Analisis Jenis Idiom yang Mengandung Unsur
目
TUGAS MATA KULIAH
SEMANTIK JEPANG
Annisa Maulida Salamah
1306455652
UNIVERSITAS INDONESIA
FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN BUDAYA
PROGRAM STUDI JEPANG
DEPOK
2
I. Pendahuluan
I.1 Latar Belakang
Bahasa merupakan alat komunikasi yang paling mudah dan
umum digunakan. Bahasa adalah kumpulan kata-kata yang
merupakan suatu sistem khusus dari pengungkapan, contohnya
bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Jepang, dan lain
sebagainya. Bahasa menjadi sarana untuk manusia agar mampu
berkomunikasi dengan manusia lainnya.
Setiap jenis bahasa di dunia memiliki idiom. Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, idiom diartikan sebagai konstruksi
yang tidak sama dengan gabungan makna unsurnya. Sedangkan
menurut Gorys Keraf (1985 : 109), idiom adalah pola-pola
struktural yang menyimpang dari kaidah-kaidah bahasa yang
umum, yang maknanya tidak sama dengan makna gabungan
kata-kata pembentuknya. Perlu kehati-hatian dalam menerjemahkan
idiom karena seringkali sebuah idiom diartikan secara leksikal
sehingga mkasud sebenarnya dari penulisan idiom tersebut tidak
dapat disampaikan.
Dalam bahasa Jepang, umumnya idiom, atau 熟語
ゅくご
,
menggunakan istilah-istilah anggota tubuh, seperti telinga 耳,
tangan 手
lebar. Namun, makna idiomatik dari frasa tersebut adalah memiliki
pergaulan yang luas. Lalu ada pula 口
くち
立
た
つ, yang secara harfiah
berarti mulut yang berdiri, namun makna idiomatiknya adalah
3
dengan membagi idiom-idiom tersebut menurut penyusun makna
dan jenisnya.
I.2 Permasalahan
Masalah yang diangkat dalam makalah ini adalah bagaimana
menganalisa jenis idiom Bahasa Jepang yang mengandung unsur
目.
I.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penulisan makalah ini berkaitan dengan
permasalahan diatas, yaitu untuk menganalisa jenis idiom dalam
Bahasa Jepang yang menggunakan unsur kata 目 agar
memudahkan dalam memahami idiom-idiom tersebut.
I.4 Landasan Teori
Teori yang digunakan penulis adalah teori Chaer mengenai
klasifikasi idiom berdasarkan keeratan unsur dan teori
Akimoto Miharu mengenai pembagian idiom menurut unsur
pembentuknya.
Menurut Chaer, idiom pada umumnya dapat dibagi
menjadi dua menurut keeratan unsur pembentuknya, yaitu
idiom penuh dan idiom sebagian. Idiom penuh adalah idiom
dimana makna leksikal dari unsur-unsur pembentuk idiom
tersebut sudah hilang sepenuhnya, sehingga hanya ada arti
secara keseluruhan idiom tersebut. Sedangkan idiom sebagian
adalah idiom yang masih memiliki makna leksikal dalam
unsur-unsur pembentuknya.
Menurut Akimoto, pembagian idiom dalam bahasa
jepang dapat dilakukan menurut unsur-unsur pembentuknya,
4
a. Idiom verba, yang mengandung unsur nomina+verba
b. Idiom adjektiva, yang mengandung unsur
nomina+adjektiva
c. Idiom nomina, yang mengandung unsur
nomina+nomina
Kedua teori diatas dapat digambarkan sebagai berikut
I.5 Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam meneliti masalah ini adalah
studi pustaka, yaitu dengan meneliti dokumen berupa jurnal, kamus,
dan buku referensi lainnya. Selain itu, penulis juga menggunakan
internet untuk mencari contoh kalimat dan kamus online Idiom
Penuh
Sebagian
Verbial
adjektiva
Nomina
Verbial
Adjektiva
5
II. Pembahasan
II.1 Idiom-idiom yang menggunakan unsur目
Berikut merupakan beberapa idiom yang mengandung unsur
6
II.3 Identifikasi arti dan jenis idiom
Dengan menggunakan teori diatas, idiom-idiom
tersebut dapat diidentifikasi dan diklasifikasikan sebagai
berikut:
a. Idiom penuh verbial
- 目 を 開
ひら
く telah mengetahui suatu hal yang
sebelumnya tidak pernah diketahui atau disadari.
- 目 を 回
わ
kondisi seseorang yang sedang sibuk
berpikir.
imut dan lucu, anak kesayangan orang tua.
- 目 目 を 、 歯 歯 を setiap perbuatan
diberi balasan yang setimpal
b. Idiom penuh adjektiva
- 目 色 を 変 え ekspresi wajahnya berubah.
