.
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )
JI. Ir. H. Juanda 36, Jakarta 10120 Indonesia Telepon : (021) 345 8400 Fax : (021) 345 8500
Email : [email protected] Website : http://www.bnpb.go.id
LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Selasa, 24 November 2009
Hari Senin, 23 November 2009 pukul 08.00 WIB hingga hari Selasa, 24 November 2009 pukul 08.00 WIB, dilaporkan informasi kejadian alam dan bencana di wilayah Indonesia yang diperoleh Pusdalops BNPB sebagai berikut :
I. Gempa Bumi di Raba Provinsi NTB A. Kejadian
1. Jenis Kejadian : Gempa Bumi Tektonik
2. Waktu Kejadian : Senin, 09 November 2009 pukul 02:41:46 WIB 3. Lokasi Kejadian : Kota Bima dan Kab. Bima, Provinsi NTB.
4. Pusat Gempa : Gempa berkekuatan 6,7 SR dengan pusat gempa di kedalaman 25 Km pada koordinat 8.24 LS–118.19 BT (28 km Barat Laut Raba - Nusa Tenggara Barat). Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
2
B. Kondisi MutakhirNo. bencana Lokasi
Dampak Korban
Kerusakan
Rumah Sekolah Kantor T. Ibadah
MD LB LR RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR
1. Kota Bima 2 3 - 491 679 3.020 2 15 - 2 15 14 4 26 1
2. Kab. Bima - - - 756 - 1.208 11 - 3 5 - 8 4 - 6
Jumlah 2 3 - 1.247 679 4.228 13 15 3 7 15 22 8 26 7
No. bencana Lokasi
Dampak Kerusakan
Puskesmas Pertokoan Jl. Raya Jembatan P.airan
RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR
1. Kota Bima - - 1 7 - - - - 7 - -
2. Kab. Bima 2 - - - - - Km 37 - Km38 6 - - 8 - -
Jumlah 2 - 1 7 - - 6 - - 15 - -
Sumber : Posko Terpadu Tanggap Darurat Kota/ Kab. Bima
C. Upaya Penanganan
1. Hari Rabu tanggal 18 November 2009, Kota Bima telah melakukan evaluasi dan pembuatan laporan hasil kegiatan akhir masa tanggap darurat selama 7 ( tujuh) hari dan untuk Kab. Bima mendistribusikan beras masing-masing 1 ton untuk kec. Ambalawi, Bolo dan Soromandi dari DWP Kab. Bima, mendistribusikan sarden 15 dos untuk Kec. Ambalawi dan Soromandi dari Dinas Sosial Kab.Bima serta melanjutkan pendirian tenda darurat 3 lokal untuk SDN Nipa, SMA 1 Ambalawi dan Puskesmas Ambalawi, SSK bantuan sebanyak 225 orang terdiri dari kodim 1608/Bima 100 orang, Polres Bima 50 orang dan Polresta Bima 75 orang.
2. Tanggal 14 Nov 2009 bantuan yang sudah didistribusikan untuk Kota Bima berupa uang tunai Rp. 370.000.000,- ( BNPB Rp. 100.000.000,- ; Pemkot Bima Rp. 50.000.000,- ; Gubernur NTB ; Rp. 200.000.000,- dan Bank NTB Rp. 20.000.000,- ), sembako sebanyak 4.380 paket, terpal 82 lembar, selimut 54 lembar, tikar 163 lembar, batik 21 lembar.
3. Untuk Kab. Bima berupa uang Rp. 430.000.000,- ( BNPB Rp. 100.000.000,- ; Gubernur NTB Rp. 300.000.000,- ;dan Bank NTB Rp. 30.000.000,-) ; 1. Kecamatan Ambalawi berupa : beras 5,2 ton, mie instan 478 dos, minyak goreng 120 dos, gula pasir 300 kg, semen 10 zak, terpal 96 lembar, sarden 34 dos, saos/kecap 6 dos, susu 50 kg, air mineral 145 dos dan kantong plastik 10 pc. 2. Kecamatan Soromadi berupa : beras 2.075 kg, mie instan 330 dos, minyak goreng 20 dos, sarden 19 dos, selimut 29 lembar, terpal 20 lembar, gula pasir 150 kg dan kantong plastik 10 pc. 3. Kecamatan Bolo berupa : beras 1 ton, mie instan 100 dos.
4. BNPB telah mengerahkan Tim Tanggap Darurat yang terdiri dari petugas Departamen Sosial, Departemen Kesehatan, Departemen Pekerjaan Umum dan Departemen Dalam Negeri telah tiba di kota Bima, untuk melakukan assesment/kajian secara cepat agar lebih fokus dalam penanganan.
5. BNPB memberikan santunan kepada korban meninggal dunia masing – masing @ Rp. 2,5 juta. 6. Untuk korban luka berat 3 orang di rawat inap dan 1 orang dirujuk ke RSU Mataram.
