i
TIPE R 984 C Litronic
Tugas Akhir
Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana S-1
Program Studi Teknik Mesin
Disusun oleh Ignatius Hari Prasetyo
NIM : 045214033
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
YOGYAKARTA
ii
WITH R 984 C Litronic TYPE
Final Project
Pressented as Partial Fulfillment of the Requirements to Obtain the Sarjana Teknik Degree
in Mechanical Engineering
By:
Ignatius Hari Prasetyo Student Number : 045214033
MECHANICAL ENGINEERING STUDY PROGRAM
SCIENCE AND TECHNOLOGY FACULTY
SANATA DHARMA UNIVERSITY
YOGYAKARTA
iii
MATERIAL BATU KAPUR YANG SETARA DENGAN
TIPE R 984 C Litronic
Disusun Oleh Ignatius Hari Prasetyo
NIM : 045214033
Telah disetujui oleh :
Pembimbing Utama
iv
MATERIAL BATU KAPUR YANG SETARA DENGAN
TIPE R 984 C Litronic
Dipersiapkan dan ditulis oleh Ignatius Hari Prasetyo
NIM : 045214033
Telah dipertahankan didepan Panitia Penguji Pada tanggal 13 Agustus 2010
dan dinyatakan memenuhi syarat Susunan Panitia Penguji
Ketua : Ir. Y.B. Lukiyanto, M.T. __________________ Sekretaris : Doddy Purwadianto, S.T., M.T. __________________ Anggota : Wibowo Kusbandono, S.T., M.T. __________________
Yogyakarta, 7 September 2010 Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Dekan
vi
hidrolik boom, dengan kapasitas bucket 7,7 meter3 untuk mengerjakan jenis material batu kapur sehingga diperoleh diameter kepala piston silinder hidrolik
bucket 139 mm dengan diameter batang piston 85 mm. Diameter dalam
cylinder hydraulic 140 mm.Diameter luar cylinder hydraulic 255 mm. Tebal dindingcylinder hydraulic57,33 mm. Diameter kepala piston silinder hidrolik
viii
berjudul ” Perancangan Backhoe Excavator Untuk Material Batu Kapur Yang Setara Dengan Tipe R 984 C Litronic ”. Tugas Akhir ini merupakan salah satu syarat yang harus ditempuh untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih atas segala bantuan, saran dan fasilitas, sehingga tugas akhir ini dapat terselesaikan, kepada :
1. Allah Bapa atas segala berkat, karunia dan penyertaan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan baik dan lancar. 2. Yosef Agung Cahyanta, S.T., M.T. selaku Dekan Fakultas Sains dan
Teknologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
3. Budi Soegiharto, S.T., M.T. selaku Ketua Program Studi Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 4. Wibowo Kusbandono, S.T., M.T. sebagai pembimbing tugas akhir. 5. Ir. Agus Unggul Santosa sebagai dosen pembimbing akademik. 6. Kedua orang tuaku, Drs. Agustinus Soepardjo dan Maria Sri
Sumartinah yang selalu memberikan dukungan dan doa.
x
TITLE PAGE……….………..……….………ii
HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING………..….………….iii
HALAMAN PENGESAHAN………..iv
HALAMAN PERNYATAAN………...………v
INTISARI………….………vi
HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI……….vii
KATA PENGANTAR……….viii
DAFTAR ISI………...x
DAFTAR GAMBAR………..xiii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang………1
1.2 Tujuan Penelitian……….3
1.3 Urutan Perhitungan……….4
1.4 Batasan Masalah……….4
1.5 Perencanaan Alat Berat………..5
BAB II DASAR TEORI 2.1 Profil Batu Kapur………..…7
2.2 Excavator Backhoe………....8
xi
3.3 Perancangan Bucket………..13
3.3.1 Gigi Bucket………..………….………...17
3.3.2 Perhitungan Silinder Bucket Saat Penetrasi……….20
3.3.3 Perhitungan Silinder Bucket Saat Bermuatan………..22
3.3.4 Perhitungan Batang Piston………...…27
3.4 Perancangan Arm………..28
3.4.1 Perhitungan Silinder Arm Saat Penetrasi……….29
3.4.2 Perhitungan Silinder Arm Saat Bermuatan………..29
3.4.3 Perhitungan Batang Piston………...32
3.5 Perancangan Boom………33
3.5.1 Perhitungan Silinder Boom Saat Penetrasi………...33
3.5.2 Perhitungan Silinder Boom Saat Bermuatan………34
3.5.3 Perhitungan Batang Piston………...37
3.6 Fluida Hydraulic………...37
3.7 Tekanan Kerja Silinder Hydraulic……….38
3.7.1 Tekanan Kerja Pada Silinder Hydraulic Bucket………..39
3.7.2 Tekanan Kerja Pada Silinder Hydraulic Arm………..40
3.7.3 Tekanan Kerja Pada Silinder Hydraulic Boom………40
3.8 Penentuan Tebal Dinding Cylinder……….42
xii
4.1 Perawatan Pada Attachment………45 4.2 Perawatan Pada Cylinder Hydraulic………....45
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan………..46 5.2 Saran………47
DAFTAR PUSTAKA……….48
xiii
Gambar 1.2 Silinder Hydraulic………....2 Gambar 2 Jangkauan Gali Backhoe………..…..11
Gambar 3.1 Penampang Bucket……….14
Gambar 3.2 Gaya pada Bucket dan Gaya pada Silinder Peralatan Kerja……..20 Gambar 3.3 Pembebanan Pada Silinder Saat Bermuatan...23 Gambar 3.4 Gaya pada Bucket dan Silinder Bucket………..24 Gambar 3.5 Perencanaan Bentuk Arm...28 Gambar 3.6 Gaya yang dialami Silinder Arm Saat Bucket Bermuatan……….30
Gambar 3.7 Perencanaan Boom……….34
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Negara Indonesia merupakan Negara kepulauan yang didalamnya banyak terkandung batu kapur yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia. Batu kapur sangat vital peranannya untuk menunjang perekonomian di bumi Indonesia karena batu kapur mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur batu kapur (Gamping) dapat terjadi dengan beberapa cara, yaitu secara organik, secara mekanik, atau secara kimia. Sebagian besar batu kapur yang terdapat di alam terjadi secara organik, jenis ini berasal dari pengendapan cangkang/rumah kerang dan siput, foraminifera atau ganggang, atau berasal dari kerangka binatang koral/kerang. Batu kapur dapat berwarna putih susu, abu muda, abu tua, coklat bahkan hitam, tergantung keberadaan mineral pengotornya. Penggunaan batu kapur sudah beragam diantaranya untuk bahan kaptan, bahan campuran bangunan, industri karet dan ban, kertas, dan lain-lain. Potensi batu kapur di Indonesia sangat besar dan tersebar hampir merata di seluruh kepulauan Indonesia. Sebagian besar cadangan batu kapur Indonesia terdapat di Sumatera Barat.
