UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 1990
TENTANG
PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI TATA USAHA NEGARA JAKARTA, MEDAN, DAN UJUNG PANDANG
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa sesuai dengan ket ent uan Pasal 6 ayat (2) Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 t ent ang Peradil an Tat a Usaha Negara, Pengadil an Tinggi Tat a Usaha Negara perl u dibent uk di set iap ibukot a propinsi;
b. bahwa Pengadil an di l ingkungan Peradil an Tat a Usaha Negara merupakan l embaga baru yang pembent ukannya memerl ukan perencanaan sert a persiapan yang sebaik-baiknya, sehingga pel aksanaannya dil akukan secara bert ahap;
c. bahwa unt uk t ahap pert ama, dipandang perl u membent uk Pengadil an Tinggi Tat a Usaha Negara yang berkedudukan di Jakart a, Medan, dan Uj ung Pandang;
d. bahwa sehubungan dengan pert imbangan t ersebut dan sesuai pul a dengan ket ent uan Pasal 10 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 t ent ang Peradil an Tat a Usaha Negara, maka pembent ukan Pengadil an Tinggi Tat a Usaha Negara Jakart a, Medan, dan Uj ung Pandang perl u dit et apkan dengan undang-undang;
Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (1), dan Pasal 24 Undang-Undang Dasar 1945;
2. Undang-undang Nomor 14 Tahun 1970 t ent ang Ket ent uan-ket ent uan Pokok Kekuasaan Kehakiman (Lembaran Negara Tahun 1970 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2951);
3. Undang-undang Nomor 14 Tahun 1985 t ent ang Mahkamah Agung (Lembaran Negara Tahun 1985 Nomor 73, Tambahan Lembaran
ditje n Pe
ratu ran
Peru nda
ng-u ndang
Negara Nomor 3316);
4. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 t ent ang Peradil an Tat a Usaha Negara (Lembaran Negara Tahun 1986 Nomor 77, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3344);
Dengan perset uj uan
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
MEMUTUSKAN:
Menet apkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI TATA USAHA NEGARA JAKARTA, MEDAN, DAN UJUNG PANDANG.
Pasal 1
Membent uk t iga Pengadil an Tinggi Tat a Usaha Negara masing-masing:
1. Pengadil an Tinggi Tat a Usaha Negara Jakart a, berkedudukan di Jakart a; 2. Pengadil an Tinggi Tat a Usaha Negara Medan, berkedudukan di Medan;
3. Pengadil an Tinggi Tat a Usaha Negara Uj ung Pandang, berkedudukan di Uj ung Pandang.
Pasal 2
(1) Pengadil an Tinggi Tat a Usaha Negara Jakart a, daerah hukumnya mel iput i Wil ayah Daerah Khusus Ibukot a Jakart a, Propinsi Jawa Barat , Jawa Tengah, Daerah Ist imewa Yogyakart a, Jawa Timur, Kal imant an Barat , Kal imant an Sel at an, Kal imant an Tengah dan Kal imant an Timur.
(2) Pengadil an Tinggi Tat a Usaha Negara Medan, daerah hukumnya mel iput i wil ayah Propinsi Sumat era Ut ara, Daerah Ist imewa Aceh, Sumat era Barat , Riau, Sumat era Sel at an, Jambi, Bengkul u, dan Lampung.
(3) Pengadil an Tinggi Tat a Usaha Negara Uj ung Pandang, daerah hukumnya mel iput i wil ayah Propinsi Sul awesi Sel at an, Sul awesi Ut ara, Sul awesi Tengah, Sul awesi Tenggara, Mal uku, Bal i, Nusa Tenggara Barat , Nusa Tenggara Timur, Timor Timur, dan Irian Jaya.
Pasal 3
Daerah hukum Pengadil an Tinggi Tat a Usaha Negara Jakart a, Medan, dan Uj ung Pandang sebagaimana dit emukan dal am Pasal 2 Undang-undang ini, berl aku sampai t erbent uknya Pengadil an Tinggi Tat a Usaha Negara l ainnya sebagaimana dimaksud dal am Pasal 6 ayat (2) Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 t ent ang Peradil an Tat a Usaha Negara.
ditje n Pe
ratu ran
Peru nda
ng-u ndang
Pasal 4
Sengket a Tat a Usaha Negara yang pada saat t erbent uknya Pengadil an Tinggi Tat a Usaha Negara sebagaimana dimaksud dal am Pasal 1 :
a. t el ah diperiksa t et api bel um diput us ol eh Pengadil an Tinggi dal am l ingkungan Peradil an Umum di sel uruh daerah hukum sebagaimana dimaksud dal am Pasal 2, t et ap diperiksa ol eh Pengadil an Tinggi t ersebut ;
b. sudah diaj ukan kepada Pengadil an Tinggi dal am l ingkungan Peradil an Umum di sel uruh daerah hukum sebagaimana dimaksud dal am Pasal 2 t et api bel um diperiksa, dil impahkan kepada Pengadil an Tinggi Tat a Usaha Negara yang daerah hukumnya mel iput i daerah hukum Pengadil an Tinggi yang bersangkut an.
Pasal 5
Undang-undang ini mul ai berl aku pada t anggal mul ai dit erapkannya Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 t ent ang Peradil an Tat a Usaha Negara.
Agar set iap orang menget ahuinya, memerint ahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempat annya dal am Lembaran Negara Republ ik Indonesia.
Disahkan di Jakart a
pada t anggal 30 Okt ober 1990 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
SOEHARTO
Diundangkan di Jakart a
pada t anggal 30 Okt ober 1990 MENTERI/ SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA
MOERDIONO
ditje n Pe
ratu ran
Peru nda
ng-u ndang
PENJELASAN ATAS
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 1990
TENTANG
PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI TATA USAHA NEGARA JAKARTA, MEDAN, DAN UJUNG PANDANG
I. UMUM
Pengadil an Tinggi Tat a Usaha Negara sebagai bagian dal am penyel enggaraan kekuasaan kehakiman di l ingkungan Peradil an Tat a Usaha Negara, sesuai dengan ket ent uan Pasal 10 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 t ent ang Peradil an Tat a Usaha Negara, harus dibent uk dengan undang- undang. Undang-undang ini dimaksudkan unt uk memenuhi ket ent uan Pasal 10 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 t ersebut .
Sesuai dengan ket ent uan Pasal 6 ayat (2) Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986, Pengadil an Tinggi Tat a Usaha Negara berkedudukan di set iap ibukot a propinsi, dan daerah hukumnya mel iput i wil ayah propinsi yang bersangkut an.
Negara berkedudukan di set iap, ibukot a propinsi. Akan t et api sesuai dengan penj el asan umum dan penj el asan Pasal 145 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986, pembent ukannya akan dil aksanakan secara bert ahap dengan memperhat ikan baik f akt or yang bersif at t eknis maupun non t eknis.
Unt uk t ahap pert ama dal am Undang-undang ini dibent uk Pengadil an Tinggi Tat a Usaha Negara Jakart a, Medan, dan Uj ung Pandang, dengan daerah hukum sebagaimana dit ent ukan dal am Pasal 2 Undang-undang ini. Ol eh karena it u, daerah hukum Pengadil an Tinggi Tat a Usaha Negara mel iput i wil ayah propinsi sebagaimana dimaksud dal am Pasal 2. Ini berart i sengket a Tat a Usaha Negara yang pada saat t erbent uknya Pengadil an Tinggi Tat a Usaha Negara Jakart a sudah diperiksa t et api bel um diput us ol eh Pengadil an Tinggi Jakart a, Bandung, Semarang, Yogyakart a, Surabaya, Pont ianak, Banj armasin, Pal angkaraya, at au Samarinda, t et ap disel esaikan ol eh Pengadil an Tinggi yang bersangkut an.
Demikian pul a hal nya dengan sengket a-sengket a Tat a Usaha Negara yang sudah diperiksa t et api bel um diput us ol eh Pengadil an Tinggi dal am l ingkungan Peradil an Umum di sel uruh daerah hukum Pengadil an Tinggi Tat a Usaha Negara Medan at au Uj ung Pandang. Huruf b
Pasal 5
Pasal 145 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 t ent ang Peradil an Tat a Usaha Negara menent ukan bahwa penerapan Undang-undang t ersebut diat ur dengan Perat uran Pemerint ah, yait u sel ambat -l ambat nya 5 (l ima) t ahun sej ak Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986 diundangkan. Dengan ket ent uan ini, bil amana kemudian dit et apkan Perat uran Pemerint ah unt uk menyat akan dimul ainya penerapan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1986, maka t anggal mul ai dit erapkannya Undang-undang t ersebut j uga akan menj adi t anggal mul ai berl akunya secara ef ekt if Undang-undang ini.
ditje n Pe
ratu ran
Peru nda
ng-u ndang