• Tidak ada hasil yang ditemukan

Terjemah Kitab Mustholah Hadits

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Terjemah Kitab Mustholah Hadits"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

TERJEMAH ILMU MUSTHOLAHUL HADITS REVISI 2 M.shohibul hilmi

ILMU HADITS

Ilmu hadits dimaksudkan untuk dua arti :

Pertama : dimaksudkan untuk arti memindahkan dan meriwayatkan semua hal yang disandarkan

kepada Rasulullah SAW. Ilmu hadits dalam arti ini disebut ilmu hadits riwayah. Kedua : dimaksud untuk arti sistematika atau metodologi yang dibuat rujukan dalam

menentukan kualitas (mutu) suatu hadits dari segi hal ihwal para perowinya, baik penguasaan haditsnya maupun keadilannya, dan dari segi hal ihwal sanad yang mencakup tersambung dan terputusnya sanad. Ilmu hadits dalam arti ini dikenal dengan ilmu hadits diroyah.

ILMU HADITS RIWAYAH

Ilmu hadits riwayah adalah ilmu yang mencakup pemindahan dan periwayatan segala sesuatu yang disandarkan kepada rasulillah SAW. Berupa sabda-sabda yang beliau ucapkan dan perilaku yang tindakan atau ketetapan beliau (yakni sesuatu yang dikerjakan dihadapkan nabi dan beliau mendiamkannya menetapkannya dengan sikap) atau sifat-sifat beliau (yaitu kepribadian

nabiyullah SAW. Dan kisah perjalanan hidup beliau sebelum diutus dan sesudahnya). Bahasan ilmu hadits riwayah

Bahasan ilmu hadits riwayah adalah pribadi rosulillah SAW. Dari segi ucapan, tindakan dan ketetapan-ketetapan.

Faidah

Faidah / buah ilmu hadits riwayah adalan untuk menjaga sunnah an-nabawiyyah, yang didalamnya terkandung pula faidah melestarikannya agar tidak musnah, mengetahui dan menyebarkannya diantara kaum muslimin dengan sungguh-sungguh serta tidak terkikisnya sunnah an-nabawiyyah.

Peletak batu pertama

Menyusun ilmu adalah MUHAMMAD BIN SYIHABUDDIN AZ-ZUHRI disusunpada masa kholifah “pangeran” umar bin Abdul aziz………..

(2)

AL kisah “pangeran” Umar bin Abdul aziz memberi instruksi kepada penduduk negeri

“hendaklah engkau semua perhatikan semua hadits Rasulullah SAW. Atau sunnah beliau agar ditulis karena saya khawatir akan habisnya ilmu agama dan habisnya para ulama’. “

ILMU HADITS DIROYAH

Ilmu hadits diroyah disebut juga ilmu ushul al-hadits atau ushul riwayatul-hadits atau ilmu mushtholah al-hadits atau ilmu mushtholah ahli atsar.

Nama ini, yakni ilmu mushtholah hadits atau ilmu mushtholah ahli atsar adalah yang termasyhur dan lebih gamblang. Nama ini lebih menunjukkan objek yang dimaksud didalamnya tidak terdapat sesuatu yang samar dan menjadikan salah faham.

Al-hafidz ibnu hajar al-atsqolani juga menggunakan istilah ini. Beliau menamakan risalahnya yang terkenal itu dengan “nuhbatul fikar fi mushtholahil ahli al-atsar”. Sedang arti mushtholah (dalam judul risalah tersebut, pen) adalah sesuatu berupa kaidah-kaidah dan dasar-dasar yang disepakati para ahli hadits.

Definisi yang masyhur

Batasan yang terkenal untuk ilmu mushtholah hadits adalah ilmu tentang aturan-aturan (kaidah, qonun, undang-undang) untuk mengetahui hal ihwal sanad dan matan

Keterangan definisi

Aturan yang dimaksudkan adalah sesuatu yang merangkum parsial-parsial (juz, bagian, segmen) baik sesuatu itu berupa ta’rif atau kaidah.

sanad

Adalah jalan (route,lintasan) perhubungan sampai pada matan. Yakni para perowi yang menghubungkan rangkaian sampai matan hadits dengan proses periwayatan dari guru hingga mencapai lafadz hadits. (dalam arti lain sanad adalah lintasan berupa rowi untuk sampainya pada matan hadits, pen). Jalan itu disebut sanad (sandaran) karena bersandarnya para Hafid ahli hadits kepadanya dalam menilai suatu hadits.

Matan

Matan adalah kalam setelah akhir sanat. Isnad

(3)

Isnad adalah menyebut dan mengisahkan jalan menuju matan. Terkadang yang di kehendaki dengan sanad adalah isnad. Terkadang sebaliknya, yang di kehendaki isnad adalah sanad. Maka keduanya adalah sinonim.

Contonya adalah perkataan imam bukhori dalam kitab” fadloilul madinah”

انثدح ددسم نع يحي نع اللهدبع نب رمع لاق : ينثدح بيبخ نب بع د نمحرلا نع صفح نب مصاع نع يبأ ةريره يضر الله هنع نع يبنلا ىلص الله هيلع ملسو لاق ( : ام نيب يتيب ىربنمو ةضور نم ضاير ةنجلا ىربنمو ىلع ضوحلا ) هاور ىراخبلا ىف باتك اضف لئ ةنيدملا

Musaddad dan rowi sesudahnya sampai abi hurairah inilah yang disebut SANAD. Dan sabda rasulullah SAW. نيب sampai sempurna hadits ini disebut matan. ام

HAL IHWAL SANAD DAN MATAN

Hal ihwal sanad dan matan adalah sesuatu yang mempengaruhi matan berupa : 1. Marfu’

2. Mauquf 3. Syadz 4. Shohih

Dan sesuatu yang mempengaruhi sanad berupa: sambung,terputus,derajat tinggi dan rendahnya suatu sanad {yang akan di bahas penjelasannya nanti}.

Bila engkau telah mengetahui definisi ilmu hadits diroyah, maka tinggal engkau ketahui tentang obyek bahasan ilmu hadits diroyah.

Adapun obyek bahasan ilmu hadits diroyah adalah perowi dan yang di riwayatkannya, dari segi di terimanya atau di tolaknya.

Sedang fa’idah {buah}. Ilmu hadits diroyah adalah mengetahui hadits yang di terima atau di tolak.

Dan penyusun ilmu ini adalah qodli abu muhammad al-hasan bin abdir rohman bin khollad yang masyhur dengan nama arroma hurmuzi. Dia adalah orang yang pertama yang menyusun disiplin ilmu ini.

KEUTAMAAN ILMU HADITS DAN KEMULIYAAN PARA AKTIVISNYA

Telah banyak hadits dari rasulullah SAW. tentang keutamaan ilmu hadits. Kami akan sebutkan beberapa hadits yang sudah terkenal

(4)

ا-نع نبا دوعسم يضر الله هنع لاق : لاق ىلص الله هيلع ملسو ( ىلوا سانلا يب موي ةمايقلا مهرثكا ىلع ةلاص ) هاور ىذمرتلا هنسحو

Diriwayatkan dari abi mas’ud r.a. beliau berkata bahwa rasulullah SAW. bersabda: “Manusia yang paling berhak bersamaku pada hari kiamat adalah mereka yang paling banyak membaca sholawat kepadaku.”(H.R. Turmudzi dan ia menilai sebagai hadits hasan).

Ini adalah martabat yang mulia yang di khususkan bagi para perowi hadits dan penuqilnya. Karena sesungguhnya tidak di ketahui kelompok ulama’ yang paling banyak membaca sholawat selain dari kelompok perowi hadits ini.

Mereka senantiasa menyebut sholawat dalam lampiran-lampiran mereka dan menghaturkan salam dalam kebanyakan waktu mereka di majlis mudzakaroh dan ilmiah mereka.

نع نبا دوعسم يضر الله هنع لاق : تععمس لوسر الله ىلص الله هيلع ملسو لوقي ( : رضن الله ءارما عمس انم ائيش هغلبأف امك هعمس برف غلبم ىعوا هل نم عماس )

Diriwayatkan dari ibnu mas’ud r.a. beliau berkata: “saya mendengar rosulullah SAW. bersabda: ‘semoga membinar-binarkan (memberi cahaya) seseorang yang mendengar sesuatu dariku kemudian ia menyampaikan sebagaimana ia mendengarnya. Maka banyak sekali orang yang banyak di beri penyampaian hadits itu lebih paham dari pada orang yang mendengar. (H.R. turmudzi, dan kata beliau ini hadits hasan atau shohih).

Demikianlah beliau rosulullah SAW. mengkhususkan para perowi dengan do’a yang orang lain dari umat, tidak beliau sertakan.

نع نبا سابع يضر الله هنع لاق : لاق ىلص الله هيلع ملسو : مهللا محرا ئافلخ . انلق : لوسراي الله نمو كؤافلخ ؟ لاق : ( نيذلا نووري يثيداحا اهنوملعيو سانلا ) هاور ىناربطلا ىف طسولاا

Diriwayatkan dari ibnu abbas r.a. beliau berkata bahwa rosulullah SAW. bersabda: “ ya allah semoga engkau mengasihi para kholifahku (penggantiku)”. Kami bertanya: “ wahai rosulullah, siapakah para kholifah, pengganti tuan?” berkata rosulullah SAW. :” mereka adalah yang meriwayatkan hadits-haditsku dan mengajarkannya kepada manusia.” (H.R. Thbroni dalam kitab mu’jamul ausath).

لاق ىلص الله هيلع ملسو ( : لمحي اذه ملعلا نم لك فلخ هلودع , وفني هنع فيرحت نيلاغلا لاحتناو يلطبملا ن ليوأتو نيلهاجلا ) هاور يقهيبلا ىف لخدملا ركذو لاطسقلا ىن هنا ريصي هقرطب انسح .

Rosulullah SAW. bersabda: “ hanya orang-orang yang adil dari setiap generasi peneruslah yang akan menanggung ilmu hadits ini. Mereka akan menghilangkan perubahan perubahan yang akan di lakukan para “ekstrimis” dan uraian-uraian orang-orang pengakuan, juga penafsiran-penafsiran orang-orang bodoh” (H.R. AL Baihaqi dalam kitab al-madkhol dan

(5)

addaruqhuthni menyebutkan bahwa hadits tersebut dengan sekian sanadnya menjadi hadits hasan).

Dalam hadits ini juga terkadang penjelasn tentang ke’ailan ahli hadits. DEVINISI-DEVINISI DASAR

Hadits berarti lawan dari Qodim (dahulu), dan secara istilah berarti sesuatu yang di sandarkan kpada rosulullah S.A.W. berupa ucapan,perbuatan,tindakan ataupun ketetapan.

Sunnah menurut bahasa berarti jalan, sedangkan menurut istilah berarti sesuatu yang di sandarkan kepada Nabiyullah muhammad s.a.w. berupa ucapan,perbuatan atau ketetapan Sunnah dalam arti ini sinonim dengan pengertian hadits di atas.Menurut suatu pndapat, hadits itu khusus untuk yang berkaitan dengan ucapan dan tindakan beliau muhammad s.a.w. sedang sunnah bermakna umum (ucapan,tindakan dan ketetapan).

