• Tidak ada hasil yang ditemukan

Alasan Perlunya mempelajari Epistimologi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Alasan Perlunya mempelajari Epistimologi"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

FILSAFAT ILMU

(2)

Alasan Perlunya mempelajari

Epistimologi

1.

Alasan Strategis : Memandang pengetahuan

sebagai kekuatan (knowledge is power).

2.

Alasan Kultural : Memandang pengetahuan

sebagai bagian dari kebudayaan yang mampu

membudayakan manusia.

3.

Alasan Edukatif: Memandang pengetahuan sbg

(3)
(4)
(5)

Dengan kata lain pengetahuan manusia tentang

(6)

Ilmu Pengetahuan

Pengetahuan : Persepsi subyek (manusia) atas obyek (riil

dan gaib) atau fakta.

Ilmu Pengetahuan : Kumpulan pengetahuan yang benar

disusun dengan sistem dan metode untuk mencapai tujuan

yang berlaku universal dan dapat diuji/diverifikasi

kebenarannya

Ilmu Pengetahuan :

bukan satu, melainkan banyak (plural)

bersifat terbuka (dapat dikritik)

(7)

Jadi, Filsafat Ilmu Pengetahuan mempelajari esensi atau

hakikat ilmu pengetahuan tertentu secara rasional

Filsafat Ilmu Pengetahuan :

Cabang filsafat yang mempelajari teori pembagian ilmu,

metode yang digunakan dalam ilmu, tentang dasar kepastian

dan jenis keterangan yang berkaitan dengan kebenaran ilmu

tertentu.

(8)

Ps1c.blogspot.com

Jadi, Filsafat Ilmu Pengetahuan mempelajari

es-ensi atau hakikat ilmu pengetahuan tertentu

se-cara rasional

Filsafat Ilmu Pengetahuan

:

Cabang filsafat yang mempelajari teori

pembagian ilmu, metode yang digunakan

dalam ilmu, tentang dasar kepastian dan

jenis keterangan yang berkaitan dengan

kebenaran ilmu tertentu.

Filsafat Ilmu Pengetahuan disebut juga Kritik Ilmu,

karena historis kelahirannya disebabkan oleh

(9)

Filsafat ilmu adalah bagian dari flsafat

pengetahuan atau sering juga disebut

(10)

Filsafat ilmu merupakan telaahan secara flsafat yang

ingin menjawab beberapa pertanyaan mengenai

hakikat ilmu seperti:

obyek apa yang ditelaah ilmu?

Bagaimana ujud yang hakiki dari obyek

tersebut? Bagaimana hubungan antara

obyek tadi dengan daya tangkap manusia

(seperti berpikir, merasa dan

(11)

Bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya

pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya?

Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan

pengetahuan yang benar? Apa yang disebut kebenaran itu

sendiri? Apakah kriterianya? Cara/teknik/sarana apa yang

membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa

ilmu?

Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan?

Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan

kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuanobyek yang

ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan

antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi

(12)

Apa yang dikaji oleh pengetahuan itu ?

Kita sebut Ontologi.

Apa yang ingin diketahui ilmu?

“Obyek penelahaan ilmu mencakup seluruh

(13)

Bagaimana cara mendapatkan pengetahuan?

Kita sebut epistemology

Untuk mendapatkan pengetahuan ini ilmu

membuat beberapa andaian (asumsi) mengenai

obyek-obyek empirik. Asumsi ini perlu, sebab

pernyataan asumsif inilah yang memberi arah

(14)

Epistemologi atau teori pengetahuan,

membahas secara mendalam segenap

proses yang terlihat dalam usaha kita

untuk memperoleh pengetahuan. Ilmu

merupakan pengetahuan yang didapat

melalui proses tertentu yang dinamakan

metode keilmuan. Metode inilah yang

(15)

FILSAFAT

ILMU

1. Obyek material : universal

2. Obyek formal :

nonfragmantis,

luas, mendalam dan

mendasar

3. Menonjolkan daya

spekulasi,

kritis dan pengawasan

4. Pertanyaan lebih jauh dan

mendalam berdasarkan

realitas

5. Penjelasan terakhir,

mutlak,

mendalam (primary causa)

1. Obyek material : khusus dan

empiris Fragmantis, spesifk,

intensif, teknik.

2. Riset melalui trial and error.

3. Diskursif, logis, tidak tahu

menjadi tahu

4. Penyebab tdak terlalu

(16)

Pengertian dan Ruang Lingkup Filsafat

Ilmu

Filsafat ilmu adalah refeksi flsafati yang tidak pernah mengenal titik henti

dalam menjelajahi keilmuan untuk mencapai kebenaran atau kenyataan yang

tidak pernah habis dipikirkan dan tidak akan pernah selesai diterangkan

(Siswomiharjo, tt).

Filsafat ilmu merupakan cabang dari flsafat pengetahuan atau epistimologi

(Suriasumantri, 1998). Filsafat pengetahuan (epistimologi) yang disebut pula

dengan The Theory of Knowledge lahir pada abad ke 18. Cabang ini membahas

sumber-sumber pengetahuan, sarana-sarana pendukung dalam mendapatkan

pengetahuan, kebenaran pengetahuan serta nilai-nilai pengetahuan ilmiah.

Sumber di mana manusia mendapatkan pengetahuan adalah pancaindra,

penalaran, otoritas, intuisi, wahyu dan keyakinan. Kebenaran pengetahuan

meliputi kebenaran koherensi, kebenaran korespondensi dan kebenaran

pragmatis. Sarana pendukung di dalam mendapatkan pengetahuan yaitu logika,

matematika, statistika, bahasa dan metodologi penelitian (Siswomihardjo,

(17)

pengantar

Film adalah telaah keflsafatan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai

hakikat ilmu, baik ditinjau dari sisi ontologis, epistimologis maupun aksiologis yang dilakukan melalui proses dialektika mendalam yg sistematis dan bersifat spekulatif.

Filsafat pengetahuan membicarakan bagaimana cara memperoleh pengetahuan

dari pengalaman (dlm konteks perbedaan ilmu dg flsafat)

Filsafat ilmu bagian dari epistimologi yg secara spesifk mengkaji hakikat ilmuFilm dpt dipahami dalam 2 arti:

a. Film sbg suatu disiplin ilmu, Film mrupakan cabang dr ilmu flsafat yg membicarakan

obyek khusus, yaitu ILPENG yg memiliki sifat dan karakteristik tertentu, hamper sama dg flsafat pd umumnya;

b. Film sbg landasan flosofs bagi proses keilmuan merupakan kerangka dasar dari

(18)

Objek Material dan Objek Formal

Objek Materil FI: pengetahuan ilmiah, pengetahuan yang sudah

disusun secara sistematis dengan metode ilmiah tertentu,

sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara umum

Objek Formil FI : yaitu sudut pandang darimana sang subjek

(19)

Tujuan FI

Bertujuan menjawab pertanyaan

Apa tujuan dari ilmu dan apa itu metode, apakah ilmu dan bgmn

membedakannya dg yg bukan ilmu dan apa pula pseudoscience?

Bgmn teori ilmiah dan hubungannya dg dunia secara luas/,, bgmn konsep

teoritis lebih bermakna n bermanfaat kemudian dpt dihubungkan ndg penelitian n observasi ilmiah?

 Apa saja yg membangun struktur teori dan konsep seperti caution (sebab

akibat dan ilat/sbab hk), eksplanasi, konfrmasi, teori, eksperimen, model, reduksi n sejumlah probabilitasnya?

Apa saja pengaturan dlm pengembangan ilmu?, fungsi eksperimen?, apakah

ada kegunaan dan memiliki nilai dlm kebijakan dan bgmn semua itu dihubungkan dg kehidupan social, budaya dan factor gender

(20)

Fungsi FI

Memberikan landasan flosofs dlm memahami berbagai konsep

(21)

Implikasi Mempelajari FI

Sebagaimpijakan dasar dalam mendalami ilmu pengetahuan

Sebagai penyadaran konseptual seorang ilmuwan tidak terjebak

dalam pola piker mmenara gading yakni hanya berpikir murni dlm bidangnya tanpa mengikatkan dengan ralitas diluar dirinya. Padahal aktiftas keilmuan nyaris tidak dapat dilepaskan dari

(22)

Tahapan Aspek Ontologi, Epistimologi dan

Aksiologi

Tahapan Aspek

Ontologi

(Hakikat Ilmu) 1. Objek apa yang ditelaah ilmu:?2. Bagaimana wujud hakiki dari objek tersebut?

3. Bagaimana hubungan objek tadi dan daya tangkap manusia (spt berfkir, mengindra, merasa) yang membuahkan pengetahuan?

4. Bgmn proses yg memungkinkan digalinya pengetahuan yg berupa ilmu 5. Bgmn prosedurnya

1. Bgmn proses yg memungkinkan digalinya pengetahuan yg berupa ilmu 2. Bgmn Prosedurnya

Hal2 apa yg hrs diperhatikan agar kt mendapatkan pengetahuan yg benar 3. Apa yg dimaksud dg kebenaran itu sendiri?

4. Apa Kriterianya?

5. Sarana/cara/.teknik apa yg membantu kita dlm mendptkan pengetahuan yg berupa ilmu

Aksiologi

(Guna Ilpeng)

1. Utk apa pengetahuan tsb digunakan

2. Bgmn kaitan antara cara pengetahuan tsb dan kaidah moral 3. Bgmn penentuan objek yg ditelaah berdasarkan pilihan2 moral.

(23)

Teori kebenaran korespondensi

Aristoteles > mengatakan yg ada sbg tidak ada atau tidak ada

sebagai ada adalah salah.

Kesesuaian antara yg diketahui dg kenyataann yg sebenarnyaKesesuaian antar subjek dengan objek

Teori yang menekankan pentingnya objektiftas atau pengalaman

(24)

Teori Kebenaran Koherensi

Biasa digunakan penganut rasionalis dan penganut positivisme

logis

Suatu pernyataan benar bila pernyataan itu koheren atau

konsisten dengan pernyataan sebelumnya yg juga dianggap benar

Semua hakim adalah SHPlato hakim

(25)

Teori Kebenaran Pragmatis

Kebenaran adalah kegunaan atau manfaatKebenaran adalah apa yg membawa hasil

Kebenaran ditentukan oleh kegunaan dari suatu ide, konsep atau

pengetahuan, kalau berguna benar kalau tidak beguna = salah

Kalau satu ide make sense namun blm dicoba dan blm

(26)

Teori Kebenaran Performatif

Pernyataan dianggap benar kalau pernyataan membentuk

realitas atau ... Bila apa yang dinyatakan sungguh terjadi ketika pernyataan itu dilakukan

Misal... Dengn ini saya melantik saudara menjadi gubernur....

(27)

Metode Ilmiah

Metode berasal dari bahasa Yunani „Methodos‟ yang berarti jalan. Sedangkan

dalam bahasa latin „methodus‟ berarti cara.

Metode menurut istilah adalah suatu proses atau atau prosedur yang

sistematik berdasarkan prinsip-prinsip dan teknik-teknik ilmiah yang dipakai oleh suatu disiplin (bidang studi) untuk mencapai suatu tujuan. Jadi, ia dapat dikatakan sebagai cara kerja ilmiah.

Metodologi bersangkutan dengan jenis, sifat dan bentuk umum mengenai

cara-cara, aturan-aturan dan patokan-patokan prosedur. Jalannya pendidikan, yang menggambarkan bagaimana ilmu pengetahuan harus bekerja.

Sedangkan metode bersangkutan dengan cara kerja dan langkah-langkah

khusus penyelidikan secara sistematik menurut metodologi itu, agar tercapai suatu tujuan, yaitu kebenaran ilmiah.

Jika dibandingkan antara metode dan metodologi, maka metodologi lebih

(28)

METODE ILMIAH

Metode Ilmiah merupakan prosedur atau cara2 tertentu yang

digunakan untuk memperoleh pengetahuan yang disebut ilmu atau pengetahuan ilmiah

Epistimologi flsafat pengetahuan) merupakan suatu cara untuk

memperoleh pengetahuan dlam kajian flsafat. Dg demikian,

(29)

Tahapan ilmiah untuk menghasilkan metode ilmiah, yaituMeru,uskan masalah

Mengajukan hipotesis

Melakukan verifkasi data

(30)

Karakteristik dalam Metode Ilmiah

 Logis : Merujuk kepada metode ilmiah tergantung dari argumentasi ilmiah.

Kesimpulan rasional diturunkan dari bukti yang ada

 Testability : Penelitian ilmiah harus dapat menguji hipotesis dengan pengujian

statistic yang menggunakan data yang dikumpulkan

Objektif : hasil yang diperoleh ilmuan yang lain akan sama apabila studi yang sama

dilakukan pada kondisi yang sama, yaitu penelitian dikatakan ilmiah apabila dapat dibandingkan kebenarannya

Konseptual dan Teoritis apa artinya Ilpeng mengandung arti pengembangan suatu

struktur konsep dan teoritis untuk menuntun dan mengarahkan upaya penelitian

Empiris : Metode ilmiah pada prinsipnya bersandar pada realitas

(31)

Enam Pola Umum Langkah Metode Untuk

Memperoleh Pengetahuan Yaitu:

a.Kesadaran adanya problemaKesadaran akan adanya problema adalah penting

sekali.karena hanya demikian suatu pemikiran dan penyelidikan itu mungkin untuk diawali. Dalam hal ini, kemampuan untuk melukiskan problema secara jelas dan benar dalam suatu defnisi adalah penting. Karena hanya dengandemikian pula pengumpulan data yang faktual baru mungkin. 

b.Pengumpulan dataPengumpulan data yang relevan, yang juga memerlukan

kesabaran dan lebih-lebih kemampuanuntuk menguji data-data apakah faktual atau tidak. Pada persoalan yang sulit, untukmendapatkan data-data seperti itu, memerlukan pemikiran dan penyelidikan yang saksama dantidak aneh jika

memerlukan waktu bertahun-tahun.

c.Penertiban dataDalam masalah ini, diperlukan kemampuan analisis dan

pengelompokan. Bagi metode ilmiah,memperbandingkan dan mempertentangkan data yang satu dengan data yang lain untuk diaturdalam urutan yang sesuai

(32)

d.Pembentukan HipotesisLangkah ini penting ketika melakukan pemeriksaan problem. Hipotesis dapat dibentuk setelahdiperoleh data-data yang cukup.

Dalam membentuk hipotesis, hal yang penting adalah harus bersifat masuk akal. Artinya, suatu deduksi harus dapat dicoba dan berfungsi sebagai petunjuk bagi penyelidikan selanjutnya.

e.Penarikan deduksi/kesimpulan dari hipotesisMaksudnya, hipotesis menjadi

dasar penarikan deduksi atau kesimpulan mengenai jenis susunandan hubungan antara hal-hal atau benda-benda tertentu yang sedang

diselidiki.f.VerifkasiMasalah pengujian kebenaran dalam ilmu pengtahuan, keputusan akhirnya terletak pada fakta.Jika fakta tidak mendukung suatu

hipotesis, maka hipotesis lain dipilih. Dengan demikianselanjutnya, kecuali fakta (data empirik), kaidah umum, atau hukum tersebut telah memenuhi persyaratan pengujian empiris. Terhadap hal ini, kaum rasionalis menyatakan bahwa

(33)

Contoh :

“Amir sakit perut

selama seminggu”

Pendekatan Ilmiah :

Cari data di lapangan

Amir makan apa ?

Periksa ke dokter

Tes laboratorium

Pengobatan

Kesimpulan :

Amir Keracunan

Pendekatan Non Ilmiah :

Pergi ke dukun

Penyembuhan

Kesimpulan :

(34)

Pendekatan Ilmiah :

 Perumusan masalah jelas dan spesifk

 Masalah merupakan hal yang dapat diamati dan diukur secara empiris

 Jawaban permasalahan didasarkan pada data

 Proses pengumpulan dan analisis data, serta pengambilan keputusan berdasarkan logika yang benar

 Kesimpulan siap/terbuka untuk diuji oleh orang lain

Contoh :

 Penggunaan Metode Ilmiah

Apa Perbedaanya ?

Pendekatan Non Ilmiah :

 Perumusan kabur atau abstrak

 Masalah tidak selalu diukur secara empiris dan dapat bersifat supranatural/dogmatis

 Jawaban tidak diperoleh dari hasil pengamatan data di lapangan

 Keputusan tidak didasarkan pada hasil pengumpulan dan analisis data secara logis

 Kesimpulan tidak dibuat untuk diuji ulang oleh orang lain Contoh :

 Penggunaan akal sehat, prasangka, intuisi, penemuan secara kebetulan dan coba-coba,

(35)

Metode Ilmiah dan Non-Ilmiah

Aspek Non-Ilmiah Ilmiah Pendekatan thd

masalah Intuitif Empiris

Konsep/teori Ambigu Jelas, operasional, sepsifk

Hipotesis Tidak dapat

dibuktikan Dapat dibuktikan Observasi gejala Tidak terkontrol,

seadanya

Sistematis, terkontrol

Alat ukur Tidak akurat, tidak

tepat, tidak sesuai Akurat, tepat, sesuai Pengukuran Tidak valid, tidak

reliabel

Valid, reliabel

Kontrol Tidak ada Selalu dilakukan Pelaporan hasil

penelitian Bias, subjektif Tidak bias, objektif Sikap peneliti Tidak kritis,

menerima apa antar variabel secara sistematis

(36)

