• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

A. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah

(RPJMD) Kabupaten Kubu Raya Tahun 2009 - 2014

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kubu Raya tahun 2009-2014 merupakan dokumen perencanaan strategis yang disusun dan dirumuskan setiap 5 (lima) tahun dan menggambarkan visi, misi, tujuan, sasaran, program dan kegiatan daerah. RPJMD secara sistematis mengedepankan isu-isu lokal yang di terjemahkan ke dalam bentuk strategik kebijakan dan rencana pembangunan yang terarah, efektif dan berkesinambungan sehingga dapat di implementasikan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran pembiayaan.

Dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah, perencanaan strategis merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh instansi pemerintah agar mampu menjawab tuntutan lingkungan strategis lokal, nasional dan global, dengan pendekatan perencanaan strategis yang jelas dan sinergis, instansi pemerintah lebih dapat menyelaraskan visi dan misi dengan peluang dan kendala yang dihadapi dalam upaya peningkatan akuntabilitas kinerjanya.

Penyusunan LAKIP Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Tahun 2012 ini mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Kubu Raya Nomor 8 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kubu Raya tahun 2009–2014. Strategi dan arah pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Kubu Raya Tahun 2009-2014 yaitu :

1. Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Kubu Raya. Mencakup 6 (enam) bidang pembangunan yaitu pembangunan

(2)

bidang Sumber Daya Manusia, Pembangunan Bidang Ekonomi, Pembangunan Bidang Infrastruktur, Pembangunan Bidang Pemerintahan, Pembangunan Bidang Lingkungan Hidup serta Pembangunan Bidang Sosial Budaya.

1.1 Strategi dan arah pembangunan Bidang Sumber Daya Manusia.

Meliputi Bidang Pendidikan dan Kesehatan yaitu meningkatkan dan mengembangkan kualitas dan kuantitas pendidikan formal dan non formal dimulai sejak pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA, sedangkan Pendidikan Non Formal meliputi pendidikan luar sekolah (kursus/diklat atau pendidikan sejenis) dan pendidikan keaksaraan fungsional.

Strategi yang ditempuh adalah mengupayakan pemenuhan anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBD. Melanjutkan upaya pemerataan dan penyediaan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat termasuk penyandang cacat. Mengupayakan penyelenggaraan pendidikan dasar sembilan tahun melalui penyediaan dan peningkatan sarana dan prasarana kegiatan belajar (KMB) dalam rangka pemenuhan hak-hak dasar masyarakat.

Meningktakan peran serta komite sekolah pada khususnya dan peran serta masyarakat dan swasta pada umumnya dalam pengembangan dunia pendidikan, meningkatkan kegiatan belajar masyarakat dan pelatihan/ pendidikan non formal bagi warga masyarakat yang tidak terpenuhi kebutuhan pendidikannya melalui jalur formal dalam rangka meningkatkan pengetahuan, kecakapan/keterampilan hidup dan kemampuan guna meningkatkan kualitas hidup.

Mengembangkan kecakapan hidup untuk

(3)

serta kesiapan peserta didik dalam memasuki pasar kerja dalam meningkatkan kerja sama/keterkaitan dunia usaha dengan dunia pendidikan, peningkatan kapasitas kelembagaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam rangka membina potensi anak secara optimal agar memiliki kesiapan dalam memasuki jenjang pendidikan selanjutnya, meningkatkan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan dalam rangka meningkatkan komitmen mereka dalam melaksanakan tugas, menurunkan jumlah penyandang buta aksara melalui peningkatan intensifikasi perluasan akses dan kulaitas penyelenggaraan pendidikan keaksaraan fungsional.

Mengembangkan Budaya baca untuk menghindari terjadinya buta aksara kembali (replapse illiteracy) dan menciptakan masayarakat belajar, mengembangkan kurikulum muatan lokal yang sesuai dengan potensi, karateristik dan kebutuhan daerah serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya dan seni untuk meningkatkan etos kerja, kemampuan kewirausahaan kepribadian peserta didik yang mantap dan berkelanjutan lingkungan hidup.

