MANUFAKTUR BARANG DAN KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK
INDONESIA TAHUN 2016-2019
SKRIPSI
AYU SAPITRI NIM: 105731106017
PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR MAKASSAR
2021
ii
JUDUL PENELITIAN:
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREDIKSI PERINGKAT OBLIGASI PERUSAHAAN
MANUFAKTUR BARANG DAN KONSUMSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK
INDONESIA TAHUN 2016-2019
SKRIPSI
Disusun dan Diajukan Oleh:
AYU SAPITRI NIM: 105731106017
Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Akuntansi pada Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar
PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR MAKASSAR
2021
iii
MOTTO
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah
bekerja keras (untuk urusan yang lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap. ” (QS. Al-Insyairah,6-8)
PERSEMBAHAN
Puji syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Ridho-Nya serta karunianya sehingga skripsi ini terselesaikan dengan
baik.
Alhamdulillahi Rabbil’alamin,
Skripsi ini saya persembahkan untuk kedua orang tua saya, saudara-saudara saya, keluarga besar saya, teman-
teman saya, dan almamaterku
PESAN DAN KESAN
“ Ada cita-cita yang harus diwujudkan, ada masa depan yang harus dipersiapkan, dan ada orang tua yang harus
dibanggakan.
vii
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah yang tiada henti diberikan kepada hamba-Nya. Shalawat dan salam tak lupa penulis kirimkan kepada Rasulullah SAW beserta para keluarga, sahabat, dan para pengikutnya. Merupakan nikmat yang tiada ternilai manakala penulisan skripsi yang berjudu “ Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prediksi Peringkat Obligasi Perusahaan Manufaktur Barang dan Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2019”.
Skripsi yang penulis buat ini bertujuan untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan program Sarjana (S1) pada fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
Teristimewa dan terutama penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada kedua orang tua penulis Bapak Muhammad Saleh S.Pd dan Ibu Rahmatia yang senantiasa memberi harapan, semangat, perhatian, kasih saying, dan doa yang tulus tanpa henti. Terimakasih kepada kakak-kakakku tercinta yang senantiasa memberikan dukungan baik secara moral maupun materi sehingga penulis dapat menyelesaikan studi dengan baik. Dan seluruh keluarga besar atas segala pengorbanan, dukungan, dan doa restu yang telah diberikan demi keberhasilan penulis dalam menuntut ilmu. Semoga apa yang telah mereka berikan kepada penulis menjadi ibadah dan cahay penerang kehidupan di dunia dan akhirat.
Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Begitu pula penghargaan yang setinggi-tingginya dan terima kasih banyak disampaikan dengan hormat kepada:
viii
1. Bapak Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag, selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.
2. Bapak Dr. H. Andi Jam’an, SE., M.Si, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar.
3. Bapak Dr. Ismail Badollahi, SE., M.Si. Ak. CA. CSP, selaku Ketua Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Makassar.
4. Ibu Dr. Muchriana Muchran, SE., M.Si. Ak. CA, selaku Pembimbing I yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga skripsi selesai dengan baik.
5. Bapak Ramly SE., M.Si selaku Pembimbing II yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga skripsi selesai dengan baik.
6. Bapak/ibu dan asisten Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar yang tak kenal lelah banyak menuangkan ilmunya kepada penulis selama mengikuti kuliah.
7. Para staf karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.
8. Terimakasih kepada sahabat-sahabat saya di Sistah, Sistur, Sobat till jannah dan Ada-adaji itu atas motivasi, semangat dan dorongan yang menemani penulisan skripsi ini.
9. Terimakasih kepada teman-teman seperjuangan Akuntansi 17 B yang tidak sedikit bantuannya dan dorongan selama proses perkuliahan penulis.
10. Terimakasih kepada senior-senior, adik-adik dan teman-teman saya di HIMANSI atas ilmu-ilmunya, motivasi, dan dukungannya selama ini sehingga penulis bisa menyelesikan skripsi ini dengan baik.
11. Terima kasih teruntuk semua kerabat yang tidak bisa saya tulis satu persatu yang telah memberikan semangat, kesabaran, motivasi, dan dukungannya sehingga penulis dapat merampungkan penulisan skripsi ini.
Akhirnya, sungguh penulis sangat menyadari bahwa skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan oleh karena itu, kepada semua pihak utamanya
ix
para pembaca yang budiman, penulis senantiasa mengharapkan saran dan kritikannya demi kesempurnaan skripsi ini.
Mudah-mudahan skripsi yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi semua pihak utamanya kepada Almamater Kampus Biru Universitas Muhammadiyah Makassar.
Nashrun min Allahu wa Fathun Karien, Billahi fii Sabilil Haq, Fastabiqul Khairat, Wassalammu’alaikum Wr. Wb
Makassar, 27 Zulkaidah 1442 H 15 September 2021 M
Penulis,
Ayu Sapitri
x
ABSTRAK
Ayu Sapitri, 2021.Analisis Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Prediksi Peringkat Obligasi Perusahaan Manufaktur Barang Dan Konsumsi yangterdaftar Di Bursa Efek Indonesi Tahun 2016-2019, Skripsi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.Dibimbing Oleh Pembimbing I Ibu Muchriana Muchran dan Pembimbing II bapak Ramly.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, Arus Kas dan Umur Obligasi terhadap Peringkat Obligasi.Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian eksplanatori kuantitatif dengan menggunakan data sekunder.Metode pengumpulan data menggunakan data berupa dokumentasi laporan keuangan juga menggunakan studi pustaka dengan mengumpulkan data, artikel, jurnal maupun sumber tertulis lainnya.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda dan uji hipotesis dengan menggunakan bantuan SPSS 23.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap peringkat obligasi.(2) Likuiditas berpengaruh signifikan terhadap peringkat obligasi. (3) Leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap peringkat obligasi.(4) Arus Kas tidak berpengaruh signifikan terhadap peringkat obligasi. (5) Umur Obligasi berpengaruh positifdan signifikan terhadap peringkat obligasi.
Kata Kunci : Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, Arus Kas, Umur Obligasi , dan Peringkat Obligasi
xi
ABSTRACT
AYU SAPITRI, 2021. Analisys Factors Affecting the Prediction of the Bond Rating of Goods and Consumer Manufacturing Companies listed on the Indonesia Stock Exchange 2016-2019, Thesis of Accounting Study Program, Faculty of Economics and Business, Muhammadiyah University of Makassar.
Supervised by Advisor I Mrs. MuchrianaMuchran and Second Advisor Mr. Ramly.
The purpose of this study was to determine the effect of Profitability, Liquidity, Leverage,Cash Flow and Bond Age on Bond Rating. The type of research used is quantitative explanatory research using secondary data. The data collection method uses data in the form of financial statement documentation and also uses literature study by collecting data, articles, journals and other written sources. The data analysis technique used is descriptive data analysis, classic assumption test, multiple linear regression analysis and hypothesis testing using SPSS 23.
The results of this study indicate that (1) Profitability does not have a significant effect on bond ratings. (2) Liquidity does not have a significant effect on the bond rating. (3) Leverage has no a significanteffect on bond ratings.(4) Cash Flow has no significant on Bond ratings, (5) Bond Age has a positive and significant effect on bond ratings.
