• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perubahan Tata Nilai dan Bentuk pada Arsitektur Tradisional Rumoh Aceh di Pidie

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perubahan Tata Nilai dan Bentuk pada Arsitektur Tradisional Rumoh Aceh di Pidie"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

126

DAFTAR PUSTAKA

Altman, I dan Chemers, M, 1980, Culture and Environment. Cambridge: Cambridge University Press.

Agustinadewi, Ni Ketut, 2014, Transforming Domestic Architecture: A Spatio-temporal Analysis of Urban Dwellings in Bali, Newcastle University.

Arifin, Muhammad, 2016, Islam Danakulturasi Budaya Lokal Di Aceh (Studi Terhadap Ritual Rah Ulei Di Kuburan Dalam Masyarakat Pidie Aceh), Islam

Futura, University of Malaya, Malaysia.

Arif, Kamal A, 2015, Keluruhan seni Arsitektur Rumoh Aceh, Institut Seni Budaya Indonesia Aceh, Jantho.

Budiharjo, Eko, 1997. Arsitektur Pembangunan Dan Konservasi, Bandung, PT. Alumni

Hadjad, Abdul dkk, 1984, Arsitektur Tradisional Propinsi Daerah Istimewa Aceh, Jakarta, Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya.

Hurgronje, Snouck, 1985, Aceh di Mata Kolonialis, Jakarta, Yayasan Soko Guru. Habraken, N.J, 1987, Control Hierarchies in Complex Artifacts, Prosiding Amer.

Contr. Boston, Massachusetts.

Husin, Amir, 2003 Arsitektur Rumoh Aceh yang Islami, Dinas Perkotaan dan Permukiman Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Banda Aceh.

(2)

127

Ibrahim, Ismahadi, 2006, Imaji Kearifan Tradisional Arsitektur Rumah Aceh:Aspek dan Dimensi Sosial-Budaya, CMCS-Publisher Lhokseumawe-Nanggroe Aceh

Darussalam.

Kellet, P., Toro, A. dan Haramoto, E. 1993, Dweller-Initiated Changes and Transformations of Social Housing: Theory and Practice in the Chilean

Cotext, Open House International.

Mirsa, Rinaldi, 2013. Rumoh Aceh, Graha Ilmu, Jogjakarta.

Moerdjoko, 2006. Discourseto The Concept of Place in The Vernacular Settlement, Prosiding 3rd International Seminar on Vernacular Settlement, Jurusan Arsitektur Universitas Kristen Petra, Surabaya.

Nazir, Muhammad, 2014. Metode Penelitian, Bogor ; Ghalia Indonesia Nasution, Rozani, 2003, Teknik Sampling, USU Digital Library, Medan

Philokyprou, Maria (2014), Continuities and Discontinuities in the vernacular architecture, Athens Journal of Architecture, X(Y).

Puteh, M. Jakfar, 2016, Sistem Sosial Dan Budaya Masyarakat Aceh, UIN Ar-Raniry Darussalam, Banda Aceh.

Ridwan, M.B.A, 2006. Metode dan Teknik Menyusun Tesis, Bandung, Alfabeta

Rapoport, Amos, 1969. House Form and Culture, Prentice-Hall Inc, Engelwood Cliffs, N.J. London

Rapoport, Amos, 1982. The Meaning in the Built Environment: A Nonverbal Communication Approach,Beverly Hills: Sage Publication.

(3)

128

Rapoport, Amos, 1990. History and Precedent in Environmental Design. New York: Plenum Press.

Samingoen, Sampoerno, 1983, Album Arsitektur Tradisonal; Aceh, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat, Jakarta, Departemen Pendidikan

dan Kebudayaan

Sabila, Farisa, 2014, Tipologi Tata Ruang Dalam Rumoh AcehDi Kawasan Mukim Aceh Lhee Sagoe, Arsitektur e-journal, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Malang

Sugiarto, dkk, 2003. Teknik Sampling, Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Umum. Sueca, Ngakan Putu, 2005. Faktor-Faktor Determinan Transformasi Rumah di Bali,

Jurnal Permukiman Natah, Vol.3 no.2, pp 62-101.

Sueca, Ngakan Putu, 2004, Transformasi Rumah : Prospeknya untuk Memperbaiki Keadaan Rumah di Indonesia. Jurnal Permukiman Natah, Vol.2 no.1, pp.1-55.

Sueca, Ngakan Putu, 2003. Housing Transformation: Improving Environment and Developing Culture in Bali. University of Newcastle Upon Tyne.

Widosari, 2010, Mempertahankan Kearifan Lokal Rumoh Aceh dalam Dinamika Kehidupan Masyarakat Pasca Gempa dan Tsunami, Localwisdom-Jurnal Ilmiah Online, Jogja Heritage Society, Jogjakarta.

https://www.wikipedia.org https://www.googleearth.com https://www.google.co.id/maps

Referensi

Dokumen terkait

66 Satu hal yang mendasari adanya konflik tersebut adalah bahwa masyarakat Baluwarti selama ini telah mengabdi, menempati, dan selalu menjalankan aturan- aturan yang diberlakukan

Dalam arsitektur rumah tradisional jepang (minka) memiliki desain khas pada tata ruangnya, yaitu: washitsu, genkan, washiki, daidokoro, dan Taman.. Lima tata ruang

Berdasarkan hasil simulasi CBDM dengan metrik UDI yang dilakukan pada ruang Rumoh Krong Bade Aceh mengenai kualitas pencahayaan alami, ada beberapa solusi penting yang dapat

Karena belum banyak referensi rumah selain rumoh Aceh saat itu, mempengaruhi bobot perseptual dan artikulasi rumah panggung, baik tepi-sudut maupun bidang, tidak jauh

Berdasarkan analisis tipologi elemen struktural terhadap rumoh Aceh pada Gampong Lubuk Sukon dan Lubuk Gapuy sebagai unit amatan, diketahui kriteria ornamentasi

Keempat, pemahaman mendalam tentang tata spasial arsitektur tradisional (ruang dalam dan luar) suku Atoni di Tamkesi dapat digunakan sebagai rujukan untuk merancang

Kesimpulan Berdasarkan tinjauan arsitektur pada aspek fungsi, desain Kantor Gubernur Aceh sebagian terlihat tidak seutuhnya menerapkan berbagai ciri khas dan makna kearifan lokal

Rumoh Aceh memiliki 3 ruang utama yaitu seuramoe keu pada bagian depan yang digunakan untuk kaum laki-laki dengan tangga sebagai pintu masuk utama, seuramoe likoet sebagai ruang untuk