Khobar secara lughot adalah lawankata insya’ (... / ucapan yang tidak mengandung kebenaraan dan kesalahan), dan khobar menurut istilah adalah:

1. Menurut suatu pendapat, sinonim (searti), dengan hadits

2. Menurut suatu pendapat, khobar adalah sesuatu yang datang selain dari nabi muhammad S.A.W. beranjak dari perbeda’an ini maka di katakanlah bagi orang yang berkecimpung dalam hadits, muhaddits; dan bagi mereka yang berkecimpung dalam tarikh dan sejenisnya, akhbari. 3. Menurut suatu pendapat, hadits lebih khusus dari pada khobar, semua hadits berarti khobar tetapi tidak bisa sebaliknya.

Atsar secara bahasa adalah bekas- bekas rumah, sedangkan menurut istilah adalah: 1. Menurut suatu pendapat, sinonim dengan hadits. Sebagaimana pendapat imam nawawi bahwa para ahli hadits menamakan hadits marfu’ dan mauquf dengan nama atsar 2. Menurut suatu pendapat, atsar adalah suatu yang datang dari shohabat, dalam arti bahwa atsar adalah hadits mauquf. Dan barang kali alasannya bahwa atsar adalah bekas-bekas sesuatu. Sedangkan khobar adalah sesuatu yang di ceritakan, ketika ucapan para shohabat adalah “bekas” (pengaruh) dari ucapan rosululloh saw dan pokok semua khobar adalah dari rosul, maka pantas bila ucapan shohabat di sebut atsar dan ucapan al musthofa disebut khobar.

(6)

Dari keterangan ini maka menjadi jelaslah bahwa sunnah, hadits, khobar dan atsar adalah lafadz-lafadz yang sinonim untuk makna yang satu, yaitu sesuatu yang di sandarkan kepada nabi Muhammad saw. baik berupa ucapan, tindakan ketetapan berupa sifat-sifat beliau; atau sesuatu tadi di sandarkan kepada sahabat atau tabi’in. “situasi perawatan” dari rosulullah saw, sahabat atau tabi’inlah yang menjelas-bedakan serta mengarahkan pengertian istilah-istilah tersebut.

HADITS QUDSI

ia di sesuaikan dengan kata Quds. Quds artinya bersih dan suci. Yang di kehendaki adalah hadits ilahi (di sesuaikan dengan kata ilah) dan hadits robani (di sesuaikan dengan kata robbi jalla wa’ala).

Hadits qudsi secara istilah adalah sesuatu yang di sandarkan oleh rosulullah saw. kepada tuhan beliau allah azza wa jalla selain dari al-qur’an. Contoh:

لاق الله كرابت ىلاعتو : ىدابعاي ىنإ تمرح ملظلا ىلع فن ىس هتلعجو امرحم مكيلع لاف اوملاظت ... ثيدحلا

Allah berfirman tabaroka wa ta’ala: “wahai hamba-hambaku sesungguhnya aku mengharamkan aniaya atas diriku sendiri dan aku menjadikannya haram atasmu semua, maka janganlah engkau semua saling menganiaya....(sampai sempurna hadits)”.

Atau seperti ucapan sahabat, misalnya: “ bersabda rosulullah saw. dalam hadits yang beliau riwayatkan dari tuhannya azza wa jalla..., demikian”.

Hadits qudsi di sebut hadits karena ia berasal dari sabda rosulullah saw. dan dari hikayat beliau akan isi hadits tersebut dari tuhannya. Dan di sebut hadits qudsi karena hadits tersebut di sandarkan kepada robbi jalla wa’ala, dari segi bahwa la-lah pembicaranya dan yang memunculkan isi materi hadits. Dia allah maha suci dari segala yang tidak layak buat dia.

Dengan mengerti hakikat hadits qudsi, maka menjadi jelaslah perbedaan antara hadits qudsi, al-qur’an, dan hadits nabawi

(7)

Al-qur’an menjadi spesifik dengan beberaapa keistimewaan dan kekhususan yang tidak di miliki hadits. Keistimewaan dan kekhusu’an itu menggambarkan kepada perbeda’an antara al-qur’an dan hadits.

1. Keistimewa’an dan kekhususan itu al-qur’an adalah mu’jizat yang abadi sepanjang masa, terjaga dari perubahan dan penggantian. Mutawatir lafadznya dalam semua kata, huruf dan gaya bahasanya.

2. Haram meriwayatkan dengan makna

3. Haram memegangnya bagi orang yang punya hadats dan haram membacanya bagi orang yang junub dan serupanya

4. Wajib di baca dalam sholat 5. Di namakannya al-qur’an

6. Di buat ibadah dengan membaca setiap huruf dari al-qur’an menyamai 10 kebaikan 7. Dinamakannya sekelompok dari al-qur’an dengan sebutan ayat dan di sebutnya ukuran tertentu dari ayat dengan istilah surat

8. Lafadz dan maknanya dari hariban Allah, dengan wahyu yang jelas dengan kesepakatan ulama’,berbeda dengan hadist khususnya diatas tidak dimiliki oleh hadits.

MACAM-MACAM ILMU HADITS

Kebanyakan ulama’ membagi hadits nabawi menjadi 2 bagian yaitu: diterima dan ditolak (maqbul dan mardud).

Hadits maqbul adalah bahwa penuqilnya, yakni mereka yang memindah hadits dan mengembannya terkumpul pada diri mereka sifat-sifat yang menyebabkan hadits mereka diterima. karena itulah hadits yang mereka nuqil ditema menurut para ulama’.

Sedangkan hadits mardud adalahpara diri penuqil dan pengembannya tidak terdapat sifat-sifat diterima. Karena itulah hadits yang mereka nuqil ditolak. Hadits maqbul tersebut, oleh para ulama’ mustholah dinamakan sebagai hadits shohih, dan hadits yang ditolak mereka namakan hadits dhoif. Berhubung sifat-sifat yang di terima terkadang terpenuhi secara

sempurna dalam diri perowi dan kadang berkurang sedikit, maka hal tersebut terimplikasi bahwa hadits maqbul terpilih menjadi 2 derajat; derajat tinggi dan derajat sedikit di bawahnya.

(8)

Hadits yang mengandung sifat-sifat tertinggi di sebut hadits shohih dan yang mengandung derajat sedikit di bawahnya di sebut hadits hasan.

Dari keterangan ini dapat di simpulkan bahwa hadits itu terbagi menjadi 3 bagian, yaitu shohih, hasan dan dho’if.

SHOHIH

SHOHIH secara lughot berarti lawan dari sakit. Secara istilah adalah hadits yang mengandung sifat yang diterima paling tinggi.sifat itu ada lima buah :

pertama sanad yang muttasil (sambung). Arti dari muttasil adalah setiap rowi dari semua rowi mendengar dari orang diatasnya dengan pasti. Dan orang yang diatasnya tadi mendengar dari orang diatasnya lagi, demikian seterusnya sampai akhir sanad.

Contoh : perkataan imam bukhori misalnya : abdullah bin yusuf menceritakan hadits kepadaku, ia berkata: “malik memberiku kabar dari abu zinad, dia dari a’roj, dari abi hurairah,

sesungguhnya abi hurairah berkata : bahwa rasulullah SAW. bersabda : ماعط

نينثلإا يفاك ةثلاثلا

Artinya : “makanan dua orang itu bisa mencukupi tiga orang”. (HR. Bukhori dalam kitab Al-Ath’imah)

Ini adalah sanad yang muttasil, artinya imam Bukhori benar-benar telah mendengar hadits dari abdillah, kemudian abdillah mendengar hadits tersebut dari malik, dan malik

mendengarnya dari abi zinad,dan abi zinad mendengar dari Al-A’roj dan Al-A’roj mendengarnya dari abi huroiroh dan abi hurairah mendengarnya dari rosulullah SAW.

Kemuttasilan ini berimplikasi wujudnya rowi A pada zaman rowi sebelumnya (rowi B) dan wujudnya rowi B tersebut pada zaman rowi diatasnya (rowi C) sehingga dengan demikian kepastian mendengarnya perowi dari orang sebelumnya dan muttasilnya ia dengan orang diatasnya.

Keduakeadilan sang perowi. Yakni setiap rowi dari perowi – perowi hadits dalam sana tersebut harus adil.

Adil adalah sifat orang muslim yang selamat dari sifat fasiq, dan pernik-pernik tabiat rendah.

(9)

Maka orang kafir, orang fasiq, orang gila, dan orang yang tidak diketahui tingkah lakunya, mereka semua bukanlah orang adil. Lain dengan wanita, mereka masih di terima riwayatnya bila muslimat, selamat dari fasiq dan sifat-sifat yang rendah. Demikian pula budak, mereka juga di terima riwayatnya, bila muslim berakal, selamat dari fasiq dan sifat yang rendah.

Bisa pula kita katankan bahwa keadilan rowi adalah bersihnya perilaku dan harumnya biografi mereka. Karakteristik ini berkait dengan satu aspek akhlak perowi. Masih ada sarat aspek ilmia karena tidak otomatis keberadaan si perowiitu adil, sholih, takwa dalam dirinya, lantas perowi itu hafidz, maton dan mengkokohkan periwayatanya. Paduan dari syarat-syarat inilah para ulama menyebutnya dlobit, hafal yang paling paripurna adalah syarat yang ketiga dari syarat-syarat hadits shohih.

Ketiga paripurna hafalan (tamamuddlobti), sempurna hafalan. Yang di maksud tamamuddlobti adalah seorang perowi hadits berada pada puncak derajat dengan

kemampuannya mengingat apa yang dia dengar di hatinya dengan arti ia bisa mengedepankan kapan ia mau. Makaorang yang banyak lupa itu orang yang banyak membuat kesalahan

bukanlah termasuk tamamuddlobti, demikian pula orang yang rendah daya hafalanya.

Keempat terbebas dari syadz-syadz artinya seorang rowi tsiqoh riwayatnya tidak berbeda dari riwayat rowi-rowi lain yang lebih tsiqoh dari pada dia.

Kelima, terbebas dari “ilat”. Artinya hadits tersebut tidak terdapat ilatnya. Ilat adalah ciri (sifat) yang samar tang merusak diterimanya hadits, padahal hadits tersebut kelihatan selamat darinya. Hokum hadits shohih yaitu : dia dibuat hujjah / dalil dalam aqidah dan hukum. Demikian wajib membatalkannya.

HASAN

Hasan menurut bahasa berarti sesuatu yang disukai nafsu. Sedang secara istilah hadits hasan adalah hadits yang sambung sanadnya dengan penuqilan rowi adil, yang taraf

kedlobitannya dibawah rowi hadits shohih, juga terlepas dari syadz dan ilat. Dengan demikian, maka syarat hadits hasan ada lima :

1. Muttasil sanadnya 2. Adil rowinya

3. Dlobit rowinya (yang dikehendaki kedlobitannya dibawah rowi hadits shohih) 4. Terlepas dari syadz syadz

(10)

Dari penjelasan ini dapat diketahui bahwa syarat-syarat hadits hasan sama dengan syarat hadits shohih selain syarat yang ketiga, yaitu dlobit dalam hadits shohih disyaratkan berada pada derajat tertinggi, sedang dalam hadits hasan yang demikian tadi tidak disyaratkan, tetapi dengan dlobit yang sederhana.