Keywords: Profitability, Liquidity, Leverage,Cash Flow, Bond Age, and Bond Rating.
xii DAFTAR ISI
Halaman
SAMPUL……… i
HALAMAN JUDUL……….. ii
HALAMAN PERSETUJUAN………. iv
HALAMAN PENGESAHAN………... v
SURAT PERNYATAAN……….. vi
KATA PENGANTAR………... vii
ABSTRAK………. x
ABSATRACT……… xi
DAFTAR ISI……….. xii
DAFTAR TABEL……….. xiv
DAFTAR GAMBAR………. xv
BAB I PENDAHULUAN……….. 1
A. Latar Belakang………. 1
B. Rumusan Masalah……….. 6
C. Tujuan Penelitian………. 7
D. ManfaatPenelitian……… 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA………... 9
A. Teori Sinyal (Signaling Teory)………... 9
B. Peringkat Obligasi………... 10
C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi obligasi………... 13
D. Penelitian Terdahulu………... 16
E. Kerangka Konseptual………. 22
F. Hipotesis………... 26
BAB III METODE PENELITIAN……… 31
A. Jenis Penelitian……… 31
B. Lokasi dan Waktu Penelitian………. 31
C. Defenisi Operasional Variabel dan pengukuran……… 31
D. Populasi dan Sampel……….. 34
E. Teknik Pengumpulan Data……… 38
F. Teknik Analisis………. 38
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHSAN……… 42
xiii
A. Gambaran Umum Objek Penelitian………. 42
B. Hasil Penelitian……… 43
C. Pembahasan……… 61
BAB V PENUTUP……… 66
A. Kesimpulan……….. 66
B. Saran………. 67
DAFTAR PUSTAKA……… 68
xiv
DAFTAR TABEL
Nomor Judul Halaman
Tabel 2.1 Peringkat Obligasi………. 12
Tabel 2.2 Penelitian Terdahulu……….. 16
Tabel 3.1 Rating Obligasi……… 32
Tabel 3.2 Daftar Populasi……… 34
Tabel 3.3 Daftar Sampel Penelitian………. 37
Tabel 4.1 Analisis Deskriptif………. 44
Tabel 4.2 Hasil Uji Normalitas………. 46
Tabel 4.4 Hasil Uji Multikolineritas………. 54
Tabel 4.5 Hasil Uji Heteroskedasitas………. 55
Tabel 4.6 Hasil Uji Autokorelasi……… 56
Tabel 4.7 Hasil Uji Regresi Linear Berganda……… 57
Tabel 4.8 Hail Uji Koefisien Determinasi………. 60
xv
DAFTAR GAMBAR
Nomor Judul Halaman
Gambar 2.1 Kerangka Konseptual Penelitian……….. 26
Gambar 4.1 Boxplot Profitabilitas……….. 47
Gambar 4.2 Boxplot Likuiditas……… 48
Gambar 4.3 Boxplot Lverage……….. 49
Gambar 4.4 Boxplot Arus Kas……… 50
Gambar 4.5 Boxplot Umur Obligasi………... 50
Gambar 4.6 Boxplot Peringkat Obligasi……… 52
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pertumbuhan ekonomi dan globalisasi menyebabkan persaingan usaha menjadi semakin ketat. Agar dapat bertahan ditengah ketatnya persaingan dunia bisnis, perusahaan harus mampu meningkatkan nilai perusahaan secara terus-menerus. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai perusahaan yaitu dengan melakukan peningkatan kualitas atau pengembangan suatu bisnis. Untuk itu, perusahaan memerlukan tambahan modal baik dari perusahaan itu sendiri maupun melalui pinjaman dari pihak bank, penjualan saham, serta obligasi (Reyssent dan Kurnia, 2016:2).
Obligasi merupakan sebuah surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan yang memerlukan dana disertai dengan penandatanganan kontrak perjanjian. Obligasi berisi janji dari pihak penerbit obligasi untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi (Serfiyani et al, 2017:322).
Obligasi sendiri marak diperjual belikan dalam pasar modal, dan merupakan salah satu sumber pendanaan perusahaan. Investasi dalam surat utang atau obligasi ini banyak diminati oleh investor atau kreditor dikarenakan obligasi merupakan investasi yang terbilang aman karena pembayaran pokok utang serta kupon dijamin oleh peraturan perundang- undangan dan memiliki pendapatan yang bersifat tetap. Pendapatan yang
tetap diperoleh dari pokok obligasi dan kupon yang akan dibayarkan pada saat jatuh tempo pembayaran.
Keuntungan yang diperoleh dari obligasi yaitu memperoleh kupon bunga secara berkala. Biasanya tiga bulan, enam bulan atau satu tahun sekali sesuai dengan surat perjanjian hutang. Adapun keuntungan lain dari obligasi yaitu dapat dijadikan sebagai jaminan atau agunan. Obligasi bisa dijadikan agunan untuk mendapatkan jaminan dari pihak bank atau dapat digunakan untuk membeli saham di bursa efek.
Meskipun terbilang aman obligasi tetap memiliki risiko kemungkinan gagal bayar atau biasa juga disebut risiko default. Risiko default yaitu suatu keadaan dimana perusahaan tidak mampu membayarkan pokok utang dan kupon bunga pada kreditur.Oleh karena itu, sebelum berinvestasi para investor harus memperhatikan peringkat obligasi.
Peringkat obligasi merupakan suatu skala pemeringkatan yang menjadi petunjuk bagi investor untuk melihat seberapa aman obligasi yang akan dibeli. Peringkat obligasi juga berfungsi untuk membantu kebijakan publik membatasi investasi spekulatif para investor institusional seperti bank, perusahaan asuransi dan dana pensiun (Veronica, 2015:272).
Di Indonesia, pemeringkatan obligasi dilakukan oleh PT. PEFINDO dan PT. Kasnic Credit Rating yang terdapat dua tahap dalam proses rating yang dilakukan yaitu: 1) melakukan review internal terhadap perusahaan yang mengeluarkan instrumen hutang, 2) hasil review internal tersebut akan direkomendasikan kepada komite rating yang akan menentukan rating perusahaan tersebut.
Faktor-Faktor yang diprediksi mempengaruhi peringkat obligasi diantaranya profitabilitas, likuiditas, leverage, arus kas dan umur obligasi.
Profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kinerja suatu perusahaan untuk menghasilkan laba dan efektivitas perusahaan dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya (Kesaulya dan Febriany, 2015:114). Ketika laba yang dihasilkan oleh perusahaan tinggi maka kemungkinan risiko gagal bayar suatu perusahaan semakin rendah sehingga peringkat obligasi yang diperoleh perusahaan juga tinggi (Reyssent dan Kurnia, 2016:3). Hasil penelitian (Pinandhita dan Suryantini, 2016:6679) yang menunjukkan bahwa profitablitas berpengaruh positif dalam memprediksi peringkat obligasi.
Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban finansial jangka pendek tepat pada waktunya(Veronica 2015:276).
Semakin tinggi likuiditas suatu perusahaan maka semakin baik pula peringkat obligasinya. Rasio inilah yang digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Hasan dan Dana, 2018:652) menunjukkan bahwa likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap peringkat obligasi tertinggi.
Leverage merupakan rasio keuangan yang menunjukkan tingkat
utang yang dimiliki oleh suatu perusahaan (Partha dan Yasa, 2016:1920).
Semakin kecil rasio ini, maka semakin sedikit utang yang dimiliki perusahaan dibandingkan modal, yang menunjukkan bahwa perusahaan lebih efektif apabila modalnya lebih banyak daripada utangnya (Reyssent dan Kurnia, 2016:9). Sebaliknya jika utang perusahaan lebih banyak maka sebagian besar modal yang dimiliki akan dibiayai oleh hutang sehingga besar
kemungkinan perusahaan akan mengalami gagal bayar. Hasil penelitian (Saputri dan Purbawangsa, 2016:3716) yang menunjukkan bahwa Leverage perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap peringkat obligasi.
Umur obligasi merupakan tanggal dimana pemegang obligasi akan menerima kembali pembayaran atas pokok utang dan kupon bunga obligasi yang dimilikinya (Kustiyaningrum et al, 2016:29). Periode jatuh tempo obligasi bervariasi diantaranya 1 tahun sampai dengan di atas 5 tahun.
