UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 1976
TENTANG
PERUBAHAN DAN PENAMBAHAN BEBERAPA PASAL DALAM KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA BERTALIAN DENGAN PERLUASAN BERLAKUNYA KETENTUAN PERUNDANG-UNDANGAN PIDANA, KEJAHATAN PENERBANGAN,
DAN KEJAHATAN TERHADAP SARANA/ PRASARANA PENERBANGAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHAESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa hingga kini ket ent uan-ket ent uan perundang-undangan pidana bel um berl aku dal am pesawat udar a Indonesia ;
b. bahwa penguasaan pesawat udara secara mel awan hukum sert a semua perbuat an-perbuat an yang mengganggu keamanan penerbangan dan sar ana/ prasar ana penerbangan sangat merugi kan kehidupan penerbangan nasional pada khususnya, perekonomian negara sert a pembangunan nasional pada umumnya, sehingga perl u diadakan per at uran-per at uran unt uk mencegah perbuat an-perbuat an t ersebut , guna menj amin kesel amat an dan keamanan baik penumpang, awak pesawat udara, barang-barang yang berada dal am penerbangan, maupun perl indungan sar ana/ prasar ana penerbangan;
c. bahwa dal am perundang-undangan Indonesia bel um di at ur mengenai ket ent uan pidana t ent ang kej ahat an penerbangan dan kej ahat an t erhadap sarana/ prasarana penerbangan;
d. bahwa karena it u perl u diadakan perubahan dan penambahan beberapa pasal dal am Kit ab Undang-Undang Hukum Pidana;
Mengi ngat : 1. Pasal 5 ayat (1) dan Pasal 20 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945;
2. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 t ent ang Perat uran Hukum Pidana j o Undang-undang Nomor 73 Tahun 1958 t ent ang Menyat akan berl akunya undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 Republ ik Indonesi a t ent ang Perat uran Hukum Pidana unt uk
ditje n Pe
ratu ran
Peru nda
ng-u ndang
sel uruh wil ayah Republ ik Indonesia dan mengubah Kit ab Undang-undang Hukum Pidana (Lembar an Negara Tahun 1958 Nomor 127, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1660);
3. Undang-Undang Nomor 83 Tahun 1958 t ent ang Penerbangan (Lembaran Negara Tahun 1958 Nomor 159, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1687) ;
4. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1976 t ent ang Pengesahan Konvensi Tokyo 1963, Konvensi The Hague 1970 dan Konvensi Mont real 1971 (Lembaran Negara Tahun 1976 Nomor 18, Tambahan Lembar an Negara Nomor 3076);
Dengan perset uj uan Dewan Perwakil an Rakyat Republ ik Indonesia,
MEMUTUSKAN :
Menet apkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PERUBAHAN DAN PENAMBAHAN BEBERAPA PASAL DALAM KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM Pl DANA BERTALIAN DENGAN PERLUASAN BERLAKUNYA KETENTUAN PERUNDANG-UNDANGAN PIDANA, KEJAHATAN
PENERBANGAN, DAN KEJAHATAN TERHADAP
SARANA/ PRASARANA PENERBANGAN.
Pasal I
Mengubah dan menambah Pasal 3 dan Pasal 4 angka 4 yang t ercant um dal am Bab I Kit ab Undang-undang Hukum Pidana sehingga berbunyi sebagai ber ikut :
1. Pasal 3
Ket ent uan pidana dal am perundang-undangan Indonesia berl aku bagi set iap orang yang di l uar Wil ayah Indonesia mel akukan t indak pidana di dal am kendaraan ai r at au pesawat udara Indonesia.
2. Pasal 4 angka 4.
Sal ah sat u kej ahat an yang t ersebut dal am Pasal -pasal 438, 444 sampai dengan Pasal 446 t ent ang pembaj akan l aut dan Pasal 447 t ent ang penyerahan kendar aan air kepada kekuasaan baj ak l aut dan Pasal 479 huruf j t ent ang penguasaan pesawat udara secara mel awan hukum, Pasal 479 hur uf 1, m, n, dan o t ent ang kej ahat an yang mengancam kesel amat an penerbangan sipil .
Pasal II
ditje n Pe
ratu ran
Peru nda
ng-u ndang
Menambah 3 (t iga) pasal bar u dal am Bab IX Kit ab Undang-Undang Hukum Pidana set el ah Pasal 95 yang berbunyi sebagai berikut :
1. Pasal 95 a.
(1) Yang dimaksud dengan "pesawat udara Indonesia" adal ah pesawat udara yang didaf t arkan di Indonesia ;
(2) Termasuk pul a pesawat udara Indonesi a adal ah pesawat udara asing yang di sewa t anpa awak pesawat dan dioper asikan ol eh perusahaan penerbangan Indonesia.
2. Pasal 95 b. ;
Yang dimaksud dengan "dal am penerbangan" adal ah sej ak saat semua pint u l uar pesawat udar a dit ut up set el ah nai knya penumpang (embarkasi) sampai saat pint u dibuka unt uk penurunan penumpang (disembarkasi).
Dal am hal t erj adi pendar at an dar urat penerbangan di anggap t erus berl angsung sampai saat penguasa yang berwenang mengambil al ih t anggungj awab at as pesawat udara dan barang yang ada di dal amnya.
3. Pasal 95 c.
Yang dimaksud dengan "dal am dinas" adal ah j angka wakt u sej ak pesawat udara di siapkan ol eh awak darat at au ol eh awak pesawat unt uk penerbangan t ert ent u, hingga set el ah 24 j am l ewat sesudah set iap pendarat an.
Pasal III
Menambah sebuah Bab bar u set el ah Bab XXIX Kit ab Undang-Undang Hukum Pidana dengan Bab XXIX A t ent ang Kej ahat an Penerbangan dan Kej ahat an t erhadap sarana/ prasarana Penerbangan yang t erdi ri dari Pasal 479 huruf a sampai dengan Pasal 479 huruf r yang berbunyi sebagai berikut :
1. Pasal 479 a.
(1) Barang siapa dengan sengaj a dan mel awan hukum menghancurkan, membuat t idak dapat di pakai at au merusak bangunan unt uk pengamanan l al u l int as udar a at au menggagal kan usaha unt uk pengamanan bangunan t ersebut , dipidana dengan pidana penj ar a sel ama-l amanya enam t ahun;
(2) Dengan pidana penj ara sel ama-l amanya sembil an t ahun j ika karena perbuat an it u t imbul bahaya bagi keamanan l al u l i nt as udara;
(3) Dengan pidana penj ar a sel ama-l amanya l ima bel as t ahun j ika karena perbuat an it u mengakibat kan mat i nya orang.
2. Pasal 479 b.
ditje n Pe
ratu ran
Peru nda
ng-u ndang
(1) Barang siapa karena keal paannya menyebabkan hancurnya, t idak dapat dipakai nya at au rusaknya bangunan unt uk pengamanan l al u l int as udara, at au gagal nya usaha unt uk pengamanan bangunan t ersebut , dipidana dengan pidana penj ara sel ama-l amanya t iga t ahun ;
(2) Dengan pidana penj ara sel ama-l amanya l ima t ahun, j ika karena perbuat an it u t imbul bahaya bagi keamanan l al u l int as udara; (3) Dengan pidana penj ara sel ama-l amanya t uj uh t ahun, j ika karena
perbuat an it u mengakibat kan mat inya orang.
3. Pasal 479 c.
(1) Barang siapa dengan sengaj a dan mel awan hukum menghancurkan, merusak, mengambil at au memindahkan t anda at au al at unt uk pengamanan penerbangan, at au menggagal kan bekerj anya t anda at au al at t er sebut , at au memasang t anda at au al at yang kel i ru, dipidana dengan pidana penj ar a sel ama-l amanya enam t ahun;
(2) Dengan pidana penj ara sel amanya sembil an t ahun, j ika karena perbuat an it u t imbul bahaya bagi keamanan penerbangan ;
(3) Dengan pidana penj ara sel ama-sel amanya dua bel as t ahun, j ika karena perbuat an it u t imbul bahaya bagi keamanan penerbangan dan mengakibat kan cel akanya pesawat udara ;
(4) Dengan pidana penj ar a sel ama-sel amanya l i ma bel as t ahun, j i ka karena perbuat an it u t imbul bahaya bagi keamanan penerbangan dan mengakibat kan mat inya orang.
