BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian

Teks penuh

(1)

1 BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1. Profil PT. KHI Pipe Industries

PT. KHI Pipe Industries adalah salah satu anak perusahaan dari PT. Krakatau Steel Group dan sebelumnya dikenal sebagai PT. Krakatau Hoogovens International Pipe Industries Ltd. Kemudian saham diambil alih dari Hoogovens En Staalfabrieken NV (Belanda) dan International Pipe Industries Corporation (Filipina) oleh PT. Indhasana pada bulan Januari tahun 1985. Sejak itu perusahaan ini dimiliki oleh dua pemegang saham yaitu PT. Krakatau Steel (persero) sebagai perusahaan baja terbesar di Asia Tenggara, sebagai pemegang saham mayoritas dan PT. Indhasana sebuah perusahaan swasta nasional pemegang saham minoritas. Selanjutnya pada tanggal 29 Agustus 1994, Nomor 178 melalui Notaris Sutjipto, SH, di Jakarta dan diumumkan di Berita Negara Republik Indonesia No.7555 tahun 1995 mengadakan perubahan Anggaran Dasar Krakatau Hoogovens International Pipe Industries Ltd, dengan perubahan status Perseroan dari Penanaman Modal Asing menjadi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) serta perubahan nama perusahaan menjadi PT. KHI Pipe Industries sampai saat ini. Saat ini KHI Pipe Industries yang dimiliki oleh dua shareholders yaitu PT. Krakatau Steel (persero) dan PT. Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk.

Kegiatan utama perusahaan adalah untuk produksi pipa baja berkualitas tinggi untuk minyak dan gas, serta untuk keperluan struktural bersama dengan layanan perlindungan korosif. Dibalik tugas utamanya tersebut Pabrik Terpadu PT. KHI Pipe Industries di Cilegon memproduksi The Spiral Welded Steel Pipe, High Frequency Resistance Welded Pipe dan aplikasi perlindungan korosif seperti External Liquid Epoxy Coating, Coal Tar Enamel Coating, Internal Cement Lining, Concrete Weight Coating, FBE coating, Three Layers Polyethylene Coating, dan Three

(2)

2

Layers Polypropylene Coating. Selain itu juga pipa yang diproduksi di PT. KHI Pipe Industries ini juga memenuhi standar spesifikasi pipa dalam negeri maupun luar negeri meliputi:

1. ASTM : American Society for Testing and Material 2. AWWA : American Water Work Association

3. API, Spec 5L : American Pretolium Institute, Specification For Line Pipe

4. ASA : American Standard Association 5. BSS : British Standard Specification 6. JIS : Japan Industrial Standard 7. DIN : Deutsche Industrial Norm 8. SII : Standar Industri Indonesia

9. ISO 9002 : International Standard Organization 10. ISO 9001:2000 : International Standard Organization

Selain PT. KHI Pipe Industries, Krakatau Steel Group juga mempunyai beberapa anak perusahaan lain yaitu PT. Krakatau Wajatama, PT. Pelat Timah Nusantara, PT. Krakatau Daya Listrik, PT. Krakatau Tirta Industri, PT. Krakatau Engineering, PT. Krakatau Informasi Teknologi, PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon, dan PT. Krakatau Medika. Sebagai anggota grup ini PT. KHI Pipe Industries serta anggota lain dapat memanfaatkan sumber daya yang tersedia dalam kelompok.

1.1.2. Visi Misi PT. KHI Pipe Industries

Visi dan Misi dari PT. KHI Pipe Industries adalah sebagai berikut : A. Visi

Untuk menjadi pabrik pipa terpadu dengan daya saing tinggi dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

B. Misi

Kami menyediakan pipa baja dan produk baja lainnya untuk mendukung pipa saluran, pembangunan dan proyek-proyek infrastruktur, termasuk rekayasa teknik dan jasa pengadaan untuk kesejahteraan bangsa dan masyarakat.

(3)

3 1.1.3. Logo PT. KHI Pipe Industries

Gambar 1.1 adalah logo PT. KHI Pipe Industries.