7. Posko BNPB terus memantau perkembangan dampak dan operasi penanganan bencana.
D. Kebutuhan Mendesak
1. Kota Bima: membutuhkan 4 unit tenda pleton dan 70 unit tenda gulung. 2. Kab. Bima : membutuhkan 10 unit tenda pleton dan 100 unit tenda gulung. Sumber : Posko Terpadu Tanggap Darurat Kota/ Kab. Bima
II. Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan A. Kondisi Terkini
1. Hari Senin, 23 November 2009 posko BNPB menerima data informasi adanya titik panas/hotspot yang ada di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Berikut adalah data hotspot / titik panas dan kondisi cuaca secara umum :
Daerah Jumlah Hot Spot*) Kondisi Cuaca**)
SUMATERA
Sumatera Utara - Hujan Ringan
Riau - Hujan Sedang
Jambi 1 Hujan Ringan
Sumatera Selatan - Hujan Ringan
KALIMANTAN
Kalimantan Barat 1 Hujan Sedang
Kalimantan Selatan 1 Hujan Ringan
Kalimantan Tengah - Hujan Ringan
Kalimantan Timur - Hujan Ringan
*) Sumber: Dep. Kehutanan (Satelit NOAA-18)
**) Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
2. Jarak pandang (visibility) pada hari Senin, 23 November 2009 di beberapa kota di Sumatera dan Kalimantan dilaporkan sebagai berikut:
Nama Kota 07:00 10:00 13:00 16.00 SUMATERA Medan 12.000 m 10.000 m 12.000 m 10.000 m Pekanbaru 7.000 m 10.000 m 10.000 m 10.000 m Jambi 2.000 m 11.000 m 12.000 m 12.000 m Palembang 4.000 m 10.000 m 10.000 m 10.000 m KALIMANTAN Pontianak 5.000 m 10.000 m 10.000 m 10.000 m Banjarmasin 8.000 m 8.000 m 6.000 m 9.000 m Palangkaraya 8.000 m 9.000 m 4.000 m 5.000 m Samarinda 10.000 m 10.000 m 10.000 m 10.000 m
Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
3. Ditinjau dari aspek meteorologi pada tanggal 23 – 25 November 2009, wilayah Sumatera dan Kalimantan diperkirakan mempunyai :
a.
Potensi kebakaran Tinggi terdapat di wilayah Sumut, Riau, Sumbar, Jambi, Sumsel, Babel, Lampung, Kaltim, Kalteng dan Kalsel.b.
Potensi kebakaran dengan peluang Sangat Tinggi terdapat di Sumut, Jambi, Babel dan Sumsel sedangkan di wilayah Kalimantan terdapat di Kalteng dan Kaltim.c.
Prakiraan penjalaran asap sampai dengan tanggal 24 November 2009 pukul 01.00 WIB, di wilayah Riau arahnya menuju Timur Laut – Tenggara sampai ke Riau dan Jambi dan di wilayah Sumsel arahnya menuju Utara – Timur Laut sampai ke Sumsel bagian Timur. Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan GeofisikaB. Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan
1. Sampai saat ini Tim BNPB tetap berkoordinasi dengan Dep. Kehutanan, LAPAN dan BMKG, BKSDA, Kepala Bandara, TNI AU, BLHD, dan BPPT untuk memantau perkembangan titik panas (hotspot) serta jarak pandang (visibility) setiap hari serta evaluasi rutin terhadap upaya perkembangan TMC yang dilaksanakan sejak tanggal 15 Agustus 2009.
2. Secara umum, Satlak PB, Satkorlak PB, Manggala Agni Dinas Kehutanan, TNI, Kepolisian dan instansi/sektor terkait tetap menyiagakan petugas untuk memantau perkembangan kondisi titik panas yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
4
untuk menyiagakan sumberdaya yang cukup untuk melakukan tindakan pemadaman dini dan pemadaman terpadu apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
4. Dinas Kehutanan Prov. Riau menyiagakan 60 personil untuk melakukan pemadaman api. 5. Kodam V Tanjungpura menyiagakan pasukannya guna membantu upaya Pemerintah Daerah
memadamkan kebakaran lahan gambut dan pekarangan yang terjadi di Propinsi Kalimantan Tengah. 6 Kodim yang berada di Kabupaten Waringin Timur, Waringin Barat, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Barito selatan, Barito Utara dan Palangkaraya disiagakan sebanyak 1 pleton yang terdiri dari 30 prajurit TNI. Sebagai Komandan Penanganan Darurat adalah Komandan Korem, dan poskonya terdapat di Bandara Cilik Riwut.
6. Dinas Kehutanan, TNI, POLRI dan Kantor SARNAS Prov. Kalimantan Barat telah melakukan upaya antara lain :
- Meningkatkan kegiatan deteksi dini dan menyebarluaskan informasi dari hasil deteksi dini berupa hotspot (titik panas) ke Kabupaten agar dapat diambil tindakan yang cepat dalam upaya pengendalian, yakni berupa pemadaman dini (anitial attack).
- Menghimbau kepada para pemegang HPH/HPHTI, agar meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi musim kemarau, berupa mengintensifkan pengawasan/patroli dalam wilayah kerja, penyuluhan serta mensiagakan sarana dan prasarana agar siap dapat dimobilisasi apabila terjadi kebakaran.
- Melakukan penyuluhan dengan memberikan himbauan dengan pemasangan spanduk di Kecamatan Rasau Jaya, Ambawang dan Sei Raya serta mengintensifkan pengawasan/potroli.
- Kasi Ops REM 121 ABW, menyiagakan personil sebanyak 1 SSK untuk membantu Operasi Lapangan dalam rangka pemadaman api.
- Kasi Reskrim Polda Kalimantan Barat menyiagakan 1 unit Helikopter untuk melakukan pemantauan lokasi kebakaran dan hotspot / titik panas
- Kantor SARNAS Pontianak menyiagakan Tim Rescue SAR sebanyak 42 orang yang tersebar di Pos Sintete Kab. Sambas, Pos Kab. Ketapang, dan shelter SAR Pontianak. 7. Satkorlak PB Prov. Kalimantan Tengah telah mendirikan posko-posko Pasukan
Penanggulangan Asap antara lain ; Posko Satkorlak (Bandara Cilik Riwut), Posko Satlak (14 Kabupaten dan Kota), Posko TNI-AU (Pangkalan Bun), Posko Pemda (Palangkaraya), Adpel (Bahaur, Sampit dan Kumai), Pos AL (Sampit dan Kumai), Kodim TNI-AD (tersebar di 14 Kabupaten dan Kota), Yonif 631/Atg TNI-AD (masing-masing 1 SSK di Palangkaraya, Sampit dan Muara Teweh), Polri (tersebar di 14 Kabupaten dan Kota), Airud (masing-masing 1 tim di Bahaur, Teluk Sampit dan Kumai), Manggala Agni (6 regu di Palangkaraya, 2 regu di K. Kapuas, 1 regu di P. Pisau dan 1 regu di Sampit), Tim Serbu (2 regu di Pangkalan Bun, 2 regu di Muara Teweh, 20 regu di Palangkaraya dan 5 regu di P. Pisau).
Sumber : Gubernur Prov. Kalbar, Dep. Kehutanan, Dishut Prov. Kalbar, Badan LH Kalteng dan Meneg LH.
III. Aktivitas Gunung Api di Wilayah Indonesia
Saat ini ada 3 (tiga) gunung api yang masih dinyatakan dalam status “Siaga” (Level III) yaitu :
A. Status Gunung Berapi
1. Gunung Api Karangetang di Kab. Sitaro, Prov. Sulawesi Utara
Sejak tanggal 9 Juni 2009. Walaupun terjadi peningkatan aktifitas hingga hari Minggu, 22 November 2009, pukul 06.00 WITA status kegiatan G. Api Karangetang masih dalam keadaan tetap ”Siaga” (Level III).
2. Gunung Api Ibu di Kab. Halmahera Barat, Prov. Maluku Utara
Sejak tanggal 5 Agustus 2009 hingga hari Minggu, 22 November 2009, pukul 06.00 WIT status kegiatan G. Api Ibu masih dalam keadaan tetap ”Siaga” (Level III).
3. Gunung Api Talang di Kab. Solok, Prov. Sumatera Barat
Sejak tanggal 17 Agustus 2009 hingga hari Minggu, 22 November 2009, pukul 06.00 WIB status kegiatan G. Api Talang masih dalam keadaan tetap ”Siaga” (Level III).
B. Rekomendasi
1. Masyarakat diharapkan tidak mendaki dan mendekati pulau G. Ibu, G. Karangetang dan G. Talang dalam radius 2 km dari kawah gunung.
2. Masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan masker (penutup hidung) untuk mengantisipasi dampak hujan abu.
3. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) selalu berkoordinasi dengan BNPB, Satkorlak dan Satlak PB setempat untuk memantau perkembangan kegiatan gunung
api tersebut.
