• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelingkupan Dalam Pelingkupan Dalam AMDA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pelingkupan Dalam Pelingkupan Dalam AMDA"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

Pelingkupan Dalam

Pelingkupan Dalam

AMDAL

AMDAL

Didasarkan pada Permen LH 08/2006

Didasarkan pada Permen LH 08/2006

(materi pelatihan penilaian AMDAL di

(materi pelatihan penilaian AMDAL di

Universitas Andalas, Padang)

(2)

PROSES PENYUSUNAN AMDAL

PROSES PENYUSUNAN AMDAL

RENCANA KEGIATAN/USAHA

RONA LINGKUNGAN HIDUP

POTENSI DAMPAK PENTING

PENGUMPULAN DATA

PRAKIRAAN DAMPAK (IMPACT PREDICTION)

EVALUASI DAMPAK (IMPACT EVALUATION)

PENGELOLAAN LINGKUNGAN (RKL)

PEMANTAUAN LINGKUNGAN (RPL) Metode Pengumpulan Data

Metode Prakiraan Dampak

Metode Evaluasi Dampak

Prinsip Dasar

Pengelolaan Lingkungan

Prinsip Dasar

(3)

Pengertian dasar

Pengertian dasar

 Pelingkupan berarti memberikan batas Pelingkupan berarti memberikan batas

atau menetapkan ruang lingkup dari suatu atau menetapkan ruang lingkup dari suatu

kegiatan . kegiatan .

 Dalam Amdal pelingkupan berarti Dalam Amdal pelingkupan berarti

menetapkan batas studi AMDAL yang akan menetapkan batas studi AMDAL yang akan

dipakai sebagai dasar untuk melakukan dipakai sebagai dasar untuk melakukan

kajian ANDAL. kajian ANDAL.

 Hasil dari pelingkupan adalah Hasil dari pelingkupan adalah Kerangka Kerangka Acuan untuk studi ANDAL

(4)

Hasil Pelingkupan

Hasil Pelingkupan

 Sebagai proses terpenting dalam penyusunan Sebagai proses terpenting dalam penyusunan KA ANDAL pelingkupan meng

KA ANDAL pelingkupan menghhasilkan halasilkan hal--hal hal sbb:

sbb:

1. 1. Dampak penting terhadap lingkungan dari Dampak penting terhadap lingkungan dari suatu rencana kegiatan

suatu rencana kegiatan. Dampak penting . Dampak penting

artinya dampak yang dipandang relevan untuk artinya dampak yang dipandang relevan untuk

ditelaah secara mendalam dan teliti dalam ditelaah secara mendalam dan teliti dalam

studi ANDAL dengan meniadakan hal hal yang studi ANDAL dengan meniadakan hal hal yang

(5)

hasil pelingkupan

hasil pelingkupan

lanjutan

lanjutan

 2 . 2 . Batas atau lingkup studi ANDALBatas atau lingkup studi ANDAL ber – ber –

dasarkan batas proyek, batas ekologis, dasarkan batas proyek, batas ekologis,

batasbatas sosial, dan batas administratif.sosial, dan batas administratif.

3. 3. Kedalaman studi ANDALKedalaman studi ANDAL..

Kedalaman studi akan berkaitan de –Kedalaman studi akan berkaitan de –

ngan metoda yang akan digunakan, ngan metoda yang akan digunakan,

jumlah sampel yang akan diambil, lo-jumlah sampel yang akan diambil,

kasi pengambilan sampel, tenaga yang kasi pengambilan sampel, tenaga yang

(6)

Proses pelingkupan

Proses pelingkupan

Dampak Penting.

Dampak Penting.

 Pelingkupan ditempuh melalui tiga Pelingkupan ditempuh melalui tiga proses utama yakni

proses utama yakni

Identifikasi dampak potensialIdentifikasi dampak potensial

Evaluasi dampak potensialEvaluasi dampak potensial

Klassifikasi dan penyusunan prioritas Klassifikasi dan penyusunan prioritas

(7)

Proses Pelingkupan Dampak

Proses Pelingkupan Dampak

Penting

Informasi Pokok 2

(8)

Langkah langkah untuk

Langkah langkah untuk

identifikasi dampak

identifikasi dampak

potensial

potensial

 Langkah 1Langkah 1. Buat daftar rencana usaha/ . Buat daftar rencana usaha/ deskripsi kegiatan menurut sebaran

deskripsi kegiatan menurut sebaran ruang dan waktu.

ruang dan waktu.