Gambar 1.1 Logo PT. KHI Pipe Industries

Sumber : http://www.khipipe.com/wp-conten/themes/khi/images/logo-khi.jpg (Logo dibuat pada tahun 2011)

1.1.4. Struktur Organisasi

PT. KHI Pipe Industries di kepalai oleh seorang President Director yang menjadi atasan langsung dari Head of Internal Auditor yang bertanggung jawab dalam pemerikasaan atau audit internal laporan keuangan perusahaan, kemudian President Director juga menjadi atasan langsung General manager yang bertanggung jawab kepada seluruh fungsional perusahaan dan Chief Engineer yang bertanggung jawab atas seluruh seluruh teknisi di perusahaan. President Director mengepalai langsung 3 Director yaitu Director of Production and Technology, Director of Commercial dan Director of Finance and General Affair. Namun penelitian ini hanya meneliti bagian Production and Technology sehingga peneliti hanya memaparkan struktur organisasi bagian Production dan Technology. Director of Production and Technology mengepalai Senior Officer dan Senior Officer tersebut menjadi atasan langsung dari Junior Officer. Kemudian Director of Production and Technology juga membawahi General Manager yang menjadi atasan langsung Chief atau Senior Engineer of Production, Plant Manager I, Plant Manager II, Plant Manager III, Manager of Maintenance, Manager of Finish Product, Manager of QA and Product Development dan Manager of PPC &SCM.

(4)

4

Gambar 1.2 menggambarkan struktur organisasi PT. KHI Pipe Industries.

Gambar 1.2

Struktur Organisasi PT. KHI Pipe Industries Sumber: SDM PT. KHI Pipe Industries

(5)

5 1.1.5. Daftar Pegawai PT. KHI Pipe Industries

Tabel 1.1 menggambarkan daftar jumlah seluruh pegawai PT. KHI Pipe Industries.

Tabel 1.1

Daftar Jumlah Karyawan PT. KHI Pipe Industries Periode Februari 2015 No. Jabatan Karyawan

Tetap Karyawan Alih Tugas dari PT. KS/KIT Karyawan Kontrak Total 1. Kepala Sub Direktorat/ General Manager 2 1 - 3 2. Kepala Divisi 15 1 1 17 3. Kepala Dinas 22 4 1 27 4. Kepala Seksi 52 4 15 71 5. Kepala Urusan 39 2 9 50 6. Pelaksana 41 - - 41 Total 171 12 26 209

Sumber : SDM PT. KHI Pipe Industries

1.1.6. Proses Bisnis PT. KHI Pipe Industries

Proses bisnis yang diterapakan pada PT. KHI Pipe Industries terdapat pengaplikasian Supply Chain Management. Tahapan awal pada proses bisnis tersebut terdapat perencanaan bisnis yang terdiri dari Perencanaan dan Penjualan, Perencanaan Teknologi & SHE Perencanaan Kualitas, Perencanaan Produksi, Perencanaan & Pengendalian Keuangan, Perencanaan Pengadaan Barang & Jasa yang berhubungan langsung dengan pemasok. Tahapan awal yang telah dilewati kemudian dilanjutkan dengan proses produksi lalu dilakukan pengendalian kualitas yang akhirnya menghasilkan produk jadi. Setelah itu dilakukan penanganan dan pengiriman hasil produksi sehingga produk sampai pada pelanggan dan stakeholder. Namun pada proses pengirirman produk kepada pelanggan

(6)

6

dan stakeholder terkait, terdapat proses pengukuran review dan improvement. Gambar 1.3 akan memperjelas pemaparan proses bisnis PT. KHI Pipe Industries.

Gambar 1.3

Proses Bisnis PT. KHI Pipe Industries Sumber : Divisi SCM PT. KHI Pipe Industries

1.2. Latar Belakang Penelitian

Indonesia menjadi salah satu negara dengan sumber daya alam terbesar, baik sumber daya yang bisa diperbarui maupun yang tidak bisa diperbaharui seperti minyak dan gas alam. Diantaranya penghasil minyak dan gas tersebar di wilayah: Sumatra, Natuna, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan dilepas pantai Indonesia. Indonesia menduduki peringkat ke-25 negara potensi minyak terbesar dengan cadangan minyak sebesar 4,4 miliar barrel dan menduduki peringkat ke-2 sebagai pengekspor LNG terbesar. (Ningsih, 2014) dan saat ini seluruh hasil minyak Indonesia sekitar 912.899 barrel perhari. (Kabari1002, 2012). Menurut Agustinus (2013), pencapaian ekspor non migas terbesar di Indonesia terjadi pada tahun 2012, ke-10 pasar ekspor utama tersebut berkontribusi sebesar 68,6 persen dari total ekspor