Secara umum, semakin panjang jatuh tempo obligasi, maka semakin tinggi kupon atau bunga yang akan diperoleh. Hasil penelitian (Widiastuti dan Rahyuda, 2016:6976) menunjukkan bahwa umur obligasi berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi.
Arus Kas dari aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan. pada umumnya arus kas tersebut berasal dari transaksi yang mempengaruhi pendapatan laba atau rugi bersih. Jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menentukan apakah operasi perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan, membayar dividen, penerimaan dan pembayaran.
Hubungan antara arus kas dari aktivitas pendanaan dengan return saham umumnya dijelaskan pada penelitian sebelumnya menggunakan teori sinyal. Dengan meningkatnya dari aktivitas pendanaan akan meningkatkan return saham sehingga, investor akan sangat berminat pada peningkatan arus kas dari aktivitas pendanaan karena menunjukkan bahwa perusahaan
dapat meningkatnya pendapatan di masa yang akan datang (Ramly &
Alamsjah, 2019).
Teori sinyal ini sangat berhubungan dengan peringkat obligasi karena dapat memberikan informasi kepada investor bahwa obligasi yang akan dibeli itu aman atau tidak dengat cara memperhatikan peringkat obligasi suatu perusahaan.
Peneliti memilih perusahaan manufaktur pada sektor barang dan konsumsi karena industry ini merupakan salah satu sektor perusahaan manufaktur yang memiliki peran aktiv dipasar modal Indonesia. Sektor ini menyediakan produk-produk yang merupakan kebutuhan primer masyarakat sehingga permintaan akan produk ini cenderung stambil dan berdampak pada kemampuan menghasilkan laba yang optimal, tentu saja hal ini dapat menarik para investor dibidang ini ( sektor barang dan konsumsi ).
Pada penelitian ini faktor yang mempengaruhi prediksi peringkat obligasi adalah Profitabilitas, Likuiditas, Leverage, Arus Kas dan Umur Obligasi. Penelitian ini memilih perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai objek penelitian karena perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang lebih banyak menerbitkan obligasi dan mempublikasikan laporan keuangannya sehingga dapat memudahkan para calon investor untuk melihat seberapa aman obligasi yang akan dibeli melalui peringkat obligasinya.
Dibandingkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya,penelitian ini menambahkan variabel arus kas,karena arus kas merinci sumber penerimaan maupun pengeluaran kas berdasarkan aktivitas operasi,
investasi, dan pembiayaan. Informasi mengenai kinerja perusahaan secara ringkas tersaji dalam laporan arus kas. Kemampuan menghasilkan arus kas penting bagi perusahaan yang sehat, karena tidak ada perusahaan yang dapat bertahan dalam jangka panjang tanpa menghasilkan kas operasi (Subramanyam,2010:108). Penelitian ini juga mengambil periode tahun 2017-2019. Selain itu teknik analisis yang digunakan juga berbeda. Pada penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda dan uji hipotesis dengan menggunakan bantuan SPSS 23. beberapa penelitian sebelumnya juga terdapat ketidaksinambungan. Oleh karena itu, penulis akan menguji kembali faktor- faktor yang mempengaruhi peringkat obligasi dengan mengangkat judul
“Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prediksi Peringkat Obligasi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas bahwa terdapat ketidaksinambungan, juga beberapa perbedaan dari hasil penelitian serta keterbatasan data yang digunakan, maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut :
1. Apakah profitabilitas berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ?
2. Apakah likuiditas berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ?
3. Apakah Leverage berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ?
4. Apakah umur obligasi berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ? 5. Apakah arus kas berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi pada
perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui pengaruh profitabilitas terhadap peringkat obligasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, 2. Untuk mengetahui pengaruh likuiditas terhadap peringkat obligasi pada
perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia,
3. Untuk mengetahui pengaruh Leverage terhadap peringkat obligasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia,
4. Untuk mengetahui pengaruh umur obligasi terhadap peringkat obligasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
5. Untuk mengetahui pengaruh arus kas terhadap peringkat obligasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
D. Manfaat Penelitian
1. Secara teoritis
Sebagai bahan literasi bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai prediksi peringkat obligasi.
2. Secara praktis
a. Bagi perusahaan, hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi mengenai faktor-faktor apa saja yang menjadi pengaruh peringkat obligasi.
b. Bagi peneliti, hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat dan ilmu pengetahuan yang baru mengenai peringkat obligasi.
c. Bagi investor, hasil penelitian ini diharapkan mampu menjadi tolak ukur atau acuan dalam mengambil keputusan dalam melakukan investasi obligasi
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Teori Sinyal (Signalling Theory )
Teori sinyal pertama kali dicetuskan oleh Michael Spence (1973) dalam penelitiannya yang berjudul Job Market Signalling .Pada teori ini melibatkan dua pihak yakni pihak internal dan pihak eksternal. Dimana pihak internal bertugas untuk memberi sinyal dan pihak ekternal (investor) sebagai pihak yang menerima sinyal. Teori sinyal menunjukkanbahwa perusahaan memberikan dorongan pada pihak luar yakni investor dengan memberikan arahan terhadap apa yang akan terjadi, sehingga perusahaan akan mengetahui lebih banyak prospek yang akan datang dari pihak luar (investor) untuk memberikan sinyal pada pasar, dengan demikian perusahaan akan menilai apakah perusahaan itu berkualitas atau tidak (Vina, 2017:3). Teori sinyal juga menjelaskan alasan perusahaan perlu menyajikan informasi terhadap pihak luar (investor maupun kreditor) baik informasi yang berhubungan langsung dengan keuangan perusahaan maupun yang tidak berhubungan langsung.
Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berinvestasi obligasi pada suatu perusahaan, maka investor perlu mendapatkan informasi terhadap kondisi obligasi perusahaan.Sehingga dengan adanya teori sinyal diharapkan pihak eksternal perusahaan mampu memberikan informasi terkait kondisi maupun kualitas suatu obligasi.Informasi tersebut dapat diperoleh melalui peringkat obligasi yang diperoleh perusahaan dan tentunya
peringkat tersebut telah dikeluarkan dan dipublikasikan oleh lembaga pemeringkat obligasi.
B. Peringkat Obligasi
Peringkat obligasi merupakan suatu skala yang menjadi tolak ukur investor dalam memilih obligasi. Obligasi yang akan diinvestasikan terlebih dahulu akan diperingkatkan oleh agen pemeringkat yang independen. Agar investor memiliki gambaran mengenai tingkat risiko ketidakmampuan perusahaan untuk membayar utangnya, maka dalam obligasi dikenal dengan istilah peringkat obligasi (Kustiyaningrum et al, 2016:27). Peringkat atas utang yang dilakukan oleh PT. Pefindo berdasarkan beberapa pertimbangan, yaitu:
1. Kemungkinan pelunasan pembayaran, yaitu penilaian atas kapasitas serta kemampuan obligasi dalam memenuhi kewajiban finansialnya sesuai dengan yang diperjanjikan,
2. Struktur, karakteristik serta berbagai ketentuan yang diatur dalam efek utang,
3. Perlindungan yang diberikan maupun posisi klaim dari pemegang efek utang tersebut bila terjadi pembubaran perseroan dan likuidasi.
Menurut (Kustiyaningrum et al, 2016:27) peringkat obligasi memiliki arti penting bagi perusahaan dan investor, yaitu:
1. Pertama, karena peringkat obligasi merupakan indikator dari risiko gagal bayarnya, peringkat memiliki pengaruh langsung yang dapat diukur pada tingkat bunga obligasi dan biaya utang perusahaan.
2. Kedua, sebagian besar obligasi dibeli oleh investor institusional dan bukan individual, kebanyakan institusi dibatasi hanya boleh membeli efek yang layak investasi.