Hasil dari langkah 1 adalah :Hasil dari langkah 1 adalah :

- Kegiatan pra kontruksi- Kegiatan pra kontruksi

- Kegiatan konstruksi- Kegiatan konstruksi

(9)

Langkah lanjutan

Langkah lanjutan

 Langkah 2Langkah 2. Identifikasi tipe ekosistem . Identifikasi tipe ekosistem yang akan menjadi lokasi proyek yang yang akan menjadi lokasi proyek yang akan terpengaruh oleh kegiatan proyek akan terpengaruh oleh kegiatan proyek

sebagaimana dimaksud pada hasil sebagaimana dimaksud pada hasil

langkah pertama. langkah pertama.

 Hasil langkah 2 ; Diperoleh daftar tipe Hasil langkah 2 ; Diperoleh daftar tipe ekosistem yang akan menjadi lokasi ekosistem yang akan menjadi lokasi

proyek atau yang akan terpengaruh oleh proyek atau yang akan terpengaruh oleh

(10)

lanjutan

lanjutan

 Contoh ekosistem yang akan Contoh ekosistem yang akan terpengaruh

terpengaruh

- Ekosistem Hutan bakau- Ekosistem Hutan bakau

- Sawah- Sawah

- - KKolam/tambakolam/tambak

- Danau- Danau

- Hutan - Hutan

- Kebun- Kebun

(11)

langkah lanjutan

langkah lanjutan

 Langkah 3.Langkah 3.

Identifikasi komponen lingkungan yang Identifikasi komponen lingkungan yang berpotensi terkena dampak akibat

berpotensi terkena dampak akibat proyek.

proyek.

Hasil langkah 3 ; Diperoleh daftar Hasil langkah 3 ; Diperoleh daftar

komponen lingkungan yang potensial komponen lingkungan yang potensial

terkena dampak misalnya: terkena dampak misalnya:

- Komponen fisika – kimia ( Iklim, - Komponen fisika – kimia ( Iklim, hidrologi)

hidrologi)

(12)

lanjutan

lanjutan

 Langkah 4:Langkah 4:

 Pada setiap tipe ekosistem menurut hasil Pada setiap tipe ekosistem menurut hasil langkah 2 identifikasilah fungsi ekosistem langkah 2 identifikasilah fungsi ekosistem

yang potensial terkena dampak atau yang potensial terkena dampak atau

berubah akibat adanya proyek. berubah akibat adanya proyek.

 Hasil langkah 4.Hasil langkah 4.

Daftar fungsi untuk setiap ekosistem Daftar fungsi untuk setiap ekosistem yang potensial terkena dampak

(13)

contoh fungsi

contoh fungsi

ekosistem

ekosistem

 Kalau ekosistem yang terkena adalah lahan basah Kalau ekosistem yang terkena adalah lahan basah maka fungsi yang akan terpengaruh adalah:

maka fungsi yang akan terpengaruh adalah:

Fungsi pemasok airFungsi pemasok air

Fungsi pengendali banjir Fungsi pengendali banjir

Fungsi pencegahan intrusi air lautFungsi pencegahan intrusi air laut

Fungsi pengendali erosiFungsi pengendali erosi

Fungsi pemasok bahanFungsi pemasok bahan

Fungsi perhubunganFungsi perhubungan

Fungsi sumber pencaharianFungsi sumber pencaharian (sosek)(sosek)

(14)

contoh fungsi

contoh fungsi

ekosistem

ekosistem

 Bila ekosistem yang terkena adalah Bila ekosistem yang terkena adalah

lahan kering maka fungsinya antara lain :

lahan kering maka fungsinya antara lain :

Fungsi produksi kayuFungsi produksi kayu

Fungsi transportasiFungsi transportasi

Fungsi Fungsi ppenelitian/pendidikanenelitian/pendidikan

Fungsi rekreasiFungsi rekreasi

(15)

langkah identifikasi

langkah identifikasi

lanjutan

lanjutan

 Langkah 5.Langkah 5.

 a. Buat matrix interaksi dampak kegiatan dan a. Buat matrix interaksi dampak kegiatan dan

komponen lingkungan. Pada bagian kolom memuat komponen lingkungan. Pada bagian kolom memuat

rencana kegiatan proyek (hasil langkah 1) dan bagian rencana kegiatan proyek (hasil langkah 1) dan bagian

baris memuat komponen lingkungan atau tipe baris memuat komponen lingkungan atau tipe

ekosistem ( hasil langkah 3). ekosistem ( hasil langkah 3).

 b. Buat matrix`interaksi dampak kegiatan dan fungsi b. Buat matrix`interaksi dampak kegiatan dan fungsi ekosistem ( seperti point a).

ekosistem ( seperti point a).

 c. Matrix dibuat sebanyak tipe ekosistem yang bakal c. Matrix dibuat sebanyak tipe ekosistem yang bakal terkena dampak ( sesuai tipe ekosistem menurut hasil terkena dampak ( sesuai tipe ekosistem menurut hasil

(16)

lanjutan

lanjutan

 Hasil langkah 5.Hasil langkah 5.

a.Terbentuk matrix interaksi antara a.Terbentuk matrix interaksi antara

komponen lingkungan / tipe ekosistem

komponen lingkungan / tipe ekosistem

dan kegiatan.

dan kegiatan.

b. Terbentuk matrix interaksi antara b. Terbentuk matrix interaksi antara fungsi ekosistem dan kegiatan.

(17)

langkah lanjutan

langkah lanjutan

 Langkah 6.Langkah 6.

 Pada setiap matrix yang diperoleh dari Pada setiap matrix yang diperoleh dari hasil langkah 5 lakukan identifikasi

hasil langkah 5 lakukan identifikasi

dengan cara memberi tanda “ x “ atau “

dengan cara memberi tanda “ x “ atau “

 “ atau simbol lainnya pada komponen “ atau simbol lainnya pada komponen lingkungan dan fungsi tertentu yang

lingkungan dan fungsi tertentu yang

potensial terkena dampak oleh kegiatan

potensial terkena dampak oleh kegiatan

tertentu dari proyek.

(18)

hasil langkah 6

hasil langkah 6

 Pada setiap tipe ekosistem sebagaimana Pada setiap tipe ekosistem sebagaimana dimaksud dari hasil langkah 2 diperoleh

dimaksud dari hasil langkah 2 diperoleh

daftar komponen lingkungan dan fungsi

daftar komponen lingkungan dan fungsi

ekosistem yang potensial akan terkena

ekosistem yang potensial akan terkena

dampak.

(19)

Metoda identifikasi

Metoda identifikasi

dampak

dampak

 MatrixMatrix

 Bagan alirBagan alir

 Telaah pustakaTelaah pustaka

 Daftar ujiDaftar uji

 Observasi lapanganObservasi lapangan

(20)

Pra-Konstruksi

1. Perizinan

2. Survai kelayakan teknis 3. Rekruitmen dan seleksi

tenaga kerja

Konstruksi

1. Mobilisasi tenaga kerja 2. Pembangunan porta camp

dan workshop (darat) 3. Pembangunan temporary

jetty (di darat & Gosong Tiaka)

4. Mobilisasi alat dan bahan 5. Pengadaan dan

pengangkutan material reklamasi oleh Kontraktor 6. Reklamasi tapak kegiatan

(4,3 ha)

7. Pembangunan pelabuhan khusus/jetty (di Gosong Tiaka)

8. Pembangunan porta camp (di Gosong Tiaka)

9. Pemboran dengan sistem cluster (pembuatan sumur produksi)

10.Pembangunan fasilitas produksi dan fasilitas pendukung (di Gosong Tiaka

Operasi

1. Mobilisasi tenaga kerja 2. Produksi

3. Pengoperasian jetty

Pasca operasi 1. Penutupan sumur 2. Demobilisasi peralatan

3. Penanganan lokasi setelah penutupan sumur

Contoh Matrik Identifikasi Dampak

(21)

