Laporan Keuangan Konsolidasi
Dengan Laporan Auditor Independen
Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal
31 Desember 2003 Dan 2002
PT CHAROEN POKPHAND INDONESIA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN
31 DESEMBER 2003 DAN 2002
Daftar Isi
Halaman
Laporan Auditor Independen
Neraca Konsolidasi …..………...………...………... 1-3 Laporan Laba Rugi Konsolidasi …...…..………... 4 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi .………... 5 Laporan Arus Kas Konsolidasi ……….………... 6 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi ……..………... 7-51
Laporan Auditor Independen
Laporan No. RPC-1835
Pemegang Saham, Komisaris dan Direksi PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.
Kami telah mengaudit neraca konsolidasi PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. dan Anak perusahaan tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, serta laporan laba rugi konsolidasi, laporan perubahan ekuitas konsolidasi dan laporan arus kas konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen Perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami.
Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.
Menurut pendapat kami, laporan keuangan konsolidasi yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. dan Anak perusahaan tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, serta hasil usaha dan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 13 dan 15 atas laporan keuangan konsolidasi, pada tanggal 31 Desember 2003, Perusahaan dan PT Charoen Pokphand Jaya Farm (CPJF) tidak dapat memenuhi rasio Earnings Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization (EBITDA) terhadap pembayaran bunga seperti yang telah ditetapkan dalam perjanjian pinjaman dan hutang obligasi. Pada tanggal 23 Maret 2004, manajemen Perusahaan dan CPJF telah menyampaikan penjelasan tertulis sekaligus meminta surat pembebasan dari para kreditur sehubungan dengan pelanggaran rasio tersebut di atas. Sampai dengan tanggal laporan ini, Perusahaan dan CPJF belum memperoleh jawaban tertulis dari para kreditur. Namun demikian, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu, manajemen Perusahaan dan CPJF mengharapkan para kreditur akan menerbitkan surat pembebasan dan tidak akan meminta pelunasan segera atas seluruh saldo pinjaman.
Catatan 27 atas laporan keuangan konsolidasi mengungkapkan dampak kondisi ekonomi di Indonesia terhadap Perusahaan dan Anak perusahaan, serta tindakan yang telah dan akan ditempuh oleh manajemen Perusahaan dan Anak perusahaan untuk menghadapi kondisi ekonomi tersebut. Laporan keuangan konsolidasi terlampir mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut, sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan.
Prasetio, Sarwoko & Sandjaja
Drs. Bangkit Kuncoro NIAP 98.1.0067
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
2002
(Disajikan kembali,
Catatan 2003 Catatan 2e dan 3)
AKTIVA
AKTIVA LANCAR
Kas dan setara kas 2c,4,24 237.796 295.013
Piutang 2d
Usaha 5,10,13,15
Pihak ketiga - Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu
sebesar Rp4.048 pada tahun 2003 dan Rp5.625 pada
tahun 2002 444.669 219.850
Pihak hubungan istimewa 2e,23 86.198 89.275
Lain-lain - pihak ketiga 24 17.189 19.004
Persediaan - Setelah dikurangi penyisihan
penurunan nilai persediaan sebesar 2a,2f,6,
Rp3.024 pada tahun 2002 10,13,15 582.144 478.050 Ayam pembibit turunan - bersih 2g,6,7,10,13,15 121.446 139.948
Biaya dibayar di muka dan uang muka 2h 32.329 32.824
Jumlah Aktiva Lancar 1.521.771 1.273.964
AKTIVA TIDAK LANCAR
Piut ang pihak hubungan istimewa 2e,23 34.796 27.206 Aktiva pajak tangguhan - bersih 2q,12 7.510 1.732 Aktiva tetap - Setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
Rp410.749 pada tahun 2003 dan 2a,2i,2j,8,
Rp361.053 pada tahun 2002 10,13,14,15 820.816 697.251
Tagihan pajak 12 101.674 56.551
Lain-lain - bersih 2h,2i,9 20.624 30.412
Jumlah Aktiva Tidak Lancar 985.420 813.152
JUMLAH AKTIVA 2o,26 2.507.191 2.087.116
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
2002
(Disajikan kembali,
Catatan 2003 Catatan 2e dan 3)
KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR
Hutang bank jangka pendek 10,13,24 180.914 244.916 Hutang
Usaha 11,24
Pihak ketiga 243.820 235.152
Pihak hubungan istimewa 2e,23 20.898 26.240
Lain-lain - pihak ketiga 29.035 29.238
Hutang pajak 12 28.634 42.566
Beban masih harus dibayar 24,29 43.834 47.775
Bagian hutang jangka panjang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Hutang bank 13,24,25d 223.650 108.000
Hutang sewa guna usaha 2i,8,14,24 5.247 5.321
Jumlah Kewajiban Lancar 2o,26 776.032 739.208
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Hutang pihak hubungan istimewa 2e,23,25a 130.389 109.617 Kewajiban pajak tangguhan - bersih 2q,12 14.380 27.439 Hutang jangka panjang - Setelah dikurangi
bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Hutang bank 13,24,25d 207.650 237.000
Hutang sewa guna usaha 2i,8,14,24 1.729 7.257
Hutang obligasi 2l,15 491.166 -
Kewajiban diestimasi atas manfaat karyawan 2p,22,29 56.761 28.262
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 2o,26 902.075 409.575
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
2002
(Disajikan kembali,
Catatan 2003 Catatan 2e dan 3)
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp100 per saham Modal dasar - 4.000.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 1.407.669.175 saham 16 140.767 140.767
Tambahan modal disetor - agio saham 3.290 3.290
Selisih penilaian kembali aktiva tetap 2i,8h 68.491 68.491 Selisih transaksi perubahan ekuitas anak
perusahaan 2b,2i,3,8h 53.174 52.838
Selisih nilai transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali 2e,3 (23.927) -
Pro forma modal yang timbul dari transaksi
restrukturisasi entitas sepengendali 3 - 42.729
Saldo laba 17
Telah ditentukan penggunaannya 4.000 3.000
Belum ditentukan penggunaannya 583.289 627.218
Jumlah Ekuitas 829.084 938.333
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 2.507.191 2.087.116
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
2002
(Disajikan kembali,
Catatan 2003 Catatan 2e dan 3)
PENJUALAN BERSIH 2e,2k,2o,18,23,26 4.298.689 3.910.298
BEBAN POKOK PENJUALAN 2e,2k,19,23 3.811.993 3.302.395
LABA KOTOR 486.696 607.903
BEBAN USAHA 2k,20,23
Penjualan 48.775 64.607
Umum dan administrasi 25a,25b 376.205 304.094
Jumlah Beban Usaha 424.980 368.701
LABA USAHA 2o,26 61.716 239.202
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN 21
Beban keuangan (121.210) (57.437)
Laba (rugi) selisih kurs - bersih 2m,2n 23.132 (1.627)
Penghasilan bunga 12.036 20.149
Rupa-rupa - bersih 2d,2i,2k,8b,12,23 (13.247) 5.811
Beban Lain-lain - Bersih (99.289) (33.104)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (37.573) 206.098
PAJAK PENGHASILAN 2q,12
Tahun berjalan (8.836) (58.454)
Tangguhan 18.837 (537)
Pajak Penghasilan - Bersih 10.001 (58.991)
LABA (RUGI) BERSIH SETELAH
EFEK PENYESUAIAN PRO FORMA (27.572) 147.107
EFEK PENYESUAIAN PRO FORMA 3 5.758 (15.631)
LABA (RUGI) BERSIH SEBELUM
EFEK PENYESUAIAN PRO FORMA (21.814) 131.476
LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR SETELAH 2r
EFEK PENYESUAIAN PRO FORMA (20) 105
LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR SEBELUM 2r
EFEK PENYESUAIAN PRO FORMA (15) 93
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Pro Forma Modal yang Saldo Laba
Modal Saham - Tambahan Selisih Selisih Transaksi Selisih Nilai Transaksi Timbul dari Transaksi
Ditempatkan dan Modal Disetor - Penilaian Kembali Perubahan Ekuitas Restrukturisasi Entitas Restrukturisasi Telah Ditentukan Belum Ditentukan Catatan Disetor Penuh Agio Saham Aktiva Tetap Anak Perusahaan Sepengendali Entitas Sepengendali Penggunaannya Penggunaannya Jumlah Ekuitas
Saldo, 1 Januari 2002 140.767 3.290 68.491 52.838 - - 2.000 510.819 778.205 Pro forma modal yang timbul dari transaksi
restrukturisasi entitas sepengendali 3 - - - - - 48.577 - - 48.577
Saldo, 1 Januari 2002 - Setelah penyajian pro forma modal yang timbul dari transaksi
restrukturisasi entitas sepengendali 140.767 3.290 68.491 52.838 - 48.577 2.000 510.819 826.782 Dividen kas 17 - - - - (14.077) (14.077) Laba bersih setelah efek penyesuaian pro forma - - - - 147.107 147.107 Efek penyesuaian pro forma 3 - - - - - (5.848 ) - (15.631) (21.479) Pembentukan cadangan umum 17 - - - - 1.000 (1.000) -
Saldo, 31 Desember 2002 140.767 3.290 68.491 52.838 - 42.729 3.000 627.218 938.333
Dividen kas 17 - - - (21.115) (21.115) Pencatatan kembali pro forma modal yang
timbul dari transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali 3 - - - - - (42.729 ) - - (42.729 ) Selisih transaksi perubahan
ekuitas anak perusahaan 3, 8h - - - 336 - - - - 336 Selisih nilai transaksi restrukturisasi
entitas sepengendali 3 - - - - (23.927) - - - (23.927) Rugi bersih setelah efek penyesuaian pro forma - - - - (27.572) (27.572) Efek penyesuaian pro forma 3 - - - - 5.758 5.758 Pembentukan cadangan umum 17 - - - - 1.000 (1.000) -
Saldo, 31 Desember 2003 140.767 3.290 68.491 53.174 (23.927) - 4.000 583.289 829.084
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Catatan 2003 2002
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 4.078.270 3.852.797
Pembayaran kepada pemasok dan karyawan (4.189.475) (3.497.437)
Kas yang diperoleh dari (digunakan untuk)
aktivitas operasi (111.205) 355.360
Penerimaan dari (pembayaran untuk):
Penghasilan bunga 12.222 20.997
Tagihan pajak penghasilan 8.182 7.361
Beban keuangan (126.362) (48.433)
Pajak penghasilan (74.983) (50.164)
Penghasilan (beban) operasional lainnya 9.244 (49.599)
Kas Bersih yang Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi (282.902) 235.522
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dari hasil penjualan:
Aktiva tetap 8b 11.171 2.848
Aktiva yang tidak digunakan dalam usaha 10.018 80
Investasi jangka pendek - 1.297
Perolehan aktiva tetap (200.291) (154.229)
Pembelian kepemilikan saham pada anak perusahaan 3 (60.562) -
Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas
Investasi (239.664) (150.004)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari:
Penerbitan obligasi 15 490.184 -
Hutang bank jangka pendek 10 332.498 244.916
Hutang bank jangka panjang 13 307.258 345.000
Pembayaran untuk:
Hutang bank jangka pendek (396.500) -
Hutang bank jangka panjang (220.500) (773.722)
Dividen kas (42.273) (14.427)
Hutang sewa guna usaha (5.318) (7.715)
Kas Bersih yang Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan 465.349 (205.948)
PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (57.217) (120.430)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 4 295.013 415.443
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 4 237.796 295.013
AKTIVITAS YANG TIDAK MEMPENGARUHI
ARUS KAS
Penambahan aktiva tetap melalui hutang
sewa guna usaha - 18.300
1. U M U M
a. Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (Perusahaan) didirikan di Indonesia dalam rangka Undang-undang Penanaman Modal Asing No. 1 tahun 1967 berdasarkan Akta Notaris Drs. Gde Ngurah Rai, S.H., No. 6 tanggal 7 Januari 1972. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. YA-5/197/21 tanggal 8 Juni 1973 dan telah diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 65, Tambahan No. 573 tanggal 14 Agustus 1973. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir adalah dengan Akta Notaris Alfira Kencana, S.H. (pengganti Notaris Sutjipto, S.H.), No. 31 tanggal 9 November 2000 mengenai perubahan nilai nominal saham Perusahaan dari Rp500 (Rupiah penuh) per saham menjadi Rp100 (Rupiah penuh) per saham. Perubahan ini telah didaftarkan pada Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Nomor Pencatatan C-24711.HT.01.04.TH.2000 tanggal 29 November 2000.
Ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan meliputi produksi dan perdagangan pakan ternak, pakan udang, pakan ikan, peralatan peternakan dan pengolahan daging ayam serta penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain.
Kantor pusat Perusahaan terletak di Jalan Ancol VIII No. 1, Jakarta dengan cabang-cabangnya di Sidoarjo, Medan, Tangerang, Balaraja, Serang dan Lampung. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1972.
Pada tahun 2003, Perusahaan meningkatkan kapasitas produksi pakan ternak di Balaraja, Sidoarjo dan Medan. Selain itu, PT Charoen Pokphand Jaya Farm, Anak perusahaan, meningkatkan kapasitas peternakan ayam dan penetasan telur di Pekanbaru, Banjarmasin dan Manado.
b. Transaksi Permodalan Perusahaan
Transaksi permodalan Perusahaan sejak penawaran umum perdana hingga saat ini adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham
yang Beredar
Tahun Keterangan Setelah Transaksi
1991 Penawaran umum perdana sebanyak 2.500.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp1.000
(Rupiah penuh) per saham 52.500.000
1994 Konversi obligasi konversi Perusahaan sebesar
Rp25,00 miliar menjadi 3.806.767 saham 56.306.767 1995 Penawaran Umum Terbatas II dengan
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu 112.613.534 1997 Perubahan nilai nominal saham dari Rp1.000
(Rupiah penuh) menjadi Rp500 (Rupiah penuh) 225.227.068 1997 Penerbitan saham bonus, setiap pemegang 4 saham
lama berhak untuk memperoleh 1 saham baru 281.533.835 2000 Perubahan nilai nominal saham dari Rp500
(Rupiah penuh) menjadi Rp100 (Rupiah penuh) 1.407.669.175 Perusahaan telah mencatatkan seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh di Bursa Efek Jakarta.
1. U M U M (lanjutan) c. Penawaran Obligasi
Pada tanggal 19 Juni 2003, Perusahaan telah memperoleh Surat Pernyataan Efektif No. S-1458/PM/2003 dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) atas Pernyataan
Pendaftaran untuk melakukan penawaran umum obligasi dengan nama “Obligasi Charoen Pokphand Indonesia I Tahun 2003 Dengan Tingkat Bunga Tetap” (Obligasi) dengan nilai nominal sebesar Rp500,00 miliar yang terdiri dari pecahan Rp50,00 juta dan bertingkat bunga tetap sebesar 14% per tahun. Pada tanggal 2 Juli 2003, Obligasi tersebut diterbitkan dan akan jatuh tempo seluruhnya pada tanggal 2 Juli 2008. Seluruh Obligasi tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Surabaya sejak tanggal 7 Juli 2003 (Catatan 15).