4. Pasal 479 d.
Barang siapa karena keal paan menyebabkan t anda at au al at unt uk pengamanan penerbangan hancur, rusak, t erambil at au pindah at au menyebabkan t idak dapat bekerj a at au menyebabkan t erpasangnya t anda at au al at unt uk pengamanan penerbangan yang kel iru, dipidana :
a. dengan pidana penj ar a sel ama-sel amanya l i ma t ahun, j ika karena perbuat an it u menyebabkan penerbangan t idak aman;
b. dengan pidana penj ara sel ama-sel amanya t uj uh t ahun, j ika kar ena perbuat an it u mengakibat kan cel akanya pesawat udara ;
c. dengan pidana penj ara sel ama-sel amanya t uj uh t ahun, j ika kar ena perbuat an it u mengakibat kan mat inya orang.
5. Pasal 479 e.
Barang siapa dengan sengaj a dan mel awan hukum, menghancurkan at au membuat t idak dapat dipakai nya pesawat udara yang sel uruhnya at au sebagian kepunyaan orang l ain, dipidana dengan pidana penj ara sel ama-sel amanya sembil an t ahun.
ditje n Pe
ratu ran
Peru nda
ng-u ndang
6. Pasal 479 f .
Barang siapa dengan sengaj a dan mel awan hukum mencel akakan, menghancurkan, membuat t idak dapat dipakai at au merusak pesawat udara, dipidana :
a. dengan pidana penj ar a sel ama-sel amanya l i ma bel as t ahun, j ika karena perbuat an it u t imbul bahaya bagi nyawa orang l ain;
b. dengan pidana penj ara seumur hidup at au pidana penj ara unt uk sel ama-sel amanya dua pul uh t ahun, j ika karena perbuat an it u mengakibat kan mat inya orang.
7. Pasal 479 g.
Barang siapa kar ena keal paanya menyebabkan pesawat udara cel aka, hancur , t idak dapat dipakai at au rusak, dipidana :
a. dengan pidana penj ar a sel ama-sel amanya l i ma t ahun, j ika karena perbuat an it u t imbul bahaya bagi nyawa orang l ain;
b. dengan pidana penj ara sel ama-l amanya t uj uh t ahun, j i ka karena perbuat an it u mengakibat kan mat inya orang.
8. Pasal 479 h.
(1) Barang siapa dengan maksud unt uk mengunt ungkan dir i sendiri at au or ang l ain dengan mel awan hukum, at as ker ugian penanggung asuransi menimbul kan kebakaran at au l edakan, kecel akaan, kehancur an, kerusakan at au membuat t idak dapat dipakainya pesawat udar a, yang dipert anggungkan t erhadap bahaya t erwuj ut di at as at au yang dipert anggungkan muat annya maupun upah yang akan dit erima unt uk pengangkut an muat annya, at aupun unt uk kepent i ngan muat an t er sebut t el ah dit erima uang t anggungan, dipidana dengan pidana penj ara sel ama-sel amanya sembil an t ahun ;
(2) Apabil a yang dimaksud pada ayat (1) Pasal ini adal ah pesawat udara dal am penerbangan, dipidana dengan pidana pel ihara sel ama-sel amanya l ima bel as t ahun;
(3) Barang siapa dengan maksud unt uk mengunt ungkan dir i sendiri at au orang l ain dengan mel awan hukum at as kerugian penanggung asur ansi , menyebabkan penumpang Pesawat udara yang dipert anggungkan t erhadap bahaya, mendapat kecel akaan, dipidana :
a. dengan pidana penj ara sel ama-l amanya sepul uh t ahun, j ika karena perbuat an it u menyebabkan l uka berat ;
b. dengan pidana penj ar a sel ama-sel amanya l i ma bel as t ahun, j ika karena perbuat an it u mengakibat kan mat inya orang.
9. Pasal 479 i .
ditje n Pe
ratu ran
Peru nda
ng-u ndang
Barang siapa dal am pesawat udara dengan perbuat an yang mel awan hukum mer ampas at au mempert ahankan perampasan at au menguasai pesawat udara dal am penerbangan, dipidana dengan pidana penj ara sel ama-l amanya dua bel as t ahun.
