MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
Bahasa Indonesia Keilmuan
Yang dibina oleh Bapak Zeny Dwi Cahyanto ,S.Pd
Oleh
Ulfa Nikmatul Qoriah
140432604604
UNIVERSITAS NEGRI MALANG
FAKULTAS EKONOMI
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas limpahan rahmat dan petunjuk dari-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Krisis ekonomi tahun 1998” dengan lancar sesuai waktu yang direncanakan.
Pada kesempatan kali ini kami mengucapkan terimakasih kepada : 1. Ibu Dian Rachmawati selaku pembimbing mata kuliah “Bahasa
Indonesia Keilmuan”
2. Teman-teman mahasiswa yang telah mendukung dan bersedia memberikan masukan dalam pembuatan makalah ini.
Penulis menyadari masih sangat banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengundang pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kemajuan ilmu pengetahuan ini dan semoga makalah ini bisa menyumbang sumbangsih positif bagi kita semua.
Malang, Desember 2014
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...i
DAFTAR ISI...ii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang...1
1.2 Rumusan masalah...2
1.3 Tujuan...2
BAB II PEMBAHASAN 2.1 Sejarah Singkat Krisis Ekonomi 1998...3
2.2 Penyebab terjadinya krisis ekonomi 1998...3
2.3 Solusi yang Dilakukan Pemerintah...4
BAB III PENUTUPAN 1.1 Kesimpulan...6
1.2 Saran...6
1.3 Daftar rujukan...8
1.5
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tanggal 17 Agustus 1945 pada akhirnya Indonesia dapat lepas dari jajahan negara lain, Indonesia merdeka. Namun kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan bangsa melainkan langkah awal bagi bangsa Indonesia untuk menghadapi tantangan baru yaitu menata Negara
Indonesia sendiri. Menata negara jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan merebut Negara Indonesia dari tangan para penjajah.
Bangsa Indonesia sedikit demi sedikit mulai menata sistem di Indonesia. Namun terkadang sistem yang dijalankan hasilnya tidak sesuai dengan keinginan, begitu juga dengan sistem perekonomian. Salah satu hal yang tidak diinginkan adalah peristiwa krisis ekonomi 1998 dimana kejadian ini sempat membuat perekonomian Indonesia terpuruk.
Setiap orang pasti tidak ingin mengulangi kesalahannya untuk ke-2 kalinya. Dan kesalahan terburuk perekonomian Indonesia terjadi pada tahun 1998 yaitu krisis ekonomi 1998. Dan tentu bangsa Indonesia tidak ingin krisis yang menimpa Indonesia di tahun 1998 terulang kembali. Maka dari itu dibuatlah karya tulis ini, agar pembaca dapat mempelajari krisis ekonomi 1998 agar tidak terulang kembali.
Dari sebuah peristiwa pasti ada suatu pembelajaran yang dapat kita ambil. Dan dari peristiwa krisis ekonomi 1998 dapat dipelajari apa-apa saja penyebabnya, apakah penyebab krisis ekonomi 1998 berasal dari dalam negri saja atau ada pengaruh dari perekonomian dunia, dan yang paling penting bagaimana cara untuk mengatasi krisis ekonomi 1998.
Dalam karya tulis ini pembaca akan mengetahui apa sebenarnya krisis ekonomi 1998, apadampak krisis tersebut kepada masyarakat, apa-apa saja yang menyebabkan krisis dan bagaimana pemerintah
digunakan sebagai referensi bagi perekonomian Indonesia saat ini dan masa mendatang.
1.2 Rumusan Masalah
1) Apakah yang dimaksud dengan krisis ekonomi 1998? 2) Apa penyebab terjadinya krisis ekonomi 1998?
3) Bagaimana cara pemerintah dalam menyelesaikan krisis ekonomi 1998?
