FILSAFAT ILMU
Alasan Perlunya mempelajari
Epistimologi
1.
Alasan Strategis : Memandang pengetahuan
sebagai kekuatan (knowledge is power).
2.
Alasan Kultural : Memandang pengetahuan
sebagai bagian dari kebudayaan yang mampu
membudayakan manusia.
3.
Alasan Edukatif: Memandang pengetahuan sbg
Dengan kata lain pengetahuan manusia tentang
Ilmu Pengetahuan
Pengetahuan : Persepsi subyek (manusia) atas obyek (riil
dan gaib) atau fakta.
Ilmu Pengetahuan : Kumpulan pengetahuan yang benar
disusun dengan sistem dan metode untuk mencapai tujuan
yang berlaku universal dan dapat diuji/diverifikasi
kebenarannya
Ilmu Pengetahuan :
bukan satu, melainkan banyak (plural)
bersifat terbuka (dapat dikritik)
Jadi, Filsafat Ilmu Pengetahuan mempelajari esensi atau
hakikat ilmu pengetahuan tertentu secara rasional
Filsafat Ilmu Pengetahuan :
Cabang filsafat yang mempelajari teori pembagian ilmu,
metode yang digunakan dalam ilmu, tentang dasar kepastian
dan jenis keterangan yang berkaitan dengan kebenaran ilmu
tertentu.
Ps1c.blogspot.com
Jadi, Filsafat Ilmu Pengetahuan mempelajari
es-ensi atau hakikat ilmu pengetahuan tertentu
se-cara rasional
Filsafat Ilmu Pengetahuan
:
Cabang filsafat yang mempelajari teori
pembagian ilmu, metode yang digunakan
dalam ilmu, tentang dasar kepastian dan
jenis keterangan yang berkaitan dengan
kebenaran ilmu tertentu.
Filsafat Ilmu Pengetahuan disebut juga Kritik Ilmu,
karena historis kelahirannya disebabkan oleh
Filsafat ilmu adalah bagian dari flsafat
pengetahuan atau sering juga disebut
Filsafat ilmu merupakan telaahan secara flsafat yang
ingin menjawab beberapa pertanyaan mengenai
hakikat ilmu seperti:
obyek apa yang ditelaah ilmu?
Bagaimana ujud yang hakiki dari obyek
tersebut? Bagaimana hubungan antara
obyek tadi dengan daya tangkap manusia
(seperti berpikir, merasa dan
Bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya
pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya?
Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kita mendapatkan
pengetahuan yang benar? Apa yang disebut kebenaran itu
sendiri? Apakah kriterianya? Cara/teknik/sarana apa yang
membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa
ilmu?
Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan?
Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan
kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuanobyek yang
ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? Bagaimana kaitan
antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi
Apa yang dikaji oleh pengetahuan itu ?
Kita sebut Ontologi.
Apa yang ingin diketahui ilmu?
“Obyek penelahaan ilmu mencakup seluruh
Bagaimana cara mendapatkan pengetahuan?
Kita sebut epistemology
Untuk mendapatkan pengetahuan ini ilmu
membuat beberapa andaian (asumsi) mengenai
obyek-obyek empirik. Asumsi ini perlu, sebab
pernyataan asumsif inilah yang memberi arah
Epistemologi atau teori pengetahuan,
membahas secara mendalam segenap
proses yang terlihat dalam usaha kita
untuk memperoleh pengetahuan. Ilmu
merupakan pengetahuan yang didapat
melalui proses tertentu yang dinamakan
metode keilmuan. Metode inilah yang
FILSAFAT
ILMU
1. Obyek material : universal
2. Obyek formal :
nonfragmantis,
luas, mendalam dan
mendasar
3. Menonjolkan daya
spekulasi,
kritis dan pengawasan
4. Pertanyaan lebih jauh dan
mendalam berdasarkan
realitas
5. Penjelasan terakhir,
mutlak,
mendalam (primary causa)
1. Obyek material : khusus dan
empiris Fragmantis, spesifk,
intensif, teknik.
