• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi smintar kejang demam FIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Materi smintar kejang demam FIK"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Asuhan Keperawatan Pada An. A Dengan Kejang Demam

Sederhana (KDS) di Ruang Melati RSU Dr Soedono

Madiun

A. Identitas Pasien

Nama : An. A

Tanggal lahir : 11 juli 2016

Umur : 9 bulan

Alamat : Ds.Gemarang/Beran RT 07/RW 04. Gemarang

Jenis kelamin : P

Tgl MRS : 18-09-2017Jam : 03.00 WIB

Tgl Pengkajian : 19-09-2017 Jam: 15.00 WIB

No Reg : 6-71-77-82

Diagnosa Medis : Kejang Demam Sederhana

Identitas keluarga

Nama ayah : Tn. S

Umur : 32 tahun

Pendidikan

:-Pekerjaan : Swasta

B. Keluhan utama

Saat datang ke RS : Ibu mengatakan An. A mengalami panas sejak tanggal 15-09-2017, selama 3 hari panas tidak kunjung turun disertai batuk, pilek kemudian ibu membawa An. A ke IGD RSUD Dr. Soedono Madiun pada tanggal 18-09-2017 pukul 03.00 WIB setelah An. A mendapatkan penanganan awal An. A dianjurkan untuk MRS ke ruang melati pada pukul 03.15 WIB dengan keluhan kejang.

Saat Pengkajian : Ibu mengatakan An. Ademam,batuk dan pilek.

C. Riwayat penyakit sekarang:

(2)

D. Riwayat penyakit dahulu :

Pasien sebelumnya belum pernah mengalami atau mempunyai penyakit kejang demam.

E. Riwayat penyakit keluarga :

Anggota keluarga pasien tidak ada yang mempunyai penyakit kejang demam, batuk.

F. Riwayat Perkembangan dan Pertumbuhan :

- Psikoseksual : Fase anak dimana anak bisa mengenyot jari tangan - Motorik halus : Bayi mampu menggengam biscuit dengan seluruh jarinya

- Motorik kasar :Di usia ini bayi mulai terampil mengangkat tubuhnya sendirin dan berdiri dengan kedua kaki bayi pun kini dapat duduk sendiri tanpa bantuan, merangkak meraih mainan atau mendekati seseorang.

- Bahasa : Menangis saat merasa tidak nyaman dan sakit - Pertumbuhan : BB: 9600 gram, TB : 70 cm, LL: , LK: LD

G. Riwayat Nutrisi

- Sebelum sakit : Ibu mengatakan klien minum asi sering sekali, sufor, dan bubur saring

- Saat sakit : Ibu mengatakan klien minum asi sedikit ibu menggatakan anaknya makan bubur sari sehari 3 kali tidak habis

H. Riwayat Sosial :

Pasien tinggal bersama ayah, ibu, nenek An A dan ayah yang berperan penting penting dalam mengasuhnya hingga saat ini.

- Psikologis :

- Pasien tidak dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar ( dengan perawat atau mahasiswa)

- Anak menolak saat dilakukan tindakan seperti injeksi dan pada saat pengukuran suhu tubuh

I . Riwayat imunisasi

Usia Jenis vaksin

0-7 hari 1 bulan 2 bulan 3 bulan 4 bulan 9 bulan

HB0 BCG, Polio 1 DPTCombo 1, Polio 11 DPT Combo 11, Polio 111 DPT Combo 111, Polio 1v

(3)

J. Pemeriksaan Persistem

- Sistem pernafasan - Hidung

Inspeksi :Simetris, secret (+), PCH (-) - Mulut :

Inspeksi ; lembab, tidak sianosis - Leher :

Inspeksi : Tidak ada pembesaran tyroid - Dada

Inspeksi : Simetris, tidak ada retraksi dindang dada, tidak ada penggunakan otot bantu pernafasan, pergerakan dada simetris

Palpasi : Tidak ada nyeri tekan pada dada Perkusi : Sonor pada ICS 2

Auskultasi : Bunyi veskuler pada seluruh lapang paru, tidak ada ronkhi dan whesing - Sistem kardiovaskuler