Contoh haditsnya Muhammad bin amr bin al-qomah dari abi salamah dari abi huroiroh

ra.muhammad bin amr ini di kenal dengan kejujurannya tetapi tidak paripurna (top) hafalannya Hukum hadits hasan

Ia seperti hadits hasan dalam hal kelayakan di buat hujjah, dalil dan di amalkan walaupun kekuatannya dibawah hadits shohih. Oleh karnanya hadits shohihlebih di dahulukan ketika terjadi pertentangan hokum.karna taraf hadits shohih lebih tinggi dari pada hadits hasan,karna rowi- rowi hadits hasan derajatnya di bawah hadits shohih dalam hal kematonan dan hafalan.sedang rowi-rowi hadits shohih berada pada puncak kedlobitan hafalan.

DLO’IF

Dlo’if secara lughot berasl dari materi dlo’if(فعضلا) dengan dlommah dan fathah dlod berarti lawan kata kuat .

Dan secara istilah dlo’if adalah hadits yang tidak terkumpul di dalam sifat-sifat hadits shohih dan tidak pula sifat-sifat hadits hasan.

Hadits dlo’if di sebut juga dengan hadits mardud (tertolak) contoh nya hadits نا يبنلا ىلص الله هيلع ملسو أضوت حسمو ىلع نيبروجلا

Sesungguhnya nabi Muhammad SAW .berwudlu dengan mengusap pada dua jaurob (semacam kaos kaki).

Hadits ini dlo’if karna diriwayatkan dari qois al-audi.dia adalah rowi dlo’if.

Pembagian hadits dlo’if

Ulama’ berbeda pendapat dalam pembagian hadits dhoif. Sebagian menghitung sampai 81 bagian . ulama’ lain membagi sampai 49 bagian. Sebagian ulama’ lagi membagi sampai 42 bagian. Tetapi semua bagian ini tidak meberi banyak faidah. Ibnu hajar brkata: “pembagian tersebut melelah kan dan tidak ada keperluan di balik itu semua “.

(11)

Di samping mereka (yang berbeda pendapat dalam pembagian) tidak memberi untuk kita, nama khusus bagi setia ihwal dari ihwal-ihwal ke dlo’ifan.

hukum hadits dlo’if

hadits dlo’if tidak bisa di amalkan dalam urusan aqidah dan hukum .tetapi bisa di amalkan dalam urusan amal-amal fadilah,anjuran berbuat baikdan menakut nakuti dari berbuat jelek, serta mendasari kisah kebesaran dengan beberapa sarat yg terperinci pada tempatnya . MARFU’

Marfu’ adalah hadits yang di sandarkan kepada nabi Muhammad SAW berupa ucapan tindakan atau ketetapan. Hadits tersebut marfu’ karena tingginya derajat dengan di sandarkannya hadits tersebut kepada nabi Muhammad SAW, baik sanadnya maupun tidak.

Maka ketika seorang sahabat berkata:”Rosulullah SAW telah bersabda demikian” atau “berbuat demikian”,maka hadits ini di sebut marfu’ demikian pula kalau seorang tabi’in, tabiit tabi’in (generasi sesudah tabi’in) atau orang sesudah mereka, berkata:”Rosulullah SAW bersabda demikian “atau”berbuat demikian”,maka yang demikian itu di sebut hadits marfu’.

Batasan ini memasukkan hadits muttasil,hadits musnad,juga semua hadits yang tidak di

syaratkan sambung sanadnya, semacam hadits mursal,dan hadits mu’dol. Serta mengecualikan hadits maukuf,demikian pula maqthu’.

Macam-macam hadits marfu’ Hadits marfu’ ada dua bagian:

Pertama,marfu’ tashrihi (marfu’ dengan jelas).bagian ini adalah hadits yang di dalamnya terdapat ungkapan: نع لوسر الله ىلص الله هيلع ملسو atau ملسوهيلعالله ىلصاللهلوسر لاق Marfu’ tashrihi adalah sebagaimana keterangan barusan.

Kedua, marfu’hukmi (marfu’ secara hukum), bagian ini adalah hadits yang rowinya tidak menyebut dengan jelas lewat ucapannya:

لاق ر لوس الله ىلص الله هيلع و ملس

(12)

marfu’ hukmi banyak sekali ragamnya. Diantaranya ucapannya sahabat,”termasuk sunnah (perilaku nabi Muhammad SAW) adalah dmikian”ucapan sahabat tersebut di hukumi hadits marfu’ dan di sebut marfu’ hukmi .

hukum hadits marfu’

hadits marfu’ sekali tempo bila shohih, sekali tempo hasan dan terkadang dloif. MUSNAD

Musnad dengan fathah nun di maksudkan kitab yang di dalamnya terkumpul hadits yang di sebut sanadnya oleh seorang sahabat (hadits yang di sandarkan oleh sahabat kepada Rosulillah) juga di maksudkan untuk hadits yang akan dating definisinya.

Hadits musnad adalah hadits yang muttasil (sambung) dengan di sebut sanad oleh perowi hadits tersebut hingga baginda nabi Muhammad SAW. Menurut suatu pendapat bukan itu definisinya.

Mengikuti definisi di atas maka hadits maukuf,maqthu’munqothi’,mu’alaq,mursal,mu’dlol bukanlah termasuk hadits musnad

Hukum hadits musnad

Hukumnya: shohih,hasan atau dloif,melihat sifat-sifat para perowinya. MUTTASIL

Hadits muttasil adalah hadits yang sanadnya bersambung dengan mendengarnya setiap rowi dari rowi hadits tersebut,mendengar dari orang di atasnya sampai ke puncak sanad, baik puncaknya sampai kepada baginda nabi maupun sampai sahabat.Hadits muttasil di sebut juga hadits mausul atau hadits muttasil.

Dengan penjelasan ini maka menjadi maklumlah bahwa hadits musnad itu lebih khusus dari pada hadits muttasil. Semua hadits musnad pasti berupa hadits muttasil, dan tidak semua hadits muttasil itu berupa hadits musnad.

Sedang hukumnya, sebagaimana hadits sebelumnya .

Menurut batasan ini maka hadits mauquf dan maqthu’ masing-masing terkadang berupa hadits –hadits muttasil .

(13)

Hadits mauquf adalah hadits yang di sandarkan kepada sahabat baik berupa ucapan maupun tindakan,baik itu sanadnya sambung sampai kepada sahabat atau terputus.

mauquf qouli (berbentuk ucapan) seperti لاق نبا رمع يضر الله هنع اذك , لاق نبا دوعسم اذك

Berkata ibnu umar ra. Demikian Berkata ibnu mas’ud ra demikian Mauquf fi’li (tindakan ) seperti

وا نبارت رمع ىلع ةبادلا ىف رفسلا هريغو

Bahwa ibnu umar melakukan shalat witir di atas tunggangan dalam perjalanan dan lainnya Hadits muttasil,munqothi’ dan mu’dlol tercakup dalam defenisi hadits mauquf. Sedang hadits marfu’ dan mursal tidak termasuk.

Hukumnya hadits marfu’ sebagaimana hadits sebelum ini.

AL MAQTHU’

Hadits maqthu’ dalah hdits yang di sandarkan kepada tabi’in berupa ucapan atau tindakan,baik sambung sanadnya atau tidak.

Hadits maqthu’ (di putus) di namakan demikian karena terputusnya hadits tersebut dari mencapai sahabat atau baginda nabi Muhammad SAW.

Masuk dalam batasan tersebut;hadits muttashil,mu’dlol dan mungqothi’. Sedang hadits marfu’, mauquf dan mursal tidak termasuk.

Hukum hadits maqthu’

Hukumnya tidak bisa di buat hujjah (dalil) kecuali bila terdapat “qorinah” (kontek,tanda-tanda) yang menunjukkan marfu’, maka bila demikian hadits tersebut menjadi marfu’ hukmi (marfu’ secara hukum). Atau ada qorinah yang menunjukkan mauquf , maka bila demikian hadits

tersebut menjadi hadits mauquf hukmi seperti ucapan seorang tabi’in,”termasuk sunnah maka menurut pendapat yang rojih (unggul) hadits demikian di hukumi dengan hadits mauquf”.

(14)

Sebagian ulamak mengendaki kata maqtu’ untuk arti mungqothi, dan sebalik nya yaitu

mengendaki kata mungqothi’untuk arti maqthu’ dengan maksud membuat “majaz”( menukar pengertian dua kata’ satu dengan yang lain’ yang merupakan salah satu gaya bahasa sastra Arab’pen).

MUNGQOTHI’

Hadits mungqothi’ adalah hadits yang terlewatkan satu rowi dari sanadnya, dengan syarat, yang terlewatkan tersebut bukan sahabat.

Dengan demikian maka termasuk dalam batasan ini adalah batas hadits marfu’, mursal dan mauquf.sedang hadits mauttasil terkecuali.

1. Baik rowi yang terlewatkan ini terdapat dalam satu tempat atau banyak tempat,tetapi dengan bentuk bahwa rowi yang terlewatkan tersebut di setiap tempat tidak lebih dari satu.maka dengan demikian hadits tersebut menjadi mungqothi’ pada dua atau tiga tempat. 2. Baik rowi yang terlewatkan tersebut berada pada awal sanad atau tengah nya(atau pada akhir sanad sebagai mana pada kitab manhalul latif,pen)

Hadits mungqothi’ adalah salah satu dari sekian macam hadits dloif.

AL-MU’DLOL

Akar kata “mu’dlol” dengan bentuk isim maf’ul secara etimologis di ambil dari ucapan orang arab: A’dlolahu fulan (fulan menilai berat urusannya), ketika fulan di beratkan oleh urusannya. Hadits mu’dlol dinamakan demikian karena orang yang menyebut hadits (muhaddits). Yang menuturkan hadits ini seakan menemukan kepayahan dan kelelahan pada hadits tersebut, sehingga orang yang meriwayatkan hadits tersebut darinya, tidak bisa mengabil manfa’at. Hadits mu’dloladalah hadits yang sanatnya terlewatkan dua rowi lebih pada tempat manapun dengan syarat berurutan dan beruntutan. Seperti sahabat dan tabi’in di lewatkan, atau tabi’in dan tabi’it tabi’in, atau dua orang rowo sebelum mereka (tabi’it tabi’in).

Sedangkan bila terlewatkan satu rowi di antara dua rowi kemudian di lewatkan lagi satu rowi di tempat yang lain dari sanad tersebut, maka yang demikian di sebut mungqothi’ pada dua tempat. Sebagaimana keterangan terdahulu dalam hadits mungqothi’.

(15)

Contoh hadits mu’dlol adalah hadits yang di riwatkan imam malik dalam kitab muwatto’, beliau berkata: “dating berita padaku dari abi huroiroh, sesungguhnya rosulullah bersabda: wajib untuk budak yang di miliki yakni makanan dan pakaiannya.

