Staf Panmud Hukum. Panmud Hukum. Mengumpulkan data perkara yang akan disajikan ke 1 Laporan RK 15 menit dalam papan visual

11 

Teks penuh

(1)

Staf Panmud

Hukum

Panmud

Hukum Wapan Panitera Kelengkapan Waktu Output

1 Laporan RK 15 menit Bahan Statistik Perkara 2 laporan RK 15 menit draft data statistik perkara 3 draft data statistik 2 menit koreksi draft statistik 4 draft data statistik 10 menit draft statistik disetujui 5 draft data statistik 3 menit koreksi kedua draft statistik 6 tidak ya draft data statistik 5 menit draft statistik disetujui 7 draft data statistik 3 menit koreksi ketiga draft statistik 8 tidak ya draft data

statistik 3 menit draft disetujui

9 draft data statistik 10 menit Data visual statistik perkara 10 tidak ya

data visual 3 menit Data statistik perkara 11 tidak ya data statistik perkara 3 menit Data statistik perkara 12 data statistik perkara 30 menit visualisasi data 13 data statistik perkara 3 menit arsip data statistik perkara Mendokumentasikan rekapitulasi data visual

Mengoreksi draft dan membubuhkan paraf Membuat draft rekapitulasi data perkara sebagai bahan visualisasi

Menyampaikan draft rekapitulasi data kepada Panmud Hukum

Meneruskan rekapitulasi data visual kepada Ketua Pengadilan untuk ditandatangani

Meneruskan draft rekapitulasi data visual kepada Wapan dan Pansek untuk diparaf

Membubuhkan paraf jika isi draft rekapitulasi data telah sesuai

Meneruskan draft rekapitulasi data visual kepada Pansek

Memerintahkan Panmud Hukum untuk menyajikan data perkara ke dalam papan visual

Mencetak (print out) data visual dan membubuhkan paraf serta meneruskan data visual kepada Wapan dan Pansek

Membubuhkan paraf dan Pansek menandatangani data visualisasi

Keterangan

Menyajikan data perkara ke dalam papan visual

No. Kegiatan

Pelaksana Mutu Baku

Mengumpulkan data perkara yang akan disajikan ke dalam papan visual

Nomor SOP

W27.A/ 220 /OT.01.3/I/2014

Tanggal Pembuatan

2 Januari 2014

Tanggal Revisi

-Tanggal Efektif

15 Januari 2014

Disahkan oleh

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten

Drs.H. Sudirman Malaya, SH.,MH.

Nip. 194702091976031001

Nama SOP

Penyajian statistik perkara

Dasar Hukum

Kualifikasi pelaksana

Keterkaitan

Peralatan/perlengkapan

SOP Penerimaan Perkara

Komputer

SOP Penyelesaian Perkara

Data perkara/ Laporan Perkara

SOP Penyusunan Kegiatan Hakim

Formulir/blanko laporan

SOP Pengarsipan Perkara

Papan visual

Peringatan

Pencatatan dan pendataan

PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN

KEPANITERAAN

PANITERA MUDA HUKUM

1. Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman

Memahami Peraturan Perundang-undangan tentang Pedoman Penyusunan

2. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama

Memahami peraturan perundang-undangan tentang Pedoman Penyusunan

Penyajian data statistik perkara merupakan bagian dari keterbukaan informasi

publik. Jika statistik perkara tidak tersaji dengan baik, Pengadilan dapat

dikenai sanksi yang ditetapkan Undang-undang.

Data statistik perkara meliputi; perkara diterima dan diputus pengadilan dalam

1 (satu) tahun, faktor penyebab perceraian berdasarkan jenis kelamin, usia,

tingkat pendidikan , dll.

3. Keputusan Presiden Nomor 14 Tahun 2005 tentang Kepaniteraan MA RI;

Memahami peraturan-peraturan tentang administrasi perkara

4. Instruksi Presiden RI Nomor 001 Tahun 1991 tentang Pola Bindalmin

Memahami ketentuan penyusunan laporan perkara

5. Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor 144 Tahun 2007

(2)

Panmud Hukum Staf Panmud

Hukum

W apan Panitera Ketua Sub

Umum Kelengkapan W aktu Output

1 Buku register perkara, laporan perkara bulanan (LII-PA1) 3 menit Bahan laporan LKH 2 buku register perkara, laporan perkara bulanan (LII-PA1) 3 menit Data laporan LKH 3 buku register perkara, laporan perkara bulanan (LII-PA1) 30 menit draft LKH 4 draft LKH, data kegiatan hakim 3 menit koreksi draft laporan LKH 5 draft LKH, data kegiatan hakim 15 menit koreksi dan paraf Panmud Hukum 6 draft LKH + paraf Panmud hukum 2 menit koreksi draft laporan LKH (W apan) 7 tidak ya draft LKH + paraf panmud hukum 15 menit persetujua n draft LKH

8 tidak paraf wapandraft LKH + 2 menit

Koreksi draft ketiga (Pansek)

9 ya paraf W apandraft LKH + 20 menit

draft disetujui

Pansek (paraf Pansek)

10 acc paniteradraft LKH, 10 menit

Laporan Kegiatan Hakim (LKH) 11 Laporan Kegiatan Hakim (LKH) 3 menit LKH diparaf Panmud Hukum 12 LKH 10 menit Laporan Kegiatan Hakim (LKH) 13 tidak ya LKH 5 menit LKH disetujui Panitera 14 LKH 3 menit LKH disetujui Ketua 15 tidak LKH 5 menit LKH disetujui Ketua 16 LKH 3 menit LKH 17 LKH 5 menit distempelLKH 18 LKH 3 menit LKH terkirim 19 LKH 3 menit Bahan arsip laporan

20 Mendokumentasikan laporan semester perkara Laporan LKH lengkap 3 menit Laporan Arsip

Menyampaikan laporan semester kepada Ketua Menandatangani laporan semester

Mengembalikan laporan semester yang telah ditandatangani kepada Panmud Hukum Mengirim laporan perkara Dirjen Badilag melalui sub umum

Memberi nomor surat di dalam pengantar dan mencatatnya ke dalam bukum agenda surat keluar Menyerahkan 1 (satu) salinan/arsip laporan semester yang telah diberi nomor surat kepada staf Panmud Hukum

Menyampaikan draft laporan perkara kepada Panitera Mempelajari isi draft laporan dan memberikan tanda tangan persetujuan draft serta mengembalikan draft kepada Panmud Hukum Memerintahkan staf untuk membuat jadi (print out) laporan semester yang telah disetujui Panitera

Menyampaikan laporan semester kepada Panmud Hukum untuk diparaf Meneruskan laporan semester kepada W apan dan Pansek

Panitera menandatangani laporan semester kepada Ketua

Memerintahkan staf Panmud Hukum untuk merekap kegiatan hakim dan penanganan perkara yang lebih dari 6 bulan

Membuat draft laporan semester

Menyampaikan draft laporan kepada Panmud Hukum

Mengecek isi draft dan membubuhkan paraf

Menyampaikan draft laporan perkara kepada wapan

Mempelajari isi draft dan membubuhkan paraf

No. Kegiatan

Pelaksana Mutu Baku

Keterangan Menerima data kegiatan

hakim dan penanganan perkara banding yang lebih dari 6 bulan dari Panmud Banding

Nomor SOP W27.A/ 221 /OT.01.3/I/2014 Tanggal Pembuatan 2 Januari 2014

Tanggal Revisi

-Tanggal Efektif 15 Januari 2014

Disahkan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten

Drs.H. Sudirman Malaya, SH.,MH. Nip. 194702091976031001 Nama SOP Laporan Kegiatan Hakim

Dasar Hukum Kualifikasi pelaksana

Keterkaitan Peralatan/perlengkapan

SOP Penanganan Perkara Komputer

SOP Penyelesaian Perkara Data perkara

SOP Pelaporan Perkara Formulir/blanko laporan

Court Calender

Peringatan Pencatatan dan pendataan

PANITERA MUDA HUKUM PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN

KEPANITERAAN

6. Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 144 Tahun 2007 tentang Keterbukaan Informasi di

1. Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman Memahami Peraturan Perundang-undangan tentang Pedoman Penyusunan 2. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana diubah dengan Memahami peraturan perundang-undangan tentang Pedoman Penyusunan

7. Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor 080/KMA/SK/VIII/2006 tentang Pedoman 8. Buku II edisi revisi Tahun 2010

Penanganan perkara oleh majelis hakim selambat-lambatnya diselesaikan dalam waktu 6 (enam) bulan, jika lebih dari waktu yang ditentukan harus melaporkan kepada pimpinan mengenai alasan keterlambatan tersebut.

Nomor perkara yang ditangani, susunan majelis hakim, tanggal diterima dan tanggal persidangan serta tanggal minutasi.

3. Keputusan Presiden Nomor 14 Tahun 2005 tentang Kepaniteraan MA RI; Memahami peraturan-peraturan tentang administrasi perkara 4. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/20/M.PAN/2/2004 tentang Memahami ketentuan penyusunan laporan perkara 5. Instruksi Presiden RI Nomor 001 Tahun 1991 tentang Pola Bindalmin

(3)

Nomor SOP SOP W27.A/ 222 /OT.01.3/I/2014 /OT.01.3/I/2014 Tanggal Pembuatan Pembuatan 2 Januari 2014 2014 Tanggal Revisi Revisi -Tanggal Efektif Efektif 15 Januari 2014 2014 Disahkan oleh oleh

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten Banten Drs.H. Sudirman Malaya, SH.,MH. SH.,MH. Nip. 194702091976031001 194702091976031001 Nama SOP SOP Penanganan Pengaduan Pengaduan

Dasar Hukum Kualifikasi pelaksana

Keterkaitan Peralatan/perlengkapan

SOP Penerimaan Perkara Komputer

SOP Pemeriksaan Perkara Dokumen pendukung (surat, salinan putusan)

SOP Penyelesaian Perkara Formulir pengaduan

Register Pengaduan

Peringatan

PANITERA MUDA HUKUM HUKUM

PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN BANTENKEPANITERAAN

N

8. Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor 076 Tahun 2009 tentang Pedoman Penanganan Pengaduan

7. Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor 080/KMA/SK/VIII/2006 tentang Pedoman

1. Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman Memahami Peraturan Perundang-undangan tentang Hukum Acara

3. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana diubah dengan Undang- Memahami peraturan perundang-undangan tentang Pedoman Penyusunan Standar Standar

Pelayanan

9. SKB Ketua Mahkamah Agung RI dan Ketua Komisi Yudisial RI Nomor 047/SKB/MA/IV/2009 tentang Kode

Hukuman disiplin atas pelanggaran yang dilakukan oleh Hakim dan aparat Pengadilan dijatuhkan sesuai dengan kadar kesalahan yang bersangkutan; Apabila pelanggaran yang dilakukan Terlapor menimbulkan kerugian keuangan negara, dapat diajukan tindakan tuntutan perbendaharaan dan tuntutan pengembalian

kerugian kepada negara dan atau mengandung unsur tindak pidana, maka kasus tersebut dilaporkan kepada pihak yang berwajib untuk diproses lebih lanjut;

Pencatatan dan Pendataan: Kriteria pengaduan yang layak ditindaklanjuti antara lain l pengaduan dengan identitas pelapor jelas dan substandi/materi pengaduan logis dan memadai; 2. Undang-undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung RI jo. Undang-undang Nomor 3 Tahun

5. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 jo. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil;

Memahami Peraturan Perundang-undangan tentang Pedoman Penyusunan SOP-AP

4. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik;

Memahami peraturan-peraturan tentang kode etik hakim dan disiplin pegawai

(4)

Pelapor Staf Panmud Hukum Panitera Muda Hukum Ketua Pengadilan W akil Ketua Pengadilan Hakim Tinggi Pengawas

Kelengkapan W aktu Output

1 surat pengaduan, data pelengkap 10 menit surat pengaduan

batas penanganan pengaduan pada tingkat banding sejak diterima adalah

2 surat pengaduan, tanda terima 10 menit tanda terima pengaduan

3

surat pengaduan, register pengaduan

10 menit pengaduan tercatat

4 tanda terima 3 menit pengaduan

diregistrasi

5 dokumen pengaduan 5 menit mekanisme pengaduan

6 tidak ya dokumen pengaduan 10 menit hasil tela'ah kewenangan 7 hasil tela'ah pengaduan, resume

5 menit mekanisme pengaduan

8 tidak ya dokumen pengaduan 30 menit perintah tindak lanjut

9

dokumen pengaduan, hasil tela'ah

20 menit bentuk tindak lanjut

10

surat pengaduan, ketentuan per UU-an

30 menit surat tindak lanjut

11 dokumen pengaduan 15 menit surat tugas

12 dokumen pengaduan, hasil tela'ah 5 menit Laporan Hasil Pengaduan (LHP)

13 tidak surat pengaduan, hasil rekomendasi 10 menit rekomendasi

14 ya surat pengaduan,hasil pemeriksaan, usulan rekomendasi,

1 hari tindak lanjut

15

surat pengaduan, hasil pemeriksaan, tindak lanjut

10 menit bundel laporan

16 surat pengaduan, hasil pemeriksaan, tindak lanjut 10 menit laporan hasil penanganan pengaduan 17 surat pengaduan,

hasil pemeriksaan 15 menit

publikasi hasil penanganan pengaduan 18 laporan hasil penanganan pengaduan 5 menit dokumentasi laporan pengaduan 19 laporan hasil penanganan pengaduan

10 menit pengaduan selesai Menerima surat pengaduan dan membuat tanda

terima 2 rangkap

Mutu Baku

Keterangan

No. Kegiatan

Pelaksana

Mengajukan surat pengaduan

Menentukan bentuk tindak lanjut (penghentian penanganan/klarifikasi/konfirmasi/pemeriksaan/ti

ndakan lain)

Mencatat penerimaan pengaduan dan memberi nomor registrasi ke dalam register pengaduan

Menyerahkan 1 (satu) lembar tanda terima kepada Pelapor

Meneruskan pengaduan kepada Panmud Hukum

Menela'ah kewenangan

Meneruskan pengaduan kepada Ketua Pengadilan

Menentukan kewenangan penanganan pengaduan

Meneruskan pengaduan kepada W akil Ketua atau Badan Pengawasan

Menela'ah materi pengaduan

Mendelegasikan penela'ahan kepada Hakim Tinggi Pengawas Daerah

Menyampaikan hasil penela'ahan kepada W akil Ketua Pengadilan

Meneruskan hasil penela'ahan kepada Ketua Pengadilan

Menyerahkan laporan hasil penanganan pengaduan (tindak lanjut kepada Panmud Hukum)

Mencatat data penanganan dan bentuk tindak lanjut pengaduan ke dalam buku agenda berdasarkan laporan

Mempublikasikan hasil penanganan pengaduan ke dalam website

Menyerahkan laporan hasil penanganan pengaduan kepada staf Panmud Hukum untuk didokumentasikan

Mendokumentasikan laporan hasil penanganan pengaduan (tindak lanjut)

(5)

Panmud Hukum Staf Panmud

Hukum

W apan Panitera Ketua UmumSub Kelengkapan W aktu Output

1 laporan perkara bulanan pengadilan tk.I + lembar disposisi 3 menit Bahan rekap laporan perkara tk. Pertama waktunya relatif 2 laporan perkara bulanan pengadilan tk.I + lembar disposisi 90 menit Data laporan perkara tk. Pertama 2 menit x 6 satker = 6 menit 3 laporan perkara bulanan pengadilan tk.I 3 menit Rekapitula si data perkara 4 laporan perkara bulanan pengadilan tk.I

45 menit draft laporan RK

5 laporan perkara bulanan pengadilan tk.I + draft laporan

3 menit draft laporan RK

6 laporan perkara bulanan pengadilan tk.I + draft laporan

25 menit akurasi isi draft

7

draft laporan + paraf panmud hukum

3 menit koreksi draft

8 tidak ya draft laporan + acc panmud hukum 15 menit draft + paraf wapan

9 draft laporan+ paraf wapan 3 menit koreksi draft

10 tidak

ya

draft laporan

+ paraf wapan 10 menit

draft + acc panitera

11 draft + acc panitera 15 menit Laporan RK

12 laporan RK 1 menit Laporan RK

13 Laporan RK 5 menit Laporan RK + paraf panmud hukum dan wapan 14 tidak ya Laporan RK + paraf panmud hukum dan wapan 2 menit Laporan RK + ttd panitera

15 Laporan RK + ttd panitera 5 menit Laporan RK

16 tidak ya Laporan RK + ttd panitera 5 menit Laporan RK+ ttd ketua

17 Laporan RK + ttd ketua 3 menit Laporan RK

18 Laporan RK 10 menit

Laporan RK diberi stempel

19 laporan RK 3 menit Laporan RK

20 Laporan RK 3 menit Bahan Arsip laporan 21 Laporan RK 3 menit Arsip Laporan RK No. Kegiatan Pelaksana

Menerima laporan perkara bulanan tingkat pertama dari W apan

Mutu Baku

Ket.

Memberi nomor surat di dalam surat pengantar dan mencatatnya ke dalam buku agenda surat keluar

Menyerahkan 1 (satu) salinan/arsip laporan RK yang telah diberi nomor surat kepada staf Panmud Hukum

Mendokumentasikan Laporan RK Mempelajari isi draft laporan dan memberikan tanda tangan persetujuan draft serta mengembalikan draft kepada Panmud Hukum

Memerintahkan staf untuk mencetak (print out) laporan perkara yang telah disetujui Panitera

Menyampaikan laporan RK kepada Panmud Hukum untuk diparaf Meneruskan laporan kepada W apan dan Panitera untuk diparaf dan ditandatangani

Menandatangani laporan RK dan surat pengantar

Menyampaikan laporan RK kepada Ketua untuk ditandatangani

Menandatangani laporan RK

Mengembalikan laporan RK yang telah ditandatangani kepada Panmud Hukum

Mengirim laporan RK melalui sub umum Menyampaikan draft laporan kepada W apan

Mempelajari isi draft laporan dan membubuhkan paraf

W apan menyampaikan draft laporan perkara kepada Panitera

Menyerahkan laporan perkara bulanan pengadilan tingkat pertama kepada staf Panmud Hukum untuk direkap Mencatat penerimaan laporan perkara bulanan ke dalam buku kendali (agenda masuk)

Membuat draft laporan perkara bulanan tingkat pertama (RK)

Menyampaikan draft laporan kepada Panitera Muda Hukum

Mengecek isi draft dan membubuhkan paraf

Nomor SOP W27.A/ 223 /OT.01.3/I/2014 Tanggal Pembuatan 2 Januari 2014

Tanggal Revisi

-Tanggal Efektif 15 Januari 2014

Disahkan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten

Drs.H. Sudirman Malaya, SH.,MH. Nip. 194702091976031001 Nama SOP Laporan Rekapitulasi Tingkat I

Dasar Hukum Kualifikasi pelaksana

Keterkaitan Peralatan/perlengkapan

SOP Penerimaan Perkara Komputer

SOP Pemeriksaan Perkara Data perkara/ Laporan Perkara tingkat pertama

SOP Penyelesaian Perkara Formulir/blanko laporan

SOP Pengarsipan Perkara

Peringatan Pencatatan dan pendataan

PANITERA MUDA HUKUM PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN

KEPANITERAAN

7. Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 1-144 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelayanan 8. Buku II edisi revisi Tahun 2010

Jika penyampaian laporan tingkat pertama terlambat, rekapitulasi data perkara se wilayah PTA menjadi tidak akurat dan tidak tertib.

Data keadaan perkara, perkara yang diterima dan diputus, data keuangan perkara, faktor penyebab perceraian, perkara khusus terkait PP 10 Tahun 1983;

3. Keputusan Presiden Nomor 14 Tahun 2005 tentang Kepaniteraan MA RI; Memahami peraturan-peraturan tentang administrasi perkara 4. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/20/M.PAN/2/2004 tentang Memahami ketentuan penyusunan laporan perkara 5. Instruksi Presiden RI Nomor 001 Tahun 1991 tentang Pola Bindalmin

6. Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 144 Tahun 2007 tentang Keterbukaan Informasi di

1. Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman Memahami Peraturan Perundang-undangan tentang Pedoman Penyusunan 2. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana diubah dengan Memahami peraturan perundang-undangan tentang Pedoman Penyusunan

(6)

Staf Panmud Hukum

Panmud

Hukum Wapan Pansek Ketua Kelengkapan Waktu Output

1 mingguanlaporan 3 menit konsep laporan

2 mingguanlaporan 15 menit konsep laporan

3 mingguanlaporan 20 menit konsep laporan

4 laporan mingguan, draft 3 menit konsep laporan 5 tidak ya laporan mingguan, draft 10 menit konsep laporan + acc 6 laporan mingguan, draft

3 menit konsep laporan

7 tidak ya laporan mingguan, draft 10 menit konsep laporan + acc 8 tidak ya laporan mingguan, draft

3 menit konsep laporan

9 laporan mingguan, draft 10 menit konsep laporan + acc

10 konsep + acc 5 menit print out laporan

11 print out laporan 5 menit

print out surat pengantar

12 laporan + sp 3 menit print out +

ttd panitera

13 laporan 3 menit print out +

ttd panitera

14

tidak

ya

laporan 3 menit laporan

15 Laporan 3 menit Laporan

16 Laporan 3 menit Laporan

17 Laporan 3 menit LaporanArsip

Memerintahkan staf untuk membuat jadi (print out) laporan perkara yang telah disetujui Panitera

Menyampaikan draft laporan kepada Panmud Hukum

No. Kegiatan

Menerima data laporan perkara banding dari staf Panmud Banding

Merekap data perkara banding yang diterima dan diputus serta laporan keuangan perkara

Membuat draft laporan perkara LII-PA2 dan laporan keuangan perkara

Mendokumentasikan laporan perkara (LII-PA2)

Keterangan

Pelaksana Mutu Baku

Membuat surat pengantar laporan

Menandatangani laporan perkara bulanan dan surat pengantar

Menyampaikan laporan perkara bulanan kepada Ketua

Menandatangani laporan perkara bulanan

Mengembalikan laporan perkara yang telah ditandatangani kepada Panmud Hukum

Mengirim laporan perkara kepada Panitera MARI melalui sub umum

Mengecek isi draft dan membubuhkan paraf

Menyampaikan draft laporan perkara kepada wapan

Mempelajari isi draft dan membubuhkan paraf

Menyampaikan draft laporan perkara kepada Panitera

Mempelajari isi draft laporan dan memberikan tanda tangan persetujuan draft serta mengembalikan draft kepada Panmud Hukum

Nomor SOP W27.A/ 224 /OT.01.3/I/2014 Tanggal Pembuatan 2 Januari 2014

Tanggal Revisi

-Tanggal Efektif 15 Januari 2014

Disahkan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten

Drs.H. Sudirman Malaya, SH.,MH. Nip. 194702091976031001 Nama SOP Laporan Perkara Banding (LII-PA I)

Dasar Hukum Kualifikasi pelaksana

Keterkaitan Peralatan/perlengkapan

SOP Penyelesaian Perkara Komputer

SOP Pengarsipan Berkas perkara banding Data perkara

Formulir/blanko laporan

Peringatan Pencatatan dan pendataan

PANITERA MUDA HUKUM KEPANITERAAN PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN

1. Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman Memahami Peraturan Perundang-undangan tentang Pedoman Penyusunan 2. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana diubah dengan Memahami peraturan perundang-undangan tentang Pedoman Penyusunan

5. Instruksi Presiden RI Nomor 001 Tahun 1991 tentang Pola Bindalmin

7. Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 1-144 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelayanan 8. Buku II edisi revisi Tahun 2010

Penyampaian laporan perkara dari tingkat pertama ke tingkat banding paling lambat tanggal 10 setiap bulan berikutnya dan laporan tingkat banding kepada Ditjen Badilag/MA RI selambat-lambatnya tanggal 15 setiap bulan berikutnya. Keterlambatan penyampaian laporan menyebabkan data perkara yang dirilis pusat dan diakses masyarakat menjadi tidak akurat.

Data perkara yang diterima dan diputus

3. Keputusan Presiden Nomor 14 Tahun 2005 tentang Kepaniteraan MA RI; Memahami peraturan-peraturan tentang administrasi perkara 4. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/20/M.PAN/2/2004 tentang

Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Publik

Memahami ketentuan penyusunan laporan perkara

(7)

Nomor SOP

W27.A/ 225 /OT.01.3/I/2014

Tanggal Pembuatan

2 Januari 2014

Tanggal Revisi

-Tanggal Efektif

15 Januari 2014

Disahkan oleh

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten

Drs.H. Sudirman Malaya, SH.,MH.

Nip. 194702091976031001

Nama SOP

Publikasi Putusan

Dasar Hukum

Kualifikasi pelaksana

Keterkaitan

Peralatan/perlengkapan

SOP Penyelesaian Perkara

Komputer

SOP Pengarsipan Berkas perkara banding

Berkas Perkara

SOP Pemberian informasi Pengadilan

Soft copy Putusan

Peringatan

Pencatatan dan pendataan

PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN

PANITERA MUDA HUKUM

Softcopy himpunan putusan, himpunan anonimisasi putusan

5. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/20/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman

6. Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 144 Tahun 2007 tentang Keterbukaan Informasi di

7. Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor 1-144 Tahun 2011 tentang Pedoman

Pelayanan Informasi di Pengadilan

Memahami mekanisme publikasi informasi/putusan pengadilan

Jika Pengadilan tidak melaksanakan ketentuan Pasal 64 A UU No. 50 Tahun 2009 tentang kewajiban memberikan akses kepada masyarakat untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan putusan

(mempublikasikan putusan), dikenai sanksi sebagaimana diatur dalam Pasal 52 UU

No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

4. Keputusan Presiden Nomor 14 Tahun 2005 tentang Kepaniteraan MA RI;

Memahami Peraturan Perundang-undangan tentang Pedoman

Penyusunan

SOP-Memahami peraturan perundang-undangan tentang Pedoman

Penyusunan

3. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik

Memahami peraturan perundang-undangan tentang keterbukaan

informasi Publik

2. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana diubah

dengan

Undang-1. Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman

KEPANITERAAN

(8)

Panitera

pengganti

Staf

Panmud

Hukum

Panmud Hukum

Kelengkapan

Waktu

Output

1

putusan

banding, berkas

10 menit

anonimisasi

putusan

2

putusan,

flashdisk

5 menit

softcopy dan

anonimisasi

putusan

3

tidak

Putusan, flasdisk

5 menit

himpunan

anonimisasi

putusan

4

ya

Buku Kendali

3 menit

kendali putusan &

anonimisasi

putusan

5

Putusan &

anonimisasi

putusan

5 menit

anonimisasi

putusan akurat

Panmud hukum

dapat

mengembalikan

anonimisasi

putusan kepada

staf atau PP

6

anonimisasi

putusan,

komputer

3 menit

publikasi putusan

di dalam website

7

putusan

banding,

anonimisasi

putusan

10 menit

publikasi putusan

di dalam website

8

berkas perkara,

register, aplikasi

SIADPTA

10 menit

publikasi putusan

di dalam website

9

CD, putusan

10 menit

arsip softcopy

putusan

Mutu Baku

Keterangan

Mengecek softcopy dan anonimisasi putusan

Memerintahkan staf untuk mengupload putusan

ke dalam website

Mengupload putusan ke dalam website PTA dan

direktori putusan MA RI

Melengkapi data upload

Mendokumentasikan softcopy putusan ke dalam

CD

Pelaksana

No.

Kegiatan

Menganonimisasi putusan banding

Menyerahkan soft copy putusan dan

anonimisasinya kepada staf Panmud Hukum

Menyimpan softcopy dan anonimisasi putusan ke

dalam folder himpunan putusan

Melaporkan softcopy dan anonimisasi putusan

yang telah disimpan dalam himpunan kepada

Panmud Hukum

(9)

Staf Panmud Banding

Panmud Hukum

Staf Panmud

Hukum Kelengkapan Waktu Output

1

berkas perkara 5 menit berkas

perkara

Pengiriman salput dan bundel A kepada PA pengaju dilakukan oleh Sub Umum melalui Panmud Banding

2

instrumen, berkas perkara 5 menit

berkas perkara lengkap

3

buku kendali, berkas perkara 3 menit

dokumen arsip perkara

4

berkas perkara, buku kendali 10 menit

arsip perkara tercatat

5

Bundel B, putusan asli, salinan putusan, instrumen dan benang 5 menit dokumen arsip perkara

6

berkas perkara, salinan putusan 10 menit

berkas perkara terdokume ntasikan

7

berkas perkara, cap stempel 15 menit

berkas perkara rapi

8

berkas perkara, box file 5 menit tertib

berkas perkara

9

berkas perkara,

box file, lemari arsip

10 menit arsip perkara Menjahit berkas perkara

banding dan membubuhkan stempel satker di atas stofmap Memasukkan berkas perkara ke dalam box file dan mencatat nomor perkara ke dalam daftar isi berkas

Mengarsipkan berkas perkara ke dalam lemari arsip Menyerahkan berkas perkara yang telah diminutasi dan dikirimkan salinan putusannya kepada PA pengaju kepada Panmud Hukum

Mengecek berkas perkara banding yang telah diminutasi Memaraf penyerahan berkas perkara banding di dalam buku kendali

Mencatat data penyelesaian berkas perkara banding yang diterima ke dalam buku kendali

Menyerahkan berkas perkara banding yang telah diminutasi kepada staf untuk dipilah isinya sesuai dengan kelompok (salinan putusan, instrumen) Memilah isi berkas perkara banding dan membundel salinan putusan ke dalam folder tersendiri

No. Kegiatan

Pelaksana Mutu Baku

Keterangan

Ya

Tidak

Nomor SOP

W27.A/ 226 /OT.01.3/I/2014

Tanggal Pembuatan

2 Januari 2014

Tanggal Revisi

-Tanggal Efektif

15 Januari 2014

Disahkan oleh

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten

Drs.H. Sudirman Malaya, SH.,MH.

Nip. 194702091976031001

Nama SOP

Pengarsipan Berkas Perkara Banding

Dasar Hukum

Kualifikasi pelaksana

4. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Pola Bindalmin

5. Buku II Edisi Revisi Tahun 2010

Keterkaitan

Peralatan/perlengkapan

SOP Penerimaan Perkara

Komputer

SOP Penyelesaian Perkara

Buku Kendali

Aplikasi arsip perkara

Peringatan

Pencatatan dan pendataan

2. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana

3. Keputusan Presiden Nomor 14 Tahun 2005 tentang Kepaniteraan MA RI;

Memahami peraturan perundang-undangan tentang kearsipan

Arsip berkas perkara banding selambat-lambatnya 2 hari setelah diminutasi

Buku Kendali Arsip

Memahami Peraturan Perundang-undangan tentang Administrasi

PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN

KEPANITERAAN

PANITERA MUDA HUKUM

(10)

1.4. SOP Panitera Pengganti

1.

Menerima berkas perkara banding dari

Panmud Banding

Berkas perkara

banding

3 menit

Berkas perkara

banding

2. Mencatat dan membuat resume perkara

Berkas perkara

banding, buku

agenda

120 menit resume

3.

Menyerahkan berkas perkara banding

kepada Majelis Hakim

berkas perkara

banding, kendali

15 menit

Berkas perkara

banding telah

diterima

4.

Menetapkan hari sidang dan

memerintahkan Panitera sidang untuk

mengetik PHS

konsep PHS

5 menit

konsep PHS

5.

Mengetik, meminta tanda tangan PHS

kepada Ketua Majelis

konsep PHS

5 menit

konsep PHS

6. Menandatangani PHS

konsep PHS

5 menit

PHS

7.

Menayangkan PHS di website melalui

operator

PHS

5 menit

PHS

Keterangan

Mutu Baku

No.

Kegiatan / Aktivitas

Kelengkapan

Waktu

Output

Panitera

Pengganti

Hakim Anggota

Majelis

Ketua Majelis

Pelaksana

Nomor SOP W27.A/ 227 /OT.01.3/I/2014 Tanggal Pembuatan 2 Januari 2014

Tanggal Revisi

-Tanggal Efektif 15 Januari 2014

Disahkan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten

Drs.H. Sudirman Malaya, SH.,MH. Nip. 194702091976031001 Nama SOP Persiapan Persidangan

Dasar Hukum Kualifikasi pelaksana

Keterkaitan Peralatan/perlengkapan

SOP Persidangan Berkas perkara

SOP Minutasi Perkara Ruang sidang

SOP Penyelesaian Berkas Perkara Perlengkapan sidang

Peringatan Pencatatan dan pendataan

PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN KEPANITERAAN PANITERA PENGGANTI

Persidangan dilakukan setelah majelis hakim mempelajari berkas perkara dalam waktu selambat-lambatnya 24 hari (SOP) setelah berkas diterima majelis hakim. Persidangan yang dilakukan lebih dari waktu yang ditentukan SOP, majelis hakim yang bersangkutan harus menyampaikan alasan kepada Ketua dan atas keterlambatan tersebut Ketua dapat memberi teguran lisan kepada majelis hakim yang bersangkutan.

Perkara yang ditangani oleh majelis hakim yang telah ditunjuk Ketua sesuai PMH.

4. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006 dan terakhir dengan Undang-undang Nomor 50 Tahun 2009; 5. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan;

7. Buku II edisi revisi tahun 2010;

1. Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945; Memahami Peraturan Perundang-undangan tentang Pedoman Penyusunan 3. Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman; Memahami Pola Bindalmin

6. Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI (KMA) Nomor 001/SK/I/1991 tanggal 24 Januari 1991

(11)

1. Mengecek kesiapan ruang persidangan Ruang dan

perlengkapan sidang 15 menit Persidangan

2. Melaporkan kesiapan ruang persidangan kepada Ketua Majelis

Ruang dan

perlengkapan sidang 5 menit Persidangan

3. Melaksanakan persidangan

Majelis hakim, panitera sidang, berkas perkara

60 menit Draft BAS

4. Memerintahkan Panitera sidang untuk mencatat jalannya persidangan

Majelis hakim, panitera sidang, berkas perkara

5 menit Draft BAS

Tanpa perintah majelis hakim, Panitera sidang secara otomatis mencatat jalannya persidangan

5. Membantu majelis hakim mencatat jalannya persidangan

Majelis hakim, panitera sidang, berkas perkara

60 menit Draft BAS

Pencatatan pendapat majelis hakim dalam persidangan dapat dilakukan melalui aplikasi SIADPTA Plus

6.

Mengetik dan menyerahkan konsep Berita Acara Sidang ( catatan sidang) kepada Ketua Majelis

Pendapat majelis hakim, berkas perkara

60 menit Hasil Koreksi BAS

Koreksi BAS dilakukan oleh Hakim anggota I atas perintah Ketua Majelis

7.

Menandatangani Berita Acara Sidang (catatan sidang) bersama-sama dengan Ketua Majelis Hakim

BAS, Berkas perkara 10 menit BAS ditandatangani Kelengkapan Waktu Output Panitera Sidang Ketua Majelis Majelis Hakim (Hakim anggota) Pelaksana

No. Kegiatan / Aktivitas

Mutu Baku

Keterangan

Nomor SOP W27.A/ 228 /OT.01.3/I/2014 Tanggal Pembuatan 2 Januari 2014

Tanggal Revisi

-Tanggal Efektif 15 Januari 2014

Disahkan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Banten

Drs.H. Sudirman Malaya, SH.,MH. Nip. 194702091976031001

Nama SOP Persidangan

Dasar Hukum Kualifikasi pelaksana

Keterkaitan Peralatan/perlengkapan

SOP Penerimaan Perkara Ruang sidang

SOP Persiapan Persidangan Berkas perkara

SOP Minutasi Perkara laptop

Peringatan Pencatatan dan pendataan

PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN KEPANITERAAN PANITERA PENGGANTI

Memahami peraturan perundang-undangan tentang Hukum Acara di Memahami peraturan perundang-undang-undangan tentang

3. Undang-undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman; Memahami Peraturan Perundang-undangan tentang Pedoman Penyusunan 2. Kitab Undang-undang Hukum Acara Perdata (KUHAP), Herzien Indonesis Reglement (HIR), Rechtsreglement

1. Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945;

PMH, PHS, Tanggal sidang 5. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan;

6. Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor KMA 001/SK/I/1991 tanggal 24 Januari 1991 tentang 8. Buku II edisi revisi tahun 2010;

Memahami peraturan perundang-undangan tentang Standar Pelayanan Publik

Persidangan tingkat banding dilakukan setelah majelis hakim yang ditunjuk (PMH) mempelajari berkas perkara. Persidangan dilakukan sesuai kebutuhan atas dasar musyawarah majelis. Persidangan dapat memutus perkara jika putusan yang akan diucapkan telah siap (rapi) dan majelis hakim/panitera sidang menandatangani putusan tersebut sesaat setelah putusan diucapkan. Jika putusan tidak rapi, Ketua dapat memberi teguran kepada majelis hakim.

4. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006 dan terakhir dengan Undang-undang Nomor 50 Tahun 2009;

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :