• Tidak ada hasil yang ditemukan

Wrap Up Blok BM2 Skenario 2.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Wrap Up Blok BM2 Skenario 2.docx"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

SKENARIO II

PROMOSI JABATAN

Ibu Siti, 40 tahun dipromosikan sebagai manajer di kantor pusat sebuah perusahaan multinasional. Perusahaan mewajibkannya untuk mengikuti General Medical Check Up. Dari hasil pemeriksaan diketahui, secara umum kesehatan ibu Siti baik, kecuali nilai profil lipid darah yang berada di atas normal. Dokter menyarankan agar ibu Siti rajin berolah raga secara teratur, mengatur pola makan, dan mengkonsumsi makanan yang halal dan thoyibah.

(2)

SASARAN BELAJAR

LI. 1. Memahami dan menjelaskan General Medical Check Up

LO. 1.1. Memahami dan menjelaskan definisi General Medical Check Up LO. 1.2. Memahami dan menjelaskan tujuan General Medical Check Up LO. 1.3. Memahami dan menjelaskan jenis General Medical Check Up LO. 1.4. Memahami dan menjelaskan tahapan General Medical Check Up

LO. 1.5. Memahami dan menjelaskan keuntungan melakukan General Medical Check Up dan kerugian tidak melakukan General Medical Check Up

LI. 2. Memahami dan menjelaskan lipid

LO. 2.1. Memahami dan menjelaskan macam-macam lipid LO. 2.2. Memahami dan menjelaskan metabolisme lipid

LO. 2.3. Memahami dan menjelaskan transpor lipid dalam darah LO. 2.4. Memahami dan menjelaskan profil lipid darah

LI. 3. Memahami dan menjelaskan hubungan olahraga dan pola makan dalam lipid darah LI. 4. Memahami dan menjelaskan makanan halal dan thoyibah menurut Islam

LO. 4.1. Memahami dan menjelaskan definisi dan kriteria makanan halal dan thoyibah LO. 4.2. Memahami dan menjelaskan ayat Al-qur’an tentang makanan halal dan thoyibah

(3)

LI. 1. Memahami dan menjelaskan General Medical Check Up

LO. 1.1. Memahami dan menjelaskan definisi General Medical Check Up

General Medical Check Up adalah suatu proses yang di lakukan oleh seorang dokter dalam melakukan pemeriksaan pada tubuh pasien untuk mencari adanya kejanggalan atau gejala dari suatu penyakit.

LO. 1.2. Memahami dan menjelaskan tujuan General Medical Check Up Tujuan dilakukannya General Medical Check Up adalah:

1. Mengetahui penyakit sedini mungkin 2. Mengatasi penyakit secepat mungkin

3. Mencegah agar penyakit yang terdeteksi tidak akan berlanjut LO. 1.3. Memahami dan menjelaskan jenis General Medical Check Up Jenis General Medical Check Up di antaranya adalah:

1. Pemeriksaan Jantung

Kondisi dan fungsi dari jantung anda bisa dilihat dengan alat yang bernama EKG (elektrokardiograf). Selain dengan EKG juga bisa didukung dengan pemeriksaan foto thorax (pemotretan dengan sinar roentgen di daerah dada untuk melihat organ dalam). Untuk usia 40 tahun keatas, ada treadmill stress test. Hasilnya, anda mendeteksi adanya sumbatan pada pembuluh darah di jantung.

Frekuensi test: 6 – 12 bulan sekali. Bila anda kegemukan, memiliki keluarga yang mengalami keluarga yang mengalami gangguan jantung, tekanan darah tinggi, atau menjalani gaya hidup tidak sehat (merokok, sering makan makanan berlemak tinggi, tidak berolah raga), rutinitas test amat diperlukan.

2. Tekanan Darah

Tekanan darah yang normal berada dibawah 130 / 80 mmHg. Lebih dari itu seseorang disebut menderita tekanan darah tinggi (hipertensi).

Frekuensi test: 1 tahun sekali. Lebih sering bila anda beresiko tinggi, yaitu bila dalam keluarga terdapat riwayat penyakit tekanan darah tinggi.

(4)

Untuk mendeteksi penyakit kencing manis (diabetes mellitus), terutama bagi mereka yang kegemukan.

Frekuensi test: 3 tahun sekali (untuk orang dengan kadar gula normal). Bila anda seorang diabetesi, jadwal test ditentukan dokter anda.

4. Test Kolesterol

Test ini untuk mengetahui kadar kolesterol, HDL (High Density Lipoprotein), LDL (Low Density Lipoprotein), dan trigliserida. Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya penyumbatan pembuluh darah penyebab stroke atau serangan jantung.

Frekuensi test: 5 tahun sekali. Lebih sering dan dini bila ada anggota keluarga dekat yang perah dirawat akibat stroke, penyakit jantung, atau tekanan darah tinggi. Juga bila anda banyak makan berlemak dan kurang berolah raga.

5. Pemeriksaan Paru – Paru

Pemeriksaan ini biasanya dilakukan dengan menggunakan foto thorax. Hasil foto bakal menunjukkan ukuran dan dapat mendeteksi adanya kelainan dalam paru – paru, seperti flek. Test ini juga dapat mendeteksi penyakit TBC.

Frekuensi test: 6 bulan sekali.

6. Pemeriksaan Gigi dan Mulut

Infeksi atau lubang pada gigi bisa menimbulkan nyeri yang sangat luar biasa, bakteri juga bisa menimbulkan gangguan pada organ tubuh lain seperti jantung dan ginjal. Rongga mulut adalah gerbang masuk berbagai jenis bibit penyakit, baik dari makanan maupun dari minuman.

Frekuensi test: 6 bulan sekali.

7. Test Anemia

Secara umum, test darah berguna untuk menghitung kadar Hb (hemoglobin), Hematokrit (kekentalan darah), kadar eritrosit (sel darah merah), dan leukosit (sel darah putih). Test lebih mendetail akan dilakukan apabila terdapat kelainan pada darah secara kimiawi.