d. Karyawan, Direksi dan Komisaris
Pada tanggal 31 Desember 2003, susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan oleh Fathiah Helmi, S.H., No. 40 tanggal 31 Juli 2003 adalah sebagai berikut:
Komisaris Direksi
Presiden Komisaris: - Sumet Jiaravanon Presiden Direktur: - Benjamin Jiaravanon
Wakil Presiden Komisaris: - Dhanin Chearavanont Wakil Presiden Direktur: - Thirayut Phitya Isarakul
- Montri Jiaravanont - Franciscus Affandy
- Eddy Susanto Zaoputra - Vinai Rakphongphairoj
Komisaris Independen: - Budiman Elkana - Jialipto Jiaravanon
- R. Suroyo Bimantoro Direktur: - Hadi Gunawan
- Peraphon Prayooravong - Rusmin Ryadi - Hery Tjusanto - T. Thomas Effendy - Krista Tingsantoso - Chokchai Chintawongvanich
Pada tanggal 31 Desember 2002, susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang diaktakan oleh Agung Prihatin, S.H. (pengganti khusus dari Notaris Fathiah Helmi, S.H.), No. 81 tanggal 27 Juni 2002 adalah sebagai berikut:
Komisaris Direksi
Presiden Komisaris: - Sumet Jiaravanon Presiden Direktur: - Thirayut Phitya Isarakul
Wakil Presiden Komisaris: - Dhanin Chearavanont Wakil Presiden Direktur: - Prasert Poongkumarn
- Montri Jiaravanont - Thong Chotirat
Komisaris: - Eddy Susanto Zaoputra - Franciscus Affandy
Komisaris Independen: - Budiman Elkana Direktur: - Veeravat Kanchanadul
- Ping Perdana Kusuma - Min Tieanworn
- Chingchai Lohawatanakul
- Adirek Sripratak
- Johannes Hadi Krisnadharma
- Djoko Muhammad Basoeki
- Hadi Gunawan
Gaji dan kompensasi lainnya yang diberikan kepada direksi dan komisaris Perusahaan dan Anak perusahaan adalah sebesar Rp37,97 miliar dan Rp37,79 miliar masing-masing pada tahun 2003 dan 2002.
Perusahaan dan Anak perusahaan mempunyai 5.478 dan 5.314 orang karyawan tetap (tidak diaudit) masing-masing pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002.
1. U M U M (lanjutan)
e. Struktur Perusahaan dan Anak Perusahaan
Laporan keuangan konsolidasi mencakup akun-akun Perusahaan dan Anak perusahaan dimana Perusahaan memiliki persentase pemilikan saham di atas 50%, baik secara langsung maupun tidak langsung, sebagai berikut:
Persentase
Pemilikan Jumlah Aktiva
Tempat Mulai Tahun
Anak Perusahaan Kegiatan Pokok Kedudukan Beroperasi Pendirian 2003** 2002 2003 2002
Pemilikan langsung PT Charoen Pokphand
Jaya Farm (CPJF) Peternakan unggas Jakarta 1972 1972 99,99 80,00 585.898 523.763 PT Mega Kahyangan Distributor produk Perusahaan Jakarta 1980 1980 99,99 80,00 176.596 167.779 PT Udangmas Intipertiwi * Distributor produk Perusahaan Medan 1988 1988 99,99 80,00 10.053 10.971
Pemilikan tidak langsung PT Sumber Energindo
Mandiri (melalui CPJF) * Distributor produk CPJF Medan 1987 1987 99,99 64,00 5.512 5.553
*) Menghentikan kegiatan usahanya terhitung sejak tanggal 1 Januari 1997. **) Penambahan persentase kepemilikan terjadi pada tanggal 9 Mei 2003 (Catatan 3).
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
a. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi ini telah disusun sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang berlaku umum di Indonesia yaitu Standar Akuntansi Keuangan dan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM).
Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk persediaan yang dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value) dan aktiva tetap tertentu yang telah dinilai kembali (revaluasi).
Laporan keuangan konsolidasi disusun dengan menggunakan dasar akrual (accrual basis), kecuali laporan arus kas konsolidasi.
Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi ini adalah Rupiah.
b. Prinsip-prinsip Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi meliputi akun-akun Perusahaan dan Anak perusahaan.
Seluruh saldo akun dan transaksi yang material antar perusahaan yang dikonsolidasi telah dieliminasi.
Transaksi perubahan ekuitas anak perusahaan yang berasal dari penilaian kembali aktiva tetap dan transaksi restrukturisasi entitas sepengendali disajikan sebagai “Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan” dalam kelompok Ekuitas.
c. Setara Kas
Deposito on call dan deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan, diklasifikasikan sebagai “Setara Kas”.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) d. Penyisihan Piutang Ragu-ragu
Penyisihan piutang ragu-ragu ditetapkan berdasarkan hasil penelaahan terhadap kemungkinan tidak tertagihnya piutang tersebut pada akhir tahun yang bersangkutan.
e. Transaksi dengan Pihak-pihak Hubungan Istimewa
Perusahaan dan Anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak tertentu yang mempunyai hubungan istimewa seperti yang dijelaskan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 7 tentang “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”.
Sesuai dengan PSAK No. 38 tentang “Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali”, selisih harga pengalihan dengan nilai buku penyertaan saham antara pihak-pihak yang berada di bawah pengendalian yang sama, tidak diakui sebagai laba rugi. Selisih tersebut disajikan sebagai “Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali” dalam kelompok Ekuitas.
Seluruh transaksi dengan pihak-pihak hubungan istimewa dilakukan dengan harga dan persyaratan yang wajar sesuai dengan yang dilakukan dengan pihak ketiga dan diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi.
f. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang (weighted-average method). Penyisihan persediaan usang, apabila ada, ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun.
g. Ayam Pembibit Turunan
Ayam pembibit turunan dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi deplesi. Biaya-biaya yang terjadi selama masa pertumbuhan diakumulasikan dan dideplesi sejak dimulainya masa produksi. Deplesi dihitung dengan menggunakan metode saldo menurun berdasarkan taksiran umur produktif ayam dalam masa produksi yaitu 33 dan 41 minggu sejak awal masa produksi dengan memperhitungkan nilai sisa.
h. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka disajikan sebesar nilai yang belum diterima manfaatnya dan dibebankan pada usaha sesuai dengan masa manfaatnya. Bagian jangka panjang dari biaya dibayar di muka disajikan dalam “Aktiva Tidak Lancar - Lain-lain - bersih”.
i. Aktiva Tetap
Pemilikan langsung
Aktiva tetap dicatat sebesar biaya perolehan, kecuali untuk aktiva tetap tertentu yang telah dinilai kembali sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku, dikurangi akumulasi penyusutan. Biaya perolehan mencakup juga pengeluaran untuk perbaikan, penggantian, pemugaran dan peningkatan daya guna aktiva tetap yang jumlahnya signifikan serta selisih kurs tertentu atas kewajiban yang timbul untuk perolehan aktiva tetap.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
i. Aktiva Tetap (lanjutan)
Pemilikan langsung (lanjutan)
Penyusutan (kecuali untuk tanah yang tidak disusutkan) dihitung dengan menggunakan metode garis lurus dengan memperhitungkan taksiran nilai sisa sebesar persentase tertentu dari nilai tercatat (kecuali untuk prasarana tanah yang tidak diperhitungkan nilai sisanya) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva yang bersangkutan sebagai berikut:
Tahun
Prasarana tanah, peralatan transportasi, peralatan kantor, instalasi air,
peralatan peternakan dan peralatan laboratorium 5
Bangunan 20
Mesin dan peralatan 12
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasi pada saat terjadinya; pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dibukukan dalam laporan laba rugi konsolidasi tahun yang bersangkutan.
Perolehan tanah dicatat sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi. Biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan atau perpanjangan izin atas tanah, ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang periode hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek. Beban tangguhan disajikan sebagai bagian dari akun “Aktiva Tidak Lancar - Lain-lain - bersih”.
Sewa guna usaha
Transaksi sewa guna usaha digolongkan sebagai sewa guna usaha dengan hak opsi (capital
lease) apabila memenuhi seluruh kriteria kapitalisasi. Jika salah satu kriteria tidak terpenuhi,
maka transaksi sewa guna usaha dikelompokkan sebagai transaksi sewa menyewa biasa (operating lease). Aktiva sewa guna usaha dengan hak opsi disajikan dalam neraca sebagai bagian dari aktiva tetap sebesar nilai tunai dari seluruh pembayaran sewa guna usaha selama masa sewa guna usaha ditambah nilai sisa (harga opsi) yang harus dibayar pada akhir masa sewa guna usaha. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat aktiva tetap sewa guna usaha yang sama dengan aktiva yang diperoleh melalui pemilikan langsung yaitu 5 tahun.