ينغلب نع يبا ةريره نا لوسر الله ىلص الله هيلع ملسو لاق ) : كولمملل هماعط ةتوسكو (

Hadits ini dari Muhammad bin ajlan dari ayahnya dari abi huroiroh. Hadits ini di sebut secara muttashil (sambung). Sedemikian di selain muwattho’. Maka bisa di lihat bahwa yang gugur (yang terlewatkan) adalah dua rowi.

Hadits marfu’, mauquf dan maqtu’ masuk dalam definisi hadits ini, sedangkan hadits muttashil tidak masuk.

Hukum hadits mu’dlol

Hadits mu’dlol merupakan salah satu dari ragam hadits dho’if. AL-MURSAL

Dengan bentuk “maf’ul” dari ucapan “irsal” yang artinya melepaskan, karena orang yang memursalkan itu melepaskan hadits tanpa mengikatnya dengan menyebut seluruh rowi hadits tersebut. Dengan arti seorang rowi tidak menyebut orang yang haditsnya ia “irsal”-kan. Hadits Mursal ialah hadits yang dima’rufkan Tabi’in sampai kepada Nabi Muhammad saw artinya seorang Tabi’in berkata : “Rosulullah saw bersabda: ……”

Dari batasan ini ini, maka hadits Muttashil, Mauquf dan Maqthu’ terkecualikan. Sedang hadits Mu’dlol dan Mugqothi bisa masuk.

Hukum Hadits Mursal

Hukumnya adalah sebagaimana hukum hadits Dlo’if menurut kebanyakan Muhadditsin (Ahli Hadits) di antaranya Imam Syafi’i r.a. Adapun Imam Malik berhujjah (Berargumentasi) dengan hadits Mursal dalam masalah hukum dan lainya. Pendapat ini adalah yang masyhur dari beliau Imam Malik. Demikian pula dari Imam Ahmad dan Imam Hambal.

Dalam hal (Bisa dan tidaknya dibuat hujjah) ini terdapat perbedaan pendapat diantara para Ulama’, risalah ini bukanlah tempat mengupasnya.

Contoh Hadits Mursal : Hadits yang diriwayatkan Imam Malik dalam kitab Muwattho’ dari Zaid bin Aslam dari Atho’ bin Yasar, sesunnguhnya Rosulullah saw bersabda : “ Bahwa sesungguhnya panas yang sangat itu adalah sebagian suhu neraka jahannam…….. (baca sempurna hadits).

(16)

لوسرنا الله ىلص الله هيلع ملسو لاق ( : نا ةدش رحلا نم حيف منهج ) ثيدحلا

atho’ ini adalah tabi’in sementara ia memarfu’kan hadits sampai kepada rosulullah saw. AL-MU’ALLAQ

Al-mu’allaq dengan lam yang ditasydid diambil dari lafadz “Ta’aliqul Jidar” (terputusnya bangunan tembok), dan sebagainya, karena persamaan yang dimiliki keduanya dalam hal putusnya hubungan.

Hadits mu’allaq adalah hadits yang dibuang permulaan sanadnya, baik yang dibuang itu satu rowi atau banyak berurutan atau tidak, walaupun sampai akhir sanad.

Hadits mu’allaq merupakan aneka bagian dari hadis\ts dlo’if.

Contoh hadits mu’allaq seperti perkataan rowi “Rosulullah saw brsabda:…….” Atau “Berkata Abu Hurairoh ……….” Atau “Zuhri berkata demikian ..”tanpa ada sanad. Padahal antara si rowi dan Nabi Muhammad saw sahabat atau tabi’in ada banyak rowi bukan cuma satu.

Dengan ta’rif diatas, maka setiap hadits yang tidak muttashil masuk di dalamnya, sedang ahdits yang muttashil tidak termasuk.

AL-MUSALSAL

Akar kata “Musalsal” berasal dari kata “Tasalsul”, Tasalsul secara lughot berarti Berantai.

Sedangakna secara terminologi berarti hadits yang rowi-rowinya saling menerima dan member satu sama lain dengan satu cara atau satu sifat.

Hadits Musalsal mempunyai banyak ragam, diantaranya :

1. Dalam bentuk ucapan para rowi. Seperti sabda Rosulullah saw kepada Muadz ra. ذاعماي ىنا كبحا لقف ربد لك ةلاص ( مهللا ىنعأ ىلع كركذ كركشو نسحو كتدابع ))

“Ya Muadz, sesungguhnya aku mencintaimu, maka ucapkanlah setiap habis sholat مهللا ىنعأ ىلع كركذ كركشو نسحو كتدابع

(Wahai Allah, Tolonglah aku untuk dzikir pada-Mu dan mensyukuri-Mu dan membagusi ibadah padamu)”

(17)

(Hai Fulan, sesungguhnya aku mencintaimu (menyukaimu) maka ucapkanlah....) Hadits Musalsal in disebut dengan Musalsal bil Mahabbah.

2. Dalam bentuk perbuatan para rowi. Sepertinya haditsnya Abi Hurairoh : Abul Qosim (Nabiyullah Muhammad saw) “ngapurancang” (menjalinkan jemari diantara jemari) pada tanganku dan beliau berkata : “Allah menciptakan bumi pada hari sabtu…….

قلخ الله ضرلاا موي تبسلا

Hadits Musalsal ini disebut dengan Musalsal bil Musabaqoh.

Dalam sifat-sifat cara menerima hadits, seperti mendengar (عامسلا). Maka setiap rowi mengucapkan : تعمس انلاف لاق : تعمس انلاف خلا اذكه

(Saya mendengar Fulan berkata : “Saya mendengar Fulan ……” sampai akhir. Demikian seterusnya.

Atau seperti Tasalsul saat meriwayatkan atau tempat meriwayatkan atau semacam itu. Faedah hadits Tasalsul adalah bertambahnya kedlobitan bagi para perowinya.

Hukum Hadits Musalsal

Hadits Musalsal sedikit sekali selamat dari kedlo’ifan dalam bentuk sifat kemusalsalan. Adapun asal matan, terkadang shohih, tetapi sifat Tasalsaul sanadnya terkadang ada

pembahasan lagi. AL-GHORIB

Ghorib secara leksikal berarti seseorang yang menyendiri jauh dari negerinya, dan secara istilah adalah hadits yang seorang rowi sendirian dalam meriwayatkanya. Dengan arti : Orang lain selain dia tidak meriwayatkan hadits tersebut. Atau dia sendirian dalam hal tambahan matanya atau penyebutan sanadnya.

Hadits ghorib disebut demikian karena menyendirinya seorang rowi dari rowi lain sebagaimana orang asing keberadaanya adalah menyendiri jauh dari negerinya atau tanah airnya.

Contohnya adalah hadits ءلاولا ةمحل ةمحلك بسنلا عابيلا بهويلاو

(18)

“Wala’ (hubungan waris budak-tuan) adalah suatu hubungan sebagaimana hubungan nasab. Ia tidak boleh dijual dan tidak boleh dihibbahkan”.

Abdullah bin Dinnar sendirian meriwayatkan hadits tersebut dari Ibnu Umar. Kasus semacam ini disebut pula dengan Al Fardlu Al Mutlaq (Sendirian secara absolute).

Sbagian dari hadits ghorib ada yang disebut pula Al Fardlu An Nishbi (sendirian secara relative). Al Fardlu An Nishbi adalah hadits ghorib yang dibatasi dengan adanya seorang rowi

meriwayatkan suatu hadits tertentu sendirian dari gurunya. Kemudian diucapkan :”Si Polan mempunyai riwayat sendiri dari gurunya Si fulan.

Atau suatu hadits dibatasi dengan keberadaanya diriwayatkan oleh satu orang tsiqoh saja, maka diucapkanlah terhadap hadits tadi. Tidak ada rowi tsiqoh yang meriwayatkan hadits itu kecuali fulan atau dibatasi dengan keberadaan hadits diriwayatkan sendiri oleh seorang rowi dari penduduk suatu negeri, maka dikatakanlah untuk hadits tadi, Fulan meriwayatkan sendirian hadits itu dari penduduk suatu kota.

Hukum Hadits Ghorib

Hukumnya terkadang Shohih, terkadang Haan dan terkadang Dlo’if. Dan Dlo’if inilah yang banyak.

AL-AZIZ

Aziz adalah hadits yang diriwayatkan tersendiri oleh dua ruang dalam suatu thobaqot

(Tingkatan) dari beberapa thobaqot sanad hadits. Walaupun setelah diriwayatkan oleh dua rowi tersebut, hadist diriwayatkan oleh seratus rowi.

Hukum Hadist Aziz

Hukumnya terkadang shohih, terkadang hasan dan terkadang dlo’if. Contoh Hadist Al Aziz

Contohnya hadist syaikhoin (bukhori -muslim) ra:

نــمؤــيلا مـكدـــحا ىتح نوــكأ بــحأ هـــيلا نــم هدــلاو هدــلوو ساــنلاو نيـــعمجأ

“tidaklah beriman sempurna salah satu dari kamu sekalian sehingga aku lebih dicintainya dari pada orangtuanya, anaknyadan manusia semua”.

(19)

Hadits Masyhur adalah hadits yang diriwayatkan oleh tiga orang atau lebih. Walaupun Cuma dalam satu tingkatan (Thobaqot) daro thobaqot-thobaqot hadits tersebut, wa;aupun setelah tiga orang tersebut, hadits diriwayatkan oleh sekelompok banyak orang.

Contoh hadits : نإ الله ضبــقيلا ـعلا ملــ اــعارـــتنا

“sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu dengan mencopot langsung (dari yang punya ilmu)”. Hukum hadits tersebut : shohih, hasan atau dlo’if

AL-MUTAWATIR

Hadist Mutawatir adalah hadist yang diriwayatkan sekelompok banyak dari sekelompok banyak, tanpa ada batasan. Dalam arti mereka mencapai ukuran ysng secara adat mereka,tidak akan sepakat untuk berbohong. Dengan syarat peristiwa yang diriwayatkan puncak sanad merek berupa hal-hal yang diindra atau didengar.

Dengan demikian maka syarat-ayarat hadist Mutawatir ada 4: 1. Banyaknya “bilangan” orang.

2. Adat menilai mutasil kesepakatan mereka atas suatu kebohongan. 3. Wujudnya bilangan “banyak” tersebut dari permulaan sampai ujung. 4. Periwayatan puncak sanad.

Contoh hadist Mutawatir:

نـم بذــــك ىلــع ادـــمتـم اوبتـيلف هدـعــقـم نــم راـــنلا

“barang siapa menyengaja (sengaja) berbuat dusta atas saya maka hendaklah ia menyiapkan tempat berdiamnya dari api neraka”.

Hadist ini diriwayatkan langsung oleh dua ratus sahabat. Hadist ini memberi faedah llmu Dhonni. Hal ini adalah bagian dari pembahasan Ushul Fiqih. Dan disana dijabarkan topik ini.

(20)

Hadist Muan’an adalah hadist yang diriwayatkan dengan lafadz ‘An(نـــع) = dari tanpa

menerangkan Sighot Haddatsana (ia memberiku hadist) atau Shigot Akhobarona (ia memberiku khobar) atau Sami’tu (saya mendengar).

