• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL ILMIAH SIMANTEK ISSN Vol. 4 No. 3 Agustus 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "JURNAL ILMIAH SIMANTEK ISSN Vol. 4 No. 3 Agustus 2020"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

180

FUNGSI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERSEDIAAN DALAM MENUNJANG PENGELOLAAN PERSEDIAAN ALAT- ALAT MEDIS DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN NIAS

PARNINGOTAN SIMANJUNTAK STIKES MITRA HUSADA MEDAN

ABSTRACT

This research is conducted in the Health office of Nias District which is located at Jl. Kartinin 1 No. 7 Gunungsitoli Nias Regency North Sumatera, Telp. 0639-21134, fax. (0639)-21462. The health office is an organization that engages in the health sector. Health Service requires a wide range of resources, one of the most important is the provision of medical tools because of the provision of medical tools that are not smooth will impede health services in Puskesmas-Puskesmas. This research aims to determine the function of information system of inventory accounting in supporting the management of medical equipment supplies in the health office of Nias District, and to know the management of medical equipment supplies conducted in the health office of Nias District. Based on the discussion of research results known that ordering system or procurement of goods/services in the health office of Nias District is done online so as to improve and guarantee efficiency and effectiveness, as well as ordering medical tools is done openly so that there is no fraud or evasion of medical tools for personal benefit, and the management of medical equipment supplies has been supported by the presence of adequate inventory accounting information system so that the management of medical equipment supplies can be held quite effectively. Data processing is also used by computers that can process data quickly and risk making mistakes smaller. Then the author can draw conclusions that the function of information system inventory accounting that applied to the health office of Nias District has been sufficiently support in the achievement of the management of medical equipment supplies in the health office of Nias District.

Keyword : Information System Of Medical Supplies Accounting Tools PENDAHULUAN

Latar Belakang

Dalam era globalisasi ini, sebagian besar perusahaan–perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa kesehatan mengalami perkembangan yang sangat pesat. Apalagi berbagai kebutuhan informasi pada saat sekarang mempunyai peranan yang sangat penting disemua bidang. Misalnya dibidang kesehatan, penggajian, kepegawaian dan sebagainya. Informasi yang merupakan suatu kepentingan bagi semua orang bahkan sudah melekat dalam diri kita, jadi dengan adanya informasi orang akan mengerti tindakan apa yang akan diputuskan. Penggunaan sistem informasi yang menyangkut peralatan medis dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi petugas. Begitu pula dinas kesehatan kabupaten Nias merupakan instasi yang bergerak dalam bidang kesehatan, banyak permasalahan yang membutuhkan penanganan secara khusus.

Dalam menjalankan aktifitasnya dinas kesehatan kabupaten Nias memerlukan bermacam-macam sumber daya. Salah satu sumber daya yang terpenting adalah persediaan alat-alat medis. Pembelian stock persediaan peralatan medis pada Dinas kesehatan kabupaten Nias tergantung pada permintaan tiap unit puskesmas-puskesmas dan pengadaan barang/jasa Pemerintah dilakukan secara elektronik atau online. Serta berbagai penyimpangan yang sering terjadi dalam dinas kesehatan sebelum adanya pengadaan barang secara online serta pengolahan datanya masih manual, petugas bagian persediaan alat-alat medis yang kurang teliti mengecek persediaan alat-alat medis, yang sering terlambat dalam mengkonfirmasi pembelian alat medis, serta penggelapan alat-alat medis untuk kepentingan pribadi, sehingga penyebabnya kerap kali terjadi kekurangan stock persediaan alat medis pada dinas kesehatan. Maka sekarang pengadaan barang medis pada Dinas Kesehatan Kabupaten Nias telah mengadakan pelaksanaan proses pengadaan atau pembelian alat medis secara elektronik atau online, yaitu pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi informasi

(2)

181

dan transaksi elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dan pengolahan data pada dinas kesehatan kabupaten Nias dilakukan dengan menggunakan komputer yanag berkaitan dengan persediaan alat medis. Dan tidak akan terjadi kekurangan stock peralatan medis karena pemesanannya sesuai dengan permintaan atau usulan dari tiap puskesmas sehingga barang tersedia dalam jumlah yang optimal atau tersedia dalam jumlah yang dibutuhkan oleh tiap-tiap puskemas. Maka dari itu dapat dimengerti bahwa pengelolahan persediaan alat-alat medis merupakan aspek yang sangat penting dan memerlukan perhatian khusus dari pihak Dinas kesehatan. Karena pengelolahan persediaan alat-alat medis yang baik akan menjamin tersedianya peralatan medis yang optimal atau memadai dan sesuai dengan yang dibutuhkan setiap unit puskesmas-puskemas, sehingga dapat di suplai ke puskesmas tempat pelayanan kesehatan. Serta sistem informasi akuntansi persediaan merupakan alat yang mendukung sebagai penyedia informasi, yang dapat menyajikan secara akurat mengenai kegiatan transaksi atau mutasi persediaan alat medis dari kecurian atau kerusakan. Oleh sebab itu sistem informasi akuntansi persediaan alat-alat medis akan menunjang pengelolaan persediaan alat-alat medis. Penulis memandang pentingnya sistem informasi akuntansi persediaan dalam menunjang pengelolaan persediaan alat-alat medis pada dinas kesehatan untuk menjamin tersediaanya alat-alat medis sesuai dengan yang dibutuhkan secara optimal.

KAJIAN PUSTAKA

Sistem Informasi Akuntansi

Pada prinsipnya, akuntansi merupakan suatu bidang ilmu yang memproses data keuangan menjadi suatu informasi yang digunakan untuk pengambilan keputusan keuangan. Sistem informasi, ini sudah menjadi satu kesatuan dari proses akuntansi, mulai dari akuntansi keuangan, audit dan saat ini sampai saat ini sampai pada sistem pengendalian manajemen, karena tujuan pengendalian manajemen adalah membantu manajemn dalam mengkoordinasi sub unit dari organisasi, dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapai tujuan perusahaan. Menurut Anastasia dan Lilis (2011:4), sistem informasi akuntansi adalah sistem yang bertujuan untuk mengumpulkan dan memproses data serta melaporkan informasi yang berkaitan dengan transaksi keuangan. Menurut Tmbooks (2015:02), sistem informasi akuntansi merupakan sistem yang menyediakan informasi akuntansi dan keuangan beserta informasi lainnya yang diperoleh dari proses rutin transaksi akuntansi. Informasi-informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi antara lain meliputi informasi mengenai order penjualan, penjualan, penerimaan kas, order pembelian, penerimaan barang, pembayaran dan penggajian. Sistem informasi akuntansi menghasilkan informasi akuntansi yang digunakan untuk :

1. Mendukung kegiatan rutin, misalnya menangani kegiatan operasi rutin seperti order pelanggan, mengirimkan barang dan jasa, melakukan penagihan, dan menerima pembayaran dari konsumen.

2. Mendukung keputusan, misalnya dengan mengetahui produk mana yang paling laku, manajemen dapat memutuskan produk mana yang harus selalu tersedia dalam stok dan serta memutuskan cara untuk memasarkannya.

3. Perencanaan dan pengendalian, misalnya dengan memiliki informasi yang berkaitan dengan anggaran dan biaya standar, maka manajemen dapat membandingkan anggaran dengan biaya sesungguhnya.

4. Menerapkan pengendalian internal, pengendalian internal meliputi kebijakan, prosedur, dan sistem informasi yang diguanakan untuk melindungi aset perusahaan dari kerugian atau penggelapan serta berguna untuk menjaga akurasi data keuangan. Contohnya, akses terhadap sistem informasi dengan menggunakan pass word dimasukan untuk membatasi entry data dan akses ke laporan yang tidak relevan dengan tugasnya.

Sedangkan menurut Krismiaji (2015:04), sistem informasi akuntansi adalah sebuah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan, mengendalikan dan mengoperasikan bisnis.

Unsur - Unsur Sistem Informasi Akuntansi

Agar informasi yang dihasilkan oleh pengelolah data akuntansi benar-benar menghasilkan informasi yang berguna dan dapat dipercaya sesuai dengan tujuan maka tidak lepas dari unsur-unsur sistem informasi akuntansi. Adapun unsur-unsur sistem informasi akuntansi Menurut Mardi (2014:6), yaitu: pelaku (orang) yang bertindak sebagai operator sistem atau orang yang mengendalikan dan melaksanakan berbagai fungsi. Prosedur, baik manual maupun yang terotomatisasi, yang dalam kegiatan mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data tentang aktivitas bisnis perusahaan perangkat lunak (software) dipakai untuk mengolah data perusahaan. Keberadaan perangkat komputer, alat pendukung dan peralatan untuk komunikasi jaringan merupakan infrastruktur teknologi informasi.

(3)

182 Fungsi Sistem Informasi Akuntansi

Akuntansi sering kali dinyatakan sebagai bahasa perusahaan yang berguna untuk memberikan informasi yang berupa data keuangan perusahaan yang dapat di gunakan guna pengambilan keputusan. Setiap perusahaan memerlukan dua macam informasi tentang perusahan yaitu informasi mengenai nilai perusahaan dan informasi tentang laba/rugi usaha.

Menurut Danang (2014:121), fungsi sistem informasi akuntansi adalah sebagai berikut : 1. Mengetahui besarnya modal yang dimiliki perusahaan.

2. Mengetahui perkembangan atau maju mundurnya perusahaan.

3. Sebagai dasar untuk perhitungan pajak.

4. Menjelaskan keadaan perusahaan sewaktu-waktu memerlukan kredit dari bank atau pihak lain.

5. Dasar untuk menentukan kebijakan yang akan ditempuh.

6. Menarik minat investor saham jika perusahaan berbentuk perseroan terbatas.

Untuk memperoleh informasi tersebut diatas, pengusaha hendaknya mengadakan catatan yang teratur mengenai transaksi- transaksi yang dilakukan perusahaan yang dinyatakan dalam satuan uang. Di dalam ilmu akuntansi telah berkembang bidang-bidang khusus di mana perkembangan tersebut disebabkan oleh meningkatnya jumlah dan ukuran perusahaan serta peraturan pemerintah.

Tujuan Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Mardi (2014:4), Terdapat tiga tujuan sistem informasi akuntansi, yaitu sebagai berikut :

1. Guna memenuhi setiap kewajiban sesuai dengan otorisasi yang diberikan kepada seseorang (to fullfill obligation relating to stewardship). Pengelolaan perusahaan selalu mengacu kepada tanggung jawab manajemen guna menata secara jelas segala sesuatu yang berkaitan dengan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan keberadaan sistem informasi membantu ketersediaan informasi yang dibutuhkan oleh pihak eksternal. Melalui laporan keuangan tradisional dan laporan yang diminta lainnya, demikian pula ketersediaan laporan internal yang dibutuhkan oleh seluruh jajaran dalam bentuk laporan pertanggung jawaban pengelolaan perusahaan.

2. Setiap informasi yang dihasilkan merupakan bahan yang berharga bagi pengambilan keputusan manajmen (to support decision making by internal decision maker ). Sistem informasi yang menyediakan informasi guna mendukung setiap keputusan yang diambil oleh pimpinan sesuai dengan pertanggung jawaban yang ditetapkan.

3. Sistem informasi diperlukan untuk mendukung kelancaran operasioanal perusahaan sehari-hari (to support the-day-to- day operations). Sistem informasi menyediakan informasi bagi setiap satuan tugas dalam berbagai level manajemen, sehingga mereka dapat lebih produktif.

Menurut Anastasia dan lilis (2011:5), tujuan sistem informasi akuntansi dapat dijelaskan dari manfaat yang didapat dari informasi akuntansi. Tujuan sistem informasi akuntansi tersebut adalah sebagai berikut :

1. Mengamankan harta/kekayaan perusahaan. Harta/kekayaan disini meliputi kas perusahan, persediaan barang dagang, termasuk aset tetap perusahaan. Tidak ada pemilik yang senang jika uang perusahaan di curi orang (entah itu karyawan maupun orang asing). Contoh, seorang memiliki usaha jasa persewaan komik. Pemilik menempatkan seorang kasir ditempat persewaan tersebut. Setiap malam, pemilik akan mengambil kas hasil persewaan. Tentunya, pemilik tidak suka jika kasir tersebut tidak menyetorkan seluruh kas yang di terima. kesempatan untuk mencuri uang perusahaan seperti ini dapat diminimalkan, jika pemilik persewaan komik tersebut membangun sistem yang baik.

Bagaimana caranya, akan dibahas lebih lanjut di ulasan-ulasan berikutnya.

2. Menghasikan beragam informasi untuk pengambilan keputusan. Misalnya, pengelolaan toko swalayan memerlukan informasi mengenai barang apa yang diminati oleh konsumen. Membeli barang dagangan yang kurang laku berarti kas akan terjebak dalam persediaan (yang sulit laku tersebut) dan berarti kehilangan kesempatan untuk membeli barang dagangan yang laku. Hal ini sangan penting, karna toko swalayan pada dasarnya tidak dapat mengambil marjin laba yang tinggi (karena ketatnya persaingan antar toko swalayan). Jadi, toko swalayan lebih mengandalkan pada perputaran persediaan yang cepat. Oleh karena itu informasi mengenai persediaan yang laris merupakan kunci sukses sebuah swalayan. Informasi semacam ini dapat diakses dengan mudah jika toko swalayan. Informasi semacam ini dapat diakses dengan mudah jika toko swalayan tersebut membangun sistem informasi yang baik.

(4)

183

3. Menghasilkan informasi untuk pihak eksternal. Setiap pengelola usaha memiliki kewajiban untuk membayar pajak.

Besarnya pajak yang dibayar tergantung pada omset penjualan (jika pengelola memilih menggunakan norma dalam penghitungan pajaknya) atau tergantung pada laba rugi usaha (jika pengelola memilih untuk tidak menggunakan norma dalam penghitungan pajaknya). Tanpa sistem yang baik, bisa jadi pengelola kesulitan untuk menentukan besarnya omset dan besarnya laba rugi usaha. Selain untuk kepentingan perpajakan, adakalanya pengelola usaha juga terllibat dengan kegiatan utang piutang dengan bank atau koperasi simpan pinjam. Bank membutuhkan informasi omset dan laba rugi usaha untuk memutuskan besarnya utang yang akan diberikan.

4. Menghasilkan informasi untuk penilaian kinerja karyawan atau divisi. Sistem

informasi dapat juga dimanfaatkan untuk penilaian kinerja karyawan atau divisi. Sebagai contoh, pengelolaan toko swalayan dapat memanfaatkan data penjualan untuk menilai kinerja kasir. Kasir mana yang lebih cepat dan lebih cermat dalam melayani pelanggan. Apresiasi pada karyawan yang rajin berguna untuk memotivasi karyawan dan meminimalkan sikap malas-malasan ditempat kerja.

5. Menyediakan data masa lalu untuk kepentingan audit (pemeriksaan). Data yang tersimpan dengan baik sangat memudahkan proses audit (pemeriksaan). Satu hal yang penting, audit bukan eksklusif milik perusahaan publik.

Semua perusahaan mesti siap untuk menghadapi pemeriksaan (sekalipun perusahaan perseorangan), karena kantor pajak punya wewenang untuk melakukan pemeriksaan terhadap wajib pajak. Jadi, tidak ada alasan bagi satu kegiatan usaha untuk mendapat pengecualian bebas dari pemeriksaan. Benar, belum tentu dalam lima tahun, perusahaan kenak giliran diperiksa, tetapi tidak ada salahnya jika perusahaan selalu siap dengan data dan dokumen pendukung yang rapi sehingga mudah diaudit. Tambahan lagi, sekalipun tidak ada pemeriksaan dari kantor pajak, baik jika sekali waktu perusahaan diaudit oleh pihak eksternal. Audit semacam ini berguna bagi perusahaan untuk evaluasi diri, serta untuk menimbulkan kewaspadaan (kehati-hatian) pada karyawan administrasi bahwa apa yang mereka kerjakan suatu saat akan diperiksa oleh pihak lain.

6. Menghasilkan informasi untuk penyusunan dan evaluasi anggaran perusahaan. Anggaran merupakan alat yang sering digunakan perusahaan untuk mengendalikan pengeluaran kas. Anggaran membatasi pengeluaran seperti yang telah disetujui dan menghindari pengeluaran yang seharusnya tidak dikeluarkan, dan berapa besarnya. Anggaran bermanfaat untuk mnngalokasikan dana yang terbatas. Anggaran berperan dalam menerapkan skala prioritas pengeluaran sesuai dengan tujuan perusahaan. Sistem informasi dapat dirancang untuk mempermudah pengawasan pengeluaran, apakah sudah melewati batas anggaran yang telah disetujui.

7. Menghasilkan informasi yang diperlukan dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian. Selain berguna untuk membandingkan informasi yang berkaitan dengan anggaran dan biaya standar dengan kenyataan seperti yang telah dikemukakan sebelumnnya, data historis yang di proses oleh sistem informasi dapat di gunakan untuk meramal pertumbuhan penjualan dan aliran kas atau untuk mengetahui tren jangka panjang beserta korelasi.

Komponen Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi penting bagi keberhasilan jangka panjang perusahaan, karena tanpa perangkat untuk mengawasi aktivitas yang terjadi, tidak ada cara untuk memutuskan seberapa baik kinerja perusahaan. Setiap perusahaan perlu menelusuri pengaruh berbagai aktivitas sumber daya yang berada dibawah pengawasannya. Informasi tentang pelaku yang terlibat dalam aktivitas tersebut penting, untuk menetapkan tanggung jawab dari tindakan yang diambil. dengan demikian, sistem informasi akuntansi yang dibuat setiap perusahaan berbeda-beda, karena aktvitasnya berbeda-beda.

Sistem informasi akuntansi penting bagi keberhasilan jangka panjang perusahaan, karena tanpa perangkat untuk mengawasi aktivitas yang terjadi, tidak ada cara untuk memutuskan seberapa baik kinerja perusahaan. Setiap perusahaan perlu menelusuri pengaruh berbagai aktivitas sumber daya yang berada dibawah pengawasannya. Informasi tentang pelaku yang terlibat dalam aktivitas tersebut penting, untuk menetapkan tanggung jawab dari tindakan yang diambil. dengan demikian, sistem informasi akuntansi yang dibuat setiap perusahaan berbeda-beda, karena aktvitasnya berbeda-beda.