Hutang sewa guna usaha dihitung berdasarkan nilai sekarang dari pembayaran sewa guna usaha.
Aktiva dalam penyelesaian
Aktiva dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aktiva tetap. Biaya bunga, rugi selisih kurs dan biaya-biaya lainnya yang terjadi atas pinjaman yang digunakan untuk membiayai pembangunan aktiva tetap dikapitalisasi ke dalam akun aktiva dalam penyelesaian yang bersangkutan. Kapitalisasi ini berakhir pada saat aktiva tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat aktiva dalam penyelesaian tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan.
Aktiva tetap yang tidak digunakan dalam usaha
Aktiva tetap yang tidak digunakan dalam kegiatan usaha disajikan sebagai bagian dari akun “Aktiva Tidak Lancar - Lain-lain - bersih” dan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
j. Penurunan Nilai Aktiva
Perusahaan dan Anak perusahaan melakukan penelaahan untuk menentukan adanya indikasi terjadinya penurunan nilai aktiva termasuk aktiva yang tidak digunakan dalam usaha pada akhir tahun. Bila terdapat indikasi penurunan nilai aktiva, Perusahaan dan Anak perusahaan menentukan nilai terpulihkan (recoverable value) dari aktiva yang bersangkutan dan mencatat penurunan nilai aktiva sebagai kerugian pada laporan laba rugi tahun berjalan.
k. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari penjualan ekspor diakui pada saat pengapalan barang kepada pelanggan (f.o.b.
shipping point). Pendapatan dari penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang kepada
pelanggan. Pendapatan dari penjualan ayam afkir, karung bekas, bahan baku dan kotoran ayam dicatat sebesar hasil penjualan bersih dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan, dan disajikan sebagai Penghasilan Lain-lain. Beban diakui pada saat terjadinya.
l. Biaya Emisi Obligasi
Biaya emisi yang terjadi sehubungan dengan penerbitan obligasi disajikan sebagai pengurang dari hasil penerimaan emisi obligasi. Biaya emisi obligasi diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama jangka waktu obligasi yaitu 5 (lima) tahun.
m. Instrumen Derivatif
Perusahaan menerapkan PSAK No. 55 tentang “Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai” yang menetapkan standar akuntansi dan pelaporan dimana setiap instrumen derivatif (termasuk derivatif melekat) dicatat sebagai aktiva atau kewajiban dalam neraca dan diakui sebesar nilai wajar masing-masing kontrak. PSAK No. 55 juga menetapkan perubahan nilai wajar instrumen derivatif harus dibukukan pada usaha tahun berjalan kecuali untuk lindung nilai tertentu yang memungkinkan laba atau rugi instrumen derivatif saling hapus dengan aktiva atau kewajiban yang dilindungi dalam usaha tahun berjalan serta mengharuskan setiap entitas untuk melakukan dokumentasi, merancang dan menilai efektivitas atas transaksi yang diperlakukan sebagai akuntansi lindung nilai. Semua instrumen derivatif Perusahaan tidak dirancang sebagai aktivitas lindung nilai untuk tujuan akuntansi.
n. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang timbul dari transaksi dan penjabaran aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing, dikredit atau dibebankan pada usaha tahun berjalan, kecuali yang memenuhi persyaratan untuk dikapitalisasi.
Pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, kurs yang digunakan masing-masing dihitung berdasarkan kurs tengah jual beli mata uang asing dan/atau kurs transaksi yang dipublikasikan Bank Indonesia pada tanggal 31 Desember 2003 dan 2002, dengan rincian sebagai berikut (Rupiah penuh): 2003 2002 Euro1 10.643 9.370 $AS1 8.465 8.940 $Sin1 4.977 5.154
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
o. Informasi Segmen
Perusahaan dan Anak perusahaan mengklasifikasikan pelaporan segmen berdasarkan:
(i) Segmen usaha (primer) yang terdiri dari pakan, anak ayam usia sehari, ayam olahan, ayam komersial dan peralatan peternakan;
(ii) Segmen geografis (sekunder) berdasarkan lokasi pelanggan terdiri dari dalam negeri dan luar negeri.
p. Kewjiban Diestimasi atas Manfaat Karyawan
Pada tanggal 31 Desember 2002, Perusahaan dan Anak perusahaan mengakui estimasi kewajiban pembayaran pesangon, penghargaan masa kerja dan ganti kerugian karyawan sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja (MTK) No. Kep-150/Men/2000 tentang “Penyelesaian Pemutusan Hubungan Kerja dan Penetapan Uang Pesangon, Penghargaan Masa Kerja dan Ganti Kerugian”. Pada tanggal 31 Desember 2003, Perusahaan dan Anak perusahaan mengakui estimasi kewajiban pembayaran pesangon, penghargaan masa kerja dan ganti kerugian karyawan sesuai dengan Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003 tentang “Ketenagakerjaan” (UU No. 13/2003). Berdasarkan Keputusan MTK dan UU No. 13/2003 tersebut, Perusahaan dan Anak perusahaan diharuskan membayar uang pesangon, penghargaan masa kerja dan ganti kerugian karyawan jika kondisi tertentu dalam Keputusan MTK dan UU No. 13/2003 tersebut terpenuhi. Beban jasa masa lalu diamortisasi berdasarkan rata-rata sisa masa kerja karyawan yaitu berkisar antara 15,57 sampai dengan 17,31 tahun.
q. Pajak Penghasilan
Perusahaan dan Anak perusahaan menerapkan metode penangguhan pajak (deferred tax) yang mencerminkan pengaruh pajak atas beda temporer antara pelaporan komersial dan fiskal, yang terutama menyangkut penyusutan dan laba (rugi) penjualan aktiva tetap, transaksi sewa guna usaha, amortisasi biaya dibayar di muka, penyisihan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan ganti kerugian. Untuk setiap anak perusahaan yang dikonsolidasi, pencatatan aktiva dan kewajiban pajak tangguhan disajikan dalam jumlah bersih.
r. Laba (Rugi) per Saham Dasar
Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada tahun yang bersangkutan. Jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar untuk tahun 2003 dan 2002 masing-masing berjumlah 1.407.669.175 saham (Catatan 16).
s. Penggunaan Estimasi
Penyusunan laporan keuangan konsolidasi yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen perusahaan untuk membuat estimasi dan asumsi terhadap jumlah yang dilaporkan. Disebabkan karena tidak adanya kepastian di dalam membuat estimasi, maka terdapat kemungkinan hasil aktual yang dilaporkan pada masa yang akan datang berbeda dengan estimasi tersebut.
3. TRANSAKSI PENAMBAHAN KEPEMILIKAN PADA ANAK PERUSAHAAN
Pada tanggal 1 April 2003, Perusahaan mengadakan beberapa Perjanjian Jual Beli Saham dengan: - PT Central Proteinaprima Tbk. (CPP) untuk mengambil alih 20.199.999 saham atau 19,99%
kepemilikan CPP pada PT Charoen Pokphand Jaya Farm (CPJF) dengan harga beli sebesar Rp45.450 juta.
- CPP untuk mengambil alih 819.047 saham atau 19,99% kepemilikan CPP pada PT Udangmas Intipertiwi dengan harga beli sebesar Rp1.286 juta.
- PT Satwa Utama Raya (SUR) untuk mengambil alih 403.669 saham atau 19,99% kepemilikan SUR pada PT Mega Kahyangan dengan harga beli sebesar Rp13.119 juta.
Pada tanggal 1 April 2003, CPJF mengadakan perjanjian jual beli saham dengan CPP untuk mengambil alih 466.666 saham atau 19,99% kepemilikan CPP pada PT Sumber Energindo Mandiri dengan harga beli sebesar Rp707 juta.
Transaksi-transaksi di atas telah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan yang diselenggarakan pada tanggal 9 Mei 2003, dan telah diaktakan dalam Akta Notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 31 pada tanggal yang sama, dimana para pemegang saham telah menyetujui rencana Perusahaan dan CPJF untuk membeli tambahan kepemilikan saham tersebut di atas.
