (Gol. III/c)

13. MAKRUNSYAH Kasi. Bin Potensi

Masyarakat

IV-a (Gol. III/c)

14. Kasi. Sat Lin Mas Belum

Terisi

(25)

21

15. SYAMSUL ARIFIN, SH Kasi. Penyelidikan dan Penyidikan

IV-a (Gol. III/c)

16. WIJO SUNARKO, SE Kasi. Kerjasama IV-a

(Gol. III-c) 17. H. ASKAR HUSAIRI, SE Kasubag.

Keuangan

IV-a (Gol. III/b) Sumber : Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Satpol PP Berau Tahun 2016

Dari komposisi jumlah pegawai diatas, anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kabupaten Berau dinilai sangat kurang sekali baik itu dilihat dari segi jumlah personil maupun dari sumber daya manusianya jika dibandingkan dengan luas wilayah Kabupaten Berau.

2.3. Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD

Menumbuhkembangkan kegiatan ketentraman dan ketertiban yang sudah terbangun selama ini adalah lebih banyak dalam bentuk kemitraan, peran serta masyarakat diharapkan lebih ditingkatkan lagi, melalui :

a. Peningkatan pelayanan masyarakat, dalam rangka mengantisipasi dinamika akselerasi reformasi yang demikian cepat sering bebenturan dalam memandang kewajiban selaku pengajar masyarakat, juga perlu dikaji lebih mendalam guna menyikapi berbagai opini dan benturan yang terjadi dalam pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, disamping perlunya dibangun Citra Satuan Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyaraakat yang mahir, terampil, bersih dan berwibawa serta sebagai pelayan, pelindung, pengayom masyarakat.

b. Pembinaan melalui pendidikan dan pelatihan atau bimbingan tehnis dan pengawasan terhadap bentuk – bentuk pengawasan swakarsa sebagai pengemban fungsi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten yang memiliki kewenangan terbatas pada bidangnya masing – masing. Bentuk – bentuk pengawasan swakarsa ini diharapkan berperan aktif dalam mengantisipasi dan menanggulangi setiap gejala yang timbul dalam masyarakat dengan cara mencermati setiap gejala awal dan menemukan sinyal penyebabnya yang bersifat laten potensial pada sumbernya melalui upaya – upaya yang mengutamakan tindakan – tindakan pencegahan dan penangkalan. Usaha pencegahan atas timbulnya ancaman / gangguan keamanan dan ketertiban melalui kegiatan pengaturan penjagaan, pengawasan dan Patroli serta

(26)

22

kegiatan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan sehingga tercipta lingkungan yang aman, tertib dan teratur.

c. Minimnya anggaran dan lemahnya koordinasi sehingga upaya penegakan Peraturan Daerah yang dilakukan satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten tidak maksimal dalam memperoleh hasil yang diharapkan. Upaya dalam bentuk tindakan yang didasarkan menurut cara yang diatur dalam peraturan perundang-undangan guna mencari serta menyimpulkan barang bukti atas dilanggar atau tidak ditaatinya peraturan Perundang-undangan yang berlaku, dapat dilaksanakan melalui tindakan TIPIRING berkerjasama dengan Kejaksaan dan instansi terkait.

Beberapa permasalahan yang dihadapi oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kabupaten Berau :

Faktor Internal :

a. Masih perlunya kualitas dan kuantitas personil;

(Staf yang telah mengikuti latihan dasar Satpol PP bagi staf maupun pejabat eselon masih sedikit, kurangnya tenaga PPNS, serta tenaga teknis lainnya) b. Masih belum mencukupinya sarana dan prasarana;

c. Masih perlunya penambahan Anggaran.