Sistem informasi akuntansi menunjukkan serangkaian komponen-komponen yang saling berhubungan, yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Sistem hampir selalu terdiri dari beberapa sub sistem kecil yang masing-masing melakukan fungsi khusus yang penting untuk mendukung sistem yang lebih besar. Sistem informasi kadang kala disebut sebagai sistem pemrosesan data, merupakan sistem buatan manusia yang biasanya terdiri dari sekumpulan komponen, baik manual ataupun berbasis komputer yang terintegrasi untuk mengumpulkan, menyimpan, dan mengelola data serta menyediakan

(5)

184

Proses Output

informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai pemakai informasi tersebut. Komponen sistem informasi akuntansi disajikan pada gambar berikut ini :

a.

Gambar Komponen Sistem Informasi Akuntansi

Sumber : Diana, Anastasia dan Setiawati, Lilis, Sistem Informasi Akuntansi: Perancangan, Proses dan Penerapan, Yogyakarta: Andi (2011:4)

Input merupakan data dari dokumen sumber, seperti pemesanan yang diterima dari pelanggan, faktur penjualan dan laporan bank. Input biasanya dikelompokkan menurut jenisnya. Sebagai contoh, perusahaan akan memasukkan transaksi penjualan tunai yang terpisah dari penjualan secara kredit. Dalam sistem manual, pemrosesan tediri dari penjurnalan transaksi, posting ke akun—akun, dan penyusunan laporan keuangan. Sistem yang terkomputerisasi memproses transaksi, namun tanpa langkah penghubung (jurnal, buku besar dan neraca percobaan). Output merupakan laporan yang digunakan untuk pengambilan keputusan, termasuk juga laporan keuangan (laporan laba rugi dan neraca). Pemiik perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih baik dengan laporan keuangan yang dihasilkan oleh sistem akuntansi mereka.

Pada sistem informasi akuntansi terotomatis, input data menggunakan alat pemindai barcode (barcode secanner ), sehingga proses entri menjadi lebih cepat dan akurat dari pada dilakukan secara manual. Begitu juga dengan pemrosesan datanya, sistem informasi akuntansi terotomatis menggunakan program aplikasi. Terdapat dua car untuk mengupdate file master dalam sistem informasi akuntansi terotomatis, yaitu dengan memproses transaksi dan pemeliharaan file. Pemrosesan transaksi meliputi fungsi pemrosesan data yan berkaitan dengan kejadian ekonomis seperti transaksi akuntansi, kegiatan oprasional internal, dan penyusunan laporan keuangan. Sedangkan, pemeliharaan file meliputi kegiatan yang berkaitan dengan menambah, menghapus, atau mengganti file master seperti mengubah alamat pelanggan pada file piutang atau mengubah harga jual pada file persediaan. Sistem informasi akuntansi memiliki peranan yang penting dalam proses bisnis, kerena sistem informasi akuntansi mengidentifikasi, mengukur dan mencatat proses bisnis tersebut dalam suatu model yang sedemikian rupa sehingga informasi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

Manfaat Sistem Informasi Akuntansi

Data mentah yang di proses akuntansi merupakan transaksi keuangan. Transaksi keuangan mula-mula direkam dalam dokumen atau bukti transaksi seperti kuitansi, faktur penjualan, dan tagihan listrik. Sistem informasi akuntansi mampu menyediakan pengendalian internal yang memadai. Pengendalian dilakukan agar tujuan sistem informasi akuntansi dapat tercapai. Menurut Danang (2014:120), manfaat sistem informasi akuntansi adalah :

1. Menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama pada value chain secara efektif dan efesien.

2. Meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan.

3. Meningkatkan efesien.

4. Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan.

5. Meningkatkan sharing knowledge menambah efesiensi kerja pada bagian keuangan.

6. Komponen sistem informasi akuntansi.

7. Manusia adalah pelaku yang menjalankan sistem.

Kerangka Berpikir

Menurut V. Wiratna Sujarweni (2014:60), Pada dasarnya kerangka pemikiran diturunkan dari beberapa teori maupun konsep yang sesuai dengan permasalahan yang diteliti, sehingga memunculkan asumsi-asumsi yang berbentuk bagan alur pemikiran, yang kemudian kalau mungkin dapat dirumuskan ke dalam hipotesis operasional atau hipotesis yang dapat diuji.

Kerangka berpikir dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut : Input

(6)

185 Sumber: Data diolah penulis

Gambar Kerangka Berpikir METODE PENELITIAN Teknik Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif dan normatif- komparatif, metode deskriptif yaitu metode dengan mengumpulkan, menyusun, menginterprestasikan dan menganilisis data sehingga memberikan keterangan yang lengkap bagi pemecahan masalah yang di hadapi. Dalam teknik ini memberikan suatu gambaran umum yang jelas, tentang masalah yang dilakukan. Metode Normatif adalah analisis dengan membandingkan antara teori dengan praktik yang ada pada perusahaan antara data primer dan data sekunder sehingga diperoleh penyimpangan ataupun penyesuaian antara keduanya. Sedangkan Metode komparatif adalah teknik analisis yang dilakukan dengan cara membuat perbandingan antar elemen yang sama untuk beberapa periode yang berurutan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian

Berperannya sistem informasi akuntansi yang memadai memiliki unsur-unsur di bawah ini : 1. Sasaran Dan Tujuan

Sasaran dan tujuan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Nias telah cukup memadai. Dapat dilihat dari sistem informasi akuntansi persediaan yang telah disusun dan mengarah pada sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan, sistem informasi akuntansi persediaan bermanfaat dan berfungsi dalam membantu manajemen pengambilan keputusan.

2. Masukan

Masukan yang di laksanakan di Dinas Kesehatan Kabupaten Nias cukup efektif, karena semua transaksi yang dicatat dengan baik dan memadai. Yang didukung dengan dokumen sumber yang memilikir rincian yang jelas dan akurat.

3. Keluaran

Keluaran yang dilakukan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Nias cukup memadai, informasi tentang persediaan yang dihasilkan dari sistem informasi akuntansi persediaan dapat di andalkan dan relevan sehingga informasi yang dihasilkan dapat membantu dalam kegiatan organisasi.

4. Penyimpanan data

Penyimpanan data yang dilakukan di Dinas Kesehatan Kabupaten Nias cukup efektif. Data mengenai persediaan di simpan secara sistematis dan terorganisasi sehingga aman dari penyalahgunaan dan dapat terpelihara dengan baik.

5. Instruksi Dan prosedur

Instruksi dan prosedur yang dilaksanakan di Dinas Kesehatan Kabupaten Nias sudah memadai.

6. Pengelolaan

Pengelolaan persediaan alat-alat medis yang dilaksanakan di Dinas Kesehatan Kabupaten Nias sudah efektif. Dapat dilihat dari persediaan peralatan medis mulai dari penerimaan sampai pendistribusian ke puskesmas-puskesmas.

7. Pengguna

Alat medisnya sudah di gunakan sesuai dengan kebutuhan yang di perlukan tiap puskesmas-puskesmas.

Landasan Hukum

1. Peraturan presiden Nomor 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa Pemerintah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan peraturan presiden Nomor 172 Tahun 2014 tentang perubahan ketiga atas peraturan presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah.

Sistem Informasi Akuntansi Persediaan

Pengelolaan Persediaan Alat- alat Medis

(7)

186

2. Peraturan menteri kesehatan RI No 75 tahun 2014 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota adalah satuan kerja pemerintahan daerah kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam bidang kesehatan di kabupaten/kota.

3. Nomor 7 tahun 2008 tentang organisasi dan tata kerja Dinas-dinas Daerah Kabupaten Nias, adalah merupakan unsur pelaksanaan otonomi daerah di bidang kesehatan.

4. Metode pengelolaan alat kesehatan dilakukan sesuai dengan ketentuan pada Permendagri Nomor 17 Tahun 2007.

5. Nomor 72 Tahun 1998 tentang pengamanan sediaan farmasi dan alat kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1998 Nomor 138, tambahan lembaran Negara RI Nomor 3781)

6. Nomor 17 tahun 2007 tentang penatausahaan barang milik daerah

7. Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan sebagai pengganti undang-undang Nomor 23 Tahun 1992.

8. Nomor 17 Tahun 2012 mengatur mengenai layanan mengenai pengadaan secara elektronik (LPSE) sebagai unit kerja K/L/D/I untuk menyelenggarakan sistem pelayanan pengadaan barang/jasa secara elektronik.

9. Ketentuan teknis operasionalnya diatur oleh peraturan kepala LKPP Nomor 2 Tahun 2010 tentang layanan pengadaan secara elektronik.

10. Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

11. Nomor 72 Tahun 1998 tentang pengamanan sediaan farmasi dan alat kesehatan.

12. 1157/Menkes/SK/XII/2008 tentang daftar alat kesehatan yang berfungsi sebagai obat.

13. Permenkes RI Nomor 200/Menkes/SK/II/1995 tentang cara produksi alat kesehatan sekali pakai (steril) yang baik.

14. Permenkes Nomor 4 Tahun 2014 tentang cara distribusi alat kesehatan yang baik.

15. Nomor 25 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional.

16. Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

17. Peraturan kepala LKPP Nomor 18 Tahun 2012 tentang e-tendering.

18. Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355).

19. Nomor 6 Tahun 2006 tentang Penglolaan Barang milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609) sebagai mana telah diubah dengan peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4855).

20. Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah

Sistem Pengadaan Alat - Alat Medis Di Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Perencanaan Pengadaan

Perancanaan pengadaan mencakup penentuan kebutuhan atas barang/jasa dalam operasional perusahaan, baik tingkat kualitas, kuantitas dan penetuan,waktu kapan barang jasa tersebut harus tersedia. Di samping itu, perencanaan pengadaan juga berkaitan dengan penentuan berapa besar dana yang harus tersedia atas pengadaan tersebut sesuai dengan jadwal penggunaan barang/jasa yang dibutuhkan. Pada awal tahun membuat perencanaan kebutuhan kira-kira apa yang akan dibutuhkan pada sepanjang tahun, perencanaan alat medis dibuat berdasarkan kebutuhan setiap puskesmas jadi apa yang dibutuhkan oleh Puskesmas-puskesmas dituangkan dalam permintaan secara tertulis ke Dinas Kesehatan Kabupaten Nias.

Puskesmas-puskesmas akan membuat perencanaan atau usulan pada awal tahun apa saja alat medis yang dibutuhkan oleh setiap puskesmas-puskesmas yang bersangkutan. Perencanaan yang dari puskesmas itu dinamakan bottom up planning, itu diajukan oleh setiap kepala puskesmas, setiap awal tahun puskesmas membuat perencanaan secara terkoordinasi. Selain itu ada juga perencanaan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan yang berdasarkan hasil musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan) dan masa reses anggota dewan ditambah dengan kebijakan yang bersifat nasional seperti program imunisasi dan emas (expanding maternal and neonatal survival), langsung di cover oleh Dinas Kesehatan. Dinas mengarahkan daerah mana yang akan dilakukan kegiatan sehingga akan melakukan pelatihan kepada tenaga kesehatan dan kemudian memberikan alat medis yang diperlukan untuk mendukung kegiatan seperti program Emas (expanding maternal and neonatal survival) untuk beberapa puskesmas telah berjalan dengan baik. Dasar dari perencanaan kebutuhan adalah sesuai dengan permankes yang mengatur tentang puskesmas. Setelah itu K/L/D/I

(8)

187

(Kementerian/Lembaga/ Daerah/ Institusi) akan mengumumkan rencana pengadaan barang/jasa yang kontraknya akan dilaksanakan pada tahun anggaran berikutnya/yang akan datang.

PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Dinas Kesehatan Kabupaten Nias merupakan instansi yang bergerak dalam bidang kesehatan. Yang menyalurkan atau yang mendistribusikan alat-alat medis pada puskesmas-puskesmas yang membutuhkan. Berdasarkan pada pembahasan diatas bahwa sistem pemesanan barang sudah memakai sistem secara online, dan dalam menginput data-datanya sudah menggunakan komputer sehingga dapat meminimalisasi terjadinya tingkat kesalahan. Sistem pengadaan persediaan barang pada Dinas Kesehatan sudah efesiensi dan efektif. Serta pengelolaan persediaan alat medis pada Dinas Kesehatan sudah cukup efektif dan persediaan peralatan medis yang optimal sesuai dengan yang dibutuhkan setiap unit puskesmas, persediaan alat medis pada Dinas Kesehatan sudah dipastikan jumlah, sehingga tidak perlu menambah persediaan terlalu banyak karena pemesanannya sudah di sesuaikan dengan yang dibutuhkan tiap puskesmas dan sesuai dengan anggaran yang di tetapkan jadi tidak akan terjadi kecurangan dalam pemesanan alat medis karena dilakukan secara terbuka dan sesuai dengan landasan hukum yang telah ditetapkan.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan dari hasil penelitian dan pembahasan yang penulis lakukan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Nias, mengenai fungsi sistem informasi akuntansi persediaan dalam menunjang pengelolaan persediaan alat-alat medis, penulis menarik kesimpulan bahwa sistem informasi akuntansi persediaan yang di terapkan di Dinas Kesehatan sudah cukup menunjang dalam tercapainya pengelolaan persediaan alat-alat medis.

1. Dinas Kesehata Kabupaten Nias adalah milik Pemerintah yang beralamat di Jl. Kartinin 1 No.7 Gunungsitoli Kabupaten Nias, Telp. 0639-21134, fax. (0639)-21462.

2. Sistem informasi akuntansi persediaan dalam menyelenggarakan aktivitas pengelolaan persediaan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Nias telah berjalan cukup memadai.

3. Pengolahan data yang dilakukan juga sudah menggunakan komputer yang dapat menghasilkan semua informasi berjalan dengan cepat dan resiko melakukan kesalahan lebih kecil.

4. Pengelolaan persediaan alat-alat medis di Dinas Kesehatan Kabupaten Nias telah dilaksanakan cukup efektif.

5. Dalam sistem pengadaan persediaan barang harus sesuai dengan landasan hukum yang berlaku.

6. Sistem pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik ini sudah lebih meningkatkan dan menjamin terjadinya efesiensi, efektifitas, transparansi.

Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi persediaan yang cukup memadai akan mempengaruhi unsur-unsur dari pengelolaan persediaan. Sehingga sistem informasi akuntansi persediaan dapat menunjang pengelolaan persediaan alat-alat medis pada Dinas Kesehatan Kabupaten Nias.

Saran

Untuk mengatasi kelemahan yang ada pada sistem informasi akuntansi persediaan dalam menunjang pengelolaan persediaan alat-alat medis di Dinas Kesehatan Kabupaten Nias, penulis menyarankan hal-hal sebagai berikut :

1. Sebaiknya di Dinas Kesehatan Kabupaten Nias di sediakan tempat khusus untuk peralatan medis yang rusak, agar peralatan medis yang rusak atau tak layak pakai tidak di tempatkan pada sembarang tempat.

2. Kurang teraturnya dokumen atau file mengenai pengadaan barang yang dari tahun ketahun. Sebaiknya dokumen atau file penting seperti pengadaan barang/jasa dari tahun ketahun harus tetap dijaga dan disatukan semua serta disimpan ditempat yang aman agar sewaktu-waktu jika diperlukan atau dibutuhkan oleh pihak Dinas Kesehatan Sendiri tetap ada dan masih utuh.

(9)

188 DAFTAR PUSTAKA

Agoes, Sukrisno dan Estralita Trisnawati. 2014. Akuntansi Perpajakan. Jakarta: Salemba Empat.

Diana, Anastasia dan Lilis Setiawati. 2011. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Daft, Richard L. 2010. Era Baru Manajemen. Jakarta: Salemba Empat.

Dinas Kesehatan. 2010. Laporan Akuntanbilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Nias.

Fakultas Ekonomi. 2010. Buku Pedoman Penulisan Skripsi. Medan.

Hery, 2011. Akuntansi Aktiva Utang dan Modal, Cetakan I, Yogyakarta: Penerbit Gava Media.

Krismiaji, 2015. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta: Penerbit sekolah tinggi ilmu manajemen YKPN.

Mardi, 2014. Sistem Informasi Akuntansi. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.

Mulyadi, 2016. Sistem Akuntansi. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

Muhamad, 2014. Manajemen Keuangan Syari’ah. Yogyakarta: Penerbit UPP STIM YKPN.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.75 Tahun 2014.

Pusat Kesehatan Masyarakat. http://www.aidsindonesia.or.id Rudianto, 2012. Pengantar Akuntansi. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Sunyoto, danang. 2014. Sistem Informasi Manajemen (Perspektif Organisasi), cetakan pertama, yogyakarta: penerbit CAPS.

Sobandi, Koesmawan A. and kosasih Sobarsa. 2014. Manajemen Operasi Bagian Kedua. Jakarta: Pernerbit Mitra Wacana Media.

Sudana, I Made. 2015. Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Sujarweni, V Wiratna. 2014. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Pustakabarupress.

Sugiyono, 2012. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Tmbooks, 2015. Sistem Informasi Akuntansi Konsep dan Penerapan. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Referensi

Dokumen terkait

Menurut asumsi peneliti berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Fe dalam Mencegah Anemia

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara , mengenai hubungan tingkat pendidikan dan pengetahuan

Pada jam pelajaran salah satunya mata pelajaran kimia, siswa tatap muka langsung di kelas belajar secara bersamaan dengan siswa yang menerima pembelajaran secara

Dalam tulisan Ranto Manurung dibahas mengenai penentuan jumlah pemasukan beras dengan menggunakan logika fuzzy tsukamoto, dan penulis melihat dalam tulisan tersebut hanya

Menurut Jumingan (2011), yakni melakukan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa periode tertentu neraca akhir perusahaan selama beberapa tahun buku yang disusun

Motivasi peneliti dalam melakukan penelitian ini, dengan semakin berkembangnya daerah Medan Selatan maka secara tidak langsung semakin meningkatnya jumlah kendaraan bermotor

Hal ini disebabkan karena aktiva dari perusahaan digunakan untuk membayar utang dari pihak ketiga Berdasarkan uraian yang telah disajikan, maka peneliti tertarik untuk

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka penulis merasa perlu untuk melakukan penelitian mengenai perbandingan peningkatan kadar glukosa darah setelah pemberian madu hutan dan gula