Anemia banyak diderita oleh wanita dibandingkan pria, hal ini dikarenakan wanita setiap bulan mendapatkan menstruasi, penyebab lainnya adalah kekurangan gizi akibat program diet yang tidak seimbang. Anemia yang berat dapat mempertinggi resiko terserang keracunan saat kehamilan (toksemia), yang merupakan penyebab kematian ibu hamil di Indonesia.

(5)

Ada pula test darah yang dilakukan untuk melihat kadar asam urat dalam rangka untuk mengetahui fungsi ginjal, dan test fungsi hati berupa SGOT/SGPT.

Frekuens test: 6 -12 bulan sekali.

8. Pemeriksaan Kesehatan Telinga

Pemeriksaan dilakukan dengan test audiometri yang berguna untuk mendeteksi sensitivitas fungsi organ pendengaran. Berkurangnya fungsi pendengaran dapat disebabkan oleh penyumbatan karena kotoran atau cairan pada rongga telinga, atau karena adanya kelainan pada organ di dalam telinga.

Frekuensi test: 6 bulan sekali.

9. Pemeriksaan Kesehatan Mata

Selain test ketajaman penglihatan, juga dilakukan pengukuran tekanan bola mata. Peningkatan tekanan bola mata atau yang disebut sebagai glaukoma terjadi akibat aliran cairan mata terbendung yang menyebabkan peningkatan tekanan bola mata yang bisa mengakibatkan kebutaan. Setiap orang berusia 40 tahun keatas sebaiknya melakukan test ini.

Frekuensi test: 6 bulan sekali, untuk glaukoma 2 tahun sekali.

10. Pemeriksaan Urine

Hasil pemeriksaan terhadap kandungan zat kimia dalam urine yang digabungkan dengan hasil kimia darah dapat menggambarkan keadaan fungsi ginjal dan hati anda. Test ini juga bisa mendeteksi adanya infeksi saluran kemih atau infeksi pada liang vagina.

Frekuensi test: 1 tahun sekali.

Pada wanita, test-test kesehatan ditambah dengan: 1. Test Reproduksi (Pap Smear Test)

Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi pada saluran vagina dan leher rahim, serta mendeteksi adanya kanker pada leher rahim. Test ini ditujukan kepada mereka yang aktif secara seksual. Biasanya selain pap smear, pemeriksaan reproduksi juga melibatkan pemeriksaan kimia darah, yang dimaksudkan untuk mengetahui kandungan hormon dan cairan tubuh lainyang terdapat dalam darah yang berpengaruh terhadap proses reproduksi.

(6)

2. Pemeriksaan Payudara (Mammografi)

Pemeriksaan ini ditujukan untuk mengetahui adanya sel – sel abnormal penyebab kanker payudara. Pemeriksaan ini terhitung wajib bagi mereka yang temasuk kelompok beresiko tinggi (ada anggota keluarga yang menderita kanker payudara, pertama kali hamil di usia 32 tahun, serta pernah menderita tumor payudara). Test ini disarankan bagi wanita yang berusia 35 tahun keatas.

Frekuensi test: 1 tahun sekali.

3. Test Kepadatan Tulang

Sebenarnya test ini juga bisa dilakukan oleh kaum pria, tetapi karena lebih sering wanita yang mengalami osteoporosis (tulang keropos) yang membuat tulang mudah patah.

Frekuensi test: 1 tahun sekali.

LO. 1.4. Memahami dan menjelaskan tahapan General Medical Check Up a. Anamnesa

Pada bagian ini, dokter akan mulai melakukan tanya jawab untuk mengumpulkan riwayat penyakit, mulai dari yang sedang diderita atau pernah diderita. Dokter pun akan menanyakan riwayat operasi, riwayat alergi (alergi obat atau alergi debu dll), riwayat penyakit dalam keluarga, dll. Dalam hal ini, pasien harus menjawab jujur, karena dokter akan memeriksa lebih seksama pada bagian tubuh yang pernah mengalami kerusakan akibat suatu penyakit. Tujuannya untuk mengetahui apakah kerusakan itu masih ada atau sudah sembuh. Misalnya seseorang pernah menderita penyakit TBC. Dokter akan melakukan pemeriksaan berulang (bisa 2-3x) pada paru untuk memastikan tidak ada suara nafas yang tidak normal atau tanda-tanda lain yang mengarah pada kekambuhan TBC.

Riwayat penyakit pun berguna untuk mengarahkan dokter akan suatu gejala dari penyakit tertentu. Misalnya, pasien sering menderita batuk hilang timbul. Dari sini dokter akan menelusuri lebih lanjut untuk mencari tahu mengapa bisa terjadi batuk; apakah karena infeksi, alergi, atau adanya tumor pada paru. Setelah itu, dokter akan menindaklanjuti dengan memeriksa bagian tubuh yang diduga berkaitan dengan batuk tersebut, mulai dari tenggorokan sampai paru.

b. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan tekanan darah sebagai salah satu tanda-tanda vital. Setelah anamnesa, dilakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, mulai dari kepala sampai kaki. Dicari adakah kelainan pada bagian tubuh pasien. Yang pertama diperiksa tentunya tanda-tanda vital pasien, mulai dari tekanan darah, denyut nadi, denyut nafas, dan suhu. Dari keempat komponen saja, dapat diketahui berpuluh-puluh penyakit tertentu, seperti darah tinggi, gangguan paru, adanya infeksi,

(7)

ataupun gangguan jantung. Setelah itu, baru dilakukan pemeriksaan menyeluruh pada pasien, mulai dari bentuk tubuh, keadaan kulit, sampai pada reflex saraf pasien tersebut.

Pemeriksaan dilakukan melalui :

1. Melihat keadaan pasien (inspeksi).

Jika ada pakaian yang menutupi tubuh, tidak akan terlihat jika ada organ tubuh pada dada atau perut yang tidak normal. Dari inspeksi, dapat diketahui pasien menderita suatu penyakit tertentu, seperti penyakit kuning, penyakit paru kronik menahun, bahkan penyakit jantung.