Faktor Eksternal :

a. Masih banyaknya penyimpangan Pelanggaran Peraturan Daerah;

b. Meningkatnya Kriminalitas dan gangguan ketentraman dan ketertiban umum;

c. Sering terjadinya Unjuk rasa dan persengketaan;

d. Bencana alam yang sering terjadi dan tidak bisa diprediksikan

Dalam Lampiran Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimum (SPM) Bidang Pemerintahan Dalam Negeri Di Kabupaten dan Kota disebutkan bahwa salah satu target jenis pelayanan dasar yang harus dicapai adalah Tingkat Penyelesaian Pelanggaran K3 (ketertiban, ketentraman dan keindahan) di Kabupaten/Kota, di mana ditargetkan pada tahun 2017 harus mencapai persentase 80%. Jenis pelayanan dasar ini merupakan domainnya Satpol Polisi Pamong Praaja Kabupaten.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan Penyelesaian Pelanggaran K3 (ketertiban, ketentraman dan keindahan) di Kabupaten/Kota adalah upaya mengkondisikan lingkungan kehidupan masyarakat yg kondusif dan demokratis, sesuai Peraturan daerah yang telah ditetapkan. Hal ini untuk

(27)

23

mewujudkan pemenuhan hak masyarakat untuk hidup tertib, tentram serta menjaga keindahan.

Untuk mencapai target yang telah ditetapkan secara nasional itu langkah kegiatan yang perlu diambil (dan ini tentunya harus diimbangi dengan penyediaan anggaran yang cukup) adalah :

a. Melakukan pemantauan gangguan Trantibum dengan dinas terkait di jalan, tempat hiburan, pemukiman penduduk dan ruang umum;

b. Penyediaan sarana dan prasarana pendukung operasional Satpol PP;

c. Penyebarluasan informasi dan sistem tanggap pengaduan masyarakat terhadap pelanggaran ketertiban, ketentraman dan keindahan;

d. Pendidikan dan Pelatihan PPNS bagi aparat Satpol PP;

e. Mengadakan patrol dengan melakukan koordinasi dengan kecamatan dan dinas terkait yang menyangkut penegakan peraturan daerah di kawasan perkotaan;

f. Mengadakan patrol dengan melakukan koordinasi dengan kecamatan dan dinas terkait yang menyangkut penegakan peraturan daerah di kawasan Kabupaten/Pedesaan;

g. Monitoring dan evaluasi.

(28)

24 BAB III

TUJUAN DAN SASARAN RENJA SKPD

3.1. Telaah Terhadap Kebijakan Nasional

Kebijakan merupakan suatu keputusan yang diambil untuk menggambarkan prioritas pelaksanaan tugas dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki serta kendala-kendala yang ada dalam kurun waktu tertentu agar pencapaian tujuan dapat sesuai dengan rencana secara efisien dan efektif yang sesuai dengan misi yang diemban oleh organisasi dalam rangka mewujudkan visi yang telah dirumuskan dan dapat memenuhi standard penyelenggaraan good governance dan akuntabilitas public. Oleh sebab itu kebijakan yang digariskan dalam penyelenggaraan fungsi SKPD dalam kurun waktu tahun 2017 adalah sebagai berikut :

Optimalisasi pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan umum dalam rangka mengoptimalkan pengkoordinasian pemberdayaan masyarakat, upaya penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum, penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan, serta melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan/atau yang belum dapat dilaksanakan kecamatan, desa atau kelurahan;

3.2. Tujuan dan Sasaran Renja Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tujuan yang telah dirumuskan untuk dicapai dalam tahun 2017 adalah :

1. Sebagai media informasi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten dalam memberikan arah atau gambaran yang akan dicapai dalam kurun waktu satu tahun kedepan;

2. Untuk Menentukan Program dan Kegiatan yang akan dicapai pada tahun 2017;

3. Agar tersedianya dokumen Perencanaan jangka menengah yang merupakan penjabaran visi – misi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Berau.

