• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPDAS HAMBATAN KOMUNIKASI VERBAL dalam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KEPDAS HAMBATAN KOMUNIKASI VERBAL dalam"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

Tn.E berusia 65 tahun datang ke Rumah Sakit Prima Medika bersama

keluarganya.Keluarga mengatakan pasien sulit untuk berbicara dan bibirnya miring ke arah kanan.Keluarga juga mengatakan

cemas pada keadaaan pasien.

Setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan: S:37 C, N:80 x/menit,RR : 18x/menit,TD :

170/100mmHg.Pasien sebelumnya pernah menderita stroke.Pasien tampak lemas.

(5)

ANALISA DATA

Data Subjektif Data Objektif Kesimpulan

Keluarga mengatakan pasien sulit untuk

berbicara dan

bibirnya miring ke arah kanan.

Keluarga juga

mengatakan cemas pada keadaaan

pasien.

Pasien tampak lemas. TD:170/100 mmHg Pasien sebelumnya menderita stroke

(6)

ANALISA MASALAH

P : Hambatan komunikasi verbal. E : Suplai darah ke otak terganggu Motorik wicara terganggu

S : DS:Keluarga mengatakan pasien sulit untuk berbicara dan bibirnya miring ke arah kanan.

Keluarga juga mengatakan cemas pada keadaaan pasien.

DO:Pasien tampak lemas.TD:170/100

(7)

Suplai darah ke otak terganggu sehingga terjadi penurunan fungsi pada korteks

serebri dan area brodmen yang dapat motorik wicara terganggu.

(8)

-Komunikasi terganggu

-Terjadi kesalah pahaman dalam berkomunikasi

(9)

Diagnosa Aktual

(10)

REFRENSI

Referensi

Dokumen terkait

Pasien laki-laki usia 82 tahun datang dengan diantar keluarga ke IGD dengan keluhan kelemahan pada tangan dan kaki kanan, tidak dapat bicara dan muka perot. Keluarga pasien

Saat pengkajian sekunder dilakukan, gejala-gejala yang muncul atau symptoms didapatkan data keluarga pasien mengatakan pasien merasa pusing dan kelemahan pada ekstermitas kanan atas

Hasil survey menunjukkan bahwa insiden medis yang dialami pasien memunculkan emosi yang kuat dari pasien dan keluarganya, dan emosi ini bertahan cukup lama, keputusan untuk

Pemberian posisi yang benar sangatlah penting dalam upaya pencegahan dekubitus pada pasien imobilisasi karena sasaran utama dalam mobilisasi miring kiri miring kanan adalah salah satu

Saat wawancara yang dilakukan pada empat keluarga yang memiliki pasien dengan kanker di daerah Kedoya Jakarta Barat dan Kembangan Jakarta Barat bulan Januari 2021, mereka mengatakan

S mengatakan nyeri pada perut bagian kanan bawah, Diagnosa II Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi yang di tandai dengan pasien dan keluarga mengatakan bahwa

EVALUASI KEPERAWATAN 11/01/2024 Jam 22.00 wib post operasi S: Pasien menyatakan kaki terasa baal dan masih sulit digerakkan, Pasien mengatakan nyeri pada luka operasi perut kanan

Pasien mengatakan bingung karna keluarga nya pun ikut mengkhawatirkan kesehatan keluarga nya nanti, dan khawatir terhadap kondisi yang di alaminya sekarang, pasien mengeluh sulit tidur