• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN PSIKOLOGIS SEBAGAI LANDASAN PEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LANDASAN PSIKOLOGIS SEBAGAI LANDASAN PEN"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

LANDASAN PSIKOLOGIS SEBAGAI LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM Anysa Dewi (1504516)

Pendidikan Akuntansi-FPEB [email protected]

The curriculum is to be thought of in terms of activity and experience rather than of knowledge to be acquired and facts stored. (Hadow Report, Board of Education,1931: para.

75)

Development on every front. The developmental model of curriculum regards affective dimension, along with the social dimension, as central features of that from of human development which it is being claimed education should be concerned to promote. It seeks to support development on all fronts and in all modes of representation.

Kurikulum merupakan inti dari bidang pendidikan dan memiliki pengaruh penting terhadap seluruh kegiatan pendidikan. Maka dari itu, penyusunan kurikulum memerlukan landasan-landasan yang kuat. Karena, apabila kurikulum dibuat tanpa landasan yang kuat akan berakibat fatal bagi pendidikan itu sendiri.

Landasan kurikulum adalah nilai-nilai, tradisi, kepercayaan, dan kekuatan lain berpengaruh terhadap bentuk dan kualitas pendidikan yang akan diberikan sekolah kepada peserta didik. Salahsatu landasan pengembangan kurikulum yaitu landasan psikologis yaitu berkaitan dengan cara peserta didik belajar, dan faktor apa yang dapat menghambat kemajuan belajar mereka. Selain itu, psikologi memberikan landasan berpikir tentang hakikat proses belajar dan mengajar, dan tingkat-tingkat pengembangan peserta didik. Dengan demikian, psikologi memberikan landasan kepada guru untuk memahami teori dan prinsip mengenai proses belajar pada berbagai tingkat perkembangan kehidupan peserta didik. Pemahaman yang luas dan komprehensif tentang berbagai teori belajar akan memberikan kontribusi yang sangat berharga bagi pengembang kurikulum. Terdapat tiga teori belajar yang berkembang dewasa ini dan memiliki pengaruh terhadap pengembangan kurikulum di Indonesia pada khusunya, yaitu: Teori kognitif, humanistik, behavioristik.

DAFTAR PUSTAKA

Sukirman, dadang dan Asra. (2011). Kurikulum dan pembelajaran. Jakarta: PT Grafindo Persada.

Ansyar, M dan Nurtain, H. (1992). Pengembangan dan Inovasi Kurikulum. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.

Referensi

Dokumen terkait

yang dikandung maksud unhrk memahami karya seni secara luas, komprehensif, dari berbagai kaca mata ilmu yang dianggap. mendulmng dan mempertajam

Produktivitas total dapat menjadi alat diagnosa yang berharga untuk tingkat perusahaan atau unit operasi, misalnya untuk melihat kontribusi dari faktor modal,

Pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh asumsi-asumsi yang berasal dari psikologi yang meliputi kajian perkembangan peserta didik, serta bagaimana peserta

Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu berkenaan dengan perkembangannya,perkembangan diperlukan terutama dalam hal penentuan isi

Sementara, psikologi belajar mengkaji tentang hakekat belajar dan teori-teori belajar, serta berbagai aspek perilaku individu lainnya dalam belajar yang semuanya dapat

Dalam penelitian, diskripsi teori merupakan uraian sistematis tentang teori (bukan sekedar pendapat pakar atau penulis buku) dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variabel

Dalam konteks yang lebih luas, pemahaman tentang pentingnya kualitas pelayanan dapat memberikan pelajaran berharga bagi perusahaan e- commerce lainnya untuk menjaga dan meningkatkan

Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi atau masukan yang berharga bagi penelitian selanjutnya akan teori-teori yang di kembangakan dalam penelitian ini yang