Oleh karena itu, peringkat obligasi perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk membelinya. Peringkat obligasi menunjukkan kualitas kredit perusahaan penerbit. Semakin dekat peringkat obligasi dengan AAA berarti semakin bagus peringkatnya dan semakin kecil kemungkinan obligasi akan gagal dalam memenuhi kewajiban membayar bunga dan pokok pinjamannya (Prastiani, 2018:4).
Agen pemeringkat obligasi merupakan lembaga yang secara khusus bertugas untuk memberikan peringkat pada obligasi yang diterbitkan oleh semua perusahaan (Hidayat, 2018:389). PT. Pefindo yang didirikan di Jakarta pada tanggal 21 Desember 1993 melalui inisiatif BAPEPAM (Badan Pelaksana Pasar Modal) dan Bank Indonesia. Pada tanggal 31 Agustus 1994, PT. Pefindo memperoleh izin usahanya dari BAPEPAM dengan Nomor 39/PM-PI/1994 dan menjadi salah satu lembaga penunjang pasar modal di Indonesia.
Tugas utama PT. Pefindo yaitu untuk menyediakan suatu peringkat atas risiko kredit yang bersifat objektif, independen, serta dapat dipertanggung jawabkan atas penerbitan surat hutang yang diperdagangkan kepada masyarakat luas. Untuk meningkatkan metodologi pemeringkatan yang digunakan dan kriteria dalam melakukan pemeringkatan, maka PT. Pefindo didukung oleh Standard & Poor’s Rating Service. PT.Pefindo juga aktif dalam berpartisipasi di Asian Credit Rating Agencies Association (ACRAA).
Produk peringkat dari (PT. Pefindo dalam Ariyanti, 2017:38) dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu:
1. Peringkat perusahaan (Company Ratings) yang juga disebut dengan General Obligation (GO) yang merupakan suatu penilaian seluruh
kelayakan kredit suatu perusahaan.
2. Peringkat instrumen utang (Debt Specific Ratings) merupakan peringkat yang mencerminkan kelayakan kredit suatu obligor untuk memenuhi komitmen keuangannya dengan tepat waktu yang dihubungkan dengan utang, obligasi, MTN (Medium Tern Notes), program commercial paper atau instrumen keuangan lainnya.
Di bawah ini peringkat obligasi menurut PT. Pefindo, yaitu:
Tabel 2.1. Peringkat Obligasi PT. Pefindo
Simbol Arti
AAA Merupakan peringkat tertinggi dari pefindo yang didukung oleh kemampuan obligor yang superior dalam memenuhi kewajiban finansial jangka panjang untuk membayar hutangnya yang relatif lebih baik dari entitas lain.
AA Merupakan kemampuan obligor yang sangat kuat dalam pemenuhan kewajiban finansial jangka panjang untuk membayar hutangnya relatif lebih baik dari entitas lain.
A Merupakan kemampuan obligor yang kuat dalam memenuhi kewajiban finansial jangka panjang untuk membayar hutangnya relatif lebih baik dari entitas lain. Namun lebih mudah terpengaruh oleh perubahan kondisi yang memungkinkan adanya kerugian,
BBB Merupakan kemampuan obligor yang cukup dalam pemenuhan finansial jangka panjang untuk membayar hutangnya relatif dari entitas lain. Namun, lebih mudah
terpengaruh oleh perubahan kondisi perekonomian yang dapat melemahkan kemampuan obligor dalam pemenuhan kewajiban finansial jangka panjang untuk membayar hutangnya.
BB Merupakan kemampuan obligor yang agak lemah dalam pemenuhan finansial jangka panjang untuk membayar hutangnya relatif dari entitas lain. Namun, entitas ini lebih mudah terpengaruh oleh ketidakpastian perubahan kondisi perekonomian dan bisnis.
B Merupakan kemampuan obligor yang lemah dalam pemenuhan finansial jangka panjang untuk membayar hutangnya relatif dari entitas lain. Meskipun obligor memiliki kemampuan dalam pemenuhan finansial jangka panjang untuk membayar hutangnya, namun dengan adanya perubahan kondisi perekonomian, dan bisnis dapat melemahkan kemampuan obligor dalam pemenuhan kewajibannya.
CCC Merupakan gambaran kemampuan obligor yang rantan dalam pemenuhan kewajiban finansial jangka panjang untuk membayar hutangnya yang relatif dari entitas lain.
D Merupakan gambaran kondisi obligor yang tidak memiliki kemampuan dalam pemenuhan kewajiban finansial jangka panjang untuk membayar hutangnya. Dalam artian obligor dalam keadaan default.
Sumber : Pefindo
C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Obligasi
Profitabilitas adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen yang ditandai dengan besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dari penjualan maupun investasi(Kustiyaningrum et al, 2016:29). Semakin tinggi laba yang
diperoleh perusahaan maka peringkat obligasinya semakin baik, sehingga rasio ini dapat memberikan pengaruh terhadap peringkat obligasi karena dapat dilihat dengan keuntungan yang diperoleh dari penjualan investasi sehingga jika laba yang diperoleh suatu perusahaan tinggi itu dapat mempengaruhi obligasi suatu perusahaan.
Likuiditas merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya(Vina, 2017:5). Rasio likuiditas juga sangat berpengaruh terhadap peringkat obligasi. Semakin tinggi tingkat likuiditas perusahaan, maka peringkat obligasinya juga semakin baik. Disini dapat kita lihat dengan mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dimana jika suatu perusahaan dapat membayar utangnya lebih cepat atau tepat waktu itu maka likuiditas perusahaan tersebut sdh aman.
Leverage merupakan rasio yang digunakan untuk membandingkan
total hutang dengan modal perusahaan (Hidayat, 2018:388). Hutang perusahaan sebaiknya tidak lebih tinggi dari modal yang dimiliki, sebab hal tersebut dapat membahayakan perusahaan, karena jika utang perusahaan lebih besar dibandingkan dengan modalnya maka obligasi perusahaa tersebut tidak baik bagi investor tetapi jika modal lebih besar dibandingkan dengan utang perusahaan itu berarti obligasi perusahaan tersebut aman.
Kas (cash) merupakan saldo sisa dari arus kas masuk dikurangi arus kas keluar yang berasal dari periode-periode sebelumnya. Arus kas mengacu pada arus kas masuk dikurangi arus kas keluar pada periode berjalan. Pelaporan arus kas dalam laporan arus kas, terdiri dari tiga
aktivitas utama yaitu arus kas operasi,arus kas investasi dan pendanaan (Subramanyam,2010:92).
Arus kas operasi merupakan arus kas yang berasal dari aktivitas operasi perusahaan. Arus kas operasi terkait dengan pos-pos operasi perusahaan. Arus kas operasi terkait dengan pos-pos laba rugi (kecuali keuntungan dan kerugian) dan dengan pos-pos operasi dalam neraca umumnya pos modal kerja (Franklin & Geroge, 1995:204). Kemampuan menghasilkan arus kas penting bagi perusahaan yang sehat. Tidak ada perusahaan yang dapat bertahan, dalam jangka panjang tanpa menghasilkan kas operasi (Subramanyam,2010:108).
Arus kas operasi berhubungan dengan tingkat likuiditas yang akan menunjukkan kuatnya kondisi keuangan perusahaan sehingga secara finansial akan mempengaruhi peningkatan prediksi peringkat obligasi (Burton et al. dalam Estiyanti dan Yasa, 2012)
a. Rasio Arus Kas terhadap Total Utang (Cashflow from operating to total debt)
Rasio ini menunjukkan kemampuan operasi perusahaan dalam melunasi seluruh kewajiban baik kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang. Tingkat rasio yang rendah menunjukkan kemampuan yang kurang baik dalam membayar semua kewajibannya dengan menggunakan arus kas yang berasal dari aktivitas normal operasi perusahaan (Hery,2014: 106)
Umur Obligasi merupakan tanggal dimana pemegang obligasi akan menerima pembayaran pokok utang dan kupon bunga yang dimilikinya.