2. Meraba bagian tubuh pasien (palpasi).

Dengan perabaan, dapat diketahui apakah ada pembesaran hati atau limpa, adanya nyeri pada bagian perut, atau tentunya tumor pada jaringan payudara wanita. Tetapi untuk wanita, dapat menolak jika memang tidak ingin diperiksa payudaranya, hanya saja menandatangani surat penolakan.

3. Mengetuk tubuh pasien (perkusi).

Pengetukan pada tubuh pasien berdasarkan suatu prinsip bahwa adanya perbedaan bunyi pada organ-organ tubuh. Bunyi paru berbeda dengan bunyi jantung ketika diketuk. Begitu pula bunyi usus dengan bunyi paru. Karena itu, jika bunyi yang dihasilkan berbeda, bisa saja ada sesuatu yang tidak normal pada organ tersebut. Selain itu, pengetukan dapat digunakan untuk mendeteksi adanya pembesaran jantung dan juga adanya cairan dalam perut (yang merupakan hal yang tidak normal). Dalam praktek sehari-hari, 3 pemeriksaan di atas tidak terlalu familiar untuk dilakukan, karena memakan banyak waktu dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi pasien. Pemeriksaan yang paling sering dilakukan adalah menggunakan stetoskop, atau disebut juga dengan auskultasi. Stetoskop, alat untuk melakukan auskultasi.

4. Mendengar suara di dalam tubuh pasien (auskultasi).

Tentunya semua yang menjadi pasien sudah sering melihat dokter meletakkan stetoskop pada paru, jantung, atau perut. Tujuannya untuk mendengar suara nafas pada paru, degup jantung, ataupun bunyi usus yang sedang berkontraksi. Perbedaan bunyi pada organ tersebut pun dapat menandakan adanya gangguan pada organ, seperti adanya bising jantung, adanya suara nafas yang berlebih atau suara ngik-ngik pada paru, bahkan bunyi usus yang menghilang dapat menandakan adanya sumbatan pada usus.

5. Menggunakan alat bantu.

Tentu dilakukan inspeksi ataupun perkusi, tetapi dengan bantuan alat. Untuk pemeriksaan saraf, dilakukan dengan menggunakan palu reflek. Dapat diketahui jika ada gerakan yang tidak normal setelah dirangsang dengan palu reflek yang menandakan adanya gangguan pada otak. Selain itu, pemeriksaan neurologi (saraf) juga menggunakan kapas, air dingin, jarum untuk mendeteksi adanya kelainan pada saraf otak. Pada pemeriksaan telinga, digunakan alat otoskop untuk melihat keadaan liang telinga dan selaput gendang telinga. Dengan otoskop, dapat dilihat kerobekan pada gendang telinga ataupun adanya iritasi pada telinga. Untuk memeriksa tenggorok dan hidung, dapat digunakan rhinoskopi. Pemeriksaan mata pun mempunyai alat bantu sendiri. Ada alat berupa slit lamp dan

(8)

funduskopi yang dapat digunakan untuk melihat keadaan retina mata. Pemeriksaan mata dengan menggunakan slit lamp.

c. Pemeriksaan Laboratorium

Setelah pemeriksaan fisik, dilakukan pemeriksaan darah lengkap, urine lengkap, rontgen thorax, dan rekam jantung (EKG). Kadang juga dilakukan pemeriksaan USG sesuai dengan keperluan masing-masing, seperti untuk melihat jaringan payudara wanita. Pemeriksaan darah dan urine lengkap memiliki banyak kegunaan, mulai mengetahui adanya infeksi (bakteri, virus, jamur), adanya dugaan kencing manis, gagal ginjal, sampai pada kelainan darah. Rontgen thorax dapat digunakan untuk mengetahui gangguan pada paru secara spesifik dan pembesaran jantung, sementara EKG dapat diketahui untuk melihat adanya kemungkinan ke arah gagal jantung, pembesaran jantung, sampai pada penyakit jantung koroner.

Medical Check Up di instansi laboratorium ataupun rumah sakit terkadang menawarkan paket yang berbeda-beda sesuai kebutuhan. Secara dasar, anamnesa dan pemeriksaan fisik yang dilakukan sama. Yang berbeda adalah pemeriksaan laboratoriumnya. Untuk dugaan kencing manis, tentunya selain pemeriksaan laboratorium dasar (darah, urine lengkap, rontgen thorax, EKG), dilakukan pemeriksaan glukosa darah sewaktu, puasa, 2 jam setelah puasa, bahkan HbAic. Hal yang menarik dari HbAic, kita dapat mengetahui apakah pasien kencing manis meminum obat secara teratur atau tidak. Terkadang pasien mengalami gula darah yang normal tetapi gejala kencing manis seperti kencing pada malam hari, kesemutan, dll tidak berkurang, malah semakin parah. karena itu perlu mengetahui apakah pasien meminum obat secara teratur. HbAic lah jawabannya. Untuk pemeriksaan keadaan hati, tentunya dilakukan pemeriksaan antigen dan antibody hepatitis. Selain itu, dilakukan pemeriksaan fungsi hati, yakni SGOT dan SGPT. Ada pula pemeriksaan tambahan lain seperti USG sampai pada pengambilan sampel jaringan hati. Untuk pemeriksaan asam urat, diperiksa kadar asam urat dalam darahnya, sementara pemeriksaan fungsi ginjal melihat keadaan ureum dan kreatinin dalam darah.

Setelah selesai, semua hasil pemeriksaan dirangkum dalam kesimpulan dan disimpan sebagai rekam medis.

LO. 1.5. Memahami dan menjelaskan keuntungan melakukan General Medical Check Up dan kerugian tidak melakukan General Medical Check Up

a. Keuntungan melakukan GMC:

 Bila hasilnya normal : hati senang, pikiran tenang, tubuh semakin bugar, dan produktivitas meningkat.