(7)

7 non migas. Sepuluh pasar tujuan ekspor tersebut, China berada di urutan pertama sebesar USD20,9 miliar. Kemudian Jepang (USD17,2 miliar), Amerika Serikat (USD14,6 miliar), India (USD12,4 miliar), Singapura (USD10,6 miliar), Malaysia (USD8,5 miliar), Korea Selatan (USD6,7 miliar), Thailand (USD5,5 miliar), Belanda (USD4,6 miliar), dan Taiwan (USD4,1 miliar). Maka dari itu perusahaan manufaktur yang bergerak dalam memproduksi pipa penyaluran sangat berkonstribusi besar bagi Indonesia.

Menurut Nurochman (2013) Dewasa ini kapasitas terpasang industri pipa nasional tercatat sekitar 1 juta ton per tahun dan di Indonesia terdapat beberapa perusahaan pipa baja tergolong skala besar, antara lain PT Bakrie Pipe, PT KHI Pipe Industries (anak perusahaan PT Krakatau Steel), PT Bumi Kaya, PT Spindo, PT Indal, dan PT Seapi. Adapun produsen pipa baja skala kecil menengah antara lain PT Aneka Jakarta, PT Super Tata, dan PT Sri Rejeki. Hal ini menggambarkan bahwa persaingan yang dihadapi PT. KHI Pipe Industries dalam memproduksi pipa penyaluran relatif ketat.

Saat ini dalam menghadapi persaingan yang relatif ketat tidaklah cukup hanya mengandalkan produktivitas. Seperti yang diungkapkan oleh Pujawan dan Mahendrawathi (2010:4) yaitu keunggulan bersaing pada era ini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan sebuah industri untuk menciptakan banyak output per satuan waktu. Pelaku industripun mulai sadar bahwa untuk menyediakan produk yang murah, berkualitas, dan cepat, perbaikan di internal sebuah perusahaan manufaktur tidaklah cukup. Ketiga aspek tersebut membutuhkan peran serta semua pihak, mulai dari supplier yang mengolah bahan baku dari alam menjadi komponen, pabrik yang mengubah komponen dan bahan baku menjadi produk jadi, perusahaan transportasi yang mengirimkan bahan baku dari supplier ke pabrik, serta jaringan distribusi yang akan menyampaikan produk ke tangan pelanggan. Hal inilah yang kemudian melahirkan konsep Supply Chain Management.

Berdasarkan penjelasan dari Kepala Divisi PPC&SCM (Planning & Product Controlling dan Supply Chain Management) PT. KHI Pipe Industries telah menerapkan Supply Chain Management untuk mewujudkan

(8)

8

beberapa sasaran Supply Chain Management yang tentunya akan mendukung visi perusahaan, yaitu:

1. Menyediakan barang dan jasa dengan tingkat ketersediaan yang tinggi dan memenuhi permintaan dari pelanggan (Pemenuhan permintaan pelanggan)

2. Meningkatkan kepercayaan dan kolaborasi diantara rekanan rantai suplai (Adanya peningkatan kerjasama antar rekanan yang terlibat dalam suatu rantai supply)

3. Meningkatkan inventaris dalam kejelasannya dan meningkatkan percepatan inventori (Tingkat ketersediaan barang dan jasa yang lebih baik)

Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Divisi PPC&SCM PT. KHI Pipe Industries, dalam pengolahan produk untuk melayani pesanan terdapat kemungkinan timbul sisa bahan produksi atau kelebihan produksi, produk yang rusak, maupun produk cacat yang tidak lolos pada saat pengendalian kualitas, sehingga pada pelaksanaan proses bisnis tersebut khususnya pada bagian produksi dan pengendalian kualiatas terdapat produk-produk yang cacat dan banyak bahan baku yang tersisa. Permasalahan seperti ini dapat ditangani dengan penerapan proses reverse logistics, seperti yang diungkapkan oleh Beamon dalam Saputra (2012), reverse logistics adalah perpanjangan dari proses supply chain dengan memasukan isu-isu seperti menggunakan kembali (reuse), produksi kembali (remanufacturing), daur ulang (recycling) dan menjual kembali (resell) sebagai tambahan untuk aturan baru menyangkut issu operasional dan strategi yang penting. Berdasarkan pengamatan peneliti, PT. KHI Pipe Industries telah menerapkan proeses reveerse logistics yang disebut sebagai proses retail pada PT. KHI Pipe Industries yang ditangani oleh divisi Pengendalian Hasil Produksi dan Inventori (PHPI). Proses retail bertujuan untuk menindak lanjuti kelebihan produksi, produk rusak dan produk cacat seperti menggunakan kembali (reuse), produksi kembali (remanufacturing), daur ulang (recycling), dan pembaharuan kembali (refurbishing), sampai dijual kembali agar dapat berguna bagi perusahaan. Namun berdasarkan

(9)

9 wawancara dan pengamatan pada dokumen, pada prosesnya sering kali pipa yang rusak atau tidak sesuai standart kualitas hanya dilakukan finalisasi dengan pengklasifikasian kualitas sesuai dengan kondisi pipa saja, kemudian dicatat sebagai Free Stock atau produk siap jual. Selain itu aktivitas reverse logistics lainnya seperti reuse, remanufacturing, recycling, refurbishing, tidak tertera pada Instruksi Kerja Penanganan Pipa Ekses atau pipa dengan kualitas tidak standart dan Kelebihan Produksi yang tertera hanyalah aktivitas resell. Hal ini menunjukkan jika manajemen perusahaan kurang mempriyoritaskan aktivitas reverse logistics lainnya selain menjual kembali produk cacat, sehinnga menyebabkan beberapa kendala seperti mendapatkan berbagai kritik dari pelanggan atas ketidak puasan saat membeli produk cacat dan sisa bahan baku tersebut, ditambah lagi dengan penurunan penjualan produk retail. Penurunan penjualan produk retail pada tahun 2013-2014 di PT. KHI Pipe Indusrties dipaparkan pada Tabel 1.2.

Tabel 1.2

Data Penjualan Retail Tahun 2013-2014 Tahun 2013 Tahun 2014

99,793.12 pieces 46,402.58 pieces

Sumber : Divisi PPC dan SCM

Namun demikian, menurut Bernon dalam Sutapa (2009) reverse logistics yang dikelola dengan efisien dan efektif berpotensi mendapatkan nilai ekonomi dan meningkatkan citra positif perusahaan di mata konsumen dan mata rantai distribusi. Daugherty et al. menambahkan bahwa reverse logistics yang dikelola secara efektif dapat meningkatkan pelayanan purna jual. Guintini dan Andel dalam Autry et al. (2001) mengemukakan bahwa reverse logistics yang efektif dapat menghasilkan keuntungan termasuk peningkatan kepuasan pelanggan, pengurangan penyimpanan sumber daya, pengurangan penyimpanan produk dan pengurangan biaya distribusi. Langley dan Holcomb dalam Aytry et al. (2001) menyimpulkan bahwa keefektifan adalah sinonim dari kinerja dan efisiensi mengarah kepada kepuasan.

(10)

10

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka penelitan ini bermaksud mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja reverse logistics sehingga dapat menangani reverse logistic secara efektif dan efisien dalam mencapai kepuasan pelanggan. Oleh karena itu penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Komitmen dan Kapabilitas Untuk Meningkatkan Kinerja Reverse Logistics PT. KHI Pipe Industries”

1.3. Perumusan Masalah

Berdasarkan pemaparan diatas maka perumusan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Apakah komitmen jajaran manajemen mengorganisasikan pengelolaan reverse logistics berpengaruh terhadap kinerja reverse logistics?

2. Apakah penerapan teknologi logistik berpengaruh terhadap kinerja reverse logistics?

3. Apakah komitmen jajaran manajemen mengorganisasikan pengelolaan reverse logistics berpengaruh terhadap kapabilitas inovasi?