Periode jatuh tempo obligasi yaitu 1 (satu) sampai dengan di atas 5 (lima)
tahun. Obligasi yang jatuh tempo dalam waktu 1 (satu) tahun lebih mudah untuk diprediksi daripada obligasi yang jatuh tempo dalam waktu 5 (lima) tahun. Semakin lama jatuh tempo obligasi, maka semakin tinggi kupon bunga yang akan diperoleh oleh investor.
D. Penelitian Terdahulu
Beberapa penelitian terdahulu memiliki persamaan dan perbedaan dari masing-masing penelitian yang telah dilakukan. Berikut beberapa penelitian terdahulu mengenai pengaruh Leverage, Profitabilitas, Likuiditas, Arus Kas, Umur Obligasi terhadap Pengaruh Peringkat Obligasi.
Tabel 2.2 Penelitian Terdahulu Judul Penelitian Nama
Peneliti
Variabel Hasil Penelitian Pengaruh Leverage,
Likuiditas,
Profitabilitas, dan Umur Obligasi terhadap Peringkat Obligasi (Studi pada Perusahaan Terbuka yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia)
Kustiyaning rum, et.al(2017)
Variabel dependen yaitu peringkat obligasi dan Variabel
indepennya yaitu pengaruh
leverage,likuditas,profit abilitas,dan umur obligasi
Hasil
penelitiannya yaitu leverage tidak
berpengaruh terhadap perningkat
obligasi,Likuiditas berpengaruh terhadap peringkat
obligasi,Profitabili tas tidak
berpengaruh terhadap
peringkat obligasi dan Umur
Obligasi tidak berpengaruh terhadap
peringkat obligasi Prediksi Peringkat
Obligasi Perusahaan dengan Faktor
Damayanti, et.al (2018)
Variabel dependen yaitu prediksi peringkat obligasi perusahaan
Hasil penelitian ini ini
menyimpulkan
Keuangan dan Non Keuangan
dan Variabel
independennya yaitu pendekatan faktor keuangan dan non keuangan
bahwa likuiditas berpengaruh terhadap peringkat obligasi, sedangkan profitabilitas , leverage
danumur obligasi tidak
berpengaruh terhadap peringkat obligasi.
Pengaruh Leverage dan Likuiditas Terhadap Peringkat Obligasi : Studi Kasus Perusahaan Non Keuangan di Indonesia
Hidayat (2018)
Variabel dependennya yaitu Peringkat
Obligasi dan Variabel Independennya yaitu perngaruh leverage dan likuiditas
Hasil Penelitian ini menyimpulkan bahwa Leverage berpengaruh negativ signifikan terhadap
peringkat obligasi pada perusahaan non keuangan dan Current Ratio
berpengaruh positif signifikan terhadap
peringkat obligasi pada perusahaan non keuangan Pengaruh Peringkat
Obligasi, Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia, Rasio Leverage, Ukuran Perusahaan, Umur Obligasi, dan Tingkat Inflansi pada Imbal Hasil Obligasi Korporasi di Bursa Efek Indonesia
Purwanti and
Purwidianti(
2017)
Variabel dependennya yaitu Pengaruh
peringkat obligasi dan Variabel
Independennya yaitu Imbal hasil obligasi
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peringkat obligasi dan imbal hasil mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap imbal hasil obligasi tetapi DER mempunyai pengaruh negativ dan signifikan.
Pengaruh Hasan and Variabel dependennya Hasil penelitian
Profitabilitas, Likuiditas, Maturity dan Jaminan
Terhadap Peringkat Obligasi Tertinggi pada Sektor
Keuangan di Bursa Efek Indonesia
Dana (2018)
yaitu Peringkat obligasi dan Variabel
independennya yaitu Pengaruh
profitabilitas,Likuiditas, Maturity
ini dapat disimpulkan bahwa Profitabilitas yang dinilai menggunakan ROA memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan kepada rating obligasi, Likuiditas memiliki
pengaruh negativ dan signifikan kepada rating obligasi dan Tingkat umur obligasinya memiliki
pengaruh positif, Jaminan memiliki pengaruh yang positif serta signifikan Faktor-Faktor
Determinan Peringkat Obligasi Perusahaan Go Public Non-
Keuagan di Indonesia
Hernando et.al (2018)
Variabel dependennya yaitu Peringkat
Obligasi dan Variabel independennya yaitu ROA,ROE,DER,dan CR
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa
ROA,ROE,DER, dan CR memiliki pengaruh baik secara positif ataupun negativ terhadap
penentuan peringkat rating obligasi.
Sedangkan ICR tidak
memberikan pengaruh pada penentuan peringkat rating obligasi
Prediksi Peringkat Obligasi :
Profitabilitas,Leverag e,Likuiditas dan
Suprapto and Aini (2019)
Variabel dependennya yaitu Peringkat
Obligasi dan Variabel independennya yaitu
Hasil Penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa Leverage
Ukuran Perusahaan pada Perusahaan Non Keuangan yang Terdagtar di Pefindo Tahun 2013 – 2017
Profitabilitas,Leverage, Likuiditas dan Ukuran Perusahaan
dan Ukuran Perusahaan berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi sedangkan Profitabilitas dan Likuiditas tidak berpengaruh terhadap
peringkat obligasi Pengaruh
Karakteristik Perusahaan,
Karakteristik Obligasi, Reputasi Auditor Terhadap Peringkat Obligasi
Wijaya (2019)
Variabel dependennya yaitu Peringkat
Obligasi dan Variabel independennya yaitu Pengaruh Karakteristik Perusahaan,Karakteris tik Obligasi,Reputasi Auditor
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Variabel laba,Profitabilitas ,Jaminan
Obligas,Reputasi auditor,control leverage,Kontrol growth,Kontrol ukuran
perusahaan berpengaruh positif terhadap obligasi
sedangkan Variabel Umur Obligasi berpengaruh negativ terhadap peringkat obligasi Pengaruh Matutiry,
Peringkat Obligasi dan Debt to Equity Ratio terhadap Yield to Maturity Obligasi
Novi Dayanti, 2019
Variabel dependennya yaitu Yield To Maturity Obligasi dan Variabel independennya yaitu Pengaruh
Maturity,Peringkat Obligasi dan Debt To Equity Ratio
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Maturity dan Peringkat Obligasi Memiliki pengaruh
terhadap yield to maturitysedangk an Debt to equity ratio tidak
memiliki pengaruh
terhadap yield to maturity obligasi
Pengaruh Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan Perusahaan dan Jaminan terhadap Peringkat Obligasi
Wulandari Puspita Dewi, 2019
Variabel dependenya yaitu Peringkat Obligasi dan Variabel independennya yaitu Pengaruh Ukuran Perusahaan,Pertumbu han Perusahaan dan Jaminan
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Ukuran Perusahaan dan Jaminan
berpengaruh signifikan terhadap
peringkat obligasi sedangkan Pertumbuhan Perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap
peringkat obligasi Effect of Financial
Performance and Good Corporate Governance of Bond Ratings (A Case Study Companies Listed In Indonesia Stock Exchange Period 2013-2017)
Ahmad Fauzan Fathon, 2020
Variabel dependennya yaitu Bond Ratings dan Variabel
independennya yaitu Financial Performance and Good Corporate Governance
Return On Asset have no
significant negativ effect on the rating and Good Corporate bonds have significant positive effect on bond ratings.