 Bila ada kelainan : diagnosis dapat dipastikan, pengobatan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat, sehingga dapat segera diatasi.

b. Kerugian tidak melakukan GMC:

(9)

 Saat muncul keluhan, penyakit telah mencapai tahap lanjut, pengobatan sulit dan perlu biaya lebih tinggi.

LI. 2. Memahami dan menjelaskan lipid

Lipid adalah sekelompok senyawa heterogen, meliputi lemak, minyak, steroid, malam (wax), dan senyawa terkait, yang berkaitan lebih karena sifat fisiknya daripada sifat kimianya. Lipid memiliki sifat umum berupa (1) relatif tidak larut dalam air, dan (2) larut dalam pelarut nonpolar misalnya eter dan kloroform. Senyawa ini merupakan konstituen makanan yang penting tidak saja karena nilai eneginya yang tinggi, tetapi juga karena vitamin larut-lemak dan asam lemak esensial yang terkandung di dalam lemak alami. Lemak disimpan di jaringan adiposa, tempat senyawa ini juga berfungsi sebagai insulator panas di jaringan subkutan dan di sekitar organ tertentu. Kombinasi lipid dan protein (lipoprotein) adalah konstituen sel yang penting, yang terdapat baik di membran sel maupun di mitokondria, dan juga berfungsi sebagai alat pengangkut lipid dalam darah.

LO. 2.1. Memahami dan menjelaskan macam-macam lipid Lipid diklasifikasikan menjadi lipid sederhana atau kompleks.

1. Lipid sederhana: ester asam lemak dengan berbagai alkohol. a. Lemak (fat) : ester asam lemak dengan gliserol.

Minyak (oil) : lemak dalam keadaan cair.

b. Wax (malam) : ester asam lemak dengan alkohol monohidrat berberat molekul tinggi.

2. Lipid kompleks: ester asam lemak yang mengandung gugus-gugus selain alkohol dan asam lemak.

a. Fosfolipid: lipid yang mengandung suatu residu asam fosfor, selain asam lemak dan alkohol. Lipid ini sering memiliki basa yang mengandung nitrogen dan substituen lain, misalnya alkohol pada gliserofosforlipid adalah gliserol dan alkohol pada sfingofosfolipid adalah sfingosin.

b. Glikolipid (glikosfingolipid): lipid yang mengandung asam lemak, sfingosin, dan karbohidrat.

c. Lipid kompleks lain: lipid seperti sulfolipid dan aminolipid. Lipoprotein juga dapat dimasukkan ke dalam kelompok ini.

3. Prekursor dan lipid turunan: kelompok ini mencakup asam lemak, gliserol steroid, alkohol lain, aldehida lemak, dan badan keton, hidrokarbon, vitamin larut-lemak, dan hormon.

(10)

Karena tidak bermuatan, asilgliserol (gliserida), kolesterol, dan ester kolesteril disebut lipid netral.

Fungsi lipid:

1. Sebagai sumber energi (memiliki kandungan 9 kkal/g)

2. Unsur pembangun membran sel dan bertanggung jawab untuk lewatnya berbagai bahan yang masuk dan keluar sel.

3. Sebagai pelindung organ-organ penting, penyekat jaringan tubuh.

4. Menjaga tubuh terhadap pengaruh luar. misalnya: suhu, luka (infeksi) dan lainnya. 5. Insulator listrik (agar impuls-impuls syaraf merambat dengan cepat)

6. Membantu melarutkan dan mentransport senyawa-senyawa tertentu (misal vitamin) dalam aliran darah untuk keperluan metabolisme.

Peran lipid dalam tubuh: a. Utusan-utusan kimia

Semua organisme multisel menggunakan kimia Rasul untuk mengirim informasi antara organel dan sel-sel lain. Karena lipid molekul kecil yang larut dalam air, mereka adalah calon bagus untuk signaling. Molekul-molekul signaling lebih lanjut melampirkan reseptor pada permukaan sel dan membawa perubahan yang mengarah pada tindakan.

Lipid signaling, dalam bentuk esterified dapat menyusup membran dan diangkut ke membawa sinyal untuk sel-sel lain. Ini dapat mengikat kepada protein tertentu juga dan tidak aktif sampai mereka mencapai situs tindakan dan menghadapi reseptor yang sesuai.

b. Penyimpanan dan penyediaan energi

Penyimpanan lipid adalah triasilgliserol. Ini inert dan membuat up dari gliserol dan tiga asam lemak.

Asam lemak dalam bebas Crocetin bentuk, yaitu sebagai free fatty acid (unesterified) yang dirilis dari triasilgliserol selama puasa untuk menyediakan sumber energi dan untuk membentuk komponen struktural untuk sel.

Makanan asam lemak dari jaringan pendek dan menengah ukuran tidak Crocetin tetapi teroksidasi dengan cepat dalam jaringan sebagai sumber ' bahan bakar ". Panjang rantai asam lemak Crocetin pertama triasilgliserol atau struktural lipid.

c. Pemeliharaan suhu

Lapisan lemak subkutan di bawah kulit juga membantu dalam isolasi dan perlindungan dari dingin. Pemeliharaan suhu tubuh terutama dilakukan oleh brown lemak bukan lemak putih. Bayi memiliki konsentrasi yang tinggi lemak brown.

(11)

Linoleic dan linolenic asam adalah asam lemak esensial. Ini membentuk asam arachidonic, eicosapentaenoic dan docosahexaenoic. Ini untuk lipid membran.

Lipid membran yang dibuat dari asam lemak tak jenuh ganda. Asam lemak tak jenuh ganda penting sebagai konstituen fosfolipid, di mana mereka muncul untuk menganugerahkan beberapa properti yang penting pada membran. Salah satu sifat yang paling penting adalah kemudahan dan fleksibilitas dari membran.

e. Pembentukan kolesterol

Banyak kolesterol terletak di membran sel. Hal ini juga terjadi di darah dalam bentuk bebas sebagai plasma lipoprotein. Lipoprotein kompleks agregat lipid dan protein yang membuat perjalanan lipid dalam larutan berair atau berair mungkin dan mengaktifkan mereka transportasi seluruh tubuh.

