• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kapan dan bagaimana penggunaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kapan dan bagaimana penggunaan"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Kapan dan bagaimana

penggunaan

(3)

POKOK BAHASAN

LATAR BELAKANG

SEJARAH PESARIUM

PESARIUM UNTUK PROLAPS

SELEKSI PASIEN

PEMASANGAN DAN PERAWATAN

EDUKASI PASIEN

(4)

LATAR BELAKANG

 Definisi :

POP adalah turunnya organ-organ panggul kedalam vagina atau keluar melalui introitus

 Prevalensi:

30%-40% wanita dewasa, terutama usia tua

 Menyebabkan keluhan pada

8% (4-10%) wanita

Swift et al. AJOG 2005 Woodman et al. IUJ 2005

(5)

Penyebabnya multifaktorial

Terapi Definitif adalah

operasi

Terapi konservatif

termasuk penggunaan

pesarium cukup berhasil

untuk sebagian pasien

(6)

Penanganan

Konservatif (non-operatif)

Latihan otot dasar panggul (PFMT)

Terapi Perilaku

Pesarium (mekanik)

Operasi

Rekonstruksi

(7)

Pertimbangan menentukan penatalaksanaan

operatif/ non-operatif

Kondisi kesehatan dan usia

Beratnya gejala

Pilihan pasien

Adanya kondisi atau gejala lain yang

membutuhkan terapi simultan seperti

inkontinensia urin atau alvi

(8)

SEJARAH PESARIUM

Pessary berasal dari bahasa Yunani

pessos dan bahasa Latin pessarium,

yang artinya oval-shaped stone

Historically, pessaries have been used

to treat menstrual irregularities,

dysmenorrhea, infertility, incompetent

cervix, and malposition of the uterus, in

addition to uterovaginal prolapse.

(9)

Reference to uterine prolapse :

Kahun papyrus (circa 2000B.C.)

Ebers papyrus (circa 1500 B.C.)

(10)
(11)

Hendrick van Deventer’s pessaries for uterovaginal prolapse. (From van Deventer.11)

(12)

Nineteenth-century

intravaginal pessaries. (From Goodell.15)

(13)

Combined external/vaginal pessaries. (From Goodell)

(14)

Predictors of successful pessary fitting, patient satisfaction, and continued use

Evidence supporting the use of specific pessaries for specific pelvic support problems

Complications associated with pessary care

Pessary follow-up protocols

Current pessary practice among health care professionals

(15)

 Dalam 1 abad terakhir, sekitar 100 tulisan tentang pesarium, tapi hanya case report, serial cases dan

expert opinion. (evidence level III)

 Beberapa tahun terakhir dilakukan penelitian retrospektif dan prospektif terhadap pemakaian pesarium, tapi belum RCT.

 Memungkinkan digunakan sebagai penuntun

klinisi dalam penggunaan alat ini

(16)

 Pasien prolaps memiliki 3 pilihan:

 Konservatif

 Pesarium

 Operatif

Heith et al:

 Terdapat hubungan antara makin tua pasien dengan pilihan pesarium

 Makin berat derajat prolaps dan adanya riwayat operasi dengan pilihan operatif

(17)

 Dua penelitian prospektif terkini, melaporkan keberhasilan pemasangan pesarium 74-94%

 Prediksi keberhasilan pemasangan pesarium ?

(belum ada kesepakatan)

Expert opinion: beratnya prolaps kompartemen

posterior dan buruknya perineal support (gh terlalu lebar dan pb terlalu pendek) adalah prediksi

kegagalan pemasangan pesarium.

 Prediktor kegagalan yang lain:

 Riwayat operasi vaginal

 Prolaps dengan inkontinensia urin  TVL < 6 cm dan GH lebih dari 4 jari

(18)

Tingkat kepuasan pasien dilaporkan sekitar

70% - 92%.

Pesarium terbukti mengurangi bahkan

menghilangkan keluhan yang berhubungan

dengan prolaps

seperti:

 Rasa tidak nyaman karena benjolan di dalam atau keluar vagina 90%.