LANGKAH-LANGKAH METODE

ILMIAH

PERUMUSAN MASALAH

PERUMUSAN MASALAH

PENYUSUNAN KERANGKA BERFIKIR

PENYUSUNAN KERANGKA BERFIKIR

PERUMUSAN HIPOTESIS

PERUMUSAN HIPOTESIS

PENGUJIAN HIPOTESIS

PENGUJIAN HIPOTESIS

PENARIKAN KESIMPULAN

(37)

SIFAT METODE ILMIAH

Efisien dalam penggunaan sumber daya (tenaga, biaya, waktu)

Terbuka (dapat dipakai oleh siapa saja)

(38)

POLA PIKIR DALAM METODE ILMIAH

INDUKTIF

INDUKTIF

Pengambilan

kesimpulan dari kasus

yang bersifat khusus

menjadi hal yang

bersifat umum

Dunia empirik

(induktif) yang obyektif

dan berorientasi

kepada fakta sebagai

mana adanya.

Pengambilan

kesimpulan dari kasus

yang bersifat khusus

menjadi hal yang

bersifat umum

Dunia empirik

(induktif) yang obyektif

dan berorientasi

kepada fakta sebagai

mana adanya.

DEDUKTIF

DEDUKTIF

Pengambilan

kesimpulan dari

kasus yang bersifat

umum menjadi hal

yang bersifat khusus

Dunia rasional

(deduktif) adalah

koheren, logis, dan

sistematis, dengan

kasus yang bersifat

umum menjadi hal

yang bersifat khusus

Dunia rasional

(deduktif) adalah

koheren, logis, dan

sistematis, dengan

logika deduktif

(39)

Contoh sederhana :

Induktif :

Tumbuhan akan mati

(khusus)

Hewan akan mati

(khusus)

Manusia akan mati

(khusus)

Kesimpulan : Semua makhluk hidup akan mati

(umum)

Deduktif :

(40)

Keunggulan Metode Ilmiah

Memupuk sifat objektif, metodik, dan sistematik

Mencintai kebenaran dan bersifat adil.

Menyadari bahwa kebenaran ilmu tidak bersifat mutlak.

Membimbing untuk bersikap optimis, teliti, dan berani membuat

pernyataan yang menurut keyakinan ilmiah yang benar.

Membimbing kita untuk tidak percaya begitu saja pada suatu

(41)

KETERBATASAN METODE ILMIAH

Kebenaran ilmiah bersifat tentatif

sebelum ada kebenaran

ilmu yang dapat menolak kesimpulan maka kesimpulan itu

dianggap benar. Sebaliknya, kesimpulan yang dapat menolak

kesimpulan ilmiah terdahulu menjadi kebenaran yang baru.

Tidak dapat menjangkau untuk membuat kesimpulan yang

bersangkutan dengan baik dan buruk atau sistem nilai,

Referensi

Dokumen terkait

Filsafat ilmu pengetahuan melandaskan dirinya pada teori korespondensi, dimana kebenaran ilmu pengetahuan adalah kebenaran ilmiah-empiris, yang diperoleh melalui metode

Deskripsi Matakuliah : Matatakuliah ini mengkaji : pendekatan dan sistematika filsafat, filsafat pendidikan, kebudayaan sebagai isi pendidikan, teori-teori kebenaran, teori

Filsafat dimulai dengan ragu-ragu akan sesuatu dan rasa ingin tahu akan sesuatu ( kebenaran/kepastian). Pengertian filsafat secara garis besar adalah ilmu yang mendasari suatu

 Dengan mempelajari Filsafat Ilmu diharapkan mahasiswa semakin kritis dalam sikap Ilmiahnya.Mashasiswa sebagai insan kampus diharapkan untuk bersikap kritis terhadap

Objek materi, dimana filsafat mempelajari segala sesuatu yang ada, sehingga dapat kita pahami bahwa kebenaran ilmu pengetahuan filsafat bersifat umum-universal, yang

Dalam Blok ini, mahasiswa mempelajari pengertian filsafat, bidang telaah filsafat, cabang-cabang filsafat, filsafat ilmu,penalaran, hakekat penalaran, logika, kriteria

Dasar Aksiologis Managemen Pendidikan adalah Kemanfaatan teori Manajemen pendidikan tidak hanya perlu sebagai ilmu yang otonom tetapi juga diperlukan untuk memberikan dasar

Pengantar • Aritmetika ilmu hitung: cabang matematika yang mempelajari operasi dasar pada bilangan: penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian • Istilah aritmetika biasa