Contoh Hasil Proses Pelingkupan:

Contoh Hasil Proses Pelingkupan:

Bagan Alir Dampak Penting Hipotetik

Bagan Alir Dampak Penting Hipotetik

Vegetasi Darat

Vegetasi Laut

Kualitas Air Laut

Struktur dan Interaksi Sosial

Satwa Liar Biota Laut Perekonomian Lokal

Sikap Masyarakat terhadap Proyek

Kesempatan Kerja Pembangunan Lapangan Minyak Lepas Pantai Tando

Kualitas Udara

(22)

Evaluasi dampak

Evaluasi dampak

potensial

potensial

 Langkah 7.Langkah 7.

 Gunakan kriteria dampak penting untuk menilai/mengevaluasi Gunakan kriteria dampak penting untuk menilai/mengevaluasi penting tidaknya dampak yang teridentifikasi pada langkah 6.

penting tidaknya dampak yang teridentifikasi pada langkah 6.

 Kriteria dampak penting tsb adalah:Kriteria dampak penting tsb adalah:

1. Jumlah manusia terkena dampak1. Jumlah manusia terkena dampak

2. Luas wilayah persebaran dampak2. Luas wilayah persebaran dampak

3. lamanya dampak berlangsung3. lamanya dampak berlangsung

4. Intensitas dampak4. Intensitas dampak

5. Banyaknya komponen lingkungan yang akan 5. Banyaknya komponen lingkungan yang akan

terkena dampak.terkena dampak.

(23)

Tambahan untuk

Tambahan untuk

evaluasi dampak

evaluasi dampak

potensial

potensial

 Gunakan juga metoda interaksi Gunakan juga metoda interaksi kelompok seperti rapat, lokakarya,

kelompok seperti rapat, lokakarya,

brainstorming.

brainstorming.

 Interaksi kelompok agar Interaksi kelompok agar

mengikutsertakan / mempertimbangkan

mengikutsertakan / mempertimbangkan

saran pakar, masyarakat yang

saran pakar, masyarakat yang

berkepentingan dan instansi yang

berkepentingan dan instansi yang

bertanggung jawab.

(24)

Hasil langkah 7

Hasil langkah 7

 Diperoleh daftar komponen lingkungan Diperoleh daftar komponen lingkungan dan fungsi ekosistem yang tergolong

dan fungsi ekosistem yang tergolong

dampak penting untuk tiap tiap tipe

dampak penting untuk tiap tiap tipe

ekosistem.

(25)

Langkah 8

Langkah 8

Tetapkan dampak penting hipotetis yang akan diteliti Tetapkan dampak penting hipotetis yang akan diteliti secara mendalam dalam studi ANDAL.

secara mendalam dalam studi ANDAL.

 Hasil langkah 8.Hasil langkah 8.

 Diperoleh komponen lingkungan dan fungsi ekosistem Diperoleh komponen lingkungan dan fungsi ekosistem yang harus diteliti secara mendalam.

yang harus diteliti secara mendalam.

 Untuk lebih sempurna dan teliti masukkan juga Untuk lebih sempurna dan teliti masukkan juga

kedalam daftar ini semua komponen lingkungan yang kedalam daftar ini semua komponen lingkungan yang

(26)

Klassifikasi dan

Klassifikasi dan

penyusunan prioritas

penyusunan prioritas

 Klassifikasi dan penyusunan prioritas dampak penting Klassifikasi dan penyusunan prioritas dampak penting bertujuan mengelompokkan dan mengorganisir

bertujuan mengelompokkan dan mengorganisir

dampak potensial yang telah dirumuskan pada tahap dampak potensial yang telah dirumuskan pada tahap

sebelumnya dengan maksud agar diperoleh sebelumnya dengan maksud agar diperoleh

klassifikasi dan skala prioritas dampak penting klassifikasi dan skala prioritas dampak penting

hipotetik. hipotetik.

