• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Logo Kedai Ling-Ling (Sumber :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Logo Kedai Ling-Ling (Sumber :"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

Kedai Ling-Ling merupakan salah satu dari sekian banyak tujuan wisata kuliner di Kota Bandung. Pemilik, Teguh Warsono merupakan mantan koki restoran yang memutuskan keluar dari pekerjaannya dan memilih untuk membuka usaha kuliner sendiri.

Teguh mengaku di awal merintis usaha bisnisnya ia harus menemukan celah-celah peluang agar Kedai Ling-Ling yang pada saat itu dijalankan dengan sistem “booth” sementara tetap dikenal masyarakat. Maka dari itu, selama beberapa tahun Kedai Ling-Ling hanya bisa ditemukan pada bazaar campus to campus.

Terdapat dua lokasi usaha Kedai Ling-Ling, yaitu di Jalan Sultan Agung dan Cihampelas.

Namun, pada awal tahun 2013 Kedai Ling-Ling Cihampelas tutup dan digantikan dengan dibukanya cabang baru di Jalan Sukajadi. Konsep penjualan di Jalan Sultan Agung yang menggunakan kedai atau orang Jepang menyebutnya dengan “mise”, juga dipertahankan agar terkesan merakyat.

Gambar 1.1 Logo Kedai Ling-Ling

(Sumber : http://rveaux.blogspot.com/2012/07/ramen-bar-kedai-ling-ling.html)

Menurut Pak David selaku manager dari Kedai Ling-Ling, konsep berjualan

menggunakan booth atau orang Jepang menyebutnya dengan mise, tetap dipertahankan Kedai

Ling-Ling yang berlokasi di Jalan Sultan Agung sampai hari ini agar terkesan merakyat. Dengan

menggunakan sistem booth pula, Kedai Ling-Ling Sultan Agung menyajikan menu makanan

lebih praktis, yaitu menggunakan Styrofoam. Hal ini menjadi pertimbangan karena keadaan

(2)

lingkungan usaha Kedai Ling-Ling Sultan Agung yang terbatas sehingga tak jarang konsumen memilih untuk take away.

1.2 Latar Belakang Penelitian

Budaya Jepang, termasuk budaya kuliner bisa diterima di Indonesia karena kecendrungan sifat atau karakteristik orang Indonesia yang memang merasa cocok untuk menganut budaya tersebut. Tetapi, budaya Jepang tersebut tidak begitu saja diterima oleh masyarakat Indonesia, ada beberapa perubahan seperti misalnya untuk masakan Jepang asli (sushi adalah masakan Jepang asli yang mentah), setelah dipasarkan di Indonesia menjadi masakan Jepang setengah matang. Ini dilakukan untuk menyesuaikan budaya Jepang dengan Indonesia sehingga masyarakat tetap dapat menerimanya.

Perkembangan restoran Jepang di Indonesia dalam beberapa dekade terakhir ini cukup pesat. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya restoran Jepang yang hadir di Indonesia.

Adanya akulturasi budaya yang memasuki dunia kuliner di Indonesia juga ternyata terjadi di Bandung. Dan dalam perkembangannya, justru usaha di bidang kuliner Jepang ini sangat menjamur.

Dari yang menawarkan dengan kualitas resto, hingga gerobak di pinggir jalan. Data tentang daftar resto dan kedai yang menawarkan kuliner khas Jepang di Bandung akan disajikan dalam tabel 1.1

Tabel 1.1

Daftar Resto dan Kedai Kuliner Jepang di Bandung

No. Nama Kedai Alamat

1. Sushi Origami Ganesa dan Tubagus Ismail

2. Sushi Teio Buah Batu

3. Sushi Boon Dago

4. Takoyakiku Ciwalk dan Giant Pasteur

5. Just Sushi Dipatiukur No. 36

6. Kantin Jepang 96 Ciumbeuleuit

7. Ikimura Cibiru, Kampus IAIN

8. Queen Takoyaki Alfamart armindo, Cimahi

9. Oishii Takoyaki Ciumbuleit

(3)

Dapat dilihat dari tabel 1.1 bahwa di Kota Bandung sendiri terdapat setidaknya sepuluh resto atau kedai yang menawarkan kuliner khas Jepang. Itu belum termasuk kedai-kedai kecil yang tersebar di pinggir jalan maupun resto atau kedai yang baru beroperasi di awal tahun ini.

Fenomena mengenai usaha kuliner berkonsep kedai di masyarakat muncul tatkala beberapa pengusaha kuliner siap saji hendak menawarkan konsep yang berbeda dari biasanya.

Konsep usaha berupa booth diharapkan menjadi mindset yang baru mengenai harga yang murah.

Salah satu dari sekian banyak restoran dan kedai yang menawarkan menu khas Jepang di Bandung ialah Kedai Ling-Ling yang berlokasi di Jalan Sultan Agung Bandung. Seperti resto dan kedai Jepang lainnya, Kedai Ling-Ling juga menawarkan menu khas negeri sakura tersebut, namun ada beberapa diferensiasi produk yang membuat Kedai Ling-Ling tetap menjadi destinasi untuk icip-icip kuliner. Menu andalan berupa Okonomiyaki (martabak khas Jepang dengan isian sayur yang dicampur dengan telur dan isian lain yang dapat dipilih oleh konsumen seperti octopus, beef, crab, keju), Takoyaki (bola-bola adonan tepung yang berisi bawang++ daun dan isian yang dapat dipilih oleh konsumen seperti octopus, keju, beef, crab, jagung).

Hal lain yang menjadi diferensiasi Kedai Ling-Ling dengan usaha kuliner Jepang lainnya adalah kondisi fisik dari tempat usaha Kedai Ling-Ling Sultan Agung. Konsep booth atau kedai sederhana masih dipertahankan hingga hari ini.

Hal lain yang menjadi identitas Kedai Ling-Ling Sultan Agung ialah sistem pemesanan

dan pelayanan yang unik. Setelah pengunjung menuliskan nama dan menu yang akan dipesan di

kertas orderan, pengunjung harus menunggu hingga menu yang dipesan selesai dibuat. Saat

menu selesai dibuat dan telah disajikan, maka pegawai didalam booth akan berteriak memanggil

nama pengunjung yang memesan menu tersebut. Meskipun self service dengan mengambil

sendiri menu yang telah disajikan, hal lain yang membuat pengunjung tertarik dan terhibur

adalah candaan yang selalu dilontarkan pegawai Kedai Ling-Ling.

(4)

Tabel 1.2

Penjualan Kedai Ling-Ling Per Tahun

(Porsi Okonomiyaki, Takoyaki dan Mango Dessert)

Sumber : Hasil survey pada Kedai Ling-Ling

Dari tabel 1.2 diatas, dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan yang signifikan setiap tahunnya. Namun kestabilan penjualan dialami Kedai Ling-Ling di tahun 2012 dan 2013. Hal ini terjadi karena telah dibukanya cabang baru yang berlokasi di Jalan Sukajadi dengan bangunan yang telah bersifat permanen.

Informasi tambahan lainnya yang diungkapkan oleh Pak David selaku manager Kedai Ling-Ling adalah, bahan-bahan yang dipakai dan diolah adalah bahan-bahan yang berkualitas.

Dan semua itu menjadi alasan untuk menjaga kepuasan pelanggan dan berujung pada usaha Kedai Ling-Ling dalam rangka mempertahankan loyalitas pelanggannya.

Peneliti telah melakukan survey pada 35 responden Kedai Ling-Ling secara acak untuk mengetahui hubungan antara kualitas layanan, kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan.

Berikut hasilnya :

0 50000 100000 150000 200000 250000 300000 350000 400000 450000 500000

2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013

penjualan per tahun

(5)

Dari gambar diatas dapat diketahui bahwa sebanyak 27 orang atau 77% menyatakan tentang baiknya kualitas pelayanan yang diberikan Kedai Ling

23% menyatakan bahwa kualitas pelayanan Kedai Ling

Dari gambar 1.3 diatas, dapat diketahui bahwa sebanyak 30 orang atau 86% pelanggan menyatakan kepuasannya dan sebanyak 5 orang atau 14% menyatakan ketidak

Menurut Tjiptono (2005 : 336), cara yang paling sederhana untuk mengukur kepuasan pelanggan adalah langsung menanyakan kepada pelanggan seberapa puas mereka terhadap jasa atau produk.

Gambar 1.2

Kualitas Pelayanan KLL Sultan Agung Sumber : Olahan Peneliti

dapat diketahui bahwa sebanyak 27 orang atau 77% menyatakan tentang baiknya kualitas pelayanan yang diberikan Kedai Ling-Ling dan sebanyak 8 orang atau 23% menyatakan bahwa kualitas pelayanan Kedai Ling-Ling belum baik.

Gambar 1.3

Kepuasan Pelanggan KLL Sultan Agung Sumber : Olahan Peneliti

Dari gambar 1.3 diatas, dapat diketahui bahwa sebanyak 30 orang atau 86% pelanggan menyatakan kepuasannya dan sebanyak 5 orang atau 14% menyatakan ketidak

Menurut Tjiptono (2005 : 336), cara yang paling sederhana untuk mengukur kepuasan pelanggan adalah langsung menanyakan kepada pelanggan seberapa puas mereka terhadap jasa atau produk.

77%

23%

Kualitas Pelayanan

Ya Tidak

86%

14%

Kepuasan Pelanggan

Ya Tidak

dapat diketahui bahwa sebanyak 27 orang atau 77% menyatakan Ling dan sebanyak 8 orang atau

Dari gambar 1.3 diatas, dapat diketahui bahwa sebanyak 30 orang atau 86% pelanggan menyatakan kepuasannya dan sebanyak 5 orang atau 14% menyatakan ketidak puasannya.

Menurut Tjiptono (2005 : 336), cara yang paling sederhana untuk mengukur kepuasan pelanggan

adalah langsung menanyakan kepada pelanggan seberapa puas mereka terhadap jasa atau produk.

(6)

Loyalitas Pelanggan KLL Sultan Agung

Dari gambar 1.4 diatas dapat dilihat sebanyak 32 orang atau 91% menyatakan tentang loyalitasnya atau keinginan untuk melakukan pembelian ulang. Dan sebanyak 3 orang atau 9%

menyatakan tidak akan melakukan pe

Hasil dari survey diatas menggambarkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan Kedai Ling-Ling, secara otomatis mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggannya. Dan kepuasan pelanggan turut mempengaruhi tingkat loyalitas pelanggan.

Tercapainya kualitas pelayanan yang sempurna, akan mendorong terciptanya kepuasan konsumen. Menurut Kotler (2009 : 49), kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang disebabkan oleh kinerja atau hasil suatu produk yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya. Perusahaan berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi para pelanggannya agar apa yang diharapkan oleh mereka sesuai dengan kenyataan sehingga mereka merasa puas dan akan membentuk pengalaman konsumsi yang positif. Oliver (1997 : 392) menghubungkan kepuasan pelanggan dengan perilaku lanjutan dan loyalitas pelanggan adalah yang paling sering digunakan untuk referensi.

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas, maka penulis mengajukan penelitian dengan judul “ANALISIS PENGARUH

KEPUASAN PELANGGAN DAN DAMPAKNYA PADA LOYALITAS KEDAI LING-LING BANDUNG

Gambar 1.4

Loyalitas Pelanggan KLL Sultan Agung Sumber : Olahan Peneliti

Dari gambar 1.4 diatas dapat dilihat sebanyak 32 orang atau 91% menyatakan tentang loyalitasnya atau keinginan untuk melakukan pembelian ulang. Dan sebanyak 3 orang atau 9%

menyatakan tidak akan melakukan pembelian ulang.

Hasil dari survey diatas menggambarkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan Kedai Ling, secara otomatis mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggannya. Dan kepuasan pelanggan turut mempengaruhi tingkat loyalitas pelanggan.

ualitas pelayanan yang sempurna, akan mendorong terciptanya kepuasan konsumen. Menurut Kotler (2009 : 49), kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang disebabkan oleh kinerja atau hasil suatu produk yang dirasakan dibandingkan an harapannya. Perusahaan berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi para pelanggannya agar apa yang diharapkan oleh mereka sesuai dengan kenyataan sehingga mereka merasa puas dan akan membentuk pengalaman konsumsi yang positif. Oliver (1997 : 392) ubungkan kepuasan pelanggan dengan perilaku lanjutan dan loyalitas pelanggan adalah yang paling sering digunakan untuk referensi.

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas, maka penulis mengajukan ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN

KEPUASAN PELANGGAN DAN DAMPAKNYA PADA LOYALITAS PELANGGAN DI LING BANDUNG”.

91%

9%

Loyalitas Pelanggan

Ya Tidak

Dari gambar 1.4 diatas dapat dilihat sebanyak 32 orang atau 91% menyatakan tentang loyalitasnya atau keinginan untuk melakukan pembelian ulang. Dan sebanyak 3 orang atau 9%

Hasil dari survey diatas menggambarkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan Kedai Ling, secara otomatis mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggannya. Dan kepuasan

ualitas pelayanan yang sempurna, akan mendorong terciptanya kepuasan konsumen. Menurut Kotler (2009 : 49), kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang disebabkan oleh kinerja atau hasil suatu produk yang dirasakan dibandingkan an harapannya. Perusahaan berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi para pelanggannya agar apa yang diharapkan oleh mereka sesuai dengan kenyataan sehingga mereka merasa puas dan akan membentuk pengalaman konsumsi yang positif. Oliver (1997 : 392) ubungkan kepuasan pelanggan dengan perilaku lanjutan dan loyalitas pelanggan adalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas, maka penulis mengajukan ALITAS PELAYANAN TERHADAP

PELANGGAN DI

(7)

1.3 Rumusan Masalah

Uraian yang lebih lanjut dari masalah penelitian dijabarkan dalam pertanyaan penelitian. Pertanyaan penelitian ini yaitu ;

1. Bagaimana kualitas pelayanan Kedai Ling-Ling?

2. Bagaimana kepuasan pelanggan Kedai Ling-Ling?

3. Bagaimana loyalitas pelanggan Kedai Ling-Ling?

4. Bagaimana pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan Kedai Ling- Ling?

5. Bagaimana pengaruh kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan Kedai Ling- Ling?

6. Bagaimana pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan dan dampaknya pada loyalitas pelanggan Kedai Ling-Ling?

1.4 Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui kualitas pelayanan Kedai Ling-Ling.

2. Untuk mengetahui kepuasan pelanggan Kedai Ling-Ling.

3. Untuk mengetahui loyalitas pelanggan Kedai Ling-Ling.

4. Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan di Kedai Ling-Ling.

5. Untuk mengetahui pengaruh kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan di Kedai Ling-Ling.

6. Untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan dan dampaknya pada loyalitas pelanggan di Kedai Ling-Ling.

1.5 Kegunaan Penelitian

 Aspek Teoritis

Dari segi aspek teoritis, penelitian ini dapat menjadi dasar untuk penelitian selanjutnya yang lebih mendalam mengenai kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan dan loyalitas pelanggan.

 Aspek Praktis

(8)

Hasil dari penelitian ini dapat menjadi referensi bagi Kedai Ling-Ling secara khusus maupun bisnis kuliner lainnya di Indonesia secara umum untuk mengatur dan mengimplementasikan strategi guna meningkatkan kualitas pelayanan yang menghasilkan kepuasan pelanggan sehingga mendapatkan loyalitas pelanggan yang tinggi.

1.6 Sistematika Penulisan Bab I : Pendahuluan

Pada bab ini diuraikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan serta sistematika penulisan.

Bab II : Tinjauan Pustaka

Dalam tinjauan pustaka ini diuraikan landasan teori yang digunakan sebagai dasar dari analisis penelitian, penelitian terdahulu dan kerangka penelitian.

Bab III : Metode Penelitian

Dalam penelitian ini diuraikan tentang jenis dan sumber data, metode pengumpulan data dan metode analisis.

Bab IV : Hasil dan Pembahasan

Bab ini akan menguraikan tentang deskripsi objek penelitian, analisis data dan pembahasan atas hasil pengolahan data.

Bab V : Penutup

Pada bab ini berisi tentang kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan serta

saran-saran yang dapat diberikan kepada perusahaan dan pihak-pihak lain yang

membutuhkan.

Referensi

Dokumen terkait

layanan interaksi dapat meningkatkan performa usaha tersebut. Namun, dalam hal ini kualitas website dari Ouval Research belum sesuai dengan persepsi dari konsumen online

Adapun sistematika penulisan untuk penelitian berjudul “Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Pelanggan dengan Kepuasan Pelanggan Sebagai Variabel Intervening

Untuk memahami jaringan interaksi percakapan yang ada di Twitter dengan keyword “kompastv” digunakan metode Social Network Analysis (SNA). Insight yang diberikan dari hasil

Budaya Korea yang masuk di Indonesia sangatlah diterima oleh masyarakat. Budaya tersebut dapat disebut dengan Korean wave. Dengan adanya hal tersebut banyak

Gambar 1.4 menunjukan Jumlah keluhan pelanggan Indihome di Kota Bandung dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2015 mengalami peningkatan dan penurunan. Keluhan

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan sebelumnya, rumusan masalah dalam penelitian ini untuk menjawab permasalahan pada persepsi pengguna tentang kualitas

Berdasarkan uraian latar belakang di atas terdapat masalah mengenai minimnya minat wirausaha pada anggota IWAPI dan sejumlah gap research seperti perbedaan hasil penelitian

Dari data-data dan fenomena yang telah dijelaskan diatas, telah mendasari alasan saya memilih iklan media televisi dibandingkan media lain untuk mempengaruhi