Kelompok utama diklasifikasikan sebagai chylomicrons (CM), very low density lipoprotein (VLDL), low density lipoprotein (LDL) dan lipoprotein kepadatan tinggi (HDL), didasarkan pada kepadatan relatif.

Kolesterol mempertahankan fluiditas dari membran dengan berinteraksi dengan komponen lipid kompleks mereka, secara khusus fosfolipid seperti fosfatidilkolina dan sphingomyelin. Kolesterol juga merupakan prekursor asam empedu, vitamin D dan steroid hormon.

f. Pembentukan prostaglandin dan peran dalam peradangan

Asam lemak esensial, linoleic dan linolenic asam adalah prekursor dari berbagai jenis eikosanoid, termasuk hydroxyeicosatetraenes, prostanoids (prostaglandin, tromboksana dan prostasiklin), leukotrin (dan lipoxins) dan resolvins dll ini memainkan peran penting dalam rasa sakit, demam, peradangan dan pembekuan darah.

g. Vitamin "larut dalam lemak"

"Larut dalam lemak" vitamin (A, D, E dan K) adalah nutrisi penting dengan berbagai fungsi. Asil-karnitina transportasi dan memetabolisme asam lemak dalam dan keluar dari mitokondria. Polyprenols dan turunannya phosphorylated membantu transportasi molekul melewati membran. Cardiolipins adalah subtipe gliserofosfolipid dengan empat rantai asil dan tiga kelompok gliserol. Mereka mengaktifkan enzim yang terlibat dengan fosforilasi oksidatif.

LO. 2.2. Memahami dan menjelaskan metabolisme lipid Metabolisme lipid

Lipid adalah bentuk energi tubuh yang paling pekat. Sel-sel otak hanya menggunakan glukosa tetapi jaringan tubuh lainnya seperti otot jantung lebih memilih lipid sebagai sumber energi. Dua produk pemecahan lipid adalah gliserol dan asam lemak. Dalam sel, gliserol dapat dikonversi menjadi gliseraldehida 3-fosfat , suatu zat antara pada glikolisis. Gliserol yang dapat memasuki

(12)

jalur glikolisisndimana terjadi konversi menjadi asam piruvat sebelum memasuki siklus krebs. Asam lemak akan mengalami oksidasi beta di hati membentuk asetil CoA . asetil CoA dapat langsung memasuki siklus krebs, tidak perlu melalui glikolisis. Reaksi ini disebut juga sebagai oksidasi-beta karena yang dioksidasi adalah atom karbon kedua dari ujung asam pada rantai asam lemak.

Pada keadaan normal, sebagian besar asetil CoA yang terbentuk memasuki siklus krebs . akan tetapi jika konsumsi karbohidrat sangat sedikit seperti pada kasus kelaparan maka metabolisme lemak akan meningkat sebagai kompensasi kekurangan glukosa. Masuknya asetil CoA ke siklus krebs tergantung dari ketersediaan asam oksaloasetat yang akan mengubah asetil CoA menjadi asam sitrat. Defisit karbohidrat menyebabkan pembentukan asam oksaloasetat berkurang dan oksidasi lemak menjadi tidak lengkap. Selain itu, oksidasi lemak untuk produksi energi akan menyebabkan produksi asetil CoA yang berlebihan. Kelebihan asetil CoA yang terakumulasi dalam sel akan ditransfor ke hati. Dimana terjadi konversi asetil CoA menjadi benda keton-aseton, asam asetoasetat dan enzim beta hidroksibutirat. Proses ini disebut juga ketogenesis. ( Joyke, 2008).

Sumber: http://blog.uad.ac.id/reniestriyanto/category/metabolisme-lipid/

(13)

Sumber: http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0955286306001884

Metabolisme Kilomikron

1. Kilomikron disintesis dalam sel epitel usus hallus. Triasilgliserolnya berasal dari lemak makanan dan apoprotein utamanya adalah apo B-48

2. Kilomikron mengalir melalui limfe ke dalam darah. Apo C-II, activator dari lipoprotein lipase dan apo E disaurkan ke kilomikron yang akan matang (nascent) dari HDL dan terbentuk kilomikron yang matang.

3. Dalam jaringan perifer, terutama adipose dan otot, triasilglisreol dicerna oleh lipoprotein lipase. Setelah kilomikron kehilangan triasilgliserol, terbentuk sisa kilomikron.

4. Sisa kilomikron berinteraksi dengan reseptor pada sel hati dan diambil melalui endositosis. Isinya dipecahkan oleh enzim-enzim lisosom dan produk (asam amino, asam lemak, gliserol, kolesterol, dan fosfat) dilepaskan ke dalam sitosol dan digunakan lagi.

Metabolisme VLDL

1. VLDL yang disintesis dalam hati, terutama setelah makan banyak karbohidrat. Ia dibentuk dari triasilgliserol yang dikemas dengan kolesterol, apoprotein (terutama apo B-100) dan fosfolipid dan dilepas ke dalam darah.

(14)

2. Dalam jaringan perifer, terutama adipose dan otot, triasilgliserol dalam VLDL dicerna oleh lipoprotein lipase dan VLDL diubah menjadi IDL.

3. IDL kembali ke hati, diambil melalui endosintesis dan dipecah oleh enzim-enzim lisosom. IDL dapat juga dipecah lebih jauh, membentuk LDL.

4. LDL bereaksi dengan reseptor pada berbagai sel diambil melalui endositosis dan dicerna oleh enzim-enzim lisosom

5. Kolesterol, dilepaskan dari ester kolesterol oleh esterase lisosom, dapat digunakan untuk mensintesis membrane sel untuk sintesis garam empedu dalam hati atau hormone steroid dalam jaringan endokrin.

