• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang

Universitas Telkom adalah institusi perguruan tinggi yang memiliki fokus pendidikan pada bidang teknologi informasi dan telekomunikasi. Perguruan tinggi yang merupakan gabungan dari empat institusi pendidikan ini terus berupaya meningkatkan mutu ilmu pengetahuan yang diajarkan. Dalam menjalankan aktivitas pengajaran, Universitas Telkom membagi fokus ilmu pada empat fakultas atau sekolah, yaitu: Telkom Engineering School (TES), Telkom Economics and Business School (TEBS), Telkom Applied Science School (TASS), dan Telkom Creative Industries School (TCIS).

Telkom Engineering School memiliki empat departemen sesuai dengan peminatan pada bidang teknologi informasi. Keempat departemen tersebut adalah:

Departemen Elektro dan Komunikasi, Departemen Rekayasa Industri, departemen Informatika, dan departemen Sains.

Misi sebuah perguruan tinggi adalah berupaya untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak bangsa yang bermartabat; mengembangkan suasana pendidikan yang inovatif, responsif, terampil, berdaya saing, dan kooperatif; dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di dalam masyarakat seperti yang tertulis dalam UU No. 12, 2012. Hal ini diupayakan secara terus menerus oleh Universitas Telkom lewat pengembangan pendidikan yang ada di dalamnya.

Pengelolaan pendidikan pada setiap perguruan tinggi mengacu kepada peraturan yang telah ditetapkan oleh Direktorat Perguruan Tinggi (Dikti) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Penilaian terhadap mutu perguruan tinggi mengacu kepada Tridarma Perguruan Tinggi yang terdiri atas Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, serta Pengabdian kepada Masyarakat.

Salah satu sasaran mutu pendidikan adalah peningkatan kualitas dosen pada setiap program studi. Kualitas dosen teridentifikasi antara lain lewat jenjang pendidikan yang telah dilalui, kualitas pengajaran kepada mahasiswa, serta pengalaman

(2)

2

penelitian dan pengabdian masyarakat. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas pokok dan fungsi mengakuisisi, mentransformasikan, mengembangkan, menyebarluaskan, dan menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat (UU No. 14, 2005).

Departemen Rekayasa Industri mewujudkan rencana strategis institusi dengan melakukan evaluasi terhadap kinerja dosen yang direpresentasikan dalam angka beban kerja dosen (BKD). BKD merupakan representasi kegiatan dosen di dalam bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. BKD dinilai berdasarkan satuan kredit semester menurut standar Dikti. Peningkatan kualitas BKD berguna untuk meningkatkan kualitas departemen maupun kualitas dosen secara individual. Peningkatan angka BKD mengikuti jumlah aktivitas dosen yang terekam dalam pelbagai data pengajaran, penelitian, dan pengabdian; baik yang tersimpan pada dokumen fakultas maupun institusi.

Departemen Rekayasa Industri terdiri atas dua Program Studi (Prodi), yaitu: Prodi S1 Teknik Industri (TI) dan Prodi S1 Sistem Informasi (SI). Pengelolaan operasional pengajaran dijalankan oleh Ketua Program Studi (Kaprodi). Kaprodi bertanggung jawab kepada Kepala Departemen atas kegiatan belajar mengajar dan juga melakukan pengawasan dosen dalam melakukan kegiatan belajar mengajar.

Basis data Departemen Rekaysa Industri menunjukkan bahwa jumlah seluruh dosen yang ada di dalam Departemen Rekayasa Industri adalah 80 orang yang terdiri atas 49 dosen TI, 26 dosen SI, dan 5 dosen yang tidak memiliki penempatan program studi. Departemen Rekayasa Industri memiliki 1.865 mahasiswa yang terdiri atas 1.241 mahasiswa Teknik Industri dan 624 mahasiswa Sistem Informasi. Dosen tetap dan dosen profesional purna-waktu yang memiliki tugas mengajar di Prodi TI sebanyak 35 orang. Sementara di dalam Prodi SI, terdapat 17 orang dosen dan dosen profesional purna-waktu. Menurut Dikti, rasio dosen dan mahasiswa yang ideal adalah 1:30. Hal ini belum dipenuhi oleh Departemen Rekayasa Industri. Rasio antara dosen dan mahasiswa tersebut dapat dilihat dalam Tabel I.1.

(3)

3

Tabel I.1 Proporsi Dosen dan Mahasiwa pada Departemen Rekayasa Industri Fakultas Teknik Universitas Telkom (Departemen Rekayasa Industri, Agustus

2013) Program Studi Jumlah dosen

tetap

Jumlah mahasiswa

Proporsi

S1 Teknik Industri 35 1241 1:36

S1 Sistem Informasi 19 624 1:33

Pada Buku Panduan BKD dan Evaluasi Tri Darma Perguruan Tinggi Tahun 2012, disebutkan bahwa nilai SKS dosen yang ideal adalah berkisar antara 12 hingga 16 SKS. Beberapa dosen yang memiliki kekurangan SKS dan ada pula yang memiliki kelebihan SKS. Hal tersebut dapat dilihat pada Gambar I.1 yang menampilkan proporsi kinerja dosen. Jumlah beban SKS tersebut mengikuti hasil penghitungan beban SKS pada tahun ajaran 2011/2012 untuk beberapa dosen yang berhasil dipetakan.