- Mata :

Inspeksi : Bentuk simetris, konjungtiva merah muda, sklera putih - Leher

Inspeksi : Tidak ada benjolan

Palpasi : Tidak teraba massa, benjolan - Dada

Inspeksi : Pergerakan dada simetris, tidak terlihat ictus cordis di ICS V Palpasi : Ictus cordis teraba di ICS 3- 5 mid clavicular sinistra

Perkusi : Suara juntung redup

Auskultasi : Bunyi jantung S1 dan S2 tunggal, tidak ada bunyi mur-mur - Ekstemitas atas : Akral teraba hangat

- Ekstemitas bawah : Akral teraba hangat, CRT < 2 detik - Sistem pencernaan

Abdomen

Inspeksi : Perut simetris, tidak ada pembesaran Perkusi : Timpani

Auskultasi : Bising usus normal, usus halus 15-30x/ menit, usus besar 6-18x/ menit Palpasi : Terdapat nyeri tekan pada ulu hati/ perut bagian atas

-Kuadran I : tidak ada nyeru tekan -Kuadran II : tidak ada nyeri tekan -Kuadrat III : tidak ada massa -Kuadrat IV : tidak ada nyeri tekan

(4)

- Mulut :

Inspeksi : Mukosa bibir kering, tidak ada perdarahan pada gusi - Lidah

Inspeksi : Warna dan bentuk normal, simetris gerakan normal Palpasi : Tidak ada nyeri tekan

- BAB

Saat belum sakit : Ibu mengatakan An. A BAB sehari 2x, konstipasi lunak, warna kuning.

Saat pengkajian : Ibu mengatankan An. A BAB sehari 1x lunak BAK

Saat belum sakit : Ibu mengataka An. A sering BAK Saat pengkajian : Ibu mengatakan An. A BAK sehari 3-4x - Sistem perkemihan

- Genetalia :

Inspeksi : Bersih, tidak ada odema Palpasi : Tidak ada nyeri tekan - Urine warna : Putih kekuningan - Kandungan kemih

Palpasi : Tidak ada nyeri tekan - Sistem musculoskeletal dan integument - Warna kulit

Inspeksi : Tidak terdapat bitnik merah,tidak sianosis,tidak ada lesi tidak bersisik

Palpasi : Tidak icterus, CRT < 2 detik, kulit teraba panas 373 °C, Akral

teraba hangat, - Kekuatan otot

5 5 5 5

Inspeksi :Tidak ada odema, Tidak terjadi penurunan turgon kulit - Sistem Endokrin

- Kepala

Inspeksi : Distribusi rambut merata, bentuk simetris - Wajah : Terlihat pucat

Leher

(5)

- Sistem reproduksi

- Tidak ada kelainan pada genetalia - Sistem persepsi sensori

Pendengaran

Inspeksi : Bentuk telinga simetris Palpasi : Tidak ada odema Penglihatan

Inspeksi : Bentuk mata simetris, konjungvita merah muda - Sistem persyararafan

Tingkat kesadaran : Composmetis

GCS : 456

Pemeriksaan 12 Nervus

Nervus 1 Olfaktorius : Klien dapat membedakan bau – bauan Nervus 2 Optikus ; Klien dapat melihat jelas dengan jarak 5-6 m Nervus 3 Okulomotorius : Lapang pandang normal

Nervus 4 Trochealis : Pupil normal

Nervus 5 Trigeminus : Ada reflek kornea, otot temporal teraba keras Nervus 6 Abdusen : Ada reflek membuka mata

Nervus 7 Fasialis : Saraf perasa normal, klien bisa membedakan jenis rasa

Nervus 8 Vestibulocochlearis : Pendengaran normal Nervus 9 Glosofaringitis : Normal

Nervus 10 Vagus : Terdapat reflek muntah Nervus 11 Asesoris :

(6)

Pemeriksaan Penunjang

Jenis pemeriksaan Hasil Satuan Nilai acuan Keterangan Hematologi

Darah lengkap / CBC Hemoglobin

Hitung jenis leukosit - Eosinofil (%) - Basofil (%) - Neutrofil (%) - Limfosit (%) - Monosit (%) Laju Endap Darah (LED)