 Prioritas dampak penting tsb setidaknya harus Prioritas dampak penting tsb setidaknya harus

menggambarkan keterkaitan yang jelas antara rencana menggambarkan keterkaitan yang jelas antara rencana

usaha /proyek dengan komponen lingkungan yang usaha /proyek dengan komponen lingkungan yang

akan terkena dampak. Selain itu Pemusatan ini akan terkena dampak. Selain itu Pemusatan ini

bertujuan untuk melihat keterkaitan antar dampak bertujuan untuk melihat keterkaitan antar dampak

(27)

Cara menetapkan

Cara menetapkan

klassifikasi dan

klassifikasi dan

prioritas

prioritas

 Langkah 9.Langkah 9.

 Kelompokkan dampak penting hasil langkah 8 atas Kelompokkan dampak penting hasil langkah 8 atas beberapa isu pokok lingkungan berdasarkan :

beberapa isu pokok lingkungan berdasarkan : 1.

1. Konsentrasi persebaran dampak pada suatu lokasi.Konsentrasi persebaran dampak pada suatu lokasi. 2.

2. Komponen lingkungan dan fungsi tertentu dari Komponen lingkungan dan fungsi tertentu dari ekosistem yang terkena dampak penting proyek. ekosistem yang terkena dampak penting proyek. 3.

3. Perlu di perhatikan peraturan/ kebijakan yang Perlu di perhatikan peraturan/ kebijakan yang menjadi dasar untuk arahan kajian Amdal

menjadi dasar untuk arahan kajian Amdal selanjutnya seperti baku mutu dll.

selanjutnya seperti baku mutu dll. 4.

(28)

Hasil langkah 9

Hasil langkah 9

 Diperoleh beberapa isu pokok Diperoleh beberapa isu pokok

lingkungan yang menggambarkan

lingkungan yang menggambarkan

perubahan penting yang akan dialami

perubahan penting yang akan dialami

ekosistem sebagai akibat adanya proyek.

ekosistem sebagai akibat adanya proyek.

 Misal perubahan kualitas air atau kualitas Misal perubahan kualitas air atau kualitas udara serta perubahan sosial ekonomi

udara serta perubahan sosial ekonomi

masyarakat karena pembangunan pabrik

masyarakat karena pembangunan pabrik

dan pengoperasiannya.

(29)

Langkah 10

Langkah 10

 Urutkan isu isu pokok lingkungan hasil langkah Urutkan isu isu pokok lingkungan hasil langkah 9 menurut kepentingan ekonomi, sosial dan

9 menurut kepentingan ekonomi, sosial dan ekologi.

ekologi.

 Hasil langkah 10 adalah berupa daftar urutan Hasil langkah 10 adalah berupa daftar urutan isu berdasarkan kepentingan ekonomi, sosial isu berdasarkan kepentingan ekonomi, sosial

dan ekologi. dan ekologi.

 Setelah urutan ini didapat barulah bisa Setelah urutan ini didapat barulah bisa

dilakukan penentuan batas/ lingkup wilayah dilakukan penentuan batas/ lingkup wilayah

(30)

Contoh Hasil Proses Pelingkupan Dampak Contoh Hasil Proses Pelingkupan Dampak

Penting Proyek Pertambangan di Pesisir Penting Proyek Pertambangan di Pesisir

DAMPAK POTENSIAL

Iklim mikro

Kualitas udara & kebisingan Erosi (darat)

Kualitas air sungai Kualitas air laut Arus laut

Vegetasi darat Vegetasi pantai Satwaliar

Biota laut

Kesempatan kerja & usaha Perekonomian lokal

Hak Ulayat

Struktur & interaksi sosial Kesehatan masyarakat Kesehatan lingkungan

DAMPAK PENTING HIPOTETIK

Kualitas udara & kebisingan Kualitas air laut

Arus laut

Vegetasi darat Vegetasi pantai Satwaliar

Biota laut

Kesempatan kerja & usaha Perekonomian lokal

Hak Ulayat

Struktur & interaksi sosial

Klassifikasi dan Prioritas

Produktivitas & keanekaragaman hayati

(31)

Pelingkupan Wilayah

Pelingkupan Wilayah

Studi

Studi

 Penetapan Batas proyekPenetapan Batas proyek

 Penetapan Batas EkologiPenetapan Batas Ekologi

 Penetapan Batas sosialPenetapan Batas sosial

(32)

Proses Pelingkupan Wilayah Studi

Proses Pelingkupan Wilayah Studi

Batas Proyek

Batas fisik kewenangan proyek di darat & di laut (property right)