2. Riset melalui trial and error.
3. Diskursif, logis, tidak tahu
menjadi tahu
4. Penyebab tdak terlalu
Pengertian dan Ruang Lingkup Filsafat
Ilmu
Filsafat ilmu adalah refeksi flsafati yang tidak pernah mengenal titik henti
dalam menjelajahi keilmuan untuk mencapai kebenaran atau kenyataan yang
tidak pernah habis dipikirkan dan tidak akan pernah selesai diterangkan
(Siswomiharjo, tt).
Filsafat ilmu merupakan cabang dari flsafat pengetahuan atau epistimologi
(Suriasumantri, 1998). Filsafat pengetahuan (epistimologi) yang disebut pula
dengan The Theory of Knowledge lahir pada abad ke 18. Cabang ini membahas
sumber-sumber pengetahuan, sarana-sarana pendukung dalam mendapatkan
pengetahuan, kebenaran pengetahuan serta nilai-nilai pengetahuan ilmiah.
Sumber di mana manusia mendapatkan pengetahuan adalah pancaindra,
penalaran, otoritas, intuisi, wahyu dan keyakinan. Kebenaran pengetahuan
meliputi kebenaran koherensi, kebenaran korespondensi dan kebenaran
pragmatis. Sarana pendukung di dalam mendapatkan pengetahuan yaitu logika,
matematika, statistika, bahasa dan metodologi penelitian (Siswomihardjo,
pengantar
Film adalah telaah keflsafatan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai
hakikat ilmu, baik ditinjau dari sisi ontologis, epistimologis maupun aksiologis yang dilakukan melalui proses dialektika mendalam yg sistematis dan bersifat spekulatif.
Filsafat pengetahuan membicarakan bagaimana cara memperoleh pengetahuan
dari pengalaman (dlm konteks perbedaan ilmu dg flsafat)
Filsafat ilmu bagian dari epistimologi yg secara spesifk mengkaji hakikat ilmu Film dpt dipahami dalam 2 arti:
a. Film sbg suatu disiplin ilmu, Film mrupakan cabang dr ilmu flsafat yg membicarakan
obyek khusus, yaitu ILPENG yg memiliki sifat dan karakteristik tertentu, hamper sama dg flsafat pd umumnya;
b. Film sbg landasan flosofs bagi proses keilmuan merupakan kerangka dasar dari
Objek Material dan Objek Formal
Objek Materil FI: pengetahuan ilmiah, pengetahuan yang sudah
disusun secara sistematis dengan metode ilmiah tertentu,
sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara umum
Objek Formil FI : yaitu sudut pandang darimana sang subjek
Tujuan FI
Bertujuan menjawab pertanyaan
Apa tujuan dari ilmu dan apa itu metode, apakah ilmu dan bgmn
membedakannya dg yg bukan ilmu dan apa pula pseudoscience?
Bgmn teori ilmiah dan hubungannya dg dunia secara luas/,, bgmn konsep
teoritis lebih bermakna n bermanfaat kemudian dpt dihubungkan ndg penelitian n observasi ilmiah?
Apa saja yg membangun struktur teori dan konsep seperti caution (sebab
akibat dan ilat/sbab hk), eksplanasi, konfrmasi, teori, eksperimen, model, reduksi n sejumlah probabilitasnya?
Apa saja pengaturan dlm pengembangan ilmu?, fungsi eksperimen?, apakah
ada kegunaan dan memiliki nilai dlm kebijakan dan bgmn semua itu dihubungkan dg kehidupan social, budaya dan factor gender
Fungsi FI
Memberikan landasan flosofs dlm memahami berbagai konsep
Implikasi Mempelajari FI
Sebagaimpijakan dasar dalam mendalami ilmu pengetahuan
Sebagai penyadaran konseptual seorang ilmuwan tidak terjebak
dalam pola piker mmenara gading yakni hanya berpikir murni dlm bidangnya tanpa mengikatkan dengan ralitas diluar dirinya. Padahal aktiftas keilmuan nyaris tidak dapat dilepaskan dari
Tahapan Aspek Ontologi, Epistimologi dan
Aksiologi
Tahapan AspekOntologi
(Hakikat Ilmu) 1. Objek apa yang ditelaah ilmu:?2. Bagaimana wujud hakiki dari objek tersebut?
3. Bagaimana hubungan objek tadi dan daya tangkap manusia (spt berfkir, mengindra, merasa) yang membuahkan pengetahuan?
4. Bgmn proses yg memungkinkan digalinya pengetahuan yg berupa ilmu 5. Bgmn prosedurnya
1. Bgmn proses yg memungkinkan digalinya pengetahuan yg berupa ilmu 2. Bgmn Prosedurnya
Hal2 apa yg hrs diperhatikan agar kt mendapatkan pengetahuan yg benar 3. Apa yg dimaksud dg kebenaran itu sendiri?
4. Apa Kriterianya?
5. Sarana/cara/.teknik apa yg membantu kita dlm mendptkan pengetahuan yg berupa ilmu
Aksiologi
(Guna Ilpeng)
1. Utk apa pengetahuan tsb digunakan
2. Bgmn kaitan antara cara pengetahuan tsb dan kaidah moral 3. Bgmn penentuan objek yg ditelaah berdasarkan pilihan2 moral.
Teori kebenaran korespondensi
Aristoteles > mengatakan yg ada sbg tidak ada atau tidak ada
sebagai ada adalah salah.
Kesesuaian antara yg diketahui dg kenyataann yg sebenarnya Kesesuaian antar subjek dengan objek
Teori yang menekankan pentingnya objektiftas atau pengalaman
Teori Kebenaran Koherensi
Biasa digunakan penganut rasionalis dan penganut positivisme
logis
Suatu pernyataan benar bila pernyataan itu koheren atau
konsisten dengan pernyataan sebelumnya yg juga dianggap benar
Semua hakim adalah SH Plato hakim
Teori Kebenaran Pragmatis
Kebenaran adalah kegunaan atau manfaat Kebenaran adalah apa yg membawa hasil
Kebenaran ditentukan oleh kegunaan dari suatu ide, konsep atau
pengetahuan, kalau berguna benar kalau tidak beguna = salah
Kalau satu ide make sense namun blm dicoba dan blm
Teori Kebenaran Performatif
Pernyataan dianggap benar kalau pernyataan membentuk
realitas atau ... Bila apa yang dinyatakan sungguh terjadi ketika pernyataan itu dilakukan
Misal... Dengn ini saya melantik saudara menjadi gubernur....
Metode Ilmiah
Metode berasal dari bahasa Yunani „Methodos‟ yang berarti jalan. Sedangkan
dalam bahasa latin „methodus‟ berarti cara.
Metode menurut istilah adalah suatu proses atau atau prosedur yang
sistematik berdasarkan prinsip-prinsip dan teknik-teknik ilmiah yang dipakai oleh suatu disiplin (bidang studi) untuk mencapai suatu tujuan. Jadi, ia dapat dikatakan sebagai cara kerja ilmiah.
Metodologi bersangkutan dengan jenis, sifat dan bentuk umum mengenai
cara-cara, aturan-aturan dan patokan-patokan prosedur. Jalannya pendidikan, yang menggambarkan bagaimana ilmu pengetahuan harus bekerja.
Sedangkan metode bersangkutan dengan cara kerja dan langkah-langkah
khusus penyelidikan secara sistematik menurut metodologi itu, agar tercapai suatu tujuan, yaitu kebenaran ilmiah.
Jika dibandingkan antara metode dan metodologi, maka metodologi lebih
METODE ILMIAH
Metode Ilmiah merupakan prosedur atau cara2 tertentu yang
digunakan untuk memperoleh pengetahuan yang disebut ilmu atau pengetahuan ilmiah
Epistimologi flsafat pengetahuan) merupakan suatu cara untuk
memperoleh pengetahuan dlam kajian flsafat. Dg demikian,
Tahapan ilmiah untuk menghasilkan metode ilmiah, yaitu Meru,uskan masalah
Mengajukan hipotesis
Melakukan verifkasi data
Karakteristik dalam Metode Ilmiah
Logis : Merujuk kepada metode ilmiah tergantung dari argumentasi ilmiah.
Kesimpulan rasional diturunkan dari bukti yang ada
Testability : Penelitian ilmiah harus dapat menguji hipotesis dengan pengujian
statistic yang menggunakan data yang dikumpulkan
Objektif : hasil yang diperoleh ilmuan yang lain akan sama apabila studi yang sama
dilakukan pada kondisi yang sama, yaitu penelitian dikatakan ilmiah apabila dapat dibandingkan kebenarannya
Konseptual dan Teoritis apa artinya Ilpeng mengandung arti pengembangan suatu
struktur konsep dan teoritis untuk menuntun dan mengarahkan upaya penelitian
Empiris : Metode ilmiah pada prinsipnya bersandar pada realitas
Enam Pola Umum Langkah Metode Untuk
Memperoleh Pengetahuan Yaitu:
a.Kesadaran adanya problemaKesadaran akan adanya problema adalah penting
sekali.karena hanya demikian suatu pemikiran dan penyelidikan itu mungkin untuk diawali. Dalam hal ini, kemampuan untuk melukiskan problema secara jelas dan benar dalam suatu defnisi adalah penting. Karena hanya dengandemikian pula pengumpulan data yang faktual baru mungkin.
b.Pengumpulan dataPengumpulan data yang relevan, yang juga memerlukan
kesabaran dan lebih-lebih kemampuanuntuk menguji data-data apakah faktual atau tidak. Pada persoalan yang sulit, untukmendapatkan data-data seperti itu, memerlukan pemikiran dan penyelidikan yang saksama dantidak aneh jika
memerlukan waktu bertahun-tahun.
c.Penertiban dataDalam masalah ini, diperlukan kemampuan analisis dan
pengelompokan. Bagi metode ilmiah,memperbandingkan dan mempertentangkan data yang satu dengan data yang lain untuk diaturdalam urutan yang sesuai
d.Pembentukan HipotesisLangkah ini penting ketika melakukan pemeriksaan problem. Hipotesis dapat dibentuk setelahdiperoleh data-data yang cukup.
Dalam membentuk hipotesis, hal yang penting adalah harus bersifat masuk akal. Artinya, suatu deduksi harus dapat dicoba dan berfungsi sebagai petunjuk bagi penyelidikan selanjutnya.
e.Penarikan deduksi/kesimpulan dari hipotesisMaksudnya, hipotesis menjadi
dasar penarikan deduksi atau kesimpulan mengenai jenis susunandan hubungan antara hal-hal atau benda-benda tertentu yang sedang
diselidiki.f.VerifkasiMasalah pengujian kebenaran dalam ilmu pengtahuan, keputusan akhirnya terletak pada fakta.Jika fakta tidak mendukung suatu
hipotesis, maka hipotesis lain dipilih. Dengan demikianselanjutnya, kecuali fakta (data empirik), kaidah umum, atau hukum tersebut telah memenuhi persyaratan pengujian empiris. Terhadap hal ini, kaum rasionalis menyatakan bahwa
Contoh :
“Amir sakit perut
selama seminggu”
Pendekatan Ilmiah :
•
Cari data di lapangan
Amir makan apa ?
•
Periksa ke dokter
•
Tes laboratorium
•
Pengobatan
•
Kesimpulan :
Amir Keracunan
Pendekatan Non Ilmiah :
•
Pergi ke dukun
•
Penyembuhan
•
Kesimpulan :
Pendekatan Ilmiah :
Perumusan masalah jelas dan spesifk
Masalah merupakan hal yang dapat diamati dan diukur secara empiris
Jawaban permasalahan didasarkan pada data
Proses pengumpulan dan analisis data, serta pengambilan keputusan berdasarkan logika yang benar
Kesimpulan siap/terbuka untuk diuji oleh orang lain
Contoh :
Penggunaan Metode Ilmiah
Apa Perbedaanya ?
Pendekatan Non Ilmiah :
Perumusan kabur atau abstrak
Masalah tidak selalu diukur secara empiris dan dapat bersifat supranatural/dogmatis
Jawaban tidak diperoleh dari hasil pengamatan data di lapangan
Keputusan tidak didasarkan pada hasil pengumpulan dan analisis data secara logis
Kesimpulan tidak dibuat untuk diuji ulang oleh orang lain Contoh :
Penggunaan akal sehat, prasangka, intuisi, penemuan secara kebetulan dan coba-coba,
Metode Ilmiah dan Non-Ilmiah
Aspek Non-Ilmiah Ilmiah Pendekatan thd
masalah Intuitif Empiris
Konsep/teori Ambigu Jelas, operasional, sepsifk
Hipotesis Tidak dapat
dibuktikan Dapat dibuktikan Observasi gejala Tidak terkontrol,
seadanya
Sistematis, terkontrol
Alat ukur Tidak akurat, tidak
tepat, tidak sesuai Akurat, tepat, sesuai Pengukuran Tidak valid, tidak
reliabel
Valid, reliabel
Kontrol Tidak ada Selalu dilakukan Pelaporan hasil
penelitian Bias, subjektif Tidak bias, objektif Sikap peneliti Tidak kritis,
menerima apa antar variabel secara sistematis
LANGKAH-LANGKAH METODE
ILMIAH
PERUMUSAN MASALAH
PERUMUSAN MASALAH
PENYUSUNAN KERANGKA BERFIKIR
PENYUSUNAN KERANGKA BERFIKIR
PERUMUSAN HIPOTESIS
PERUMUSAN HIPOTESIS
PENGUJIAN HIPOTESIS
PENGUJIAN HIPOTESIS
PENARIKAN KESIMPULAN
SIFAT METODE ILMIAH
Efisien dalam penggunaan sumber daya (tenaga, biaya, waktu)
Terbuka (dapat dipakai oleh siapa saja)
POLA PIKIR DALAM METODE ILMIAH
INDUKTIF
INDUKTIF
•
Pengambilan
kesimpulan dari kasus
yang bersifat khusus
menjadi hal yang
bersifat umum
•
Dunia empirik
(induktif) yang obyektif
dan berorientasi
kepada fakta sebagai
mana adanya.
•
Pengambilan
kesimpulan dari kasus
yang bersifat khusus
menjadi hal yang
bersifat umum
•
Dunia empirik
(induktif) yang obyektif
dan berorientasi
kepada fakta sebagai
mana adanya.
DEDUKTIF
DEDUKTIF
•
Pengambilan
kesimpulan dari
kasus yang bersifat
umum menjadi hal
yang bersifat khusus
•
Dunia rasional
(deduktif) adalah
koheren, logis, dan
sistematis, dengan
kasus yang bersifat
umum menjadi hal
yang bersifat khusus
•
Dunia rasional
(deduktif) adalah
koheren, logis, dan
sistematis, dengan
logika deduktif
Contoh sederhana :
Induktif :
Tumbuhan akan mati
(khusus)
Hewan akan mati
(khusus)
Manusia akan mati
(khusus)
Kesimpulan : Semua makhluk hidup akan mati
(umum)
Deduktif :
Keunggulan Metode Ilmiah
Memupuk sifat objektif, metodik, dan sistematik
Mencintai kebenaran dan bersifat adil.
Menyadari bahwa kebenaran ilmu tidak bersifat mutlak.
Membimbing untuk bersikap optimis, teliti, dan berani membuat
pernyataan yang menurut keyakinan ilmiah yang benar.
Membimbing kita untuk tidak percaya begitu saja pada suatu
KETERBATASAN METODE ILMIAH
Kebenaran ilmiah bersifat tentatif
sebelum ada kebenaran
ilmu yang dapat menolak kesimpulan maka kesimpulan itu
dianggap benar. Sebaliknya, kesimpulan yang dapat menolak
kesimpulan ilmiah terdahulu menjadi kebenaran yang baru.