(7)

Analisa Data

Inisial pasien : An. A

No Reg : 6-71-77-82

Tanggal : 19 -09- 2017

Diangnosa Keperawatan : Hipertemia

Tg

l Data Patofisiologi Masalah

Ds : Ibu klien mengatakan panas batuk dan pilek

Do: - Keadaan umum : Lemah Kesadaran : Composmetis S: 37,9 ̊ C

RR : 26 x / menit N: 120x/ menit

- Akral hangat - Kulit terasa panas - Mukosa bibir pucat - Leukosit : 19.72

Infeksi bakteri virus dan panas

Reaksi inflamasi

Proses demam

Hipertermia

(8)

DIAGNOSA

Inisial pasien : An. A

No Reg : 6-71-77-82

Tanggal : 19 -09- 2017

Diangnosa Keperawatan : Hipertemia

Diagnosa Hipertermia

Definisi Peningkatan suhu tubuh di atas kisaran normal

Batasan karakteristik

- Konvolsi

- Kulit kemerahan

- Peningkatan suhu tubuh diatas kisaran - Kejang

- Takikardi - Takipnea

- Kulit teraba hangat

Related faktor

- Penurunan respirasi - Dehidrasi

- Pemajanan lingkungan yang panas - Penyakit

- Pemakaian pakaian yang tidak sesuai - Peningkatan laju metabolism

- Aktivitas berlebihan

A

ss

em

en

t

Subjektif data entry Objektiva data entry

Ibu klien mengatakan anak A masih panas, batuk dan pilek

Keadaan umum : lemah Kesadaran : Composmentis S: 37,9 ̊ C

N : 120 x/ menit RR : 26 x/ menit Kulit terasa panas Akral hangat Mukosa bibir pucat

D

ia

gn

os

is

Clien Diagnostik Statement

Ns. Diagnosis ( Spicafy)

Hipertermia

Related to :

(9)

penyakit ( terganggunya system termogulasi)

RENCANA TINDAKAN

Inisial pasien : An. A

No Reg : 6-71-77-82

Tanggal : 19 -09- 2017

Diangnosa Keperawatan : hipertemia

Definisi : Suhu tubuh berada dibawah kisaran normal

Tanggal KeperawataDiagnosa n 1.Pasien tidak demam

2.Suhu tubuh pasien dalam batas normal (36,5 – 37 5 °C)

3. Kulit pasien tidak teraba panas

4.Mukosa bibir lembab

1. Observasi TTV terutama suhu selama 2 jam sekali

2. Beri kompres hangat di lipatan paha dan axila

3. Anjurkan

menggunakan pakaian tipis yang mudah menyerap keringat 4. Batasi aktivitas fisik 5. Anjurkan banyak minum asi

6. Kolaborasi dengan dokter untuk terapi obat penurun panas

1. Untuk mengetahui perkembangan suhu tubuh pasien

2. Membantu

menghilangkan panas secara konduksi

3. Untuk membantu penguapan

4. Aktivitas dapat meningkatkan

metabolisme tubuh 5. Minum/cairan dapat

meningkatkan metabolisme

6. Antipiuretik sebagai obat penurun panas antibiotic sebagai obat

untuk membunuh

kuman penyebab

(10)

IMPLEMENTASI

Inisial pasien : An. A

No Reg : 6-71-77-82

No

Tindakan Respon klien Paraf

1. Hiperterm

1.Mengobservasi TTV terutama suhu tubuh

2. Memberikan kompres dingin

3. Menganjurkan pasien menggunakan pakaian tipis dan menyerap keringgat 4. Membatasi aktivitas yang berlebih pada anak dan membatasi pengunjung yang hadir

5. Menganjurkan ibu pasien untuk sering memberikan ASI

6. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi obat Antipiretik dan antibiotik

1. TTV: S: 37,9 ̊ C N : 120 x/ menit RR : 26 x/ menit Kulit terasa panas Akral hangat Mukosa bibir pucat 2. Pasien kooperatif pasien merasa nyaman

3. Pasien kooperatif melakukan dan melaksanakan saran yang di berikan

4. Pasien kooperatif melakukan dan melaksanakan saran yang di berikan

5.Pasien kooperatif melakukan dan melaksanakan saran yang di berikan

(11)

EVALUASI

Inisial pasien : An. A

No Reg : 6-71-77-82

Diagnosa Tgl/jam Catatan Perkembangan Paraf

Hipertermia 19-09-2017

16.00 WIB

S: Ibu klien mengatakan anak A suhu tubuh panas, batuk, pilek

O : Keadaan Umum : Lemah Kesadaran : Composmentis

S: 37,8 ̊ C RR : 32 x/ menit N : 128 x/ menit BB : 9,6 kg Akral hangat Bibir pucat

Wajah tampak merah A : Hipertermia belum teratasi P : Intervensi dilanjutkan

- Observasi TTV

- Ajarkan keluarga dalam mengukur suhu tubuh - Berikan kompes hangat

pada lipatan paha dan aksila

- Anjurkan pada ibu klain agar klain memakai baju tipis yang bisa menyerap keringat

- Berikan minum dan makan

- Kolaborasi dengan tim medis

(12)

11.45 O : Keadaan umum : Baik Kesadaran : Composmetis S: 37,6 ̊ C

N : 110 x/ menit RR : 30 x/ menit BB : 9,6 kg Akral hangat Minum mau A : Hipertermia teratasi sebagian

P : intervensi dilnjutkan - Observasi TTV

- Ajarkan keluarga dalam mengukur suhu tubuh - Berikan kompes hangat - Anjurkan pada ibu klain

agar klain memakai baju tipis yang bisa menyerap keringat

- Kolaborasi dengan tim medis

Hipertermia 21-09-2017

12.00 WIB

S : Ibu mengatakan anak A sudah tidak panas, batuk (+), pilek (+), dan sudah tidak rewel

O: Keadaan umum : Baik Kesadaran :Composmentis

S : 36 ̊ C N : 110 x/ menit RR : 30 x/ menit BB : 9,6 kg Akral hangat CRT <2 detik A : Hipertermia teratasi P : Intervensi dilanjutkan

- Observasi TTV

- Ajarkan keluarga sering mengukur suhu tubuh - Kolaborasi dengan tim

(13)

Referensi

Dokumen terkait

muncul 3 yaitu : Hipertermi berhubungan dengan Proses penyakit, gangguan kebutuhan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat,

Berdasarkan prioritas diagnosa keperawatan dari pengkajian yang dilakukan pada pasien didapatkan diagnosa keperawatan hipertermia berhubungan dengan penyakit (00007)

No Diagnosa Keperawatan Tujuan Rencana Keperawatan Intervensi Rasional Implementasi Evaluasi A : masalah Hambatan Mobilitas fisik berhubungan dengan.. ketidaknyamanan nyeri

Tujuan dan Kriteria hasil Intervensi Rasional 08 1) Peningkatan suhu tubuh (Hipertermi) berhubungan dengan Proses inflamasi ditandai dengan badan panas. 2)Gangguan rasa nyaman

Rencana Intervensi Diagnosa Keperawatan Rencana Tindakan Keperawatan Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi Harga Diri Rendah TUM : Klien menunjukkan peningkatan harga diri TUK 1:

B.2 INTERVENSI KEPERAWATAN DIAGNOSA TUJUAN & KRITERIA HASIL INTERVENSI Gangguan rasa nyaman nyeri b.d gejala penyakit yang timbul vertigo Setelah dilakukan tindakan keperawatan

Tujuan, Kriteria Standar Intervensi Rasional NOC,NIC RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN Nama Pasien : ………... NO DX HARI/TGL KRITERIA HASIL TUJUAN DAN RENCANA TINDAKAN RASIONAL

Diagnosa keperawatan Berdasarkan diagnosa keperawatan dari pengkajian yang dilakukan pada pasien didapatkan diagnosa keperawatan resiko gangguan perkembangan anak berhubungan dengan