Biasanya untuk orang yang sedang marah atau
fokus mengerjakan sesuatu
- 目 高い memiliki selera yang bagus akan sesuatu
- 目 無い sangat menyukai suatu hal
c. Idiom penuh nominal
- 目 堅
た
lawan, musuh
d. Idiom sebagian verbial
- 目を離 melepas pandangan
- 目 を melihat dengan sungguh-sungguh,
dengan penuh perhatian
- 目 立
た
つ menarik perhatian, mencolok
- 目 堅
た
7
e. Idiom sebagian adjektiva
- 目新
あたら
い asli, original, terbaru
f. Idiom sebagian nomina
- 目 月
ょう つ
enak dilihat, sesuatu yang
menyenangkan hati ketika dilihat
- 目 口
くち
ほ 物を言
い
う ekspresi mata lebih jujur
daripada ucapan dari mulut
II.3 Penggunaan idiom-idiom dengan unsur 目dalam kalimat
Berikut ada contoh dari penggunaan idiom yang
mengandung kata 目 、yang diambil dari blog maupun
media sosial twitter.
a. 目 堅い
“Saya berniat untuk tidur jam 3 tapi anehnya saat itu saya tidak bisa tidur. Apa mungkin karena saya minum
sake ya”
b. 目 無い
“ Ia (perempuan) sangat menggilai buah-buahan”
8
Kami sangat sibuk sampai-sampai mata seperti berputar
menyiapkan pesta penyambutan hari ini
d. 目 中 入 て 痛く い
“John, yang merupakan anak terakhir dari keluarga yang beranggotakan 7 orang, merupakan anak
kesayangan orang tuanya.”
e. 目を
“Saya ingin menggambar ilustrasi yang menarik perhatian orang…”
9
“Warna mata seseorang akan berubah : 1. Melakukan sesuatu dengan giat, maka mata akan menjadi tajam dan
ekspresi wajah akan berubah, menjadi
bersungguh-sungguh, dan sangat antusias. 2. Menjadi sangat marah dan terkejut”
g. 目 口ほ 物を言う
“Menurut saya, meskipun ada ungkapan satu pandangan mata dapat mewakili jutaan kata, jika kita dapat
menyampaikan pendapat individu, ekspresi mata, terutama
akan kelihatan ekspresi ketakutan orang tersebut.”
II.3 Hambatan dalam Menerjemahkan Idiom
Dalam menerjemahkan sebuah idiom, terkadang
penerjemah mengalami beberapa hambatan. Menurut
Hashimoto, dkk (2006:244) hambatan yang sering ditemui
penerjemah dalam menerjemahkan idiom adalah pertama,
ambiguitas dalam menerjemahkan, apakah melalui makna
literal atau makna idiomatik. Sebagai contoh, apabila kita
membaca frasa 頭 痛 い,kita akan menerjemahkannya
secara literal sebagai “kepala saya sakit”, tetapi, apabila
kita memahami makna idiomatik, maka frasa tersebut dapat
diartikan pula sebagai “sedang mendapat masalah”.
Kedua, transformasi yang terjadi dalam sebuah
10
ditransformasikan ke dalam bentuk ~ , maka orang
akan mengartikannya secara literal sebagai “kepala saya
menjadi sakit” dan bukan “saya menjadi terlibat masalah.”
Perlu adanya pemahaman dan penalaran konteks kalimat
dalam bahasa Jepang, sehingga kesalahan dalam
penerjemahan tersebut dapat dihindari
III. Kesimpulan
Idiom merupakan salah satu dari ragam bahasa lisan dan
tulisan.penggunaannya tidak terbatas pada satu kalangan atau usia
tertentu. Dengan mempelajari dan memahami idiom kita dapat
memahami keunikan suatu ragam bahasa dan dapat digunakan dalam
kehidupan sehari-hari. Dengan memahami semantik bahasa Jepang dan
konteks dalam sebuah kalimat, maka kesulitan dalam menerjemahkan
11 Daftar Pustaka
Anonim, 漢字字典 外国人 た 漢字字典 - Dictionary of Chinese
Characters for Foreigners, Tokyo
Anonim, Saito’s Idiomological Japanese Dictionary, Tokyo
Anonim, Kenkyusha’s New Dictionary of the Japanese Language, Tokyo,
Kenkyusha Publishers
Hashimoto, Chikara. Sato, Satoshi. Utsuro, Takehito. “Detecting Japanese Idiom
with a Linguistically Rich Dictionary”, dalam perpustakaan e-journal JSTOR,
http://www.jstor.org/stable/30208380 (diakses tanggal 30 November 2015)
Istiqomah, Nurul. 2008, Analisis Penerjemahan Idiom Bahasa Indonesia Ke
Dalam Bahasa Jepang, Depok, Universitas Indonesia.
Kishimoto, Hideki. “Ditransitive Idiom and Argument Structure”, dalam
perpustakaan e-journal JSTOR, http://www.jstor.org/stable/40345221 (diakses
tanggal 30 November 2015)
Kawamoto, Sigea. 1979, 英和辞典– English-Japanese Dictionary, Tokyo,
Kodansha Publishers.
http://www.weblio.jp/content/ (diakses tanggal 1 Desember 2015)