4. Apakah penerapan teknologi logistik berpengaruh terhadap kapabilitas inovasi?

5. Apakah komitmen jajaran manajemen mengorganisasikan pengelolaan reverse logistics berpengaruh terhadap kapabilitas komunikasi?

6. Apakah penerapan teknologi logistik berpengaruh terhadap kapabilitas komunikasi?

7. Apakah kapabilitas inovasi berpengaruh terhadap kinerja reverse logistics?

8. Apakah kapabilitas komunikasi berpengaruh terhadap kinerja reverse logistics?

(11)

11 1.4. Tujuan Penelitian

Berdasarkan pemaparan dari latar belakang dan perumusan masalah, maka penelitian ini bertujuan untuk :

1. Menguji pengaruh komitmen jajaran manajemen mengorganisasikan pengelolaan reverse logistics terhadap kinerja reverse logistics.

2. Menguji pengaruh penerapan teknologi logistik terhadap kinerja reverse logistics

3. Menguji pengaruh komitmen jajaran manajemen mengorganisasikan pengelolaan reverse logistics terhadap kapabilitas inovasi.

4. Menguji pengaruh penerapan teknologi logistik terhadap kapabilitas inovasi.

5. Menguji pengaruh komitmen jajaran manajemen mengorganisasikan pengelolaan reverse logistics terhadap kapabilitas komunikasi.

6. Menguji pengaruh penerapan teknologi logistik terhadap kapabilitas komunikasi.

7. Menguji pengaruh kapabilitas inovasi terhadap kinerja reverse logistics. 8. Menguji pengaruh kapabilitas komunikasi terhadap kinerja reverse

logistics.

1.5. Kegunaan Penelitian

Peneliti berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat dan kegunaan, baik kegunaan secara praktis, kegunaan teoritis, dan kegunaan akademis.

1. Kegunaan Praktis

a. Hasil penelitian diharapkan bisa menjadi informasi yang bermanfaat bagi perusahaan yang berkaitan, yaitu PT. KHI Pipe Industries dalam menentukan suatu proses yang sesuai dan dapat diterapkan untuk kemajuan perusahaan.

b. Peneliti dapat memperoleh ilmu dan pengetahuan yang bermanfaat dimasa mendatang tentang kinerja reverse logistic dalam Supply Chain and Logistic Management, selain itu peneliti juga dapat memberikan informasi dan saran kepada perusahaan.

(12)

12

2. Kegunaan Teoritis

a. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan berguna untuk bidang keilmuan Supply Chain and Logistic Mangement, selain itu penelelitian ini diharapkan bisa dijadikan sebagai acuan bagi penelitian selanjutnya.

b. Penelitian ini dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan bagi peneliti.

3. Kegunaan Akademis

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi banyak pihak sebagai pertimbangan dan referensi pada kegiatan penelitian dan karya ilmiah selanjutnya atau karya ilmiah lain.

1.6. Sistematika Penulisan Tugas Akhir

Sistematika penulisan pada penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan penjelasan mengenai penelitian agar mempermudah pembaca untuk memahami isi dari penelitian yang dilakukan, maka disusun sistematika penulisan berisi informasi-informasi mengenai ringkasan materi dan pembahasan pada setiap bab. Adapun sistematika penulisan penelitian disusun sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan dan memaparkan secara umum alasan dan arah tujuan penulis menentukan objek penelitian dan melakukan penelitian meliputi: gambaran umum dari objek penelitian, latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini memaparkan tentang hasil kajian pustaka mengenai teori-teori serta literatur yang berkaitan dengan penelitian. Bab ini meliputi landasan teori, penelitian terdahulu dan kerangka pemikiran.

(13)

13 BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini menjelaskan mengenai metode penelitian, pendekatan serta teknik-teknik yang digunakan dalam mengumpulkan, mengolah data dan menganalisa data yang terkait tentang penelitian, sehingga bisa menjawab dan menganalisis permasalahan penelitian.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini memaparkan secara sistematis dan kronologis tentang hasil dari penelitian dan pengolahan data sesuai dengan ruang lingkup penelitian dan sesuai dengan tujuan dari penelitian.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi tentang kesimpulan serta saran yang konstruksif atas hasil dari penelitian, baik itu saran untuk perusahaan yang diteliti maupun saran untuk penelitian selanjutnya.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :