• Tidak ada hasil yang ditemukan

J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 1946

TENTANG

PEMBAHARUAN KOMITE NASIONAL PUSAT.

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : bahwa perl u diadakan pembaharuan susunan Komit e Nasional Pusat ;

Mengingat : Keput usan Rapat Pl eno Komit e Nasional Pusat pada t anggal 3 Maret t ahun 1946; di Surakart a; Perat uran Pemerint ah Nomor 2 Tahun 1946; pasal 5 ayat 1, pasal 20 ayat 1, At uran Peral ihan pasal IV Undang-Undang Dasar dan Makl umat Wakil -Presiden Republ ik Indonesia No. X t anggal 16 Okt ober 1945.

Dengan perset uj uan Badan Pekerj a Komit e Nasional Pusat .

Memut uskan : Menet apkan perat uran sebagai berikut :

UNDANG-UNDANG PEMBAHARUAN SUSUNAN KOMITE NASIONAL PUSAT.

Pasal 1.

1. Juml ah anggaut a Komit e Nasional Pusat ial ah 200 orang yang t erbagi dal am :

a. 110 orang yang dit et apkan menurut pemil ihan daerah;

b. 60 orang wakil -wakil perkumpul an pol it ik, dan

c. 30 orang yang dit unj uk ol eh Presiden.

2. Pembagian dal am gol ongan-gol ongan hanya berl aku guna pembent ukan.

(2)

2. Pembagian menurut daerah dit et apkan sebanding dengan banyaknya penduduk berdasarkan cacah j iwa 1930 dengan progressie (kemaj uan) yang didapat t iap-t iap t ahun.

3. Dal am menet apkan angka perimbangan dari j uml ah anggaut a pada umumnya

dibul at kan ke at as. Berdasarkan kebij aksanaan pembul at an dapat dil akukan menyimpang dari penet apan t ersebut .

Pasal 3.

1. Guna menet apkan pemil ih-pemil ih dal am t iap-t iap karesidenan di daerah Jawa,

maka dal am t iap-t iap kawedanan dibent uk sat u komisi yang t erdiri dari wakil -wakil perkumpul an pol it ik, sosial , ekonomi, dan Laskar-l askar rakyat .

2. Banyaknya wakil perkumpul an dal am komisi t ersebut pada ayat sat u ial ah

seorang buat sat u perkumpul an.

3. Juml ah anggaut a komisi ial ah sebanyak j uml ah badan-badan dan perkumpul an

yang t erdapat pada kawedanan, dengan memperhat ikan pasal 5.

Pasal 4.

1. Komisi t ersebut menet apkan daf t ar pemil ih yang t erdiri dari 10 orang yang

t inggal dal am daerah kawedanan.

2. Orang yang t idak t ergabung dal am perkumpul an j uga bol eh dimasukkan dal am Wedana bersama-sama dengan wakil -wakil perkumpul an yang ada sehingga menj adi 7.

Pasal 6.

Pemil ih-pemil ih yang dit et apkan ol eh komisi-komisi kawedanan dari sat u karesidenan bersama-sama merupakan badan pemil ih karesidenan.

Pasal 7.

1. Guna menet apkan pemil ih-pemil ih Karesidenan di daerah Sumat era diadakan

bagi t iap-t iap karesidenan sat u komisi yang sekal igus menet apkan pemil ih dari karesidenannya.

2. Komisi t erdiri dari wakil -wakil perkumpul an-perkumpul an sepert i yang dimaksud

(3)

gol ongan a yang dit et apkan buat karesidenannya.

4. Jika dal am Karesidenan yang berkepent ingan t idak t erdapat sesuat u

perkumpul an, maka Residen bersama-sama dengan Kepal a-Kepal a daerah yang l angsung dibawahnya menet apkan sebuah komisi yang t erdiri dari orang-orang cerdik pandai dal am daerahnya.

Pasal 8.

1. Guna menet apkan pemil ih-pemil ih dari daerah-daerah l ainnya maka dit iap-t iap

Propinsi diadakan suat u komisi pemil ih menurut at uran-at uran yang berl aku buat karesidenan dal am pasal 7.

2. Berhubung dengan keadaan maka Propinsi-Propinsi yang dimaksud dal am ayat 1

dapat menyel enggarakan pemil ihan di Jawa.

3. Jika bagi sesuat u Propinsi t idak ada perkumpul an yang bisa mengirimkan wakil

kepada komisi t ersebut , maka Gupernur bersama-sama dengan orang-orang cerdik pandai yang berasal dari daerahnya membent uk suat u komisi yang t erdiri

dari 7 orang. Demikian pul a j ika j uml ah perkumpul an-perkumpul an yang dapat

mengirimkan wakil nya kurang dari 5 (l ima), j uml ah anggaut a komisi dit ambah ol eh Gupernur bersama-sama dengan wakil -wakil perkumpul an yang ada it u sehingga menj adi 7 orang.

4. Jika Gupernur t idak dapat membent uk Komisi yang dimaksud dal am ayat 3

memberit ahukan kepada Badan Pembaharuan Susunan Komit e Nasional Pusat dari daerah mana ia menerima pemil ihannya.

3. Pemil ihan yang t idak dit erima ol eh orang yang dimaksud dal am ayat 2 diul angi

dengan mengingat perat uran-perat uran Undang-undang ini.

Pasal 10.

1. Guna menet apkan wakil -wakil perkumpul an yang dimaksud ol eh pasal 1 huruf b,

maka ol eh Presiden diangkat sat u Komisi yang anggaut a-anggaut anya t erdiri dari wakil -wakil perkumpul an pol it ik, yang memenuhi syarat -syarat berikut :

a. mempunyai pengurus besar.

b. mempunyai cabang-cabang dal am 10 karesidenan.

(4)

2. Juml ah wakil t iap-t iap perkumpul an di dal am komisi t ersebut dal am ayat 1 sebanyak-banyaknya 2 orang yang dit unj uk ol eh perkumpul an sendiri.

3. Komisi berapat di bawah pimpinan ket ua yang dipil ih ol eh dan dari

orang-orang yang masuk sesuat u perkumpul an.

2. Dal am menet apkan gol ongan c Presiden harus memperhat ikan adanya wakil dari

bagian warga negara yang di bawah pemerint ah kol onial t idak t ermasuk dal am gol ongan bangsa Indonesia.

3. Dal am menet apkan wakil -wakil gol ongan yang t ersebut dal am ayat 2 hendakl ah

Presiden mendengar gabungangabungan (perkumpul an-perkumpul an yang t erdapat diant ara gol ongan yang berkepent ingan).

(5)

Pasal 16.

pihak yang memil ih at au menunj uk anggaut a yang berhent i it u.

Pasal 17.

1. Unt uk menyel enggarakan pembent ukan Komit e Nasional Pusat baru ol eh

Presiden diadakan suat u badan yang dinamai Badan Pembaharuan Susunan Komit e Nasional Pusat .

2. Badan Pembaharuan berpusat di Jogyakart a dan mempunyai cabang-cabang

pada t iap-t iap karesidenan Jawa dan Sumat era dan pada t empat kedudukan Gupernur unt uk Borneo dan Mal uku, dan unt uk daerah Sul awesi dan Sunda Kecil pada t empat menurut pendapat -pendapat Pusat Badan Pembaharuan.

3. Anggaut a-anggaut a Pusat Badan Pembaharuan diangkat ol eh Presiden dan

anggaut a-anggaut a cabang Badan Pembaharuan diangkat ol eh Residen at au Gubernur yang bersangkut an.

Pasal 18.

1. Cara-cara pemil ihan anggaut a gol ongan a dit et apkan dengan perat uran yang

disusun ol eh Pusat Badan Pembaharuan.

2. Perat uran it u diumumkan dengan segal a al at penyiaran.

Pasal 19.

Unt uk menj aga j angan sampai ada pert epat an pemil ihan seorang dan/ at au penunj ukan ol eh part ai dan ol eh Presiden sebaik-baiknya dil akukan l ebih dahul u penet apan anggaut a gol ongan a, kemudian penet apan anggaut a gol ongan b, dan akhirnya penunj ukan ol eh Presiden.

Pasal 20.