Hukum Hadits Muan’an

Hukumnya terkadang Shohih, Hasan terkadang Dlo’if AL-MUBHAM

Hadits Mubham adalah hadits yang di dalam sanad atau matanya terdapat seseorang (laki-laki atau perempuan) yang tidak disebut namanya.

contohnya :

لــــــجرنـــعناــيـفــسنــع “Dari Sofyan dari seorang laki-laki” Hukum Hadits Mubham

Hukumnya, bila ibham (kesamaran, tak bernama, anonim) terdapat dalam sanad dan tidak diketahui hal ihwal orangnya (ibham), maka hadits yang demikian hukumnya Dlo’if. Adapun bila ibham terdapat dalam matan, maka yang demikian itu tidak membahayakan, karena ketidakjelasan akan sahabat itu tidak membahayakan.

AL-MUDALLAS

Mudallas secara bahasa diambil dari materi Dals. Dals adalah percampuran gelap dan terang. Hadits Mudallas dinamakan demikian karena perekutuan atau persamaannya, dalam hal kesamara.

Hadits Mudallas adalah hadits yang disamarkan (dibuat samar) oleh seorang perowi dengan suatu bentuk dari bentuk-bentuk pembuatan samar.

Macam-macam Hadits Mudallas

1. Tadlisul Isnad, yaitu seorng rowi melewatkan (tidak menyebut) gurunya dan berpindah naik kepada guru-gurunya atau orang diatas guru gurunya berupa orang yang semasa denganya (rowi tersebut).

(21)

Lalu ia (perowi itu) menyebutkan (menyandarkan) sanad kepada orang tersebut dengan lafadz yang menurut kemuttashilan (sambung) agar ia tidak termasuk pembohong.

Contohnya, dalam suatu sanad terdapat : Zaid dari Amr dari Kholid dari Muhammad. Maka Zaid meriwayatkan dari gurunya, Amr, dari Kholid. Sedang ia (Zaid) semasa dengan Kholid, artinya Zaid menjumpai masa hidup Kholid. Kemudian Zaid membuang Amr dari sanad berkata dari Kholid. Tetapi ia tidak berkata Haddastani Kholidun (Kholid memberiku hadits) atau Sami’tu (Saya mendengar Kholid) sehingga ia tidak dengan gambling berarti berdusta. Demikianlah bentuk penyamaranya disamping memang ada kemungkinan ia (Zaid) mendengar hadits dengan sesungguhnya dari Kholid Karena ia mendapati masa hidup Kholid.

Hukum Hadits Mudallas

Hadits yang diriwayatkan rowi Mudallis (pembuat kesamaran) dengan lafadz yang mengandung kemungkinan dusta dan tidak semacam (نـــع /dari) maka hadits tersebut tidak diterima.

Sedang hadits yang diterangkan oleh seorang “Mudallas” bahwa ia mendengarkanya semacam Haddatsana, Sami’tu, dan Akhbarona, maka hadits tersebut diterima, bila si rowi “Mudallis” Tsiqoh (bisa dipercaya).

2. Tadlisusyuyukh, yaitu seorang perowi menyebut gurunya yang ia dengar haditsnya, tidak dengan namanya yang terkenal atau menyebutnya dengan sifat-sifat yang tidak masyhur, berupa Kunyah (gelar : anak-bapak), julukan penggolongan (nisbat) kepada negeri atau klan (qobilah), karena motif agar susah bagi orang lain untuk menyelidikinya. Ada kalanya karena alasan sang guru dlo’if atau sang murid menghendaki menunjukkan bahwa ia banyak gurunya, atau sang guru lebih muda usianya, atau alas an lain.

Contoh Tadlisusyuyukh :

Contohnya adalah Imam Bukhori. Nama ini sungguh terkenal dan banyak dari orang awam ang tidak mengetahui bahwa nama beliau adalah Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il bin Ibrohim bin Mughiroh bin Bardizbah Al Bukhori Al Ju’fi. Kemudian seorang perowi mereka-mereka dan berkata Abu Abdillah bin Muhammad bin Isma’il Al Hafidz memberiku hadits. Maka orang yang mendengar tidak menyangka bahwa sesungguhnya ia adalah Imam Bukhori. Meskipun

kenyataanya nama Laqob (julukan) dan Kunyah Imam Bukhori sudah sohor. Contoh ini sekedar untuk memudahkan.

(22)

AS-SYAD DAN AL-MAHFUDZ

Hadits syad ialah hadits yang di riwayatkan oleh rowi tsiqoh(terpercaya)berbeda dalam matan atau sanad dengan orang yang lebih tsiqoh dari pada dirinya,dengan bentuk beda,berupa tambahan-tambahan atau pengurangan serta tidak mungkinnya di lakukan

singkronisasi,dengan arti bila di terima salah satu pasti yang lain tertolak.

Adapun bila masih mungkin di lakukan singkronisasi (penyesuaian) maka hadits tersebut (yang diriwyatkan rowi yang “kalah tsiqoh”) bukanlah hadits syadz.

Perbandingan hadits syadz adalah hadits mahfudz. Contoh syadz dalam sanad :

Contohnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh tirmidzi,nasa’I dan ibnu majah lewat ibnu uyainah dari amr bin dinar dari ausajah –budak di merdekakannya ibnu abbas-dari ibnu abbas,”sesungguhnya seorang laki-laki wafat pada masa rosulullah s.a.w dan tidak

meninggalkan ahli waris kecuali budak yang ia merdekakan.maka rosulullah s.a.w menyerahkan warisan laki-laki tersebut kepada si budak”(baca sempurna hadits):

نع نبا سابع نأ لاجر ىفوت ىلع دهع لوسر الله ىلص الله هيلع ملسو ملو عدي اثراو ىلوملاا وه هقتعا , عفدف لوسر الله ىلص الله هيلع ملسو هثاريم هيلا ... ثيدحلا

Ibnu uyainah dalam hal kemuttasilan hadits sungguh telah di kuatkan (di dukung riwayat lain,mutabaah) oleh ibnu jurraij lainnya sedang hammad bin zaid berbeda riwayat dengan mereka. Hammad meriwayatkan dari amr bin dinar dari assaujah tanpa menyebut nama ibnu abbas bahkan ia meriwayatkannya dengan cara mursal(tanpa menyebut sahabat).

Dengan keterangan ini maka menjadi jelaslah bahwa hammad sendiri dengan riwayatnya secara mursal.dan berbeda dengan ibnu uyainah juga ibnu juraij dan lainnya yang notabene riwayat mereka merupakan riwayat yang sambung (maushulah).

Kesimpulannya riwayat hammad adalah syadz dan riwayat ibnu uyainah adalah

mahfudz.padahal masing-masing dari hammad dan ibnu uyainah adalah rowi tsiqoh.(dengan demikian ibnu uyainah lebih tsiqoh,pen).

Contoh syadz dalam matan

Contohnya adalah hadits yang diriwayatkan imam muslim dari nubaisyah al hudzali berkata al hudzali bahwa rosulullah s.a.w bersabda

(23)

مايا قيرشتلا مايا لكا برشو

Hari-hari tasyrik adalah hari-hari makan dan minum

Hadits tersebut dating dari banyak jalan dengan lafad tadi.sedang musa bin ulay bin rhabah meriwayatkan dari ayahnya (ulay) dari uqbah bin amir dengan tambahan:

مويةفرع

Maka kesimpulannya hadits riwayat musa adalah syadz, karena dengan tambahan tadi ia berbeda dengan hadits riwayat kelompok banyak.

Hukum hadits syadz

Hukumnya adalah do’if berbeda dengan mahfudz ia diterima. AL-MUNKAR DAN AL-MA’RUF

Hadits mungkar ialah hadits yang di riwayatkan oleh rowi do’if berbeda dengan orang yang lebih utma dari pada dia,berupa rowi-rowi tsiqoh

Hadits mungkar di banding oleh hadits ma’ruf. Hadits ma’ruf adalah haditsnya rowi tsiqoh yang tidak dicocoki oleh hadits rowi do’if,maka kesimpulannya hadits yang dating melalui rowi tsiqoh di sebut hadits ma’ruf dan yang dating dari bselain mereka(rowi-rowi tsiqoh) di sebut hadits mungkar.

Definisi ini adalah yang mu’tamat (dipakai pegangan) dan masur sebagaimana yang di unggulkan oleh syaiqul islam ibnu hajar.

Contoh hadits mungkar dan ma’ruf

Contohnya adalah hadits yang diriwayatkan ibnu abi hatim lewat jalan HUBAYYIB” يبحب ” Dengan dlommah huruf ha’"ءاحلا"yang tidak bertitik dan tasydid yak"ي"yang bertitik dua di bawah diantara ba’"ب “yang titik satu keduanya, yang pertama di fathah .ibnu habib

“بيبح”dengan fathah ha’ “ءاحلا”yang tak bertitik dengan wazan atau padanan lafad karim (ميرك) saudaranya hamzah azzaiyad dari abi ishak dari al aizar bin haris dari ibnu abbas dari nabi Muhammad s.a.w beliau bersabda:

نم ماقا ةلاصلا ىتاو ةاكزلا جحو ماصو ىرقو فيضلا لخد ةنجلا

“barang siapa mendirikan shalat,mengeluarkan zakat,berhajji,berpuasa,dan menjamu tamu maka ia akan masuk surga”

(24)

Abu hatim berkata bahwa hadits tersebut mungkar, karena rowi selain hubayyib meriwayatkan hadits tersebut lewat abi ishak secara maukuf (Cuma sampai shahabat).

Hadits tersebutlah yang ma’ruf, sedang hubayyib yang rowinya tidak tsiqoh memarfu’kan (menyandarkan hadits sampai rosulullah s.a.w) hadits tersebut.akibatnya hubayyib dan selain hubayyib hadits-hadits nya menjadi berselisih(yang satu marfu’ dan lainnya maukuf).

Berhubung yang membuat selisih bukan rowi yang tsiqoh maka hadits rowi tersebut menjadi hadits mungkar sedang haditsnya rowi tsiqoh menjadi hadits ma’ruf.

Hukum hadits mungkar

Hukumnya adalah do’if dan di tolak. Yang bisa di jadikan hujjah Cuma pembandingnya yaitu hadits ma’ruf.

AL -ALY DAN AN-NAZIL

Al Uluw (tinggi) dan An Nazul (rendah) adalah sebagian dari sifat-sifat sanad, sanad yang ‘Ali adalah yang sedikit para perowinya,sendang sanad nazil adalah yang banyak para perowinya. Hadits ‘Ali adalah hadits yang lebih utama,karena nilai plus dekat dengan baginda nabi Muhammad s.a.w, atau dekat dengan kitab hadits tertentu atau imam yang sang perowi bersambung dengannya.

Hukum hadits ‘Ali dan Nazil terkadang shohih,hasan atau dlo’if AL-MUDROJ

Di ambil dari materi masdar :IDROJ. Idroj secara leksikal berarti memasukkan.dan secara istilah Mudroj ada dua macam,Mudrojul matan dan Mudrojul isnad.

Adapun mudrojul matan ialah memasukkannya sebagian rowi akan lafadz-lafadz tambahan pada matan, sambung langsung dengan hadits tanpa keterangan bahwa yang ia masukkan bukanlah termasuk hadits ,semisal hadits Aisyah r.a

ناك يبنلا ىلص الله هياع و ملس ثنحتي ىف ءارح – وهو دبعتلا -ىلايللا تاوذ دادعلا

Nabi muhamamad s.a.w bertahannus di gua hiro’ –tahannus adalah beribadah dalam beberapa malam yang terbilang”

Perkataan rowi:’’ وه دبعتلا” adalah mudroj (di masukkan) dalam hadits.

(25)

Hukum hadits mudroj sebagaimana hadits sebelumnya,terkadang shohih,hasan atau dlo’if. AL-MUDABBAJ

Hadits mudabbaj ialah hadits yang di riwayatkan setiap rowi tertentu,dan temannya. Yakni saudaranya (teman) yang sebaya, dari guru yang sama,proses mudabbaj terjadi dari dua

sahabat dan dari dua tabi’in juga dari dua orang sesudah mereka seperti riwayat aisyah ra. Dari abu hurairah dan sebaliknya

Sedang hukumnya sebagaimana pendahulunya (mudroj) AL-MUTTAFIQ DAN AL-MUFTARIQ

Hadits muttafiq dan muttariq adalah hadits yang terdapat nama orang yang sama lafadz dan tulisannya tetapi berbeda maksudnya tergambar bahwa yang di namakan sedemikian itu banyak sekali.

Hadits tersebut masih dalam kaitan padanan lafadz (homonim). Contoh kolil bin ahmad,nama ini milik enam orang masing-masing di namakan kolil bin ahmad

AL-MU’TALIF DAN AL-MUKHTALIF

Hadits mu’talif dan mukhtalif adalah hadits yang terdapat persamaan dalam aksara dan tulisan tetapi berbeda dari segila lafadz (pengucapan)

Contoh : ديسأ – ديسأ – ديمح – ديمح – ةرامع -ةرامع AL-MAQLUB

Hadits maqlub adalah hadits yang terdapat penukaran sesuatu dengan lain dalam hadits.

Macam-macam hadits maqlub

Hadits maqlub ada dua macam, yaitu : 1. Maqlub dalam sanad, gambarnya :

v Mendahulukan dan mengakhirkan nama rowi. Hal ini semacam nama asal seseorang adalah ka’ab bin murroh, misalnyakemudian seseorang mengucapkan murroh bin ka’ab.

v Suatu hadits terkenal diriwayatkan seorang rowi dari sekian rowi, atau dikenal dengan suatu sanad, kemudian rowi-rowi hadits tersebut ditukar dengan yang sebandingnya (yang seimbang)

(26)

dalam tingkatan. Hal itu seperti suatu hadits terkenal yang diriwayatkan Salim bin Abdillah bin Umar lalu ditukar dengan nafi’ yang keduanya adalah tabi’in

2. Maqlub dalam matan.

Maqlub dalam matan adalah hadits yang didalamnya terdapat kata atau beberapa kata yang ditempatkan diselain tempatnya yang sudah terkenal.

Seperti contoh hadits Abi Huroiroh dalam kitab shohih muslim tentang 7 orang yang dituduhi Allah dibawah bayang-bayang Ars-nya dalam hadits tersebut terdapat lafadz :

لجرو قدصت ةقدصب ىتحاهافخأف ملعتلا هنيمي قفنتام هلامش

“Dan laki-laki yang bersedekah dengan shodaqoh, lalu ia menyamarkan shodaqoh tersebut sehingga tangan kanannya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan tangan kirinya”.

Lafadz hadits ini termasuk yang tertukar pada salah satu rowinya karena lupa / lalai.Hadits tersebut sebenarnya adalah :

ىتح ملعتلا هنيمي قفنتام هلامش

“Sehingga tangan kirinya tidak mengetahuiapa yang didermakan tangan kanannya”. Karena tangan kananlah yang melakukan infaq atau pendermaan

Wajib hukumnya mengembalikan hadits Maqlub kepada asalnya yang tetap dan mengamalkan yang asal dan tetap tersebut.

AL-MUDLTHORRIB

Hadits Mudlthorrib adalah hadits yang diriwayatkan dengan beberapa bentuk yang berbeda-beda,yang kadarnya perbedaannya sama dari rowi,seimbang dengan arti suatu kali ia (rowi) meiwayatkan suatu hadits begini, lain kali begitu, berbeda dengan yang pertama.

Maka dengan demikian tidak dapat dikatakan Mudlthorrib kecuali bila riwayat-riwayat yang berbeda tersebut sama shohihnya, dalam arti tidak mungkin mengunggulkan salah

satunya,dan tidak mungkin pula disingkronkan diantara riwayat-riwayat tadi.

(27)

diterima adalah riwayat yang rojih (unggul) secara pasti, sedangkan yang kalah (marjuh) menjadi hadits syadz atau mungkar.sehingga dengan demikian maka tidak terjadi idlthirob.

Contoh hadits Mudlthorrib

Contohnya hadits Fatimah binti Qois berupa hadits marfu’: نإ ىف لاملا اقحل ىوس ةاكزلا

“sesungguhnya didalam harta ada kewajiban selain zakat”

DemikianlahTirmidzi meriwayatkan hadits,dan ibnu Majah meriwayatkan dalam bentuk hadits marfu’ pula dalam Fatimah binti Qois dengan lafadz:

سيل ىف لاملا اقح ىوس ةاكزلا

“didalam harta tidak ada kewajiban selain zakat”.

Hukum hadits Mudlthorrib

Hukumnya dlo’if karena mengindikasikan para rowinya tidak dlobit (menguasai materi,maton,hafal)

AL-MU’ALLAL

Hadits Mu’allal disebut pula dengan hadits Al Mu’allu atau Al Ma’lul.

Al Ma’lul adalah hadits yang dilihat seorang hafidz yang kritis, di dalamnya terdapat ilat (penyakit).Yang mengganggu dalam keshohihan hadits tersebut padahal kelihatannya hadits tersebut bersih dari ilat. Seperti pemursalan hadits Muttashil atau pemuttashilan hadits Mursal atau memasukkan lafadz dalam matan dan sanad, atau memauqufkan hadits Marfu’ atau sebaliknya.Semua tadi adalah ilat-ilat yang tidak bisa diketahui kecuali dengan meneliti dan mengumpulkan sanad-sanad kemudian mengoreksinya.

(28)

AL-MATRUK

Hadits Matruk adalah hadits yang diriwayatkan oleh satu orang rowi yang sudah disepakati kedlo’ifannya.

Dari definisi diatas maka menjadi jelaslah dua hal tentang rowi hadits Matruk : 1. Perowinya disepakati kedlo’ifanya karena dicurigai berbuat bohong atau si rowi dikenal berbuat bohong di selain hadits, maka ia tidak bisa dijamin tidak berbuat bohong didalam hadits. Atau dicurigai berbuat fasiq atau karena seringnya salah faham (waham).

2. Rowi hadits tersebut sendirian dalam meriwayatkan hadits. Artinya ia sendirian dari rowi yang lain dengan riwayat tersebut, tidak ada yang meriwayatkannya kecuali dia.

Contoh Hadits Matruk

Contohnya adalah riwayat Amr bin Syamr bin Jabir. Amr ini Matruk haditsnya (ditinggalkan atau dilewatkan).

Hukum Hadits Matruk

Hukumnya tidak diperhitungkan karena dlo’if, maka hadits tersebut tidak dapat dibuat Hujjah dan tidak dapat dijadikan penguat hadits-hadits lain.

AL-MAUDLU’

Hadits Maudlu’ adalah hadits yang dipalsukan dan dibuat-buat oleh seseorang, dan dilakukan kepada Rasulullah saw, sahabat atau tabi’in.

Motif pembikin Maudlu’ ini adalah tidak adanya sifat beragama atau motif mendukung suatu madzhab atau dominasi kebodohan atau mendekat penguasa dan memujinya.

Hukum Hadits Maudlu’

(29)

SAHABAT

Sahabat adalah orang yang berjumpa dengan Nabi Muhammad saw beriman kepada Nabi Muhammad saw dan mati dalam keadaan beriman.

Batasan ini menurut kebanyakan Ulama’ ahli hadits. Sedang Ulama’ Usul Fiqih mengharuskan syarat lain yang tidak harus untuk terleasikanya setatus sahabat diantaranya : · Lamanya bergaul dengan Rasulullah Muhammad saw .

Diantaranya lagi :

· Pernah meriwayatkan hadits dari beliau.

· Pernah keluar berperang bersama Nabi Muhammad saw. Definisi yang masyhur adalah yang pertama.

KEADILAN SAHABAT

Sahabat seluruhnya adil, yang tua dan yang muda, mereka yang ikut terbawa dalam “fitnah” yaitu mereka yang mendatangi peperangan antara sahabat Ali r.a dan Mu’awiyah, atau tidak menghadiri dalam arti tidak ikut terbawa fitnah. Adil tadi dengan kesepakatan ahli sunnah karena berbalik sangka pada mereka dan memandang kepada kebajikan perilaku yang

berbentuk kepada mereka, berupa patuh tunduk kepada perintah-perintah Baginda Rasul sepeninggal beliau saw penaklukan daerah-daerah, penyampaian Al-Qur’an dan Hadits dari Rasulullah saw menunjukan manusia itu dislipin sholat, zakat dan macam-macam ibadah yang bisa mendekatkan Allah serta sifat gagah berani dan superioritas, dermawan, mempriotaskan orang lain dan akhlaq terpuji yang tidak ditemukan pada umat-umat terdahulu.

Keadilan mereka paten dan sudal diketahui dengan diadilkanya mereka oleh Allah swt dan diberitakanya akan kesucian mereka juga dipilihnya mereka oleh Allah swt

DALIL-DALIL KEADILAN SAHABAT DARI AL QUR’AN, HADITS DAN IJMA’

(30)

Allah berfirman : كلذكو مكانلعج ةمأ اطسو تل اونوك ءادهش ىلع سانلا نوكيو لوسرلا مكيلع اديهش

“Dan demikian aku jadikan engkau semuanya sebagai umat yang adil dan pilihan agar engkau menjadi saksi-saksi atas manusia dan rasul (Nabi Muhammad saw) menjadi saksi atas-Mu semua”. (Q.S. Al Baqoroh : 143)

Allah juga berfirman : متنك ريخ ةمأ تجرخأ سانلل

“Engakau adalah sebaik-baiknya umat yang dikeluarkan kepada manusia:. (Q.S Ali Imran : 110) Allah berfirman pula :

دمحم لوسر الله نيذلاو هعم ءادشأ ىلع رافكلا ءامحر مهنيب

“Muhammad adalah Rasulullah (utusan Allah) dan orang-orang yang bersamanya sangat keras kepala kepada orang-orang kafir dan sangat mencintai diantara mereka”. (Q.S Al Fath : 29) Adapun hadits-hadits yang menerangkan keutamaan sahabat yang sangat banyak dan akan kami sebut sebagian :

1. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim dari Abdullah bin Mas’ud r.a dari Nabi Muhammad saw beliau bersabda :

ريخ نورقلا ينرق مث نيذلا مهنولي

“Sebaik-baiknya kurun generasi adalah kurunku kemudian mereka yang datang”. 2. Hadits riwayat Tirmidzi dan Ibnu Hibban dalam kitab Shohihnya dari Abdullah bin Mughoffal, dia bekata : Rasulullah bersabda :

الله الله ىف يباحصا مهوذختتلا اضرغ يدعب نمف مهبحا ىبحف مهبحا نمو مهضغبا ىضغببف مهضغبا نمو مهاذآ دقف ىناذآ نمو ىناذآ دقف ىذآ الله نمو ىذآ الله كشوي نا هذخأي

“Sungguh takutlah kepada Allah dalam urusan sahabatku. Jangan jadikan mereka “sasaran” sepeninggalku. Barangsiapa mencintai mereka maka karena mencintai aku, mencintai mereka dan barangsiapa membenci mereka, maka karena membenci aku, ia membenci mereka. Dan barangsiapa menyakiti mereka, maka sungguh berarti menyakiti aku. Barang siapa menyakitiku,

(31)

maka sungguh berate menyakiti Allah. Barangsiapa menyakiti Allah, maka nyaris Allah akan menyiksanya”.

3. Hadits riwayat Bukhori Muslim (Rodliyallahu ‘anhuma) dari Abi Sa’id Al Hudlri dari Nabi Muhammad saw beliau bersabda :

اوبستلا ىباحصأ ىذلاوف ىسفن هديب قفناول مكدحا لثم دحا ابهذ ام كردا مهدحادم هفيصنلاو

“Janganlah engakau semua mencerca sahabt-sahabatku. Demi dzat yang diriku nyawaku berada pada tanganya, kekuasaanya, seumpaa salah satu dari engkau semua mendermakan emas sebesar gunung uhud, maka engkau belum bisa mencapai pada ukuran mud salah satu mereka, belum pula separuhnya mud salah satu mereka”.

4. Hadits riwayat Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah juga selain mereka dari Bahz bin Hakim dari ayah Bahz dari kakek Bahz, Rasulullah saw bersabda :

متنا نوفوت نيعبس ةما متنا اهريخ اهمركاو ىلع الله زع لجو

“Engkau semua menyempurnakan (melengkapi) tujuh puluh umat. Engkau semua adalah yang terbaik dan termulia disisi Allah Azza Wa Jalla’.

5. Hadits riwayat Bazzar dari Jabir, Jabir berkata Rasulullah saw, bersabda : نإ الله ىباحصاراتخا ىلع نيلقثلا ىوس نييبنلا نيلسرملاو

“Sesungguhnya Allah memilih sahabat-sahabatku atas jin dan manusia selain para Nabi dan para Utusan’.

Rowi-rowi sanad hadits ini tsiqoh semua.

ORANG PERTAMA YANG MASUK ISLAM DARI KELOMPOK SAHABAT

(32)

Ø Menurut suatu pendapat Abu Bakar r.a. Ø Menurut suatu pendapat Ali r.a.

Ø Menurut suatu pendapat Zaid bin Haritsah r.a. Ø Menurut suatu pendapat Sayyidah Khodijjah r.a. Ø Menurut suatu pendapat Bilal bin Robbah r.a.

Ibnu Sholah berkata : “sikap yang lebih wira’I adalah pernyataan bahwa orang yang pertama masuk islam dari kelompok dewasa yang merdeka adalah Abu Bakar r.a dari anak-anak atau remaja adalah Ali r.a, dari kalangan wanita adalah Khodijjah r.anha, dari kalangan budak merdeka adalah Zaid bin Haritsah r.a, dan dari kelompok budak adalah Bilal bin Robbah r.a.

JUMLAH SAHABAT

Ketahuilah bahwa membatasi sahabat Rodliya Allahu anhum dengan bilangan dan hitungan itu sulit, karena mereka terpencar-pencar di banyak negeri dan perkampungan. Imam Bukhori mwriwayatkan dalam SHOHIHNYA bahwa Ka’ab bin Malik berkata tentang kisah tidak ikutnya ia dalam perang tabuk : “Sahabat-sahabat Rasulullah saw itu banyak sekali tidak terangkum dalam suatu daftar.

SAHABAT YANG PALING UTAMA

Al-Hafidz Al-Iraqi dalam kitabnya syarh Alfiyah berkata “ahlussunnah ijma” bahwa paling utamanya sahabat sepeninggal rosulullah S.A.W. secara mutlak adalah Abu Bakar r.a.lalu umar ... sebagian orang yang menceritakan (mengisahkan) kesepakatan ahlussnunah akan hal tersebut adalah Abul Abbas Al Qurthubi,beliau berkata “Tak satupun ulama’ salaf dan Kholaf (penerus) berselisih dalam hal ini” beliau (Al Qurthubi) melanjutkan. “Dan omongan orang ahli bid’ah tidak perlu dibuat peduli . karena imam syafi’i dan lainnya juga meriwayatkannya kesepakatan sahabat dan tabi’in akan masalah tersebut”.

Imam Baihaqi berkata dalam kitab AL I’tiqot, “ saya meriwayatkan dari Abi Tsaur dari Syafi’i, beliau berkata tidak satupun sahabat dan tabi’in berselisih dalam hal megutamakan Abu bakar dan Uma, dan mendahulukan mereka atas seluruh sahabat. Akan halnya perselisihan orang yang berselisih dari para sahabat itu cuma dalam masalah Ali dan Utsman.

(33)

(Para pendahulu yang mula-mula/ para pionir islam)

Sebagian sahabat yang mempunyai keistimewaan dan keutamaan dibanding dengan yang lain adalah assabiqunal awwalun dari kalangan sahabat muhajirin dan anshor. Terdapat tentang siapakah yang dimaksud dari mereka itu sampai 4 pendapat :

1. Pendapat : mereka adalah AHLI (orang-orang yang ikut) BAIATUR RIDLWAN 2. Pendapat : mereka adalah orang-orang yang sholat menghadap 2 qiblat 3. Pendapat : mereka adalah ahli badr

4. Pendapat: mereka adalah orang-orang yang masuk islam sebelum fathul makkah (th. 8 H.) SEPULUH ORANG YANG DIBERI KABAR GEMBIRA DENGAN MASUK SURGA

Sebagian sahabat lagi yang mempunyai keistimewaan dan keutamaan dibanding lainnya adalah sepuluh orang yang diberi berita gembira dengan masuk surga mereka adalah 1. Abu Bakar Assidiq

2. Umar Bin Khottob 3. Utsman Bin Affan 4. Ali Bin Abi Thalib 5. Abdurrahman Bin Auf 6. Tholhah Bin Abdullah 7. Sa’ad Bin Abi Waqohs

8. Sa’id Bin Zaid Bin Amr Bin Nufail 9. Abu ubaidah Bin Jarrah

10. Zubair Bin Awwam

Pemberi berita gembira dengan masuk surga juga terjadi pada sejumlah sahabat rasulullah SAW. seperti sahabat-sahabat yang ikut perang badar dan mereka yang ikut menghadiri perjanjian HUDAIBIYAH diantaranya bilal, ukasyah dan lain-lainnya.

(34)

Sebagian sahabat lagi yang mempunyai keutamaan dan keistemewaan dibanding dengan lainnya adalah sahabat-sahabat yang berfatwa. Mereka adalah :

1. Abdullah bin abbas ia adalah sahabat yang paling banyak berfatwa karena nabi Muhammad SAW. mendoakan doanya dengan doa beliau :

مهللا هملع باتكلا

“ Wahai Allah mengertikanlah Abdullah bin Abbas Al-Qur’an “

Menurut pendapat yang masyhur sahabat-sahabat yang paling banyak memberikan fatwa secara mutlak ada tujuh :

· Abdullah bin Abbas · Umar bin Khottob

· Putra umar, Abdullah bin Umar

· Aisyah as-siddiqiyah (ibu-ibu orang mukmin) · Abdullah bin Mas’ud

· Zaid bin Tsabit · Ali bin Abi Tholib

SAHABAT YANG PALING BELAKANG WAFATNYA

Sahabat yang paling belakang wafatnya secara mutlak adalah Abu Thufail Amir bin Watsilah yang wafat pada tahun 100 H. Di Makkah Al-Mukarromah.

(35)

Sebagian sahabat mempunyai keistemewaan dan keutamaanadalah mereka yang memperbanyak meriwayatkan hadits nabawi. Mereka berjumlah 7 sahabat yang

mempunyai andil besar dalam meriwayatkan hadits nabawi. Ulama’ mustholah membuat istilah bagi mereka yang meriwayatkan lebih dari 1000 hadits dengan sebutan muktsir. Karena istilah inilah mereka berjumlah 7 tadi di sebut al-muktasirin adalah:

1. Abu Huroiroh 2. Abdullah bin Umar 3. Anas bin Malik 4. Sayyidah Aisyah 5. Abdullah bin Abbas 6. Jabir bin Abdullah 7. Abu Said al-khudri

TABI’IN

Tabi’in adalah mereka yang berjumpa dengan sahabat, beriman kepada nabiyullah Muhammad saw. Dan mati dalam ke’adaan islam.

Al-qur’an telah mensucikan (menilai suci,baik). Tabi’in dengan penilaian kolektif dalam firman allah ta’ala. نوقباسلاو نولولأا نم نيرجاهملا راصنلأاو نيذلاو مهوعبتا ناسحإب يضر الله مهنع اوضرو هنع دعأو مهل تانج يرجت اهتحت راهنلأا نيدلاخ اهيف ادبأ كلذ زوفلا ميظعلا

“para pendahulu yang mula-mula dari sahabat muhajirin dan anshor dan generasi yang

mengikuti mereka dengan kebajikan, allah ridlo akan mereka dan mereka ridlo akan allah. Dan allah menyiapkan untuk mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya untuk selamanya. Yang demikian adalah keberuntungan yang agung”.

Hadits yang memberikan kesaksian untuk mereka yang berupa sabda nabi saw. ريخ نورقلا ينرق مث نيذلا مهنولي ...

(36)

“sebaik-baiknya kurun adalah kurunku, kemudian kurun mereka yang menyusul kurun generasiku.

Dan sabda beliau:

ىبوط نمل ىنآر نمآو ىب و ىبوط نمل ىأر نم ىنآر

“kebahagia’an besar bagi mereka yang melihatku dan beiman kepadaku juga kebahagiaan besar bagi mereka yang melihat orang yang melihatku”.

Sedang jumlah para tabi’in itu melebihi suatu rangkuman. Mereka terdiri dari generasi-generasi yang mencapai 15 generasi-generasi. Para ulama’ islam telah bersepakat bahwa akhir periode tabi’in adalah tahun 150 H. dan tahun 220 H. adalah akhir periode tabi’it tabi’in (generasi sesudah tabi’in).

Para ulama’ berselisih pendapat tentang tabi’in yang paling utama, siapakah dia atas beberapa pendapat:

1. Dia adalah sa’id bin musayyib. Ini pendapat penduduk madinah

2. Dia adalah hasan al-basri. Ini pendapat penduduk basroh. Nama lengkapnya adalah hasan bin abil hasan yasar al-basri. Imam yang masyhur yang telah di sepakati kebesarannya dalam setiap disiplin ilmu. Orang alim yang tinggi derajatnya, ahli fiqih yang tsiqoh, terpercaya, yang ahli ibadah dan berperilaku. Wafat pada tahun 110 H. beliau mendekati umur 90 th.

3. Dia adalah uweis al-Qoroni. Ini pendapat penduduk kufah pendapan ini di nilai bagus oleh ibnu solah al-iroqi berkata “itu adalah pendapat yang benar karena ada riwayat dari imam muslim dalam kitab sohihnya dari hadits umar bin khottob. Ia berkata “saya mendengar rosulullah saw. Bersabda :

نإ نيعباتلاريخ لجر لاقي هل سيوأ ... ثيدحلا

“sesungguhnya sebaik-baik tabi’in adalah seorang laki-laki yang disebut sebut bernama uweis …” baca sempurnannya hadits

Hadits ini memutus pertentangan pendapat.

Uweis adalah uweis bin Amir Al-Qoroni (dengan fathah qof dan ro’.tokoh utama (junjugan) tabiin dan termasuk wali Allah yang “shodiqin” ) yang ma’rifat, zuhud dan arif mengatahui akan

(37)

Allah. Nabi Muhammad SAW. Telah memerintahkan umar r.a. dan Ali r.a. bila mereka bertemu uweis agar meminta do’a darinya.

Adz dzahabi berkata uweis didapatkan gugur dibarisan ali r.a. (karromallahu wajhah) dalam perang shiffin, tahun 46 H. demikian tersurat dalam kitab at-tahdzib milik ibnu hajar. 4. Dia adalah atho’ bin Abi robah Al Maliky Al-Qurosyi . ini adalah pendapat penduduk makkah. Atho’ adalah imam negeri makkah dan juru fatwanya yang kondang dan disepakati atas kebesaran dan keimananya.

Sedang tokoh-tokoh wanita dari generasi tabi’in adalah hafsoh binti sirin, ia tsiqoh dan hujjah (pendapat dibuat rujukan). Lyas bin muawiyah “saya tidak mendapatkan seorangpun yang saya nilai lebih utama dibandingkan hafsoh"

Ibnu abi dawud berkata “ ia (hafsoh) hafal Al-Qur’an dalam umur 12 dan wafat tahun 101 H. dalam usia 78 tahun. Berikutnya ummu darda’ As-sughro. Ia adalah hujaimah istri abi darda’ yang meminta suaminya agar ia tetap menjadi istrinya diakhirat kelak. Kemudian abu darda’ berwasiat kepadanya agar tidak bersuami lagi sepeninggalnya . akhirnya muawiyah

melamarnya setelah wafatnya sang suami tetapi ia tidak menerima. Ummu darda’ orangnya ahli ibadah . wafat sesudah tahun 81 H. demikian tertuang dalam kitab tahdzibnya ibnu hajar. Lalu Amroh binti Abdirrohman bin said bin zuroroh Al-Anshoria Al-Madania. Ia adalah orang yang alim tsiqoh. Tinggal di Hijr (peraduan) Siti Aisyah. Umam bin abdul aziz berkata “tak satupun orang yang lebih alim akan haditsnya Aisyah dari pada Amroh” ia wafat tahun 103 H. Dan sebagian tokoh-tokoh tabiin adalah fuqoha’ sab’ah (tujuh ahli fiqih) yang berdiam dihijaz. Diantaranya :

1) Said bin musayyab bin Hazan Al-Qurosyi Al-Makhzumi. Ulama sepakat akan kebesaran dan keimanannya serta dalam keunggulannya dalam ilmu. Keutamaan dan bentuk-bentuk

kebajikan, diatas orang-orang semasanya. Ia adalah pemuka penduduk madinah dalam periodenya dan dinomor satukan dalam fatwa. Juga dijuluki faqihul fuqoha’ (sepandai-pandai ahli fiqih) wafat tahun 93 H.

2) Qosim bin Muhammad bin Abu Bakar As-siddiq wafat tahun 106 H. 3) Khorijah bin zaid bin tsabit Al-Anshori. Wafat dimadinah tahun 100 H. 4) Urwah bin Zubair bin Awwam berklan asad. Wafat tahun 94 H.

(38)

6) Ubaidillah bin Abdillah bin Utbah bin Mas’ud . wafat tahun 99 H.

7) Yang ketujuh diperselisihkan menurut suatu pendapat sulam bin Abdillah bin umar bin Khottob wafat tahun 106 H. dimadinah

Menurut pendapat lain Abu Salamah bin Abdurrohman bin auf wafat tahun 94 H. dimadinah. Tahun 94 adalah tahun para ahli fiqih, para ahli fiqih tersebut semuanya adalah putra-putra sahabat kecuali sulaiman. Sedangkan sulaiman ayahnya adalah yasir. Dia tidak mendapatkan prediket sahabat. Sedang Muhammad bin Abi Bakar dan Abdullah bin Utbah serta

Abdurrohman bin harits adalah termasuk sahabat-sahabat yang masih kecil IMAM-IMAM HADITS DAN KITAB MEREKA

IMAM MALIK BIN ANNAS

Beliauadalah Abu Abdillah Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir Ashbahi Al-Madani. Imam negerihijaz. Imam negerihijrah (imamudar al-hijroh)

Lahirtahun 95 H. Dan wafattahun 199 H. DiMadinah.Beliauberusia 84 tahunbeliau imam negerihijaz.Bahkan imam manusiadalamfiqihdanhadits.Cukupuntukmenjadikebanggaannya, kebesarannya, bahwa imam Syafi’Itermasukmuridnya

Beliaumempunyaikitabmuwattho’.Beliaumenghabiskanwaktuuntukmenyusunnya.Waliyullah Ad-dahlawitelahmemaparkanposisiagungkitabmuwattho’ danderajatnya.

Iamenjadikannyapadaurutanpertamabersamashohihbukhorimuslimdalamkeshohihan. Diantarakitab-kitabhadits.Iaberkata, “kitab-kitabhaditsitubertingkat-tingkat.

Kitab-kitabtersebutdenganmemandangkeshohihandankemasyhuranterbagimenjadi 4 tingkatan :

· Tingkatanpertamaterangkumdalam 3 kitab, muwattho’, shohihbukhoridanshohihmuslim Imam Syafi’Iberkata “tidakdidapatkandikolonglangitinisesudahkitabullah Al-Qur’an, yang lebihshohihdarikitabnya imam malik.

· Dan seterusnya (KUTUBUS SUNAN)

(39)

Beliauadalah imam yang agung, Ahmad bin Muhammad bin Hambal As-Syaibani, sang pemilikmadhzab yang sabarmenghadapifitnah, yang menolongmemperjuangkansunnah

(NASHIRUS SUNNAH)

Iaberasaldarimarwah ayah beliaudarisirjiz. Lahir di Baghdad bulanrobi’ulawaltahun 164 H. wafat di bahgdad pula, padawaktu “dhuha” harijum’attanggal 12 robi’ulawaltahun 241 H.

Beliaumempunyaikitabmusnad.Kitabtersebutmerupakansalahsatudarisekiankodifikasihadits yang terkenal.Beliaumemilahnyadari 750 haditslebih.

Kitabmusnadnyamengandung 18 musnad.Permulaannyaadalahmusnad Al-Asyrohsertahadits yang adabersamanya,

dalammusnadiniterdapattambahandariputrabeliauAbdullah dansedikittambahandariAbiBakar Al-Quthoi’Iperowimusnadlewat Abdullah (sang putra).

Kitabmusnadtersebutmengandunghaditsshohih, hasandandloif yang mendekatihasandan yang agakjauh.

Adapunhadits yang dihukumimaudlu’ darihadits-haditskitabmusnadadalahsesuatu yang ditambahkanoleh Abu Bakar Al-Quthoi’Iatau Abdullah bin Ahmad bin Hambal.

IMAM BUKHORI

Beliauadalah Muhammad bin Ismail bin Mughiroh bin bardizbah,

moyangbeliaumemelukislamditangan Al-ju’fikelahiranbukhoro. Lahirpadaharijum’attanggal 13 syawal 194 H. wafatpadamalamselasatahun 256 H. beliauberumur 62 tahunkurang 13

haridantidakmenurunkanputralaki-laki. Beliaumempunyaishohih yang

dikenaldenganshohihbukhori. Shohihbukhoriadalahkitab yang dikatakanulama’ sebagaikitabtershohihsetelahkitabullahta’ala (Al-Qur’an)

Namalengkap yang diberikan imam bukhoriterhadapkitabnyainiadalahjami’ As Shohih, kitabinimerupakankitabmusnad (yang disebutsanadnya) sampai yang dipilihdarihaditsrosulillah SAW.

Imam bukhorimemberijaminanuntukkitabnyatersebut, denganucapannya“ akutidakmemasukkandalamkitabkukecualihadits yang shohih” .

banyakulamamengunggulkanshohih Al-Bukhoridiatasshohihmuslimkarenasyarat imam bukhorilebihkuat (ketat) dankokoh. Faedah-faedah yang

Referensi

Dokumen terkait

(1) Dumatul Jandal adalah negeri diantara Syam dan Madinah, suatu ketika Rasul SAW berangkat ke sana dengan 1000 tentara untuk memerangi orang Arab yang telah menindas orang-orang

“Hadits yang diriwayatkan dari sahabat tetapi bilangannya tidak sampai pada tingkatan mutawatir, kemudian baru mutawatir setelah sahabat dan orang yang setelah mereka.” Hadits

Anak-anak usia dini ini biasanya mudah bersosialisasi dengan orang sekitarnya. Umumnya anak usia ini memiliki satu atau dua sahabat, tetapi sahabat

Dalam hal ini budak lebih banyak keserupaannya dengan binatang (harta) sebab, budak bisa diperjual-belikan, diwariskan, dan diwakafkan.. Orang yang melakukan ijtihad disebut

Supaya adalah yang demikian itu memuaskan bagi mereka dan melemahkan mereka untuk menirunya (karena Al-Qur'an itu mu'jizat Nabi ملسو هيلع لا ىلص Maka tiap-tiap orang yang

Yang dimaksud dengan ma’dud adalah sesuatu yang bisa menjadi jawab bagi ﻢكل ( berapakah ) seperti ( ﻉوﺒﺴﺍ ) ( seminggu ) bisa menjadi jawab kalau ditanya

p p pp#pp Ya Allahu antal wahidu anta as-samadhu antal qadiru antal hayyul qayyumu rabba kulla syay-in wa ilaha kulli syay-in wa ͚alima bikulli syay-in qaadirun ͚ala kulli syay-in

Sedangkan apabila seseorang menyampaikan sesuatu berdasarkan pada buku, maka disebut orang yang dhabit al-kitab.36 Rawi yang adil dan sekaligus dlabit disebut tsiqat.37 Dari beberapa