• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI PENGARUH GARAM ASAM ORGANIK DAN PROBIOTIK DARI SILASE RUMPUT KUMPAI TEMBAGA TERHADAP PERFORMA ITIK PEGAGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SKRIPSI PENGARUH GARAM ASAM ORGANIK DAN PROBIOTIK DARI SILASE RUMPUT KUMPAI TEMBAGA TERHADAP PERFORMA ITIK PEGAGAN"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

PENGARUH GARAM ASAM ORGANIK DAN

PROBIOTIK DARI SILASE RUMPUT

KUMPAI TEMBAGA TERHADAP

PERFORMA ITIK PEGAGAN

THE EFFECT OF ORGANIC ACID SALT AND

PROBIOTIC FROM SILAGE OF HYMENACHNE

ACUTIGLUMA TO PERFORMANCE

OF PEGAGAN DUCKS

Asep Septiawan Lubis 05041381419054

PROGRAM STUDI PETERNAKAN

JURUSAN TEKNOLOGI DAN INDUSTRI PETERNAKAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2018

(2)

SUMMARY

ASEP SEPTIAWAN LUBIS The effect of Organic acid salt and probiotics from Hymenachne acutigluma silage to the performance of Pegagan duck (Supervised

by MEISJI LIANA SARI and FITRA YOSI).

Pegagan duck is one type of poultry that can be used as a producer of eggs and meat. Performance is a very complex process that includes weight gain and growth. A good performance has a high body weight gain, high feed consumption, and low feed conversion. Probiotic is kind of feed additive which contains non-pathogenic microbes that could improve performance because probiotic can spur the digestive tract by restoring microflora balance inside the intestines. The aim of this research is to determine the effect of organic acid salt and probiotic from

Hymenachne acutigluma silage to performance of Pegagan duck. This research

was conducted from June to November 2017 in experimental enclosure and Laboratory of Animal Feed and Nutrition, Departement of Animal Science, Faculty of Agriculture, Sriwijaya University. This research used a completely randomized design (CRD) which consisted of 6 treatments and 4 replicates, among others: P0 (control), P1 (probiotic), P2(organic acid salt), P3 (Tetrasiklin), P4 (probiotic + organic acid salt), P5 (probiotic + organic acid salt + tetracycline). The observed variables were feed consumption, body weight gain, and feed conversion. The result of this study showed that organic acid salt and probiotic from Hymenachne acutigluma silage did not significantly affect (P>0,05) the feed consumption, body weight gain, and feed conversion ratio. The conclusion is the provision of organic acid salt dan probiotic from Hymenachne acutigluma silage is unable to increase the performance of Pegagan duck.

Key words: Pegagan ducks, probiotics, organic acid salt, hymenachne acutigluma, performance

(3)

RINGKASAN

ASEP SEPTIAWAN LUBIS Pengaruh pemberian garam asam organic dan

probiotik dari silase rumput kumpai tembaga terhadap performa itik pegagan (Dibimbing oleh MEISJI LIANA SARI dan FITRA YOSI).

Itik pegagan merupakan salah satu jenis unggas yang dapat dimanfaatkan sebagai penghasil telur maupun daging. Performa merupakan suatu proses yang sangat kompleks yang meliputi pertambahan bobot badan dan pertumbuhan. Performa yang baik memiliki pertambahan bobot badan yang tinggi, konsumsi pakan yang tinggi serta konversi pakan yang rendah. Probiotik merupakan salah satu feed additive yang mengandung mikroba hidup non-patogen yang dapat meningkatkan performa karena probiotik dapat memacu fungsi saluranpencernaan dengan cara memperbaiki keseimbangan mikroflora di dalam usus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian garam asam organik dan probiotik dari silase rumput kumpai tembaga terhadap performa itik pegagan. Penelitian ini di laksanakan dari Juni sampai Agustus 2017 di Kandang percobaan dan di Laboratorium nutrisi dan makanan ternak, Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Penelitian ini terdiri atas 6 perlakuan: P0 (kontrol), P1 (probiotik) P2 (garam asam organik) P3 (tetrasiklin) P4 (probiotik + garam asam organik) P5 (probiotik + garam asam organik +

tetrasiklin). Peubah yang diamati meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot

badan, dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian probiotik dari silase rumput kumpai tembaga tidak berpengaruh nyata (p>0.05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian garam asam organic dan probiotik dari silase rumput kumpai tembaga belum mampu meningkatkan performa itik Pegagan.

