▸ Baca selengkapnya: bagaimana alur cerpen sepasang sepatu tua
(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ANALISIS ALUR, LATAR, TEMA, DAN TOKOH CERPEN “MILANA” KARYA BERNARD BATUBARA. SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Oleh : Ryan Pamula Sari NIM: 121224062. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018 i.(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. SKRIPSI ANALISIS TOKOH, LATAR, ALU& DAN TEMA CERPEN OMILANAOKARYA BERNARD BATUBARA. Disusun oleh:. Ryan Pamula Sari NlM.z121224$62. Telah disetuiui oleh:. Pembimbing I. ,J*^Pd,MHum. Tanggal. l0. November 2018.
(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI l. SKRJPSI. AI\ALISIS TOKOH, LATAR, ALU& DAI{ TEMA CERPEN'MILANA' KARYA BERNARI} BATUBARA Dipersiapkan dan ditulis oleh: Ryan Pamula Sari. NIM:121224062 Telah dipertahankan di depan Panitia Penguji Pada tanggal. 2. I November. 20 I 8. dan dinyatakan telah memenuhi syarat. Susunan Tim Penguji. Nama lengkap. Ketua. Rishe Pumama Dewi S.Pd., M.Hum.. Sekretaris. Rishe Pumama Dewi S.Pd., M.Hum.. Anggota. Rishe Pumama Dewi S.Pd., M.Hum.. 1. M.A.. Anggota2. Septina Krismawati. Anggota 3. Petrus Hariyanto M.Pd.. Yogyakart4 21 November 2018 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. . Yohanes Harsoyo, S.Pd... M.Si.
(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iv. HALAMAN PERSEMBAHAN. Skripsi ini peneliti persembahkan kepada. Tuhan kami Tri Tunggal Mahakudus atas berkat melimpah, kelancaran, kekuatan serta kesabaran yang telah diberikan.. Orang tua tercinta, Bapak Drs. Widarbo Basuki, MM. dan Dra. Agnes Sari Sri Hartiwi, MM. yang selalu memberi kasih sayang, dukungan, doa dalam menyelesaikan skripsi ini.. Adik penulis, David Putera Mahendra.. Segenap keluarga dan sahabat saya..
(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI v. MOTO. Waktunya Tuhan sempurna… Itu yang saya percaya… (Anonim). “Setiap air mata, Tuhan ganti dengan kebahagiaan.” (Anonim). Dia tahu semua yang terjadi, Dia tahu semua yang kau alami Percayalah kepada-Nya, Dia tak pernah tinggalkanmu Dia tahu semua yang kauperlukan, Dia tahu semua yang kaurindukan Percayalah kepada-Nya, kau ‘kan melihat Dia b’rikan kemenangan (Maria Shandi). “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13). “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” (1 Korintus 10:13).
(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. vi. PERNYATAAN KEASLIAN KARYA. Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan atau daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.. Yogyakarta, 21 November2018 Peneliti. Ryan.
(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. vii. LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS. Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama. : Ryan Pamula Sari. Nomor Mahasiswa. : 121224062. Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: ANALISIS TOKOH, LATAR, ALUR, DAN TEMA CERPEN "MILANA" KARYABERNARDBATUBARA Dengan demikian, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam· bentuk pangkalan, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya <Ii internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 21 November 2018. Y1i"~~ Ryan Pamula Sari.
(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI viii. ABSTRAK. Sari, Ryan Pamula. 2018. “Analisis Alur, Latar, Tema, dan Tokoh Cerpen ‘Milana’ Karya Bernard Batubara.” Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma.. Cerpen merupakan sebuah karya sastra fiksi. Cerpen dapat berupa cerita rekaan atau kisah nyata yang dibungkus dengan imajinasi pengarang. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan penokohan, latar, alur, dan tema cerpen yang berjudul “Milana” karya Bernard Batubara. Penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian dengan data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka-angka. Laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberikan gambaran penyajian laporan tersebut. Sumber data yang digunakan peneliti adalah cerita pendek yang berjudul “Milana” karya Bernard Batubara. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah teknik simak dan catat. Peneliti berperan sebagai instrumen utama karena peneliti bertindak sebagai pengumpul data utama. Hasil dari analisis peneliti, alur dalam cerpen ini adalah alur campuran (menceritakan masa lalu dan masa depan) yang terdiri atas paparan, rangsangan, gawatan, tikaian, rumitan, klimaks, leraian, dan selesaian. Latar yang digunakan dalam cerpen meliputi tiga unsur, latar tempat, latar waktu, dan latar sosial. Tema yang terkandung dalam cerpen adalah tema jasmaniah (tema percintaan). Tokoh utama dalam cerpen tersebut adalah Milana dan tokoh tambahan adalah saya dan Areno Adamar. Dari hasil analisis dokumen menggunakan analisis deskriptif, dan peneliti dapat menyimpulkan bahwa cerpen Milana karya Bernard Batubara, memaparkan mengenai kisah percintaan anak muda yang dapat ditemukan di kehidupan sehari-hari. Cerita yang diberikan ringan dan mudah dipahami oleh pembaca.. Kata kunci: alur, cerpen, latar, sastra, tema, tokoh.
(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRACT Sari, Ryan Pamula. 2018. ”The Analysis of Setting, Plot, Theme, and Characters in Bernard Batubara’s Short Story ’Milana’.” Thesis. Yogyakarta: Indonesian Language Education and Literature Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Sanata Dharma University. The purpose of this research was to explain the characters, background, plot, and theme from a short story."Milana" written by Bernard Batubara. The researcher used descriptive as the research method. The descriptive method was a research where the collected data were words, pictures, and numbers would not be included. This research contained data citations to provide an overview of the research. The data source of this research was a short story "Milana" written by Bernard Batubara. The researcher used read-marker technique as the data collection method. In this research, the researcher as the main instrument because the researcher as the main data collector. There were some results in this research. The main character of the short story was milana and the additional characters were Areno Adamar and I. Then, the plot was mix (tell the past and the future) which consisted of exposition, inciting, action, rising action, complication, climax, falling action, and resolution. The settings used in the short story were place, time, and social background. The theme was about love. Based on the results of document analysis using descriptive analysis, intrinsic study of researcher conclude that the short story "Milana" written by Bernard Batubara explained about love stories of young people which could be found in daily life. The story was easily to be understood by the readers.. keywords : plot, short story, setting, theme, character, literature.
(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI x. KATA PENGANTAR Puji syukur peneliti panjatkan ke hadirat Tuhan Yesus Kristus atas segala berkat dan bimbingan-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi berjudul Analisis Alur, Latar, dan Tema, Tokoh Cerpen “Milana” Karya Bernard Batubara dengan baik dan sesuai dengan target yang telah ditentukan. Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam proses penyusunan skripsi ini, peneliti menyadari bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak yang telah memberikan bimbingan, motivasi, petunjuk, dan nasihat. Oleh karena itu, pada kesempatan ini tidak lupa peneliti mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Tuhan Yesus Kristus,. yang senantiasa menyertai, membimbing dan. memberikan mukjizat-Nya kepada hamba-Nya yang lemah ini. 2. Bapak Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. 3. Ibu Rishe Purnama Dewi, S.Pd., M.Hum., selaku Ketua Program Studi Pendidkan Bahasa Sastra Indonesia sekaligus Dosen Pembimbing I yang dengan. penuh. kasih. mendampingi,. mengarahkan,. memotivasi,. dan. memberikan saran yang sangat bermanfaat bagi penulisan skripsi. 4. Bapak Drs. P. Hariyanto, M.Pd., selaku triangulator hasil yang telah memberikan penilaian beserta komentar dan saran untuk perbaikan analisis cerpen. 5. Seluruh dosen PBSI Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan bekal akademik selama perkuliahan. 6. Ibu Theresia Rusmiyati selaku staf sekretariat PBSI yang dengan ketulusannya memberikan pelayanan administratif kepada penulis dalam menyelesaikan segala kebutuhan administratif..
(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xi. 7. Kedua orang tua penulis Drs. Widarbo Basuki, MM. dan Dra. Agnes Sari Sri Hartiwi, MM. yang selalu memberi kasih sayang, dukungan, doa dalam menyelesaikan skripsi ini. 8. Adik penulis David Putera Mahendra yang selalu member memotivasi, kasih sayang, dan doa dalam menyelesaikan skripsi ini. 9. Daniel Suwenta Pinem yang selalu memberi semangat, motivasi, doa dan kasih sayang. 10. Sahabat – sahabat saya, Skolastika Cynthia Maharani, Emmanda Sekar Yumita, Pripita Tyas, Eva Tri Rusdyanintyas, Kartika Eva, Ignatia Yole, Caecilia Ani, Christina Herika, Vincentia Vindi, dan Febri Eka. 11. Teman-teman Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2012 yang telah memberikan saran dan motivasi untuk menyelesaikan skripsi. 12. Semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan kepada penulis dalam bentuk apapun yang tidak dapat disebutkan satu persatu dalam skripsi ini. Peneliti menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, peneliti mengharapkan masukan berupa kritik dan saran yang berguna bagi peneliti dari berbagai pihak untuk mencapai hasil yang lebih baik lagi di kemudian hari. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi perkembangan dunia pendidikan. Yogyakarta, 21 November 2018. Ryan Pamula Sari.