1.2 Strategi dan arah pembangunan Bidang Kesehatan

Strategi dan arah pembangunan Bidang Kesehatan yaitu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui peningkatan kualitas tenaga kesehatan yang profesional, peningkatan jumlah dan mutu sarana dan prasarana kesehatan serta obat dan perbekalan kesehatan, peningkatan jangkau pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan pemberian jaminan kesehatan terutama bagi masyarakat kurang mampu dan peningkatan jenis pelayanan sampai dengan pengobatan paripurna.

(4)

Peningkatan kualitas dan kuantitas, surveilance efidemiologi untuk penyakit menular dan tidak menular, peningkatan pemberdayaan individu, keluarga dan masyarakat dalam upaya kesehatan bersumber masyarakat dan upaya pembinaan kelangsungannya, peningkatan kerjasama lintas sektoral dan lintas program dalam mewujudkan lingkungan sehat.

1.3 Strategi dan arah pembangunan Bidang Ekonomi

Pembangunan bidang ekonomi di Kabupaten Kubu Raya tidak terlepas dari pembangunan ekonomi nasional, hal ini disebabkan karena situasi dan kondisi perekonomian nasional akan sangat berdampak pada perekonomian daerah, krisis perekonomian global yang lalu membawa dampak yang sangat besar khususnya di Kabupaten Kubu Raya, harga rupiah yang menurun tajam yang berakibat pada tingginya angka inflasi, inflasi merupakan salah satu tolak ukur ke stabilitas perekonomian suatu daerah.

Perekonomian Kabupaten Kubu Raya digerakkan oleh sektor perdagangan dan perindustrian, oleh karena itu strategi dan arah kebijakan yang dikembangkan untuk pembangunan bidang ekonomi merupakan arah kebijakan yang berkaitan dengan bidang perdagangan dan industri yaitu mengupayakan penyederhanaan proses perijinan yang efektif dan efesien dengan membentuk dan mengoptimalkan institusi pelayanan terpadu.

Mengembangkan sarana dan prasarana perdagangan yang memadai, menyediakan sarana informasi dan fasilitasi pemasaran dalam rangka pengembangan produk-produk unggulan daerah. Memberdayakan dan meningkatkan peran organisasi profesi di bidang perdagangan, industri dan ketenagakerjaan, mengembangkan iklim usaha yang kondusif

(5)

bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi dengan pola pendampingan dalam aspek pemasaran, manajemen, permodalan dan aspek lainnya dalam rangka memperkuat usaha-usaha berbasis ekonomi kerakyatan.

Selain Sektor perdagangan dan perindustrian, perekonomian Kabupaten Kubu Raya juga digerakkan oleh pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) secara luas. Pengolahan SDA tersebut tersebar dibeberapa sektor yaitu Pertanian, Peternakan, Perikanan, Kehutanan dan Perkebunan. Pembangunan SDA dilakukan dengan cara yang bijaksana sehingga pemanfaatan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat pada saat sekarang namun juga bagi generasi dimasa medatang, bidang sumber daya alam sebagai yaitu mengembangkan potensi sumberdaya alam secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan dengan mengutamakan lingkungan hidup, mengembangkan sumber daya manusia pengelola sumber daya alam (petani dan nelayan) agar dapat memanfaatkan teknologi tepat guna untuk mencapai optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam.

Mengembangkan konsep pengembangan agribisnis kewilayahan dengan konsentrasi pada satu produk unggulan untuk satu wilayah, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan dan pemiliharaan sumber daya alam, menyediakan fasilitas permodalan bagi petani dan nelayan dalam mengembangkan usahanya, memfasilitasi upaya penegakan hukum terhadap tindak kejahatan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam.

1.4 Strategi dan arah pembangunan Bidang Infrastruktur

Pemenuhan Prasarana dan Sarana memegang peranan penting dalam keberhasilan pembangunan,

(6)

prasarana dan sarana yang utama antara lain penyediaan jalan dan jembatan, irigasi dan sarana air bersih dan tranformasi serta telekomunikasi.

Namum pembangunan infrastruktur ini tetap perlu memperhatikan konsekuensi sistemik terhadap kualitas lingkungan hidup daerah di sekitarnya dan keseimbangan eksploitasi ketersediaan terhadap kebutuhan sumber daya alamnya. Strategi dan arah kebijakan pembangunan bidang prasarana dan sarana yaitu meningkatkan perencanaan prasarana dan sarana yang dibutuhkan masyarakat dan mengoptimalkan realisasi perencanaan tersebut dalam pembangunan fisik yang nyata.

Meningkatkan pelayanan dan ketersediaan prasarana dan sarana yang dapat menunjang proses pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas, meningkatkan kinerja pelayanan prasarana dan sarana yang telah terbangun terutama yang berkaitan dengan hak-hak dasar masyarakat seperti air bersih dan sumber energi.

Melakukan koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk memperjelas hak dan kewajiban dalam penanganan prasarana dan sarana yang dibangun, meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan prasarana dan sarana transportasi/perhubungan, pengelolaan kawasan pemukiman, pengelolaan persampahan, penerangan jalan dan berbagai prasarana dan sarana publik lainnya.

1.5 Strategi dan arah pembangunan Bidang Aparatur dan Pemerintahan.

Pembangunan di bidang aparatur dan pemerintahan akan sangat berkaitan dengan komitmen pemerintah untuk menciptakan good governance yang dapat diukur antara lain

(7)

melalui peningkatan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik kepada masyarakat, strategis dan arah kebijakan yang ditempuh adalah meningkatkan kapasitas kelembagaan pemerintah daerah, meningkatkan profesionalisme aparat pemerintah daerah, menyelenggarakan pembinaan karier aparatur yang di dasarkan pada profesionalisme, prestasi kerja dan jenjang pendidikan dengan sistem penilaian yang terbuka dalam suatu mekanisme kerja badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan.

Meningkatkan pengawasan dan akuntabilitas aparatur negara, memenuhi sarana dan prasarana penunjang dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, meningkatkan kerja sama dengan pemerintah daerah lain melalui penguatan kesepahaman tentang batas wilayah administratif.

1.6 Strategi arah kebijakan pelayanan publik

Strategi arah kebijakan pembangunan bidang pelayanan publik sangat berkaitan dan saling mendukung dengan strategi dan arah kebijakan sebelumnya, yaitu bidang aparatur dan pemerintahan daerah. Tanpa adanya aparatur yang profesional dan berkualitas, pelayanan publik yang baik, pemerintahan Kabupaten Kubu Raya mengembangkan strategi dan arah kebijakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, meningkatkan komunikasi dan pelayanan informasi publik, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan daerah.

1.7 Strategi dan arah Hukum

Strategi dan arah kebijakan yang dikembangkan yaitu meningkatkan konsistensi pelaksanaan peraturan daerah dan

(8)

peraturan perundang–undangan lainnya, meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dan aparatur pemerintah, meningkatkan koordinasi pelaksanaan proses hukum berdasarkan azas kepastian hukum, kemanfaatan hukum dan keadilan.

1.8 Strategi dan arah restrukturisasi kelembagaan dan perangkat daerah.

Strategi dan arah kebijakan yang dikembangkan yaitu mensinkronkan kelembagaan pemerintah daerah dan menyesuaikannya dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan menyesuaikannya dengan kebutuhan daerah, melakukan evaluasi dan analisis pengembangan organisasi perangkat daerah. Melakukan fasilitasi dan pengadaan pengendalian penataan kelembagaan perangkat daerah ditingkat kabupaten.

1.9 Strategi dan arah pembangunan Bidang Lingkungan Hidup Strategi dan arah kebijakan yang dikembangkan yaitu menginventarisasi dan membangun basis data sumber daya alam hayati dan non hayati secara berkelanjutan, mengupayakan peninjauan strategis, lingkungan hidup untuk semua aspek pembangunan secara berkelanjutan, mengelola dan mendayagunakan potensi sumber daya laut, pesisir dan pulau-pulau kecil secara lestari berbasis masyarakat.

Meningkatkan upaya konservasi laut, pesisir dan pulau-pulau kecil serta merehabilitasi ekosistem yang rusak, seperti terumbu karang, mangrove, padang lamun dan estuaria, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan secara luas, mengendalikan pencemaran dan perusakan lingkungan diwilayah pesisir laut, perairan dan pulau-pulau kecil, memfasilitasi upaya

(9)

penegakan hukum terhadap pencemaran lingkungan,

memberlakukan moratorium dikawasan tertentu,

meningkatkan manfaat pertambangan dan nilai tambah, dengan melihat lingkungan, merehabilitasi kawasan bekas pertambangan, meningkatkan upaya pengendalian dampak lingkungan akibat kegiatan pembangunan.

1.10 Strategi dan arah pembangunan Bidang Sosial Budaya

Strategi dan arah kebijakan yang dikembangkan yaitu Menggali dan mengembangkan keragaman nilai dan budaya lokal sehingga dapat menjadi salah satu aset daerah yang bernilai jual, meningkatkan peran serta masyarakat secara aktif dalam pengembangan nilai dan kekayaan budaya daerah, meningkatkan ketahanan sosial individu, keluarga dan komunitas masyarakat dalam mencegah dan mengani permasalahan kesejahteraan sosial.

Meningkatkan aksesbilitas penyandang masalah kesejahteraan sosial terhadap berbagai pelayanan sosial dasar, memfasilitasi pengembangan lembaga sosial kemasyarakatan terutama yang berkaitan dengan hak dan nilai-nilai kearifan lokal, sektor yang mendukung seperti sektor ketenagakerjaan, pemuda dan olah raga, perempuan dan anak, kependudukan, kemiskinan dan politik.

2. Visi – Misi Kabupaten Kubu Raya

Visi adalah suatu gambaran kedepan tentang keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan instansi pemerintah yang diarahkan supaya dapat berkarya secara konsisten dan tetap eksis, antisipatif, inovatif serta produktif.

Berdasarkan kondisi kabupaten Kubu Raya pada saat ini, isu dan tantangan dalam 5 (lima) tahun kedepan, yang telah ditetapkan

(10)

kedalam RPJMD, maka visi Kabupaten Kubu Raya adalah

Terdepan dan Berkualitas” mengandung makna :

Terdepan, mengandung pengertian bahwa Kabupaten Kubu Raya memiliki keungggulan yang kompetitif dan berkelanjutan dalam pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan dan pengelolaan sumber daya alam.

Berkualitas, mengandung pengertian tercapainya kualitas sumber daya manusia sebagai asset utama Kabupaten Kubu Raya memiliki nilai tambah, berdaya saing tinggi menuju masyarakat madani.

Misi Kabupaten Kubu Raya.

Untuk mewujudkan visi Kabupaten Kubu Raya terdepan dan berkualitas, maka dirumuskan Misi sebagai berikut :

a. MISI 1 : Menciptakan Sumber Daya Manusia yang berkualitas melalui peningkatan pendidikan, kesehatan, mengembangkan tatanan kehidupan masyarakat yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, berbudaya dan bertoleransi serta meningkatkan kesejahteraan sosial.

No. Sasaran

1. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan yang terjangkau.

2. Meningkatkan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan. 3. Meningkatkan tata kelola pendidikan yang akuntabel.

4. Meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

5. Meningkatnya kualitas kesehatan ibu, anak dan masyarakat. 6. Meningkatnya keluarga kecil berkualitas.

(11)

7. Meningkatnya pemberdayaan masyarakat.

8. Meningkatnya kualitas dan partisipasi pemuda dan meningkatnya kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat serta prestasi olahraga.

9. Meningkatnya pariwisata dengan memanfaatkan potensi budaya daerah.

10. Meningkatnya perlindungan dan kesejahteraan sosial serta pemberdayaan masyarakat.

11. Meningkatnya percepatan pembangunan di wilayah transmigrasi.

b. MISI II : Meningkatkan perekonomian kerakyatan yang berbasis teknologi dan kemitraan serta meningkatkan dan mengembangkan iklim investasi yang kondusif, memperluas kesempatan kerja dan berusaha serta pelayanan perizinan yang prima.

No. Sasaran

12. Meningkatkan kualitas dan kuantitas penyuluhan pertanian, perikanan, perkebunan dan kehutanan.

13. Berkembangnya perdagangan daerah.

14. Berkembangnya UMKM, Industri kecil dan menengah serta Koperasi.

15. Meningkatnya kualitas tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

16. Terwujudya percepatan pembangunan di wilayah perbatasan dalam suatu sistem wilayah pengembangan ekonomi yang terintegrasi dan strategis.

(12)

c. MISI III : Meningkatkan, mengembangkan dan memberdayakan potensi sumber daya alam yang berkelanjutan dengan tetap menjaga dan mempertahankan kualitas dan kelestarian fungsi lingkungan hidup melalui perencanaan yang menyeluruh.

No. Sasaran

17. Meningkatnya produktivitas dan kualitas produk komoditi unggulan bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura, peternakan, dan perikanan, keanekaragaman hayati, kehutanan dan pertambangan serta ESDM.

18. Meningkatnya produktivitas dn kualitas komoditi produk unggulan bidang kehutanan dan perkebunan.

19. Meningkatnya perlindungan sumber daya hutan dan perkebunan.

20. Meningkatnya kualitas dan kuantitas pengelolaan usaha pertambangan.

21. Meningkatnya pembinaan dan pengendalian usaha pertambangan rakyat, bahan bakar dan energi.

22. Meningkatnya pengelolaan lingkungan hidup.

d. MISI IV : Meningkatkan kinerja dan profesionalisme aparatur pemerintah melalui penataan birokrasi (kelembagaan) serta meningkatkan sarana dan infrastruktur wilayah yang merata, berkualitas dan berkelanjutan.

No. Sasaran

23. Meningkatnya profesionalisme aparatur.

24. Meningkatnya pelayanan prima aparatur untuk mendorong terciptanya pelayanan kepada masyarakat.

(13)

25. Terselenggaranya pengelolaan keuangan daerah yang efisien dan efektif dengan dukungan optimalisasi penerimaan daerah.

26. Meningkatnya kinerja aparatur, pengawasan yang berdaya guna untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

27. Tersedianya sarana dan prasarana transportasi darat, sungai, penyeberangan, dan laut secara memadai dengan dukungan pos, informasi dan komunikasi serta telekomunikasi yang mantap.

28. Tersedianya pelayanan kehumasan untuk kepentingan publik.

29. Meningkatnya penghayatan dan pengamalan nilai-nilai mental spritual.

Misi-misi tersebut di implementasikan kedalam program-program dan kegiatan yang tersebar kepada setiap dinas, badan, kantor dan instansi lainnya di Pemerintahan Kabupaten Kubu Raya.

3. Tujuan dan Sasaran

Tu

juan yang ingin dicapai yaitu :

Menjadikan Kabupaten Kubu Raya terdepan di Kalimantan Barat maupun Regional Kalimantan, Kubu Raya untuk Indonesia yang memiliki keunggulan yang kompetitif dan berkelanjutan dalam pemerintahan, pembangunan, kemasyarakat dan pengelolaan sumber daya alam, dengan meletakkan pondasi dasar adalah penataan dan pembangunan daerah sampai tingkat peningkatan, ekspansi dan inovasi unggulan daerah.

Sasaran yang di inginkan adalah :

Menjadikan Kabupaten Kubu Raya yang mempunyai sumberdaya manusia sebagai asset utama memiliki nilai tambah, berdaya saing tinggi menuju masyarakat madani, dengan meletakkan pondasi dasar yaitu penataan dan peningkatan kelembagaan perangkat

(14)

daerah dan kepegawaian yang efektif, akuntabel dan professional, dengan penerapan e-government dan teknologi informasi, serta memfokuskan peningkatan pembangunan sumberdaya manusia di bidang pendidikan, kesehatan, perekonomian berbasis pedesaan, potensi sumberdaya alam lokal, pendampingan, UMKM, serta meningkatkan pembangunan insfrastruktur dasar, pembukaan isolasi daerah, penguatan desa pelayanan publik yang prima.

B. Penetapan Kinerja Tahun 2013

Untuk penjabaran visi-misi dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam periode 01 Januari 2013 sampai dengan 31 Desember 2013 Kabupaten Kubu Raya, maka ditetapkan 29 sasaran strategis dan 120 indikator dengan penetapan kinerja sebagai berikut :

Tabel 2

Penetapan Kinerja (TAPKIN) / Indikator Kinerja Utama (IKU) Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalbar

Tahun Anggaran 2013

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama (IKU) Target

1. Meningkatnya akses masyarakat terhadap pendidikan yang terjangkau

a. Prosentase Penduduk yang berusia > 15 th melek huruf (tidak buta aksara)

91,81 %

b. Prosentase Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI/Paket A

99,75%

c. Prosentase Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs/Paket B

80%

d. Prosentase Angka Partisipasi Murni (APM) SMA,SMK/MA/Paket C

62,96%

e. Prosentase Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD/TK

(15)

f. Prosentase Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI/Paket A

114%

g. Prosentase Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs /Paket B

93%

h. Prosentase Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA/SMK/MA/ Paket C

70%

2. Meningkatkan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan

a. Prosentase Tenaga Pendidik yang Lulus Sertifikasi

58,56 %

b. Rata-rata Hasil Ujian (UAN) SD/MI 6,77 c. Rata-rata Hasil Ujian (UAN)

SMP/Mts

6,75

d. Rata-Rata hasil Ujian (UAN) SMA/MA

6,50

e. Rata-rata Hasil Ujian (UAN) SMK/Kejuruan

6,20

3. Meningkatkan tata kelola pendidikan yang akuntabel

a. Prosentase Sekolah Yang memenuhi Standar akreditasi

29,28 %

b. Prosentase Sekolah Yang Telah Mempunyai Komite Sekolah

95%

c. Prosentase APBD untuk anggaran Pendidikan

20 %

4. Meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan

a. Prosentase ketersediaan obat sesuai dengan kebutuhan

73 %

b. Angka Harapan Hidup waktu lahir 66,66 Tahun c. Prosentase sarana / prasarana

kesehatan

80 %

5. Meningkatnya kualitas kesehatan ibu, anak dan masyarakat miskin.

a. Angka Kematian Ibu Melahirkan / 125 ibu b. Bersalin per 100.000 kelahiran

hidup

c. Angka Kematian Bayi per 1000 kelahiran hidup

24 bayi

d. Angka Kematian Balita per 1000 kelahiran hidup

35 balita

e. Angka Gizi Buruk 2,50% f. Prosentase peserta Jamkesmas

keluarga Miskin

(16)

6. Meningkatnya Keluarga Kecil Berkualitas

a. Prosentase prevalensi peserta KB Aktif

80,00 %

b. Prosentase Keluarga Pra Sejahtera Binaan dan Keluarga Sejahtera I

80,00 %

c. Jumlah akseptor KB baru 80,00 % 7. Meningkatnya

Pemberdayaan Masyarakat

a. Prosentase PKK aktif 115 PKK b. Jumlah Kelompok Masyarakat

produktif

20 kelompok

c. Prosentase partisipasi perempuan di lembaga pemerintah

25 %

d. Prosentase pembinaan terhadap organisasi kemasyarakatan

115 LPM

8. Meningkatnya kualitas dan partisipasi pemuda dan meningkatnya kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat serta prestasi olah raga

a. Jumlah gelanggang/balai remaja (selain milik swasta) per 1.000 penduduk

0

b. Jumlah kegiatan pembinaan pemuda

4 kegiatan

c. Jumlah event olah raga yang diikuti 4 event d. Jumlah siswa berprestasi di bidang

olah raga

100 Siswa

9. Meningkatnya pariwisata dengan memanfaatkan potensi budaya daerah

a. Penyelenggaraan festival seni dan budaya

7 Event

b. Jumlah benda, situs dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan

17 Situs

c. Jumlah kunjungan wisatawan Nusantara (domestik)

40.000 Orang d. Jumlah kunjungan wisatawan asing 5.000 Orang e. Kontribusi sektor pariwisata

terhadap PDRB

Rp. 1. 129. 326.000 10. Meningkatnya Perlindungan

Dan Kesejahteraan Sosial serta Pemberdayaan Masyarakat

a. Jumlah sarana sosial 1 Panti b. Prosentase penanganan

penyandang masalah kesejahteraan sosial

30%

(17)

d. Pengadaan sarana dan prasarana evakuasi penduduk dan ancaman/korban bencana alam

350 Paket

11. Meningkatnya percepatan pembangunan di wilayah transmigrasi.

a. Transmigran Swakarsa 640 KK b. Pembinaan kepada transmigran 70% c. Sertifikasi lahan transmigrasi 1.000

Sertifikat

12. Meningkatnya Kualitas dan Kuantitas Penyuluh Pertanian, Perikanan, Perkebunan dan Kehutanan

a. Prosentase penyuluh yang terlatih 100,00 % b. Intensitas pembinaan penyuluh

terhadap kelompok tani

90%

c. Prosentase tenaga penyuluh di desa

100%

d. Prosentase Pembinaan kelompok tani

75%

13. Berkembangnya Perdagangan Daerah

a. Jumlah pembinaan terhadap usaha perdagangan (peredaran barang)

50 Usaha

b. Kontribusi sektor Perdagangan terhadap PDRB

Rp.1.921.94 4.68 c. Penyelenggaraan perijinan dan

non perijinan

3500 Ijin

d. Jumlah ijin yang dikelola 80% e. Persentase peningkatan investasi 80%

14 Berkembangnya UMKM, Industri kecil dan menengah serta Koperasi

a. Prosentase Koperasi Aktif 80 % b. Prosentase pembinaan usaha

mikro dan kecil

50%

15. Meningkatnya kualitas tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar

a. Prosentase tingkat partisipasi angka kerja

(18)

b. Prosentase pelatihan calon tenaga kerja

40%

c. Tenaga kerja yang mengikuti Jamsostek 39.632 Orang d. Prosentase pengawasan ketenagakerjaan 90% 16. Terwujudnya percepatan pembangunan di wilayah perbatasan dalam suatu sistem wilayah

pengembangan ekonomi yang terintegrasi dan strategis.

a. Jumlah kelurahan / desa yang tertib administrasinya

117 Desa

b. Penetapan tata batas desa 31 Desa

c. Jumlah pemekaran Desa 9 Desa

17. Meningkatnya Produktivitas dan Kualitas Produk Komoditi Unggulan Bidang Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura,

Peternakan, Perikanan, Keanekaragaman Hayati, Kehutanan dan

Pertambangan Serta ESDM

a. Regulasi ketahanan pangan 1 Perbup b. Produktivitas komunitas pangan

utama

240.000 Ton

c. Produktivitas komunitas hortikultura 1.233.928 Ku d. Prosentase kontribusi sektor

pertanian terhadap PDRB

23%

e. Jumlah produksi perikanan tangkap 14.567 Ton f. Peningkatan sarana dan prasarana

pengolahan dan pemasaran

38 Unit

g. Peningkatan sarana dan prasarana masyarakat pesisir

66 Unit

h. Meningkatkan kelompok

masyarakat pengawas perikanan

9 kelompok

i. Jumlah kelompok yang terbina 875 kelompok 18. Meningkatnya Produktivitas

dan Kualitas Komoditi Produk Unggulan Bidang Kehutanan dan Perkebunan

a. Produksi komunitas kehutanan dan perkebunan

59.638,5 Ton b. Produksi kayu olahan yang legal 496.790 M3 c. Persentase pembinaan masyarakat

dalam pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

70%

(19)

Sumberdaya Hutan dan

Perkebunan b. Kerusakan Kawasan Hutan 20 % c. Luas Lahan yang direboisasi 25 % 20. Meningkatnya Kualitas dan

Kuantitas Pengelolaan Usaha Pertambangan

a. Kontribusi sektor pertambangan terhadap PDRB

Rp. 55.000.000 b. Potensi Pertambangan 9 Lokasi 21. Meningkatnya Pembinaan

dan Pengendalian Usaha Pertambangan Rakyat, Bahan Bakar dan Energi

a. Penertiban Pertambangan Tanpa Izin

70%

b. Prosentase Rumah Tangga yang telah teraliri listrik

90% 22. Meningkatnya Pengelolaan Lingkungan Hidup a. Prosentase Perusahaan menerapkan AMDAL 50%

b. Prosentase Penegakan hukum lingkungan

40%

c. Prosentase ruang terbuka hijau 30% d. Prosentase Penanganan sampah 70% e. Kualitas kebersihan kota 80% f. Penataan kawasan yang berbasis

lingkungan

80%

23. Meningkatnya

Profesionalisme Aparatur

a. Prosentase pejabat struktural yang telah memenuhi syarat kompetensi jabatan

90 %

b. Tingkat Implementasi hasil Analisis Jabatan

80%

c. Prosentase instansi yang telah melakukan Analisis Jabatan

100% 24. Meningkatnya Pelayanan

Prima kepada aparatur untuk mendorong terciptanya pelayanan kepada masyarakat

a. Rancangan Perda yang ditetapkan 23 perda b. Jumlah penduduk yang telah

memiliki KTP 275.000

c. Jumlah penduduk yang telah

memiliki KK 230.000

d. Jumlah penduduk yang telah

memiliki akta 300.000

e. Realisasi NIK 670.000 25. Terselenggaranya

pengelolaan keuangan daerah yang efesien dan efektif dengan dukungan optimalisasi penerimaan daerah

a. Tersedianya sistem pelaporan akuntansi keuangan daerah yang akurat

100 %

b. Prosentase PAD terhadap total pendapatan daerah

10 % c. Prosentase peningkatan 10%

(20)

pendapatan daerah 26. Meningkatnya kinerja

aparatur, pengawasan yang berdaya guna untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan

a. Ketepatan waktu penyusunan KUA / PPAS / RKPD

3 Dokumen

b. Penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan

100% (128 TLHP) c. Persentase PNS yang membuat

LP2P

100%

d. Keberadaan Web site milik pemerintah daerah sebagai sarana pelayanan publik

100%

e. Persentase luas lahan Pemkab bersertifikat

40%

f. Penusunan LAKIP 100%

g. Penyusunan LPPD 100 % h. Penyusunan LKPJ 100 % i. Penegakan Perda dan Perbup 80% j. Pembinaan terhadap LSM, Ormas

dan OKP

1 Kegiatan

27. Tersedianya sarana dan prasarana wilayah, transportasi darat, sungai, penyeberangan, dan laut secara memadai dengan dukungan pos, informasi dan komunikasi serta

telekomunikasi yang mantap

a. Prosentase panjang jalan kabupaten dalam kondisi baik

60%

b. Prosentase luas irigasi Kabupaten dalam kondisi baik

60%

c. Jumlah jembatan 16 Unit d. Tingkat kecukupan rambu lalu lintas 90% e. Tersedianya terminal angkutan

darat

90%

f. Tersedianya dermaga / pelabuhan 85% g. Distribusi air bersih 7 Desa 28. Tersedianya Pelayanan

Kehumasan untuk kepentingan publik

a. Infrastruktur jaringan online ke setiap SKPD dan Kecamatan

100 %

b. Ketepatan waktu penyusunan KDA 100% c. Jumlah SDM pengelola kearsipan 50 orang d. Koleksi judul buku di perpustakaan

daerah

5.452 judul

(21)

kunjungan ke Perpustakaan Daerah 29. Meningkatnya Penghayatan

dan Pengamalan Nilai-Nilai Mental Spiritual

a. Terselenggaranya kegiatan hari besar keagamaan (MTQ, Idul Fitri, Idul Adha, Natal, Nyepi, Waisak dan Cap go meh.

100%

b. Jemaah Haji yang difasilitasi Pemerintah Daerah.

200 jemaah haji

Target dari setiap indikator pencapaian sasaran tersebut diatas diharapkan dapat dicapai melalui pelaksanaan program dan kegiatan yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2013 sebagaimana terdapat dalam APBD tahun 2013 dan Penetapan Kinerja (PK) tahun 2013 yang merupakan komitmen kinerja antara Bupati Kubu Raya dengan Kepala SKPD secara berjenjang.

Referensi

Dokumen terkait

keinginan tersebut ditetapkan dalam rumusan tujuan pembangunan daerah ( goal ) yang digunakan untuk memberikan arah terhadap program pembangunan kabupaten secara umum1. Misi

pelayanan publik serta penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, dengan arah kebijakan peningkatan penggunaan Teknologi Informasi Komunikasi dalam pelayanan publik menuju

Rencana Strategis Bappeda Kabupaten Kubu Raya Tahun 2019-2024 adalah dokumen perencanaan pembangunan jangka menengah Bappeda, yang memuat tujuan, sasaran, arah

Dalam penelitian ini, peneliti mengeksplorasi bagaimana kebijakan publik dan strategi kemitraan publik-swasta (Public Private Partnership) digunakan untuk mengembangkan desa

Berlakunya undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah semakin membuka kesempatan yang cukup luas bagi daerah untuk mewujudkan otonomi daerah

Untuk menjabarkan strategi dan agenda pembangunan yang telah ditetapkan maka diperlukan arah kebijakan agar dapat menjadi pedoman bagi pemerintahan maupun stakeholder

Hal ini juga disebutkan dalam strategi dan arah kebijakan RPJMD Kabupaten Nias bidang cipta karya yang mempunyai misi untuk meningkatkan kualitas lingkungan pemukiman dan

Meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah yang baik, melalui pelayanan prima sesuai dengan prinsip-prinsip good governance, dengan indikator kinerja sebagai berikut