(4)
(5)

SKRIPSI

PENGARUH GARAM ASAM ORGANIK DAN PROBIOTIK

DARI SILASE RUMPUT KUMPAI TEMBAGA TERHADAP

PERFORMA ITIK PEGAGAN

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Peternakan pada Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya

Asep Septiawan Lubis 05041381419054

PROGRAM STUDI PETERNAKAN

JURUSAN TEKNOLOGI DAN INDUSTRI PETERNAKAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2018

(6)
(7)
(8)
(9)

RIWAYAT HIDUP

Penulis di lahirkan pada tanggal 09 September 1996 di Palembang, merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara dari pasangan MHD Namlis Lubis dan ibu Sonta Mariatul Kebitia.

Penulis menempuh Pendidikan awal sekolah dasar (SD) di selesaikan pada tahun 2008 di SD Negeri 1 Sungai Lilin, dan dilanjutkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) diselesaikan pada tahun 2011 di SMP Negeri 1 Sungai Lilin, dan dilanjutkan Sekolah Menengah Atas (SMA) diselesaikan padatahun 2014 di SMA Negeri 1 Sungai Lilin. Pada tahun 2014 melalui ujian tertulis ujian masuk mandiri ( USM ) penulis terdftar sebagai mahasiswa di Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universita Sriwijaya.

Selama masa perkuliahan penulis mengikuti organisasi, yaitu Himpunan Mahasiswa Peternakan Unsri (HIMAPETRI) sebagai anggota (Sekdin Kerohanian) pada periode 2016-2017.

(10)

viii Universitas Sriwijaya

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadiran Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelasaikan skripsi ini dengan judul Pengaruh Penambahan Garam Asam Organik dan Probiotik dari Silase Rumput Kumpai Tembaga Terhadap Performa Itik Pegagan yang merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya.

Penulis sangat berterima kasih kepada Bapak Rektor Universitas Sriwijaya, Bapak Dekan Fakultas Pertanian dan Bapak Kepala Jurusan Peternakan beserta jajarannya yang telah memberikan fasilitas selama penulis melakukan penelitian hingga selesai. Penulis juga berterima kasih kepada Ibu Dr. Meisji Liana Sari S.Pt., M.Si. selaku pembimbing I dan Bapak Fitra Yosi S.Pt.,M.S.,M.IL. selaku pembimbing II serta Bapak Aptriansyah Nurdin S.Pt.,M.Si. selaku pembimbing akademik yang telah memberikan arahan dan bimbingan serta motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi dari awal pelaksanaan hingga selesai. Ucapan terima kasih juga kepada Ibu Dr. Sofia Sandi S.Pt., M.Si. dan Ibu Fitri Nova Liya Lubis S.Pt., M.Si., Bapak Riswandi S.Pt., M.Si. selaku dosen penguji yang telah memberikan saran sehingga skripsi ini bias menjadi lebihbaik lagi. Terima kasih juga untuk seluruh staf Dosen pengajar Jurusan Peternakan dan Mbak neni selaku Analis Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak serta seluruh civitas akademika Jurusan Peternakan

Ucapan terima kasih kepada keluarga Bedeng Bs selaku teman dan keluarga selama penulis menyelasaikan pendidikan hingga menjadi sarjana, terkhusus untuk sahabat saudari Yopi Amelia yang selalu menemani hari hari penulis dalam menajalani masa pendidikan dan menyelesaikan skripsi hingga selesai. Terkhusus ucapan terima kasih kepada kedua orang tua dan keluarga besar terutama kepada ayahanda dan ibunda tercinta atas semangat, dukungan, dan do`a yang telah di berikan kepada penulis sehingga penulis mampu menempuh pendidikan sampai ke perguruan tinggi dan menyelesaikan skripsi ini.