Dalam kaitannya dengan tujuan yang telah ditetapkan maka diperlukan sasaran yang harus dicapai Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Berau tahun 2017. Adapun sasarannya adalah :

1. Terbangunnya sistem informasi dan komunikasi publik serta terlaksananya Sosialisasi, anjangsana dan deseminasi produk hukum;

2. Pengawalan dan Pengamanan Kegiatan Kerja Bapak Bupati Berau;

3. Pengamanan pengendalian kegiatan unjuk rasa;

(29)

25

4. Pengamanan Lingkungan Kantor, Rumah Dinas Bupati Berau dan Wakil Bupati Berau;

5. Kemampuan Teknik dan Kesiapsiagaan anggota Satlinmas dan mewujudkan Sistrantibmas di Lingkungan Masyarakat;

6. Pengiriman hasil kegiatan persemester pada Instansi Penindak.

(30)

26 BAB IV

PROGRAM DAN KEGIATAN

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kabupaten Berau dalam meningkatkan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat dalam rangka mendukung visi dan misi Kabupaten Berau di Tahun 2017 serta mengacu kepada Peraturan Pemerintah No. 13 tahun 2006 / 59 tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Sehubungan dengan hal tersebut maka pada tahun 2017 Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Berau merencanakan 7 (tujuh) program yang berkaitan dengan urusan wajib dan pelayanan dasar ketentraman, ketertiban dan penegakan peraturan daerah yaitu :

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran - Kegiatan Penyediaan Jasa Surat Menyurat

- Kegiatan Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumberdaya Air dan Listrik

- Kegiatan Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perijinan Kendaraan Dinas/Operasional

- Kegiatan Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan - Kegiatan Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor - Kegiatan Perbaikan Peralatan Kerja

- Kegiatan Penyediaan Alat Tulis Kantor

- Kegiatan Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan

- Kegiatan Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/ Penerangan Bangunan Kantor - Kegiatan Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor

- Kegiatan Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan - Kegiatan Penyediaan Makanan dan Minuman Rapat

- Kegiatan Rapat-Rapat Kordinasi dan Konsultasi Ke Luar Daerah - Kegiatan Rapat-Rapat Kordinasi dan Konsultasi Ke Dalam Daerah 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

- Kegiatan Pengadaan Kendaraan Dinas Operasional - Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor 3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur

- Kegiatan Pengadaan Pakaian Dinas Beserta Perlengkapan

4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

- Kegiatan Penyusunan Perencanaan Kerja SKPD

(31)

27

- Kegiatan Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Laporan Capaian Kinerja SKPD 5. Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan

- Penyiapan Tenaga Pengendali Keamanan Lingkungan

- Pendidikan dan Pelatihan Pengendalian Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan

- Pengendalian Keamanan Lingkungan

- Rakor Pol.PP Se-Kabupaten Berau dan Se-Kaltim

6. Program Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal

- Kegiatan Pengawasan Pengendalian dan Evaluasi Kegiatan Polisi Pamong Praja - Kegiatan Peningkatan Kapasitas Aparat dalam Rangka Pelaksanaan

Siskamswakarsa di Daerah

- Peningkatan Kerjasama Dengan Aparat Keamanan Dalam Tekhnik Pencegahan Kejahatan

- Peningkatan Kapasitas Aparat Dalam Rangka Pelaksanaan Siskamswakarsa 7. Program Peningkatan Pengembangan Kapasitas

- Kegiatan Latihan Mental dan Fisik Bagi Anggota Satuan Polisi Pamong Praja

(32)

28 BAB V P E N U T U P

Dengan RENJA ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang arah kebijakan pembangunan Kabupaten Berau Tahun 2017 dan sekaligus menjadikannya sebagai acuan perencanaan. Khusus kepada Kepala SKPD Tahun 2017 yang menjabarkan lebih rinci tentang program, sasaran program termasuk indikator capaian, keluaran dan hasil kegiatan serta lokasi kegiatan. Selain itu Kepala SKPD segera menyusun kerangka regulasi yang diperlukan dan rencana anggaran untuk mendukung pencapian program dimaksud. Regulasi dapat berbentuk Peraturan Daerah, Peraturan Bupati, Keputusan Bupati dan/atau Keputusan Kepala SKPD yang disusun sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

RENJA ini juga menjadi pedoman dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2017 dalam bentuk Nota Kesepakatan Bupati Berau dengan DPRD Kabupaten Berau.

Untuk mengetahui, efektifitas pelaksanaan RKPD ini, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan mengevaluasi program dan indikator capaian makro melalui laporan Kepada SKPD, sedangkan untuk mengetahui keberhasilan program dilaksanakan oleh Kepala SKPD yang bertanggungjawab terhadap program dimaksud.

