PENGGUNAAN MEDIA KOMPUTER UNTUK
MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DI SMP NEGERI 1 SELOPURO BLITAR
SKRIPSI
Oleh:
Niswatul Lutviani
02140066
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
PENGGUNAAN MEDIA KOMPUTER UNTUK
MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DI SMP NEGERI 1 SELOPURO BLITAR
SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar
Strata Satu Sarjana Pendidikan Islam (S.Pdi)
Oleh : Niswatul Lutviani
02140066
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
LEMBAR PERSETUJUAN
PENGGUNAAN MEDIA KOMPUTER UNTUK
MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
DI SMP NEGERI 1 SELOPURO BLITAR
SKRIPSI
Oleh: Niswatul Lutviani
02140066
Disetujui Oleh: Dosen Pembimbing
Amin Prasojo, S. Ag Nip. 150 301 115
Tanggal, 27 September 2007
Mengetahui,
Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam
Drs. Moh. Padil, M. PdI.
HALAMAN PENGESAHAN
PENGGUNAAN MEDIA KOMPUTER UNTUK
MENINGKATKAN
KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA
ISLAM
DI SMP NEGERI 1 SELOPURO BLITAR
SKRIPSI
Dipersiapkan dan disusun oleh Niswatul Lutviani (02140066)
Telah dipertahankan di depan dewan penguji pada tanggal 3 Oktober 2007 dengan nilai A Dan telah dinyatakan diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar strata satu sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)
PERSEMBAHAN
Teriring Doa dan rasa syukur yang teramat dalam, kupersembahkan karya ini
kepada :
Ayahanda H. Sangat Abdul Mu’ti S. Ag dan Ibunda Siti Nurjanah A. Ma yang
tercinta. Darinya kuperoleh arti sebuah perjuangan, ketulusan dan keteguhan hati.
Terima kasih tak terhingga untuk kasih sayang dan lantunan bait do’a yang
menemaniku sepanjang waktu. Semoga ananda menjadi seperti apa yang ayah ibu
harapakan Amien.
Adikku, Andika Dwi Candra kedalaman cintamulah yang menjadi motivasi tersendiri
untuk menyelesaikan studi ini. Semoga mbak bisa menjadi kakak yang bisa
dibanggakan.
Keluarga Bapak H. Nur Salim S.Ag dan Ibu Siti Ruhailah yang aku cintai,
yang selalu memberiku motivasi, kepercayaan, cinta dan kasih sayang untuk
selalu berusaha mempersembahkan yang terbaik.
Seseorang yang dengan izin-Nya menjadi imamku kelak (Auliya Urrahman S.
Pd), terima kasih telah menemaniku, memberi arti dalam setiap episode
kehidupan yang ku lalui dengan cinta.
Adik-adikku Zahrotul Umamah dan Ahmad Royani canda tawa, serta do’a
kalian merupakan spirit dan penghargaan terbesar dalam hidupku.
SahabatQ alumni D2 semuanya keebersamaan yang kita jalani bersama menjadi
kenangan terindah yang akan menghadirkan senyum simpul disaat telah
berpisah.
Keluarga besar VIP Cost (Ma’, Papi, Ai’, Diana, Husna, Iin,, Novi,, D cpt
Amin Prasojo, S.Ag Dosen Fakultas Tarbiyah
Universitas Islam Negeri Malang
NOTA DINAS PEMBIMBING
Hal : Skripsi Niswatul Lutviani Malang, 27 September 2007 Lamp : 4(Empat) eksemplar maupun bi tekhnik penulisan, dan setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di bawah ini:
Nama : Niswatul Lutviani NIM : 02140066
Jurusan : Pendidikan Agama Islam
Judul : Penggunaan Media Komputer Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Selopuro Blitar.
SURAT PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan, bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya, juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.
Malang, 27 September 2007
MOTTO
!
"
#
$
%
&
'
(
)
*
&
+
Bahwasannya media pembelajaran paling besar pengaruhnya bagi indra dan lebih dapat menjamin pemahaman orang yang
melihat dan mendengarkan.1
1
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmaanirrahim
Dengan iringan rasa syukur Alhamdulillah dan segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah serta taufiqnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Sholawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan cahaya Islam dan senantiasa memberikan teladan dengan akhlaknya yang mulia.
Dengan segala kemampuan dan pengetahuan, penulis curahkan untuk mewujudkan dan penyelesaikan penulisan skripsi ini.
Penulis menyadari tanpa bantuan dari berbagai pihak, skripsi ini tidak akan terselesaikan penyusunannya, sehingga penulis ucapkan banyak terima kasih kepada:
1.Bapak dan Ibu serta seluruh keluarga yang telah memberikan cinta dan kasih sayangnya serta selalu berdo'a dengan penuh kesabaran dan ketulusan demi terselesainya skripsi ini.
2.Bapak Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, selaku rektor Universitas Islam Negeri Malang.
3.Bapak Prof. Dr. H. M. Djunaidi Ghony, selaku Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang.
5.Bapak Amin Prasojo S, Ag selaku Dosen Pembimbing yang dengan ketulusan dan kesabarannya memberikan bimbingan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas akhir (Skripsi) ini dengan baik.
6.Bapak Kepala Sekolah serta Bapak Ibu Guru dan Karyawan SMP Negeri 1 Selopuro Blitar yang telah banyak membantu dengan memberi izin kepada penulis untuk mengadakan penelitian dalam rangka memperoleh data sebagai bahan penyusunan skripsi ini.
7.Segenap pihak yang telah memberi banyak motivasi dan semangatnya dalam pembuatan skripsi ini.
Namun demikian penulis menyadari bahwa, penulisan skripsi ini masih banyak kekurangan oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak selalu penulis harapkan demi penyempurnaan skripsi ini. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya maupun pembaca pada umumnya.
Alhamdulillahirabbilalamin
Malang, September 2007
DAFTAR TABEL
TABEL I : STRUKTUR ORGANISASI SMP NEGERI 1 SELOPURO BLITAR
TABEL II : KEADAAN GURU
TABEL III : KEADAAN SISWA SMP NEGERI 01SELOPURO BLITAR TABEL IV : KEADAAN SARANA DAN PRASARANA SMP NEGERI 01
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN I INSTRUMEN PENELITIAN
LAMPIRAN II DENAH RUANG KELAS SMP NEGERI 1 SELOPURO TAHUN PEMBELAJARAN 2007/2008
LAMPIRAN III FOTO KEGIATAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
LAMPIRAN IV SURAT PENGANTAR PENELITIAN LAMPIRAN V SURAT KETERANGAN PENELITIAN LAMPIRAN VI BUKTI KONSULTASI
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGAJUAN HALAMAN PERSETUJUAN HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERSEMBAHAN HALAMAN MOTTO
NOTA DINAS PEMBIMBING SURAT PERNYATAAN KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR ISI ABSTRAK
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penelitian D. Manfaat Penelitian E. Ruang Lingkup
F. Sistematika Pembahasan BAB II KAJIAN PUSTAKA
2. Fungsi dan Manfaat Media Komputer 3. Tujuan Penggunaan Media Komputer
B. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam a. Pengertian Kualitas
b. Pengertian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
c. Tujuan dan Fungsi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam C. Penggunaan Media Komputer Untuk Meningkatkan Kualitas
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Selopuro Blitar
D. Faktor Penunjang dan Penghambat Penggunaan Media Komputer Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Selopuro Blitar
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
B. Kehadiran Penelitian C. Lokasi Penelitian D. Sumber Data
E. Prosedur Pengumpulan Data F. Analisis Data
G. Pengecekan Keabsahan Data BAB IV HASIL PENELITIAN
2. Visi dan Misi SMP Negeri 1 Selopuro Blitar 3. Keadaan Guru
4. Keadaan Siswa
5. Keadaan Sarana Prasarana 6. Struktur Organisasi
B. Penggunaan Media Komputer Untuk Meningkatkan kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Selopuro Blitar
C. Faktor Penunjang dan Penghambat Penggunaan Media Komputer Untuk Meningkatkan kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Selopuro Blitar
BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
A. Penggunaan Media Komputer Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Selopuro Blitar
B. Faktor Penunjang dan Penghambat Penggunaan Media Komputer Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Selopuro Blitar
ABSTRAK
Lutviani, Niswatul, 2007, Penggunaan Media Komputer Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Selopuro Blitar. SKRIPSI, Jurusan Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Dosen Pembimbing: Amin Prasojo S. Ag.
Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan seta tekhnologi yang semakin pesat, secara langsung dan tidak langsung dalam dunia pendidikan akan mendapatkan pengaruh dari kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi (IPTEK) tersebut. Untuk itu seorang guru Pendidikan Agama Islam berusaha mengembangkan dan memajukan pendidikan. dalam kenyataan sehari-hari permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana seorang guru tersebut dalam melaksanakan tugasnya dengan baik, sebab akhir-akhir ini banyak siswa kurang memahami pelajaran. Apakah hal ini disebabkan siswa yang masih kurang aktif dalam mengikuti proses belajar mengajar atau cara mengajar guru yang monoton sehingga menyebabkan siswa pasif. Oleh karena itu untuk menghindari siswa yang pasif guru hendaknya lebih cermat dalam memilih dan menggunakan media khususnya komputer untuk menanggulangi masalah siswa yang pasif tersebutmenjadi siswa yang aktif. Berasal dari pemikiran tersebut maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang “penggunaan Media Komputer untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan Agama Islam”.
Berpijak pada latarbelakang diatas maka permasalahan yang timbul adalah: 1) Bagaimana penggunaan media komputer untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam. 2) Apa saja yang menjadi penunjang dan penghambat penggunaan media komputer untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam.
Dalam penelitian ini penulis menggunkan pendekatan kualitatif dengan teknik pengunpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapaun untuk menganalisa data dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, yakni uraiannya didasarkan pada gejala gejala yang tampak.
Dari hasil analisa, menunjukkan bahwa penggunaan media komputer untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Selopuro Blitar sudah berjalan dengan baik. Hal tersebut terlihat pada proses belajar mengajar di kelas. Adapun Faktor pendukung adalah faktor dari guru itu sendiri, faktor anak didik, faktor media pembelajaran, faktor lingkungan, sedangkan Faktor penghambatnya yaitu faktor guru, anak didik, media pembelajaran, dan lingkungan. Faktor penghambat tersebut menjadi penghambat dan menjadi kendala guru pendidikan agama Islam dalam menggunakan media komputer untuk proses belajar mengajar.
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Berkembangnya suatu bangsa tidak dilepaskan dari perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) Salah satu produk perkembangan teknologi adalah adanya sarana komunikasi yang memungkinkan manusia berhubungan antara satu dengan yang lainnya dalam waktu yang cepat dan relatif singkat. Berkembangnya IPTEK memungkinkan pesatnya perkembangan informasi, arus informasi yang serba cepat dan relative singkat. Telah memecah hambatan waktu dan ruang dalam penyampaian ataupun penerimaan berita. Tekhnologi komputer misalnya membangun setiap negara bangsa dan budaya tanpa mengenal batas bangsa, negara dan budaya.1 Temuan IPTEK telah menyebarkan hasil yang membawa kemajuan dan dampaknya terasa bagi kehidupan bagi seluruh umat manusia. Di sisi lain produk temuan dan kemajuan IPTEK itu telah mempengaruhi bagian kebudayaan dan gaya hidup manusia.
Dewasa ini perkembangan teknologi pendidikan telah bergeser dari media (alat bantu) pengajaran menjadi rujukan atau sumber belajar. Perkembangan atau perubahan ini sangat di pengaruhi oleh perkembangan
1
teknologi pendidikan khususnya perkembangan teknologi komputer dan penggunaannya dalam media sumber belajar.
Tidak dapat dipakai, perangkat lunak yang digunakan dalam dunia pendidikan sudah cukup maju, seperti penyediaan buku teks dalam format-format elektronik, dalam hal ini para guru tinggal menentukan waktu mengisyaratkan pada pelajar kapan memulai kegiatan latihan dan mengulang atau mengadakan tutorial melalui elektronik, dan peran pelajaran biasanya hanya memilih jawaban-jawaban yang benar didalam program.
Dalam proses belajar mengajar Pendidikan agama Islam, kehadiran media mempunyai arti cukup penting, mengingat selama ini hasil dari pembelajaran Pendidikan agama Islam dinilai masih kurang. Karena guru kurang memperhatikan komponen-komponen lain yang dapat membantu proses pembelajaran diantaranya metode mengajar yang di gunakan masih monoton, tanpa menggunakan media yang dapat memberikan gambaran lebih kongkrit tentang materi yangdisampaikan seringkali tujuan dan pembelajaran belum bias tercapai dengan maksimal.
media juga memiliki potensi-potensi yang unik, yang dapat membantu siswa dalam belajar.2
Media dapat mewakili apa yang kurang mampu guru ucapkan melalui kata atau kalimat tertentu, bahkan keabstrakan bahan dapat dikonkritkan dengan kehadiran media. Dengan demikian siswa lebih mudah mencerna bahan dari pada tanpa bantuan media.
Dengan tersedianya pangajaran, guru dapat menciptakan situasi yang diinginkan dalam kelas agar tidak membosankan. Untuk itu guru dituntut mampu memilih dan menggunakan media secara tepat sehingga media pengajaran benar-benar berfungsi sebagai sarana menghantarkan siswa pada tingkat pemahaman yang diharapkan. Dengan demikian tujuan pembelajaran yang sudah dirumuskan dapat tercapai secara optimal.
Kemajuan teknologi telah menghasilkan sesuatu yang sangat berharga bagi perkembangan media pengajaran dalam dunia pendidikan yaitu dengan adanya media komputer sebagai sarana penunjang aktivitas siswa. Media pengajaran ini tidak lagi menggunakan manusia (instruktur, tutor, guru) media cetak (buku-buku latihan, lembaran lepas). Media visual (transparansi, grafik, peta) atau media audio visual (video,film, televisi) untuk menyajikan materi, akan tetapi sudah menggunakan media komputer mampu menyimpan informasi atau materi dalam bentuk cetakan atau visual semata.
2
Media komputer akan lebih memudahkan siswa menerima dan mengingatkan materi yang telah disampaikan. Manfaat lain, akan memudahkan guru dalam menyimpan materi, karena dapat ditumbuhkan secara langsung kepada siswa. Suatu bukti kongkrit berupa sarana dan gambar bergerak karena media ini berhubungan langsung dengan indra penglihatan dan pendengaran.
Salah satu prasarat untuk mencapai tujuan pendidikan adalah peningkatan sumber daya manusia. Oleh karena itu, kualitas sumber daya manusia harus senantiasa ditingkatkan. Pendidikan merupakan kunci kemajuan, semakin baik kualitas pendidikan yang diselenggarakan olehsebuah lembaga pendidik, maka semakin baik kualitas generasi muda sebuah bangsa.