Dengan berl akunya Undang-undang ini perat uran Pemerint ah No. 2 t anggal 18 April 1946 bat al .

Pasal 21.

Undang-undang ini mul ai berl aku pada hari diumumkan.

(6)

Perat uran Peral ihan.

Komit e Nasional Pusat yang l ama bubar pada saat pel ant ikan Komit e Nasional Pusat Baru, yang disusun menurut Undang-undang ini.

Dit et apkan di Yogyakart a pada t anggal 8 Jul i 1946.

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

SOEKARNO.

Diumumkan

pada t anggal 10 Jul i 1946. Sekret aris Negara,

A. G. PRINGGODIGDO.

ditje n Pe

ratu ran

Peru nda

ng-u ndang

(7)

LAMPIRAN PADA PASAL 2 AYAT 2 DAN AYAT 3.

DI JAWA : (70 orang).

1. Bant en= 2 orang, 2. Jakart a: 4 (t ermasuk Jakart a- kot a 3)= 7 orang, 3. Bogor= 4 orang, 4. Priangan= 6 orang, 5. Cirebon= 3 orang, 6. Banyumas= 4 orang, 7. Pekal ongan= 4 orang, 8. Kedu= 3 orang, 9. Semarang= 3 orang, 10. Pat i= 3 orang, 11. Boj onegoro= 3 orang, 12. Madiun= 3 orang, 13. Kediri= 4 orang, 14. Surabaya= 3 orang, 15. Mal ang= 5 orang, 16. Besuki= 3 orang, 17. Madura= 3 orang, 18. Surakart a= 4 orang, 19. Yogyakart a= 3 orang.

DI SUMATERA : : (18 orang).

1. Aceh= 2 orang, 2. Sumat era Timur= 3 orang, 3. Tapanul i= 2 orang, 4. Sumat era Barat = 3 orang, 5. Riau= 1 orang, 6. Jambi= 1 orang, 7. Bangkahul u= 1 orang, 8. Pal embang= 3 orang, 9. Bangka dan Bil it ung= 1 orang, 10. Lampung= 1 orang.

DI KALIMANTAN : (5 orang).

1. Kal imant an Barat = 2 orang, 2. Kal imant an Sel at an dan Timur= 3 orang.

DI SULAWESI : (9 orang).

1. Sul awesi Ut ara= 4 orang, 2. Sul awesi Sel at an= 5 orang.

DI SUNDA-KECIL : (4 orang)

DI MALUKU : (4 orang).

ditje n Pe

ratu ran

Peru nda

ng-u ndang

Referensi

Dokumen terkait

Ment eri Dal am Negeri menyel enggarakan usaha penghapusan desa-desa perdikan, dengan mengingat kepada keadaan masing-masing daerah dan mengingat kepent ingan

Menimbang : bahwa uang yang dikel uarkan ol eh Pemerint ah asing perl u digant i dengan uang Republ ik Indonesia sendiri; bahwa j uml ah uang yang ada dal am peredaran

dan ruj uk, menet apkan t empat kedudukan dan wil ayah pegawai pencat at nikah, j at uh masing-masing dari t angan Bupat i/ Raad Kabupat en ke t angan Ment eri Agama,

Unt uk mempersiapkan pembent ukan pemerint ahan Propinsi dan pembent ukan daerah-daerah yang berhak mengat ur dan mengurus rumah t angganya sendiri dal am l ingkungan

Lebih besarnya pendapat an negara t ersebut di samping disebabkan ol eh l ebih t ingginya pendapat an dal am negeri dari sekt or minyak bumi dan gas al am, j uga

Lebih besarnya pendapat an negara t ersebut di sebabkan ol eh l ebih t ingginya pendapat an dal am negeri dari sekt or minyak bumi dan gas al am dal am j uml ah yang cukup besar

penggant ian at au imbalan berkenaan dengan pekerj aan at au j asa yang diberikan dalam bent uk nat ura dan at au kenikmat an kecuali penggant ian at au imbalan dalam bent uk nat ura

Pengendal ian t erhadap penyel enggaraan program j aminan sosial t enaga kerj a ol eh Badan Penyel enggara sebagaimana dimaksud dal am Pasal 25 dil akukan ol eh Pemerint ah,