Transaksi-transaksi di atas dilakukan dengan entitas sepengendali sehingga dicatat sesuai dengan PSAK No. 38 tentang “Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali”. Perusahaan dan Anak perusahaan menggunakan metode penyatuan kepemilikan (pooling of interest), sehingga penggabungan usaha antar entitas sepengendali seolah-olah telah terjadi sejak awal periode penyajian laporan keuangan. Selisih antara harga pembelian saham dan nilai buku penyertaan pada anak perusahaan sebesar Rp23,93 miliar dicatat sebagai “Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali” dan disajikan sebagai bagian dari Ekuitas.
Rincian selisih harga pembelian saham dengan nilai buku penyertaan pada anak perusahaan adalah sebagai berikut:
Harga Beli Nilai Buku Bersih
Kepemilikan Langsung
PT Charoen Pokphand Jaya Farm 45.450 25.905
PT Mega Kahyangan 13.119 8.123
PT Udangmas Intipertiwi 1.286 1.900
59.855 35.928
Kepemilikan Tidak Langsung (melalui CPJF)
PT Sumber Energindo Mandiri 707 1.043
Jumlah 60.562 36.971
Laporan keuangan konsolidasi tahun 2002 telah disajikan kembali untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha akibat dari adanya penambahan kepemilikan pada anak perusahaan tersebut di atas. Saldo akun-akun yang telah disajikan kembali pada laporan keuangan konsolidasi tahun 2002 adalah sebagai berikut:
Dilaporkan Disajikan
Sebelumnya Kembali
Hak minoritas atas aktiva bersih anak perusahaan
yang dikonsolidasi 42.729 -
Pro forma modal yang timbul dari transaksi
restrukturisasi entitas sepengendali - 42.729
Hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan yang
dikonsolidasi 15.631 -
Efek penyesuaian pro forma - 15.631
Rugi Anak perusahaan sebesar Rp5.758 juta sejak tanggal 1 Januari 2003 sampai dengan tanggal efektif transaksi pembelian saham dicatat pada akun “Efek Penyesuaian Pro Forma” pada laporan laba rugi konsolidasi tahun 2003.
4. KAS DAN SETARA KAS
Akun ini terdiri dari:
2003 2002
Kas 762 1.088
Bank
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk. 15.992 15.854
PT Bank Lippo Tbk. 13.236 6.018
Citibank N.A., Jakarta 4.596 1.889
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 1.245 533
PT Bank Niaga Tbk. 250 327
Lain-lain 979 415
Dolar Amerika Serikat
Citibank N.A., Jakarta 3.404 5.394
Development Bank of Singapore, Singapura 1.747 265 Standard Chartered Bank N.V., Jakarta 448 483
Lain-lain 29 48
Setara kas
Deposito on call Rupiah
Citibank N.A., Jakarta 54.325 16.050
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 1.775 650
Dolar Amerika Serikat
Citibank N.A., Jakarta - 94.764
Development Bank of Singapore, Singapura - 5.288
Deposito berjangka
Rupiah
PT Bank NISP Tbk. 105.995 106.420
PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk. - 3.100
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. - 935
Dolar Amerika Serikat
PT Bank NISP Tbk. 33.013 34.866
Citibank N.A., Jakarta - 626
Jumlah 237.796 295.013
Tidak terdapat penempatan kas dan setara kas pada pihak hubungan istimewa. Suku bunga tahunan setara kas adalah sebagai berikut:
2003 2002
% %
Deposito on call
Rupiah 4,00 - 11,50 4,00 - 13,38
Dolar Amerika Serikat 0,60 - 1,00 0,62 - 1,50 Deposito berjangka
Rupiah 6,50 - 13,50 10,00 - 17,88
5. PIUTANG USAHA
Akun ini terdiri dari:
2003 2002 Pihak ketiga: PT Prospek Karyatama 118.205 99.872 PT Primafood International 47.789 - PT Centralavian Pertiwi 32.745 4.907
PT Surya Gemilang Pratama 26.540 -
PT Satwa Miramaraya 25.579 10.186
PT Aneka Satwa Perkasa 23.523 -
PT Sinar Putra Bhakti 17.299 -
PT Balikpapan Sejahtera Mandiri 13.682 3.825
PT Inter Agro Prospek 10.496 -
PT Fajar Makmur Utama 10.369 -
PT Prospek Satwa Pratama 9.867 7.023
PT Proskar Pertiwi 8.193 1.127
PT Multi Sarana Pakanindo 6.678 4.305
PT Mitra Makmur Sejahtera 5.980 -
PT Citra Unggas Mandiri 5.920 -
PT Fast Food Indonesia Tbk. 5.713 4.908
PT Bina Pratama Satwa 5.452 2.186
PT Mitra Lestari Jaya 5.296 -
PT Sumber Mitra Satwa 4.139 -
PT Karya Unggul Lestari 3.795 -
PT Pakanindo Sejahtera Mandiri 2.598 -
PT Mitra Unggas Sejahtera 2.461 6.305
PT Aquafarm Nusantara 943 2.608
PT Sarana Unggas Prima 282 2.265
PT Nusantara Tracoutama 133 2.226
PT Contimas Utama Indonesia 125 2.438
PT Gema Usaha Ternak - 11.272
PT Mitra Asih Abadi - 5.412
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp2 miliar) 54.915 54.610
Jumlah pihak ketiga 448.717 225.475
Dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu 4.048 5.625
Bersih 444.669 219.850
Pihak hubungan istimewa (Catatan 23):
PT Satwa Utama Raya 17.793 373
PT Vista Grain 14.430 26.918
PT Centralpertiwi Bahari 13.589 2.902
PT Citrawindu Pertala 11.990 8.047
PT Vista Agung Kencana 11.912 105
PT Central Panganpertiwi 6.433 11.859
PT Cipta Khatulistiwa Mandiri 2.946 29
PT Nusantara Unggasjaya 1.969 31.208
PT Suryawindu Pertiwi 1.800 2.479
PT Windusejati Pertiwi 1.658 1.851
PT Central Agromina - 1.933
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) 1.678 1.571
Jumlah pihak hubungan istimewa 86.198 89.275
5. PIUTANG USAHA (lanjutan)
Analisa umur piutang usaha berdasarkan tanggal faktur adalah sebagai berikut:
2003 2002
Pihak ketiga:
Kurang dari 31 hari 210.044 136.118
31 - 60 hari 99.059 71.932
61 - 90 hari 47.591 5.378
91 - 180 hari 30.291 4.700
Lebih dari 180 hari 61.732 7.347
Jumlah 448.717 225.475
Dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu 4.048 5.625
Bersih 444.669 219.850
Pihak hubungan istimewa (Catatan 23):
Kurang dari 31 hari 31.878 37.880
31 - 60 hari 16.139 25.015
61 - 90 hari 12.486 15.377
91 - 180 hari 14.869 3.806
Lebih dari 180 hari 10.826 7.197
Jumlah 86.198 89.275
Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu adalah sebagai berikut:
2003 2002
Saldo pada awal tahun 5.625 5.986
Penyisihan tahun berjalan 146 464
Penghapusan/penerimaan kembali (1.723) (825)
Saldo pada akhir tahun 4.048 5.625
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan dan Anak perusahaan berkeyakinan bahwa jumlah penyisihan piutang ragu-ragu tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha. Pada tanggal 31 Desember 2003, seluruh piutang usaha di atas dalam mata uang Rupiah, sedangkan pada tanggal 31 Desember 2002 terdapat piutang usaha kepada beberapa pelanggan (pihak ketiga) dalam bentuk mata uang asing dengan jumlah $AS77.112 dan $Sin70.995 (setara dengan Rp1,06 miliar).
Pada tanggal 31 Desember 2003, piutang usaha milik Perusahaan dan CPJF sebesar Rp256,00 miliar digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman bank yang diperoleh Perusahaan dan CPJF dan hutang obligasi yang diterbitkan oleh Perusahaan (Catatan 10, 13, 15 dan 25d).