Pada dasarnya pemakaian komputer dalam dunia pendidikan dimaksudkan untuk mengefektifkan proses pembelajaran. Penggunaan komputer untuk proses pendidikan dapat diklasifikasikan atas “komputer sebagai alat bantu pembelajaran” dan “komputer sebagai alat bantu dalam pengelolaan”. Pemakaian komputer ini tidak dapat dipisahkan dari konsep – konsep belajar. Secara konseptual landasan pendidikan yang selama ini digunakan adalah pendekatan belajar behavioral dan kognitif.
keterlibatan langsung antara siswa dengan media pengajaran sehingga pengalaman secara langsung dapat diperoleh siswa.
Dalam usaha meningkatkan mutu pendidikan banyak bergantung pada mutu guru dalam proses belajar mengajar, maka perlu suatu sistem yang sesuai dengan tuntunan perkembangan zaman. Namun demikian, banyak yang menganggap bahwa mengajara itu masih merupakan seni yang banyak bergantung pada bakat dan kepribadian guru. Ini berarti tiap lembaga pendidikan dituntut untuk lebih meningkatkan mutu dan kualitas lembaga pendidikan tersebut agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan diharapkan mampu menumbuhkan sikap keberagaman para siswanya, sehingga lembaga pendidikan tersebut diakui oleh masyarakat sebagai lembaga yang dapat mengakomodasi segala tuntunan zaman.
Pendidikan bukanlah sekedar upaya mengiringi kelangsungan pertumbuhan individu, melainkan menitikberatkan pada perkembangan menuju kedewasaan, Dalam kehidupan masyarakat yang sebaik-baiknya. H. M. Hafi Anshari mengutip pendapat Syekh Mustafa Al – Ghalayagny yaitu :
“Pendidikan adalah menanamkan akhlak yang baik dalam jiwa generasi muda dan memberikan siraman air petunjuk serta nasehat, sehingga menjadi suatu sifat yang utama dan baik serta cinta bekerja untuk berbakti pada tanah air”.3
Dari pendapat diatas jelas kiranya bahwa pendidikan tidak hanya terfokus pada pembentukan skill atau keahlian peserta didik saja, namun
3
pembentukan moral dan mental didalam pendidikan merupakan hal yang tidak kalah pentingnya untuk ditanamkan ke dalam jiwa peserta didik. Hal ini menjadi penting, karena hal tersebut akan menjadi modal utama bagi peserta didik sebagai generasi muda penerus bangsa untuk membangun dan menunjukkan negaranya di tengah arus kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin gencar.
Dari paparan realita diatas cukup relevan bagi penulis untuk menjadikan sebagai wacana penelitian dengan judul “PENGGUNAAN MEDIA KOMPUTER UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 1 SELOPURO BLITAR”.
B. Rumusan Masalah
Dari uraian-uraian yang tertatar pada latar belakang diatas, maka penelitian diarahkan pada masalah sebagaimana yang dirumuskan yang meliputi:
1. Bagaimana penggunaan media komputer untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Selopuro Blitar?
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian dalam menulis skripsi ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui penggunaan media komputer untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Selopuro Blitar.
2. Untuk mengetahui yang menjadi faktor penunjang dan penghambat penggunaan media komputer untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Selopuro Blitar.
D. Manfaat Penelitian
Dari hasil penelitian diharapkan memberikan gambaran tentang hasil yang diperoleh:
1. Bagi Sekolah
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai wahana literatur dan motivasi serta agar lebih memanfaatkan media komputer serta agar lebih meningkatkan penggunaan media komputer ketahap yang lebih tinggi.
2. Bagi Universitas
Dapat berguna bagi praktisi pendidikan agar dijadikan sebagai motivator dalam mendayagunakan penggunaan media komputer secara maksimal dalam menunjang aktivas belajar siswa.
Hasil penelitian ini diharapkan bisa menambah wawasan dan pengalaman baru yang nantinya dapat dijadikan sebagai modal dalam meningkatkan proses belajar sesuai dengan disiplin, ilmu penulis, terutama setelah terjun ke dunia pendidikan.
E. Ruang Lingkup Penelitian
Untuk mengetahui hal-hal yang menjadikan pusat penelitian, maka perlu dikemukakan tentang ruang lingkup penelitian ini. Adapun yang menjadi ruang lingkup pada penelitian adalah sebagai berikut:
- Memberikan gambaran tentang penggunaan media komputer untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Selopuro Blitar.
- Faktor penunjang dan penghambat penggunaan media komputer untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Selopuro Blitar.
F. Sistematika Pembahasan
Sistem pembahasan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengatur dan memberikan gambaran secara garis besar mengenai masalah yang akan dibahas:
memberikan informasi bagi lembaga akan pentingnya penggunaan media komputer dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam dan bahan pertimbangan untuk penelitian lebih lanjut. Dalam bab pendahuluan ini juga memuat tentang sistematika pembahasan yang dimaksud untuk mengatur dan memberi gambaran secara garis besar mengenai masalah yang akan dibahas.
BAB II : Berisi kajian kepustakaan yang membahas tentang pengertian media komputer, fungsi dan manfaat media, kegunaan media, pengertian peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam, tujuan dan fungsi pembelajaran pendidikan agama Islam, penggunaan media komputer untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam, faktor penunjang dan penghambat penggunaan media komputer untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam.
BAB III : Berisi tentang metode penelitian yang dimulai dengan rancangan penelitian, dalam bab ini berisi tentang jenis penelitian, data dan sumber data, metode pengumpulan data dan tekhnik analisis dari penelitian yang telah penulis lakukan. BAB IV : Berisi tentang paparan hasil penelitian dalam bab ini khusus
lapangan. Hasil penelitian tersebut meliputi gambaran global obyek penelitian serta penyajian dn analisis data penelitian. BAB V : Berisi tentang analisis hasil penemuan penelitian yang
membahas tentang penggunaan media komputer untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Selopuro Blitar.
BAB VI : Merupakan penutup dari skripsi ini yang terdiri atas dua sub kesimpulan dan saran. Kesimpulan berisi tentang hasil penelitian yang diperoleh dari SMP Negeri 1 Selopuro Blitar yang diuraikan secara singkat namun jelas tentang penggunaan media komputer untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam Dan saran yang berisi tentang saran dan masukan yang ditujukan pada lembaga (SMP Negeri 1 Selopuro Blitar) untuk lebih dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
BAB II KAJIAN TEORI
A. Tinjauan tentang Pendayagunaan Media Komputer 1. Pengertian Media Komputer
Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium Secara harfiyah berarti perantara atau pengantar.4 Dalam bahasa Arab, media adalah perantara (Wasaail) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.
Menurut AECT (Association for Education and Communication Technology),
“Media diartikan sebagai segala bentuk dan saluran yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi. Sedangkan National Education Association (NEA) mendefinisikan media sebagai segala benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrument yang digunakan dalam kegiatan tersebut”.5
Gerlach & Ely (1971) menyatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis
4
Arief S. Sadiman, dkk. Media Pendidikan (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2005), hlm. 6 5
untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.
Gegne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara itu, Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Buku, film, kaset, dan film bingkai adalah contoh-contohnya. Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association) memiliki pengertian yang berbeda. Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar, dan dibaca.6 Sedangkan menurut M. Basyiruddin dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan audien (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses bnelajar pada dirinya.7
Sejalan dengan pengertian diatas, media merupakan wahana penyalur pesan atau informasi belajar, yakni segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri peserta didik.8
6
Arief S. Sadiman, dkk. Op. cit. hlm. 6 7
M. Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), hlm. 13_ 8
Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
Pengertian komputer sendiri adalah mesin yang dirancang khusus untuk memanipulasi informasi yang diberi kode, mesin elektronik yang otomatis melakukan pekerjaan dan perhitungan sederhana dan rumit. Satu unit komputer terdiri atas empat komponen dasar, yaitu input (misalnya keyboard dan writing pad), prosesor (CPU: unit pemroses data yang diinput), peenyimpanan data (memori yang menyimpan data yang akan diproses oleh CPU baik secara permanen (ROM) maupun untuk sementara (RAM), dan output (misalnya layar monitor, printer atau plotter).