Gambar I.1 Proporsi Kinerja Dosen Departemen Rekayasa Industri pada Tahun Ajaran 2011/2012 (Departemen Rekayasa Industri, 2012)

Departemen Rekayasa Industri memiliki tiga Kelompok Keahlian (KK) yang merupakan wadah bagi para mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang dipelajari di kelas. Setiap KK diampu oleh beberapa orang dosen yang memiliki keahlian pada bidang tertentu sesuai dengan kompetensi KK. Ketiga KK tersebut adalah: E- Process and Work Optimization, E-Engineering Management, dan E-Business

0 5 10 15 20 25 30 35

< 12 sks 12 – 16 sks > 16 sks

31

4

11 29

1

16

Semester Ganjil Semester Genap

(4)

4

and Technology. Setiap KK mewakili fokus keilmuan yang ada di dalam ruang lingkup keilmuan Departemen Rekayasa Industri.

KK bertanggung jawab terhadap mata kuliah tingkat lanjut, pengabdian masyarakat, dan penelitian mahasiswa khususnya untuk tugas akhir. Dosen yang menjadi pengampu KK tersebut terdiri atas beberapa dosen yang memiliki jenjang karier yang berbeda dan di antara beberapa dosen tersebut bertanggung jawab untuk melanjutkan pendidikan baik untuk jenjang Strata-2 maupun Strata-3.

Dosen-dosen tersebut belum memiliki golongan JFA. Hal ini menjadi kendala fakultas dalam menjalankan Program Pengembangan Fakultas (Faculty Development Program/FDP).

Ketersediaan dosen yang siap menjalankan kegiatan secara penuh di KK menemui hambatan ketika dihadapkan pada kewajiban setiap dosen untuk melanjutkan pendidikan demi memenuhi syarat peningkatan JFA. JFA adalah faktor penting di dalam karier dosen karena JFA merepresentasikan kompetensi dan tanggung jawab dosen dalam bidang pengajaran maupun penelitian. Tabel I.2 berikut menunjukkan data mengenai Golongan JFA dosen pada setiap KK:

Tabel I.2 Jumlah Dosen Menurut Golongan JFA pada Setiap KK (Departemen Rekayasa Indutri, 2013)

Data mengenai aktivitas dosen menjadi acuan untuk memperoleh informasi mengenai beban kerja dosen dan rekam jejak JFA. Dengan data aktivitas dosen didapatkan informasi mengenai kondisi Departemen Rekayasa Industri selama satu tahun ke belakang.

Informasi yang telah tersusun melalui proses konversi data berguna untuk dijadikan dasar pijakan pengetahuan dalam menyusun kebijakan departemen dalam rangka mewujudkan program pengembangan departemen. Hal ini sesuai dengan prinsip konversi data dan informasi yang terdiri atas dua fase, yaitu: 5C

Kelompok Keahlian Asisten

Ahli Lektor Lektor Kepala

Non JFA E-Process and Work Optimization 4 6 0 7

E-Engineering Management 1 3 1 4

E-Business and Technology 5 3 0 9

(5)

5

(Contextualized – Categorized – Corrected – Calculated – Condensed) dan 4C (Comparison – Connection – Consequences – Conversation).

Metode 5C-4C telah dipakai dalam beberapa penelitian yang berhubungan dengan pengambilan keputusan lewat bantuan Knowledge Management. Metode ini membantu para pengambil keputusan lewat ketersediaan data dan informasi yang terkonfirmasi dan relevan. Metode 5C-4C diterapkan di dalam penelitian mengenai perancangan proporsi Transkrip Aktivitas Kemahasiswaan (TAK) di Institut Teknologi Telkom (Rizkaluthfi, Kurniawati, & Iqbal, 2012). Metode ini juga digunakan dalam penelitian dengan ruang lingkup yang sama dengan penelitian ini lewat yang menganalisis proses pembentukan informasi lewat simulasi data aktivitas dosen di Fakultas Rekayasa Industri (Pratama dan Andrawina, 2013). Penelitian yang disebut terakhir menggunakan metode 5C untuk menarik intisari informasi dari data yang ada di dalam Fakultas Rekayasa Industri (sekarang: Departemen Rekayasa Indutri).