6. Kolesterol menghambat HMG-KoA reduktase (satu enzim kunci dalam biosintesis kolesterol) dan dengan demikian, menurunkan laju sintesis kolesterol oleh sel

7. Kolesterol menghambat sintesis LDL (regulasi menurun) dan dengan demikian mengurangi jumlah kolesterol yang diambil oleh sel

8. Kolesterol mengaktifkan asil:kolesterol asiltransferase (ACAT), yang mengubah kolesterol ke ester kolesterol untuk penyimpanan dalam sel.

Metabolisme HDL

1. HDL disintesis oleh hati dan dilepaskan ke dalam darah sebagai partikel betuk-piring,kecil. Protein utama dari HDL ialah Apo A.

2. Apo C-II yang disalurkan oleh HDL ke kilomikron dan VLDL, bekerja sebagai activator lipoprotein lipase.

 Apo E juga disalurkan dan bekerja sebagai factor pengenal untuk reseptor permukaan sel.

 Apo C-II dan apo E disalurkan kembali ke HDL setelah pencernaan triasilgliserol dari kilomikron dan VLDL

3. Kolesterol, yang didapatkan melalui HDL dari membrane sel atau dari liporprotein yang lain, diubah menjadi ester kolesterol di dalam partikel HDL oleh reaksi lesitin:kolesterol asiltransferase (LCAT), yang diaktifkan oleh apo-A-I

 Satu asam lemak posisi 2 dari lesitin (fosfatidil kolin), satu komponen dari HDL, membentuk suatu ester dengan gugus 3-hidroksil dari kolesterol, menghasilkan lisolesitin dan satu ester kolesterol.

 Sewaktu ester kolesterol terakumulasi dalam intin tengah dari lipoprotein, partikel HDL menjadi sferoid.

4. HDL menyalurkan ester kolesterol ke lipoprotein dalam saling tukar dengan berbagai lemak. Cholesterol ester transfer protein (CETP) memperantai pertukaran ini. VLDL dan lipoprotein lainnya membawa ester kolesterol kembali ke hati.

5. Partikel HDL dan lipoprotein yang lain diambil oleh hati melalui endositosis dan dihidrolisis oleh enzim-enzim lisosom.

6. Kolesterol yang dilepaskan dari ester kolesterol, dapat dikemas oleh hati dalam VLDL dan dilepaskan ke dalam darah atau diubah ke garam empedu dan disekresi ke empedu.

(15)

Profil lipid adalah tes darah yang mengukur kolesterol total, trigliserida, dan kolesterol HDL. Kolesterol LDL kemudian dihitung dari hasilnya. Sebuah profil lipid merupakan salah satu ukuran risiko seseorang terhadap penyakit kardiovaskular.

 Profil lipid darah normal

Nilai kolesterol dalam darah untuk dewasa sampai dengan 200 mg/dl (200 – 240 mg/dl masuk dalam resiko sedang, lebih dari 240 mg/dl resiko tinggi jantung koroner), sedangkan untuk bayi 90 – 130 mg/dl dan anak 130-170 mg/dl . (lebih dari 185 mg/dl resiko tinggi).

Kolesterol mempunyai fungsi dalam tubuh yaitu untuk melapisi dinding sel tubuh, membentuk asam empedu, membentuk hormon seksual, berperan dalam pertumbuhan jaringan saraf dan otak. Kolesterol sebanyak 75% dibentuk di organ hati sedangkan 25% diperoleh dari asupan makanan.

Profil Lipid Diinginkan Diwaspadai Berbahaya

Kolesterol <200 200-239 >240

Trigliserida <150 150-199 >200

HDL >45 36-44 <35

LDL <130 130-159 >160

 Profil lipid darah abnormal:

Hiperlipidemia adalah tingginya kadar lemak. Kadar lemak yang abnormal dalam sirkulasi darah biasanya menyebabkan resiko terjadinya aterosklerosis dan penyakit arteri koroner atau penyakit arteri karotis. Penyakit ini meningkat pada seseorang yang memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Adanya kadar kolesterol yang berlebih dalam pembuluh darah akan membuat endapan/lempengan yang akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah. Peningkatan kolesterol juga dapat menyebabkan aterosklerosis. Untuk nilai kolesterol untuk dewasa melebihi 240 mg/dl maka akan terkena resiko tinggi penyakit jantung koroner, begitupun dengan nilai HDL jika perempuan dan laki-laki kurang dari 35 mg/dl maka akan terkena resiko tinggi penyakit jantung koroner.

Dislipidemia yaitu kadar lemak yang abnormal, yang ditandai dengan, peningkatan kadar kolesterol total, trigliserida, kolesterol LDL, penurunan kadar kolesterol HDL merupakan awal terjadinya plak aterosklerosis.

Trigliserida adalah asam-asam lemak dan merupakan jenis lemak yang paling banyak di dalam darah. Kadar trigliserida yang tinggi dalam darah (hipertrigliseridemia) juga dikaitkan dengan terjadinya penyakit jantung koroner. Tingginya trigliserida sering disertai dengan keadaan kadar HDL rendah. Sementara yang lebih mengerikannya lagi, ditemukan pula pada kadar trigliserida diatas 500 mg/dl dapat menyebabkan peradangan pada pankreas. Kadar trigliserida yang sangat tinggi sampai 800 mg/dl atau lebih bisa menyebabkan pembesaran hati dan limpa.

(16)

HDL dikatakan kolesterol baik karena berperan membawa kelebihan kolesterol di jaringan kembali ke hati untuk diedarkan kembali atai dikeluarkan dari tubuh. HDL ini mencegah terjadinya penumpukkan kolesterol di jaringan, terutama di pembuluh darah.