Komputer dewasa ini memiliki kemampuan untuk menggabungkan dan mengendalikan berbagai peralatan lainnya, seperti CD player, Video tape, dan Audio tape. Disamping itu, komputer dapat merekam, menganalisis, dan memberi reaksi kepada respons yang diiput oleh pemakai atau siswa. Jadi pengertian Media Komputer adalah cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-sumber yang berbasis komputer.9
2. Fungsi dan Manfaat Media Komputer
9
Dewasa ini komputer memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam bidang pendidikan dan latihan. Media berfungsi untuk tujuan instruksi di mana informasi yang terdapat dalam media itu harus melibatkan siswa baik dalam benak atau mental maupun dalam bentuk aktifitas yang nyata sehingga pembelajaran dapat terjadi. Materi harus dirancang secara lebih sistematis dan psikologis dilihat dari segi prinsip belajar agar dapat menyiapkan instruksi yang efektif. Di samping menyenangkan, media pembelajaran harus dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan dan memenuhi kebutuhan perorangan siswa.
Levied & Lentz (1982) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu:
1. Fungsi Atensi merupakan inti yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan.
2. Fungsi Afektif media visual dapat terlihat dari tingkatan kenikmatan siswa ketika belajar teks yang bergambar.
4. Fungsi Kompensatoris media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali.10
Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pelajaran pada saat itu. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data dan memadatkan informasi.10
Komputer dapat menyampaikan pengajaran secara langsung kepada para siswa melalui cara berinteraksi dengan mata pelajaran pendidikan agama Islam yang telah diprogramkan kepada sistem. Inilah yang disebut pengajaran dengan komputer atau computer-assisted instruction (CAI). CAI juga bermacam-macam bentuknya bergantung
kecakapan pendesain dan pengembang pembelajarannya, biasa berbentuk permainan, mengajarkan konsep-konsep abstrak yang kemudian
10
Ibid, hlm. 16-17 10
dikonkritkan dalam bentuk visual dan audio visual yang dianimasikan. Sedangkan CMI digunakan sebagai pembantu pengajar menjalankan fungsi administrative yang meningkat, seperti rekapitulasi data siswa, database buku, kegiatan administrative sekolah seperti pencatatan pembayaran, kuitansi. Ada pelbagai macam kemungkinan penggunaanya yang meliputi model-model mengajar sehingga komputer dapat memberikan kemudahan paling efektif misalnya, sebagai tutor, latihan dan praktek, menemukan, simulasi, dan permainan.
Untuk mencari berapa jumlah kata dalam Al-Qur’an dan pada surat dan ayat berapa serta apa bunyi ayatnya tidak perlu lagi membuka fathurrahman atau almu’jam al mufahras. Begitu pula untuk mengetahui
tahun serta bulan hijriyah kelahiran seseorang dalam beberapa menit dapat ditelusuriu dengan mudah.11
1. Model Tutorial
Dalam model tutorial ini pola dasarnya mengikuti pengajaran berprogram tipe bercabang dimana informasi/mata pelajaran disajikan dalam unit-unit kecil, lalu disusul dengan pertanyaan. Respons siswa dianalisis oleh komputer dan umpan baliknya yang benar diberikan. Pelbagai alternative dilengkapkan kepada komputer itu, dan pelbagai tutorial yang bersifat adaptif disesuiakan kepada perbedaan-perbedaan individual.
11
2. Model Praktek dan Latihan
Dalam mempergunakan model ini hendaknya semua konsep, peraturan, atau prosedur terlebih dahulu sudah dipelajari oleh siswa. Program ini akan membimbing siswa melalui serangkaian contoh yang kemudian meningkat pada ketangkasan dan kelancaran dalam mempergunakan ketrampilan. Prinsipnya adalah penguatan secara tetap terhadap seluruh jawaban siswa yang betul. Model latihan dan praktek ini sangat cocok untuk tujuan latihan pelajaran matematika, praktek menterjemahkan bahasa asing, latihan membentuk kosakata.12
3. Model Penemuan
Penemuan adalah istilah umum untuk menjelaskan kegiatan yang mempergunakan pendekatan induktif dalam pengajaran, misalnya penyajian masalah-masalah yang dipecahkan oleh siswa dengan cara mencoba-coba. Model ini mendekati kegiatan belajar di laboratorium dan kegiatan belajar nyata yang biasa dilakukan di luar kelas. Melalui pemecahan bercabang yang rumit serta kemampuan komputer menyimpan data, lebih banyak siswa yang memusatkan belajar di laboratorium untuk lapangan ilmu pengetahuan sosial, matematika dan lain-lain.
4. Model Simulasi
12
Model ini siswa dihadapkan kepada situasi kehidupan nyata. Misalnya komputer Hammurabi yang terkenal dapat memperagakan para pemeran dalam mengeluarkan peraturan-peraturan ekonomi bagi sebuah negeri agrarian kecil pada zaman lampau. Pelbagai persoalan manajemen bisnis dan eksperimen laboratorium di lapangan ilmu pengetahuan fisika adalah contoh pelajaran terkenal lainnya untuk bahan simulasi komputer.
5. Model Permainan
Kegiatan permainan dapat mengakibatkan unsur-unsur simulasi. Seperti halnya permainan biasa mengakibatkan unsur-unsur pengajaran, bergantung pada ada tidaknya ketrampilan yang dipraktekkan dalam permainan itu sebagai kegiatan akademis, dan hal itu berhubungna erat dengan tujuan instruksional khusus yang telah dirumuskan sebelumnya. Tujuan akhir adalah manfaat belajar dari komputer itulah yang harus diperhatikan. Para guru yang telah bereksperimen dalam mempergunakan komputer hendaknya mengizinkan pemakaiannya sebagai permainan hiburan dengan tujuan untuk melengkapi kegiatan belajar siswa. Bila dipergunakan dalam kegiatan-kegiatan pengajaran permainan, komputer akan dapat mendukung kerangka dalam belajar siswa, terutama dalam hal melatih ulang.13
13
Penggunaan komputer sebagai media pembelajaran secara umum mengikuti proses instruksional sebagai berikut :
1. Merencanakan, mengatur dan mengorganisasikan, dan menjadwalkan pengajaran
2. Mengevaluasi siswa (tes)
3. Mengumpulkan data mengenai siswa
4. Melakukan analisis statistic mengenai data pembelajaran
5. Membuat catatan perkembangan pembelajaran (kelompok atau perseorangan)
3. Tujuan Penggunaan Komputer dalam Pembelajaran
• Untuk Tujuan Kognitif :
• Untuk Tujuan Psikomotor :
Terminal komputer merupakan alat tentang “dunia nyata” yang sangat bagus untuk mengajarkan programming dan kecakapan yang serupa bila siswa mau bekerja dengan terminal-terminal kerja. Bila digunakan dengan peralatan yang disimulasikan, merupakan alat yang sangat bagus untuk menciptakan kondisi dunia yang sebenarnya, beberapa contoh yang khas ialah: simulasi pendaratan pesawat terbang, melabuhkan kapal laut, atau berbagai latihan darurat. Dalam beberapa hal, seperangkat model, atau barang tiruan dapat digunakan agar siswa dapat melihat hasilnya.