Bupati menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kepada DPRD, Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) kepada Gubernur Kalimantan Timur dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (ILPPD) kepada masyarakat.

Tanjung Redeb, 2 Desember 2016 K E P A L A,

H. IRAMSYAH, S.Sos PEMBINA TINGKAT I NIP. 19611203 198203 1 011

(33)

RENCANA PROGRAM DAN KEEGIATAN PRIORITAS SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN BERAU

TAHUN 2017 Table IV.a

03 01 01 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Persentase pemenuhan layanan Administrasi Perkantoran 1,494,525,000 1,581,800,000

03 01 01 1 Penyediaan jasa surat menyurat Keluaran : 1. Belanja materai APBD lembar 500 3,000,000 lembar 350 3,500,000

2. Dokumen keuangan lembar N/A lembar 100 200,000

3. Surat keluar lembar N/A lembar 1000 500,000

4. Dokumen administrasi lainnya lembar N/A lembar 200 100,000

Hasil : Persentase jumlah surat dan dokumen yang ditangani

dapat terpenuhi % 100% % 100%

Cara Penghitungan indikator kinerja kegiatan

:

jumlah dokumen SKPD yang dikerjakan tepat waktu dan sesuai dengan peruntukannya dibagi jumlah dokumen perencanaan SKPD dikalikan 100 %

03 01 01 2 Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik Keluaran : Tersedianya air bersih dan listrik APBD bulan 12 100,000,000.00 bulan 12 100,000,000

Belanja internet/wifi indihome bulan 12 13,200,000.00 bulan 12 15,000,000

Hasil : Persentase pembayaran terhadap sarana air bersih dan

listrik terpenuhi % 100% % 100%

Cara Penghitungan indikator kinerja kegiatan

:

jumlah tagihan listrik dan air yang dibayarkan perbulan dalam setahun dibagi jumlah bulan dalam setahun dikalikan 100 %

03 01 01 6 Keluaran : Jumlah kendaraan dinas/operasional yang terpelihara

dan memiliki izin APBD unit 7 470,970,000.00 unit 8 500,000,000

Hasil : Presentase terhadap kondisi dan perizinan kendaraan

dapat maksimal % 100% % 100%

Cara Penghitungan indikator kinerja kegiatan

:

jumlah kendaraan dinas yang dirawat serta diurus perizinannya dalam setahun dibagi kendaraan dinas yang tersedia dikalikan 100 %

03 01 01 7 Penyediaan jasa administrasi keuangan Keluaran : Pemegang Barang/Penyimpan Barang orang 1 141,756,000.00 orang 1 150,000,000

Pengurus Barang Unit orang 1 orang 1

Operator SIMDA orang 1 orang 1

Operator SMEP Online orang 1 orang 1

Honor Operator TEPRA orang 1 orang 1

Operator Admin SIMDA orang 1 orang 1

Pengguna Anggaran orang 1 orang 1

PPK SKPD orang 1 orang 1

Staf PPK SKPD orang 1 orang 1

Bendahara Pengeluaran orang 1 orang 1

Pembantu Bendahara Pengeluaran orang 2 orang 2

LOKASI SUMBER DANA

Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional

PROGRAM/KEGIATAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM/KEGIATAN KEBUTUHAN

DANA/PAGU INDIKATIF

KEBUTUHAN DANA/PAGU INDIKATIF TARGET

CAPAIAN KINERJA KODE KEGIATAN

SATUAN SATUAN

RENCANA TAHUN 2017 PRAKIRAAN MAJU RENCANA TAHUN 2018

TARGET CAPAIAN

KINERJA

(34)

Pembuat Daftar Gaji orang 1 orang 1

Kuasa Pengguna Anggaran orang 1 orang 1

Honorarium Panitia Penerima Hasil Pekerjaan orang 3 orang 3

Hasil : Persentase Tertib administrasi pengelolaan keuangan

SKPD % 100% % 100%

Cara Penghitungan indikator kinerja kegiatan

:

Tunjangan pejabat pengelola keuangan yang terbayarkan dibagi dengan jumlah pejabat pengelola keuangan OPD dikalikan 100 %

03 01 01 8 Penyediaan jasa kebersihan kantor Keluaran : Sabun cair botol 90 38,699,000.00 botol 90 40,000,000

Pengharum ruangan botol 85 botol 85

Pembersih kaca buah 85 buah 85

Pembersih lantai buah 85 buah 85

Honor cleaning service orang 1 orang 1

Hasil : Persentase penyediaan petugas kebersihan dan

kebutuhan bahan pembersih terpenuhi % 100% % 100%

Cara Penghitungan indikator kinerja kegiatan

:

Jumlah petugas dan bahan pembersih yang terpakai dibagi jumlah petugas dan bahan pembersih yang tersedia dikalikan 100 %

03 01 01 9 Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja Keluaran : Service komputer/PC unit 3 19,600,000.00 unit 3 22,000,000

Service notebook unit 3 unit 3

Service AC unit 3 unit 3

Service HT unit 5 unit 5

Battery HT unit N/A unit 5

Service mesin fhoto copy unit 1 unit 1

Hasil : Persentase jumlah perbaikan peralatan kerja selama

setahun % 100% % 100%

Cara Penghitungan indikator kinerja kegiatan

: Jumlah peralatan kerja yang diperbaiki dibagi jumlah peralatan kerja yang tersedia dikalikan 100 %

03 01 01 10 Penyediaan alat tulis kantor Keluaran : Alat tulis kantor jenis 10 65,000,000.00 jenis 10 70,000,000

Hasil : Persentase jumlah ATK yang tersedia selama setahun % 100% % 100%

Cara Penghitungan indikator kinerja kegiatan

: Jumlah ATK yang digunakan selama setahun dibagi jumlah ATK yang tersedia dikalikan 100 %

03 01 01 11 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan Keluaran : Cetak buah 5 45,700,000.00 buah 5 50,000,000

Penjilidan buah 25 buah 25

Hasil : Persentase jumlah barang cetakan dan penggandaan

yang tersedia selama setahun % 100% % 100%

Cara Penghitungan indikator kinerja kegiatan

:

Jumlah barang cetakan dan penggandaan yang digunakan selama setahun dibagi jumlah barang cetakan dan penggandaan yang tersedia dikalikan 100

%

Gambar

Table IV.a  BAB  V  PENUTUP ………………………................................................................................
Tabel IV.a   BAB V         PENUTUP

Referensi

Dokumen terkait

PT Benakat Integra memang berniat menguasai 100% saham Mitratama dengan akuisisi 30% saham Mitratama dari perseroan dan sudah menyetor uang muka sebesar US$ 107,7

Latar belakang penelitian oleh rendahnya hasil belajar siswa pada pra siklus pelajaran, siswa masih mengalami kesulitan terhadap pemahaman terhadap materi yang diberikan,

Adapun peneliti akan melakukan penelitian terkait implementasi pembelajaran berbasis HOTS terkait bagaimana pelaksanaan pembelajaran berbasis HOTS di SDN Girimoyo 02

kelompok air beroksigen turun 2,05 mmol/l dibanding 1,25 mmol/l kelompok plasebo. Hal ini terjadi mungkin karena sampel pada penelitian ini hanya sehari mendapat minuman

1) Beritahu ibu hasil pemeriksaan fisik bayinya. Rasional : Ibu klien mempunyai hak dalam mengetahui hasil pemeriksaan yang dilakukan. Dengan memberitahu ibu hasil

Pada studi ini, metodologi yang digunakan untuk melihat pengaruh pemasangan SVC pada sistem transmisi tenaga listrik 150 kV Sumbagut adalah dengan simulasi

- Mencoba mendevelop aplikasi konverter satuan panjang, luas, berat, volume, dan suhu di beberapa sistem operasi terutama yang berbasis mobile. 3.2

dilakukan untuk mendapatkan data primer dan menemukan kebenaran dengan menggunakan metode berpikir induktif. Untuk menyelesaikan skripsi ini, penulis menggunakan penelitian hukum