LDL dikatakan kolesterol jahat karena LDL berperan membawa kolesterol ke sel dan jaringan tubuh. Sehingga bila jumlahnya berlebihan, kolesterol dapat menumpuk dan mengendap pada dinding pembuluh darah dan mengeras menjadi plak. Plak dibentuk dari unsur lemak, kolesterol, kalsium, produk sisa sel dan materi-materi yang berperan dalam proses pembekuan darah. Hal inilah yang kemudian dapat berkembang menjadi menebal dan mengerasnya pembuluh darah yang dikenal dengan nama aterosklerosis. Nilai LDL dan HDL berdampak terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah. Nilai LDL yang tinggi dikaitkan dengan risiko tinggi terhadap serangan jantung, sebaliknya HDL tinggi dikaitkan dengan risiko rendah.

Pemeriksaan penyaring untuk profil lipid sebaiknya dilakukan orang dewasa berusia diatas 30 tahun atas anjuran petugas kesehatan atau atas permintaan sendiri. Pemeriksaan selektif harus dilakukan pada mereka yang berisiko tinggi untuk terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, yaitu:

 Bukti adanya Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan atau manifestasi penumpukan plak lemak di pembuluh darah yang lain.

 Riwayat keluarga PJK usia dini.  Riwayat keluarga dengan dislipidemia

 Bukti adanya faktor risiko PJK yang lain (DM, Hipertensi, Obesitas, Merokok)

LI. 3. Memahami dan menjelaskan hubungan olahraga dan pola makan dalam lipid darah a. Latihan jasmani

Latihan fisik yang minim menjadi faktor risiko berkembangnya penyakit koroner, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Aktivitas fisik secara rutin bisa meningkatkan kemampuan dan kapasitas kita dalam berolahraga. Dan yang tak kalah penting adalah untuk pencegahan primer maupun sekunder dari penyakit jantung dan pembuluh darah. Kurang gerak merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung dan stroke. Bila dilakukan secara rutin, aktivitas fisik bisa membantu mengontrol kadar lipid dalam darah, diabetes, dan obesitas.

Ada beberapa alasan penting, mengapa aktivitas fisik bisa menjaga kondisi tubuh tetap sehat. Di antaranya, meningkatkan kelenturan otot serta menguatkan dan memperpanjang daya tahan otot. Aktivitas yang banyak menggunakan otot lengan dan paha, atau disebut aerobik, akan membuat kerja jantung lebih efisien, baik saat olahraga maupun saat istirahat. Sedangkan aktivitas seperti jalan cepat, lompat tali, joging, bersepeda, hiking, atau dansa adalah contoh aktivitas aerobik yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan fisik.

(17)

Program olahraga yang didesain untuk meningkatkan kemampuan fisik, dibuat berdasarkan rumus FIT:

 Frekuensi (seberapa sering: berapa hari dalam seminggu)

 Intensitas (seberapa berat latihan yang dilakukan: ringan, sedang, atau sangat aktif)  Time (berapa lama: misalnya sebulan untuk masing-masing sesi).

b. Pengelolaan diet

Pengelolaan diet dimulai dengan menilai pola makan pasien, mengidentifikasi makanan yang mengandung banyak lemak jenuh dan kolesterol serta seberapa sering keduanya dimakan. Jika diperlukan ketepatan yang lebih tinggi untuk menilai asupan gizi, perlu dilakukan penilaian yang lebih rinci, yang biasanya membutuhkan bantuan ahli gizi. Hasil diet ini terhadap kolesterol serum dinilai setelah 4-6 minggu dan kemudian setelah 3 bulan.

Yang perlu diperhatikan pada diet ini: 1. Prinsip modifikasi jenis makanan:

 Skip (menghindari makanan berlemak dan manis)  Trim (membuang lemak pada daging)

 Pick (memilih blender sayuran dibandingkan jus buah manis)  Chew ( mengunyah makanan samapai halus, 32 kali kunyahan)  Nick (mengurangi jumlah makanan berisiko)

2. Menggantikan karbohidrat sederhana dengan karbohidrat kompleks.

a. Karbohidrat sederhana: merupakan makanan yang mengandung kadar gula tinggi, ketika dicerna akan langsung menjadi energi dengan cepat dan meningkatkan kadar gula darah. Karbohidrat sederhana juga tidak bisa menyimpan cadangan glikogen, misalnya nasi putih, roti, terigu, produk makanan jadi( biskuit, snek, gula-gula). b. Karbohidrat kompleks: membutuhkan waktu lebih lama untuk dipecah menjadi gula

darah, sehingga tidak mudah melepaskan gula ke dalam darah. Contoh: roti gandum, sereal gandum, nasi merah, jagung, ubi dan singkong, oatmeal.

3. Makanan Termogenik (membakar kalori): cabai, air es, teh hijau, jeruk nipis, cuka apel, tahu, tempe, dan berbagai produk kedelai lainnya, telur (tanpa kuning), daging ayam (tanpa kulit), ikan kakap, ikan tuna, ikan kembung, ikan tongkol, ikan belanak, berbagai jenis udang, kepiting, kerang.

4. Hindari pengggunaan lemak jenuh.

Kebanyakan berasal dari lemak hewani: daging, makanan laut, produk susu penuh lemak seperti keju, susu, es krim, kulit unggas, dan kuning telur. Beberapa tumbuhan juga tinggi lemak jenuh seperti kelapa, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit. Lemak jenuh

(18)

meningkatkan kadar kolesterol total lebih dari kolesterol diet karena cenderung meningkatkan baik HDL maupun LDL, sehingga penting untuk membatasi lemak jenuh. 5. Hindari penggunaan lemak trans.

Asam lemak trans adalah lemak yang diproduksi melalui pemanasan minyak sayur dengan adanya kehadiran hidrogen. Proses ini disebut hidrogenasi. Kebanyakan lemak trans dalam diet orang Amerika dijumpai dalam makanan seperti makanan olahan, makanan ringan, dap lain-lain. Lemak trans bahkan memperburuk kadar kolesterol ketimbang lemak jenuh karena meningkatkan LDL dan menurunkan HDL.

