• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagus Indrawan W D2B309004

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bagus Indrawan W D2B309004"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAKSI

NAMA : BAGUS INDRAWAN WICAKSONO

NIM : D2B309004

JUDUL : FORMULASI KEBIJAKAN PENINGKATAN

INVESTASI KABUPATEN KENDAL TAHUN 2006 - 2010

JURUSAN/PS : ILMU PEMERINTAHAN/STRATA-1

Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan mengenai proses formulasi kebijakan peningkatan investasi Kabupaten Kendal tahun 2006-1010. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi kebijakasn peningkatan investasi.

Obyek penelitian ini adalah formulasi kebijakan peningkatan investasi kabupaten Kendal. Dimana formulasi Formulasi kebijakan publik adalah langkah yang paling awal dalam proses kebijakan publik secara keseluruhan, oleh karena apa yang terjadi pada tahap ini akan sangat menentukan berhasil tidaknya kebijakan publik yang dibuat itu pada masa yang akan datang. Oleh sebab itu perlu adanya kehati-hatian lebih dari para pembuat kebijakan ketika akan melakukan formulasi kebijakan publik ini. Yang harus diingat pula adalah bahwa formulasi kebijakan publik yang baik adalah formulasi kebijakan publik yang berorientasi pada implementasi dan evaluasi..

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam formulasi kebijakan peningkatan

investasi Kab. Kendal hanya ada dua steakholders yang berperan merumuskannya yaitu,

Bupati dan Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT). Ada

stakeholders-stakeholders yang lainya yang tidak dilibatkan seperti, Wakil Bupati,

pengusaha, dan tokoh masyarakat. Kebijakan peningkatan investasi Kabupaten Kendal dilaksanakan melalui tiga program yaitu: program peningkatan promosi dan kerjasama investasi, program peningkatan iklim investasi dan realisasi investasi dan program penyiapan potensi sumberdaya, sarana dan prasarana daerah. Kebijakan peningkatan investasi merupakan kebijakan yang tidak semua masyarakat mengetahui. Menurut Kepala BPMPT kebijakan ini cukup Bupati dan instansi terkait saja yang terlibat, masyarakat hanya merasakan dampaknya saja. Kebijakan peningkatan investasi menurut Mantan Wakil Bupati Kendal dirasa kurang tepat, karena dengan kalimat peningkatan investasi hanya akan lebih mengutamakan pengusaha besar (PMA/PMDN) sedangkan pengusaha UMKM diabaikan.

Dalam perumusan (formulasi) kebijakan peningkatan investasi, proses konsultasi

stakeholders investasi di Kabupaten Kendal tidak maksimal dan tidak transparan, karena

hanya melibatkan Bupati dan pihak Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu.

Kata kunci : kebijakan, formulasi kebijakan, investasi, peningkatan investasi.

Semarang, 15 Februari 2012 Dosen Pembimbing

Referensi

Dokumen terkait

Kebijakan legislatif (formulatif) merupakan tahap yang paling strategis dari keseluruhan proses operasionalisasi atau fungsionalisasi dan konkretisasi (hukum) pidana, sehingga

Tahap Inception merupakan tahap awal dimana penelitian dimulai, langkah-langkah atau aktivitas pada tahapan ini diantaranya: (1) analisis, aktivitas analisis dilakukan

Tahap awal adalah Pendefinisian (Define’). Merupakan tahapan yang paling awal. Pada tahap ini merupakan analisis awal, yang dimana peneliti menemukan masalah Pada

Formulasi kebijakan publik harus sesuai dengan UU No.32 tahun2004 tentang Pemerintahan Daerah, sehingga tidak terjadi penyimpangan penyusunan Perda dari ketentuan yang

Pada tahap ini juga remaja sudah mampu berpikir logis dimana sudah mampu langkah-langkah penyelesaian masalah, menentukan pola yang paling tepat dalam

Pada tahap ini merumuskan permasalahan yang terjadi untuk menentukan perumusan masalah apa saja yang akan diambil. Perumusan masalah merupakan tahap awal

Tahap Analysis merupakan langkah awal dalam pengembangan produk dimana peneliti melakukan analisis terhadap permasalahan dan kebutuhan siswa dalam proses

Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah kota Surabaya dalam menambah jumlah ruang publik dengan mengubah lahan SPBU menjadi taman