10. Pasal 479 j .
Barang si apa dal am pesawat udara dengan kekerasan at au ancaman keker asan at au ancaman dal am bent uk l ainnya, merampas at au mempert ahankan per ampasan at au menguasai pengendal ian pesawat udara dal am penerbangan, dipidana dengan pidana penj ar a sel ama-l amanya ama-l ima beama-l as t ahun.
11. Pasal 479 k. .
(1) Dipidana dengan pidana penj ar a seumur hidup at au pidana penj ar a sel ama-l amanya dua pul uh t ahun, apabil a perbuat an dimaksud Pasal 479 huruf i dan Pasal 479 j it u :
a. dil akukan ol eh dua or ang at au l ebih bersama-sama b. sebagai kel anj ut an permuf akat an j ahat ;
c. dil akukan dengan direncanakan l ebi h dahul u d. mengakibat kan l uka berat seseor ang ;
e. mengakibat kan ker usakan pada pesawat udara t ersebut , sehingga dapat membahayakan penerbangannya ;
f . dil akukan dengan maksud unt uk mer ampas kemerdekaan at au meneruskan merampas kemerdekaan seseorang.
(2) Jika perbuat an it u mengakibat kan mat inya seseor ang at au hancur nya pesawat udar a it u, dipidana dengan pidana mat i at au pidana penj ar a seumur hidup at au pidana penj ara sel ama-sel amanya dua pul uh t ahun.
12. Pasal 479 l .
Barang siapa dengan sengaj a dan mel awan hukum mel akukan perbuat an keker asan t erhadap seseorang di dal am pesawat udara dal am penerbangan, j i ka perbuat an it u dapat membahayakan kesel amat an pesawat udara t ersebut , dipidana dengan pidana penj ara sel ama-l amanya ama-l ima beama-l as t ahun.
13. Pasal 479 m.
Barang si apa dengan sengaj a dan mel awan hukum merusak pesawat udara dal am di nas at au menyebabkan ker usakan at as pesawat udara t ersebut yang menyebabkan t idak dapat t erbang at au membahayakan
ditje n Pe
ratu ran
Peru nda
ng-u ndang
keamanan penerbangan, dipidana dengan pidana penj ara sel ama-l amanya ama-l ima beama-l as t ahun.
14. Pasal 479 n.
Barang siapa dengan sengaj a dan mel awan hukum menempat kan at au menyebabkan dit empat kannya di dal am pesawat udara dal am dinas, dengan cara apapun, al at at au bahan yang dapat menghancurkan pesawat udara at au menyebabkan ker usakan pesawat udara t ersebut yang Membuat nya t idak dapat t erbang at au menyebabkan kerusakan pesawat udar a t ersebut yang dapat membahayakan keamanan dal am penerbangan, pidana dengan pidana penj ara sel ama-l amanya l ima bel as t ahun.
15. Pasal 479 o.
(1) Dipidana dengan pidana penj ar a seumur hidup at au pidana penj ar a sel ama-l amanya dua pul uh t ahun apabil a perbuat an dimaksud Pasal 479 huruf 1, Pasal 479 hur uf m, dan Pasal 479 huruf n it u:
a. dil akukan ol eh dua or ang at au l ebih bersama-sama b. sebagai kel anj ut an dari permuf akat an j ahat
c. dil akukan dengan direncanakan l ebi h dahul u d. Mengakibat kan l uka berat bagi seseorang.
(2) Jika perbuat an it u mengakibat kan mat inya seseorang at au hancurnya pesawat udara it u, dipidana dengan pidana mat i at au pidana penj ar a seumur hidup at au pidana penj ara sel ama-l amanya dua pul uh t ahun.
16. Pasal 479 p.
Barang si apa memberikan ket er angan yang diket ahuinya adal ah pal su dan karena perbuat an it u membahayakan keamanan pesawat udara dal am penerbangan, dipidana dengan pidana penj ar a sel ama-l amanya l ima bel as t ahun.