6. PERSEDIAAN
Akun ini merupakan persediaan berdasarkan segmen usaha sebagai berikut:
2003 2002
Pakan 506.205 421.801
Anak ayam usia sehari 42.918 38.251
Ayam olahan 29.068 17.726
Peralatan peternakan 3.953 3.106
Ayam komersial - 190
Jumlah 582.144 481.074
Dikurangi penyisihan penurunan nilai persediaan - 3.024
Bersih 582.144 478.050
Pada tanggal 31 Desember 2003, persediaan (kecuali persediaan tertentu yang masih dalam perjalanan) dan ayam pembibit turunan (Catatan 7), telah diasuransikan terhadap risiko kerugian akibat kerusakan, bencana alam, kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar Rp685,93 miliar. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko-risiko tersebut.
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai persediaan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas penurunan nilai persediaan.
Pada tanggal 31 Desember 2003, persediaan dan ayam pembibit turunan milik Perusahaan dan CPJF sebesar Rp455,00 miliar digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman bank yang diperoleh Perusahaan dan CPJF dan hutang obligasi yang diterbitkan oleh Perusahaan (Catatan 7, 10, 13, 15 dan 25d).
7. AYAM PEMBIBIT TURUNAN
Ayam pembibit turunan terdiri dari:
2003 2002
Telah menghasilkan (masa produksi):
Saldo awal 93.799 84.043
Reklasifikasi dari ayam belum menghasilkan 166.435 178.010
Akumulasi deplesi (143.441) (139.403) Ayam afkir (43.211) (28.851) Saldo akhir 73.582 93.799 Eliminasi (1.582) (3.021)
Jumlah setelah eliminasi 72.000 90.778
Belum menghasilkan (masa pertumbuhan):
Saldo awal 50.463 37.919
Kapitalisasi biaya 165.904 190.554
Reklasifikasi ke ayam telah menghasilkan (166.435) (178.010)
Saldo akhir 49.932 50.463
Eliminasi (486) (1.293)
Jumlah setelah eliminasi 49.446 49.170
Jumlah 121.446 139.948
8. AKTIVA TETAP
Rincian aktiva tetap adalah sebagai berikut:
2003
Penambahan/ Pengurangan/
Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo Akhir
Nilai Tercatat Pemilikan Langsung Tanah 150.706 355 825 150.236 Prasarana tanah 33.517 226 488 33.255 Bangunan 299.546 7.265 2.540 304.271
Mesin dan peralatan 318.189 53.259 13.187 358.261
Peralatan transportasi 38.424 9.769 4.240 43.953 Peralatan kantor 40.245 15.476 3.014 52.707 Instalasi air 12.608 1.035 1 13.642 Peralatan peternakan 74.086 7.369 749 80.706 Peralatan laboratorium 1.368 1.117 - 2.485 Jumlah 968.689 95.871 25.044 1.039.516
Aktiva dalam Penyelesaian
Bangunan dan prasarana tanah 44.088 93.637 3.706 134.019
Mesin dan peralatan 24.542 46.330 33.660 37.212
Jumlah 68.630 139.967 37.366 171.231
Aktiva Sewa Guna Usaha
Peralatan transportasi 927 - 142 785
Peralatan kantor 20.058 - 25 20.033
Jumlah 20.985 - 167 20.818
Jumlah Nilai Tercatat 1.058.304 235.838 62.577 1.231.565
Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung
Prasarana tanah 29.141 1.582 483 30.240
Bangunan 90.527 14.513 949 104.091
Mesin dan peralatan 150.042 25.849 9.333 166.558
Peralatan transportasi 20.556 4.417 1.946 23.027 Peralatan kantor 18.796 5.326 429 23.693 Instalasi air 8.842 656 - 9.498 Peralatan peternakan 40.500 7.381 411 47.470 Peralatan laboratorium 663 219 - 882 Jumlah 359.067 59.943 13.551 405.459
Aktiva Sewa Guna Usaha
Peralatan transportasi 79 120 41 158
Peralatan kantor 1.907 3.225 - 5.132
Jumlah 1.986 3.345 41 5.290
Jumlah Akumulasi Penyusutan 361.053 63.288 13.592 410.749
Nilai Buku Bersih 697.251 820.816
2002
Penambahan/ Pengurangan/
Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo Akhir
Nilai Tercatat Pemilikan Langsung Tanah 148.778 1.928 - 150.706 Prasarana tanah 32.476 1.041 - 33.517 Bangunan 268.781 30.765 - 299.546
Mesin dan peralatan 272.113 47.673 1.597 318.189
Peralatan transportasi 33.900 6.494 1.970 38.424 Peralatan kantor 27.857 12.659 271 40.245 Instalasi air 11.726 992 110 12.608 Peralatan peternakan 60.930 13.755 599 74.086 Peralatan laboratorium 668 700 - 1.368 Jumlah 857.229 116.007 4.547 968.689
8. AKTIVA TETAP (lanjutan)
2002
Penambahan/ Pengurangan/
Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo Akhir
Aktiva dalam Penyelesaian
Bangunan dan prasarana tanah 22.024 37.941 15.877 44.088
Mesin dan peralatan 8.509 24.012 7.979 24.542
Jumlah 30.533 61.953 23.856 68.630
Aktiva Sewa Guna Usaha
Peralatan transportasi - 927 - 927
Peralatan kantor 1.163 18.895 - 20.058
Jumlah 1.163 19.822 - 20.985
Jumlah Nilai Tercatat 888.925 197.782 28.403 1.058.304
Akumulasi Penyusutan Pemilikan Langsung
Prasarana tanah 26.990 2.151 - 29.141
Bangunan 77.715 12.840 28 90.527
Mesin dan peralatan 127.408 23.802 1.168 150.042
Peralatan transportasi 17.754 3.756 954 20.556 Peralatan kantor 15.373 3.520 97 18.796 Instalasi air 8.256 629 43 8.842 Peralatan peternakan 35.249 5.451 200 40.500 Peralatan laboratorium 590 73 - 663 Jumlah 309.335 52.222 2.490 359.067
Aktiva Sewa Guna Usaha
Peralatan transportasi - 79 - 79
Peralatan kantor - 1.907 - 1.907
Jumlah - 1.986 - 1.986
Jumlah Akumulasi Penyusutan 309.335 54.208 2.490 361.053
Nilai Buku Bersih 579.590 697.251
(a) Pembebanan penyusutan adalah sebagai berikut:
2003 2002
Beban pokok penjualan dan ayam pembibit
turunan belum menghasilkan 50.507 44.624
Beban umum dan administrasi (Catatan 20) 10.707 7.636
Beban penjualan (Catatan 20) 2.033 1.948
Jumlah 63.247 54.208
(b) Keuntungan dari penjualan aktiva tetap adalah sebagai berikut:
2003 2002
Hasil penjualan bersih 11.171 2.848
Nilai buku 9.288 2.047
Keuntungan 1.883 801
Keuntungan penjualan aktiva tetap dicatat pada akun “Rupa-rupa - bersih” sebagai bagian dari Penghasilan (Beban) Lain-lain (Catatan 21). Dalam akun ini termasuk keuntungan penjualan aktiva tetap untuk produksi karung plastik sebesar Rp1,22 miliar pada tahun 2003.
8. AKTIVA TETAP (lanjutan)
(c) Pada tanggal 31 Desember 2003, aktiva tetap tidak termasuk tanah telah diasuransikan terhadap risiko kerugian akibat kerusakan, bencana alam, kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar $AS174,20 juta. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul dari risiko-risiko tersebut.
(d) Penambahan aktiva tetap pada tahun 2003 terutama merupakan pengadaan aktiva tetap sehubungan dengan penambahan kapasitas produksi pakan ternak serta penambahan kapasitas peternakan ayam dan penetasan telur.