Sumber : Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
IV. Prakiraan Cuaca Wilayah JABODETABEK
Data informasi prakiraan cuaca wilayah JABODETABEK hari Selasa, 24 November 2009 dilaporkan sebagai berikut :
NO LOKASI Pagi C U A C A
(00.05 – 12.00) (12.05 – 18.00) Siang (18.05 – 24.00) Malam
1 Jakarta Pusat Berawan Berawan dan hujan ringan Berawan 2 Jakarta Utara Berawan Berawan Berawan dan hujan ringan 3 Jakarta Selatan Berawan Berawan dan hujan ringan Berawan dan hujan ringan
4 Jakarta Timur Berawan Berawan dan hujan ringan Berawan 5 Jakarta Barat Berawan Berawan dan hujan ringan Berawan dan hujan ringan 6 Jakarta
Kep.Seribu Berawan Berawan
Berawan dan hujan ringan 7 Bogor Berawan Berawan dan hujan ringan - sedang Berawan dan hujan ringan
8 Tangerang Berawan Berawan dan hujan ringan Berawan dan hujan ringan
9 Bekasi Berawan Berawan dan hujan ringan Berawan 10 Depok Berawan Berawan dan hujan ringan - sedang Berawan dan hujan ringan
Keterangan :
- Hujan Ringan : 1.0 – 5.0 mm/jam 5 – 20 mm/hari - Hujan Sedang : 5.0 – 10 mm/jam 20 – 50 mm/hari - Hujan Lebat : 10 – 20 mm/jam 50 – 100 mm/hari - Hujan Sangat Lebat : > 20 mm/jam > 100 mm/hari
Peringatan Dini: Waspada potensi hujan sedang - lebat yang disertai kilat/petir dan angin
kencang berdurasi singkat terutama di wilayah Depok dan Bogor. Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
V. Prakiraan Gelombang Tinggi
Prakiraan gelombang tinggi berlaku hari Senin, 23 November 2009 pukul 07.00 WIB hingga pukul
19.00 WIB, sebagai berikut :
• 2.0 – 3.0 m : Perairan utara Aceh, Perairan barat Sumatera, Selat Sunda bagian selatan,
Perairan selatan Jawa, Perairan Kep. Riau, Selat Karimata, Laut Halmahera bagian utara, Perairan Kep. Sangihe Talau.
• 3.0 – 4.0 m : Perairan Kep. Natuna, dan Anambas, Samudera Pasifik Timur Philipina. • 4.0 – 5.0 m : Laut Cina Selatan.
Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
VI. Lain-lain
¾Tanah Longsor di Kab. Purworejo, Prop. Jawa Tengah
Telah terjadi bencana Tanah Longor pada hari Jumat, 20 November 2009 pukul 17.00 WIB di Desa Cepedak dan Desa Giyombong, Kec. Bruno Kab. Purworejo, Prop. Jawa Tengah yang disebabkan oleh curah hujan tinggi. Tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut namun 8 rumah Roboh, 5 rumah Rusak Berat dan 13 rumah Rusak Ringan. Kodim 0708 telah mengerahkan anggota untuk membantu evakuasi korban dan membersihkan puing-puing akibat tanah longsor.
6
¾Tanah Longsor di Kab. Tulungagung, Prop. Jawa TimurTelah terjadi bencana Tanah Longor pada hari Sabtu, 21 November 2009 pukul 23.00 WIB di Dusun Turi, Desa Geger, Kec. Sendang, Kab. Tulungagung, Prop. Jawa Timur yang disebabkan oleh curah hujan tinggi. Akibat bencana tersebut 2 orang meninggal dunia, 1 orang kritis dan 1 rumah Rusak Berat. Kodim 0807 / Tulungagung telah mengerahkan 20 anggota untuk membantu evakuasi korban dan membersihkan puing-puing akibat tanah longsor. Unsur muspida, Muspika serta Satlak PB Kab. Tulungagung, telah meninjau lokasi kejadian dan hingga saat ini terdapat personil evakuasi yang terdiri dari TNI, POLRI, SAR, Tagana dan warga maasyarakat.
Sumber : Kodim 0708 / Purworejo
¾Kapal Motor Tenggelam
Hari Minggu, 22 November 2009 pukul 09.30 WIB, telah terjadi peristiwa Kapal Motor Dumai Ekspres 10 tenggelam di Perairan Tanjung Balai Karimun Kepulauan Riau karena cuaca buruk dan gelombang laut. Kapal tersebut bermanifest 242 orang dengan rincian 213 penumpang dewasa dan 15 anak-anak dan 14 orang ABK. Hingga saat ini korban meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut mencapai 27 orang yang telah dievakuasi di RSUD Tanjung Balai untuk keperluan identifikasi dan penumpang selamat yang telah berhasil dievakuasi mencapai 255 orang. Tim pencari/evakuasi yang telah melakukan upaya pencarian antara lain dari SAR Tanjung Pinang, Kapal TNI AL, Kapal KPLP, Polai, Tim pencari dari Bea Cukai dan Kapal Feri Miko Natalia-Baruna Purnama-Dumai Express 1 dan 5.
Sumber : Kodim 0303/ Dumai
Pengawas,
Dr. Manaor FL Napitupulu, DTM &H, M.Sc.
Jakarta, 24 November 2009 Ketua Kelompok Piket,