• Untuk Tujuan Afektif
Sangat berguna bila digunakan seperti yang diungkapkan dalam tujuan psikomotor atau digunakan untuk mengontrol bahan-bahan film dan video.14
B. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
a. Pengertian Kualitas
Konsep peningkatan kualitas pendidikan merupakan salah satu unsur dari paradigma baru pengelolaan pendidikan di Indonesia. Paradigma tersebut mengandung atribut pokok yaitu relevan dengan
14
kebutuhan masyarakat pengguna lulusan, suasana akademik yang kondusif dalam penyelenggaran program studi, adanya komitmen kelembagaan dari pada pimpinan dan staf terhadap pengelolaan organisasi yang efektif dan produktif, berkelanjutan program studi, serta efisien program secara selektif berdasarkan kelayakan dan kecukupan. Dimensi-dimensi tersebut mempunyai kedudukan dan fungsi yang sangat strategis untuk merancang dan mengembangkan usaha penyelenggaraan pendidikan yang berorientasi kualitas pada masa yang akan datang.
Mutu sama dengan arti kualitas dapat diartikan sebagai kadar atau tingkatan dari sesuatu, oleh karena itu kualitas mengandung pengertian:
a. Tingkat baik dan buruknya suatu kadar
b. Derajat atau taraf (kepandaian, kecakapan, dan sebagainya); mutu.15
Dalam konteks pendidikan pengertian mutu, dalam hal ini mengacu pada proses pendidikan dan hasil pendidikan. Dalam “proses pendidikan” yang bermutu terlibat berbagai input, seperti: bahan ajar (kognitif, afektif, atau psikomotorik), metodologi (bervariasi sesuai kemampuan guru), sarana, dukungan administrasi dan sarana prasarana dan sumber daya lainnya serta penciptaan suasana yang kondusif. Sedangkan kualitas dalam konteks hasil pembelajaran mengacu pada
15
prestasi yang dicapai oleh siswa atau sekolah pada setiap kurun waktu tertentu.
Antara proses dan hasil pembelajaran yang berkualitas saling berhubungan. Agar yang baik itu tidak salah arah, maka kualitas dalam arti hasil (output) harus dirumuskan dan harus jelas target yang akan dicapai dalam tiap tahun ataupun dalam kurun waktu tertentu.
Dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pembelajaran maka tidak akan terlepas dari adanya beberapa faktor. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi akan dijelaskan berikut ini.
Beberapa faktor yang mempengaruhi peningkatan kualitas pembelajaran sebagai berikut:
1. Kejelasan tujuan pembelajaran disekolah 2. Penetahuan tentang anak didik
3. Pengetahuan tentang guru
4. Pengetahuan tengtang kegiatan supervise 5. Pengetahuan tentang pembelajaran 6. Kemampuan memperhitungkan waktu.16
Menurut Pius A Partanto dan M. Dahlan Al Barry bahwa kualitas adalah kualitet/ mutu, baik buruknya barang. Dari pengertian tersebut maka kualitas atau mutu dari sebuah pendidikan harus ditingkatkan baik
16
itu sumber daya manusia, sumber daya material, mutu pembelajaran, kualitas lulusan dan sebagainya.17
Dari sisi guru, kualitas dapat dilihat dari seberapa optimal guru mampu memfasilitasi proses belajar siswa. Bahwa setiap guru atau tenaga pengajar memiliki tanggung jawab terhadap tingkat keberhasilan siswa belajar dan keberhasilan guru mengajar. Belajar hanya dapat terjadi apabila murid sendiri telah termotivasi untuk belajar guru harus secara bertahap dan berencana memperkenalkan manfaat belajar sebagai sebuah nilai kehidupan yang terpuji, sehingga murid belajar karena didasari oleh nilai yang lebih tinggi bagi kehidupan murid sendiri. Walaupun proses ini tidak sederhana, guru harus berusaha menanamkan sikap positif dalam belajar.
Dari sisi media belajar kualitas dapat dilihat dari seberapa efektif media belajar digunakan oleh guru untuk meningkatkan intensitas belajar siswa. Dari sudut fasiitas belajar kualitas apa dilihat dari seberapa kontributif (memberi sumbangan) fasilitas fisik terhadap terciptanya situasi belajar yang aman. Sedangkan aspek materi, kualitas dapat dilihat dari kesesuaian dengan tujuan dan kompetensi yang harus dikuasai siswa.
Dari beberapa pengertian diatas peneliti dapat mengemukakan bahwa kualitas merupakan paduan sifat-sifat produk yang menunjukkan
17
kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan yang dinyatakan maupun yang tersirat masa kini dan masa depan.
b. Pengertian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Belajar adalah proses penambahan pengetahuan. Definisi lain yang dikemukakan oleh Gegne (1977) bahwa belajar adalah sebuah proses perubahan tingkah laku yang meliputi perubahan kecenderungan manusia, seperti sikap, minat, atau nilai, dan perubahan kemampuannya, yakni peningkatan kemampuan untuk melakukan berbagai jenis Performance (kinerja).18 Perubahan tingkah laku tersebut harus dapat bertahan selama jangka waktu tertentu. Dengan demikian, belajar pada dasarnya dapat dipandang sebagai suatu proses perubahan positif-kualitatif yang terjadi pada tingkah laku siswa sebagai subjek didik akibat adanya peningkatan pengetahuan, ketrampilan, nilai, sikap, minat, apresiasi, kemampuan berfikir logis dan kritis, kemampuan interaktif, dan kreativitas yang telah dicapainya. Konsep belajar demikian menempatkan manusia yang belajar tidak hanya pada proses teknis, tetapi juga sekaligus pada proses normative. Hal ini amat penting agar perkembangan kepribadian dan kemampuan pembelajar (siswa) terjadi secara harmonis dan optimal.
Sedangkan pembelajaran adalah suatu sistem atau proses membelajarkan subjek didik atau pembelajar yang direncanakan atau didesain, dilaksanakan dan dievaluasi secara sistematis agar subjek atau
18
pembelajar dapat mencapai tujuan-tujuan secara efektif dan efisien.19 Dengan demikian, jika pembelajaran dipandang sebagi suatu system, berarti pembelajaran terdiri atas sejumlah komponen yang terorganisir antara tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, strategi dan metode pembelajaran, media pembelajaran, pengorganisasian kelas, evaluasi pembelajaran, dan tindak lanjut pembelajaran (misalnya layanan pembelajaran remedial bagi siswa-siswa yang mengalami kesulitan belajar). Sebaliknya, jika pembelajaran dipandang sebagai suatu proses maka pembelajaran merupakan rangkaian upaya atau kegiatan guru dalam rangka membuat siswa belajar.