(e) Aktiva dalam penyelesaian milik Perusahaan pada tahun 2003 merupakan perolehan mesin dan peralatan serta bangunan dan prasarana tanah sehubungan dengan peningkatan kapasitas produksi pakan ternak di Balaraja, Sidoarjo dan Medan. Selain itu, CPJF juga menambah kapasitas peternakan ayam dan penetasan telur di Pekanbaru, Banjarmasin dan Manado.
Dinilai dari sudut pandang keuangan, persentase penyelesaian rata-rata atas aktiva dalam penyelesaian adalah sekitar 81,38% pada tanggal 31 Desember 2003.
(f) Aktiva tetap dalam bentuk tanah terletak di beberapa kota di Indonesia dengan jumlah luas keseluruhan sekitar 5.175.425 m2 dengan status Hak Guna Bangunan. Hak atas tanah tersebut akan berakhir pada berbagai tanggal antara tahun 2003 sampai dengan 2029 dan manajemen berkeyakinan bahwa hak tersebut dapat diperpanjang pada saat berakhirnya hak tersebut.
(g) Aktiva tetap Perusahaan dan Anak perusahaan telah dinilai oleh PT Actual Kencana Appraisal, perusahaan penilai independen, berdasarkan laporannya tertanggal 25 April dan 26 Maret 2003. Berdasarkan laporan tersebut dinyatakan bahwa aktiva tetap Perusahaan dan Anak perusahaan pada tanggal 31 Desember 2002 adalah sebesar Rp737,57 miliar dan Rp522,48 miliar. Metode penilaian aktiva tetap yang digunakan oleh perusahaan penilai tersebut adalah Metode Biaya Pengganti Terdepresiasi (Depreciated Replacement Cost Method), kecuali tanah yang menggunakan Metode Pendekatan Data Pasar (Market Data Approach). Berdasarkan kondisi aktiva tetap dan laporan penilaian tersebut, manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi adanya penurunan nilai aktiva tetap Perusahaan dan Anak perusahaan pada tanggal 31 Desember 2003. Nilai buku aktiva tetap Perusahaan dan Anak perusahaan pada tanggal 31 Desember 2003 sebesar Rp820,82 miliar.
(h) Pada tahun 1997, Perusahaan dan CPJF telah menilai kembali aktiva tetap tertentunya berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh PT Aditya Appraisal Bhakti, penilai independen, pada tanggal 31 Desember 1997. Penilaian kembali dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 507/KMK.04/1996 tanggal 13 Agustus 1996, yang pelaksanaannya sesuai dengan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak No. SE-30/PJ.42/1996 tanggal 14 Agustus 1996 dan No. SE-18/PJ.42/1997 tanggal 31 Desember 1997. Penilaian kembali aktiva tetap Perusahaan dan CPJF tersebut telah disetujui oleh Direktorat Jenderal Pajak masing-masing berdasarkan Surat Keputusan No. KEP-07/WPJ.06/KP.0404/1998 tanggal 17 April 1998 dan No. KEP-001/WPJ.06/KP.0604/1998 tanggal 13 Mei 1998. Perhitungan selisih penilaian kembali aktiva tetap tersebut adalah sebagai berikut:
8. AKTIVA TETAP (lanjutan)
Perusahaan CPJF
Nilai tercatat setelah penilaian kembali 110.928 112.349 Nilai tercatat sebelum penilaian kembali 20.128 19.388
Selisih penilaian kembali aktiva tetap 90.800 92.961 Bagian minoritas atas selisih penilaian
kembali aktiva tetap - (18.592)
Penyesuaian atas penerapan PSAK No. 46 (22.315) (21.531)
Selisih penilaian kembali aktiva tetap
setelah penyesuaian 68.485 52.838
Saldo awal selisih penilaian kembali aktiva tetap 6 -
Selisih penilaian kembali aktiva tetap 68.491 52.838
Saldo selisih penilaian kembali aktiva tetap CPJF dicatat pada akun “Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Anak Perusahaan” pada neraca konsolidasi. Pada tahun 2003, akun ini bertambah sebesar Rp336 juta sehubungan dengan adanya penambahan kepemilikan saham pada PT Sumber Energindo Mandiri, Anak perusahaan, oleh CPJF (Catatan 3).
(i) Pada tanggal 31 Desember 2003, aktiva tetap milik Perusahaan dan CPJF dengan nilai buku Rp399,48 miliar digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman bank yang diperoleh Perusahaan dan CPJF dan hutang obligasi yang diterbitkan oleh Perusahaan (Catatan 10, 13, 15 dan 25d).
9. AKTIVA LAIN-LAIN - BERSIH
Akun ini terutama merupakan aktiva tetap yang tidak digunakan dalam usaha, beban tangguhan - hak atas tanah, sewa dibayar di muka jangka panjang dan uang jaminan listrik dan telepon.
10. HUTANG BANK JANGKA PENDEK
Akun ini merupakan pinjaman revolving yang diperoleh dari:
2003 2002
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk. 58.500 160.000
PT Bank Danamon Indonesia Tbk. 20.000 80.000
Dolar Amerika Serikat
Citibank N.A., Jakarta ($AS12.098.565 pada
tahun 2003 dan $AS549.863 pada tahun 2002) 102.414 4.916
Jumlah 180.914 244.916
10. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan) PT Bank Central Asia Tbk.
Pada tanggal 9 September 2002, Perusahaan dan CPJF menandatangani perjanjian pinjaman dengan PT Bank Central Asia Tbk. Fasilitas pinjaman yang diperoleh berdasarkan perjanjian tersebut adalah dalam bentuk Time Revolving Loan (TRL) dengan fasilitas maksimum sejumlah Rp260,00 miliar (terbagi atas fasilitas pinjaman untuk Perusahaan sebesar Rp200,00 miliar dan CPJF sebesar Rp60,00 miliar). Fasilitas pinjaman yang berjangka waktu 1 tahun tersebut bersuku bunga sebesar
prime lending rate BCA yang terhutang setiap bulannya. Pembatasan dan jaminan atas fasilitas
pinjaman ini sama dengan pembatasan dan jaminan atas fasilitas pinjaman jangka panjang yang diperoleh dari bank yang sama (Catatan 13).
Pada tanggal 14 April 2003, Perusahaan menandatangani Addendum kedua atas perjanjian pinjaman dengan BCA dimana sebagian dari fasilitas TRL yaitu sebesar Rp20,00 miliar dialihkan menjadi fasilitas Kredit Rekening Koran (cerukan). Pada tanggal 31 Desember 2003, Perusahaan tidak mempergunakan fasilitas rekening koran tersebut.
Berdasarkan surat dari BCA pada tanggal 18 November dan 2 Desember 2003, fasilitas TRL CPJF dan Perusahaan masing-masing sebesar Rp58,50 miliar (atau setara dengan $AS6.500.000) dan Rp121,50 miliar (atau setara dengan $AS13.500.000) dialihkan menjadi fasilitas pinjaman jangka panjang dalam bentuk Installment Loan (Catatan 13).
PT Bank Danamon Indonesia Tbk.
Pada tanggal 6 September 2002, Perusahaan dan CPJF menandatangani perjanjian pinjaman dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Fasilitas pinjaman yang diperoleh berdasarkan perjanjian tersebut adalah dalam bentuk Kredit Berjangka (Tranche B) dengan fasilitas maksimum sebesar Rp130,00 miliar (terbagi atas fasilitas pinjaman untuk Perusahaan sebesar Rp100,00 miliar dan CPJF sebesar Rp30,00 miliar). Fasilitas pinjaman yang berjangka waktu 1 tahun tersebut bersuku bunga sebesar 3% di atas rata-rata maksimum penjaminan Bank Indonesia dan Sertifikat Bank Indonesia untuk jangka waktu 1 bulan dan terhutang setiap bulannya. Pembatasan dan jaminan atas fasilitas pinjaman ini sama dengan pembatasan dan jaminan atas fasilitas pinjaman jangka panjang yang diperoleh dari bank yang sama (Catatan 13). Pada tahun 2003, fasilitas pinjaman ini telah dilunasi sebesar Rp110,00 miliar (terbagi atas fasilitas pinjaman untuk Perusahaan sebesar Rp100,00 miliar dan CPJF sebesar Rp10,00 miliar). Fasilitas pinjaman ini telah diperpanjang sampai dengan 6 September 2004.