6. Ganti penggunaan lemak jenuh dengan lemak tak jenuh.

Lemak tak jenuh dijumpai pada produk lemak nabati seperti minyak sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Ada dua kategori utama, yaitu lemak tak jenuh rangkap banyak yang dijumpai dalam konsentrasi tinggi pada minyak bunga matahari, jagung, dan kedelai, dan minyak tak jenuh tunggal yang dijumpai dalam konsentrasi tinggi pada minyak kanola, zaitun, kacang tanah. Dalam studi di mana lemak tak jenuh ganda dan tak jenuh tunggal dikonsumsi sebagai pengganti karbohidrat, lemak baik ini menurunkan LDL dan meningkatkan kadar HDL.

7. Cara memasak

a. Memasak lebih diutamakan dengan merebus, mengukus, menumis, hindari memanggang.

b. Sayuran sebaiknya dimasak setengah matang.

c. Gunakan penggorengan anti lengket, sehingga mengurangi penggunaan minyak goreng.

d. Hindari cara masak dengan banyak minyak (contoh: menggoreng) LI. 4. Memahami dan menjelaskan makanan halal dan thoyibah menurut Islam

LO. 4.1. Memahami dan menjelaskan definisi dan kriteria makanan halal dan thoyibah Kata halal berasal dari kata yang berarti lepas, atau tidak terikat. Sesuatu yang halal adalah yang terlepas dari ikatan-ikatan bahaya (duniawi dan ukhrawi). Karena halal itu juga berarti boleh. Sedangkan kata thayyib pada mulanya berarti “yang bebas dari kekurangan (dalam bidangnya)”, serta “bebas dari segala kekeruhan”.

Kehalalan suatu jenis makanan dan minuman ditentukan oleh empat hal yaitu zat, sifat, cara perolehan dan akibat yang ditimbulkan jika mengkonsumsinya.

Dalam memilih makanan, selain harus halal, juga harus thayyibah: bergizi, sehat, aman, dan bermanfaat. Bahkan lebih dari itu, hukum Islam mengenai makanan juga menjangkau bagaimana makanan itu diolah, atau dimasak, bagaimana rezeki diperoleh dan dimanfaatkan. Rasulullah menggambarkan betapa pentingnya memperoleh rizki secara halal dalam kaitannya dengan do’a yang dapat diterima oleh Allah. Sebagaimana diungkapkan dalam hadist berikut:

(19)

“Sesungguhnya Allah itu baik, tidak menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang Mu’min dengan apa yang telah diperintahkan kepada Rasul-rasul maka Allah telah berfirman, “Hai Rasul-rasul! Makanlah dari segala sesuatu yang baik dan bekerjalah kamu dengan pekerjaan yang baik.” Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman! Makanlah dari apa yang telah Kami rizkikan padamu.”

LO. 4.2. Memahami dan menjelaskan ayat Al-qur’an tentang makanan halal dan thoyibah Kalangan ahli kedokteran islam menyebutkan makanan yang halalan dan tayyiban. Al-qur’an berpesan agar manusia memperhatikan yang dimakannya seperti ditegaskan dalam ayat:

1. Al- Baqarah ayat 168

Artinya:

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (QS. Al-Baqarah; 168)

2. Al-Ma’idah ayat 88

Artinya:

“Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadaNya.” (QS. Al-Ma’idah; 88)

(20)

Artinya:

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S Al Ma'idah; 3)

4. Al-Baqarah ayat 173

Artinya:

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah; 173)

(21)

DAFTAR PUSTAKA

Murray, Robert K., Daryl K. Ganner, & Victor W. Rodewell. 2009. Biokimia Harper Edisi 27. Jakarta: EGC.

Hooker, MB. 2003. Islam Madzhab Indonesia. Jakarta: Penerbit Teraju.

Menteri Agama Urusan Pangan RI. 1995. Makanan Indonesia dalam Pandangan Islam. Jakarta: Kantor Menteri Urusan Pangan RI.

http://www.alquran-indonesia.com/web/ diakses pada Kamis, 27 Desember 2012, pukul 02.11 WIB.

http://www.mitrakeluarga.com/bekasibarat/seputar-medical-check-up/ diakses pada Senin, 24 Desember 2012, pukul 23:15 WIB.

http://www.pantaibethanycare.com/general-medical-check-up.html diakses pada Senin, 24 Desember 2012, pukul 23:22 WIB.

http://www.tanyadok.com/kesehatan/a-z-medical-check-up diakses pada Selasa, 25 Desember 2012, pukul 18:20 WIB.

http://kamuskesehatan.com/arti/profil-lipid/ diakses pada Rabu, 26 Desember 2012, pukul 22.17 WIB.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam ketentuan Pasal 12 Undang-Undang Dasar 1945 menjelaskan bahwa Presiden menyatakan keadaan bahaya. Syarat-syarat dan akibatnya keadaan bahaya ditetepkan

Begitu juga dengan ketuntasan klasikal pada siklus I diperoleh ketuntasan klasikal 76,66% meningkat menjadi 96,66%.Dari hasil pembahasan dan hasil refleksi pada siklus I dan

Hasil yang ingin dicapai terhadap rancangan tampilan berbasiskan multimedia ini agar dapat membantu semua pihak yang berkepentingan dengan ITC Kuningan, baik itu pihak

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa strukturmikro hasil proses solution treatment dan aging adala fasa α yang merupakan paduan larut

Sejalan dengan rumusan tersebut, Huda dalam Alwi dan Sugono (2003:66-68) mengatakan pengertian bahasa asing dapat dilihat dari tiga sudut, yaitu wilayah asal, pemerolehan bahasa,

[C2, C3,C4, A2,A3] Bertindak dan berprilaku timbal balik antar sesama dalam kegiatan organisasi pada saat perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan teknik sipil, dan

Data (data mentah) hasil pembacaan MPU6050 akan diproses oleh mikrokontroler untuk dijadikan sudut, pada mikrokontroler juga bertugas untuk memberikan variabel kontrol

Disertasi Viktimisasi Politik Di Indonesia (Suatu Studi Perlindungan Hukum... ADLN Perpustakaan