1.3 Tujuan
Dibuatnya karya tulis ini diharapkan pembaca dapat mengetahui tentang krisis ekonomi 1998 dan menggunakannya sebagai pembelajaran di kehidupan masa depan. Dan juga dapat mengetahui apa-apa saja yang menyebabkan krisis ekonomi seperti krisis ekonomi 1998 sehingga dapat menghindarinya dan diharapkan tidak akan terulang lagi krisis yang sama seperti krisis ekonomi 1998.
Dan yang paling penting jika nantinya krisis yang sama seperti tahun 1998 menimpa maka dapat menggunakan krisis ekonomi 1998 sebagai referensi.
BAB II
3.1 Sejarah Singkat Krisis Ekonomi 1998
Krisis ekonomi tahun 1998 mulai terjadi pada akhir Juli 1997. Pada 30 Mei 1997 defisit transaksi berjalan membengkak, namun devisa juga berjalan membengkak. Sehingga hal tersebut tidak dikhawatirkan, sebab defisit akan tertutup oleh devisa. Dan pada tahun berikutnya Indonesia akan memulai perekonomian dari awal, setidaknya itulah yang
direncanakan pemerintah sebelum diketahui bahwa pihak swasta memiliki hutang yang besar kepada luar negri. Pihak swata kemudian meminta bantuan pada pemerintah untuk melunasi hutangnya. Dari sinilah krisis ekonomi 1998 terjadi.
Saat itu semakin lama semakin rendah nilai rupiah dan semakin banyak pula pinjaman luar negri yang dilakukan pemerintah guna membangun perekonomian Indonesia. Namun dengan Impor yang jauh lebih besar dari pada eksport, utang luar negri tidaklah banyak membantu. Krisis ekonomi 1998 membuat nilai mata uang di Indonesia mencapai titik terendahnya.
3.2 Penyebab Terjadinya Krisis Ekonomi 1998
Faktor-faktor yang memperparah adalah bahwa industrialisasi di Indonesia ternyata gagal total. Industrinya banyak, tetapi
ketergantungannya pada bahan baku impor demikian besarnya. Maka ketika nilai rupiah merosot sampai empat kali, harga bahan baku impor juga melonjak empat kali. Pabrik-pabrik yang ketergantungannya pada bahan baku impor besar, hanya tinggal menunggu waktunya untuk bangkrut.
Karena nilai rupiah pada waktu itu jatuh begitu hebat dan tidak dapat dinaikkan, maka dipakailah instrumen suku bunga. Suku Bunga Indonesia dinaikkan sampai 58% per tahun. Yang berarti hanya sedikit pabrik yang masih beroperasi, yaitu pabrik yang tidak terlalu bergantung terhadap bahan baku impor dan pabrik yang menggunakan kredit untuk membeli bahan baku impor, namun jika membeli bahan baku impor secara kredit nantinya idustri akan tetap gulung tikar karena mengalami kerugian.
bank-bank asing, dimana pihak bank asing akan mendapat keuntungan dari bunga peminjaman uang oleh perusahaan Indonesia. Sehingga pihak asing akan mulai mengusai perekonomian Indonesia.
Jadi, permasalahan utama dalam krisis ekonomi 1998 adalah ketidak ketersediaannya bahan baku untuk proses industri yang akhirnya memaksa pihak industri untuk mengimpor bahan baku. Sehingga saat nilai rupiah turun banyak perusahaan yang meminjam uang ke bank. Dimana bunga dari pinjaman sangat besar, dan banyak perusahaan yang tidak sanggup melunasinya.
Namun, dalam pihak bank juga ada penyelewengan. Banyak uang yang BI kucurkan bagi bank-bank lokal agar dikreditkan kepada
masyarakat. Terhitung pada 12 Mei 1998 BI mengucurkan dana sebanyak Rp 109,479 triliun bagi bank-bank untuk dikreditkan, dan tak sedikit bank yang menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Dan juga pihak bank memberikan bunga yang besar bagi kreditor, dimana ada bunga yang dihitung perhari bahkan dihari sabtu dan minggu pertambahan bunga tetap dihitung.
Masalah utama dalam krisis ekonomi 1998 adalah ketidak ketersediaannya bahan baku dan juga adanya penyelewengan dari pihak bank yang menggunakan dana yang diberikan BI untuk kepentingan pribadi serta tingginya tingkat bunga kredit.
3.3 Solusi yang Dilakukan Pemerintah
Penyebab krisis menurut para ahli dapat dibagi menjadi beberapa macam yaitu : Underconsumption, dimana krisis ini dilandasi dengan kelangkaan tenaga kerja. Overinvestment, dimana krisis ini terjadi
kelangkaan modal yang menyebabkan investasi negatif pertumbuhannya.
Capital scarcity, yaitu kelebihan tenaga kerja ketimbang modal yang memadai untuk memperkerjakan semua tenaga kerja.Capital abundance, yaitu kelebihan modal, sehingga harus mengekspor modal atau mengimpor tenaga kerja untuk membuat modal produktif.
keseimbangan baru pada titik yang terendah. Penyelesaian Capital
scarcity, yaitu dengan menarik minat investor agar mau berinvestasi guna menambah modal dan/atau mengekspor tenaga kerja. Penyelesaian Capital abundance, yaitu dengan mengimpor tenaga kerja dan/atau berinvestasi ke negara lain.
Banyak pakar tekemuka yang masih bingung apakah krisis ekonomi tahun 1998 termasuk dalam krisis Underconsumption atau
Overinvestment. Kemudian banyak ekonom yang sepakat bahwa krisis ekonomi tahun 1998 termasuk dalam Overinvestment, dimana di Indonesia terjadi kelangkaan modal dan minimnya investasi yang masuk.
Untuk menyelesaikan krisis ekonomi 1998, pemerintah
mendapatkan utang luar negri dari AS sebesar 11,2 miliar dollar AS untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Dan juga pemerintah sempat
BAB III
PENUTUPAN
3.1 Kesimpulan
Secara garis besar krisis ekonomi yang terjadi tahun 1998, dimulai sejak Juli 1997 dan terjadi karena industri di Indonesia yang masih belum bisa membuat bahan baku sendiri dan tingginya hutang luar negri.
Akibat dari belum bisanya industri di Indonesia membuat bahan baku sendiri ialah Indonesia harus membeli bahan baku dari luar negri, dimana impor akan jauh lebih besar daripada ekspor yang menimbulkan defisit dari negara. Dan jika dana yang disediakan untuk membeli bahan baku tidak mencukupi maka akan terjadi utang usaha. Utang usaha akan terus bertambah jika keadaan tetap seperti saat itu. Dan jika nilai rupiah turun hutang akan meningkat pesat dan banyak industri yang akan
menutup usahanya karena tidak mampu lagi membeli bahan baku. Dengan banyaknya industri yang menutup usahanya maka akan lebih sulit bagi Indonesia untuk melunasi hutangnya sebab pajak penghasilan yang merupakan sumberdana bagi pemerintah untuk melunasi hutangnya turun dengan sangat drastis.
3.2 Saran
Sebaiknya pemerintah dan pihak industri mulai belajar untuk membuat bahan baku sendiri. Dengan begitu nilai impor akan turun dan juga hutang tidak akan bertambah karena pembelian bahan baku impor. Dan juga jika Indonesia mengekspor barang dengan bahan baku sendiri maka keuntungan ekspor akan jauh lebih besar jika dibanding dengan menggunakan bahan baku impor.
membutuhkan sebesar saat menggunakan bahan baku impor. Dengan banyaknya industri yang muncul maka pajak penghasilan akan bertambah sehingga Indonesia bisa membayar hutangnya sedikit demi sedikit.
DAFTAR RUJUKAN
Gie, Kwik, Kian. 1999. Ekonomi Indonesia dalam Krisis dan Transisi Politik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Wirakartakusumah, M., Djuhari. 1999. Bayang-Bayang Ekonomi Klasik. Jakarta: Proyek Pendidikan Tenaga Akademik, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.