PT Bank Ekonomi Raharja
Pada tanggal 8 April 2003, Perusahaan dan CPJF menandatangani perjanjian pinjaman dengan PT Bank Ekonomi Raharja. Fasilitas pinjaman yang diperoleh berdasarkan perjanjian tersebut adalah dalam bentuk pinjaman revolving tahunan dengan fasilitas maksimum sebesar Rp25,00 miliar (terbagi atas fasilitas pinjaman untuk Perusahaan sebesar Rp18,75 miliar dan CPJF sebesar Rp6,25 miliar). Pembatasan dan jaminan atas fasilitas pinjaman ini sama dengan pembatasan dan jaminan atas fasilitas pinjaman jangka panjang yang diperoleh dari bank yang sama (Catatan 13). Pada tanggal 31 Desember 2003, Perusahaan dan CPJF tidak mempergunakan fasilitas tersebut.
Citibank N.A., Jakarta
Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman revolving dari Citibank N.A., Jakarta dengan fasilitas maksimum sebesar $AS20.000.000 dan $AS10.000.000 masing-masing pada tahun 2003 dan 2002. Fasilitas pinjaman ini merupakan pinjaman impor (import loan) dan trust receipt dan akan jatuh tempo pada tanggal 20 September 2004. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2003 dan 2002 jumlah fasilitas yang telah digunakan masing-masing sebesar $AS12.098.565 dan $AS549.863.
11. HUTANG USAHA
Akun ini terdiri atas hutang kepada:
2003 2002
Pihak ketiga:
Pemasok luar negeri:
Degussa A.G., Jerman 30.458 38.083
Toepfer International - Asia Pte. Ltd., Singapura 27.900 -
Thaina Trading Pte. Ltd., Singapura 24.518 -
Agrotech Corporation Limited., Republik Mauritius 20.219 -
Karonga Pte. Ltd., Singapura 18.022 -
Adisseo Asia Pacific Pte. Ltd., Singapura 7.693 2.242 Novus International Pte. Ltd., Singapura 6.798 6.797 Roche Vitamins Asia Pacific Pte. Ltd., Singapura 6.624 9.671 Erisler Gida Sanayi Ticaret A.S., Turki 4.057 - Potashcorp PCS (Sales) USA Inc.,
Amerika Serikat 3.324 4.589
BASF Atktiengesellschaft, Jerman 2.662 -
Conagra Trade Group, Inc., Amerika Serikat 2.430 - BASF - South East Asia Pte. Ltd., Singapura 2.214 1.673 Tradeskins (N.Z) Limited, Selandia Baru 2.117 403 IMC Feed Ingredients, Amerika Serikat 1.837 4.583
Mariscal Pte. Ltd., Singapura - 98.297
Pesquera San Fermin S.A., Peru - 2.713
Pesquera Diamenta S.A., Peru - 2.656
Technologica de Alimentos S.A., Peru - 2.640 Tsuno Rice Fine Chemical Co. Ltd., Jepang - 2.347 Lain-lain (masing-masing di bawah Rp2 miliar) 12.242 15.487
Jumlah pemasok luar negeri 173.115 192.181
Pemasok dalam negeri:
PT Centralavian Pertiwi 31.572 -
PT Nusantara Tracoutama 5.578 652
PT Cheil Samsung Indonesia 4.727 471
PT Poly Packaging Industry 2.914 -
Hariyanto 2.153 -
Usaha Baru - 3.463
Putra Ulung - 2.138
Prayogo - 2.009
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp2 miliar) 23.761 34.238
Jumlah pemasok dalam negeri 70.705 42.971
Jumlah pihak ketiga 243.820 235.152
Pihak hubungan istimewa (Catatan 23): Pemasok luar negeri:
CPF Europe S.A., Belgia 1.374 2.147
Pemasok dalam negeri:
PT Surya Hidup Satwa Tbk. 10.785 13.079
PT Indovetraco Makmur Abadi 8.263 5.111
PT Central Agromina 476 5.875
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar) - 28
Jumlah pemasok dalam negeri 19.524 24.093
11. HUTANG USAHA (lanjutan)
Saldo hutang usaha tersebut di atas timbul sehubungan dengan transaksi pembelian bahan baku. Hutang usaha tersebut di atas termasuk hutang usaha dalam mata uang Dolar Amerika Serikat sejumlah $AS21,56 juta (setara dengan Rp182,50 miliar) pada tanggal 31 Desember 2003 dan $AS 22,55 juta (setara dengan Rp201,64 miliar) dan mata uang Euro95.477,17 (setara dengan Rp0,89 miliar) pada tanggal 31 Desember 2002.
Sehubungan dengan hutang usaha tersebut di atas, Perusahaan dan Anak perusahaan tidak memberikan jaminan ke pemasok tertentu baik dalam bentuk jaminan aktiva Perusahaan dan Anak perusahaan maupun bentuk jaminan lainnya.
12. HUTANG PAJAK
Hutang pajak terdiri dari:
2003 2002 Pajak penghasilan Pasal 4 111 42 Pasal 21 7.295 8.990 Pasal 23 346 3.478 Pasal 25 572 340 Pasal 26 10.637 12.528 Pasal 29 2.600 10.928
Pajak pertambahan nilai 7.073 6.260
Jumlah 28.634 42.566
Pajak Penghasilan - Tahun Berjalan
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi konsolidasi dan penghasilan kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2003 dan 2002 adalah sebagai berikut:
2003 2002
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut
laporan laba rugi konsolidasi (37.573) 206.098
Dikurangi laba (rugi) Anak perusahaan sebelum
pajak penghasilan (24.194) 105.507
Laba (rugi) Perusahaan sebelum pajak penghasilan (13.379) 100.591 Beda temporer:
Penyisihan manfaat karyawan 19.376 8.889
Laba penjualan aktiva tetap 2.009 453
Penyusutan (11.246) (8.044)
Amortisasi:
Biaya emisi obligasi (1.473) -
Beban tangguhan - hak atas tanah (102) (123)
Sewa (11) (1.965)
Asuransi - 2.278
Administrasi bank - 37
12. HUTANG PAJAK (lanjutan)
2003 2002
Peghapusan piutang ragu-ragu (46) -
Laba yang telah direalisasi dari peningkatan
nilai aktiva bersih reksadana - 212
Beda permanen:
Pajak dan denda 8.091 1.536
Beban bunga 5.057 5.005
Hadiah dan sumbangan 4.975 4.796
Penghasilan yang pajaknya bersifat final:
Bunga (1.812) (4.279)
Sewa (263) (182)
Penghasilan kena pajak Perusahaan - tahun berjalan 9.712 107.016
Penghasilan kena pajak Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2002 telah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) yang disampaikan ke Kantor Pajak. Penghasilan kena pajak Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 tersebut di atas akan dilaporkan di SPT tahun 2003.
Perhitungan beban pajak penghasilan sebagai berikut:
2003 2002
Penghasilan kena pajak
Perusahaan 9.712 107.016 Anak perusahaan 19.858 88.006 Rugi fiskal Anak Perusahaan (63.153) - Jumlah (33.583) 195.022
Pajak penghasilan - tahun berjalan
Perusahaan 2.896 32.087
Anak perusahaan 5.940 26.367
Jumlah 8.836 58.454
Perhitungan hutang (tagihan) pajak penghasilan adalah sebagai berikut:
2003 2002
Pajak penghasilan - tahun berjalan
Perusahaan 2.896 32.087
Anak perusahaan 5.940 26.367
Jumlah 8.836 58.454
Pembayaran di muka pajak penghasilan
Perusahaan 59.575 53.413
Anak perusahaan 12.637 15.439
Jumlah 72.212 68.852
Hutang pajak penghasilan
Anak perusahaan 2.600 10.928