17. Pasal 479 q.
Barang si apa di dal am pesawat udara, mel akukan perbuat an yang dapat membahayakan keamanan dal am pesawat udara dal am penerbangan, dipidana dengan pidana penj ar a sel ama-l amanya l ima t ahun.
18. Pasal 479 r.
ditje n Pe
ratu ran
Peru nda
ng-u ndang
Barang siapa di dal am pesawat udara mel akukan perbuat an-perbuat an yang dapat mengganggu ket ert iban dan t at at ert ib di dal am pesawat udara dal am penerbangan, dipidana dengan pidana penj ar a sel ama-l amanya sat u t ahun.
Pasal IV
Undang-undang ini mul ai berl aku pada t anggal diundangkan.
Agar supaya set iap orang dapat menget ahui nya, memerint ahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempat annya dal am Lembaran Negar a Republ ik Indonesia.
Disahkan di Jakart a
pada t anggal 27 April 1976 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
SOEHARTO JENDERAL TNI.
Diundangkan di Jakart a pada t anggal 27 April 1976 MENTERI/ SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA,
SUDHARMONO, SH.
ditje n Pe
ratu ran
Peru nda
ng-u ndang
PENJELASAN ATAS
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 1976
TENTANG
PERUSAHAN DAN PENAMBAHAN BEBERAPA PASAL DALAM KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA BERTALIAN DENGAN PERLUASAN BERLAKUNYA KETENTUAN PERUNDANG-UNDANGAN PIDANA, KEJAHATAN PENERBANGAN, DAN
KEJAHATAN TERHADAP SARANA/ PRASARANA PENERBANGAN
PENJELASAN UMUM
Dal am rangka mel aksanakan Pembangunan Nasional , peningkat an kegiat an ekonomi masyarakat Indonesia merupakan sal ah sat u t uj uan dimana perhubungan udara mempunyai per anan yang pent ing unt uk mencapai t uj uan t ersebut .
Sel ain dari it u angkut an mel al ui udara mempunyai art i pent ing pul a dal am menj amin kesat uan ekonomi, pol it ik dan budaya Indonesia, sehi ngga dengan demikian perl u dij amin suat u angkut an udar a yang dapat di andal kan, aman dan cepat .
Pada wakt u akhir-akhi r i ni ada kecenderungan bert ambah meningkat nya kej ahat an penerbangan, sehi ngga dapat mengurangi kepercayaan masyarakat kepada perhubungan udara dan dapat pul a mengancam perkembangan angkut an udara yang aman dan bebas dari ket akut an.
Sehubungan dengan hal t ersebut diat as, maka dipandang perl u unt uk menyusun Undang-Undang t ent ang perubahan dan penambahan beberapa pasal dal am Kit ab Undang-Undang Hukum Pidana dal am rangka memberant as kej ahat an penerbangan, mengingat bahwa dal am perundang-undangan yang berl aku sekar ang bel um ada ket ent uan t ent ang kej ahat an penerbangan. Dengan demikian maka dapat diperol eh suat u dasar dan kepast i an hukum unt uk menj at uhkan pidana at as perbuat an t er sebut .
Kemudian mengi ngat sif at rawannya angkut an udara, dimana j aminan kesel amat an dan keamanan merupakan unsur yang amat vit al sehingga pengamanan merupakan t uj uan yang amat pent ing.
Dengan demikian set iap gangguan t er hadap kesel amat an pesawat udara dal am penerbangan dan ket enangan dal am pesawat dapat mengakibat kan bahaya yang l ebih besar dan l angsung daripada perbuat an-perbuat an gangguan t erhadap kendar aan angkut an darat dan kapal at au kendaraan ai r.
Berhubung dengan it u diperl ukan suat u usaha unt uk memberant as at aupun mencegah seseorang mel akukan kej ahat an t ersebut .
Maka t erhadap kej ahat an penerbangan ini perl u diber ikan ancaman pidana yang berat .
Undang-undang i ni disusun dengan mer ubah dan menambah ket ent
uan-ditje n Pe
ratu ran
Peru nda
ng-u ndang
ket ent uan dal am Kit ab Undang-Undang Hukum Pidana, yait u dengan memperl uas ruang l ingkup berl akunya Pasal 3 dan 4 dari Buku I sert a menambah Buku I Bab IX dengan Pasal 95a, 95b, dan Pasal 95c, j uga dit ambahkan dal am Buku II Bab XXIX A t ent ang Kej ahat an Penerbangan dan Kej ahat an t er hadap Sarana/ Prasarana Pener bangan.
Kej ahat an t erhadap sarana/ pr asarana pener bangan sebagaimana di at ur dal am Pasal 479 a sampai dengan Pasal 479 d Undang-undang i ni l ai n si f at nya dengan pel anggar an sebagaimana t ercant um dal am Pasal 15 ayat (1) e Undang-undang Nomor 83 Tahun 1958.
Dengan demikian maka dal am Undang-undang ini pasal -pasal yang sudah ada dal am Kit ab Undang-Undang Hukum Pidana, diperl uas ruang l ingkupnya sehingga pengert i an j ur isdiksi kr iminil Republ ik Indonesi a mencakup pesawat udara Indonesia.
Disamping it u dit ambahkan ket ent uan-ket ent uan baru sebagai akibat daripada perkembangan dal am duni a penerbangan. Perubahan-perubahan dan t ambahan dal am Kit ab Undang-Undang Hukum Pidana di at as merupakan pel aksanaan kewaj iban Republ ik Indonesi a sebagai pesert a dal am t iga konvensi t er sebut dal am Konsiderans
Undang-undang i ni, di samping didorong ol eh kei nginan unt uk mer ubah Kit ab Undang-Undang Hukum Pidana agar l ebih sesuai dengan keadaan masa ki ni.
PENJELASAN PASAL DEMI PASAL
Pasal I
1. Pasal 3
Ket ent uan i ni dimaksudkan unt uk memperl uas berl akunya Pasal 3 Undang-Undang Hukum Pidana, yait u t ermasuk j uga t indak pidana yang dil akukan ol eh siapapun di dal am pesawat udara Indonesia, t et api pesawat t er sebut berada dil uar wil ayah Indonesia.
2. Pasal 4 angka 4
Ket ent uan ini dimaksudkan agar supaya perat uran pidana dal am perundang-undangan Indonesi a berl aku j uga bagi set i ap or ang yang berada dil uar wil ayah Indonesi a yang mel akukan t indak pidana kej ahat an penerbangan at au kej ahat an yang mengancam kesel amat an penerbangan.
Pasal II
Maksud dan t uj uan dari ket ent uan i ni adal ah memberikan perumusan pengert i an pesawat udara Indonesi a " dal am penerbangan" dan "dal am
ditje n Pe
ratu ran
Peru nda
ng-u ndang
dinas". Pesawat udara yang dimaksud dal am Undang-Undang i ni adal ah pesawat udara sebagaimana t ercant um dal am Undang-Undang Penerbangan yang berl aku dan pada saat ini dal am Undang-Undang Nomor 83 Tahun 1958 t ent ang Penerbangan.
Sedangkan yang dimaksud dengan pengert ian pesawat udara Indonesia dal am pasal 95 a adal ah pesawat udara yang didaf t ar di Indonesia t ermasuk pul a dal am pengert ian ini pesawat udara asing yang disewa t anpa awak dan dioperasikan ol eh perusahaan penerbangan Indonesia.
Yang dimaksud dengan penguasa yang ber wenang dal am Pasal 95 b adal ah pej abat Pemeri nt ah set empat yang mempunyai kewenangan unt uk mengambil al ih penguasaan at as pesawat besert a i si nya dari capt ain pesawat hi ngga pej abat yang berwenang dar i Pemeri nt ah dibidang perhubungan udar a t iba, unt uk mengambil al ih penguasaan at as pesawat besert a isinya.
Pasal III
Ket ent uan ini dimaksudkan unt uk menambah Bab baru dal am Kit ab Undang-Undang Hukum Pidana set el ah Bab XXIX t ent ang Kej ahat an Pel ayaran, yait u Bab XXIX A t ent ang Kej ahat an Penerbangan dan kej ahat an t erhadap Sarana/ Pr asarana Penerbangan yang t erdiri dari Pasal 479 hur uf a sampai dengan Pasal 479 huruf r.
