A. Definisi Logaritma
Logaritma adalah operasi matematika yang merupakan invers (kebalikan) dari eksponen atau pemangkatan.
Atau dengan pengertian lain, bentuk eksponen bila dinyatakan dengan notasi logaritma adalah .
dengan :
a = basis atau bilangan pokok b = hasil atau range logaritma
c = numerus atau domain logaritma.
Sebagai catatan, bahwa penulisan sama artinya dengan .
B. Sifat – sifat Logaritma
CONTOH SOAL
1. Tentukanlah nilai logaritma ! Penyelesaian:
= x
jadi, = 6
2. Nyataan bentuk eksponen berikut ini ke notasi logaritma, 34 = 81 !
Penyelesaian:
34 = 81 <---> 3log 81 = 4
3. Nyatakan bentuk logaritma berikut ini ke bentuk berpangkatan, 7log
49 = 2 !
Penyelesaian;
7log 49 = 2 <---> 72 = 49.
C. OPERASI AL ALJABAR PADA BENTUK LOGARITMA
Berikut ini merupakan sifat-sifat logaritma yang dipakai dalam operasi aljabar bentuk logaritma & juga untuk menyederhanakannya.
a. nlog ab = nlog a + nlog b
b. nlog = nlog a - nlog b
c. nlog ap= p nlog a
d. nlog a = e. nnlog a = a
Contoh Soal.
1. Sederhanakanlah, 3 log 4 + log 18 - log 72 ! Penyelesaian:
3 log 4 + log 18 - log 72 = log 43 + log 18 - log 72 = log 64 + log 18 - log 72
= log = log 16 = log 24 = 4 log 2
2. Hitunglah nilai logaritma berikut,3log 36 . 6log 81 ! Penyelesaian:
3log 36 . 6log 81
=
= 6log 36 . 3log 81 =6log 62 . 3log 34 = 2 . 4 = 8
D. PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LOGARITMA
Persamaan Logaritmaalog b = log b/log a alog a = 1
alog b + blog c = alog bc alog b - blog c = alog b/c alog b . blog c = alog c alog bn = n alog b
Beberapa bentuk persamaan logaritma dan penyelesaiannya sebagai berikut.
1. Bentuk alog f(x) = alog g(x)
alog f(x) = alog g(x), dengan syarat a > 0,
Maka penyelesaiannya adalah f(x) = g(x), f(x) > 0 dan g(x) > 0
g(x) boleh berupa konstanta
2. Bentuk alog f(x) = blog f(x)
alog f(x) = blog f(x), dengan syarat a, b > 0, Maka penyelesaiannya adalah f(x)= 1
3. Bentuk h(x)log f(x) = h(x)log g(x)
h(x)log f(x) = h(X)log g(x), dengan syarat h(x) > 0,
Maka penyelesaiannya adalah f(x) = g(x), f(x) > 0, g(x) > 0, h(x) tidak sama dengan 1.
Lebih jelasnya perhatikan beberapa contoh berikut.
Tentukan penyelesaian dari persamaan logaritma berikut : 1. 5log 2x = 5log 20
2. 3log (3x + 1) = 3log 25 3. xlog (2x + 3) = xlog (x + 9) 4. 4log (5x + 4) = 3
Jawaban:
1. 5log 2x = 5log 20 2x = 20 x = 10
Jadi, penyelesaiannya adalah x = 10. 2. 3log (3x + 1) = 3log 25
3x + 1 = 25 3x = 24 x = 8
Jadi, penyelesaiannya adalah x = 8.
3. xlog (2x + 3) = xlog (x + 9), syaratnya x>0. 2x + 3 = x + 9
2x – x = 9 – 3 x = 6
Jadi, penyelesaiannya adalah x = 6. 4. 4log (5x + 4) = 3
Jadi, penyelesaiannya adalah x = 12. 5. 2log (2x2 + 15) = 2log (x2 + 8x)
Dalam menyelesaikan pertidaksamaan logaritma, langkah-langkah
Tentukan penyelesaian dari pertidaksamaan logaritma berikut
Syarat nilai bilangan pada logaritma 3x + 5 > 0 atau x > -5/3 ... (1) 3x + 5 < 35
3x < 30
x < 10 ....(2)
Jadi dari (1) dan (2) diperoleh penyelesaian -5/3 < x < 10. 2. 3log (2x + 3) > 3log 15
Syarat nilai bilangan pada logaritma 2x + 3 > 0 atau x > -3/2 ... (1) Perbandingan nilai pada logaritma
2x + 3 > 15 2x > 12 x > 6 ....(2)
Jadi, dari (1) dan (2) diperoleh penyelesaian x > 6. 3. 2log (6x + 2) < 2log (x + 27)
Jadi, dari (1), (2),dan (3) diperoleh penyelesaian -1/3 < x < 5
4. 2log (5x – 16) < 6
2log (5x – 16) < 2log 26 2log (5x – 16) < 2log 64 5x – 16 < 64 5x < 80
x < 16 . . . . (2)
Jadi, dari (1) dan (2) diperoleh penyelesaian 16/5 < x < 16. 5. 4log (2x2 + 24) > 4log (x2 + 10x)
Jadi, dari (1), (2), dan (3) diperoleh penyelesaian x < -10 atau x > 6. 6. x+1log (2x – 3) < x+1log (x + 5)
Syarat nilai pada bilangan x+1>0
Batas ini dibagi menjadi 2,yaitu 0<x+1<1 dan x+1>1, sehingga diperoleh batas-batas berikut.