Kritik dan saran yang sifatnya mendukung penulis sangat di harapkan karena dalam penulisan skripsi ini tidak menutup kemungkinan penulis melakukan

(11)

ix Universitas Sriwijaya kesalahan. Penulis juga berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan untuk para pembaca pada umumnya.

Indralaya, Juli 2018

(12)

x Universitas Sriwijaya

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv BAB 1. PENDAHULUAN ... 1 1.1. Latar Belakang... ... 1 1.2. Tujuan... ... 3 1.3. Kegunaan... 1.4. Hipotesa……… 3 3 BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA ... 4

2.1. Itik Pegagan…………... 4

2.2. Probiotik... 5

2.3. Asam Organik………... 6

2.4. Konsumsi Ransum...……….……… 7

2.5.Pertambahan Bobot Badan……….……….. 2.6. KonsumsiRansum……… 8 8 BAB 3. PELAKSANAAN PENELITIAN…………...………... 10

3.1. Waktu dan Tempat ... 10

3.2. Materi dan Metode... 10

3.2.1. Kandang……….. ... 10

3.2.2. Ternak………... 10

3.2.3. Ransum…...………... 10 3.3. Metode Penelitian………...

3.4. Cara Kerja………. 3.4.1. Pembuatan Garam Asam Organik……….. 3.4.2. Pembuatan Probiotik……….. 3.4.3. Persiapan Kandang……….. 3.4.4.Pemeliharaan Ternak………... 3.5. Peubah Yang Di Amati……….…….

11 12 12 12 12 13 13

(13)

xi UniversitasSriwijaya 3.5.1. Konsumsi Ransum………..

3.5.2. Pertambahan Bobot Badan………. 3.5.3. Konversi Ransum………... 3.6. Analisa Data………. Halaman 13 13 14 14

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN………... 15

4.1. Konsumsi Ransum…...………... 15

4.2. Pertambahan Bobot Badan………... 17

4.3. Konversi Ransum………... 18

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN... 21

6.1. Kesimpulan …………... 21

6.2. Saran ……... 21

DAFTAR PUSTAKA ... 22

(14)

xiv UniversitasSriwijaya

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1. Susunan dan kandungan nutrient perlakuan fase starter……….. 11

Tabel 3.2. Susunan dan kandungan nutrient perlakuan fase finisher………. 11

Tabel 4.1. nilai rataan konsumsi ransum itik Pegagan selama penelitian... 15

Tabel 4.2. rataan nilai pertambahan bobt badan itik selama penelitian……. 17

(15)

xv UniversitasSriwijaya

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Tabel Pehitungan Konsumsi Ransum……….. 28

Lampiran 2. Tabel Perhitungan PBB.……….. 32

Lampiran 3. Tabel Perhitungan Konversi Ransum……...………... 35

(16)

1 Universitas Sriwijaya

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Itik Pegagan sebagai itik lokal Sumatera Selatan adalah itik dwiguna yang dapat menghasilkan telur dan daging. Itik Pegagan memiliki bobot badan 1,5 - 1,9 kg dan produksi telur 170-200 butir/tahun (Kepmentan, 2013). Produktifitas itik Pegagan yang tinggi menjadikan peternakan itik sebagai usaha yang potensial untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. Salah satu faktor penting dalam meningkatkan produksi ternak adalah ransum. Selain nutrisi dari pakan, perlu adanya suplemen yang ditambahkan dalam pakan yang berguna untuk memacu pertumbuhan dan produksi daging, salah satunya feed additive yang bisa ditambahkan dalam pakan adalah asam organik dan probiotik.

Asam organik merupakan bahan tambahan yang digunakan sebagai feed

additive dalam pakan ternak yang berupa acidifier. Penambahan asam organik

dapat menstabilkan bakteri yang ada dalam usus, selain itu dapat menurunkan pH usus sehingga menekan jumlah bakteri patogen dan meningkatkan jumlah bakteri nonpatogen terutama bakteri asam laktat (BAL). Asam organik berfungsi sebagai

growth promotor yang dapat digunakan untuk menstabilkan mikroflora pada

saluran pencernaan dan dapat meningkatkan performa ternak (Gauthier, 2002). Probiotik adalah suplemen pakan berupa mikroba hidup yang memberi pengaruh positif bagi ternak inang karena meningkatkan keseimbangan mikroorganisme dalam saluran pencernaan (Fuller, 1989). Probiotik sangat baik digunakan untuk meningkatkan performa ternak karena probiotik dapat meningkatkan kemampuan usus dalam mencerna pakan dengan cara memperbaiki keseimbangan mikroflora didalam usus. Seiring dengan meningkatnya kinerja saluran pencernaan dalam menyerap zat-zat nutrisi dalam usus terutama protein maka pemberian probiotik akan meningkatkan produksi dagingnya. Performa produksi ternak dapat dilihat dari pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, dan konversi ransum. Bakteri asam laktat sebagai sumber probiotik dan asam organik dapat diperoleh dari silase.

(17)

2

Universitas Sriwijaya Silase adalah hijauan segar yang diawetkan dengan fermentasi secara

anaerob dalam kondisi kadar air yang tinggi (40 sampai 70%), sehingga hasilnya

bisa disimpan tanpa merusak zat nutrisi di dalamnya. Jenis silase yang dapat digunakan sebagai penghasil bakteri asam laktat yaitu silase berbahan hijauan rawa. Hijauan rawa memiliki potensi dalam menunjang upaya penganekaragaman pakan ternak untuk ketersediaan sumber pakan yang bermutu dan tidak bersaing dengan manusia (Syarifuddin, 2004).

Salah satu jenis hijauan rawa yang berpotensi antara lain jenis rumput kumpai tembaga (Hymenachne acutigluma). Tingginya persentase total asam yang dihasilkan oleh silase berbahan rumput kumpai tembaga disebabkan oleh kandungan karbohidrat mudah larut yang tinggi dalam menghasilkan produk yang berkualitas pada pembuatan silase (Larantika, 2017) . Asam organik sebaiknya di berikan ke ternak dalam bentuk garam asam organik. Hal ini dikarenakan garam asam organik dapat melindungi asam organik dari proses penguapan dan penyerapan pada saluran pencernaan unggas dibagian atas seperti, esofagus dan proventrikulus.

Peternak terus memacu untuk meningkatkan produksi itik dengan menambahkan antibiotik. Pemakaian antibiotik dalam waktu yang lama dan terus menerus akan berpengaruh secara signifikan terhadap ketahanan bakteri baik patogen maupun mikroflora normal di dalam tubuh makhluk hidup bila diberikan secara berlebihan dan tanpa pengawasan (Butaye et al., 2001; Bahri et al., 2005). Hal ini diperkuat oleh pernyataan Kang et al. (2005) yang menjelaskan bahwa penggunaan antibiotik dalam pakan ternak sangat berhubungan erat dengan kejadian resistensi antimikrob terhadap bakteri.

Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh penggunaan garam asam organik dan probiotik dari silase rumput kumpai tembaga (Hymenachne acutigluma) terhadap performa itik pegagan.

(18)

3

Universitas Sriwijaya

1.2. Tujuan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan garam asam organik dan probiotik dari silase rumput kumpai tembaga (Hymenachne

acutigluma) terhadap performa itik Pegagan.

1.3. Kegunaan

Penelitian ini berguna bagi peternak untuk dapat memanfaatkan asam organik dan probiotik sebagai pengganti antibiotik.

1.4. Hipotesis

Diduga bahwa pengunaan garam asam organik dan probiotik dari silase rumput kumpai tembaga (Hymenachne acutigluma) dapat meningkatkan performa itik Pegagan.

(19)

21 Universitas Sriwijaya

DAFTAR PUSTAKA

Agustina, D., Iriyanti, N., dan Mugiyono. S. 2013. Pertumbuhan dan konsumsi

pakan pada berbagai jenis itik local betina yang pakannya di suplementasi probiotik. Ilmiah peternakan 1(2): 691– 698.

Amrullah AK. 2004. Nutrisi Unggas. Lembaga Satu Gunung Budi. Bogor.

Anggorodi, R. 1985. Ilmu Makanan Ternak Umum. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Boling, S.D., D.M. Webel, I. Marromichalis, C.M. Parsons and D.H. Baker, 2000.

The Effects of Citrit Acid on Phytate Phosphorus Utilization in Young Chicks and Pigs. J. Anim. Sci. 78: 682-689.

Brahmantiyo BR., Setioko. dan Prasetyo IH. 2002. Karakteristik pertumbuhan itik

Pegagan sebagai sumber plasma nutfah ternak. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, Bogor. Majalah Ilmiah Peternakan. 17(1): 4-9.

Bregni, C., Degrossi, J., Garcia, R., Lamas, M.C., Firenstein, R.Y. and D’aquino, M., 2000. Aliginate microspheres of Bacillus subtilis. Ars pharma 41(3), 245-248.

Butaye, P., L.A. Devriese, and F. Haesebrouck. 2001. Differences in antibiotic

resistance patterns of Enterococcus faecalis and Enterococcus faecium strains isolated from farm and pet animals. Antimicrob. Agents. Chemother.

45(2001):1374-1378.

Castro, M. F, Rodriguez. 2005.Use of additives on the feeding of monogastric

animals.Cuban Journal of Agricultural Science 39, P. 439. ISSN :0253-5815.

Dawahir. 2008. Performans Ayam Broiler yang Diberi Ampas Tahu Kering

Sebagai Pakan Tambahan. Skripsi Fapertapet UIN Suska Riau.Pekanbaru.

Deepa, C., G.P. Jeyanthi and D. Chandrasekaran, 2011. Effect of Phytase and Citrit

Acid Supplementtion on The Growth Performance, Phosphorus, Calcium, and Nitrogen retention on Broiler Chicks Fed with Low Level of Avalaible Phosphorus.Asian J. Poult. Sci. 5: 28-34.

Diaz, D. 2008. Safety and efficacy of Ecobiol as feed additive for chickens for

fattening. The EFSA Journal 773 : 2-13.

Djulardi, A. Muis, H. Latif, S.A. 2006 Nutrisi Aneka Ternak Dan Satwa Harapan. Andalas University Press:: Padang.

Dorup, I. 2004. The impact of minerals and micronutrients on growth control.

(20)

22

Universitas Sriwijaya

Quality. Ed. By M.F. te Pas, M.E. Everts and H.P.Haagsman. CABI

Publishing. CAB international Wallingford Oxfordshie OX10 8 DE. UK. P. 125-126

Eidelsburger U., Roth F.X. und Kirchgessner M. Zum Einfluß von Ameisensäure,

Calciumformiat und Natriumhydrogencarbonat auf tägliche Zunahmen, Futteraufnahme, Futterverwertung und Verdaulichkeit. 7. Mitteilung. Untersuchungen zu nutritiven Wirksamkeit von organischen Säuren in der Ferkelaufzucht. J. Anim. Physiol. Anim. Nutr.1992. Vol. 67. P. 258-267.

FAO/WHO. 2002. Joint FAO/WHO Working Group Report on Drafting Guidelines for the Evaluation of Probiotics in Food. London.

Fuller R. 1989. Probiotics in man and animals. J Appl Bacteriol. 66 : 365 - 378. Fuller, R. 2001. The chicken Gut Microfloraand Probiotic Supplements. J of Poultry

Sci. 38 : 189 -196.

Gauthier, R., 2002. Intestinal health, the key to productivity (The case of organic

acid). 27 Convencion ANECA-WPDC. Puerto Vallarta, Jal, Mexico

Gunawan dan M.M.S. Sundari, 2003, Pengaruh Penggunaan Probiotik dalam Ransum terhadap Produktivitas Ayam. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Hernandez, F., J. Madrid, V. Garcia, J. Orengo and M.D. Megias. 2004. Influence

of two plants extracts on broilers performance, digestibility, and digestive organ size. Poult.Sci. 83: 169 – 174.

Iskandar, S., Vanvan S. Nugroho, D.M. Suci dan A.R. Setioko. 2001. Adaptasi

biologis itik jantan muda lokal terhadap ransum berkadar dedak padi tinggi.

Pengembangan Agribisnis Unggas Air sebagai Peluang Usaha Baru. Fakultas Peternakan IPB bekerjasama dengan Balai Penelitian Ternak, Puslitbang Peternakan, Bogor. hlm. 118 – 127.

Islam, M.Z., Z.H. Khandaker, S.D. Chowdhury and K.M.S. Islam. 2008. Effect of

citric acid and acetic acid on the performance of broilers. J. Bangladesh

Agric. Univ. 6(2): 315-320.

Jaelani, A. 2011. Performans Ayam Pedaging Yang Diberi Enzim Beta mannanase

dalam Ransum yang Berbasis Bungkil Sawit. Media Sains3(2) :228-237.

Jin, L.Z., Y.W. Ho, N. Abdullah and S. Jalaludin. 1997. Probiotics in Poultry :

Modes of Action. Worlds Poultry Sci. J. 53 (4) : 351 – 368 Barrow, P.A. 1992. Probiotics for Chickens. In : R. Fuller. 1st Ed. Probiotics The Scientific Basic.

(21)

23

Universitas Sriwijaya Kang, H.Y., Y.S. Jeong, J.Y. Oh, S.H. Tae, C.H. Choi, D.C. Moon, W.K. Lee, Y.C. Lee, S.Y. Seol, and D.T. Cho. 2005. Characterization of antimicrobial

resistance and class 1 integrons found in Escherichia coli isolates from humans and animals in Korea. J. Antimicrob. Chemoth. 55(2005):639-644.

Kardaya. 2005. Pengaruh Penaburan Zeolit Pada Lantai Litter. Terhadap

persentase dan Komponen Non Karkas Ayam Pedaging Pada Kepadatan Kandang Berbeda. Jurnal Peternakan. Fakultas Pertanian dan Peternakan

UIN Suska. Riau.

Kepmentan. 2013. Penetapan Rumpun Itik Pegagan. http: //bibit. ditjennak. pertanian.go.id.

Ketaren, P.P. dan l.H. Prasetyo. 1999. Pengaruh pemberian pakan terbatas terhadap penampilan itik silang Mojosari X Alabio (MA) umur 8 minggu. Lokakarya Nasional Unggas Air. Balai Penelitian Ternak, Ciawi, Bogor.

Ketaren PP. 2002. Kebutuhan gizi itik petelur dan itik pedaging. Wartazoa. 12:37-46.

Kim, Y. Y., Kil, D. Y., Oh, H.K., & Han, I. K. (2005). Acidifier as an Alternative

Material to Antibiotics in Animal Feed. Asian-Aust. J. Anim. Sci, 18 (7),

1048- 1060

Kuspartoyo. 1990. Segi kehidupan itik. Majalah Swadaya Pderternakan Indonesia No. 59 : 36-37.

Kusumawati, N; Bettysri, L J; Siswa S; Ratihdewanti dan Hariadi. 2003. Seleksi

Bakteri Asam Laktat Indigenous sebagai Galur Probiotik dengan Kemampuan Menurunkan Kolesterol. Journal Mikrobiologi Indonesia. Vol.

8(2): 39-43.

Laksmiwati, M. 2006. Pengaruh Pemberian Starbio Dan Eflbc:tit'e

A4io'oorgortisrn- 4 (Em-4) Sebagai Probiotik Terhadap PenamPiian Itik Jantan Umur 0 – 8 Minggu Jurusan Produksi Ternak' Fakultas Peternakan,

Universitas UdaYana, DenPasar

Larantika, B., .2017. Profil Asam Organik Pada Silase Berbahan Kumpai Tembaga

(Hymenachne Acutigluma) Dan Kemon Air (Neptunia Oleracea Lour).

Skripsi. Universitas Sriwijaya. Indralaya.

Lee, M.H., H.J. lee and P.D. Ryu. 2001. Public health risks. Chemical and

antibiotic residues. Asian Aust J. Anim. Sci. 14: 297-446.

Lesson, S. & J. D. Summers. 2001. Nutrition of The Chicken. 4th Edition. University

(22)

24

Universitas Sriwijaya Lu, J., U. Idris, B. Harmon, C. Hofacre, J. Maurer and Margie D. Lee. 2003.

Diversity and Succession of the Intestinal Bacterial Community of the Maturing Broiler Chicken. Applied and Environmental Microbiology.

69(11): 6816–6824.

Luckstadt, C. and Theobald, P. 2011. Dose dependent effects of diformates on

broiler performance. In: Standard for Acidifiers. Nottingham University Press, Nottingham, UK.

Natsir, M.H, O. Sjofjan, A. Manab dan K.U. Al Awwaly. 2007. Pengaruh

Penggunaan Kombinasi Asam Sitrat Dan Asam Laktat Cair Dan Terenkapsulasi Sebagai Aditif Pakan Terhadap Penampilan Produksi Ayam Pedaging. Jurnal Agritek. Vol 15 No 1 ISSN: 1410-413 X. Februari 2007

Natsir, M. H. dan O. Sjofjan. 2008. Pengaruh Penggunaan Kombinasi Asam sitrat

dan Asam Laktat Cair dan Terenkapsulasi sebagai Aditif Pakan terhadap Penampilan Produksi Ayam Pedaging. Seminar Nasional Teknologi

Peternakan dan Veteriner 2008: 636-640.

Negara, W., 2009. Kajian Produksi Garam Asam Organik Dari Silase Ransum

Komplit Sebagai Pemacu Pertumbuan Pada Ayam Broiler Yang Ditantang Salmonella typhimmurium. Tesis. IPB. Bogor.

NRC., 1994. Nutrient Requirement of Poultry. Ninth Recisied Edition. National Academy Press. Washington DC.

Paramesuwari, F. 2012. Pengaruh Pemberian Campuran Tepung Ubi Jalar Merah

Dengan Ragi Tempe Sebagai Sinbiotik Terhadap Performa dan Usus Ayam

Pramudyati YS. 2003. Pengkajian Teknologi Pemeliharaan Itik di Sumatera

Selatan. Loka Pengkajian Teknologi Pertanian (LPTP) Puntikayu Sumatra

Selatan, Palembang.

Purwandhani, S.N. dan Rahayu, E.S. 2003. Isolasi dan seleksi Lactobacillus yang

berpotensi sebagai agensia probiotik. Agritech 23 (2): 67-74.

Rahayu, E.S. 2003. Lactic Acid and Bacteria in Fermented Food of Indonesian

Origin. Agritech 23(2) : 75-84.

Ray, R. 1996. Fundamental Food Microbiology. CRC Press. Boca Raton Inc. New York.

Rasyaf, M. 1994. Beternak Ayam Pedaging. Penebar Swadaya, Jakarta. Ritonga, H. 1992. Beberapa Cara Menghilangkan Mikroorganisme Patogen. Rose, S.P. 1997. Principle of Poultry Science. CAB International. New York.

(23)

25

Universitas Sriwijaya Sacakli, P., A. Sehu, A. Ergün, B. Genc and Z. Selcuk. 2005. The Effect of Phytase

and Organik Acid on Growth Performance, Carcass Yield and Tibia Ash in Quails Fed Diets With Low Levels f Non-Phytate Phosphorus Asian-Aust. J.

Anim. Sci. 2006. Vol 19, No. 2 : 198-202).

Sari, R. 2012. Karakterisasi Bakteri Probiotik yang Berasal dari Saluran

Pencernaan Ayam Pedaging. Skripsi. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Sinurat AP. 2000. Penyusunan ransum ayam buras dan itik. Pelatihan proyek

pengembangan agribisnis peternakan, Dinas Peternakan DKI Jakarta, 20 Juni

2000.

Siregar, A.P. dan M. Sabrani dan S. Pramu, 1982. Teknik Beternak AyamPedaging di Indonesia. Cetakan ke-2, Margie Group, Jakarta.

Soltan, M. A. 2008. Effect of Dietary Organic Acid Supplementation on Egg

Production, Egg Quality and Some Blood serum Parameters in Laying Hens, Int. J Poult, Sci. 7 (6) : 613-621.

Srigandono, B. 1997. Produksi Unggas Air. Cetakan Ketiga. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Steel, R.G.D. dan Torrie, J.H. 1995. Prinsip dan Prosedur Statistika. Suatu pendekatan biometric. P.T. Gramedia Utama: Jakarta.

Subekti, S, W.G. Piliang, W. Manalu, & T.B. Murdiati. 2006. Penggunaan tepung

daun katuk dan ekstrak daun katuk ( Sauropus androgymus L. Merr) sebagai substitusi ransum yang dpat menghasilkan produkpuyuh Jepang rendah kolesterol. JITV 11(2): 254-259

Syarifuddin, N.A., 2004. Evaluasi Nilai Gizi pakan Alami Ternak Kerbau rawa di

Kalimantan Selatan. Produksi Ternak. Fakultas Pertanian Unlam.

Kalimantan Selatan.

Tillman, A. D., H., Hartadi, S. Reksohadiprodjo, S. Prawirokusumo dan S. Lebdosoekodjo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Cetakan kelima. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta

Untung Kurnia, A. A. M, Kiki Haetami dan Yuniar Mulyani. 2007. Penggunaan

Limbah Kiambang Jenis Duckweeds dan Azola Dalam Pakan dan Implikasinya Pada Ikan Nilem. Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Bandung.

Wahju, 1992. Ilmu Nutrisi Unggas. Cetakan ke-3. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Hal. 64-66, 1997. Wahju, J 1997.

(24)

26

Universitas Sriwijaya Yoon, I.K. and M.D. STERN. 1995 . Influence of direct-fed microbials on

ruminal microbial fermentation and performance of ruminants: A review.

AJAS 8:533-555 .

Yunilas, 2005. Performans Ayam Broileryang Diberi Berbagai Tingkat Protein hewani dalam Ransum. Jurnal Agribisnis Peternakan 1 (1) : 22-26.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian Sakalasastra (2012), pada dampak psikososial anak jalanan korban pelecehan seksual di Surabaya mendapatkan hasil bahwa faktor psikososial anak memiliki

Penelitian ini secara teoritis diharapkan dapat memberi sumbangan pemikiran secara teoritis terhadap berbagai persoalan hukum, khususnya dalam penyidikan dengan cara

Subjek penelitian yang dimaksud adalah seorang yang dijadikan sumber dalam memperoleh data penelitian. Dalam skripsi ini yang menjadi subjek adalah guru fiqh yang

kegiatan belajar mengajar salah satu kegiatan yang dilakukan oleh siswa sebagai pelajar dan guru yang memiliki peranan sebagai pengajar, dimana dalam kegiatan belajar

Menyatakan dengan sesungguhn ya bahwa tugas akhir berjudul “ MEKANISME KERJA DIVISI MARKETING DALAM MEMASARKAN PRODUK DI PT. ELANG PRIMA RETAILINDO ” adalah

Laporan perancangan proyek akhir ini disusun sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana untuk Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Arsitektur dan

Minat terhadap Produk yang Sudah Tersedia di Pasaran : kesukaan terhadap produk manisan buah kering (dried fruit), kesukaan terhadap produk

Based on Type III Sum of Squares The error term is Mean Square(Error) = ,678. Based on Type III Sum of Squares The error term is Mean Square(Error)