Suggested for further research, is expected to retest the other factors more diverse and add the variables that can affect the bond ratings. It is intended that the conclusions that have wider coverage anyway. For a company of this research can be used as a material
consideration to evaluate, improve and enhance the company's
financial performance in the future this research datang Analysis of financial
and non-financial factors affecting bond ratings
I Fadah, 2019
Variabel dependennya yaitu Bond Ratings dan Variabel
independennya yaitu profitability, Growth, leverage, liquidity and guarantees
Profitability significant positive effect on the bond rating companies listed in Indonesia Stock Exchange 2013-2017 period, Growth is not significant positive effect on the bond rating companies listed in Indonesia Stock Exchange 2013-2017 period, Leverage significant
negativ effect on the bond rating companies listed in Indonesia Stock Exchange 2013-2017 period, Liquidity significant positive effect on the bond rating companies listed in Indonesia Stock Exchange 2013-2017 period, Age significant negativ effect on the bond rating companies listed in Indonesia Stock Exchange 2013-2017 period,
Guarantees no significant positive effect on the bond rating companies listed
in Indonesia Stock Exchange 2013-2017 period Bond Rating
Prediction and it’s Determinant
Dani Fitria, 2019
Variabel dependennya yaitu Bond Rating dan Variabel
independennya yaitu return asset, good corporate bonds,
Return On Assets have no significant negativ effect on the rating and Good
Corporate bonds have a significant positive effect on bond ratings.
Suggested for further
research, is expected to retest the other factors more diverse and add the variables that can affect the bond ratings. It is intended that the conclusions that have wider coverage anyway. For a company of this research can be used as a material
consideration to evaluate, improve and enhance the company's financial performance in the future this research is coming
E. Kerangka Konseptual
Kerangka konsep merupakan penjelasan mengenai objek yang menjadi permasalahan dalam sebuah topik. Kerangka konsep dimaksudkan
untuk mempermudah dalam memberikan gambaran atas faktor-faktor yang mempengaruhi peringkat obligasi. Berdasarkan latar belakang, perumusan masalah, tujuan masalah, dan landasan teori yang telah dikemukakan, penelitian ini menguji pengaruh Profitabilitas (X1), Likuiditas (X2), Leverage(X3), Arus Kas(X4) dan Umur Obligasi (X5) terhadap Peringkat Obligasi(Y).
Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan kesuksesaan perusahaan dan kemampuan menggunakan aktivanya secara produktif, dengan demikian profitabilitas suatu perusahaan dapat diketahui dengan memperbandingkan antara laba yang diperoleh dalam suatu periode dengan jumlah aktiva atau jumlah modal perusahaan tersebut. Semakin tinggi profitabilitas perusahaan maka semakin tinggi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, oleh karena itu akan berdampak pada semakin baiknya peringkat obligasi yang akan diperoleh. Pernyataan ini sesuai dengan teori signal menekankan pada informasi. Informasi tersebut juga dapat memberikan gambaran mengenai kinerja perusahaan.
Informasi inilah yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan bagi pihak eksternal sesuai dengan kepentingannya. Semakin baik kinerja perusahaan memberikan sinyal positif bagi pihak eksternal.
Likuiditas merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih.
Perusahaan yang mampu memenuhi kewajiban keuangannya tepat pada waktunya berarti perusahaan tersebut dalam keadaan likuid dan perusahaan
dikatakan mampu memenuhi kewajiban keuangan tepat pada waktunya apabila perusahaan tersebut mempunyai alat pembayaran ataupun aktiva lancar yang lebih besar dari pada hutang lancarnya atau hutang pendeknya.
Sebaliknya kalau perusahaan tidak dapat segera memenuhi kewajiban keuangannya pada saat ditagih maka perusahaan tersebut dalam keadaan tidak likuid. Tingkat likuiditas yang tinggi akan menunjukkan kuatnya kondisi keuangan sehingga akan mempengaruhi peringkat obligasi. Pernyataan ini sesuai dengan teori sinyal yang mengemukakan bagaimana seharusnya sebuah perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan. Informasi ini dapat memberikan gambaran mengenai kinerja perusahaan. Perusahaan yang mampu memenuhi kewajiban keuangannya tepat waktu maka perusahaan tersebut dikatakan likuid. Perusahaan yang likuid akan memberikan sinyal baik untuk pihak eksternal.
Leverage merupakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan tersebut dilikwidasikan, baik kewajiban keuangan jangka pendek maupun jangka panjang. Suatu perusahaan dikatakan solvable apabila perusahaan tersebut mempunyai aktiva atau kekayaan yang cukup untuk membayar semua hutang- hutangnya, sebaliknya apabila jumlah aktiva tidak cukup atau lebih kecil daripada jumlah hutangnya berarti perusahaan tersebut dalam keadaan insovable. Semakin besar leverage perusahaan, semakin besar resiko kegagalan perusahaan, dan semakin rendah leverage perusahaan, semakin baik peringkat obligasi yang diberikan terhadap perusahaan. Pernyataan ini sesuai dengan teori sinyal yang dimana leverage yang rendah memberikan
sinyal positif bagi pihak eksternal dalam mengambil keputusan sesuai dengan kepentingan.
Arus Kas merupakan aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan. Pada umumnya arus kas tersebut berasal dari transaksi yang mempengaruhi pendapatan laba bersih. Jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menentukan apakah operasi perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, membayar deviden, penerimaan dan pembayaran. Dengan meningkatnya dari aktivitas pendanaan akan meningkatkan return saham sehingga, investor sangat berminat pada peningkatan arus kas dari aktivitas pendanaan karena menunjukkan bahwa perusahaan dapat meningkatnya pendapatan di masa yang akan datang. Pernyataan ini sesuai dengan teori sinyal yang dimana dapat memberikan sinyal atau informasi kepada investor bahwa arus kas perusahaan baik atau aman.
Umur Obligasi merupakan tanggal dimana pemegang obligasi akan mendapatkan pembayaran kembali pokok atau nilai nominal obligasi yang dimilikinya. Periode jatuh tempo obligasi bervariasi mulai dari 365 hari sampai dengan di atas 5 tahun. Secara umum, semakin lama jatuh tempo obligasi semakin besar tingkat ketidakpastian sehingga semakin besar pula risiko maturitas. Investor cenderung tidak menyukai obligasi dengan umur yang lebih panjang karena resiko yang akan didapatkan juga akan semakin besar. Umur obligasi yang pendek ternyata menunjukkan peringkat obligasi yang investment grade. Pernyataan ini sesuai dengan teori sinyal dimana pihak eksternal perusahaan mampu memberikan informasi terkait kondisi
maupun kualitas suatu obligasi. Informasi ini dapat diperoleh melalui peringkat obligasi yang diperoleh perusahaan.
Gambar 2.1
Kerangka Pikir
F. Hipotesis
1. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Peringkat Obligasi
Profitabilitas merupakan rasio yang mengukur seberapa besar tingkat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Dengan demikian, rasio ini akan mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan sebagaimana ditunjukkan dalam keuntungan yang diperoleh dari penjualan dan investasi (Astuti, 2017:86). Dalam hal ini teori sinyal sangat berpengaruh dalam memberikan informasi kepada investor mengenai tingkat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan memberikan informasi kepada investor bahwa jika tinggi profitabilitas perusahaan maka resiko gagal bayar atau default risk akan semakin Profitabilitas (X1)
Likuiditas (X2)
Leverage (X3)
Arus Kas (X₄)
Peringkat Obligasi (Y)
Umur Obligasi(X5)
rendah, sehingga peringkat obligasi semakin tinggi, nah dimana pihak internal ini yang bertugas untuk memberikan sinyal kepada investor sebagai pihak yang menerima sinyal bahwa perusahaan ini layak untuk berinvestasi.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Pinandhita dan Suryantini, 2016:6679) semakin tinggi profitabilitas perusahaan maka risiko gagal bayar atau default risk akan semakin rendah, sehingga peringkat obligasi yang didapatkan perusahaan semakin tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap peringkat obligasi. Hal itu, menunjukkan bahwa variabel profitabilitas dapat memberikan pengaruh terhadap peringkat obligasi.
Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
H₁: Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap peringkat obligasi.
2. Pengaruh Likuiditas Terhadap Peringkat Obligasi
Likuiditas merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban utang jangka pendeknya. Tingkat likuiditas yang tinggi akan menunjukkan kuatnya kondisi keuangan perusahaan sehingga secara finansial akan mempengaruhi peringkat obligasi (Sari dan Yasa, 2016:2205). Dalam hal ini teori sinyal juga sangat penting karena dapat memberikan sinyal kepada investor bahwa rasio ini dapat mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban utang jangka pendeknya yang menunjukkan kuatnya kondisi perusahaan yang layak untuk berinvestasi.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh(Hasan dan Dana, 2018:652) menunjukkan bahwa likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap peringkat obligasi tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa rasio likuiditas dapat berpengaruh terhadap peringkat obligasi. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
H₂: Likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap peringkat obligasi.
3. Pengaruh Leverage Terhadap Peringkat Obligasi
Rasio Leverage merupakan rasio keuangan yang menunjukkan proporsi penggunaan utang yang digunakan untuk membiayai investasi terhadap modal yang dimiliki (Prastiani, 2018:7). Semakin rendah leverage perusahaan, maka semakin tinggi peringkat obligasi yang
diberikan pada perusahaan (Widiyastuti, 2016:95). Dalam hal ini teori sinyal sangat penting karena dapat memberi tahukan kepada investor bahwa peusahaan ini aman atau layak untuk berinvestasi karena dapat menunjukkan proporsi penggunaan utang yang digunakan untuk berinvestasi terhadap modal yang dimilikinya, dan dapat memberikan informasi terhadap kondisi obligasi perusahaan tersebut.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Prastiani, 2018:6) menunjukkan bahwa Leverage (DER) berpengaruh positif dan signifikan terhadap peringkat obligasi. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
H₃: Leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap peringkat obligasi.
4. Pengaruh antara Arus Kas Terhadap Peringkat Obligasi
Kemampuan menghasilkan arus kas penting bagi perusahaan yang sehat. Tidak ada perusahaan yang dapat bertahan dalam jangka panjang tanpa menghasilkan kas operasi (Subramanyam, 2010: 108), Tinggi rendahnya tingkat rasio ini mempengaruhi kemampuan membayar semua kewajibannya menggunakan arus kas yang berasal dari aktivitas operasi sehingga dapat mempengaruhi pemeringkatan dan menjadi sinyal risiko gagal bayar obligasi (Windowati et al, 2013). Dalam hal ini teori sinyal sangat penting untuk memberikan informasi kepada investor bahwa perusahaan ini layak untuk dilakukan investasi karena kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas penting bagi perusahaan yang sehat dan layak untuk dilakukan investasi.
Penelitian arus kas dapat diproksikan dengan rasio arus kas operasi terhadap total utang (cashflow from operating to total debt ratio).
Penelitian yang dilakukan oleh (Satoto, 2011), menemukan adanya pengaruh cashflow from operating to total debt ratio dengan peringkat obligasi.
H4: Arus Kas berpengaruh positif dan signifikan terhadap peringkat obligasi.
5. Pengaruh Umur Obligasi Terhadap Peringkat Obligasi
Umur obligasi merupakan tanggal jatuh tempo dimana semakin pendek umur obligasi maka investor akan mengalami risiko gagal bayar perusahaan, dikarenakan jumlah utang yang terlalu banyak sedangkan waktu yang diberikan relatif singkat dibandingkan dengan utang yang biasanya tidak terlalu banyak (Vina, 2017:6). Periode jatuh tempo obligasi
yaitu 1 (satu) sampai dengan di atas 5 (lima) tahun. Obligasi yang jatuh tempo dalam waktu 1 (satu) tahun lebih mudah untuk diprediksi daripada obligasi yang jatuh tempo dalam waktu 5 (lima) tahun. Dalam hal ini teori sinyal sangat penting untuk memberikan informasi kepada investor bahwa perusahaan ini layak untuk dilakukan investasi karena jika umur obligasinya atau tanggal jatuh temponya semakin pendek maka mengalami resiko gagal bayar perusahaan.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Widiastuti dan Rahyuda, 2016:6976) menunjukkan bahwa maturity berpengaruh positif dan signifikan terhadap peringkat obligasi. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
H5: Umur Obligasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap peringkat obligasi.
31
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksplanatori kuantitatif.
Alasan menggunakan jenis penelitian eksplanatori kuantitatif yaitu dikarenakan jenis penelitian tersebut merupakan suatu metode yang bertujuan untuk menjelaskan pengaruh antara satu variabel dengan variabel lainnya, atau bagaimana suatu variabel memberikan pengaruh terhadap variabel lainnya (Sugiono,2017:7).
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan di Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Universitas Muhammadiyah Makassar. Jalan Sultan Alauddin No. 259 Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kode Pos 90221. Dalam memperoleh data yang berhubungan dengan masalah yang diteliti maka dapat diakses di situs resmi Bursa Efek Indonesia www.idx.co.id. Waktu yang digunakan dalam melakukan penelitian ini selama tiga bulan sejak Juni- Agusttus 2021.
C. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran
1. Variabel Dependen (Y)
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah peringkat obligasi.
Variabel ini dilihat berdasarkan peringkat obligasi yang dikeluarkan oleh PT. PEFINDO yang secara umum terbagi atas dua yaitu investment grade(AAA, AA, A, BBB) dan non investment grade (BB, B, CCC, D).
Skala pengukuran peringkat obligasi menggunakan skala nominal (ordinal), karena merupakan variabel dummy dengan pemberian nilai, yaitu untuk obligasi yang investment grade diberi nilai 1 dan untuk obligasi non investment grade diberi nilai 0.
Tabel 3.1 Rating Obligasi
Sumber : IBMD
Peringkat Nilai
AAA 18
AA+ 17
AA 16
AA- 15
A+ 14
A 13
A- 12
BBB+ 11
BBB 10
BBB- 9
BB+ 8
BB 7
BB- 6
B+ 5
B 4
B- 3
CCC 2
D 1
2. Variabel Independen (X) a. Profitabilitas (X₁)
Rasio profitabilitas adalah rasio atau perbandingan yang digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan untuk mendapatkan laba (profit) dari pendapatan terkait penjualan aset dan ekuitas berdasarkan pengukuran tertentu. Rasio ini diukur menggunakan Return On Assets (ROA) dengan rumus:
Return On Assets = Laba Bersih : Total Aset
b. Likuiditas (X₂)
Rasio likuiditas adalah rasio yang digunakan sebagai perbandingan antara aktiva lancar dengan hutang lancar. Semakin tinggi likuiditas perusahaan maka semakin tinggi pula kemampuan perusahaan dalam menutupi kewajiban hutang lancarnya. Rasio likuiditas diukur menggunakan Current Ratio dengan rumus :
Current Ratio = Aktiva Lancar : Hutang Lancar
c. Leverage (X₃)
Rasio leverage adalah rasio perbandingan yang digunakan untuk mengukur seberapa besar pinjaman utang perusahaan yang dibiayai oleh aktiva dan modal yang dimiliki perusahaan tersebut. Rasio leverage diukur menggunakan Debt to Total Asset Ratio (DAR) dengan rumus : Debt to Total Asset Ratio = Total Utang : Total Ekuitas
d. Arus Kas (X₄)
Rasio ini mengukur kemampuan operasi perusahaan dalam melunasi seluruh kewajibannya baik kewajiban lancar dan lewajiban jangka panjang. Tingkat rasio yang rendah menunjukkan kemampuan
yang kurang baik dalam membayar semua kewajibannya dengan menggunakan arus kas yang berasal dari aktivitas normal operasi perusahaan.
CashflowIt =𝐶𝑎𝑠ℎ𝑓𝑙𝑜𝑤 𝑓𝑟𝑜𝑚 𝑂𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑖𝑛𝑔 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐷𝑒𝑏𝑡
e. Umur Obligasi (X5)
Umur obligasi merupakan tanggal jatuh tempo dimana semakin pendek umur obligasi maka investor akan mengalami resiko gagal bayar perusahaan, dikarenakan jumlah utang yang terlalu banyak sedangkan waktu yang diberikan relatif singkat dibandingkan dengan utang yang biasanya tidak terlalu banyak (Vina, 2017:6). Variabel ini dihitung dengan menggunakan :
Menurut (Vina, 2017:10) pengukuran yang digunakan oleh umur obligasi adalah memberikan nilai 1 jika umur obligasi 1 sampai dengan 5 tahun, dan 0 jika umur obligasi lebih dari 5 tahun.
D. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini terdapat 52 perusahaan manufaktur sektor barang dan konsumsi yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode pengamatan tahun 2016-2019.
Tabel 3.2 Daftar Populasi
NO Kode Perusahaan Nama Perusahaan
1 AISA PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk
2 ALTO PT Tri Banyan Tirta Tbk
3 CAMP PT Campina Ice Cream Industry Tbk
4 CEKA PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk
5 CLEO PT Sariguna Primatirta Tbk
6 COCO PT Wahana Interfood Nusantara Tbk
7 DLTA PT Delta Djakarta Tbk
8 DMND PT Diamond Food Indonesia Tbk
9 FOOD PT Sentra Food Indonesia Tbk
10 GOOD PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk
11 HOKI PT Buyung Poetra Sembada Tbk
12 ICBP PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
13 IKAN PT Era Mandiri Cemerlang Tbk
14 INDF PT Indofood Sukses Makmur Tbk
15 KEJU PT Mulia Boga Raya Tbk
16 MLI PT Multi Bintang Indonesia Tbk
17 MYOR PT Mayora Indah Tbk
18 PANI PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk,
19 PCAR PT Prima Cakralawa Abadi Tbk
20 PSDN PT Prashida Aneka Niaga Tbk
21 PSGO PT Palma Serasih Tbk
22 ROTI PT Nippon Indosari Corporindo Tbk
23 SKBM PT Sekar Bumi Tbk
24 SKLT PT Sekar Laut Tbk
25 STTP PT Siantar Top Tbk
26 ULTJ PT Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk
27 GGRM Gudang Garam Tbk
28 HMSP Handjaya Mandala Sampoerna Tbk
29 ITIC Indonesia Tobacco Tbk
30 RMBA Bentoel International Investama Tbk
31 WIIM Wismilak Inti Makmur Tbk
32 DVLA Darya Variao Laboratoria Tbk
33 INAF Indofarma (Persero) Tbk
34 KAEF Kimia Farma (Persero) Tbk
35 KLBF Kalbe Farma Tbk
36 MERK Merck Indonesia Tbk
37 PEHA PT Phapros Tbk
38 PYFA Pyridam Farma Tbk
39 SCPI Merck Sharp Dohme Pharma Tbk
40 SIDO Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul Tbk
41 TSPC Tempo Scan Pasific Tbk
42 ADES PT Akasha Wira International Tbk
43 KINO PT Kino Indonesia Tbk
44 KPAS Cottonindo Ariesta Tbk
45 MBTO Martina Berto Tbk
46 MRAT Mustika Ratu Tbk
47 TCID Mandom Indonesia Tbk
48 UNVR Unilever Indonesia Tbk
49 CNIT PT Chitose International Tbk
50 KICI PT Kedaung Indah Can Tbk
51 LMPI PT Langgeng Makmur Industry Tbk
52 WOOD PT Integra Indocabinet Tbk
Sumber : Data Diolah
2. Sampel
Sampel dalam penelitian ini menggunakan pendekatan purposive sampling yang penentuan kriteria sampel didasari atas :
a. Perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia dan tidak pernah mengalami delisting dalam kurun waktu empat tahun terakhir mulai tahun 2016-2019,
b. Perusahaan yang memiliki data laporan keuangan lengkapyang telah diaudit untuk empat tahun terakhir terhitung mulai tahun 2016-2019, c. Perusahaan yang hasil peringkatnya telah dipublikasikan oleh Bursa
Efek Indonesia.
Tabel 3.3. Daftar Nama Perusahaan Sampel
NO KODE SAHAM NAMA PERUSAHAAN
1. INDF Indofood Sukses Makmur Tbk
2. MYOR Mayora Indah Tbk
3. ROTI Nippon Indosari Corporindo Tbk
4. STTP Siantar Top Tbk
5. GGRM Gudang Garam Tbk
6. KAEF Kimia Farma Tbk
7. KLBF Kalbe Farma Tbk
8. UNVR Unilever Indonesia Tbk Sumber:www.sahamok.com
E. Teknik pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dokumentasi berupa laporan keuangan dari perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang didapatkan dari www.idx.com dan IBMD. Selain itu juga menggunakan studi pustaka dengan mengumpulkan data, artikel, jurnal, maupun sumber tertulis lain yang berkaitan dengan variabel penelitian.
F. Teknik Analisis
1. Analisis Data Deskriptif
Analisis data deskriptif merupakan analisis yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara menggambarkan atau mendeskripsikan data yang telah terkumpul. Hal ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik dari sebuah sampel ataupun populasi yang diamati dan dapat digambarkan lewat tabel dan gambar. Sebagaimana telah diketahui bahwa analisis deskriptif tidak dilakukan perhitungan dan uji klasik. Sehingga tidak dapat dilakukan referensial terhadap hasil analisis ini. Namun hasil analisis ini dapat memberikan informasi yang baik jika akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
2. Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas
Uji asumsi normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi, variabel dependen dan variabel independen memiliki distribusi normal atau mendekati normal. Model regresi yang baik yaitu jika memiliki data yang terdistribusi normal.
b. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menentukan apakah ada korelasi yang tinggi antara variabel independen dalam model regresi linear berganda. Jika ada korelasi yang tinggi antara variabel independen, maka hubungan antara variabel independen dan variabel dependen akan terganggu. Identifikasi secara statistik yang biasa digunakan untuk menguji gangguan multikolinearitas adalah variance inflation factor (VIF).
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Dalam regresi, salah satu asumsi yang harus dipenuhi adalah bahwa varians dari residual yang disebut homokedastisitas. Dasar dalam melihat suatu angket terjadi heteroskedastisitas ataupun tidak yaitu jika nilai signifikan > 0,05 maka dapat dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas dan sebaliknya jika nilai signifikan < 0,05 maka terjadi heteroskedastisitas.
d. Uji Autokorelasi
Menurut Singgih Santoso (2012), “tujuan uji autokorelasi adalah untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan
kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terdapat korelasi maka dikatakan terdapat problem autokorelasi. Autokorelasi pada sebagian besar kasus ditemukan pada regresi yang datanya adalah time series, atau berdasarkan waktu berkala, seperti bulan,tahun, dan
setersunya. Karena ciri khusus pada pengujian ini adalah waktu (Santoso, 2012). Untuk mendeteksi data autokorelasi dapat menggunakan uji Durbin-Wasten (D-W). dengan ketentuan (Santoso, 2012):
1) Bila nilai D-W dibawah -2 terjadi autokorelasi.
2) Bila nilai D-W terletak diantara -2 sampai +2 maka tidak ada autokorelasi.
3) Bila nilai D-W terletak diatas +2 berarti ada autokorelasi negativ.
3. Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Bentuk persamaan regresi linear berganda yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:
Y = a + b₁X₁ + b₂X₂ + b₃X₃ +b₄X₄ + b5X5 + e Keterangan:
Y = Peringkat Obligasi a = Nilai Konstanta b₁ ̵ ₄ = Koefisien Regresi X₁ = Profitabilitas X₂ = Likuiditas