2
“KEBERSIHAN SEBAGIAN DARIPADA IMAN”
Oleh : MUDIATUL KHASYIAH IHYAUDDIN
Utusan : MIN LASUSUA
Bismillahir Rahmaanir Rahiim
Rabbissrahli Soderi Wayassirli Amri Wahlul Uqdatam Millisani Yaf Qohu Qouli Yang terhormat para Dewan Juri
Yang terhormat Rekan-rekan peserta lomba Serta hadirin dan hadirat yang dimuliakan Allah
ممل
ل س
س َلال
م
م ك
م يمللعل
ةمملحمرلول
ههلَلا
همتمالَكرلبلول
ااْدممممحل
اارك
م ممش
م ول
ِ،ههممللَله
ةمل
ل ممص
س َلاول
ممل
ل ممس
س َلاول
ى
ل مملع
ل
ف
ه رلممش
م ال
ءهالمميبهنمل
ل ام
ْنيملهس
ل رمممَلماول
ىللع
ل ول
ههَلهآ
ههبهاحلص
م أ
ل ول
ْن
ه يمعهملجمأ
ل
.
اممسأل
ْدمعمممممممبل
.
Pertama-tama marilah kita senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT, taqwa dalam artian menjalankan segala perintahnya dengan penuh tanggungjawab dan jiwa yang bersih serta meninggalkan segala larangnnya.
Shalawat dan salam kita curahkan kepada Baginda Nabi besar Muhammad SAW, karena berkat beliaulah kita dapat merasakan nikmatnya islam seperti sekarang ini.
Selanjutnya saya ucapkan terima kasih kepada protokol, atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menyampaikan pidato yang berjudul :
“Kebersihan Sebagian daripada Iman”
Dewan Juri yang terhormat serta hadirin yang dimuliakan Allah
Kebersihan adalah satu kata yang memiliki makna yang sangat luas, kata tersebut sering kali kita dengar namun sering pula kita abaikan tanpa disadari. Bersih secara bahasa adalah sesuatu yang tak bernoda atau suci sedangkan secara syar’iah bersih adalah kejernihan atau kesucian lahir dan bathin seseorang dalam menjalani hidup serta terhindar dari hal-hal yang tidak terpuji.
Dalam sebuah hadits nabi dikatakan :
Yang artinya : “Sesungguhnya Allah SWT itu sangatlah indah dan dia menyukai setiap hal-hal yang indah pula”.
Dewan Juri yang terhormat serta hadirin yang dimuliakan Allah
2
teman-teman tahukan??? Tahu tidak???, lanjut..!!!, Selain itu bersih diri juga termasuk, bersih dari segala tindakan korupsi dari kalangan pejabat dan elit politik, bersih dari sifat kolusi yang dapat merugikan bangsa dan negara, serta bersih dari segala tindakan nepotisme yang tidak manusia. Yang terpenting lagi adalah dengan datangnya bulan suci Ramadhan ini, marilah kita senantiasa berusaha untuk membersihkan iman kita yang telah ternodai oleh dosa-dosa yang telah kita perbuat selama ini, dengan banyak berdzikir, shalat sunnah, bersedekah, dan rajin melakukan amalan-amalan kebaikan lainnya, kapan pun dan di manapun kita berada. Sekarang timbul pertanyaan, sudahkan teman-teman dan hadirin sekalian menjaga kebersihan diri sendiri serta melakukan amalan kebaikan di bulan suci Ramdahan ini ???, sudah atau belum???, jika sudah, InsyaAllah kita akan temasuk insan yang beriman sehat jasmani dan rohani. Sebagaimana firman Allah swt dalam surah al-Baqoroh ayat 222 yang berbunyi :
Artinya: ”Sesungguhnya Allah swt.mencintai orang-orang yang bertaubat di antara kamu dan orang-orang yang selalu mensucikan dirinya
”
Dewan Juri yang terhormat serta hadirin yang dimuliakan Allah
YangKeduaadalah bersih terhadap lingkungan. Allah SWT berfirman dalam Al - Qur’an surat Al A’raaf ayat 56 yang berbunyi :
Artinya : “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah Allah memperbaikinya”.
Senada dengan ayat di atas, Allah juga berfirman yang artinya :
“Kerusakan yang terjadi di daratan dan di lautan disebabkan oleh ulah tangan-tangan manusia itu sendiri”.
Dari penggalan ayat di atas, dapat kita cermati bersama, bahwa proses penciptaan alam dan lingkungan yang telah Allah amanatkan kepada manusia seharusnya dijaga dan dilestarikan sebaik-baiknya, sehingga nantinya Allah swt. tidak akan murka dan menguji hambanya dengan berbagai malapetaka dan bencana yang kerap kali melanda negeri ini, seperti : korban berjatuhan di mana-mana yang diakibatkan oleh banjir bandang, longsor, badai, kebakaran, tsunami, gempa bumi, bahkan pertikaian dimana-mana serta bencana yang datang tiba-tiba, seperti jatuhnya pesawat sukhoi di tebing salak, yang menewaskan beberapa puluhan jiwa, semua itu terjadi akibat ulah manusia yang sangat berlebihan.
Dewan Juri yang terhormat serta hadirin yang dimuliakan Allah
Oleh karena itu, sebagai kesimpulan akhir, saya mengajak kepada kita semua untuk selangkah lebih maju, melalui bulan suci Ramadhan ini, mari kita wujudkan kota Kabupaten Kolaka Utara yang bersih dari segala tindakan amoral, tertib, nyaman, dan menyejukkan pandangan (Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur).
Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan, saya akhiri dengan sebuah pantun; Buah nanas, buah kedondong
Kalau ingin citra imannya bagus,Tolong jaga kebersihannya dong.
Syukron katsiran ala uktimamikum