Informasi Dokumen
- Topik: Instrumen Akreditasi Dan Bukti Fisik
Ringkasan Dokumen
I. STANDAR ISI
Bagian ini menjelaskan tentang pelaksanaan kurikulum yang harus dilakukan oleh program keahlian berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Terdapat berbagai muatan yang harus dipenuhi, mulai dari 9 hingga 6 muatan KTSP. Setiap program keahlian diharuskan untuk melaksanakan kurikulum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
1.1. Program Keahlian Melaksanakan Kurikulum
Program keahlian harus melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan KTSP yang mencakup berbagai aspek pendidikan. Terdapat lima kategori pelaksanaan kurikulum berdasarkan jumlah muatan yang dilaksanakan, mulai dari 9 muatan hingga tidak melaksanakan KTSP sama sekali.
1.2. Juknis dan Bukti
Dokumen KTSP yang mencakup 9 muatan harus tersedia sebagai bukti pelaksanaan. Ini termasuk mata pelajaran wajib, kegiatan pengembangan diri, dan pendidikan berbasis keunggulan lokal serta global. Sekolah juga diharuskan mencantumkan bukti pendukung terkait pelaksanaan kurikulum.
II. PENGEMBANGAN KTSP
Pengembangan KTSP dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk guru, konselor, dan komite sekolah. Proses ini harus tercatat dalam dokumen resmi sebagai bukti keterlibatan. Sekolah yang tidak memiliki komite dapat menggunakan yayasan sebagai pengganti.
2.1. Proses Pengembangan
Proses pengembangan KTSP harus melibatkan tim penyusun yang terdiri dari berbagai stakeholder. Ini termasuk workshop, reviu, dan finalisasi dokumen. Ketersediaan dokumen seperti SKKNI dan SKL juga menjadi bagian penting dari pengembangan.
2.2. Pendukung dan Assessor
Dokumen pendukung seperti undangan dan notulen rapat harus disertakan untuk menunjukkan keterlibatan semua pihak. Assessor akan memeriksa ketersediaan dokumen tersebut sebagai bagian dari evaluasi.
III. KURIKULUM PROGRAM KEAHLIAN
Kurikulum program keahlian harus dikembangkan dan dilaksanakan berdasarkan prinsip perbaikan dan pengayaan layanan pembelajaran. Hal ini mencakup penggunaan kondisi alam dan sosial budaya dalam proses pembelajaran.
3.1. Prinsip Pengembangan
Pengembangan kurikulum harus memperhatikan berbagai prinsip yang mendukung perbaikan layanan pembelajaran. Ini termasuk penggunaan dokumen remedial dan pengayaan serta kegiatan yang memanfaatkan kondisi alam dan sosial budaya.
3.2. Pelaksanaan dan Assessor
Pelaksanaan kurikulum harus didukung oleh dokumen yang menunjukkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Assessor akan memeriksa bukti-bukti tersebut untuk menilai efektivitas pelaksanaan kurikulum.
IV. SILABUS DAN RPP
Silabus dan RPP harus disusun dengan memperhatikan prinsip-prinsip pendidikan yang baik, termasuk perbedaan individu dan partisipasi aktif siswa. Setiap mata pelajaran harus memiliki RPP yang lengkap dan sistematis.
4.1. Penyusunan Silabus
Silabus harus dikembangkan secara mandiri oleh guru atau kelompok guru dengan mengikuti langkah-langkah yang telah ditentukan. Ini termasuk mengidentifikasi kompetensi dasar dan merumuskan indikator pencapaian.
4.2. Assessor dan Bukti
Assessor akan memeriksa dokumen silabus dan RPP untuk memastikan bahwa semua komponen yang diperlukan telah terpenuhi. Bukti seperti daftar hadir dan notulen rapat juga harus disediakan.
V. PROSES PEMBELAJARAN
Proses pembelajaran harus dilakukan sesuai dengan langkah-langkah yang telah ditentukan, termasuk kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Penggunaan TIK dalam pembelajaran juga sangat dianjurkan.
5.1. Langkah-Langkah Pembelajaran
Setiap guru harus mengikuti langkah-langkah pembelajaran yang telah ditetapkan dalam RPP. Observasi kelas dapat dilakukan untuk memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan sesuai rencana.
5.2. Supervisi dan Evaluasi
Supervisi dilakukan oleh kepala sekolah untuk memastikan kualitas pembelajaran. Hasil supervisi harus dicatat dan dianalisis untuk perbaikan di masa mendatang.