Penelitian terakhir juga menjadi penduan dalam melakukan penelitian mengenai Beban Kerja Dosen di dalam Departemen Rekayasa Industri. Hal yang membedakan penelitian ini dengan penelitian yang telah disebut sebelumnya adalah penelitian ini memiliki pengembangan metode dengan menambahkan satu tahap konversi informasi menjadi knowledge. Selain itu, data yang digunakan pada penelitian ini adalah data yang sudah terkodifikasi dengan baik di dalam basis data departemen dibandingkan penelitian sebelumnya yang menggunakan data simulasi. Dengan kedua pengembangan tersebut, informasi dan kebijakan yang diperoleh dapat lebih mendukung kebijakan sesuai dengan kebutuhan nyata di dalam departemen.

Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah:

1. Bagaimana informasi dan pengetahuan mengenai alokasi beban kerja dosen pada setiap KK yang didapatkan lewat proses konversi 5C-4C?

2. Bagaimana bentuk kebijakan yang ideal mengenai beban kerja dosen bagi setiap golongan JFA sebagai wujud Tri Darma Perguruan Tinggi?

(6)

6 Tujuan Penelitian

Tujuan dilakukan penelitian mengenai BKD ini adalah:

1. Mengidentifikasi informasi dan pengetahuan mengenai alokasi beban kerja dosen pada setiap KK yang didapatkan lewat proses konversi 5C-4C.

2. Mengidentifikasi bentuk kebijakan yang ideal mengenai beban kerja dosen sebagai wujud Tri Darma Perguruan Tinggi.

Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian yang didapatkan lewat penelitian ini adalah:

1. Mendapatkan hasil evalusi mengenai beban kerja dosen untuk setiap KK.

2. Mendapatkan rekomendasi kebijakan penilaian kinerja dosen yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas Departemen Rekayasa Industri.

3. Mendapatkan panduan untuk membangun knowledge management system di dalam Departemen Rekayasa Industri.

Batasan Masalah

Batasan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Data yang digunakan untuk memperoleh informasi merupakan data aktivitas dosen pada tahun ajaran 2012/2013.

2. Keluaran penelitian berupa knowledge mengenai aktivitas dosen untuk masing-masing golongan JFA.

3. Usulan akhir berupa kebijakan penerapan beban kerja dosen yang ideal di dalam Departemen Rekayasa Industri.

(7)

7 Sistematika Penulisan

Penelitian ini dibagi menjadi enam bab yang masing-masing berisi hal sebagai berikut:

1. Bab I

Penjelasan latar belakang penelitian, rumusan masalah yang ditetapkan, tujuan penelitian untuk menjawab rumusan masalah ini, manfaat penelitian, batasan masalah, dan sistematika penulisan.

2. Bab II

Pemaparan pelbagai landasan teori yang berhubungan dengan penelitian.

3. Bab III

Penjabaran metodologi penelitian yang terbagi menjadi model konseptual masalah yang diteliti dan sistematika penyelesaian masalah.

4. Bab IV

Penjelasan mengenai pengolahan data dan informasi menjadi knowledge untuk dijadikan rekomendasi kebijakan bagi fakultas.

5. Bab V

Analisis langkah-langkah konversi knowledge dan usulan kebijakan berserta komponen pendukung kebijakan berupa sumber daya, aktivitas, dan hasil yang diharapkan.

6. Bab VI

Penarikan kesimpulan atas penelitian yang telah dilakukan dan pemberian saran untuk peningkatan kualitas pengajaran selanjutnya.

Gambar

Tabel I.1 Proporsi Dosen dan Mahasiwa pada Departemen Rekayasa Industri  Fakultas Teknik Universitas Telkom (Departemen Rekayasa Industri, Agustus

Referensi

Dokumen terkait

Untuk membuat objek pada WebGL, yang pertama kali dilakukan adalah dengan menentukan vertex dari objek dan disimpan pada sebuah array. Lalu dengan menggunakan

Pada tahun 2013 trend ROA (Return on Assets) mengalami peningkatan menjadi sebesar 6.8% diikuti peningkatan DER (Debt To Equity Ratio) menjadi sebesar 0.71 kali, kemudian pada

Orang perseorangan warga Indonesia dan/ atau Badan Hukum Indonesia yang telah memiliki sertifikat operasi pelayanan jasa terkait untuk menunjang kegiatan pelayanan

Di samping itu, perkawinan poligami di bawah tangan ini juga akan mengakibatkan anak yang lahir dari perkawinan tersebut tidak sah secara hukum negara (Undang-Undang No. 1 Tahun

Berdasarkan pengamatan, lansia dalam kategori tersebut dapat berkomunikasi dengan orang lain, tetapi mereka merasa kurang dalam kemampuan fisik yang mempengaruhi

Selain variasi genetik sejumlah peneliti telah melaporkan perbedaan morfologi pada manggis, diantaranya Wester (1926) menginformasikan bahwa manggis Jolo (Filipina)

Suatu Komunikasi yang baik akan menciptakan lingkungan yang terapetik dan kondusif, Untuk menghindari konflik adalah dengan menerapkan komunikasi yang efektif dalam

Jika mencoba dua bahan seperti oksida timah (lead) dan silika dalam suatu line blend, bisa dilihat bahwa pada saat jumlah silika ditambah maka temperatur lebur