berkembangnya kemajuan jaman, batu kapur sebagai salah satu batuan mineral kini telah banyak digunakan sebagai bahan baku produksi. Oleh karena kebutuhan yang berbeda - beda dalam faktor bentuk dan ukuran, sebelum dapat digunakan sebagai bahan baku produksi batuan kapur hasil penambangan yang pada umumnya memiliki ukuran relatif besar terlebih dahulu direduksi sampai pada ukuran tertentu. Proses ini berlangsung secara sinkron melalui proses dan peralatan yang berbeda - beda sehingga menghasilkan output yang sesuai dengan kebutuhan. Hammer mill yang termasuk dalam alat pereduksi material pada tahap lanjut merupakan suatu alat pengolah mineral padat yang dapat menghasilkan produk berupa serbuk dengan ukuran butir yang baik (sampai dengan 400 mesh). Hammer mill bekerja menurut prinsip gaya impak dan abrasi yang berlangsung secara simultan, sehingga yang energi diserap oleh material padat digunakan untuk membentuk garis patahan yang akhirnya menyebabkan material padat tersebut pecah. Hal ini berlangsung secara terus – menerus
sehingga material padat tersebut mencapai ukuran
tertentu, untuk selanjutnya mengalami proses pemisahan.
Pengadaan mesin atau peralatan berat umumnya disebabkan oleh keterbatasan tenaga kerja manusia untuk menyelesaikan suatu pekerjaan secara manual dengan alat konvensional, Selain itu factor ketersediaaan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan yang relatif pendek juga menentukan.
dan pengangkat serta pengangkut. Perkembangan excavator sekarang ini banyak sekali, hal ini dapat dilihat dari banyaknya produsen pembuat excavator yang saling berlomba menciptakan kecanggihan dari excavator yang diciptakan. Liebherr merupakan salah satu perusahaan pembuat alat berat jenis excavator yang banyak dipergunakan oleh para konsumen, hal ini tidak lepas dari kecanggihan yang dimilki oleh excavator tersebut. Banyak sekali jenis-jenis excavator yang diproduksi oleh Liebherr sesuai dengan perkembangan jaman serta kebutuhan para konsumen,salah satu excavator adalah excavator R 984 C Litronic yang akn dibahas sebagai salah satu perancangan.
1.2. Tujuan Penelitian
Tujuan Dari penelitian peralatan berat ini adalah merancang penggerak hydraulic sistem:
a. Bucket dan silinder bucket b. Arm dan silinder Arm c. Boom dan silinder Boom
1.3. Urutan perhitungan
Pada kesempatan ini akan dirancang perlengkapan kerja backhoe yang memiliki kemampuan untuk pemindahan material batu kapur. Selain pemecahan masalah yang dihadapi, tujuan perancangan peralatan kerja excavator backhoe adalah untuk mengetahui perhitungan peralatan kerja excavator backhoe, lebih khususnya perhitungan bucket, arm, boom dan sistem hidraulik untuk menggerakkan peralatan kerja tersebut.
1.4. Batasan Masalah
Dalam perancangan perlengkapan kerja excavator backhoe ini dibatasi permasalahan pada hal-hal berikut:
Gambar 1.1 Perlengkapan Backhoe excavator yang akan dirancang
1. Perancangan Bucket dan cylinder Bucket 2. Perancangan Arm dan Silinder Arm 3. Perancangan Boom dan Silinder Boom
Agar perancangan alat dapat berfungsi untuk pengerjaan pengolahan suatu material batu kapur sebagai syarat perancangan salah satunya harus mengetahui sifat, karakteristik material yang akan dikerjakan dengan peralatan tersebut.
1.5. Perencanaan Alat Berat
Perancangan suatu alat berat hendaknya mengacu pada tujuan yang hendak dicapai, untuk ini perlu diketahui terlebih dahulu tempat operasi kerja yang akan dilakukan dan kegunaan alat berat itu, dengan mengetahui kerja yang akan dilakukan dan kegunaan alat berat itu dengan mengetahui faktor-faktor penunjang dasar perancangan, diharapkan proses perancangan dapat berjalan lancar dan tepat guna.
Dalam perancangan peralatan kerja (attachment)excavator, hal yang perlu diketahui adalah perhitungan kekuatan sebuah komponen yang akan menentukan kekuatan komponen tersebut untuk menahan beban tertentu sehingga akan didapat besar dimensi (ukuran) yang diperlukan.
Perhitungan dimulai dari perencanaan bucket yang merupakan alat kerja pendukung beban, bentuk yang disesuaikan dengan fungsinya yaitu pengangkat dan penggali. Bucket terbuat dari plat baja yang berbentuk seperti gayung. Pada saat bucket masuk pada material galian, pada ujung bucket terpasang pisau penghancur dengan bentuk runcing dan terbuat dari baja, pisau tersebut membantu proses penggalian. Pada bucket terdapat dua engsel sebagai pernghubung antara
bucket dengan arm dan penghubung bucket dengan cylinder bucket. Cylinder bucket berfungsi untuk gerak menggulung (bucket curl) dan gerak membongkar (bucket dump). Gerakan ini terjadi karena gerakan translasi dari bucket cylinder
yang memanfaatkan sistem hidrolik (tekanan merata) yang disalurkan melalui selang-selang penghubung yang berasal dari pompahydraulic.
Bucket ditumpu oleh arm yang mempunyai penampang kotak melintang,
arm terbuat dari plat baja yang disambung dengan penyambungan las, arm
berfungsi sebagai alat bantu pada saat mulai penggalian tanah danarmdigerakkan oleh cylinder arm yang dapat bergerak mendekati atau menjauhi boom, gerakan terjadi karena arm mendapat tekanan dari minyak, disalurkan melalui selang-selang penghubung yang berasal daripompa hydraulic.