(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xii. DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iv MOTO .....................................................................................................................v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .............................................................. vi LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .............................................................. vii ABSTRAK .......................................................................................................... viii ABSTRACT ........................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ............................................................................................x DAFTAR ISI........................................................................................................ xii DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................xv BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................1 A. Latar Belakang Masalah................................................................................1 B. Rumusan Masalah .........................................................................................4 C. Tujuan Penelitian ..........................................................................................5 D. Manfaat Penelitian ........................................................................................5 E. Batasan Istilah ...............................................................................................6 F. Sistematika Penulisan ...................................................................................7. BAB II LANDASAN TEORI ................................................................................9 A. Penelitian Terdahulu yang Relevan ..............................................................9 B. Kajian Teori yang Relevan .........................................................................16 1. Pengertian Cerita Pendek .....................................................................17 2. Ciri - Ciri Cerita Pendek ......................................................................19 3. Unsur Intrinsik Cerita Pendek .............................................................19.
(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xiii. C. Kerangka Berpikir .......................................................................................29 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ..........................................................32 A. Jenis Penelitian............................................................................................32 B. Data dan Sumber Data ................................................................................32 C. Teknik Pengumpulan Data ..........................................................................33 D. Instrumen Penelitian ...................................................................................33 E. Teknik Analisis Data ...................................................................................34 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...................................35 A. Kajian Unsur Intrinsik Cerita Pendek Milana ............................................35 B. Pembahasan .................................................................................................35 BAB V PENUTUP................................................................................................89 A. Simpulan .....................................................................................................89 B. Saran ...........................................................................................................90 DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................91 LAMPIRAN ..........................................................................................................93 BIOGRAFI PENULIS .......................................................................................127.
(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xv. DAFTAR LAMPIRAN. Lampiran 1. Triangulasi Penelitian .......................................................................72 Lampiran 2. Cerita Pendek “Milana” ……………………………………………73..
(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB I PENDAHULUAN. A.. Latar Belakang Karya sastra merupakan sebuah ungkapan pribadi manusia yang berupa. pengalaman, pemikiran, perasaan, imajinasi, ide, keyakinan dalam suatu bentuk gambaran kehidupan, yang dapat membangkitkan pesona dengan alat bahasa dan dapat dilukiskan melalui kata-kata dalam bentuk tulisan. Sastra berfungsi menghibur dan sekaligus bermanfaat bagi pembacanya. Sastra menghibur dengan cara menyajikan keindahan, memberikan makna terhadap kehidupan yang mengandung aspek sosial, budaya, politik, ekonomi, kemanusian, keagamaan, moral maupun gender. Selain itu, sastra juga sarana untuk menyampaikan pesan tentang kebenaran, tentang apa yang baik dan buruk (Jacob Sumardjo, 1997:3). Sastra dapat dilihat dari berbagai genre (jenis) sastra, yaitu berbentuk puisi, irama, dan prosa. Salah satu genre sastra yang berbentuk prosa adalah cerpen. Cerpen merupakan sebuah karya sastra fiksi. Cerpen dapat berupa cerita rekaan atau kisah nyata yang dibungkus dengan imajinasi pengarang. Setiap isi cerpen terdapat berbagai nilai pendidikan, hiburan, kehidupan, dan pengalaman. Cerpen juga mengungkapkan fenomena sosial dalam kehidupan yang dapat dijadikan sarana berkomunikasi manusia dengan zamannya. Cerpen memiliki nilai sosial yang. 1.
(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. diangkat dalam setiap ceritanya. Perkembangan cerpen di Indonesia cukup pesat, terbukti banyaknya cerpen baru telah diterbitkan cerpen-cerpen tersebut mempunyai bermacam-macam tema dan isi, antara lain tentang masalah-masalah sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat, termasuk yang berhubungan dengan perempuan. Cerita pendek yang telah terbit di surat kabar kompas misalnya, Ada Lelaki yang Menderita bila Dipuji karya Ahmad Tohari diterbitkan pada 7 Oktober 2018, lalu ada GoKill diterbitkan oleh Kompas pada tanggal 10 Juni 2018 karya Seno Gumira Ajidarma, ada cerpen karya Djenar Maesa Ayu yang berjudul Rumah-rumah Nayla yang diterbitkan oleh Kompas, 24 Desember 2017, Ingatan Ara karya Dewi Ria Utari yang diterbitkan oleh Jawa Pos pada tanggal 10 September 2017, dan masih banyak lagi (Muakhir, Ali. 2003. “Cerpen Koran Minggu”). Cerita pendek dipandang sebagai karya sastra yang banyak ditulis hingga periode terakhir ini. Cerpen paling luwes disajikan, dalam surat kabar, majalah, maupun buku-buku kumpulan cerpen. Penelitian ini oleh peneliti. menitikberatkan pada analisis cerpen. Cerpen. memiliki karakter cerita yang sangat singkat, selain itu juga sangat mudah dipahami dari segi bahasa dan alurnya. Cerpen juga sangat menarik untuk dibaca oleh sebagian besar masyarakat karena bentuknya yang sangat sederhana. Karya sastra yang dipilih untuk diteliti dalam penelitian ini adalah sebuah cerpen yang berjudul “Milana” karya Bernard Batubara. Cerpen “Milana” ini menarik diteliti karena Bernard Batubara menghadirkan imajinasi yang tinggi, tema yang dapat dijumpai di kehidupan pembaca sehari-hari, alur yang dapat mengaduk emosi pembaca karena menyajikan.
(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. alur maju dan mundur (campuran), latar yang menceritakan Pulau Bali, dan tokohtokoh yang memiliki sifat yang sederhana dan mengesankan seperti setia, sabar, dapat menepati janjinya, dan sebagainya. Bernard Batubara adalah seorang penulis yang lahir di Pontianak, 9 Juli 1989. Bara panggilannya, memulai menulis pertengahan tahun 2007. Buku pertamanya, Angsa-Angsa Ketapang (kumpulan puisi), terbit di tahun 2010, ketika ia masih berstatus mahasiswa Teknik Informatika di Universitas Islam Indonesia. Ada beberapa buku yang telah diterbitkan oleh Bernard Batubara, yaitu Radio Galau FM (2011), Kata Hati (2012), Milana (2013), Cinta dengan Titik (2013), Surat untuk Ruth (2014), Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri (2014), Jika Aku Milikmu (2015), Metafora Padma (2016), Elegi Rinaldo (2016), Luka Dalam Bara (2017) dan ada dua buku yang akan terbit yaitu Mobil Bekas dan Kisah-Kisah dalam Putaran dan Untuk Seorang Perempuan yang Memintaku Menjadi Hujan. Buku Radio Galau FM dan Kata Hati telah jadi film layar lebar yang diproduksi oleh Rapi Film. Bara pernah menjadi pembicara di Makassar International Writers Festival (MIWF) 2013, penulis terpilih Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2013, dan menjadi pembicara di Asean Literary Festival (ALF) 2015. Selain bekerja sebagai penulis, kini Bara juga bekerja sebagai barista di No. 27 Coffee (Batubara, Bernard. 2015. “Bisikan Busuk”). Milana adalah gadis yang namanya menjadi judul cerpen yang kemudian disematkan sebagai judul kumpulan cerpen ini adalah pelukis senja. Kegemaran Milana hanya melukiskan senja yang dipindahkannya ke atas kanvas di atas feri yang.
(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. menyeberangi Selat Bali, dari Banyuwangi ke Jembrana. Areno Adamar, seorang travel fotografer, menyukai senja dan mengistimewakan senja untuk direkam lensa kameranya. Setelah pertemuan mereka yang kedua, mereka bersepakat untuk selalu berjumpa di atas feri dan bersama-sama merekam senja, dengan cara mereka sendiri. Dua tahun berlalu, hanya Milana sendiri yang merekam senja dan menunggu sambil meyakinkan dirinya bahwa Areno pasti akan datang. Alasan peneliti memilih empat unsur intrinsik (alur, latar, tema, dan tokoh) karena sesuai dengan pembelajaran SMA di kelas XII semester I. Selain itu, diharapkan siswa dapat lebih detail untuk menggambarkan suatu cerita itu dibentuk. Di sisi lain, mengajak pembaca untuk merasakan sensasi di setiap babak cerita misalnya awal cerita sedih tetapi endingnya gembira. Siswa diharapkan pula mengembangkan daya imajinasi melalui unsur-unsur intrinsik yang lebih spesifik itu. Jadi siswa diharapkan dapat membayangkan seperti adegan mengharapkan kekasih namun kekasih tersebut sudah meninggal dunia.. B.. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, rumusan masalah yang akan. diteliti adalah bagaimana analisis cerpen “Milana” karya Bernard Batubara yang ditinjau dari alur, latar, tema, dan tokoh?.
(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. C.. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian yang akan dicapai. dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan alur, latar, tema, dan tokoh cerpen yang berjudul “Milana” karya Bernard Batubara.. D.. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi siswa, guru, dan. peneliti lain. 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi pembaca maupun peneliti selanjutnya mengenai studi analisis karya sastra Indonesia, terutama dalam bidang penelitian cerpen Indonesia dan penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan teori maupun dapat menjadi acuan bagi peneliti selanjutnya dalam mengungkap unsur intrinsik pada karya sastra yang lain. 2. Manfaat Praktis a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu guru-guru khususnya guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran sastra. b. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan untuk materi pengajaran dan strategi pengajaran sastra khususnya cerpen..
(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. E.. Batasan Istilah Berikut ini batasan istilah penelitian ini. 1. Alur Alur atau plot sering juga disebut kerangka cerita, yaitu jalinan cerita yang disusun dalam urutan waktu yang menunjukkan hubungan sebab dan akibat dan memiliki kemungkinan agar pembaca menebak-nebak peristiwa yang akan datang (Waluyo, 2011:9). 2. Cerita Pendek Cerita pendek adalah cerita yang pendek dan didalamnya terdapat pergolakan jiwa pada diri pelakunya sehingga secara keseluruhan cerita bisa menyentuh nurani pembaca yang dapat dikategorikan sebagai buah sastra cerpen itu (Nursisto, 2000:165). 3. Latar Latar adalah elemen fiksi yang menunjukkan kepada pembaca di mana dan kapan kejadian-kejadian dalam cerita berlangsung (Sayuti, 2000:126). 4. Sastra Sastra merupakan cabang seni, yaitu hasil cipta dan ekspresi manusia yang estetis (indah). Keindahan seni sastra disampaikan dengan media bahasa. Dari sinilah, bahasa mempunyai peran yang istimewa dalam sastra karena sastra mewujudkan dirinya dengan bahasa, dan bahasa dalam.
(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. perkembangannya juga ditentukan oleh sastra, yaitu sastra untuk melakukan eksplorasi kreativitas bahasa, baik kata, frasa, klausa dan kalimat yang tujuannya untuk mencapai nilai estetis (Kurniawan, 2012:1). 5. Tema Tema adalah sebuah cerita yang dapat dipahami sebagai sebuah makna, yang mengikat keseluruhan unsur cerita sehingga cerita itu hadir sebagai sebuah kesatuan yang padu (Nurgiyantoro, 2010:80). 6. Tokoh Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa atau berlakuan dalam berbagai peristiwa dalam cerita (Sudjiman, 1991: 16).. F.. Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan ini adalah sebagai berikut. Pada bab I akan. diuraikan tentang pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penulisan, batasan istiilah, dan sistematika penulisan. Bab II terdiri landasan teori, bab ini menguraikan penelitian yang relevan, kajian teori dan kerangka pikir. Penelitian yang relevan berisi tentang penelitian-penelitian yang sejenis dengan topik ini. Bab III berisi metodologi penelitian yang terdiri dari jenis penelitian, objek penelitian, sumber data penelitian, metode penelitian, teknik pengumpulan data, dan analisis data. Bab IV berisi hasil penelitian dan pembahasan. Bab V berisi penutup. Bab ini menguraikan kesimpulan implikasi, dan saran-saran.
(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. yang bermanfaat bagi pihak lain terkait dengan penelitian ini dan juga memaparkan kesimpulan hasil penelitian..
(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB II LANDASAN TEORI. A. Penelitian yang Relevan Penelitian tentang analisis penokohan, latar, alur, dan tema cerpen sudah banyak dilakukan di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Peneliti mencatat ada empat penelitian yang relevan dengan penelitian ini, penelitian tersebut antara lain: Pertama, Pembelajaran Unsur Intrinsik Cerpen “Dokter” Karya Putu Wijaya dengan Metode Inkuiri Untuk Siswa Kelas XII Semester I SMA Pangudi Luhur Sedayu diteliti oleh Ignatia Wiwik Ambarwati, PBSI, Universitas Sanata Dharma tahun 2017. Kedua, Analisis Unsur Intrinsik Cerpen Guru Karya Putu Wijaya dan Perencanaan Pembelajarannya Dengan Pendekatan Kontekstual Untuk Siswa SMA Kelas XII Semester I diteliti oleh Wahyu Apriliani, PBSI, Universitas Sanata Dharma tahun 2017. Ketiga, Analisis Intrinsik Cerpen “Ibu Pergi ke Surga” Karya Sitor Situmorang dan Implementasinya dalam Pembelajaran Sastra di SMA Kelas X Semester 1 diteliti oleh Rosalia Desinta Kumala, PBSI, Universitas Sanata Dharma tahun 2017. Terakhir, Analisis Intrinsik dan Ekstrinsik Pada Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2014 Serta Relevansinya Sebagai Materi Pembelajaran Sastra di Sekolah Menengah Atas diteliti oleh Sri Lestari, Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Sebelas Maret, 2016.. 9.
(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. Penelitian yang pertama, Ignatia Wiwik Ambarwati (2017) bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran unsur intrinsik cerpen “Dokter” karya Putu Wijaya dengan metode inkuiri untuk SMA Pangudi Luhur Sedayu semester I. Jenis penelitiannya adalah penelitian kepustakaan dan penelitian pengembangan. Data penelitian berupa kutipan kalimat yang menggambarkan unsur intrinsik cerpen. Sumber data dalam penelitian ini adalah cerpen Dokter karya Putu Wijaya dan guru Bahasa Indonesia SMA Pangudi Luhur Sedayu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik simak dan teknik catat. Peneliti menerapkan langkah-langkah metode inkuiri yang digunakan dalam pembelajaran unsure intrik cerpen Dokter karya Putu Wijaya terdiri dari (1) orientasi, (2) merumuskan masalah, (3) merumuskan hipotesis, (4) mengumpulkan data, (5) menguji hipotesis, dan (6) merumuskan kesimpulan. Hasil analisis unsur intrinsik cerpen meliputi tokoh, alur, latar, sudut pandang, tema, amanat, dan gaya berbahasa. Tokoh utama dalam cerpen tersebut adalah Dokter John Manansang dan tokoh tambahan adalah dukun, anak kepala suku, pegawai puskesmas, dan keluarga pasien. Alur dalam cerpen ini merupakan alur maju. Latar yang digunakan dalam cerpen ini meliputi tiga unsur, yaitu: latar tempat, latar waktu, dan latar suasana. Tema yang terkandung dalam cerpen adalah kemiskinan. Amanat yang disampaikan adalah hargailah orang lain, dan jangan mudah percaya kepada hal-hal yang tidak masuk akal yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Gaya berbahasa yang digunakan pengarang mudah dimengerti oleh pembaca karena menggunakan bahasa Indonesia dan tidak menggunakan bahasa dari daerah tertentu. Sudut pandang yang digunakan yaitu.
(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11. sudut pandang orang pertama. Implementasi dari penelitian ini adalah tersusunnya produk silabus dan RPP untuk pembelajaran sastra SMA kelas XII semester I. Untuk mengetahui tingkat kelayakan produk silabus dan RPP dilakukan evaluasi oleh guru Bahasa Indonesia SMA Pangudi Luhur Sedayu. Penilaian tingkat kelayakan produk pengembangan silabus memiliki presentase 82,5% (baik), dan untuk tingkat penilaian produk RPP memiliki tingkat kelayakan sebesar 80% (baik). Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan produk tersebut layak sebagai perencanaan pembelajaran sastra. Penelitian kedua, Wahyu Apriliani (2017) bertujuan untuk menganalisis unsur intrinsik cerpen Guru dan mendeskripsikan perencanaan pembelajarannya dengan pendekatan kontekstual untuk siswa SMA kelas XII semester I. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis dan mendiskripsikan unsur intrinsik cerpen Guru. Sumber data yang digunakan adalah Cerpen Guru karya Putu Wijaya dan guru bahasa Indonesia. Hasil analisis cerpen Guru meliputi unsur tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, tema, amanat, dan gaya bahasa. Tokoh dalam cerpen Guru adalah ayah Taksu, Taksu, dan Ibu. Alur dalam cerpen tersebut adalah alur campuran. Latar dalam cerpen ini adalah terdapat tiga unsure latar, yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar sosial. Tema dalam cerpen tersebut “Tekad seorang anak yang bercita-cita menjadi guru”. Amanat yang terdapat dalam cerpen Guru adalah jangan memaksakan kehendak orang lain. Sudut pandang cerpen Guru adalah sudut pandang campuran. Gaya bahasa yang digunakan pengarang.
(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12. sangat sederhana dan sering mengandung asosiasi yaitu perbandingan dua hal yang dianggap. berbeda. tetapi. dianggap. sama.. Perencanaan. pembelajaran. dengan. menggunakan pendekatan kontekstual terdiri dari 7 langkah (1) menemukan unsure intrinsik cerpen Guru, (2) menganalisis unsur intrinsik, (3) bertanya mengenai unsur intrinsik, (4) diskusi dengan kelompok, (5) contoh cerpen yang sudah dianalisis, (6) refleksi pembelajaran, dan (7) guru memberikan penilaian. Berdasarkan hasil analisis unsure intrinsik cerpen Guru dan alternatif pembelajaran dengan pendekatan kontekstual. Peneliti menyusun silabus dan RPP sebagai impelementasi pembelajaran sastra SMA kelas XII semester I. Penelitian ketiga, Rosalia Desinta Kumala (2017) bertujuan untuk (1) mendiskripsikan unsur intrinsik dalam cerpen “Ibu Pergi ke Surga” karya Sitor Situmorang yang meliputi tokoh, alur, latar, tema, sudut pandang, dan bahasa (2) mendeskripsikan implementasi tokoh, alur, latar, tema, sudut pandang, dan bahasa cerpen “Ibu Pergi ke Surga” dalam pembelajaran sastra di SMA Kelas X Semester I. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analisis yang bertujuan mendeskripsikan unsur intrinsik cerpen “Ibu Pergi ke Surga”. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik membaca dan teknik catat. Hasil analisis tokoh utama dalam cerpen ini adalah Aku. Ibu, Bapak, dan Pendeta adalah tokoh bawahan. Alur dalam cerpen ini dibagi dalam tiga yaitu, tahap awal, tengah, dan akhir. Terdapat tiga latar dalam cerpen ini yaitu, latar tempat, waktu, dan sosial. Latar tempat dalam cerpen ini adalah rumah Aku, rumah Pendeta, dan Gereja. Latar waktu dalam cerpen ini adalah.
(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13. siang hari dan malam hari. Latar sosial ditunjukan dengan perlakuan spesial yang diterima Bapak saat berada di Gereja oleh masyarakat. Tema dalam cerpen ini adalah religius yang terlihat dalam kematian Ibu yang membahagiakan, karena Ibu telah lepas dari penderitaan dan kematian bukan akhir dari segalanya. Sudut pandang yang dipakai dalam cerpen ini adalah sudut pandang orang pertama, pengarang sebagai pelaku cerita (tokoh Aku). Bahasa yang digunakan dalam cerpen ini adalah bahasa sehari-hari masyarakat. Batak. pada. masa. cerpen. tersebut. dibuat.. Cerpen. ini. dapat. diimplementasikan sebagai bahan ajar sasstra di SMA Kelas X Semester I dalam bentuk RPP dan Silabus. Penelitian terakhir, Sri Lestari (2016) bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik pada Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2014; (2) unsur ekstrinsik pada Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2014; (3) Relevansi Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2014 sebagai materi pembelajaran sastra di SMA. Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode struktural dan strategi analisis isi. Sumber data yang digunakan adalah Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2014. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purpossive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik analisis dokumen, wawancara, dan angket. Validitas data diperoleh dengan triangulasi sumber data dan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif (interactive model of analysis) yang meliputi reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Simpulan penelitian ini adalah: (1) unsur intrinsik yang.
(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14. terdapat pada Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2014 meliputi alur, penokohan, latar, tema, amanat, sudut pandang, dan gaya bahasa. Unsur-unsur tersebut berbeda antara satu cerpen dengan cerpen yang lain. Perbedaan tersebut meliputi unsur intrinsik yang terkandung pada masing-masing cerpen dan unsur ekstrinsik yang digunakan oleh pengarang dalam menyampaikan cerita; (2) unsur ekstrinsik yang terdapat pada Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2014 meliputi latar belakang pengarang, kondisi sosial, kondisi budaya, lingkungan pengarang, pengetahuan pengarang; (3) Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2014 dan hasil analisis unsur intrinsik dan ekstrinsik yang terdapat pada cerpen relevan bila digunakan dalam materi pembelajaran sastra di SMA. Setelah meninjau keempat penelitian di atas, penelitian ini dapat dikatakan sebagai penelitian deskripsi analisis unsur intrinsik cerpen. Dari uraian tersebut terlihat bahwa penelitian yang pertama dilakukan oleh Ignatia Wiwik Ambarwati merupakan penelitian kepustakaan dan penelitian pengembangan unsur intrinsik cerpen “Dokter” karya Putu Wijaya dengan metode inkuiri untuk SMA Pangudi Luhur Sedayu semester I, penelitian yang kedua dilakukan oleh Wahyu Apriliani merupakan penelitian kualitatif digunakan untuk menganalisis dan mendiskripsikan unsur intrinsik cerpen “Guru”, penelitian ketiga dilakukan oleh Rosalia Desinta Kumala merupakan penelitian deskriptif analisis yang bertujuan mendeskripsikan unsur intrinsik cerpen “Ibu Pergi ke Surga”, penelitian terakhir dilakukan oleh Sri Lestari merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode struktural dan strategi analisis isi. Oleh karena itu, penelitian yang dilakukan oleh peneliti ini relevan karena keempat penelitian.
(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15. terdahulu telah menggunakan penelitian deskriptif kualitatif untuk menganalisis unsur intrinsik cerpen. Dalam penelitian ini, peneliti akan menerapkan penelitian deskriptif untuk mendeskripsikan analisis unsur intrinsik cerpen “Milana”. Adapun perbedaan dari penelitian-penelitian relevan di atas sebagai berikut penelitian yang dilakukan Ignatia Wiwik Ambarwati (2017) adalah mengembangkan unsur intrinsik cerpen dengan implementasinya menyusun produk silabus dan RPP. Unsur intrinsik cerpen yang dikaji ada tujuh unsur yaitu tokoh, alur, latar, sudut pandang, tema, amanat, dan gaya berbahasa. Penelitian tersebut menggunakan evaluasi oleh guru Bahasa Indonesia SMA Pangudi Luhur Sedayu. Perbedaan selanjutnya dari penelitian. Wahyu. Apriliani. (2017). adalah. mendeskripsikan. perencanaan. pembelajarannya dengan pendekatan kontekstual untuk siswa SMA kelas XII semester I, hasil analisis cerpen terdapat delapan unsur tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, tema, amanat, dan gaya bahasa. Perbedaan dari penelitian ketiga yang disusun oleh Rosalia Desinta Kumala (2017) adalah mendeskripsikan enam unsur intrinsik cerpen yaitu tokoh, alur, latar, tema, sudut pandang, dan bahasa. Perbedaan terakhir dari penelitian Sri Lestrai (2016) adalah pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode struktural dan strategi analisis isi, teknik yang digunakan yaitu pengambilan sampel dengan menggunakan purpossive sampling. Penelitian pertama, Ignatia Wiwik Ambarwati menggunakan cerpen “Dokter” karya Putu Wijaya, lalu penelitian kedua oleh Wahyu Apriliani menggunakan cerpen “Guru” karya Putu Wijaya, kemudian penelitian ketiga oleh Rosalia Desinta.
(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. menggunakan cerpen “Ibu Pergi ke Surga” karya Sitor Situmorang dan yang terakhir penelitian terakhir Sri Lestari menggunakan “Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2014”. Penelitian ini memiliki perbedaan dengan penelitian sebelumnya. Perbedaan tersebut terdapat pada objek yang dikaji. Penelitian ini mengkaji cerpen yang berjudul “Milana” karya Bernard Batubara dengan menggunakan penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui alur, latar, tema, dan tokoh dengan menggunakan teknik simak dan catat. Kebaruan penelitian ini adalah dari sudut pengarangnya, seorang Bernard Batubara adalah seorang penulis yang populer pada zaman ini, cerita yang disajikan juga membuat pembaca larut dalam emosinya yang notabene pembacanya kaum milenial yang dapat dikatakan mudah baper (membawa perasaan), menyamakan kisah cerita yang disajikan menjadi kisah cerita yang dialaminya, menggunakan diksi yang mudah dipahami, lalu kerumitan yang dibangun oleh Bara adalah bagaimana Milana tetap bersikukuh akan setia menunggu kekasihnya walaupun kenyataannya kekasihnya tidak akan pernah datang karena meninggal dunia akibat kecelakaan di atas kapal feri sedangkan Bara dapat mengambil ending dari cerpennya Milana memilih berkenalan dengan saya, memilih tidak menanti Areno kekasihnya dan menjalin kisah cinta dengan saya. B. Kajian Teori Kajian teori yang akan digunakan pada penelitian ini yaitu kajian mengenai hakikat sastra, pengertian cerita pendek, dan unsur intrinsik cerita pendek..
(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17. 1. Pengertian Cerita Pendek Sebuah cerpen bukanlah sebuah novel yang dipendekkan dan juga bukan bagian dari novel yang belum dituliskan. Menurut Sayuti (2000: 8-10), cerpen merupakan karya prosa fiksi yang dapat selesai dibaca dalam sekali duduk dan ceritanya cukup dapat membangkitkan efek tertentu dalam diri pembaca. Sebuah cerpen biasanya memiliki plot yang diarahkan pada insiden atau peristwa tunggal. Sebuah cerpen biasanya didasarkan pada insiden tunggal yang memiliki signifikansi besar bagi tokohnya. Kualitas watak tokoh dalam cerpen jarang dikembangkan secara penuh karena pengembangan semacam itu membutuhkan waktu, sementara pengarang sendiri sering kurang memiliki kesempatan untuk itu. Tokoh dalam cerpen biasanya langsung ditunjukkan karakternya. Artinya, hanya ditunjukkan tahapan tertentu perkembangan karakter tokohnya. Karakter dalam cerpen lebih merupakan “penunjukan” daripada hasil “pengembangan”. Cerpen menurut Mochtar Lubis (melalui Rampan 2009: 1-2). bahwa yang. disebut cerpen adalah cerita yang bisa selesai sekali baca, dua kali baca, atau tiga kali baca dengan jumlah perkataan berkisar 500-30.000 kata. Menurut Jakob Sumardjo (dalam buku Rampan 2009:2), cerpen harus berupa cerita atau narasi (bukan analisis argumentatif) yang fiktif (tidak benar-benar telah terjadi, tetapi bisa kapan saja dan di mana saja terjadi) serta relatif pendek. Menurut A. Bakar Hamid, ada empat dasar penentuan yang harus dipenuhi pertama, dilihat dari kualitas kata-kata dan halaman yang digunakan untuk satu cerpen. Ukuran yang.
(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18. lebih longgar dikatakan, cerpen ialah yang bisa habis dibaca sambil minum teh. Akan tetap ukuran ini sangat labil dan A. Bakar Hamid lebih setuju ukuran dengan penentuan jumlah perkataan, sehingga yang disebut cerpen berkisar 50020.000 perkataan. Kedua, dilihat dari plotnya, sebuah cerpen biasanya hanya punya satu plot dasar, tidak menggunakan plot samping atau anak plot, sehingga tidak terjadi degresi plot. Ketiga, dilihat dari perwatakannya. Pada cerpen tidak mungkin terdapat banyak watak. Biasanya, dalam cerpen hanya terdapat satu atau dua watak saja. Perkembangan watak sukar dilakukan karena yang dilukiskan dan muncul dalam cerpen hanya salah satu fase saja dari kehidupan tokoh, atau salah satu momen dari kejadian yang menimpa kehidupan tokoh. Tak mungkin cerpen menceritakan dan melukiskan watak tokoh dari lahir hingga meninggal dunia. Yang dilukiskan hanya saat si tokoh ditabrak mobi atau ketika sedang berpidato dalam menghadapi pemilu atau pilkada. Keempat, dilihat dari kesannya. Kesan sebuah cerpen haruslah satu. Hal ini disebabkan temanya tidak luas dan plotnya tidak bercabang-cabang. Dari kesan yang satu itulah pembaca mencari dan menemukan pesannya. Beberapa pengertian yang sudah dipaparkan di atas, dapat peneliti simpulkan pengertian cerpen adalah cerita prosa fiksi yang dapat diselesaikan dalam sekali atau dua kali baca yang berkisar 500-30.000 kata di dalamnya dan hanya menceritakan satu tema dan satu karakter tokoh yang diceritakan..
(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19. 2. Ciri – Ciri Cerita Pendek Berdasarkan pengertian cerita pendek yang sederhana dan luas yang dikemukakan di bagian terdahulu, ciri khusus cerita pendek menurut Tarigan (melalui Purba 2010: 52) dapat dibeberkan sebagai berikut (a) singkat, padu, intensif, (b) unsur utama adalah adegan, tokoh, dan gerak, (c) bahasa haruslah tajam, sugestif, dan menarik perhatian, (d) mengandung interpretasi pengarang tentang konsepsinya mengenai kehidupan baik secara langsung maupun tidak langsung, (e) harus menimbulkan perasaan pada pembaca bahwa jalan ceritanya yang pertama-tama menarik perasaan kemudian menarik pikiran, (f) harus menimbulkan satu efek dalam pikiran pembaca, (g) mengandung detail-detail dan insiden-insiden yang dipilih dengan sengaja dan yang bisa menimbulkan pertanyaa-pertanyaan dalam pikiran membaca, (h) sebuah insiden yang terutama menguasai jalan cerita, (i) cerita pendek harus mempunyai pelaku utama, (j) harus mempunyai efek atau kesan yang menarik, (k) cerita pendek bergantung pada satu situasi, (l) memberikan impresi tunggal, (m) memberikan suatu kebulatan efek, (n) menyajikan satu emosi, dan (o) jumlah kata yang terdapat dalam cerita pendek biasanya di bawah 10.000 kata, tidak boleh lebih dari 10.000 kata (kira-kira 33 halaman kuarto spasi rangkap). 3. Unsur Intrinsik Cerita Pendek Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri (Nurgiyantoro, 2010: 23). Unsur-unsur inilah yang menyebabkan karya sastra.
(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20. hadir sebagai karya sastra, unsur-unsur secara faktual akan dijumpai jika orang membaca karya sastra. Unsur-unsur yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah unsur intrinsik yang ada dalam cerpen “Milana” karya Bernard Batubara. a) Alur Menurut Robert Stanton (2007: 26-32), alur merupakan rangkaian peristiwa-peristiwa dalam sebuah cerita. Istilah alur terbatas pada peristiwa-peristiwa yang terhubung secara kausal. Peristiwa kausal merupakan peristiwa yang menyebabkan atau menjadi dampak dari berbagai peristiwa lain dan tidak dapat diabaikan karena akan berpengaruh pada keseluruhan karya. Alur merupakan tulang punggung cerita. alur dapat membuktikan diri meskipun jarang diulas panjang lebar dalam sebuah analisis. Sebuah cerita tidak akan pernah seutuhnya dimengerti tanpa adanya pemahaman terhadap peristiwa-peristiwa yang mempertautkan alur, hubungan kausalitas, dan keberpengaruhannya. Alur hendaknya memiliki bagian awal, tengah, dan akhir yang nyata, meyakinkan dan logis, dapat menciptakan bermacam kejutan, dan memunculkan sekaligus mengakhiri ketegangan-ketegangan. Alur menurut Yahya Ismail (melalui Rampan, 2009: 4) mengatakan bahwa suatu yang menghubungkan antara peristiwa dalam sebuah cerita yang rapat pertaliannya dengan gerak laku lahiriah dan batiniah watak-watak dalam cerita itu. Hubungan antara peristiwa dalam cerita hendaklah berdasarkan hukum sebab akibat. Beberapa pengertian yang sudah.
(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21. dipaparkan di atas, dapat peneliti simpulkan bahwa alur adalah rangkaian peristiwa dalam sebuah cerita yang erat rangkaiannya dengan watak tokoh yang diceritakan. Rangkaian unsur-unsur cerita dinyatakan sebagai unsur dinamik menurut Robert Scholes (melalui Waluyo 2011: 10-12) meliputi pertama,. eksposisi. artinya. paparan. awal. cerita.. Pengarang. memperkenalkan tokoh-tokoh cerita, wataknya, tempat kejadiannya, dan hal-hal yang melatarbelakangi tokoh itu sehingga akan mempermudah pembaca mengetahui jalinan cerita sesudahnya. Kedua, inciting moment artinya mulainya problem cerita itu muncul. Dalam tahapan ini ada yang disebut “the element of instability” yang menyebabkan adanya konflik dan juga menyebabkan konflik itu meningkat terus sampai ke klimaks cerita. Ketiga, rising action artinya konflik dalam cerita meningkat. Keempat, complication menunjukkan konflik yang semakin ruwet. Kelima, climax atau puncak cerita atau puncak penggawatan, yaitu puncak dari kejadian-kejadian dan merupakan jawaban dari semua problem atau konflik yang tidak mungkin dapat meningkat atau dapat lebih ruwet lagi. Jika komplikasi tidak memadai, konflik tidak akan meningkat dan kemungkinan untuk mencapai klimaks tidak tercapai. Karena itu, seharusnya penulis mengontrol komplikasi dan konflik yang timbul dalam cerita agar meningkat terus dan berhenti peningkatan pada.
(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22. klimaks.. Keenam,. falling. action. dan. ketujuh,. denouement. (penyelesaian). Pada prinsipnya, ada tiga jenis alur, yaitu pertama, alur garis lurus atau alur progresif atau alur konvensional adalah urutan peristiwa yang berurutan dari awal hingga akhir. Pengarang memilih peristiwaperistiwa penting yang menurut pertimbangan pengarang harus dimasukkan dalam karyanya karena mendukung proses penceritaan. Kedua, alur flashback atau sorot balik atau alur regresif adalah alur yang terjadi karena pengarang mendahulukan akhir cerita dan setelah itu kembali ke awal cerita. Ketiga, alur campuran yaitu pemakaian alur garis lurus dan flashback sekaligus di dalam cerita fiksi. b) Latar Latar adalah lingkungan yang melingkupi sebuah peristiwa dalam cerita, semesta yang berinteraksi dengan peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung. Tempat kejadian cerita dapat berkaitan dengan aspek fisik, aspek sosiologis, dan aspek psikis. Latar dapat berwujud dekor seperti sebuah café di Paris, pegunungan di California, sebuah jalan buntu di sudut kota Dublin dan sebagainya. Latar juga dapat berwujud waktuwaktu tertentu (hari, bulan, dan tahun), cuaca, atau satu periode sejarah (Stanton, 2007: 35). Menurut A. Bakar Hamid (melalui Rampan, 2009: 7-8) latar adalah memberi suasana kepada peristiwa dan manusia yang.
(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23. terdapat dalam sebuah cerita. Dengan adanya ruang, waktu, dan suasana itu, peristiwa dan manusia menjadi konkret dan tidak dirasakan mereka berlaku dalam wujud yang seolah-olah diam atau mati. Ada empat unsur yang terangkum dari kata latar atau setting yaitu pertama, tempat sebenarnya peristiwa itu terjadi. Mungkin terjadi di suatu kamar tertutup, di sebuah kapal, di suatu negara atau di suatu tempat yang riil, tetapi bersifat imajinatif. Kedua, pekerjaan dan cara hidup tokoh yang terdapat pada cerpen. Pekerjaan dan cara hidup manusia dapat lebih menjelaskan lagi masalah yang dihadapinya. Ketiga, waktu, ketika, atau zaman peristiwa itu terjadi. Pentingnya penjelasan waktu agar pembaca mendapat gambaran yang pasti mengenai berbagai hal yang menyangkut norma, kebiasaan, sikap, keadaan hidup, dan sebagainya dari tokoh yang diceritakan, yang hidup dalam kurun waktu tertentu. Keempat, suasana umum tokoh yang terdapat dalam cerpen. Suasana termasuk hal penting seperti masalah agama, kepercayaan, emosi, mental dan soal kemasyarakatan tokoh. Fungsi. latar. adalah. untuk. mempertegas. watak. pelaku,. memberikan tekanan pada tema cerita, memperjelas tema yang disampaikan, metafora bagi situasi psikis pelaku, sebagai pemberi atmosfir (kesan) dan memperkuat posisi plot. Latar berkaitan dengan pengadegan, latar belakang, waktu cerita, dan waktu penceritaan..
(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24. Pengadegan artinya penyusunan adegan-adegan di dalam cerita. adegan dipilih yang benar-benar mewakili cerita. adegan bisa di dalam rumah dan dapat juga di luar rumah. Latar belakang (background) dalam menampilkan setting dapat berupa latar belakang sosial, budaya, psikis, dan fisik yang kira-kira dapat memperhidup cerita itu. Waktu cerita ialah lamanya waktu ppenceritaan tokoh utama dari awal hingga akhir cerita. Waktu penceritaan dapat dikatakan sebagai waktu pembacaan. Biasanya lamanya jam (untuk cerita pendek dan novel). Menurut Nurgiyantoro (2005:. 227-237), unsur latar dapat. dibedakan ke dalam tiga unsur pokok, yaitu tempat, waktu, dan sosial. (a) latar tempat biasanya menyaran pada lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Unsur tempat yang dipergunakan berupa tempat-tempat dengan nama tertentu, inisial tertentu, mungkin lokasi tertentu tanpa nama jelas, (b) latar waktu berhubungan dengan masalah “kapan” terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Masalah “kapan” tersebut biasanya dihubungkan dengan waktu faktual, waktu yang ada kaitannya atau dapat dikaitkan dengan peristiwa sejarah. Latar waktu juga dikaitkan dengan latar tempat (juga: sosial) sebab pada kenyataannya memang saling berkaitan, (c) latar sosial menyarankan pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan.
(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25. dalam karya fiksi. Tata cara kehidupan sosial masyarakat mencakup berbagai masalah dalam lingkup yang cukup kompleks. Latar sosial berupa kebiasaan hidup, adat istiadat, tradisi, keyakinan, pandangan hidup, cara berpikir dan bersikap, dan lain-lain yang tergolong latar spiritual. seperti. dikemukakan. sebelumnya.. Latar. sosial. juga. berhubungan dengn status sosial tokoh yang bersangkutan, misalnya rendah, menengah, atau atas.. c) Tema Menurut Sayuti dalam buku Wiyatmi (2006: 42-43) tema merupakan makna cerita. Tema pada dasarnya merupakan sejenis komentar terhadap subjek atau pokok masalah, baik secara eksplisit maupun implisit. Menurut Jakob Sumardjo (melalui Rampan 2009: 3) tema adalah ide sebuah cerita. Sebuah cerpen haruslah mengatakan sesuatu, yaitu pendapat pengarang tentang hidup dan kehidupan, sehingga pembaca dapat memetik manfaat dan memahami hidup dengan lebih baik. Tema tidak selalu berwujud ajaran moral atau tentang moral. Umumnya, tema hanya berwujud pengamatan pengarang terhadap kehidupan. Problem tersebut dibiarkan sebagai masalah pembaca dan pembacalah yang berusaha memecahkannya. Tema yang baik adalah yang bersifat universal, tidak akan ditinggalkan oleh waktu, semua zaman dan massa bisa menerimanya, tidak bersifat momental atau.
(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26. temporer. Menurut peneliti, tema adalah ide suatu cerita yang bermakna dan memberikan komentar baik secara implisit maupun eksplisit. Tema fiksi menurut Sayuti (2000: 193-195) umumnya diklasifikasikan menjadi lima jenis yakni tema jasmaniah (physical), moral (organic), sosial (social), egoik (egoic), dan ketuhanan (divine). Tentu tema fiksi masih dapat diklasifikasikan dengan cara selain ini, misalnya tema tradisional dan tema modern. Klasifikasi di atas lebih merupakan pembagian yang didasarkan pada subjek atau pokok pembicaraan dalam fiksi. Tema jasmaniah merupakan tema yang cenderung berkaitan dengan keadaan jasmani seorang manusia. Tema jenis ini terfokus pada kenyataan diri manusia sebagai molekul, zat, dan jasad. Tema percintaan masuk dalam kelompok tema ini. Tema organic diterjemahkan sebagai tema tentang moral karena kelompok tema ini mencakup hal-hal yang berhubungan dengan moral manusia yang wujudnya tentang hubungan antarmanusia, antarpria-wanita. Tema sosial meliputi hal-hal yang berada di luar masalah pribadi, misalnya masalah politik, pendidikan, dan propaganda. Tema egoik merupakan tema yang menyangkut reaksi-reaksi pribadi yang. pada umumnya menentang pengaruh sosial. Tema ketuhanan. merupakan tema yang berkaitan dengan kondisi dan situasi manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Sebuah karya fiksi sangat jarang memiliki tema tunggal, artinya fiksi itu bertema egoik atau ketuhanan..
(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27. Biasanya, sebuah fiksi memiliki tema yang jamak. Hanya saja, kejamakan tema dapat dirinci lagi menjadi tema mayor dan tema minor. Tema mayor berkaitan dengan salah satu kelompok demikian pula tema minor di luar tema mayor tersebut. d) Tokoh Tokoh menurut Wiyatmi (2006: 30-36) adalah para pelaku yang terdapat dalam sebuah fiksi. Tokoh dalam fiksi merupakan ciptaan pengarang, meskipun dapat juga merupakan gambaran dari orang-orang yang hidup di alam nyata. Tokoh ialah individu rekaan yang mengalami peristiwa atau berlakuan dalam berbagai peristiwa dalam cerita (Sudjiman, 1991: 16). Tokoh pada umumnya berwujud manusia, tetapi dapat juga berwujud binatang atau benda yang diinsankan. Tokoh merupakan bagian atau unsur dari suatu keutuhan artistik yaitu karya sastra yang harus selalu menunjang keutuhan artistik itu (Kenney dalam Sudjiman, 1991: 17). Tokoh dalam fiksi dibedakan menjadi beberapa yaitu tokoh utama (sentral) dan tokoh tambahan (periferal). Disebut tokoh sentral apabila memenuhi tiga syarat, yaitu (1) paling terlibat dengan makna atau tema, (2) paling banyak berhubungan dengan tokoh lain, (3) paling banyak memerlukan waktu penceritaan. Menurut Nurgiyantoro (2005: 165) Istilah tokoh menunjuk pada orangnya, pelaku cerita, misalnya sebagai.
(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28. jawab terhadap pertanyaan : “Siapakah tokoh utama cerpen itu?”, atau “Ada berapa orang jumlah pelaku cerpen itu?”, atau “Siapakah tokoh protagonis dan antagonis dalam cerpen itu?”, dan sebagainya. Menurut Jones (melalui Nurgiyantoro 2005: 165), tokoh adalah pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita. Dari teori yang telah dipaparkan dapat peneliti simpulkan bahwa tokoh adalah pelaku dalam sebuah cerita yang menampilkan ciri fisik atau keadaan sosial atau sifat kebiasaan atau tingkah laku yang dilukiskan secara langsung maupun tidak langsung. Ditinjau dari segi keterlibatannya dalam keseluruhan cerita, tokoh menurut Sayuti (2000:74) dibedakan menjadi dua, yakni tokoh sentral atau tokoh utama dan tokoh periferal atau tokoh tambahan (bawahan). Tokoh sentral adalah tokoh yang mengambil bagian terbesar dalam peristiwa dalam cerita. peristiwa atau kejadian itu menyebabkan terjadinya perubahan sikap dalam diri tokoh dan perubahan pandangan kita sebagai pembaca terhadap tokoh tersebut. Tokoh tambahan berfungsi membuka jalan bertemunya tokoh sentral dengan tokoh tambahan. Terdapat juga pembagian tokoh berdasarkan tokoh sederhana, simple atau flat characters dan tokoh kompleks, complex, atau round characters. Tokoh sederhana atau datar ialah tokoh yang kurang mewakili keutuhan personalitas manusia dan hanya ditonjolkan satu sisi.
(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29. saja. Yang termasuk dalam kategori tokoh sederhana adalah semua tipe tokoh yang sudah biasa, yang sudah familiar, atau yang stereotip dalam fiksi. Ciri bahwa tokoh dapat dikategorikan ke dalam stereotip tertentu ialah bahwa watak tokoh dapat dirumuskan dalam formula “orang biadab yang berhati lembut”, “gadis pekerja yang miskin tetapi jujur” dan seterusnya. Tokoh yang kompleks ialah tokoh yang dapat dilihat semua sisi kehidupannya. Tokoh bulat lebih memiliki sifat lifelike karena tokoh itu tidak hanya mnunjukkan gabungan sikapb dan obsesi yang tunggal. Ciri tokoh bulat adalah dia mampu memberikan kejutan kepada kita. C. Kerangka Berpikir Karya sastra merupakan sebuah bentuk seni yang dituangkan melalui bahasa. Karya sastra terdiri dari beragam bentuk, yaitu puisi, prosa, maupun drama. Prosa dapat berupa novel dan cerpen. Sebuah karya sastra dianggap sebagai bentuk ekspresi dari sang pengarang. Sastra dapat berupa kisah rekaan melalui pengalaman batin (pemikiran dan imajinasinya), maupun pengalaman empirik (sebuah potret kehidupan nyata baik dari sang penulis ataupun realita yang terjadi di sekitarnya) dari sang pengarang. Melalui karya sastra pengarang dapat dengan bebas berbicara tentang kehidupan yang dialami oleh manusia dengan berbagai peraturan dan norma-norma dalam interaksinya dengan lingkungan sehingga dalam karya sastra terdapat makna tertentu tentang kehidupan. Untuk itu, mengapa sastra cukup banyak digemari oleh para penikmatnya,.
(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30. hal ini dikarenakan karya sastra merupakan penggambaran dari manusia, dalam hal ini pengarang, sebagai bagian dari masyarakat. Sastra yang berbentuk prosa salah satunya adalah cerpen. Menurut Sayuti (2000: 8-10) mengemukakan bahwa cerpen adalah karya prosa fiksi yang dapat selesai dibaca dalam sekali duduk dan ceritanya cukup dapat membangkitkan efek tertentu dalam diri pembaca. Sebuah cerpen biasanya memiliki plot yang diarahkan pada insiden atau peristwa tunggal. Sebuah cerpen biasanya didasarkan pada insiden tunggal yang memiliki signifikansi besar bagi tokohnya. Kualitas watak tokoh dalam cerpen jarang dikembangkan secara penuh karena pengembangan semacam itu membutuhkan waktu, sementara pengarang sendiri sering kurang memiliki kesempatan untuk itu. Tokoh dalam cerpen biasanya langsung ditunjukkan karakternya. Artinya, hanya ditunjukkan tahapan tertentu perkembangan karakter tokohnya. Karakter dalam cerpen lebih merupakan “penunjukan” daripada hasil “pengembangan”. Dalam cerpen terdapat unsur-unsur intrinsik maupun ekstrinsik. Unsur intrinsik yang membangunnya seperti tokoh, latar, tema, alur, gaya bahasa, dan sudut pandang. Unsur ekstrinsik yang membangun cerpen seperti latar belakang pengarang, kondisi sosial budaya, dan tempat cerpen dibuat. Peneliti membuat penelitian cerpen karena selain mudah dipahami oleh pembelajar dalam tingkat SMP ataupun SMA, cerpen sendiri tidak akan menghabiskan banyak waktu dalam membaca dan menganalisisnya. Sebuah cerita memiliki suspensi. Suspensi menggiring pembaca bertanya-tanya mengenai apa yang akan diceritakan, sehingga timbul rangsangan untuk segera mengetahui kelanjutan kisah. Jadi dapat.
(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31. memunculkan pertanyaan seperti apakah watak dan tokohnya, di mana setting-nya, dan mengapa peristiwa itu harus terjadi agar pembaca ingin segera mengetahui akhir kisah. Contoh cerpen adalah “Milana” karya Bernard Batubara. Cerpen “Milana” ini menarik diteliti karena Bernard Batubara menghadirkan imajinasi yang tinggi, tema yang dapat dijumpai di kehidupan pembaca sehari-hari, alur yang dapat mengaduk emosi pembaca karena menyajikan alur maju dan mundur (campuran), latar yang menceritakan Pulau Bali, dan tokoh-tokoh yang memiliki sifat yang sederhana dan mengesankan. Milana adalah gadis yang namanya menjadi judul cerpen yang kemudian disematkan sebagai judul kumpulan cerpen ini adalah seorang pelukis senja. Dalam penelitian ini, peneliti membaca terlebih dahulu cerpen tersebut kemudian mendeskripsikan dan merumuskan data yang diperoleh dari cerpen yang berjudul “Milana” dari buku kumpulan cerpen “Milana” karya Bernard Batubara dengan ketentuan unsur-unsur yang telah disepakati menjadi bahan penelitian. Bagian dari unsur intrinsik yang dianalisis tersebut alur, latar, tema, dan tokoh. Alasan peneliti hanya menggunakan empat unsur intrinsik tersebut karena alur, latar, tema, dan tokoh adalah unsur utama yang terdapat dalam cerpen, unsur – unsur tersebut saling berkaitan (tidak dapat dipisahkan) dan mudah ditemui dalam setiap karya sastra khususnya cerpen.. Apabila menggunakan unsur lain seperti sudut pandang, watak, dan gaya. bahasa membutuhkan penafsiran yang berbeda antara pembaca satu dengan pembaca lainnya..
(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32.
(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pada bagian ini disajikan metodologi penelitian. Metodologi yang digunakan meliputi: jenis penelitian, subjek penelitian, sumber data, data penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, dan teknik analisis data. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif karena menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. Penelitian ini akan menguraikan mengenai tokoh, latar, alur, dan tema. A.. Jenis Penelitian Penelitian yang berjudul Analisis Tokoh, Latar, Alur, dan Tema Cerpen. “Milana” Karya Bernard Batubara ini termasuk penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian dengan data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka-angka. Dengan demikian, laporan penelitian akan berisi kutipankutipan data untuk memberikan gambaran penyajian laporan tersebut (Moleong, 2006:11). B.. Data dan Sumber Data Sumber data yang digunakan peneliti adalah cerita pendek yang berjudul. “Milana” karya Bernard Batubara. Judul Buku. : Milana (Perempuan Yang Menunggu Senja). Judul Cerpen. : Milana. 32.
(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33. Pengarang. : Bernard Batubara. Penerbit. : PT Gramedia Pustaka Utama. Tahun Terbit. : 2013. Jumlah Halaman. : 187 lembar. Dalam kumpulan cerpen ini terdapat. judul cerpen, cerpen yang akan dianalisis. berjudul “Milana”.. C.. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah teknik simak dan. catat. Peneliti menyimak keseluruhan isi cerpen “Milana” karya Bernard Batubara dan mencatat hal-hal pokok yang terdapat dalam cerpen. Berdasarkan kedua teknik tersebut, peneliti memperoleh dari hasil sumber tertulis. Sumber tertulis merupakan segala buku kesusastraan yang berkaitan dengan teori tentang unsur intrinsik dalam cerpen “Milana” karya Bernard Batubara.. D.. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Artinya, bahwa peneliti selaku. orang yang berkecimpung dalam dunia akademisi dan memiliki klasifikasi dalam bidang yang diteliti (penulisan) secara sungguh-sungguh melakukan penelitian. Peneliti berperan sebagai instrumen utama karena peneliti bertindak sebagai pengumpul data utama. Dalam penelitian ini peneliti mencari data dengan cara.
(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34. menganalisis unsur intrinsiik cerpen “Milana” karya Bernard Batubara. Data utama yang digunakan peneliti berupa kata-kata tertulis terkait unsure intrinsik cerpen.. E.. Teknik Analisis Data Dalam suatu penelitian, teknik pengumpulan data merupakan suatu langkah. penting yang harus dilakukan untuk mengumpulkan data. Dengan menentukan alat pengumpulan data yang tepat dan sesuai, data yang diperoleh akan lebih akurat, lengkap, dan representatif untuk diolah dan dianalisis. Jadi, analisis data dilakukan menggunakan teknik baca dan catat. Dalam penelitian ini, peneliti mendeskripsikan dan merumuskan data yang diperoleh dari cerpen yang berjudul “Milana” dari buku kumpulan cerpen “Milana” karya Bernard Batubara. Teknik catat digunakan sebagai teknik dalam pengumpulan data. Teknik baca dilakukan untuk menyimak penggunaan bahasa. Istilah di sini bukan hanya berkaitan dengan penggunaan bahasa secara lisan, tetapi juga penggunaan bahasa secara tertulis. Teknik catat adalah mencatat beberapa bentuk yang relevan bagi penelitiannya dari penggunaan bahasa secara tertulis (Mahsun, 2006:93). Selain itu, hasil analisa dapat divalidasi oleh validator validator penelitian ini adalah ahli sastra, yaitu Bapak Petrus Hariyanto, M.Pd. Tabel analisis validasi hasil penelitian dapat dilihat di halaman 83 – 103..
(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Pada bagian ini peneliti akan menganalisis unsur-unsur intrinsik cerpen “Milana” karya Bernard Batubara. Unsur-unsur intrinsik tersebut terbagi menjadi tujuh bagian yaitu, alur (plot), latar (setting), tema, dan tokoh. Peneliti hanya membahas empat unsur intrinsik, yaitu alur, latar, tema, dan tokoh. Keempat unsur itulah yang tercantum dalam kurikulum pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di tingkat SMA. Oleh karena itu, di sini berfokus pada empat unsur tersebut. Penelitian ini dapat memberikan contoh konkret yang mendalam terkait dengan analisis unsure intrinsik yang sesuai dengan pembelajaran di sekolah. A.. Kajian Unsur Intrinsik Cerpen Milana Sebuah karya sastra merupakan suatu bentuk gambaran yang konkret dari. pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, dan keyakinan. Dalam cerpen “Milana”, terdapat empat unsur yang dapat memberikan gambaran konkret. Keempat unsure tersebut adalah alur, latar, tema, dan tokoh. 1. Tokoh Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa atau berlakuan dalam berbagai peristiwa dalam cerita (Sudjiman, 1991: 16). Tokoh-tokoh perlu digambarkan ciri-ciri lahir dan sifat serta sikap batinnya. 35.
(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36. agar wataknya dapat dikenal oleh pembaca (Sudjiman, 1991: 23). Terdapat juga pembagian tokoh berdasarkan Nurgiyantoro (2010: 176-190) yaitu tokoh utama dan tokoh tambahan, tokoh protagonis dan tokoh antagonis, tokoh sederhana dan tokoh bulat, tokoh statis dan tokoh berkembang, dan tokoh tipikal dan tokoh netral. 1.1. Berdasarkan Segi Peranan atau Tingkat Pentingnya Dilihat dari segi peranannya atau tingkat pentingnya tokoh dalam sebuah cerita, ada tokoh yang tergolong penting dan ditampilkan terus menerus sehingga terasa mendominasi sebagian besar cerita, dan sebaliknya ada tokoh yang hanya dimunculkan dalam porsi penceritaan yang relatif pendek. Tokoh yang disebut pertama adalah tokoh utama cerita (central character, main character), sedangkan yang kedua adalah tokoh tambahan (peripheral character). Tokoh utama adalah tokoh yang diutamakan penceritaannya dalam cerpen yang bersangkutan. Ia merupakan tokoh yang paling banyak diceritakan, baik sebagai pelaku kejadian maupun yang dikenai kejadian. Tokoh utama paling banyak diceritakan dan selalu berhubungan dengan tokoh-tokoh lain, ia sangat menentukan perkembangan alur secara keseluruhan. Berdasarkan segi peranan atau pentingnya tokoh, “Milana” dalam cerpen “Milana” termasuk dalam tokoh utama. Tokoh Milana.
(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37. merupakan tokoh yang paling banyak muncul dalam cerpen ini, khususnya dalam hal yang dikenai kejadian. Oleh karena itu, tokoh Milana ialah tokoh yang paling penting dalam mengambil peranan dalam cerpen “Milana” dibandingkan dengan tokoh lain. Tokoh Milana muncul pada bagian awal, tengah, dan akhir cerita. (a). Saya rindu perempuan itu. Perempuan kedua. setelah Ibu yang mampu membuat saya rela menjadi seorang. penanti,. seorang. penunggu.. (Batubara,. 2016:175) Di bagian awal cerita, Saya meceritakan bahwa saya rindu kepada perempuan. Perempuan kedua setelah Ibunya yang membuat saya rela menjadi seorang penanti, seorang penunggu. Sifat Milana adalah penanti dan penyabar. Ini dapat dibuktikan pada bagian akhir cerita bagaimana Milana tetap menanti dan tetap sabar menunggu walaupun Saya sudah berusaha untuk mengatakan yang sebenarnya mengenai kekasih Milana. (b). Namun ia menolak dan mementahkan semua. kata-kata saya. Ia tidak bisa menerima bahwa jelas-jelas Areno, lelaki perekam senja, sudah meninggal dalam kecelakaan feri dua tahun lalu. Milana bersikeras Areno tidak meninggal. Dia hanya pamit pergi dan berjanji.
(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38. akan menemuinya lagi di atas feri BanyuwangiJembrana seperti biasanya. (Batubara, 2016: 185-186) Di bagian tengah cerita, Saya sedang membuka halaman sebuah majalah travel langganannya. Rubrik yang saya baca membahas topik travel photographer dan terdapat foto seorang lelaki yang memegang kamera. Areno adamar: Lelaki Perekam Senja, begitu tajuk artikel yang menyertai foto tersebut. Di artikel tersebut terdapat kalimat yang mengatakan bahwa Areno meninggal dalam kecelakaan feri dua tahun lalu. Saya teringat kepada Milana dan menghubungkan apakah yang dinanti Milana yang notabene kekasihnya adalah Areno Adamar. Pada. akhir. cerita,. Saya. menyadarkan. Milana. bahwa. kekasihnya telah meninggal dunia dan beritanya dapat dibaca di sebuah majalah travel. (c). Lalu, seperti yang sudah-sudah, Milana pergi. meninggalkan saya dengan membawa kanvasnya yang sudah saya rusak. Kali ini, ia pergi dengan berlari cepat dan air mata yang berderai. (Battubara, 2016: 186) Pemunculan tokoh-tokoh tambahan dalam keseluruhan cerita lebih sedikit, tak dipentingkan, dan kehadirannya hanya jika ada.
(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39. keterkaitannya dengan tokoh utama, secara langsung ataupun tak langsung. Tokoh tambahan disebut juga tokoh andalan karena ia dekat dengan tokoh utama, andalan dimanfaatkan oleh pengarang untuk member gambaran lebih terperinci tentang tokoh utama (Sudjiman, 1991: 20). Dalam cerpen Milana karya Bernard Batubara terdapat beberapa tokoh tambahan yang mendukung munculnya konflik pada diri tokoh utama, yaitu Saya dan Areno Adamar. Tokoh Saya dan Areno muncul pada bagian awal, tengah, dan akhir cerita. (d). Menunggu. kesabaran. dan. adalah. perkara. berhadap-hadapan. melebarkan. dengan. resiko. ketidakhadiran. Itu yang dikatakan oleh Ibu sehari sebelum dia meninggal. Saat itu, saya tidak tahu ia sedang. berbicara. tentang. ayah. yang. pergi. meninggalkan kami dan tidak pernah kembali lagi. (Batubara, 2016: 175) Di bagian awal cerita, Saya merindukan seorang perempuan yang bernama Milana. Sifat saya adalah peyabar dan peduli. Itu dapat dibuktikan pada bagian tengah saat saya membaca artikel mengenai Areno Adamar, lelaki perekam senja. Areno Adamar muncul dalam pertengahan cerita dan memiliki sifat setia dan selalu dapat menepat janji..
(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40. (e). Pria itu melangkah mendekatiku. “Lelaki yang. kamu tunggu, sudah meninggal, Milana. Apa yang kamu lakukan?” “Menunggu.” “Dia tidak akan kembali. Kamu tidak mengerti? Dia sudah tidak ada lagi.” “Dia ada. Dia sudah berjanji. Are tidak pernah ingkar janji!” (Batubara, 2016: 185) (f). Hai,” lelaki dengan kamera itu menyapaku.. “Kita bertemu lagi.” “Kau sering ke sini?” “Tidak. Baru belakangan ini saja.” “Dari Surabaya juga?” “Iya. Kamu juga?” Lelaki itu mengangguk. Ia tersenyum. Rahangnya yang tegas bertumpu pada batang lehernya yang besar dan kokoh. Bibirnya tipis dan senyumnya membentuk sudut yang tajam di kedua pipinya yang tirus dan dihiasi rambut-rambut halus. Ia membungkus tubuhnya dengan kaus putih dan bagian atas kakinya dengan celana kargo selutut berwarna cokelat tua. Rambutnya berantakan tertiup angin laut, namun aku masih bisa melihat matanya yang menyipit. Di sepasang matanya, senja terpantul. “Apa yang kamu potret?” Lelaki itu memalingkan wajahnya ke laut. “Tidakkah jelas terlihat?” “Senja?” Aku menaikkan.
(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41. alis. Ia mengangkat kameranya sejajar mata dan mulai membidik. Aku merasakan ada debar yang aneh di dadaku saat melihat lelaki itu tampak asyik dengan dunianya sendiri, menjebak pemandangan senja lewat lensa kameranya. (Batubara, 2016: 180-181) Areno Adamar: Lelaki Perekam Senja, begitu tajuk artikel yang. menyertai. foto. tersebut.. Are,. begitu. nama. panggilannya seperti yang tertulis, dikenal sebagai travel photographer muda yang sangat gemar memotret senja di berbagai tempat yang ia datangi, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Are adalah a rising star di kalangan travel photographer. Foto-foto senjanya sangat indah. Ada semacam kekuatan magis yang menyedot siapa pun yang melihat foto-fotonya. Foto-foto senja Are sangat sederhana, tetapi setiap sudut gambarnya menyimpan atmosfer aneh yang membuat orang-orang betah berlama-lama hanya memperhatikan gambar yang ia buat. (Batubara, 2016: 183) 1.2. Berdasarkan Fungsi Penampilan Tokoh Dilihat dari fungsi penampilan tokoh dapat dibedakan ke dalam tokoh protagonist dan tokoh antagonis. Tokoh protagonis adalah tokoh yang kita kagumi, yang salah satu jenisnya secara populer disebut hero.
(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42. – tokoh yang merupakan pengejawantahan norma-norma, nilai-nilai, yang ideal bagi kita (Altenbernd dalam Nurgiyantoro, 2010: 178). Tokoh protagonis menampilkan sesuatu. yang sesuai dengan. pandangan kita, harapan-harapan kita, pembaca. Kita sering mengenalinya sebagai memiliki kesamaan dengan kita, permasalahan yang dihadapinya seolah-olah juga sebagai permasalahan kita, demikian pula halnya dalam menyikapinya. Jadi, segala apa yang dirasa, dipikir, dan dilakukan tokoh ini sekaligus mewakili kita. Konflik yang dialami oleh tokoh protagonist tidak harus hanya disebabkan oleh tokoh antagonis tetapi juga dapat disebabkan di luar individualitas seseorang seperti bencana alam, kecelakaan, lingkungan alam dan sosial, aturan-aturan sosial, nilai-nilai moral, kekuasaan dan kekuatan yang lebih tinggi, dan sebagainya. Tokoh protagonist dalam cerpen Milana ini adalah Saya dan Areno Adamar. (g). Saya merasa ada sesuatu yang janggal dengan. dirinya. (Batubara, 2016: 100) (h). “Dia sudah meninggal. Kamu tahu itu?” pria itu. kembali berbicara. Pria itu melangkah mendekatiku. “Lelaki yang kamu tunggu, sudah meninggal, Milana. Apa yang kamu lakukan?” “Menunggu.” “Dia tidak akan kembali. Kamu tidak mengerti? Dia sudah tidak.
(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43. ada lagi.” “Dia ada. Dia sudah berjanji. Are tidak pernah ingkar janji!” (Batubara, 2016:103) (i). Saya tidak bisa melihat perempuan itu seperti. ini terus. Milana harus sadar dan menerima kenyataan bahwa yang ia tunggu-tunggu selama ini tidak akan pernah datang kembali. Namun, ia menolak dan mementahkan semua kata-kata saya. Ia tidak bisa menerima bahwa jelas-jelas Areno, lelaki perekam senja, sudah meninggal dalam kecelakaan feri dua tahun lalu. Milana bersikeras Areno tidak meninggal. Dia hanya pamit pergi dan berjanji akan menemuinya lagi. di. atas. feri. Banyuwangi-Jembrana,. seperti. biasanya. (Batubara, 2016: 103-104) Tokoh antagonis adalah tokoh penentang dari tokoh protagonis sehingga. menyebabkan. konflik. dan. ketegangan.. Tokoh. ini. digambarkan sebagai tokoh yang berkarakter kurang baik. Tokoh antagonis memusuhi tokoh protagonis. Cerpen Milana menyajikan tokoh antagonis sebagai tokoh yang melawan kebenaran dan kejujuran dari cara dia bersikap ataupun cara dia tidak mau menerima kenyataan yang ada. Dalam cerpen Milana karya Bernard Batubara terdapat.