 Berkurangnya nyeri di daerah panggul sekitar 49%

 Berkurangnya discharge vagina sebesar 12%

(19)

Pesarium lebih banyak bermanfaat pada

defek anterior

Bermanfaat pada 49% urge

incontinence dan 45% stress

incontinence

Perbaikan derajat prolaps kompartemen

anterior sebesar 33%

(20)

 Risiko iritasi atau erosi dinding vagina terjadi pada 12 bulan pertama pemasangan

 Pasien prolaps yg berhasil pada pemasangan awal sekitar 66% melanjutkan penggunaan selama 1 tahun dan 53% menggunakan selama 3 tahun.

 Pasien usia > 65 tahun cenderung melanjutkan pamakaian walaupun dengan beberapa keluhan

(21)

Mutone et al. melaporkan pasien prolaps 40-60 tahun juga melanjutkan penggunaan lebih dari 1 tahun. Menunjukkan bahwa pesarium juga nyaman untuk pasien usia lebih muda

 Prolaps derajat berat (POPQ III-IV) cenderung menggunakan pesarium kurang dari 2 tahun.

Hanya untuk menunda atau menunggu kesiapan operatif

(22)

Beberapa jenis pesarium yang sering

digunakan, berdasarkan lokasi defek dari

dinding vagina:

Ring, Gellhorn, dan Cube

.

Clemons et al, lebih banyak menggunakan

jenis ring dan gellhorn, karena sangat

membantu pada pasien prolaps derajat II

dan III. Pada derajat IV, tipe ring jauh lebih

baik

Wu et al, 96% pasiennya berhasil

pemasangan dengan tipe ring

(23)
(24)

Komplikasi penggunaan pesarium

 Komplikasi serius seperti, fistula, kanker vagina/serviks dan eviserasi.

Terjadi karena pesarium tanpa perawatan (neglected

pessaries) atau follow up tanpa pemeriksaan vagina

 Beberapa laporan kasus menemukan adanya kanker vagina dan serviks pada penggunaan lebih dari 18 tahun  Komplikasi ringan (vaginal discharge, odor, bleeding,

abrasions, and erosions) umumnya dialami pasien

yang mengalami perawatan relatif teratur.

 Wu et al. melaporkan adanya hubungan antara

dinding vagina yang tipis dengan risiko erosi setelah pemasangan pesarium

 Hanson et al, menemukan adanya manfaat

penggunaan estrogen topikal pada pasien prolaps dengan pesarium

(25)

Protokol ~Wu (pasien tanpa komplikasi):

Follow up 2 minggu setelah pemasangan

pertama

Tiap 3 bulan pada tahun pertama

Tiap 6 bulan pada tahun kedua dstnya.

Clemons et al, melakukan protokol follow

up yang sama. Tetapi pada pasien yang

buka pasang mandiri, follow up ke dokter

setiap 6 bulan untuk evaluasi komplikasi

(26)

 98% menggunakan pesarium tapi hanya 77% menggunakan sebagai pilihan pertama untuk prolaps

 12% menggunakan pesarium untuk pasien yg

belum siap operasi

 Pesarium juga bermanfaat pada pasien prolaps

dengan hamil

Kontra indikasi ~ AUGS survey: Riwayat

histerektomi (TVL pendek), hipoestrogen dan masih seksual aktif

Pesarium ~ gynecologist/urogynecologist (AUGS

(27)

 Sebagian besar klinisi tsb menggunakan tipe ring, kecuali untuk pasien yg hanya mengalami

kelemahan levator ani dan pasien riwayat

histerektomi disarankan menggunakan tipe donut atau Gellhorn

 53% klinisi mengajarkan perawatan mandiri pada pasien tapi hanya untuk pesarium tipe ring

 92% dari mereka melaporkan manfaat pesarium

sebagai terapi prolaps

 48% menyatakan pesarium mencegah

memberatnya derajat prolaps

Pesarium ~ gynecologist/urogynecologist (AUGS

(28)

Pesarium untuk Stress Incontinence

Proper placement of the incontinence ring pessary. The knob of the incontinence ring stabilizes the urethra to prevent leaking.

(29)

Hampir semua pasien prolaps yang

simtomatik adalah kandidat untuk

penggunaan pesarium

Diperlukan pemeriksaan ginekologi yang

komprehensif untuk seleksi pasien

Belum ada konsensus (IUGA/AUGS/HUGI)

tentang

indikasi penggunaan pesarium

 Terapi prolaps lini pertama

 Menunda operasi

 Tidak layak operasi

 Prolaps derajat berat

 Prolaps dengan hamil

(30)

Evaluasi pasien sebelum pemasangan:

Anamnesa lengkap tentang disfungsi dasar

panggul termasuk riwayat penanganan

sebelumnya

POPQ. Terutama TVL, gh, c (tunggul

vagina) dan pb

Ketebalan dinding vagina

Pengukuran kekuatan levator ani (Hardvard

scale)

Penilaian occult SUI: q-tip test dan Boney

(31)

Kontra indikasi

pemasangan pesarium:

undiagnosed vaginal discharge

undiagnosed vaginal bleeding

acute pelvic inflammatory disease

a noncompliant patient who is likely to be

lost to follow-up

(32)

Setelah evaluasi prolaps dilakukan secara

komprehensif  diskusikan dengan pasien

~ pesarium? Operatif?

Pilihan manajemen penanganan pada:

pelvic examination findings

the symptoms associated with the prolapse

the patient’s fitness for surgery,

physician and patient preferences

(33)

Keberhasilan penggunaan pesarium ~

terbiasa, nyaman, dan aktivitas sehari-hari

tidak terganggu

Tahap-tahap pemasangan:

 Persiapan pemasangan

 Pemeriksaan panggul dan menentukan ukuran

pesarium

 Insersi dan evaluasi

Pemasangan pesarium adalah

trial and

error process,

sehingga diperlukan

beberapa ukuran.

Pemasangan dan perawatan pesarium

pada prolaps

(34)

PROSEDUR PEMASANGAN PESARIUM (tipe ring)

(35)

PROSEDUR PEMASANGAN PESARIUM (tipe ring)

The ring pessary is rotated into the vagina along the poste-rior wall.

(36)

PROSEDUR PEMASANGAN PESARIUM (tipe ring)

During introduction, the nondominant hand keeps the pessary folded.

(37)

PROSEDUR PEMASANGAN PESARIUM (tipe ring)

(38)

PROSEDUR PEMASANGAN PESARIUM (tipe ring)

(39)

Setelah terpasang, dilakukan tes:

Masukan jari telunjuk diantara pesarium dan

dinding vagina

Tes valsava: pesarium tidak nampak di

introitus vagina

Jalan-jalan selitar 30 menit di klinik

Terlalu besar: nyeri, tidak nyaman dan

tidak bisa berkemih

Terlalu kecil: keluar saat valsava

(40)

PROSEDUR MEMBUKA PESARIUM (tipe ring)

(41)

PROSEDUR MEMBUKA PESARIUM (tipe ring)

Removal of the ring pessary is facilitated by flexing it as it slides through the introitus.

(42)

Jadwal follow-up

Petunjuk perawatan secara umum

Petunjuk memasang dan membuka

pesarium (mandiri)

Masalah yang umum terjadi dan solusinya

Pertanyaan yang umum tentang pesarium

EDUKASI PASIEN TENTANG PERAWATAN

PESARIUM

(43)

Jadwal follow up:

Follow up 2 minggu setelah pemasangan

pertama

Tiap 3 bulan pada tahun pertama

Tiap 6 bulan pada tahun kedua dstnya.

Bila ada keluhan: pesarium lepas,

perdarahan, discharge berbau, nyeri,

kesulitan berkemih atau BAB

(44)

Petunjuk perawatan umum:

Pasien dijelaskan secara simpel tentang

posisi pesarium dan bagaimana kerja

pesarium untuk membantu mengurangi

keluhannya

Pesarium bahan karet atau silikon tidak

mampu menyerap bau, sehingga bila terjadi

pengumpulan cairan vagina menempel pada

pesarium cenderung menimbulkan bau

(45)

Petunjuk perawatan umum:

 Pada pemakaian mandiri sebaiknya pesarium

dibuka pasang setiap 1 minggu sekali.

 Saat buka, pesarium dicuci dengan air dan sabun, rendam dengan cairan povidon iodin

encer, kemudian dikeringkan. Kemudian pasang lagi dengan dibaluri salep antibiotika

 Bila pasien tidak bisa buka pasang mandiri, disarankan melakukan cuci vagina dengan air hangat 2 kali seminggu untuk melepaskan

(46)

Petunjuk perawatan umum:

Disarankan untuk tidak melakukan aktivitas

berat yang meningkatkan tekanan intra

abdomen

Bila terjadi perubahan posisi, terasa tidak

nyaman saat berjalan, berkemih atau saat

BAB, sebaiknya segera memeriksakan diri

untuk memastikan posisi pesarium

(47)

Petunjuk memasang dan membuka

pesarium (mandiri)

 Pada pesarium perawatan mandiri, dipastikan pasien sudah bisa mengerjakan buka pasang sendiri.

 Saat hubungan seksual, pesarium umumnya

dilepas dan dipasang lagi setelahnya

 Pada sebagian lagi bisa tidak dilepas selama tidak mengganggu kenyamanan, namun harus dilakukan pembilasan vagina setelahnya.

 Periksa ke dokter minimal 6 bulan sekali atau bila ada keluhan

(48)

Masalah-masalah yang umum terjadi

Kesulitan membuka pesarium

Pesarium lepas

Merasa tidak nyaman

Nyeri panggul

Cairan vagina berbau

(49)

Pertanyaan umum tentang pesarium

 Apakah saya bisa buka pasang sendiri pesarium? Seberapa sering?

 Apakah saya bisa berhubungan sex tanpa membuka pesarium?

 Apakah saya bisa bepergian jauh dengan pesarium?

 Apakah pesarium akan menyebabkan infeksi di dalam vagina?

 Apa yang harus saya lakukan bila pesariumnya lepas?

 Setiap berapa lama pesarium ini harus diganti dengan alat yang baru?

(50)

PESAN DIBAWA PULANG

Prolaps organ panggul  kualitas hidup

perempuan

Pesarium adalah pilihan pertama

penanganan prolaps simtomatis

Evaluasi sebelum penggunaan

Trial and error process

(51)

Referensi

Dokumen terkait

kontrol gula darah dengan kadar TSH sebagai penanda awal gangguan fungsi. tiroid pada pasien DM tipe 2, sehingga para klinisi dapat

Teknik pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dapat digunakan oleh.. pengajar sebagai salah satu alternatif untuk mengajarkan kosakata

perawatan akan melaporkan pasien kepada dokter CST atau konselor Tim Penanggulangan HIV/AIDS RSUD Palabuhanratu, tentang kondisi pasien dan

apabila pasien berasal dari ruang perawatan rawat inap, maka koordinator ruang perawatan akan melaporkan pasien kepada dokter CST atau konselor Tim Penanggulangan HIV/AIDS

sering disebut ruang perawatan intensif merupakah suatu bagian dari Rumah Sakit yang mandiri dengan staf khusus dan perlengkapan yang khusus untuk pasien - pasien yang

 Instruksikan pasien mengenai tanda dan gejala untuk melaporkan pada pemberi perawatan kesehatan, dengan cara yang tepat. 2 Kecemasan berhubungan dengan kurang pengetahuan

Dia- betes selfcare management education DSME merupakan suatu inter- vensi untuk meningkatkan pengetahuan pasien mengenai perawatan mandiri yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan kontrol

Pengertian Suatu tindakan untuk melaporkan kondisi pasien/hasil pemeriksaan penunjang kepada dokter secara lisan atau melalui telepon selama dalam perawatan di puskesmas melalui