Dari pertidaksamaan (1), (2), (3) dam (4), tidak ada irisan penyelesaian. Untuk x+1>1 atau x > 0 . . . (1)
Dari pertidaksamaan (1), (2), (3) dan (4), ada irisan penyelesaian yaitu 3/2 <x < 8.
7. 2x-5log (x2 + 5x) > 2x-5log (4x + 12) Syarat nilai pada bilangan 2x-5 > 0
Batas ini dibagi menjadi 2,yaitu 0<2x-5<1 dan 2x-5>1, sehingga diperoleh batas-batas berikut.
Dari pertidaksamaan (1), (2), (3) dan (4), ada irisan penyelesaian yaitu 5/2 < x < 3.
Dari pertidaksamaan (1), (2), (3) dan (4), ada irisan penyelesaian yaitu x > 3.
Jika, kedua penyelesaian digabungkan maka diperoleh penyelesaian x > 5/2 dan x =/ 3.
Setiap fungsi eksponensial f(x) = ax, dengan a > 0 dan a ≠ 1, merupakan
fungsi korespondensi satu-satu. Hal ini dapat dilihat dengan
menggunakan Uji Garis Horizontal (lihat Gambar 1 untuk kasus a > 1).
Oleh karena itu fungsi eksponensial memiliki fungsi invers. Fungsi invers
tersebut dinamakan fungsi logaritma dengan basis a dan dinotasikan
dengan loga.
Fungsi invers f–1 didefinisikan sebagai
Definisi ini akan membawa kita kepada definisi fungsi logaritma berikut ini.
Definisi Fungsi Logaritma
Misalkan a adalah bilangan positif dengan a ≠ 1. Fungsi logaritma
dengan basis a, yang dinotasikan dengan loga, didefinisikan dengan
Ketika kita menggunakan definisi logaritma untuk mengganti bentuk
logaritma logax = ymenjadi bentuk eksponensial ay = x, atau sebaliknya,
perhatikan bahwa dalam kedua bentuk ini, basisnya tetap sama.
Contoh 1: Bentuk Logaritma dan Eksponensial
Grafik Fungsi Logaritma
Perhatikan bahwa jika fungsi satu-satu f memiliki domain A dan range B,
maka fungsi inversnya, f–1 memiliki domain B dan range A. Karena fungsi
eksponensial f(x) = axdengan a ≠ 1 memiliki domain himpunan semua
bilangan real dan range (0, ∞), maka kita dapat menyimpulkan bahwa
fungsi inversnya, f–1(x) = log
a x, memiliki domain (0, ∞) dan range
himpunan semua bilangan real.
Grafik f–1(x) = log
ax diperoleh dengan mencerminkan grafik f(x)
= ax terhadap garis y = x. Gambar 2 menunjukkan grafik ini untuk
kasus a > 1. Fakta bahwa y = ax (untuk a > 1) merupakan fungsi yang
naik secara cepat untuk x > 0, maka menyebabkan y = loga xmerupakan
fungsi yang naik secara lambat untuk x > 1.
Karena loga 1 = 0, maka titik potong fungsi y = loga x terhadap
sumbu-x adalah titik (1, 0). Sumbu-y merupakan garis asimtot dari y =
logax karena logax mendekati –∞ ketika xmendekati 0+.
Contoh 5: Menggambar Grafik Fungsi Logaritma
Sketsalah grafik f(x) = log2x.
Pembahasan Untuk membuat tabel nilai-nilai fungsi, kita pilih
nilai x yang merupakan pangkat dari 2 sehingga kita mudah dalam
Gambar 4 menunjukkan grafik fungsi yang masuk dalam keluarga fungsi logaritma, yaitu dengan basis 2, 3, 5, dan 10. Grafik-grafik ini digambar
dengan mencerminkan grafik-grafik y = 2x, y = 3x, y = 5x, dan y =
10x terhadap garis y = x. Kita juga dapat melakukan plot titik-titik untuk