Batas Proyek

Batas fisik kewenangan proyek di darat & di laut (property right)

Batas Ekologi

Batas dimana limbah & emisi tertransportasi melalui media air &

udara dan organisma Batas Ekologi

Batas dimana limbah & emisi tertransportasi melalui media air &

udara dan organisma

Batas Sosial

Batas menunjuk pada komunitas sosial yang terkena dampak limbah & emisi & kegiatan proyek lainnya

Batas Sosial

Batas menunjuk pada komunitas sosial yang terkena dampak limbah & emisi & kegiatan proyek lainnya

Batas Administratif

Batas kewenangan administratif/ penegakan hukum oleh

Pemerintah (batas kabpt, kec, KP) Batas Administratif

Batas kewenangan administratif/ penegakan hukum oleh

Pemerintah (batas kabpt, kec, KP)

Batas Wilayah

Studi

Informasi Pokok 2

(33)

Pelingkupan Wilayah

Pelingkupan Wilayah

Studi

Studi

 Pelingkupan wilatah studi ditempuh melalui langkah-langkah sbb:Pelingkupan wilatah studi ditempuh melalui langkah-langkah sbb:  Langkah 1: Penetapan batas proyek.Langkah 1: Penetapan batas proyek.

a. Ambil sebuah peta kerja lokasi proyeka. Ambil sebuah peta kerja lokasi proyek

b. Gambar pada peta kerja tersebut batas b. Gambar pada peta kerja tersebut batas

terluar proyek untuk seluruh tahapanterluar proyek untuk seluruh tahapan

( pra konstruksi, konstruksi dan pasca( pra konstruksi, konstruksi dan pasca

konstruksi).konstruksi).

c. Dalam batas proyek tsb identifikasi komunitasc. Dalam batas proyek tsb identifikasi komunitas

dan lembaga masyarakat yang berpotensi berubah dan lembaga masyarakat yang berpotensi berubah

secara mendasar akibat adanya proyek.secara mendasar akibat adanya proyek.

(34)

Catatan untuk langkah

Catatan untuk langkah

1 pelingkupan wilayah

1 pelingkupan wilayah

studi

studi

 Batas`proyek adalah ruang dimana suatu Batas`proyek adalah ruang dimana suatu rencana usaha dan atau kegiatan proyek

rencana usaha dan atau kegiatan proyek

akan melakukan kegiatan pra konstruksi,

akan melakukan kegiatan pra konstruksi,

konstruksi dan operasi/ pasca konstruksi.

konstruksi dan operasi/ pasca konstruksi.

Ruang kegiatan ini akan menjadi sumber Ruang kegiatan ini akan menjadi sumber dampak bagi lingkungan sekitar.

(35)

Hasil langkah 1

Hasil langkah 1

 Diperoleh batas` kegiatan proyek diatas Diperoleh batas` kegiatan proyek diatas peta kerja.

peta kerja.

 Didalam batas proyek tsb teridentifikasi Didalam batas proyek tsb teridentifikasi komunitas masyarakat dan lembaga

komunitas masyarakat dan lembaga

yang akan terkena dampak proyek.

(36)

Langkah 2 pelingkupan

Langkah 2 pelingkupan

wilayah

wilayah

 Penetapan batas ekologis.Penetapan batas ekologis.

 a. Pada peta yang sama dengan peta pada langkah 1 a. Pada peta yang sama dengan peta pada langkah 1 telusuri dan plotkan batas terjauh dari aliran limbah telusuri dan plotkan batas terjauh dari aliran limbah

proyek melalui media air. proyek melalui media air.

 b. Pada peta yang sama tetapkan lokasi lokasi b. Pada peta yang sama tetapkan lokasi lokasi

terjadinya perubahan fungsi ekosistem sebagai akibat terjadinya perubahan fungsi ekosistem sebagai akibat

adanya proyek. adanya proyek.

 c. Gabungkan hasil a dan b sehingga didapat batas c. Gabungkan hasil a dan b sehingga didapat batas ekologis. Didalam batas ekologis ini terdapat sekaligus ekologis. Didalam batas ekologis ini terdapat sekaligus

komunitas, lembaga yang berpotensi berubah secara komunitas, lembaga yang berpotensi berubah secara

mendasar akibat rusaknya sumber daya alam/ mendasar akibat rusaknya sumber daya alam/

(37)

Catatan

Catatan

 Yang dimaksud dengan batas ekologis adalah Yang dimaksud dengan batas ekologis adalah ruang persebaran dampak kegiatan proyek

ruang persebaran dampak kegiatan proyek

menurut media transportasi limbah ( air, udara) menurut media transportasi limbah ( air, udara)

dan/ atau menurut kerusakan sumber daya dan/ atau menurut kerusakan sumber daya

alam. Adanya dampak tsb diperkirakan akan alam. Adanya dampak tsb diperkirakan akan

mengubah proses alami secara mendasar. mengubah proses alami secara mendasar.  Hasil langkah 2 adalah batas ekologis studi Hasil langkah 2 adalah batas ekologis studi

(38)

Langkah 3 pelingkupan

Langkah 3 pelingkupan

wilayah studi

wilayah studi

 Langkah 3: Penetapan batas sosialLangkah 3: Penetapan batas sosial

 a. Plotkan lokasi kelompok masyarakat dan lembaga a. Plotkan lokasi kelompok masyarakat dan lembaga sebagaimana dimaksud pada langkah 1 dan 2 pada sebagaimana dimaksud pada langkah 1 dan 2 pada

peta sebelumnya( peta kerja). peta sebelumnya( peta kerja).

 b. Plotkan lokasi kelompok masyarakat diluar batas b. Plotkan lokasi kelompok masyarakat diluar batas proyek dan batas ekologis namun berpotensi terkena proyek dan batas ekologis namun berpotensi terkena

dampak misalnya sebagai akibat rekritmen tenaga dampak misalnya sebagai akibat rekritmen tenaga

kerja, pembangunan fasiltas sosial dll. kerja, pembangunan fasiltas sosial dll.

 Batas sosial lebih luas dari batas ekologis dan batas Batas sosial lebih luas dari batas ekologis dan batas proyek.

(39)

Catatan

Catatan

 Batas `sosial adalah ruang disekitar proyek yang Batas `sosial adalah ruang disekitar proyek yang

merupakan tempat berlangsungnya berbagai interaksi merupakan tempat berlangsungnya berbagai interaksi

sosial yang mengandung norma, nilai dan adat yang sosial yang mengandung norma, nilai dan adat yang

sudah mapan, yang diperkirakan akan mengalami sudah mapan, yang diperkirakan akan mengalami

perubahan mendasar akibat proyek. perubahan mendasar akibat proyek.

 Batas sosial dapat menyebar di beberapa lokasi dan Batas sosial dapat menyebar di beberapa lokasi dan dapat lebih luas dari batas ekologis dam batas proyek. dapat lebih luas dari batas ekologis dam batas proyek.

(40)

Warga yang Berkepentingan

Warga masyarakat pemerhati lingkungan Warga masyarakat yang

terkena dampak

• Bermukim dekat proyek • Terkena pencemaran

lingkungan

• Proses sosial, kepen-tingan & manfaat sosek-bud mengalami peru-bahan (dampak sosial)

Batas sosial dapat digambar di peta

• Bermukim dekat proyek • Tidak terkena

pencema-ran lingkungan, dan/atau • Proses sosial,

kepen-tingan & manfaat sosek-bud mengalami peru-bahan (dampak sosial)

• Bermukim jauh dari proyek

• Tidak terkena pencema-ran lingkungan

• Berkepentingan dgn perubahan ekologi/ lingkungan hidup

Batas sosial tidak dapat digambar di peta

Batas Sosial

Batas Sosial

Informasi Pokok 2

(41)

Langkah 4 pelingkupan

Langkah 4 pelingkupan

wilayah studi

wilayah studi

 Langkah 4: Penetapan batas administrasiLangkah 4: Penetapan batas administrasi

 Buat batas administrasi diatas peta yang sama Buat batas administrasi diatas peta yang sama dengan peta sebelumnya.

dengan peta sebelumnya.