Arm dan cylinder arm ditumpu oleh boom yang berfungsi untuk gerakan naik dan gerakan turun, gerakan ini terjadi karena cylinder boom mendapat tekanan yang berisi minyak, disalurkan melalui selang-selang penghubung yang berasal dari pompa hydraulic, boom dibuat untuk menambah jangkauan saat
BAB II
DASAR TEORI
2.1. Profil Batu Kapur
campuran logam besi dan non-besi. Elemen ini juga digunakan sebagai agen pencampur logam aluminium, beryllium, tembaga, timbal, dan campuran logam magnesium. Senyawa alami dan senyawa buatan kalsium banyak sekali kegunaannya. Kapur mentah (CaO) merupakan basis untuk tempat penyaringan kimia dengan banyak kegunaan. Jika dicampur dengan pasir, ia akan mengeras menjadi campuran plester dengan mengambil karbon dioksida dari udara. Kalsium dari batu kapur juga merupakan unsur penting semen. Senyawa-senyawa penting lainnya adalah: karbid, klorida, sianamida, hipoklorida, dan sulfida.
2.2. Excavator Backhoe
Excavator Backhoe sering disebut juga Pull Shovel yang menggunakan prime mover excavator, perlu diketahui jenis-jenis excavator, bagian utama excavator antara lain sebagai berikut:
Bagian atas revolving unit (bagian yang dapat diputar)
Bagian bawah travel unit (bagian untuk berpindah)
Bagian attachment (bagian-bagian yang dapat diganti untuk menyesuaikan pekerjaan)
Dalam peralatan berat khusunya tipe backhoe dapat dibedakan dalam beberapa hal antara lain dapat dilihat dari sistem kendali dan dilihat dari sistem penggerak untuk pindah (under carriage). Dilihat dari penggeraknya dapat digunakan penggerak dengan roda kelabang (crawler mounted) dan penggerak dengan roda karet (wheel mounted). Sedangkan pembagian menurut sistem kendali dapat dibedakan menjadi sistem kendali dengan menggunakan kabel (cable controlled) dan sistem kendali dengan hidrolis (hidraulic controlled). Pada umumnya backhoe dengan kendali kabel sudah jarang dijumpai,saaat ini sudah beralih backhoe dengan kendali hidraulis sebab lebih banyak keuntungan yang diperoleh. Keuntungan pengoperasian backhoe dengan kendali hidraulis antara lain:
Kecepatan operasional
Kontrol penuh terhadap peralatan (attachment)
Efisiensi tinggi
Mudah dan cepat digunakan
Menawarkan ketepatan dan ketelitian pekerjaan
2.3. Cara Kerja Backhoe Excavator
bawah seperti gerakan tempat operator berad dari tempat penggalia untuk memindahkan lainnya. Gambar 2
backhoedari posisi te
kan mencangkul kemudian lengan bucket diput rada. Setelah bucket terisi penuh kemudian buc lian dan melakukan swing (gerak mengayun) hkan material, langsung ke truck atau tempat
memperlihatkan kemampuan jangkauan tertinggi, terjauh, dan jangkauan gali terdalam.
Gambar 2 Jangkauan GaliBackhoe
Keterangan gambar :
A. Tinggi gali maksimal
B. Tinggi buang maksimal
C. Dalam gali maksimal
D. Kedalaman gali permukaan
E. Kedalaman gali maksimal
F. Jangkauan gali mendatar
G. Jangkauan gali maksimal permukaan tanah mendatar
BAB III
PERANCANGAN PERLENGKAPAN KERJA BACKHOE
3.1 Perancangan Peralatan Kerja(Attachment)
Perancangan alat berat disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai, sehingga perlu diketahui tempat beroperasi dan pekerjaan yang akan dilakukan. Faktor dasar penunjang perancangan juga perlu diketahui dalam perancangan alat berat, dengan harapan agar perancangan berjalan lancar dan memiliki daya guna serta nilai jual dengan hasil rancangannya. Hal yang paling penting dari perancangan alat berat ialah daya mekanis yang dihasilkan. Daya mekanis yang dihasilkan tergantung oleh berat ringan, besar dan kecil dimensi peralatan. Daya mekanis mempengaruhi unjuk kerja, maka perlu diketahui daya mekanis minimal yang diperlukan untuk sistem operasi peralatan yang akan dirancang.
Perancangan peralatan kerja backhoe untuk material batu kapur yang dikhususkan pada perancangan peralatan kerja yaitu silinder bucket, silinder
3.2 Perhitungan Komponen Pengoperasian Pemotongan, Pengangkatan, Gerakan Ayun (Swing), dan Penumpahan Pada Unit Utama
Perhitungan dimulai dari setiap bagian peralatan kerja (attachment) untuk menggali, mengangkat, dan menumpahkan material batu kapur yang dipindahkan. Setiap elemen yang bekerja berhubungan dengan kestabilan excavator yang digunakan sebab setiap elemen memiliki gaya / berat yang mempengaruhi kerja unit utama.
Gaya yang mempengaruhi kerja unit utama ialah :
1. Berat material yang ditampungbucket(berat muatan) Berat peralatan, antara lain :
- Beratbucketdancylinder hydraulic bucket
- Beratarmdancylinder hydraulic arm
- Beratboomdancylinder hydraulic boom
2. Gigi bucket
3. Tekanan kerja pada cylinder hydraulic 4. Gaya untuk menggali dan mengayun
5. Gaya tambahan untuk kestabilitasan peralatan.
Gaya tersebut akan mempengaruhi perhitungan unit utama, terutama untuk perhitungan daya pada sistem hidrolik yang digunakan.