Adapun pengertian pendidikan agama Islam itu sendiri di dalam GBPP PAI di sekolah umum dijelaskan bahwa, “Pendidikan agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional”.20
Sedangkan menurut Zakiyah Darajat (1987: 87) pendidikan agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh.21
19
Ibid, hlm. 7 20
Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama islam di
Sekolah (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002), hlm. 75-76
21
Menurut kurikulum PAI (2002: 3) dalam Abdul Majid dan Dian Andayani menyatkan bahwa :
Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani ajaran agama Islam dibarengi tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dengan persatuan bangsa.22
Berdasarkan pengertian diatas, maka pengertian pendidikan agama Islam adalah suatu ikhtiyar yang dilakukan oleh pendidik secara sadar, sistematis, dan pragmatis untuk membimbing dan mengarahkan anak didik agar mereka dapat hidup sesuai dengan ajaran agama Islam. Untuk itu pendidikan agama Islam bukan hanya merupakan bidang studi yang harus dipelajari sebagai pengetahuan di sekolah-sekolah, tetapi dituntut setelah mendapatkan pendidikan agama Islam untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dikaitkan dengan pengertian pembelajaran, maka diperoleh sebuah pengertian bahwa pembelajaran pendidikan agama Islam adalah upaya membelajarkan siswa untuk dapat memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan. Hal ini sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh Muhaimin bahwa, pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah: “suatu upaya membelajarkan peserta didik agar dapat belajar, mau belajar, dan tetarik untuk terus menerus mempelajari agama Islam, baik untuk
22
kepentingan mengetahui bagaimana cara beragama yang benar maupun mempelajari Islam sebagai pengetahuan”.23
b. Tujuan dan Fungsi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Secara umum pendidikan agama Islam dalam GBPP PAI (1994) bertujuan untuk “meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik tentang agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara”.24
Sedangkan menurut Abdurrahman An-Nahlawi (1992) mengemukakan bahwa tujuan pendidikan agama Islam adalah merealisasikan ubudiyah kepada Allah didalam kehidupan manusia, baik individu maupun masyarakat.25 Islam menghendaki agar manusia dididik supaya ia mampu merealisasikan tujuan hidupnya sebagaimana yang telah digariskan oleh Allah SWT. Tujuan hidup manusia itu menurut Allah ialah beribadah kepada-Nya. Sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat al- Dzariyat ayat 56:
23
Muhaimin, Op Cit, hlm. 183 24
Ibid, hlm. 78 25
Artinya: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi
kepada-Ku.
Ibadah adalah jalan yang mencakup seluruh aspek kehidupan serta segala yang dilakukan manusia berupa perkataan, perbuatan, perasaan, pemikiran yang disangkutkan dengan Allah. Dalam kerangka inilah maka tujuan pendidikan haruslah mempersiapkan manusia agar beribadah seperti itu, agar ia menjadi hamba Allah (‘ibad al-rahman). Dengan melihat tujuan umum seperti ini dapatlah dibuat rumusan tujuan pendidikan yang lebih khusus, yaitu mempelajari lebih dahulu apa saja aspek ibadah tersebut.26
Disamping beribadah kepada Allah, setiap muslim di dunia harus mempunyai cita-cita untuk dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akherat, seperti firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 201:
Artinya: “Diantara mereka ada yang berkata, ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di akherat, dan peliharalah ”.
26
Tujuan Pendidikan Agama tersebut dengan sendirinya tidak akan tercapai dalam waktu yang singkat, tetapi melalui proses atau waktu yang panjang dengan tahap-tahap tertentu, setiap tahap yang dilalui mempunyai tujuan tersendiri yang disebut tujuan khusus.27
Menurut Kurikulum PAI (2002) dalam Abdul Majid dan Dian Andayani menyatakan bahwa:
Pendidikan agama Islam di sekolah atau madrasah bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengamalan serta pengalaman peserta didik tenang agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dalam hal keimanan, ketaqwaannya, berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.28
Dengan demikian, tujuan pembelajaran pendidikan agama Islam adalah upaya untuk membelajarkan siswa agar dapat meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan pengalaman siswa tentang agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang yang lebih tinggi.
Kemudian fungsi daripada pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah dan madrasah adalah:
27
Zuhairini dan Abdul Ghofir, Metodologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Penerbit Universitas Negeri Malang (UM Prees), 2004), hlm. 25
28
a. Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Allah SWT, yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga. Pada hakikatnya kewajiban menanamkan keimanan dan ketaqwaan dilakukan oleh setiap orang tua dalam keluarga. Sekolah berfungsi untuk menumbuhkembangkan lebih lanjut dalam diri anak melalui bimbingan, pengajaran dan pelatihan supaya keimanan dan ketaqwaan tersebut dapat berkembang secara optimal.
b. Penanaman nilai, sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan hidup di dunia dan akherat.
c. Menyesuaikan mental, yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan social dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam.
d. Perbaikan, yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan, pemahaman, dan pengalaman ajaran dalam kehipan sehari-hari.
f. Pengajaran tentang ilmu pengetahuan kegamaan secara umum (alam nyata dan non nyata), system dan fungsionalnya.
g. Penyaluran, yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang memiliki bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan bagi orang lain.29
Dengan kata lain, pendidikan agama Islam memiliki kompetensi spesifik untuk menanamkan landasan Al-Qur’an dan Al-Hadits Nabi agar siswa beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, yang tercermin dalam perilaku sehari-hari dalam hubungannya dengan Allah, sesame manusia, dan alam sekitarnya, mampu membaca dan memahami Al-Qur’an, mampu beribadah dan bermuamalah dengan baik dan benar, serta mampu menjaga kerukunan intern antar umat beragama Hal tersebut juga sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran yang harus ditempuh dalam pendidikan agama Islam, antara lain adalah pengembangan fitrah beragama, pemuisatan belajar pada kebutuhan peserta didik, pembangkitan motivasi peserta didik, pembiasaan belajar sepanjang hayat, dan keutuhan kompetensi.
C. Penggunaan Media Komputer Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Tantangan yang dihadapi dalam pendidikan agama khususnya pendidikan agama Islam (PAI) sebagai sebuah mata pelajaran adalah
29
bagaimana menggunakan pendidikan agama Islam bukan hanya mengajarkan pengetahuan tentang agama akan tetapi bagaimana mengarahkan peserta didik agar memiliki kualitas iman, taqwa dan akhlak mulia. Dengan demikian materi pendidikan agama bukan hanya mengajarkan pengetahuan tentang agama akan tetapi bagaimana membentuk kepribadian siswa agar memilki keimanan dan ketaqwaan yang kuat dan kehidupannya senantiasa dihiasi dengan akhlak yang mulia dimanapun mereka berada, dan dalam posisi apapun mereka bekerja.
Dalam proses belajar mengajar pendidikan agama Islam pada hakikatnya adalah proses komunikasi yakni proses penyampaian pesan pendidikan agama dari sumber pesan atau pengirim atau guru melalui saluran atau media tertentu kepada penerima pesan (siswa). Adapun pesan yang akan dikomunikasikan dalam pembelajaran Pendidikan Agama adalah ajaran-ajaran agama yang termaktub dalam kurikulum pendidikan agama.30
Selama ini profil guru Pendidikan agama Islam dianggap masih kurang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam dikarenakan metode yang digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam masih tergolong monoton. Hal ini juga didukung oleh hasil penelitian Farchan (1993) yang menyatakan bahwa penggunaan metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah kebanyakan masih menggunakan cara-cara pembelajaran tradisional, yaitu ceramah
30
monoton dan statis akontekstual, cenderung normative, monolitik, lepas dari sejarah, dan semakin akademis.31
Berangkat dari fenomena ini, maka seorang guru Pendidikan Agama Islam harus menggunakan media komputer sebagai salah satu komponen belajar yang akan membantunya dalam menyalurkan pesan kepada siswa agar tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat terlaksana dengan baik. Untuk mewujudkan hal itu diperlukan figure seorang guru yang memiliki pengetahuan tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru adalah memanfaatkan media pembelajaran sebagai salah satu sumber belajar dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam pembelajaran computer dapat menggunakan bermacam-macam terminal yang berbeda atau menggabungkannya dengan media lain untuk memberikan pembelajaran individual.
Berdasarkan uraian diatas, pemilihan media komputer sebagai media pembelajaran hendaknya juga diperhatikan, sehingga media yang digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam Mata pelajaran pendidikan agama adalah salah satu jenis mata pelajaran yang mempunyai pokok bahasan dan sub pokok bahasan, oleh sebab itu mata pelajaran ini juga memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai.32
31
Muhaimin, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005), hlm. 26
32
Menurut Muhaimin, pemilihan Pendidikan Agama Islam memerlukan pertimbangan sebagai berikut:
• Tingkat kecermatan representasi media
Misalnya digunakan untuk menjelaskan manasik haji akan dapat mengintegrasikan semua tahapan-tahapan seorang muslim yang melaksanakan ibadah haji, sehingga pengalaman siswa tidak terpisah-pisah.
• Tingkat interaksi yang mampu ditimbulkan media
Dalam hal ini guru dapat mengkombinasikan media yang tersedia untuk keperluan suatu pembelajaran yang optimal.
• Tingkat kemampuan khusus yang dimiliki media
Kemampuan khusus yang dimaksud adalah kemampuannya dalam menyajikan sesuatu yang tidak dapat disajikan media lain.
• Tingkat motivasi yang ditimbulkan oleh media
Media bisa memberikan pengaruh motivasional yang berbeda, perbedaan ini terkait dengan karakteristik siswa.
• Tingkat biaya yang diperlukan33
33
Dari penjelasan diatas, maka dapat penulis simpulkan bahwa dalam penggunaan media pembelajaran diperlukan kriteria pemilihan agar proses belajar mengajar dapat berjalan mengajar dapat berjalan efektif dan efisien.
D. Faktor Pendukung dan Penghambat Penggunaan Media Komputer Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Faktor penunjang adalah segala sesuatu yang dapat membuat pendidikan menjadi maju dan berhasil dengan baik sehingga apa yang menjadi tujuan pendidikan dapat tercapai. Sedangkan factor penghambat adalah segala sesuatu yang dapat mengganggu jalannya pendidikan sehingga tujuan pendidikan tidak terwujud dengan baik.
a. Faktor Penunjang
1. Faktor Pendidik
Guru mempunyai peran yang sangat penting dalam pendidikan. guru sebagai pendidik harus memiliki wawasan yang luas, sehingga dalam kegiatan mengajar guru dapat menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, demikian juga dengan penggunaan dan penerapan metode mengajarnya, agar dapat berhasil baik dalam tugasnya maka seorang guru PAI harus :
1. Persiapan bahan yang diajarkan. Seorang guru Pendidikan Agama Islam harus benar-benar menyiapkan bahan yang akan diajarkannya agar peserta didik mudah memahami isi materi yang diajarkan.
2. Persiapan dalam metode mengajar. Metode sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses pembelajaran. Dalam mengajar guru harus mengetahui metode yang sesuai dengan bidang studi yang menjadi tugasnya, karena dalam pengajaran siswa tidak hanya dituntut menguasai materi, tapi juga harus bisa mengaplikasikan teori yang didapat di bangku sekolah.34
3. Sehat akalnya. Guru harus cerdas pikirannya, benar pandangannya, cepat daya tangkapnya, dan kuat ingatannya.35
4. Guru harus memiliki kesungguhan dalam tugasnya.36 Seorang guru harus bisa membuat situasi yang kondusif saat mengajar, guru yang malas tidak diharapkan oleh muridnya, perhatian dan keaktifan guru juga tidak dapat diharapkan akan membangkitkan jiwa berani pada murid, terutama murid yang lemah, yang menganggap besar semua
34
Winarno Surakhmad, Metode Pengajaran Nasional (PT. Jemmars, 1986), hlm. 133 35
Abu Bakar Muhammad, Pedoman Pendidikan dan Pengajaran (Surabaya: PT. Usaha Nasional, 1981), hlm. 69
36
tugas yang ringan yang dihadapinya. Siswa yang begitu membutuhkan kasih sayang guru dan memberanikan mereka untuk mengerahkan segala kemampuannya yang ada, sehingga para siswa dapat mengatasi kesulitannya.
2. Faktor Anak Didik
Dalam pendidikan faktor peserta anak didik merupakan faktor yang penting. Karena kalau tanpa adanya peserta didik maka pendidikan tidak akan bisa berlangsung. Karena itu faktor peserta didik tidak bisa digantikan oleh faktor yang lain. Karena dalam proses pendidikan, kedudukan anak didik adalah sangat penting. Proses pendidikan tersebut akan berlangsung di dalam situasi pendidikan yang dialaminya., anak didik merupakan komponen yang hakiki.
Sebenarnya ketergantungan anak didik terhadap pendidik hanya bersifat sementara, sebab pada suatu saat anak didik diharapkan mampu berdiri sendiri, dan dalam hal ini sedikit demi sedikit peran pendidik dalam memberikan bantuan semakin berkurang sejalan dengan perkembangan anak menuju kedewasaan.
pelajaran pendidikan agama Islam, rajin belajar di rumah, belajar kelompok bersama teman-teman dan mengikuti pelajaran tambahan diluar jam pelajaran sekolah.
3. Faktor Media Pendidikan
Media pendidikan adalah segala sesuatu yang digunakan dalam usaha untuk mencapai tujuan pendidikan. Media sebagai sarana merupakan pendorong sekaligus sebagai pendukung dalam kegiatan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan, dalam hal ini guru dituntut untuk pandai dalam menggunakan media pembelajaran agar sesuai dengan tujuan materi yang disajikan.
Media pendidikan adalah “alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara siswa dan guru dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah”.
Media pendidikan khususnya komputer sangat menunjang dalam proses pembelajaran untuk dalam suatu lembaga harus disediakan media-media pendidikan yang dapat menunjang dalam proses belajar mengajar. Diantara media pendidikan itu ialah :
a) Sekolah memiliki perpustakaan dan dimanfaatkan secara maksimal.
c) Adannya sarana atau media untuk melakuakan praktek berekonmi.
d) Adanya alat-alat peraga yang lengkap akan membantu memperlancar penyampaian tujuan.
e) Gedung sekolah ynag memenuhi persyaratan sehingga siswa betah dan bersemangat dalam belajar.37
Penggunaan media ini dapat digunakan untuk mengatasi masalah kualitas pembelajaran tersebut. Untuk itu dibutuhkan media pendidikan sebagai perantara penyampaian pesan untuk dikembangkan dan didaya gunakan seoptimal mungkin. Karena media merupakan wadah yang dapat menyalurkan pesan oleh sumber pesan atau pemberi pesan ingin diteruskan atau disampaikan kepada penerima pesan. Media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa.
4. Faktor Lingkungan
Faktor lingkungan yang penulis maksud disini adalah lingkungan sekitar masyarakat. Lingkungan mempunyai peranan yang penting dalam pembelajaran. Lingkungan dapat menimbulkan pengaruh yang positif atau negative terhadap proses pembelajaran.
37
Faktor-faktor lingkungan yang mendukung diantaranya adalah :
a. Suasana rumah atau keluarga yang harmonis. Suasana rumahyang selalu menyenangkan akan mendorong anak untuk giat belajar dan akan membuat anak didik betah tinggal dirumah
Seperti yang dikatakan oleh Ahmadi dan Supriyono bahwa “hendaknya suasana dirumah selalu dibuat menyenangkan, tentram, damai, harmonis agar anak betah tinggal dirumah. Keadaan ini akan menguntungkan bagi kemajuan belajar anak”.38
b. Keadaan gedung yang jauh dari keramaian (pasar, bengkel, dan pabrik) sehingga anak mudah konsentrasi dalam belajarnya.39 Letak gedung sekolah sangat mempengaruhi lancarnya proses pembelajarannya. Karena apabila letak gedung sekolah dekat pasar atau pabrik, maka proses pembelajaran tidak bisa berlangsung dengan lancar karena terganggu oleh suara bising atau ramai.
c. Teman bergaul yang baik. Pengaruh dari teman bergaul siswa lebih cepat masuk dalam jiwa siswa. Apabila siswa bergaul dengan teman yang baik, maka siswapun ikut baik. Seperti yang dikatakan oleh Slameto bahwa “teman bergaul yang baik terhadap diri siswa, begitu juga sebaliknya, teman bergaul yang jelek pasti
38
Ahmadi dan Supriyono, Psikologi Belajar (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1991), hlm. 83 39
mempengaruhi yang bersifat buruk juga”.40 Agar siswa dapat belajar dengan baik, maka perlu diusahakan agar siswa memiliki teman bergaul yang baik dan pembinaan pergaulan yang baik serta pengawasan dari orang tua dan pendidik harus cukup bijaksana (jangan terlalu keras dan juga jangan lemah).
b. Faktor Penghambat
1. Faktor Pendidik
Adapun faktor penghambat yang datang dari pendidik adalah sebagai berikut :
a) Hubungan guru dan murid kurang baik. Hal ini berasal dari sifat dan sikap guru yang tidak disenagi oleh siswa, karena guru memiliki sifat dan sikap. Misalnya guru tidak pandai menerangkan, suka marah, pelit dalam memberi angka dan lain sebagainya.
b) Guru menuntut standart pelajaran diatas kemampuan anak. Hal ini bias terjadi pada guru yang masih muda yang belum berpengalaman sehingga belum dapat mengukur kemampuan siswa, sehingga hanya sebagian kecil siswa yang dapat berhasil dengan baik.
40
c) Guru tidak memiliki kecakapan dalam usaha diagnosis dalam kesulitan belajar. Misalnya saja dalam bakat, minat, sifat, kebutuhan anak dan sebagainya.
2. Faktor Anak Didik
Faktor penghambat dari peserta didik adalah :
a) Tidak mempunyai tujuan belajar yang jelas. Siswa yang tidak mempunyai tujuan belajar yang jeas akan menghambat kemajuan belajar siswa. Mereka masuk sekolah hanya membuang-buang waktu saja, atau hanya sekedar menggunakan waktu senggang saja. Tujuan yang samara tidak realistis, juga dapat menjadi penghalang atas kemajuan studinya, bukan kemajuanyang akan dicapai, melainkan kegagalan dan kekecewaan yang akan diperolehnya.
c) Anak didik yang kurang minat terhadap bahan peljaaran. Minat yang kurang tidak akan mendorong motivasi siswa, sehingga menyebabkan anak didik tidak akan giat belajar. Kurangnya minat menyebabkan kurangnya perhatian dan usaha belajar, sehingga menghambat studinya.40
d) Tingkat kecerdasan yang berbeda. Anak didik yang mempunyai IQ lebih tinggi akan lebih mudah menerima pelajaran dibandingkan dengan anak didik yang tingkat IQ rendah.
3. Faktor Media Pendidikan
Sedangkan faktor media pendidikan yang dapat menghambat lancarnya pendidikan adalah :
a. Kurang biasa memanfaatkan media atau sarana yang tersedia sehingga kurang biasa mendukung tercapainya tujuan pendidikan. seorang guru harus biasa memanfaatkan dan menggunakan media agar proses pembelajaran berjalan dengan lancer dan tujuan pendidikan bias tercapai.
b. Kurang tersedianya agedung yang dapat menampung siswa. Kurang tersedianya gedung ini akan menghambat proses pembelajaran. Misalnmya jumlah siswa yang banyak dan keadaan gedung yang kurang, sehingga para siswa duduk
40
berjejal-jejal dalam setiap kelas dengan jumlah 50 siswa perkelas. Hal ini nmenyebabkan mereka tidak dapat belajar dengan nyaman.
c. Penggunaan metode yang kurang tepat. Penggunaan harus disesuaikan dengan isi pelajaran dan penggunaan metode harus bervariasi dan dikombinasikan, agar siswa mudah memahami materi.
4. Faktor Lingkungan
Faktor penghambat yang datang dari lingkungan adalah :
pokok anak kurang terpenuhi, akibatnya anak terganggu, sehingga belajar anak juga terganggu”.41
b. Kondisi lingkungan sekitar yang kumuh, dan teman sepermainan ynag nakal. Kondisi lingkungan kumuh sering menyebabkan adanya penyakit dan sering terdengar suara keramaian sehingga anak tidak dapat belajar dengan tenang. Teman bergaul siswa juga mempengaruhi anak dalam belajar. Teman bergaul yang tidak baik, misalnya pemabuk, pecandu, pencuri dan lain sebagainya, akan membawa anak keambang bahaya dan pastilah belajarnya jadi berantakan.
c. Lingkungan sekolah. Yang dimaksud disini adalah kondisi dan letak gedung sekolah yang buruk, seperti dekat pasar, dindingnya kotor. 42
41
Slameto, Belajar dan Faktor-fator yang Mempengaruhinya, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1991), hlm. 65
42
BAB III
METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang hasilnya berupa data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang dapat diamati.43
Dalam hal ini, Nana Syaodih Sukmadinata menjelaskan penelitian kualitatif (qualitative reserch) sebagai suatu penelitian yang ditujukan untuk mendiskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktifitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok. Beberapa deskripsi tersebut digunakan untuk menemukan prinsip-prinsip dan penjelasan yang menuju pada kesimpulan.44
Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi alamiah (natural setting); disebut juga sebagai metode etnographi karena hanya pada arahnya
metode ini lebih banyak digunakan untuk bidang antropologi budaya, disebut metode penelitian kualitatif, karena data yang terkumpul dan analisisnya bersifat kualitatif.45 Dalam penelitian kualitatif instrumennya adalah orang atau human instrument, yaitu peneliti itu sendiri. Teknik pengumpulan datanya bersifat triangulasi, yaitu menggunakan berbagai teknik pengumpulan
43
Lexy Moleong, Metode Penelityian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2004), hlm 4 44
Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2005), hlm. 60
45
data secara gabungan/simultan.46 Oleh karena itu penelitian kualitatif tidak menekankan pada generalisasi, tetapi lebih pada makna.
Kriteria pengumpulan data dalam penelitian kualitatif adalah data yang pasti. Data yang pasti adalah data yang sebenarnya terjadi sebagaimana adanya, bukan data yang sekedar terlihat, terucap, tetapi data yang mengandung makna dibalik yang terlihat dan terucap tersebut.47
Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data tidak dipandu oleh teori, tetapi dipandu oleh fakta-fakta yang ditemukan pada saat penelitian di lapangan.48 Oleh karena itu peneliti membiarkan permasalahan-permasalahan muncul atau dari data dibiarkan terbuka untuk intrepretasi. Kemudian data dihimpun dengan pengamatan yang seksama, meliputi deskripsi yang mendetail disertai catatan-catatan hasil wawancara yang mendalam (interview), serta hasil analisis dokumen dan catatan-catatan. Berdasarkan uraian diatas penggunaan data kualitatif dapat menghasilkan data deskriptif tentang Penggunaan media komputer untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Selopuro Blitar. B. Kehadiran Peneliti.
Ciri khas penelitian kualitaif tidak dapat dipisahkan dari pengamatan berperan serta, namun peran penelitianlah yang menentukan keseluruhan skenarionya. 50Sehingga instrument utamanya adalah peneliti sendiri.
46
Ibid,
47
Sugiono, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2005), hlm.2 48
Ibid, hlm. 3 50