1 . Pasal 479 a.
Yang dimaksudkan dengan bangunan adal ah f asil it as penerbangan yang digunakan unt uk keamanan dan pengat uran l al u l int as udara sepert i t erminal , bangunan, menar a, r ambu udara, penerangan, l andasan sert a f asil it as-f asil it as l ainnya, t ermasuk bangunannya maupun inst al asi nya.
2. Pasal 479 b. Cukup j el as
3. Pasal 479 c.
Yang dimaksud dengan t anda at au al at adal ah f asil it as penerbangan yang digunakan ol eh at au bagi pesawat udara unt uk secara aman dapat mendarat at au t i nggal l andas (t ake of f ) sepert i t anda at au al at l andasan (runway-marking) t ermasuk gar is di t engah l andasan (runway- count erl ine-marki ng), t anda penunj uk/ kordi nat l andasan (runway-designat ion-marking), t anda uj ung l andasan (r unway-t hreshol d-marking) dan t anda adanya ri nt angan l andasan (obst acl e-marking) t ermasuk l ampu t anda pemancar radio, l ampu t anda menar a l al u l int as udara dan l ampu t anda gedung set asiun udara dan l ai n sebagai nya.
Pengert i an "memasang t anda at au al at yang kel iru" dapat j uga ber upa perbuat an pemasangan yang kel i ru dar ipada al at at au t anda yang
ditje n Pe
ratu ran
Peru nda
ng-u ndang
dil akukan dengan sengaj a dan mel awan hukum.
4. Pasal 479 d. Cukup j el as.
5. Pasal 479 c.
Pesawat udara dal am pasal i ni ial ah pesawat udara yang berada di darat yait u t idak dal am penerbangan at au masih dal am persiapan ol eh awak darat at au ol eh awak pesawat unt uk penerbangan t ert ent u.
6. Pasal 479 f . Cukup j el as.
7. Pasal 479 g. Cukup j el as.
8. Pasal 479 h. Cukup j el as.
9. Pasal 479 i . Cukup j el as.
10. Pasal 479 j .
Ket ent uan pasal ini mengat ur t indak pidana kej ahat an penerbangan yang l azim dikenal dengan nama "pembaj akan pesawat udar a".
11. Pasal 479 k.
Syarat -syar at yang t ercant um dal am ayat (1) sub a sampai dengan f merupakan syar at -syar at al t ernat ip bagi pemberat an pidana dari pidana yang. dimaksud dal am Pasal 479 hur uf i dan Pasal 479 hur uf j .
12. Pasal 479 l . Cukup j el as.
13. Pasal 479 m. Cukup j el as.
14. Pasal 479 n. Cukup j el as.
15. Pasal 479 o.
Pasal ini adal ah pemberat an dari t indak pidana Pasal 479 hur uf 1, m, dan n. Syar at -syar at yang t ercant um dal am ayat (1) sub a, b, c dan d merupakan syar at -syar at al t ernat ip bagi pemberat an pidana dari pidana
ditje n Pe
ratu ran
Peru nda
ng-u ndang
yang dimaksud dal am huruf l , m, dan n.
16. Pasal 479 p.
Yang diat ur ol eh pasal ini adal ah t indakan yang sering t erj adi sepert i pemberit ahuan adanya ancaman bom l ewat t el epon at au al at komunikasi l ainnya.
17. Pasal 479 q.
Perbuat an yang dapat membahayakan keamanan pesawat udara dal am penerbangan adal ah perbuat an yang nyat a-nyat a membahayakan keamanan penerbangan sepert i membuka pint u darurat at au pint u ut ama, merusak al at -al at pel ampung at au al at -al at penyel amat l ainnya.
18. Pasal 479 r.
Yang dimaksud dal am pasal i ni dengan perbuat an yang nyat a-nyat a bert ent angan dengan ket ert iban, dan t at at er t ib (disipl in) dal am pesawat udara adal ah dengan sengaj a mabuk-mabukan, membuat onar , kegaduhan dan l ain sebagai nya.
Pasal IV
Cukup j el as.
ditje n Pe
ratu ran
Peru nda
ng-u ndang