 Plotkan batas kewenangan tertentu untuk Plotkan batas kewenangan tertentu untuk memngelola sumber daya alam dan

memngelola sumber daya alam dan

lingkungan yang keabsahannya telah diakui

lingkungan yang keabsahannya telah diakui

oleh lembaga formal dan non formal.

(42)

Langkah 5

Langkah 5

 Gabungkan keempat batas diatas dan hasilnya Gabungkan keempat batas diatas dan hasilnya terbentuklah batas wilayah studi ANDAL.

terbentuklah batas wilayah studi ANDAL.

Dalam penetapan ini pertimbangkan pula

Dalam penetapan ini pertimbangkan pula

waktu, dana dan tenaga yang tersedia.

waktu, dana dan tenaga yang tersedia.  Selanjutnya dapat dibuat keterangan Selanjutnya dapat dibuat keterangan

tambahan yang diperlukan sebagai sebuah

tambahan yang diperlukan sebagai sebuah

kerangka acuan ,seperti lokasi pengambilan

kerangka acuan ,seperti lokasi pengambilan

sampel, tata cara sampling, tenaga peneliti dan

sampel, tata cara sampling, tenaga peneliti dan

kualifikasinya.

(43)
(44)
(45)
(46)
(47)

Sistematika Kerangka

Sistematika Kerangka

Acuan

Acuan

 1.Pendahuluan;1.Pendahuluan;

 2.Ruang lingkup Studi2.Ruang lingkup Studi

 3.Metoda studi3.Metoda studi

 4.Pelaksanaan Studi4.Pelaksanaan Studi

(48)

rincian

rincian

Pendahuluan:

Pendahuluan:

Berisi Latar belakang ,tujuan dan kegunaan Berisi Latar belakang ,tujuan dan kegunaan studi.

studi.

Ruang lingkup :

Ruang lingkup :

Berisi Lingkup rencana proyek/ usaha danBerisi Lingkup rencana proyek/ usaha dan

lingkup rona lingkungan hidup awal (lingkungan lingkup rona lingkungan hidup awal (lingkungan yang akan terkena dampakl), isu pokok dan

yang akan terkena dampakl), isu pokok dan

lingkup wilayah studi

(49)

rincian lanjut

rincian lanjut

Metoda studi.

Metoda studi.

Meliputi : Metoda pengumpulan dan analisis Meliputi : Metoda pengumpulan dan analisis data. Metoda identifikasi dampak, metoda

data. Metoda identifikasi dampak, metoda

prakiraan dampak dan metoda evaluasi

prakiraan dampak dan metoda evaluasi

dampak.

dampak.

Pelaksanaan Studi:

Pelaksanaan Studi:

meliputi : Pemrakarsa, penyusun studi,meliputi : Pemrakarsa, penyusun studi,

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan analisis data maka penulis memberikan saran dalam melakukan penelitian, sebaiknya persiapan materi dan perencanaan harus dipersiapkan sebaik mungkin agar dalam

Dengan sifat chitosan yang mampu berikatan dengan protein pada tahu maka semakin tinggi konsentrasi chitosan yang diberikan maka semakin menurun kadar lemak pada

Apabila kita dapat mengetahui efek pembingkaian informasi terhadap suatu keputusan yang dibuat, diharapkan hasil penelitian ini akan meningkatkan lulusan akuntansi

Bertitik tolak dari uraian sebelumnya dapat diambil pengertian bahwa Perencanaan Kurikulum Aswaja adalah sejumlah rumusan langkah-langkah intelektual yang konkrit dalam

(1) Belanja Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) huruf b, meliputi semua pengeluaran dari rekening desa yang merupakan kewajiban desa dalam 1 (satu) tahun anggaran

Laporan Akhir ini disusun berdasarkan ilmu pengetahuan yang penulis peroleh selama masa pendidikan di Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Sriwijaya, namun

water proofing walls (dinding tahan air), karton/ kertas pembungkus yang dilapisi lemak / lilin), pelapis batang las, bahan pengisi untuk sabun, sebagai

Supervisi klinis dengan pendekatan kolaboratif tersebut bertujuan untuk membantu para guru mengatasi masalah yang mereka hadapi baik dalam menyusun RPP maupun dalam