• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Komoditas Kopi Sebagai Sektor Basis Terhadap Pengembangan Wilayah Di Kabupaten Aceh Tengah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peran Komoditas Kopi Sebagai Sektor Basis Terhadap Pengembangan Wilayah Di Kabupaten Aceh Tengah"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Lampiran 1 Biaya Usaha Tani Kopi Arabika per 1 Ha Penanaman baru

Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2013

No Variabel Jumlah Satuan

Harga Satuan (Rp)

Harga per Tahun I INPUT TETAP

Bibit Kopi 1600 Btg 10.000 16.000.000

Alat Pertanian 1.545.000

Cangkul 3 Buah 45.000

135.000

Gunting Pangkas 1 Buah 50.000 50.000

pisau 2 Buah 25.000 50.000

Sabit 2 Buah 35.000 70.000

Hand Sprayer 1 Buah 250.000 250.000

Mesin Babat 1 Buah 900.000 900.000

Parang 2 Buah 45.000 90.000

II INPUT ANTARA

Pupuk 9.510.000

Kandang/kompos 3200 kg 800 2.560.000

Urea 250 kg 5.000 1.250.000

KCl 150 kg 6.000 900.000

TSP 200 kg 6.000 1.200.000

Kiserit 2000 kg 1.800 3.600.000

Pestisida 1.010.000

Kimia

Kon UP 6 Lt 65.000 390.000

Insektisida 6 ltr 45.000 270.000

Fungisida 5 kg 70.000 350.000

Pengunaan Tenaga Kerja 1.740.000

Pembersihan lahan ( 2 Orng x3 har) 6 HOK 60.000 360.000

Olah tanah/lobang tanam ( 2 Orng x 4 har) 8 HOK 60.000 480.000

Penanaman ( 3 Orng x 3 har) 9 HOK 60.000 540.000

Pemupukan Awal ( 3 Orng x 2 har) 6 HOK 60.000 360.000

TOTAL 29.805.000

Total Input 29.805.000

Total Output 2500 Kg

12.000 30.000.000

Keuntungan (Rp) 195.000

Nilai Tambah 3.480.000

(2)

Lampiran 2 Harga Input di Tingkat Petani Kopi Arabika per 1 ha di

KecamatanBebesan dan Bies Kabupaten Aceh Tengah Tahun

2013

Penyiangan dan Mulching (3 bln

(3)

Pengupasan Buah 3 HOK 60.000

180.000

720.000

Pasca Panen 4 HOK

60.000

240.000

960.000

Pengeringan 2 HOK

60.000

120.000

480.000

III OUTPUT

Kopi Arabika Gabah

34.320.000

Gelondong (tingkat Petani)

2.8 60 kg

12.000

34.320.000

Total Input

28.445.000

Total Output

34.320.000

Keuntungan (Rp)

5.875.000

Nilai Tambah

20.980.000,00

Nilai Tambah Per 1 ton produksi

(Rp)

7.335.664

Sumber: Data Primer (2013), diolah

(4)

Lampiran 3 Input dan Output Produksi Kopi Arabika Tingkat Pedagang

Desa di Kecamatan Bebesan dan Bies Tahun 2013

(5)

III OUTPUT 43

Kopi Arabika Gabah

5.263 kg

78.721.729

Gabah (Kecamatan)

1.744 kg 17.178

29.961.089

Gelondong (Kecamatan)

3.519 kg 13.857

48.760.640

Total Input

44.559.100

Total Output

78.721.729

Keuntungan (Rp)

34.162.629

Nilai Tambah

67.111.128,66

Nilai Tambah Per 1 ton produksi

(Rp)

(6)

Lampiran 4 Input dan Output Produksi Kopi Arabika Tingkat Pedagang

Kecamatan di Kecamatan Bebesan dan Bies Tahun 2013

No Variabel Jumlah Harga

Alat Transportasi 3 unit

(7)

Penjemuran Labu 25

60.000

1.500.000

18.000.000

III OUTPUT 73

Kopi Arabika Gabah

86.400 kg 2.759.673.914

Ekspor

18.726 kg

62.828 1.176.521.479

Grade I (Medan)

9.168 kg

57.667

528.706.914

Grade II (Medan)

15.920 kg

31.333

498.809.407 Gabah

(Kecamatan)

14.113 kg

17.178

242.432.707 Gelondong

(Kecamatan)

28.473 kg

11.000

313.203.408

Total Input

530.373.500

Total Output

2.759.673.914

Keuntungan (Rp)

2.229.300.414

Nilai Tambah

1.755.920.414

Nilai Tambah Per 1 ton

produksi (Rp)

Referensi

Dokumen terkait

Identifikasi dan analisa hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Dairi merupakan daerah yang sangat potensial dalam pengembangan Kopi karena terdapat banyak keunggulan yang

Di dalam pengembangan kopi arabika di Kabupaten Aceh Tengah mempunyai prospek yang baik, terutama terpenuhinya syarat tumbuh tanaman (tanah dan iklim), tersedianya lahan,

YOLA NURKAMIL, Peran Sektor Perikanan dalam Pengembangan Wilayah Kabupaten Cianjur. Dibimbing oleh SETIA HADI dan KUKUH NIRMALA. Pembangunan perikanan merupakan salah

Hasil pengujian secara parsial diperoleh variabel luas lahan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produksi dengan taraf kepercayaan 0,05 diperoleh

Menurut beberapa petani kopi yang di wawancarai serta berdasarkan hasil observasi peneliti bahwa dalam beberapa tahun terakhir terjadi pengalihan fungsi lahan

Model dan Tabel Input Output dengan metode RAS digunakan untuk mengetahui bagaimana kontribusi komoditas kopi jika dibandingkan dengan sektor-sektor lain, keterkaitan sektor

The research was conducted from September to November, 2014. Its objective was 1) to analyze internal and external factors which influenced the strategy of developing

Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: bagaimana program pengembangan Kawasan Agropolitan Kabupaten Dairi, bagaimana faktor-faktor eksternal dan internal pengembangan