• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TEKNIK JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA PADA MATERI PERISTIWA ALAM.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TEKNIK JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA PADA MATERI PERISTIWA ALAM."

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TEKNIK JIGSAW

UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM

PEMBELAJARAN IPA PADA MATERI PERISTIWA ALAM

(Penelitian Tindakan Kelas Terhadap Siswa Kelas V SDN Cibingbin 2 Kecamatan Pasirkuda Kabupaten Cianjur)

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

lEMBAR

Oleh

GUNADI

0904547

PROGRAM S-1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN PEDAGOGIK

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BANDUNG

2013

(2)

Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TEKNIK JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM

PEMBELAJARAN IPA PADA MATERI PERISTIWA ALAM

Oleh Gunadi

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Ilmu Pendidikan

© Gunadi 2013

Universitas Pendidikan Indonesia Januari 2013

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

(3)

Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Lembar Pengesahan

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TEKNIK JIGSAW

UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM

PEMBELAJARAN IPA PADA MATERI PERISTIWA ALAM

(Penelitian Tindakan Kelas Terhadap Siswa Kelas V SDN Cibingbin 2 Kecamatan Pasirkuda Kabupaten Cianjur)

Gunadi

0904547

DISETUJUI DAN DISAHKAN OLEH : Pembimbing I,

Drs. Dede Somarya, M.Pd. NIP. 195803051984031002

Pembimbing II,

Drs. Muslim, M.Pd. NIP. 196406061990031003

Diketahui,

Ketua Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

(4)

iv Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

ABSTRAK

PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TEKNIK JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM

PEMBELAJARAN IPA PADA MATERI PERISTIWA ALAM

Oleh Gunadi 0904547

(5)

v Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

ABSTRACT

APPLYING OF MODEL COOPERATIVE LEARNING TECHNIQUE

JIGSAW TO INCREASE LEARNING RESULT OF STUDENT IN STUDY

OF IPA AT ITEMS GROWTH OF EVENT NATURE

By Gunadi 0904547

Intention of research is to know process and planning and also learning result of student after following study.

In this research is used by method Penelitian Tindakan Kelas (PTK) which is adaptation model Kemmis & Mc. Taggart with two cycle. this Research Subjek is class student of V SD Negeri Cibingbin 2 Kecamatan Pasirkuda Kabupaten Cianjur with amount of student 25 one who consist of 9 boys and 16 girls.

Result of research is as follows : at cycle of I learning result of student that is 69.8 with learning result criterion enough, this number after reached goals of KKM that is 63. Learning result of student at cycle of II mount to become 77,2 with learning result criterion of goodness. Make-Up of storey level of learning result of student of each cycle in cycle of I there is still 1 student people which including learning result criterion less, in cycle of II more mounting namely 3 student people which including understanding criterion very good.

(6)

v Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... i

UCAPAN TERIMA KASIH... ii

ABSTRAK... iv

DAFTAR ISI... v

DAFTAR TABEL... vii

DAFTAR GAMBAR... viii

DAFTAR GRAFIK……….. ix

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah... 3

C. Tujuan Penelitian ……… 4

D. Manfaat Penelitian... 5

E. Hipotesis Tindakan………. 5

F. Definisi Operasional... 5

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Cooperative Learning Teknik Jigsaw... 9

B. Pembelajaran IPA.………... 15

BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian... 34

B. Model Penelitian………... 34

C. Subyek Penelitian... 36

D. Prosedur Penelitian... 37

E. Instrumen Penelitian………... 39

F. Teknik Pengumpulan Data………. 40

(7)

vi Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

B. Pembahasan... 55

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan... 61

B. Rekomendasi... 62

DAFTAR PUSTAKA……….. 64

LAMPIRAN

(8)

vii Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

DAFTAR TABEL

Tabel Hal

4.1 Kegiatan Guru dan siswa Siklus II……… 44

4.2 Perolehan Hasil Evaluasi Pada Siklus I……….. 46

4.3 Tingkat Skor Hasil Siswa Siklus I...……….. 47

4.4 Kegiatan Guru dan siswa Siklus I...……… 50

4.5 Perolehan Nilai Evaluasi pada Siklus I dan II ……….. 51

(9)

viii Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

DAFTAR GAMBAR

Gambar Hal

2.1 Ilustrasi Kelompok Jigsaw……… 17

(10)

ix Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

DAFTAR GRAFIK

Grafik Hal

4.1 Tingkat Skor Hasil Siswa Siklus I...……….……… 47

4.2 Nilai Rata-rata Kelas Siklus I dan II………. 53

(11)

1 Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan pengenalan diri, kepribadian kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masayarakat, bangsa, dan Negara. (UUSPN, 2003).

Sekolah Dasar adalah lembaga pendidikan dasar formal dengan peserta didik usia enam sampai dengan dua belas tahun, dididik untuk menjadi manusia dewasa yang mandiri dan mampu mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga Negara dan anggota ummat manusia. Selain itu juga tempat penempaan untuk memasuki pendidikan selanjutnya ke jenjang yang lebih tinggi. (UUSPN, 2003).

Sebagai lembaga yang secara langsung mendidik anak-anak untuk dipersiapkan ke jenjang pendidikan selanjutnya, keterlibatan masyarakat serta pemerintah dituntut agar apa yang diharapkan dapat terwujud. Keterlibatan ini menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dengan adanya peningkatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat disemua sektor kehidupan.

(12)

2

Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

tersebut melalui berbagai teknik dan cara yang profesional yang ditampilkannya di kelas. Untuk itu pembekalan dan pengayaan serta pengembangan kemampuan profesional guru mutlak untuk selalu dilakukan di setiap kesempatan waktu dan suasana.

Terjadinya kesenjangan dalam proses pembelajaran khususnya dalam pembelajaran IPA terutama dalam kemampuan profesional yang ditampilkan dan dimiliki guru, guru kurang memperhatikan perkembangan sekitar, sangat tergantung pada buku paket, tidak ada upaya untuk pengembangan materi, minimnya penggunaan media dan alat peraga, dan kurang memperhatikan kebutuhan siswa.

Akibat dari cara mengajar seperti ini, maka banyak ditemukan siswa-siswa yang pasif dalam setiap pembelajaran di kelas, tidak terjadi suasana yang bernuansa kreatif. Syarat dengan hafalan, tiada pengembangan berfikir yang dilakukan guru, membosankan, serta adanya proses pembelajaran yang tidak bermakna.

Dewasa ini sedang dikembangkan bermacam-macam model pembelajaran anak untuk menolong para guru agar dapat meningkatkan kemampuannya dalam menyampaikan pelajaran. Model pembelajaran sangat berguna bagi guru untuk menentukan apa yang harus dilakukanya dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran, terutama model Cooperative Learning.

Salah satu model Cooperative Learning yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa yaitu melalui “Model Cooperative Learning

(13)

3

Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

siswa tidak hanya mencari dan menemukan pengetahuan sebagai solusi untuk memecahkan masalah kelompoknya tetapi siswa juga dapat menjelaskan ringkasan materi di depan kelas sehingga tercipta kegiatan belajar yang Kreatif dan memotivasi siswa. Maka dengan demikian keinginan belajar siswa meningkat dan diharapkan pemahaman serta hasil belajar siswa dapat meningkat.

(Kelly dalam Romiati 2006:12) mengemukakan pengertian “Cooperative Learning adalah pengajaran yang dilakukan dalam kelompok kecil, dimana

siswa bekerja sama untuk menambah atau memperoleh hasil belajar yang optimal”.

Di kelas V Sekolah Dasar Negeri Cibingbin 2 ditemukan masalah yang menghambat pembelajaran dan hasil belajar siswa mata, dimana hasil belajar mata pelajaran IPA khususnya masih kurang dari target KKM yaitu 63. Oleh karena itu, hal tersebut perlu ditindak lanjuti yaitu dengan merencanakan penggunaan metode pembelajaran Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana perencanaan pembelajaran melalui penerapan model Cooperative Learning teknik Jigsaw pada pembelajaran IPA dikelas V

Sekolah Dasar Negeri Cibingbin 2 Kecamatan Pasirkuda Kabupaten Cianjur?

(14)

4

Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Sekolah Dasar Negeri Cibingbin 2 Kecamatan Pasirkuda Kabupaten Cianjur?

3. Bagaimana hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran IPA melalui model Cooperative Learning teknik Jigsaw dikelas V Sekolah Dasar Negeri Cibingbin 2 Kecamatan Pasirkuda Kabupaten Cianjur?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan atas permasalahan di atas, maka tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui perencanaan pembelajaran melalui penerapan model Cooperative Learning teknik Jigsaw pada pembelajaran IPA di kelas V

Sekolah Dasar Negeri Cibingbin 2 Kecamatan Pasirkuda Kabupaten Cianjur

2. Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran melalui menggunakan model Cooperative Learning teknik Jigsaw pada pembelajaran IPA di kelas V

Sekolah Dasar Negeri Cibingbin 2 Kecamatan Pasirkuda Kabupaten Cianjur.

3. Untuk mengetahui Seberapa besar peningkatan hasil siswa setelah mengikuti pembelajaran IPA dengan menggunakan model Cooperative Learning teknik Jigsaw dikelas V Sekolah Dasar Negeri Cibingbin 2

(15)

5

Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi siswa: dengan diterapkannya metode pembelajaran Jigsaw dalam pembelajaran IPA diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap materi pembelajaran serta dapat mengembangkan kemampuan IPA siswa Sekolah Dasar.

2. Bagi guru: memberikan informasi serta gambaran tentang penerapan model Cooperative Learning teknik Jigsaw dalam pembelajaran sehingga dapat melaksanakan pembelajaran yang serupa untuk materi kajian yang lain.

3. Bagi Peneliti: menambah pengalaman peneliti ketika melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan model Cooperative Learning teknik Jigsaw.

E. Hipotesis Tindakan

Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah jika model Cooperative Learning Teknik Jigsaw diterapkan di kelas V SD Negeri Cibingbin 2 dalam

pembelajaran IPA pada materi peristiwa alam maka hasil belajar siswa dapat meningkat dari pembelajaran sebelumnya.

F. Definisi Operasional

1. Cooperative Learning teknik Jigsaw

(16)

6

Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

saling ketergantungan yang positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pelajaran yang harus dipelajari dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain.

2. Hasil Belajar

(17)

34 Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Metodologi penelitian terdiri dari kata “methodology” yang berarti ilmu

tentang jalan yang ditempuh untuk memperoleh pemahaman tentang sasaran

yang ditetapkan sebelumnya. Hadi dan Haryono (Hatimah dkk, 2007:81).

Adapun yang dimaksud metode penelitian menurut Furchan (Hatimah dkk,

2007:81) adalah strategi umum yang dianut dalam pengumpulan dan analisis

data yang diperlukan, guna menjawab persoalan yang dihadapi.

Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu objek, menggunakan aturan

metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat

bagi peneliti atau orang-orang yang berkepentingan dalam rangka peningkatan

kualitas berbagai bidang. Sedangkan kelas adalah sekelompok siswa yang

dalam waktu yang sama dan tempat yang sama menerima pelajaran yang sama

dari seorang guru yang sama.Kasbolah (setiawan 2010:32)

B. Model Penelitian

Ada beberapa Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang

dikemukan oleh para ahli yaitu Model Kemmis & MC Taggart, model John

Elliot, model Kurt Lewin, model Hopkins. Dari beberapa model PTK yang

ada, maka model PTK yang digunakan dalam penelitian ini adalah model

(18)

35

Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

model yang mudah di pahami dan sesuai dengan rencana kegiatan yang akan

dilakukan peneliti yaitu satu siklus tindakan indetik dengan satu kali

pembelajaran. Depdikbud (Irman, 2010:27). Adapun alur tahapan atau fase

pada setiap siklus sebagaimana ditunjukan pada gambar 3.1, meliputi empat

hal yaitu Perencanaan (planning), Tindakan (Acting), Observasi

(Observasing), Refleksi (Reflecting).

1. Perencanaan merupakan tindakan merencanakan apa yang akan dilakukan

dalam penelitian untuk memperbaiki, meningkatkan atau membantu

peneliti dalam menggunakan model cooperative learning teknik jigsaw

pada pembelajaran IPA

2. Tindakan merupakan proses pelaksanaan penelitian dalam menggunakan

model cooperative learning teknik jigsaw untuk meningkatkan

pemahaman siswa pada pembelajaran IPA dari beberapa tindakan.

3. Observasi merupakan proses pelaksanaan pengamatan aktivitas siswa dan

guru dalam proses pembelajaran berlangsung yang dilakukan oleh

observer.

4. Refleksi merupakan tahap pengkajian, melihat, mempertimbangkan

terhadap proses dan hasil dampak penggunaan cooperative learning teknik

jigsaw dalam proses pembelajaran, berdasarkan hasil refleksi ini dilakukan

revisi atau perbaikan terhadap rencana awal.

Secara lebih jelas kegiatan penelitian ini dapat digambarkan sebagai

(19)

36

Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

(20)

37

Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Gambar 3.1

Desain Penelitian

(Model Kemmis & Mc. Taggart)

C. Subyek Penelitian

Subyek penelitian dalam penelitian adalah kelas V SDN Cibingbin

2 Pusat Pembinaan Pendidikan TK/SD Kecamatan Pasirkuda Kabupaten

Cianjur. yang berjumlah 25 siswa yang terdiri dari 9 orang siswa

laki-laki dan 16 orang siswa perempuan

Perencanaan

Observasi Pelaksanaan

Tindakan Refleksi

II

Perencanaan

Observasi Pelaksanaan

Tindakan Refleksi

I

(21)

38

Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

D. Prosedur Penenelitian

1. Tahap Perencanan

Sebelum penelitian dilakukan, peneliti terlebih dahulu

melaksanakan persiapan:

a. Melakukan observasi ke sekolah dan kelas yang akan dijadikan tempat

penelitian.

b. Mengidentifikasi masalah yang terjadi di kelas.

c. Berdasarkan identinfikasi masalah, peneliti memutuskan untuk

penelitian di kelas V

d. Mengurus surat izin penelitian ke Ketua Program Studi Pendidikan

Guru Sekolah Dasar.

e. Menyampaikan surat izin penelitian ke kepala sekolah untuk di setujui

2. Tahap Pelaksanaan

Prosedur yang ditempuh dalam penelitian tindakan kelas ini terdiri

dari tiga siklus. Pada setiap siklus terdiri dari satu tindakan. Pelaksanaan

setiap siklus disesuaikan dengan perubahan yang ingin dicapai

sebagaimana dalam desain yang telah dibuat tentang faktor yang

diselidiki di Siklus I

a. Perencanaan

(22)

39

Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

2) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan

cooperative learning teknik jigsaw.

3) Merncanakan membentuk kelompok-kelompok kecil berdasarkan

rengking untuk mengerjakan lembar kerja siswa.

4) Membuat Lembar Kerja Siswa, Soal evaluasi secara individual

dan lembar observasi kegiatan guru dan peserta didik.

b. Pelaksanaan

Kegiatan Awal

1) Guru mengecek kehadiran siswa.

2) Mengondisikan peserta didik untuk siap belajar.

3) Menyampaikan indikator yang diharapkan dapat dicapai.

Kegiatan Inti

1) Membentuk kelompok-kelompok kecil berdasarkan rengking

dengan jumlah 5 anggota yang disebut kelompok asal.

2) Peserta didik yang mendapatkan nomor soal yang sama

berkumpul dikelompok ahli, kelompok ahli beranggotakan 4

anggota dengan nomor soal yang sama.

3) Peserta didik dari tiap kelompok ahli mempresentasikan di depan

kelas secara bergantian.

4) Peserta didik dengan bimbingan guru membuat kesimpulan dan

menyamakan persepsi

(23)

40

Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

1) Peserta didik mengerjakan tes uji kompetensi secara individual.

3. Tahap Observasi

Melakukan penilaian terhadap peserta didik dan Observer

melakukan pengamatan terhadap kegiatan peserta didik dan guru dari

awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran dengan format lembar

observasi kegiatan guru dan peserta didik.

4. Tahap Refleksi

Hasil dari tahap pengamatan dikumpulkan untuk dianalisis dan di

evaluasi oleh peneliti, kemudian peneliti dapat merefleksi diri tentang

berhasil tidaknya yang dilakukan. Hasil dari siklus I digunakan untuk

perbaikan pada siklus II.

E. Instrumen Penelitian

Untuk pengumpulan data proses pelaksanaan tindakan dan untuk

mengetahui hasil belajar setelah pelaksanaan tindakan di gunakan beberapa

instrumen penelitian sebagai berikut:

1. Tes tertulis, digunakan untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa

khusus penguasaan materi “Peristiwa Alam”dengan menggunakan model

(24)

41

Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

2. Lembar Aktivitas Kelompok, merupakan lembar kegiatan kerjasama

dalam kelompok.

3. Lembar Observasi untuk mengukur aktivitas guru dan aktivitas siswa,

lembar observasi ini berupa catatan kegiatan guru dan Siswa dari awal

pembelajaran hingga akhir pembelajaran. Dicatat dan diamati oleh

observer.

F. Teknik Pengolahan Data

1. Teknik Pengolahan Data Hasil Observasi

a. Reduksi

Menyeleksi data dengan cara memilih dan memilah data yang

diperlukan dan membuang data yang tidak diperlukan.

b. Klasifikasi Data

Mengklasifikasi data yang diperoleh dari siklus I dan II dengan

mengacu pada RPP tujuannya untuk mengetahui aktivitas guru dan

siswa yang diharapkan terjadi juga untuk mengetahui hasil belajar

siswa yang diperoleh, dan untuk mempermudah data-data tersebut

kemudian diklasifikasikan sesuai dengan jenis datanya contonya data

tentang aktivitas siswa, akvitas guru dan hasil belajar.

c. Display Data

Mendeskripsikan data yang sudah diperoleh baik dalam bentuk

narasi , uraian atau dalam bentuk tabel juga grafik.

(25)

42

Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Menafsirkan data yang sudah didisplay baik data dalam bentuk

table atau grafik

e. Refleksi

Perencanaan dan pelaksanaan yang telah dilakukan dengan cara

memilih kekuatn yang sudah diperoleh atau kelemahan yang masih

harus ditingkatkan. Kemudian kelebihan dan kelemahan tersebu

dianalisis mengapa masih terjadi kelemahan dan bagaimana cara

engatasi kelemahan tersebut yang kemudian ditingkatkan pada

tindakan selanjutnya.

2. Teknik Pengolahan hasil Tes

Teknik pengolahan data yang di gunakan dalam penelitian ini

adalah teknik analisis data secara kuantitatif yang ditafsirkan secara

kualitatif sesuai dengan tujuan penelitian ini.

Dalam pengolahan data pada penelitian ini data yang telah

terkumpul diolah dan dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Perhitungan nilai hasil evaluasi indivual dan menghitung persentase

adalah sebagai berikut ;

Nilai = Bobot Soal x Jumlah soal.

Nilai rata-rata

X = Mean/Rata-rata

X = Simbol Skor

∑ = Jumlah

X= ∑X

(26)

43

Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu N = Jumlah Siswa

b. Menganalisis nilai rata-rata kelas pada setiap siklus dan menghitung

persentase ketuntasan belajar siswa dengan ketentuan nilai ≥ 63 atau

>63% dikatakatan tuntas dan sebaliknya jika <63 atau <63% maka

dikatakan belum tuntas.

c. Data hasil Evaluasi siklus I dan siklus II dikatagorikan Sangat Baik

(86-100), Baik (76-85), Cukup (60-75) dan Kurang (0-59)

d. Penilaian terhadap aktivitas siswa dalam kelompok dituangkan

dalam 3 katagori yaitu Kurang (60-75) atau tidak terlibat diskusi

kelompok, Sedang (76-85) atau terlibat diskusi kelompok dan Baik

(86-100), atau terlibat diskusi dengan frekuensi mengemukakan

pendapat, dihitung dengan rumus :

Nilai Aktivitas Kelompok = Aktivitas yang dikerjkan siswa

Aktivitas ideal

e. Semua hasil observasi, pencatatan hasil evaluasi siswa pada siklus I

dibandingkan dengan hasil siklus II.

(27)

61 Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan

Dari hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada pembelajaran IPA terhadap siswa kelas V SD Negeri Cibingbin 2 Kecamatan Pasirkuda

Kabupaten Cianjur tentang “Penerapan model cooperative learning teknik

jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA pada

materi Peristiwa Alam” akhirnya dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Perencanaan pembelajaran dengan menggunakan model cooperative learning teknik jigsaw yakni : Peneliti melakukan perencanaan

pembelajaran pada siklus I dan siklus II menentukan pokok bahasan yang akan diajarkan, merancang pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, merancang pembelajaran model cooperative learning teknik jigsaw

2. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model cooperative learning teknik jigsaw yakni : Peneliti melakukan absensi, apersepsi,

(28)

62

Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

3. Hasil Belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran melalui penerapan model cooperative learning teknik jigsaw yakni : Hasil belajar siswa pada siklus I dan II menunjukan bahwa 16 orang siswa tuntas belajar dan 9 orang siswa belum tuntas dengan nilai rata-rata 69,8. Pada siklus II mengalami peningkatan yaitu seluruh siswa atau 100% tuntas belajar artinya mencapai target KKM dengan nilai rata-rata 77,2. Selain hasil evaluasi hasil pengamatan observer menunjukan aktivitas siswa dalam kelompok pun menunjukan peningkatan di siklus I 77% di siklus II 88% dan termasuk kriteria Baik.

B. Rekomendasi

Berdasarkan pengalaman selama melaksanakan penelitian tindakan kelas, di kelas V SD Negeri Cibingbin 2 Kabupaten Cianjur, dengan meningkatnya hasil belajar siswa melalui penerapan model Cooperative learning teknik Jigsaw maka perlu di Rekomendasikan sebagai berikut:

1. Bagi siswa, penerapan pembelajaran Cooperative learning teknik Jigsaw untuk menghasilkan peserta didik yang bisa bekerja sama dengan sesamanya dalam pembelajaran di sekolah dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencintai pelajaran, guru dan sekolah serta siswa akan merasa lebih terdorong untuk belajar dan berpikir.

2. Bagi Guru, dapat menggunakan model pembelajaran cooperative learning teknik jigsaw dalam setiap pembelajaran, supaya ada variasi

(29)

63

Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

3. Bagi Sekolah, sebagai sumbangan yang baik dan berguna bagi sekolah itu sendiri dalam upaya meningkatkan pembelajaran IPA di sekolah.

4. Bagi Peneliti selanjutnya, guna memperoleh efektivitas dan optimalisasi penerapan pembelajaran Cooperative learning teknik Jigsaw dalam kegiatan pembelajaran, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Untuk itu bagi peneliti lain yang berminat untuk melakukan atau melanjutkan penelitian tentang penerapan pembelajaran Cooperative learning teknik Jigsaw dimungkikan terbuka lebar, hal ini dikarenakan penelitian ini

(30)

64 Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas, (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta : Depdiknas

Djoeaeriah, N. D. (2006). Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw dalam Pembelajaran Konsep Cahaya dan Sifat-sifatnya untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Skripsi FIP UPI: Tidak diterbitkan

Fidianti, F. (2009). Upaya Guru untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada konsep Masalah Sosial dalam Pembelajaran IPS Melalui Metode Jigsaw. Proposal PTK UPI: Tidak diterbitkan

Hatimah. Dkk. (2007). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Refika Aditama

Hermawan, R. Dkk. (2007). Metode Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar. Bahan Belajar Mandiri UPI Bandung : UPI Press

Hisnu, T. Dkk. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial. Untuk SD/MI Kelas V. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Irman. (2010). Optimalisasi Penggunaan Metode Demonstrasi Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Belajar Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Skripsi FIP UPI: Tidak diterbitkan

Komalasari, K. (2010). Pembelajaran Kontektual : Konsep dan Aplikasi. Bandung : Refika Aditama

Lie, A. (2010). Cooperative Learning : Mempraktikan Cooperative Learning di Ruang-ruang Kelas. Jakarta: Grassindo

Mulyadi, Y. (2010). Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V.A SDN Tarigu Kabupaten Cianjur dalam Pokok Bahasan Sifat-Sifat Cahaya Melalui Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw. Skripsi FIP Upi, Bandung: Tidak diterbitkan

Romiati, S. (2006). Penggunaan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw dalam Pembelajaran Konsep Sumber Daya Alam di kelas IV Sekolah Dasar. Skripsi FIP Upi, Bandung: Tidak diterbitkan

(31)

65

Gunadi, 2013

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPA Pada Materi Peristiwa Alam

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Peraga IPA Sederhana Pada Siswa Kelas II SDN Sindanglaya Kabupaten Cianjur. Skripsi FIP Upi, Bandung: Tidak diterbitkan

Setiawan, I. (2010). Meningkatkan Pemahaman Siswa dalam Pembelajaran IPS melalui model Cooperative Learning Teknik Jigsaw Pada Materi Jenis-Jenis Usaha Perekonomian Masyarakat. Skripsi FIP Upi, Bandung: Tidak diterbitkan

Sudjana. (2000). Strategi Pembelajaran. Bandung : Falah Production

Universitas Pendidikan Indonesia. (2010). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia

Wahyudin, U. (2006). Evaluasi Pembelajaran SD. Bahan Belajar Mandiri UPI Bandung : UPI Press

Wildan. (2010). Penggunaan Model Cooperative Tipe STAD Pada Mata Pelajaran IPS Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia

Gambar

Tabel Hal
Gambar Hal
Grafik Hal
Gambar 3.1
+2

Referensi

Dokumen terkait

Ekowisata adalah wisata berbasis alam yang melibatkan pendidikan, interpretasi dari lingkungan dan dikelola secara berkelanjutan. Perkembangan ekowisata saat ini cukup

6 Tahun 2003 Tentang Larangan Gelandangan dan Pengemis di Kota Medan dilakukan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan dan untuk mengetahui kendala- kendala yang dihadapi

Perhitungan % Efisiensi Vit.E Yang Terikat Pada Matriks GIF % Efisiensi Vitamin E yang terperangkap pada matriks:. % Efisiensi Vit.E yang terperangkap pada

Dari hasil penelitian ini disarankan kepada Bank Mandiri di Surabaya agar nantinya Bank Mandiri memberikan edukasi kepada nasabah dengan mem- berikan layanan yang berkelanjutan

Hasil analisis Location Quotient menunjukkan sektor pertanian, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, sektor konstruksi, sektor listrik, gas dan air

Peubah yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, total luas daun, bobot kering tajuk, bobot kering akar, jumlah polong berisi, jumlah polong hampa, jumlah

“Bagaimana Perilaku Sosial Remaja Tunadaksa yang Menggunakan Jejaring Sosial ” khusunya remaja tunadaksa yang menggunakan facebook. Kemudian dari. fokus penelitian yang

Prinsip kerja alat penggiling biji kopi tipe flat burr mill ini, menggunakan dua besi berbentuk bulat ( flat burr ) yang terdapat gerigi disekelilingnya berukuran lebih kecil