• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Tabel 1. Penelitian Terdahulu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II KAJIAN PUSTAKA. Tabel 1. Penelitian Terdahulu"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

9 BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Penelitian Terdahulu

Penelitian ini menggunakan beberapa penelitian terdahulu yang memiliki kesamaan variabel, objek, dan pendekatan penelitian yaitu penelitian kuantitatif.

Penelitian terdahulu yang relevan diantaranya:

Tabel 1. Penelitian Terdahulu

No Judul Peneliti Perbedaan Persamaan

1. The

Implementation Of Frayer model Strategy In Reinforcing Young Learners’

Vocabulary Achievement

Martin Kustati dan Yelfi

Prisillia

Frayer model diterapkan untuk meningkatkan vocabulary bahasa Inggris

frayer model terapkan untuk meningkatkan kosakata bahasa asing.

2. Model Frayer untuk

Penggunaan Kosakata Siswa Sekolah Dasar

Octavian Muning Sayekti

a) Frayer model digunakan untuk

meningkatkan kosakata bahasa Indonesia b) Sampel yang

digunakan yaitu siswa SD

frayer model terapkan untuk meningkatkan kosakata

3. Penerapan Teknik Pembelajaran The Frayer model untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran

Masnidar c) Frayer model digunakan untuk

meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pengetahuan sosial

Persamaan menggunakan frayer model sebagai model pembelajaran

(2)

Pengetahuan Sosial di Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 004 Bangkinang Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar

d) Sampel yang gunakan yaitu siswa kelas IV SD

4. The Effect Of Using Frayer model In Improving Students’

Reading Motivation At The First Grade of Junior High School 1 Benai District Kuantan Singingi

Regency

Raja Kiki Tri Gusti

e) Frayer model terapkan untuk meningkatkan motivasi membaca f) Sampel yang

diteliti yaitu siswa jenjang SD

Persamaan menggunakan frayer model sebagai model pembelajaran

Berdasarkan hasil tabel di atas, maka terdapat beberapa perbedaan dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti yaitu peneliti menerapkan frayer model pada mata pelajaran bahasa Arab. Yang mana pada penelitian terdahulu banyak dilakukan untuk meningkatkan kosakata/ vocabularies bahasa inggris dan beberapa yang lainnya diterapkan dengan objek yang berbeda. Selain itu, sampel yang diambil oleh peneliti merupakan siswa kelas VII SMP Islam 2 Pujon. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui efektivitas frayer model dalam meningkatkan pemahaman kosakata bahasa Arab siswa.

(3)

2.2 Kerangka Teoristis Masalah Penelitian 1. Bahasa Arab

Menurut bahasa “Arab” memiliki arti gurun sahara, tanah tandus yang didalamnya tidak ada air dan pohon yang tumbuh diatasnya.

Sedangkan “Bahasa” memiliki arti alat komunikasi yang digunakan manusia untuk saling berinteraksi dan berhubungan dengan berbagai motivasi dan keperluan yang mereka miliki. Menurut istilah bahasa Arab yaitu bahasa yang digunakan oleh manusia yang bertempat tinggal di atas negeri Gurun Sahara (Jazirah Arabiyah). Bahasa Arab merupakan bahasa semutik dalam bahasa Afro-Asiatik dan berkerabat dengan bahasa Ibrani dan bahasa-bahasa Neo arami yang telah digunakan masyarakat Jazirah Arab selama berabad-abad. Menurut Abdul Wahid Wafi dan Email Badi Ya’kub dan para orientalis adalah bahwa bahasa Arab adalah bahasa Semit yang merupakan bahasa dengan bahasa semit induk, karena bahasa Arab paling banyak memiliki unsur-unsur yang terdapat dalam bahasa semit dibandingkan bahasa semit lainnya. (Asna,2015)

2. Pembelajaran Bahasa Arab

Menurut Syaikh al-Ghulayayniy bahasa arab adalah kalimat yang dipergunakan bangsa arab dalam mengutarakan maksud/ tujuan mereka.

Adapun Ahmad al-Hasyimiy mengemukakan bahwa bahasa Arab adalah suara-suara yang mengandung sebagian huruf hijaiyyah (Fatah, 2016).

Pembelajaran adalah seperangkat peristiwa yang diciptakan dan dirancang untuk mendorong, menggiatkan dan mendukung belajar siswa.

(4)

Menurut Iemar Hamalik, pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran (Fatah, 2016).

Pembelajaran bahasa arab adalah Inovasi pembelajaran bahasa Arab mencangkup empat keterampilan berbahasa yaitu: mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut keterampilan berbahasa yang saling berurutan dan saling berkaitan, dengan melatih keterampilan tersebut secara berurutan memudahkan siswa dalam menguasai bahasa arab (Thoha, 2012).

3. Frayer model

Frayer model merupakan model pembelajaran kosakata dengan menggunakan ilustrasi tabel yang membantu siswa dalam memahami kosakata secara mendalam. frayer model dapat memudahkan siswa dalam mengembangkan sebuah kosakata (Sayekti, 2014).

Frayer model merupakan model pembelajaran kosakata dengan menggunakan tabel untuk mengembangkan pemahaman kosakata bahasa asing. Model ini membantu siswa untuk (1) memahami definisi kata atau konsep, (2) memberikan informasi dengan memberikan contoh dan bukan contoh. Informasi ini ditempatkan pada tabel yang dibagi menjadi empat yang terdiri dari definisi, karakteristik, contoh dan bukan contoh (Sayekti, 2014).

(5)

4. Penerapan frayer model

Buehl,D (2001) mengemukakan bahwa frayer model merupakan pemahaman konsep kosakata dalam konteks yang lebih luas. Yang mana siswa diminta melakukan analisis untuk memahami definisi dan karakteristik, kemudian siswa meringkas konsep kosakata tersebut kedalam tabel frayer model. Berikut merupakan tabel yang disajikan dalam frayer model :

a) Menjelaskan istilah (Defining the term)

b) Mendeskripsikan karakteristik (Describing its essential characteristics)

c) Memberikan contoh berdasarkan istilah tersebut (Providing examples of the idea)

d) Memberikan bukan contoh berdasarkan istilah tersebut (Offering non-examples of the idea) (Sayekti, 2014).

5. Prosedur frayer model

Menerapkan model pembelajaran harus memperhatikan prosedurnya, Sehingga memudahkan pengajar dalam menerapkan model pembelajaran yang telah ditentukan. Berikut prosedur dalam menerapkan frayer model :

a) Pertama, menjelaskan kepada siswa tentang penerapan frayer model.

(6)

b) Pengajar memberikan contoh terlebih dahulu tentang cara mengerjakan tabel frayer model dengan mengambil satu contoh kosakata yang dianggap sulit.

c) Pengajar membagi siswa dalam beberapa kelompok diskusi. Siswa berdiskusi untuk menentukan makna kosakata dengan frayer model.

d) Pengajar dan siswa membuat kesimpulan mengenai pembelajaran kosakata yang telah diidentifikasi dengan menggunakan frayer model tersebut.

Menurut Macceca (2013), frayer model digunakan dalam pembelajaran kosakata. Langkah-langkah cara menggunakan model pembelajaran frayer model sebagai berikut:

a) Pengajar membuat tabel frayer model sebagai berikut:

Tabel 2. Frayer model 1

b) Pengajar meminta siswa untuk menentukan kosakata yang akan di diskusikan di tabel frayer model.

Pengertian :في ِرعَت Karakteristik : ةَف ِص

Contoh :لاَثِم

ةدرف ُ م

bukan contoh: لاَثِمب سيَل

(7)

c) Pengajar membantu siswa untuk menentukan definisi, karakteristik dan perintah yang lain yang terdapat dalam tabel tersebut.

d) Pengajar membimbing siswa untuk mendiskusikan contoh dan bukan contoh dengan teman kelompoknya.

Selain itu, Billmeyer & Barton (1998) menjelaskan bahwa dalam frayer model terdapat beberapa tahapan dalam pembelajaran kosakata diantaranya :

a) Pengajar menginstruksikan kepada siswa untuk membagi kertas menjadi empat bagian yang sama

b) Pengajar mengarahkan siswa untuk mengisi tabel dengan ketentuan seperti dibawah ini:

Tabel 3. Frayer model 2

Dalam kolom pertama siswa diminta menulis definisi konsep, kolom kedua berisi karakteristik, kolom ketiga berisi contoh dan kolom keempat berisi bukan contoh. Di tengah tabel ditulis kosakata yang akan dibahas.

Pengertian :في ِرعَت Karakteristik : ةَف ِص

Contoh :لاَثِم

ةدرف ُ م

bukan contoh: لاَثِمب سيَل

(8)

c) Pengajar membimbing siswa untuk menulis tabel seperti yang telah dijelaskan diatas

d) Pengajar memberi waktu siswa untuk menyelesaikan setiap bagian yang terdapat dalam tabel frayer model. Dalam setiap kolom pengajar memberi waktu kurang lebih 5 menit, selain itu untuk memudahkan siswa untuk mengerjakan maka pengajar mengizinkan siswa untuk membuka buku maupun kamus

e) Dalam frayer model ini dapat dikerjakan secara mandiri maupun berkelompok (Kustati & Prisillia, 2018).

6. Kelebihan dan kekurangan

a) Kelebihan Model Pembelajaran frayer model adalah:

⦁ Siswa mampu memahami secara mandiri tentang kosakata yang sedang dibahas.

⦁ Siswa lebih fokus terhadap materi karena dengan menggunakan frayer model melibatkan siswa secara laangsung.

⦁ Pembelajaran bahasa asing menjadi lebih menyenangkan.

Frayer model dapat disimpan dan dipelajari kembali

⦁ Model pembelajaran ini membimbing siswa dalam memahami kosakata dengan baik.

⦁ Mengembangkan informasi yang diterima siswa selama pelajaran berlangsung.

(9)

b) Kekurangan Model Pembelajaran frayer model adalah:

⦁ Sebelum pembelajaran pengajar harus mempersiapkan tabel frayer model agar tidak menghabiskan waktu.

Siswa merasa takut jika tidak mengerjakan frayer model yang diberikan pengajar.

⦁ Dibutuhkan waktu yang relatif lama untuk menerapkan pelajaran dengan menggunakan model pembelajaran ini (Hardigaluh et al., 2016).

7. Pengertian kosakata

Menurut Mustofa (2011) kosakata dalam bahasa Arab atau disebut mufrodat, merupakan himpunan kata atau khazanah kata yang sudah diketahui sebagai bagian dari bahasa asing tersebut(Rahayu, 2020).

Menurut Susanti dalam Aztuti Desi (2016) kosakata adalah seluruh himpunan kata yang terdapat dalam suatu bahasa. Pendapat tersebut sejalan dengan Horn dalam Saiful (2010) kosakata adalah sekumpulan kata yang membentuk suatu bahasa (Rahayu, 2020).

Kosakata merupakan hal yang paling penting untuk dikuasai dalam pembelajaran bahasa termasuk bahasa Arab. Seseorang dapat berrkomunikasi dengan baik jika mampu memahami kosakata baik pula (Nunan, 2006).

Menurut Soedjito (2009:24) Perbendaharaan kosakata yang baik dapat diartikan sebagai berikut:

1. Semua himpunan kata yang terdapat dalam suatu bahasa

(10)

2. Kekayaan kata yang dimiliki oleh seseorang baik pembicara maupun penulis

3. Kata yang biasa dipakai dalam suatu bidang ilmu pengetahuan

4. Daftar kata yang disusun seperti kamus serta terdapat penjelasan secara singkat dan praktis.

Terdapat empat cara untuk memahami kosakata, yakni (a) form, (b) Pronunciation,, (c) word meaning, dan (d) usage (Brewster, 2003). Form adalah mempelajari: (a) Listening and repeating (b) listening for specific phonological information (consonant, vowel sounds, sumber syllable, stress pattern), (c) looking at or observing the written for shape, fist and last letters, letter clusters,./ spelling, (d) noticing grammatical information, and (e) copying and organizing. Pronunciation adalah.

pengucapan atau pelafalan. Word meaning yaitu mempelajari arti kosakata dan mempelajari tentang hubungan konsep materi dengan kosakata lainnya. Usage adalah mempelajari bagaimana cara penggunaan kosakata itu sendiri(Herlina, 2015).

Penguasaan kosakata adalah syarat utama untuk mahir berbahasa, karena kwalitas berbahasa tergantung pada kwalitas dan kwantitas kosakata yang dimiliki seseorang. Kwalitas adalah pengetahuan yang dimiliki serta penggunaan kosakata tersebut yang didukung oleh kamampuan ilmu sharaf dan ilmu nahwu. Sedangkan kwantitas dapat

(11)

dilihat dari banyaknya kosakata yang dikuasai. sehingga pembelajar mampu berkomunikasi berdasarkan banyaknya kosakata yang dimiliki.

Sedangkan pembelajaran merupakan proses yang diberikan oleh pendidik, baik dari orang tua ataupun pengajar. Proses pembelajaran yaitu penguasaan terhadap materi baik dari segi memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. Sedangkan pembelajaran mufrodat (kosakata) adalah upaya dan kegiatan belajar mengajar yang ditempuh pengajar untuk memberikan pemahaman kosakata berbahasa Arab.

Dengan ini agar pembelajar mampu menghafal kosakata yang banyak dengan baik, sehingga mereka mahir menggunakan bahasa baik secara mandiri maupun dengan penutur Arab asli(Syarifuddin Hayim, 2016).

8. Tujuan pembelajaran kosakata

Tujuan umum pembelajaran kosakata (mufrodat) bahasa Arab adalah sebagai berikut:

a. Memperkenalkan kosakata baru, baik melalui bacaan maupun fahm al-masmu’.

b. Melatih siswa untuk melafalkan kosakata dengan baik dan benar, karena pelafalan yang baik dan benar menunjang pembelajar kepada kemahiran berbicara dan membaca secara baik dan benar.

c. Memahami makna kosakata, baik secara objektif atau leksikal maupun ketika digunakan dalam konteks kalimat tertentu.

d. Mampu menggunakan mufrodat dalam bentuk lisan maupun tulisan (Mustofa, 2011).

(12)

9. Strategi pembelajaran kosakata

a) Strategi pembelajaran kosakata tingkat dasar (mubtadi’), pengajar dapat menggunakan strategi seperti di bawah ini :

⦁ Menggunakan lagu, karena dengan lagu siswa akan lebih bersemangat untuk meningkatkan penguasaan mufrodat atau menambah perbendaharaan mufrodat.

⦁ Pembelajaran kosakata dengan menunjukkan benda secara langsung.

⦁ Meminta siswa membaca bacaan secara berulang-ulang.

⦁ Mendengarkan dan menirukan bacaan secara berulang-ulang bacaan serta menulisnya sampai siswa benar-benar paham dan menguasainya (Mustofa, 2011).

b) Strategi pembelajaran kosakata tingkat menengah (mutawassith) strategi yang dapat digunakan antara lain:

⦁ Peraga tubuh, pengajar dapat menunjukkan kosakata baru dengan memperagakannya secara langsung.

⦁ Menulis, dengan menulis membantu siswa untuk memahami kosakata yang sedang dipelajari.

⦁ Bermain peran.

⦁ Memberikan contoh persamaan kata (sinonim)

⦁ Memberi contoh lawan kata (antonim)

⦁ Pengajar menjelaskan kata asli dari kosakata yang sedang dipelajari, sehingga membantu siswa dalam memahami

(13)

kosakata sesuai dengan perubahan kalimatnya (Mustofa, 2011).

c) Strategi pembelajaran kosakata tingkat lanjut (mutaqaddim) strategi yang dapat digunakan antara lain:

⦁ Menjelaskan kosakata dengan menjelaskan maknanya.

⦁ Mencari kosakata di dalam kamus

Memberikan mufrodat secara acak dan meminta siswa menyusun menjadi susunan kata yang benar

⦁ Meletakkan kata tersebut kedalam kalimat

Melengkapi mufrodat tanpa harakat (gundul) dengan harakat yang benar (Mustofa, 2011).

2.3 Kerangka Penelitian

Uma Sekaran (1992) berpendapat bahwa kerangka berpikir adalah model konseptual yaitu tentang bagaimana hubungan teori dengan ragam faktor yang telah diidentifikasi sebagai hal yang penting. Dalam hal tersebut, kerangka berfikir ialah sebuah pemahaman yang paling mendasar dan menjadi pondasi suatu proses dalam penelitian yang dilakukan (Sugiono, 2008).

Penguasaan kosakata merupakan salah satu kunci dalam mempelajari bahasa termasuk bahasa Arab. Dengan demikian pengajaran kosakata sangat penting untuk dilakukan dengan sistematis. Pengajar perlu memilih pendekatan, metode, model yang tepat untuk mendapatkan hasil yang sesuai. Selain itu, pengajar juga perlu

(14)

memahami gaya belajar siswa untuk mendorong dan membimbing siswa agar mampu mempelajari dan mengolah kosakata dengan baik.

2.4 Hipotesis

Hipotesis adalah prediksi yang dibuat oleh peneliti mengenai problematika yang diajukan sebagai penelitiannya. Prediksi yang dibuat tersebut merupakan kebenaran yang sifatnya sementara, yang mana akan diujikan kebenarannya dengan data yang telah dikumpulkan melalui penelitian. Dengan demikian maka hipotesis dapat berubah menjadi kebenaran, namun juga dapat tumbang kebenarannya (Suharsimi Arikunto, 2013).

Penelitian yang dilakukan terhadap siswa kelas VII SMP Islam 2 Pujon, hipotesisnya dinyatakan bahwa:

wawancara observasi

Siswa kelas VII di SMP

Islam 2 Pujon

Salah satu solusi yaitu meningkatkan pemahaman kosakata

Bahasa Arab siswa

Faktor penyebab rendahnya pemahaman bahasa Arab Peneliti

menerapkan Frayer model

uji paired sample T test dan uji N-Gain

frayer model efektif untuk meningkatkan kosakata bahasa

Arab siswa

(15)

a) = Tidak ada perbedaan rata-rata antara hasil belajar pretest dengan posttest yang artinya frayer model tidak dapat meningkatkan pemahaman kosakata bahasa Arab pada siswa kelas VII SMP Islam 2 Pujon.

b) = Ada perbedaan rata-rata antara hasil belajar pretest dengan posttest yang artinya frayer model dapat meningkatkan pemahaman kosakata bahasa Arab pada siswa kelas VII SMP Islam 2 Pujon.

Referensi

Dokumen terkait

Dari beberapa penelitian terdahulu yang telah diuraikan dalam tabel 2.1 diatas dapat tarik kesimpulan bahwa penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat literasi

Begitupula dengan hasil penelitian dari Susanty dan Baskoro (2012) yang menyatakan bahwa motivasi kerja karyawan PT PLN (Persero) APD Semarang berpengaruh secara positif

Berdasarkan definisi diatas bahwa kinerja merupakan suatu konsep yang strategis dalam rangka menjalin hubungan kerja sama antara pihak manajemen dengan para karyawan

Analisis cost-volume-profitdapat digunakan untuk memprediksi volume penjualan yang akan mempengaruhi laba perusahaan, sehingga dapat digunakansebagai alat perencanaan

1) Menginformasikan, kegiatan promosi yang bertujuan untuk berusaha menginformasikan konsumen akan merek atau produk tertentu baik itu produk maupun merek baru atau produk

Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran jasa adalah sekumpulan alat pemasaran yang terdiri dari produk, harga, tempat, promosi, orang,

Untuk bisa mendapatkan layanan dari Pegadaian Syariah, masyarakat hanya cukup menyerahkan harta bergerak ( emas, berlian, kendaraan, dan lain-lain) untuk dijadikan jaminan

Definisi lainnya dari jasa merupakan semua aktivitas ekonomi yang hasilnya tidak merupakan produk dalam bentuk fisik atau konstruksi dikemukakan oleh Lupiyoadi