NAMA : RISNASARI ROSMAN
NPM : 180110090021
JURUSAN : SASTRA INDONESIA
MATA KULIAH : PERENCANAAN BAHASA
Bahasa Inggris Perlu, Bahasa Daerah Bisa, Bahasa Indonesia Pasti
Bahasa dan budaya, keduanya saling berkait. Mustahil ada budaya tanpa ada bahasa, sebaliknya, tak mungkin ada bahasa tanpa ada budaya. Keduanya saling bertopang untuk saling berkembang.
Pemenuh mutlak budaya dan bahasa berkembang: adanya penutur, yang tidak lain bangsa. Dan, untuk memungkinkan suatu bangsa berkembang, salah satu jalannya dengan memajukan bahasa, seperti yang dikatakan Alif Danya Munsyi, “Bahasa Menunjukkan Bangsa”. Karenanya, salah satu cara alat kontrol bahasa
Oleh karena itu, saya sangat setuju, mendukung, dan bangga dengan adanya undang-undang dasar Bab III perihal Bahasa Negara. Harapan saya dengan adanya undang-undang ini, kita —bangsa Indonesia— dibuat sadar peran serta bangsa untuk melestarikan bahasa Indonesia. Undang-undang itu pula sebagai alat kontrol kebahasaan.
Kemunculan bahasa Inggris, bisa jadi kemunduran bahasa Indonesia. Namun, itu jika tidak adanya penyeimbangan untuk memerdekakan bahasa Indonesia. Bisa jadi dengan masuknya bahasa Inggris, intelektualisasi bangsa Indonesia semakin terasah dan dengan begitu kemajuan untuk bangsa Indonesia.
Akan tetapi, yang saya sayangkan: Undang-undang Bahasa Negara ini kurang terpublikasi. Entah saya yang kurang “gaul”, atau memang begitu adanya. Jika benar, sungguh disayangkan, karena saya kira, masyarakat musti tahu. Semoga saja kesadaran bangsa terhadap bahasa Indonesia semakin terasah.