3.3 PerancanganBucket
Bucket merupakan bagian terpenting dari perancangan peralatan kerja
perhitungan-perhitungan peralatan kerja berikutnya, dari arm, boom, sistem hidrolik peralatan dan mesin yang akan digunakan. Dalam hal ini perancangan bucketdimaksudkan untuk menggali batu kapur, stick untuk menopang bucket dan boom untuk menopang bucket dan arm. Bucket merupakan acuan untuk perhitungan maka perlu ditentukan kapasitas bucket yang akan dirancang. Bucket yang akan dirancang memiliki middle capacity, yaitu 7,7m3. Bahan bucket yang direncanakan yaitu plat baja standar SS 41 dengan ketebalan 12 mm yang dirangakai dan disambung dengan sambungan las, untuk menmbah kekuatannya pada bagian – bagian tertentu ketebalan plat dibuat lebih tebal. Gigi – gigi bucket bahan direncanakan dari baja rol yang difinis dingin S 30 C-D / JIS G 3123. Gambar 3.1 memberikan keterangan dimensibucket
Gambar 3.1. PenampangBucket
Keterangan gambar : - W = lebarbucket;
- A = luas penampangbucket;
Sesuai aturan standar, kapasitasbucketterdiri dari dua kapasitas yaitu : a. Kapasitas peres (struck capacity) yaitu :
Volumebucketyang dibatasi oleh permukaanbucketdanstrike plane
b. Kapasitas munjung (heaped capacity) yaitu :
Kapasitas yang terdiri dari dua bagian, yaitu kapasitas peres ditambah dengan kapasitas yang berada di atas kapasitas peres.
Sesuai ukuran standar Liebherr R 984 C diperoleh ukuran standarbucket: W = 2400 mm; b = 2450 mm; dan kapasitasbucket(VR) =
3
m 7 , 7
Berdasar spesifikasi standar, dapat ditentukan kapasitas peresbucket (VS) dengan persamaan :
Kapasitas munjung (VR) :
24 8 3 2 b W b V
VR S
3
m
7,7 = VS +
24 ) 45 , 2 ( 8 ) 4 , 2 45 , 2
( 2 2
S
V = 7,7m3
-24 ) 45 , 2 ( 8 ) 4 , 2 45 , 2
( 2 2
S
V = 6,51 m3
Kapasitas peres merupakan hasil perkalian antara luas penampang bucket
dengan lebarbucket.Secara matematik dapat dicari dengan persamaan berikut : Kapasitas peres (VS ) :
W A S
Maka dapat diperoleh luas penampangbucket(A) : 6,51 m3 = A2,4m
A =
m
4 , 2
m 51 ,
6 3
A = 2,71 2
m
Bucketdapat berfungsi untuk melakukan pekerjaan menggali dan memuat material setelah dirangkai dengan arm sebagai penopang dan silinder hidrolik
bucketsebagai penyalur daya untuk menggerakan bucket. Dengan demikian perlu dirancang mekanisme lengan penopang bucket yang dapat bergerak bebas agar
excavator dapat bekerja tanpa mengalami kesulitan yang mempengaruhi kerja peralatan (attachment). Bucket juga bekerja sebagai pemotong dan pemuat material, sehingga perlu dipertimbangkan bentuk daribuckettersebut.
Bucketdirencanakan berbentuk cekung, dengan maksud untuk mengurangi hambatan saat melakukan pemotongan material. Bucket harus memiliki kemampuan menahan tegangan lengkung agar mampu bekerja di medan yang terberat sekalipun. Bucketdilengkapi dengan gigibucket. Pemasangan gigibucket
tersebut bertujuan untuk memudahkan pemotongan material. Setelah berulang kali pemakaian, gigi bucket mengalami keausan, sehingga perlu diganti. Gigi bucket
Faktor yang mempengaruhi umur pisau antara lain :
- Ukuran dan tingkat kekerasan material yang dipotong - Keadaan material basah atau kering
- Sifat kohesi dan adhesi material
Faktor di atas sangat mempengaruhi gaya geser dan gaya tekan pada gigi
bucket, pisau dan gigi bucketmendapatkan gaya geser dan gaya tekan lebih besar saat mengerjakan material dalam keadaan alam (bank measure), bila dibandingkan dengan material dalam keadaan lepas (loose measure) untuk jenis material yang sama. Untuk dapat menggali perlu ditentukan besarnya gaya untuk menembus batu kapur, disebut gaya penetrasi, karena besar gaya untuk melakukan penetrasi ditentukan juga oleh material yang dikerjakan.
3.3.1 Gigi Bucket
Shoes Ground Pressure 610 mm (24,0") 0.46 kg/cm2 (6.5 Psi / 45.1 Kpa ) Triple-grouser (no holes)
710 mm (28") 0.40 kg /cm2 (5.69 Psi / 39.2 Kpa) Triple-grouser
810 mm (31.9") 0.36 kg/cm2 (5.12 Psi / 35.3 Kpa) Triple-grouser
910 mm (35,8") 0.33 kg/cm2 (4.69 Psi / 32.4 Kpa) Triple-grouser
710 mm (35,8") 0.40 kg/cm2 (5.69 Psi / 39.2 Kpa ) Semi Double-grouser
860 mm (358") 0.33 kg/cm2 (4.69 Psi / 32.4 Kpa) Swamp
610 mm (24,0") 0.46 kg/cm2 (6.5 Psi / 45.1 Kpa ) Plat
Tabel 3.1. Tekanan penggalian gigi- gigi bucket (Handbook Komatsu LTD,:6)
Dari tabel 3.1. dipilih gigi-gigi bucket dengan plat yang mempunyai tekanan penggalian lebih dari 0,46 kg/cm2, maka bahan direncanakan dari baja rol yang difinis dingin S 30 C-D / JIS G 3123 yang mempunyai kekerasan 5,0 kg/cm2 sampai dengan 9,4 kg/cm2, tebal plat (b) 20 mm, tinggi (t) 300 mm, lebar (l) 200 mm, sehingga berat kotor dari gigi-gigi seperti dalam persamaan 3.2.1.:
Wr = b x l x t x Bj………3.2.1. Keterangan :
Wr = Berat gigi-gigi bucket (kg) b = tebal plat (mm)
Dikarenakan plat yang hanya memiliki ketebalan penuh hanya sebagian, maka ketebalan plat yang efektif diasumsikan 0,75 bagian saja dan berat jenis untuk baja adalah 7,8 kg/cm2sehingga:
Wr =0,75 x b x l x t x Bj = 0,75 x 2 x 2 x 3 x 7,8 = 70,2 kg / gigi
Karena bucket mempunyai 5 buah gigi-gigi maka berat total gigi-giginya yaitu : W = Wr x 5
= 70,2 x 5 = 351 kg = 0,351 ton
Besarnya gaya penetrasi dicari dengan persamaan 3.1 berikut :
A C
K
p
F ...(3.1) - K = Koefisien (2,4-4)
- C = tahanan kohesi (0,96-1,97 Kg/cm2) - A = luas pisau (cm2)
Bucket yang direncanakan berkapasitas 7,7 3
m , memiliki lebar (W) 2800 mm, jumlah gigi bucket 5 buah, dan berat 17,5 Kg. Dengan spesifikasi tersebut maka dapat dicari besarnya gaya penetrasi yang dapat ditopang bucket dengan persamaan 3.1.
- Jumlah gigibucket= 5 buah
- Luas satu buah gigi = 2 20 = 40 2
cm
Sehingga dapat dihitung gaya penetrasi : - Fp = 4 1,97 200 = 1576 Kg
3.3.2 Perhitungan SilinderBucketSaat Penetrasi
Perhitungan gaya penetrasi tersebut memberikan keterangan gaya untuk melakukan penembusan batu kapur dalam keadaan alam sebesar 1576 Kg, sehingga silinder bucket harus dirancang mampu menghasilkan gaya lebih besar atau sama dengan gaya untuk penetrasi, sehingga bucket mampu menembus batu kapur yang digali.
Saat melakukan penetrasi terhadap material batu kapur, secara sederhana gaya yang bekerja pada silinder dapat dilihat pada Gambar 3.2 :
Gambar 3.2. Gaya padabucketdan gaya pada silinder peralatan kerja
Fp
Fs b
Fsb m
Material tanah A
B C
D E
F H
I
= 1576 Kg J
Fss
d
1 A
1
E
Keterangan Gambar 3.2 : AB =Bucket tip radius
BJ = Jarakbucket link
JI = Batang hubungbucket link
CI = Batang rotasi gaya silinderbucket
BC = Jarak penabucketdengan pena batang rotasi BD = Panjang jangkauanstick
DG = Jarak penastickdengan pena silinderboom
GF = Jarak pena silinderboomdengan penaexcavator
DF = Panjang jangkauanboom
DH = Jarak penastickdengan pena silinderstick
Dari perhitungan dan gambar tersebut diketahui besarnya gaya untuk penetrasi besarnya yaitu 1576 Kg, kemudian dilakukan perhitungan besar gaya yang harus disediakan silinder bucket (Fsb) untuk melakukan penembusan batu kapur. Besar gaya yang diterima silinderbucketdiperoleh dengan persamaan 3.2 :
sb
F JB = Fp AB………...(3.2) Besarnya gaya minimal yang harus disediakan silinderbucketadalah :
sb
F =
JB FP AB
sb
F = (1576 2900) / 670 = 6821,4925 Kg
sebesar 3410,7462 Kg. Dengan gaya tersebut dapat dicari besarnya diameter kepala piston dengan persamaan :
A p SB F ...(3.3) SB
F = Gaya yang harus disediakan silinder hidrolikbucket(Kg) p = Tekanan minyak hidrolik ( 326 Kg/cm2)
A = Luas penampang piston ( 2
cm ) = ( 2 d . 4
)
Dengan persamaan 3.3 tersebut maka perhitungan diameter kepala piston adalah : 3410,7462 = 326
4
2
d SB d = 4 326 7462 , 3410 SB
d = 3,65 cm = 36,5 mm
3.3.3 Perhitungan SilinderBucketSaatBucketBermuatan
yang dimuat. Gambar 3.4 menunjukkan kondisi yang menyebabkan momen terbesar yang dialami silinder.
Gambar 3.3. Pembebanan pada silinder saat bermuatan
Pada saatbucketterisi batu kapur dari alam (bank measure) silinderbucket
akan menahan momen yang ditimbulkan oleh berat bucket ditambah berat material. Sehingga dapat dihitung gaya minimal yang ditopang silinder bucket. Berat material batu kapur dalam keadaan alam sebesar 1226 Kg / 0,7 m3.
b
a
B A
C
G D
F
E H
J I
c
b
F +Fm
d
1
a
Fss
Sehingga berat setiap 1m3 batu kapur dalam keadaan alam dapat diperoleh sebesar 1751,4 Kg / m3. Bucket yang dirancang memiliki kapasitas 7,7 m3, berarti berat material yang ditampung bucket sebesar 13485,78 Kg. Jumlah berat total bucket(FB) dan batu kapur (FM) dapat diperoleh sebesar 19795 Kg. Secara sederhana gaya-gaya yang terjadi dapat dilihat pada Gambar 3.4
Gambar 3.4. Gaya PadaBucketdan SilinderBucket
Dengan mengasumsikan berat material terpusat di X, dapat dicari besarnya momen gaya yang ditumpu silinderbucket, dengan persamaan :
(Fb +Fm) . BX = Fsb. aa1...(3.4)
tanah
1
a
b
F +Fm
Fsb
D H
A B
C I
J a
Dengan persamaan tersebut akan diperoleh gaya yang ditumpu silinder
bucket:
sb
F = (Fb +Fm) . BX . ] /aa1
sb
F = [(6309,22 + 13485,78) . 1500] / 300
sb
F = 98975 Kg
Gaya tersebut akan ditumpu dua silinderbucketsehingga masing – masing silinder akan menumpu beban sebesar 49487,5 Kg. Menggunakan persamaan 3.3 perhitungan diameter kepala piston diperoleh sebesar :
49487,5 = 326
4
2
d SB d = 4 326 5 , 49487 SB
d = 13,90 cm = 139 mm
Dengan panjang langkah piston (stroke) (L) ditentukan 1899 mm, maka volume minyak yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan persamaan :
V = A . L...(3.5) A = ( /4) . d 2
Menggunakan persamaan 3.5 perhitungan volume minyak yang dibutuhkan dapat diperoleh yaitu :
V = [ (/4) . dSB 2] . L V = [( /4) . 1392
Pada saat tekanan maksimal (p=326 Kg /cm2) aliran minyak dari pompa a
Q = 472 liter / menit. Sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mengisi silinder adalah : a Q = t V 60 ...(3.6)
Menggunakan persamaan 3.6 waktu yang dubutuhkan untuk mengisi silinder diperoleh yaitu :
472 =
t 28,8 60
t = 3,66 detik Kecepatan batang piston :
t L v ...(3.7) = 66 , 3 9 , 189
= 51,88 cm /detik = 0,51 m / detik
Daya yang diperlukan piston pada saat aliran minyak maksimal Qa = 472 liter / menit:
P = 455 p a Q ...(3.8) P = 455 326 472
3.3.4 Perhitungan Batang Piston
Momen yang ditimbulkan pada saat melakukan penetrasi lebih kecil bila dibandingkan dengan momen yang ditimbulkan saat bucketterisi penuh material. Momen yang ditimbulkan berat bucket dan material batu kapur 98975 Kg, direncanakan menggunakan dua silinder maka setiap silinder menumpu 49487,5 Kg, dengan menganggap batang piston dengan panjang 1899 mm dapat mengalami gaya aksial yang menyebabkan tekukan, maka dihitung besarnya diameter batang piston agar mampu menahan gaya kritis yang ditimbulkan beban tersebut, dengan menggunakan persamaan :
K 2 2 S . I . E . K L
F ...(3.9)
Keterangan :
F = gaya kritis (Kg)
E = modulus elastisitas ( Kg/cm2 ) untuk bahan baja (E = 2,1 .106 ) I = momen inersia penampang ( batang bulat I = 4
64d
)
K
L panjang tekuk bebas
K
L n . L ; dengan :
- n = konstanta (n =1 untuk hubungan sendi) - L = Panjang batang (cm)
K
S angka keamanan nilainya 3-6
49487,5 Kg =
d =
6 3
2
10 2,1
64 3 189,9 9487,5
4 4
d = 8,5 cm = 85 mm
3.4 PerancanganArm
Stick untuk menambah jangkauan penggalian yang terpasang pada ujung
boomdan ujung lain terpasang denganbucket. Arm merupakan bagian yang akan dirancang setelah bucket, sebab perancangan arm didasarkan pada gaya yang ditimbulkan oleh bucket. Arm juga digerakan menggunakan sistem hidrolik. Besarnya gaya yang ditopang silinder arm pada saat bucket terisi material, besarnya tergantung pada beratbucket, dan berat material. Dengan demikian dapat diperoleh momen yang ditimbulkan.
Gambar 3.5. Rencana BentukArm
3.4.1 Perhitungan SilinderArm Saat Penetrasi
Gambar 3.2, gaya yang ditimbulkan saat penetrasi ditahan silinder arm
dapat diperoleh dengan persamaan 3.10 :
p
F . AD = Fss . Hd...(3.10) dari persamaan 3.10 diperoleh Fss :
ss
F = ( Fp . AD ) / Hd
ss
F = ( 1576 . 9800 ) / 670
ss
F = 23051,9403 Kg
Perhitungan tersebut menunjukan besarnya gaya minimal yang harus disediakan silinder bucket untuk melakukan penetrasi, direncanakan digunakan dua silinder bucket, sehingga setiap silinder akan menumpu gaya sebasar 11525,97015 Kg. Sehingga besarnya diameter kepala piston yang menumpu gaya tersebut dapat diperoleh dengan persamaan 3.3 yaitu :
11525,97015 = 326
4
2
d ss d = 4 326 97015 , 11525 ss
d = 6,71 cm = 67,1 mm
3.4.2 Perhitungan SilinderArm SaatBucketBermuatan
menimbulkan momen lebih besar jika dibandingkan saat penetrasi, sehingga harus dihitung ulang besar diameter kepala piston yang di gunakan. Secara sederhana gaya – gaya dapat dilihat pada Gambar 3.6
Gaya yang disebabkan berat bucket dan berat material diasumsikan terpusat pada X, sehingga dapat dihitung besar gaya yang ditopang silinder arm
dengan persamaan 3.11 :
(Fb +Fm) . Dd = Fss . Dc...(3.11)
Gambar 3.6. Gaya yang dialami silinderarm saatbucketbermuatan
a
B
A
C
G
D
H
J
I
c
b
F
+
Fmd
1
a
ss
F
sb F
Dengan persamaan 3.11, maka gaya yang ditumpu silinderarm(Fss) :
ss
F = [(Fb +Fm) . Dd] / Dc
ss
F = [(6309,22 + 13485,78) . 3900] / 750
ss
F = (19795 . 3900 ) / 750
ss
F = 102934 Kg
Gaya tersebut akan ditumpu dua silinder arm sehingga masing – masing silinder menumpu beban sebesar 51467 Kg. Untuk menyediakan gaya tersebut dibutuhkan perhitungan diameter kepala piston, perhitungan tersebut menggunakan persamaan 3.3 yaitu :
51467 = 326
4
2
d ss d = 4 326 51467 ss
d = 14 cm = 140 mm
Dengan panjang langkah piston (stroke) (L) ditentukan 2120 mm, maka volume minyak yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan persamaan 3.5 :
V = [( /4) . 1402] . 2120 V = 33,4 liter
Pada saat tekanan maksimal (p=326 Kg /cm2) aliran minyak dari pompa a
472 = t
33,4 60
t = 4,2 detik
Kecepatan batang piston persaman 3.7:
4,2 212
v
= 50,47cm /detik = 0,504 m / detik
3.4.3 Perhitungan Batang Piston
Momen yang ditimbulkan pada saat melakukan penetrasi lebih kecil bila dibandingkan dengan momen yang ditimbulkan saat bucketterisi penuh material. Momen yang ditimbulkan berat bucket dan material batu kapur 102934 Kg, direncanakan menggunakan dua silinder maka setiap silinder menumpu 51467 Kg, dengan menganggap batang piston dengan panjang 2120 mm dapat mengalami gaya aksial yang menyebabkan tekukan, maka dihitung besarnya diameter batang piston agar mampu menahan gaya kritis yang ditimbulkan beban tersebut, dengan menggunakan persamaan 3.9 :
51467 Kg =
3 . 212 64 . ) 10 (2.1 . 2 4 6 2 d
d = 3 6
2 10 2,1 64 3 212 1467 5 4
3.5 Perancangan LenganBoom
Boom merupakan lengan yang dirancang dan direncanakan seperti pada Gambar 3.9. Lengan boom merupakan peralatan kerja terpasang dengan arm dan bagian ujung boom lain terpasang pada excavator. Dengan demikian boom
menerima gaya dari berat material, dan bucket. Gaya dari material dan berat
bucket akan menyebabkan momen yang diterima silinder boom menjadi lebih besar.
3.5.1 Perhitungan SilinderBoomSaat Penetrasi
Masih mengacu saat melakukan penetrasi Gambar 3.3 perhitungan diameter silinderboomdapat diperoleh, momen yang diterima silinderboom yang disebabkan gaya penetrasi dapat dicari dengan persamaan 3.12 :
P
F . A1F= Fsbm . FE1...(3.12) Dari persamaan 3.12 diperoleh gaya yang diterima silinderboom(Fsbm) adalah :
sbm
F = (Fp . A1F) / FE1
sbm
F = (1576. 20600) / 1700
sbm
Gambar 3.7. Perencanaan lenganboom
Gaya minimal yang disediakan silinder boom agar dapat melakukan penetrasi sebesar 19097 Kg. Direncanakan gaya tersebut akan ditumpu dengan dua silinder, sehingga setiap silinder akan menopang gaya sebesar 9549 Kg. Untuk menyediakan gaya tersebut diameter minimal kepala piston yang digunakan dapat diperoleh menggunakan persamaan 3.3 :
9549 = 326
4
2
d
sbm
d =
4 326
9549
= 6,10 cm = 61,0 mm
3.5.2 Perhitungan SilinderBoomSaatBucketBermuatan
Gambar 3.8. Gaya yang dialami silinderboomsaatbucketbermuatan
Gaya yang disebabkan berat bucket dan berat material diasumsikan terpusat pada X, sehingga dapat dihitung besar gaya yang ditopang silinder arm
dengan persamaan 3.13 :
(Fb +Fm) . bF=
F
sbm . EF...(3.13) Dengan persamaan 3.13, maka gaya yang ditumpu silinderboom(F
sbm) :B
A
C
G
D
F
E
H
J
I
b
F
+
Fmss
F
sbm
F
b
sbm
F
= [(Fb +Fm) . bF] / EFsbm
F
= [(6310 + 13485) . 14700] / 1500sbm
F
= 193991 KgGaya tersebut akan ditumpu dua silinder arm sehingga masing – masing silinder menumpu beban sebesar 96995,5 Kg. Untuk mengatsai gaya tersebut dibutuhkan perhitungan diameter kepala piston, perhitungan diameter kepala piston dapat digunakan persamaan 3.3 adalah :
96995,5 = 326
4
2
d sbm d = 4 326 5 , 96995 sbm
d = 19cm = 190 mm
Dengan panjang langkah piston (stroke) (L) ditentukan 2650 mm, maka volume minyak yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan persamaan 3.5 :
V = [( /4) . 1902] . 2650 V = 75 liter
Pada saat tekanan maksimal (p=326 Kg / 2
cm ) aliran minyak dari pompa a
Q = 472 liter / menit. Sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mengisi silinder diperoleh dengan persamaan 3.6 adalah :
472 =
t 75 60
Kecepatan batang piston persamaan 3.7 :
9 265
v
= 29 cm /detik = 0,29 m / detik
3.5.3 Perhitungan Batang Piston
Momen yang ditimbulkan pada saat melakukan penetrasi lebih kecil bila dibandingkan dengan momen yang ditimbulkan saat bucketterisi penuh material. Momen yang ditimbulkan berat bucket dan material tanah 193991 Kg, direncanakan menggunakan dua silinder maka setiap silinder menumpu 96995,5 Kg, dengan menganggap batang piston dengan panjang 2650 mm dapat mengalami gaya aksial yang menyebabkan tekukan, maka dihitung besarnya diameter batang piston agar mampu menahan gaya kritis yang ditimbulkan gaya tersebut, dengan menggunakan persamaan 3.9 :
96995,5 Kg =
3 . 217 64 . ) 10 (2.1 . 2 4 6 2 d d = 6 3 2 10 2,1 64 3 265 6995,5 9 4
d = 11,90 cm = 119 mm
3.6 Fluida Hydraulic
1. Sebagai pemindah (penerus) daya
2. Pelumas pada bagian-bagian yang bergesekan
3. Pengisi calah (seal) jarak antara dua bidang yang bergesekan 4. Sebagai pendingin (penyerap) panas
Dalam memilih jenis olie perlu diperhatikan kekentalannya (viskositas). Fluida hydraulic yang viskositasnya terlalu rendahakan lebih mudah mengalir daripada fluida yang kental. Kekentalan adalah tahanan yang diberikan fluida untuk mengalir, karena itu untuk fluida ynag terlalu kental akan memnambah dan menyebabkan adanya kehilangan daya. Sebaliknya bila terlalu encer juga akan menyebabkan keausan yang lebih cepat pada bagian yang dilewati.
Pada perencanaan sistem hydraulic,fluida kerja yang digunakan adalah ISO VG 32 yang mempunyai suhu antara 20˚ C sampai 90˚ C. Yanag pada suhu 40˚ C mempunyai viskositas angka kinematis VG 32 adalah 32cst (viskositas kinematis) (Sugi Hartono 1988, hal.43)
3.7 Tekanan Kerja Cylinder Hydraulic
Teakanan kerja yang terjadi pada cylinder hydraulic dihitung dengan persamaan 3.8. (Sugi Hartono, 1988, hal 24)
=
Keterangan :
P = Tekanan (kg/ mm2)
Dari perhitungan diperoleh gaya yang dibutuhkan untuk menggerakkan lengan antara lain :
F1 = Gaya pada hydraulic bucket = 49487,5 Kg
F2 = Gaya pada hydraulic arm = 51467 Kg
F3 = Gaya pada hydraulic boom = 96995,5 Kg
Diameter dalam cylinder piston yang direncanakan : D1 = 140 mm pada hydraulic bucket
D2 = 142 mm pada hydraulic arm D3 = 191 mm pada hydraulic boom Maka :
3.7.1 Tekanan kerja pada cylinder hydraulic bucket :
=
= . 2
= .1402
= 15386 mm2
P = ,
3.7.2 Tekanan kerja pada cylinder hydraulic arm :
=
= . 2
= .1422
= 15828,74 mm2 P =
.
= 3,251 kg / mm2
3.7.3 Tekanan kerja pada cylinder hydraulic boom :
=
= . 2
= . 1912 = 28637,58 mm2
P = ,
,
= 3,387 kg / mm2 Maka :
Tekanan kerja total :
P Total = (3,216 + 3,251 + 3,387) = 9,854 kg / mm2
Direncanakan tekanan kerja fluida : P = 200 Bar
= 200 x 105N / mm2
Sehingga gaya untuk masing-masing hydraulic seperti dalam persamaan 3.9 : FA = P.A.Thm
FB = P. 0,785.(D2-d2).Thm
Dimana :
FA = Gaya untuk langkah maju FB = Gaya untuk langkah mundur
D = Diameter dalam untuk cylinder hydraulic d = Diameter batang torak
Thm= Efisiensi hidrodinamis = 0,98 %
P = Tekanan kerja
Hydraulic bucket :
FA = (200 x 105) x 0.785 x (0, 140)2x 0,98 = 301565,6 N
FB = (200 x 105) x 0.785 x[(0,140) −(0,64) ] x 0,98 = 7726594,4 N
Hydraulic arm :
FB = (200 x 105) x 0.785 x[(0,142) −(0,145) ] x 0,98 = 13247,346 N
Hydraulic boom :
FA = (200 x 105) x 0.785 x (0, 191)2x 0,98 = 561296,66 N
FB = (200 x 105) x 0.785 x[(0,191) −(0,67) ] x 0,98 = 6345478,73 N
3.8 Penentuan tebal dinding cylinder :
Tebal dinding cylinder hydraulic harus mampu menekan tekanan kerja fluida dengan persamaaan 4 (R.S. Kurni, 1982, hal 184)
t =
−
Do = D+2.t Dimana :
D = Diameter cylinder dalam Do = Diameter cylinder luar
= Tegangan ijin bahan t = tebal dinding cylinder
Bahan cylinder diameter baja karbon kontruksi mesin S30 C, dengan Kekuatan tarik =48 kg / mm
Kekerasan HB= 137-147 HB
Sehingga tekanan ijin bahan :
=
= 8 Kg / mm2
3.8.1 Tebal dinding cylinder hydraulic bucket :
t =
−
1
= ,
,
−
1
= 57,33 mm≈57 mm
Diameter luar cylinder bucket : Do = D + 2t
= 140 + 2 x 57,33 = 254,66 mm≈255 mm
Maka diameter luar cylinder bucket yang dipakai 255 mm
3.8.2 Tebal dinding cylinder hydraulic arm :
t =
−
1
= ,
,
−
1
Diameter luar cylinder arm : Do = D + 2t
= 142 + 2 x 59,214 = 260,42 mm≈260 mm
Maka diameter luar cylinder arm yang dipakai 260 mm
3.8.3 Tebal dinding cylinder hydraulic boom :
t =
−
1
= ,
,
−
1
= 85,472 mm≈85 mm Diameter luar cylinder boom : Do = D + 2t
= 191 + 2 x 85,472 =361,944 mm≈362 mm
BAB IV
PERAWATAN
4.1. Perawatan padaattachment
Perawatan pada khususnya sangat diperlukan segala jenis alat–alat berat, hal ini untuk menjaga keawetan umur pakai pada alat-alat berat sehingga dapat dipergunakan dalam jangaka waktu yang lama. Dalam pemilihan cara perawatan sangat perlu diperhatikan konstruksi dan kondisi kerja. Tempat pelumasan, dan lokasi, juga cara pelumasan harus direncanakan atas dasar pengalaman.
4.2 Perawatan padacylinder hydraulic
BAB V
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Dari perhitungan diameter dan batang piston, silinderbucket,silinderstick,
silinderboomsaatbucketbermuatan batu kapur dapat disimpulkan :
a. Bucket:
1. Diameter kepala piston silinder : 139 mm 2. Diameter batang piston : 85 mm
3. Diameter dalamcylinder hydraulic :140 mm 4. Tebal dindingcylinder hydraulic: 57,33 mm 5. Diameter luarcylinder hydraulic: 255 mm
b. Arm:
1. Diameter kepala piston silinder : 140 mm 2. Diameter batang piston : 104 mm
c. Boom:
1. Diameter kepala piston silinder : 190 mm 2. Diameter batang piston : 119 mm
3. Diameter dalam cylinder hydraulic : 191 mm 4. Tebal dinding cylinder hydraulic : 85,472 mm 5. Diameter luar cylinder bucket : 362 mm
4.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
Brosur dan leaflet dari produsen Alat-alat Berat : Komatsu, Liebherr, Caterpillar.
Ferry Irawan, 1997, Perlengkapan kerja backhoe setara dengan PC 200 LC-6 _____,2004,Pedoman Penulisan Skripsi, Universitas Sanata Dharma,
Yogyakarta.
R.S. Kurni, 1982, A Text Book of Machine Design, Eurasia Publishing House, LTD, New Delhi.
Rochmanhadi,1987,Alat-alat Berat dan Penggunaannya,Badan Penerbit Pekerjaan Umum
350
500
700
2675
2400 75
2400
2600
150
220
SKALA : 1 : 50 SATUAN : mm TANGGAL : 7 - 6 - 2010
DIGAMBAR :HARI PRASETYO NIM : 045214033
DIPERIKSA : WIBOWO K S.T, M.T.
A4
FAKULTAS SAINS & TEKNOLOGIUSD
KETERANGAN
945
150 245
945
445
280
150
250 250
SKALA : 1 : 70 SATUAN : mm TANGGAL : 7 - 6 - 2010
DIGAMBAR :HARI PRASETYO NIM : 045214033
DIPERIKSA : WIBOWO K S.T, M.T.
A4
FAKULTAS SAINS & TEKNOLOGIUSD
KETERANGAN
9200
1200 350
900
300
200
300
SKALA : 1 : 100 SATUAN : mm TANGGAL : 7 - 6 - 2010
DIGAMBAR :HARI PRASETYO NIM : 045214033
DIPERIKSA : WIBOWO K S.T, M.T.
A4
FAKULTAS SAINS & TEKNOLOGIUSD
KETERANGAN
300 300 255
150
R150
1900
495 200
SKALA : 1 : 30 SATUAN : mm TANGGAL : 1 - 8 - 2010
DIGAMBAR :HARI PRASETYO NIM : 045214033
DIPERIKSA : WIBOWO K S.T, M.T.
A4
FAKULTAS SAINS & TEKNOLOGIUSD
KETERANGAN
300 300 260
150
1900 350
SKALA : 1 : 30 SATUAN : mm TANGGAL : 1 - 8 - 2010
DIGAMBAR :HARI PRASETYO NIM : 045214033
DIPERIKSA : WIBOWO K S.T, M.T.
A4
FAKULTAS SAINS & TEKNOLOGIUSD
KETERANGAN
300 362
150
R150
2100 500
SKALA : 1 : 30 SATUAN : mm TANGGAL : 1 - 8 - 2010
DIGAMBAR :HARI PRASETYO NIM : 045214033
DIPERIKSA : WIBOWO K S.T, M.T.
A4
FAKULTAS SAINS & TEKNOLOGIUSD