• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KONDISI BUAH MENTAH DAN BUAH LUKA TERHADAP NILAI DOBI (DETERIORATION OF BLEACHIBILITY INDEX) DAN KANDUNGAN β-karoten

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH KONDISI BUAH MENTAH DAN BUAH LUKA TERHADAP NILAI DOBI (DETERIORATION OF BLEACHIBILITY INDEX) DAN KANDUNGAN β-karoten"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KONDISI BUAH MENTAH DAN BUAH LUKA

TERHADAP NILAI DOBI (DETERIORATION OF BLEACHIBILITY INDEX) DAN KANDUNGAN β-KAROTEN

The Influence Of The Unripe Fruit And Wound Fruit To The Value Of DOBI (Deterioration Of Bleachibility Index) And Β-Carotene Content

M.Hendra Ginting, Ika Ucha Pradifta dan Dina Rusmawati

Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan, STIPER – Agrobisnis Perkebunan (STIPAP)

ABSTRACT

DOBI (Deterioration Of Bleachibility Index) or purity power index is the ratio of carotene and secondary oxidation products to CPO (Crude Palm Oil). Caroten is one of the minor component that present in the oil. The main components of carotene are α- and β-carotene. The purpose of this study was to determine the effect of unripe fruits conditions and wounds to DOBI value and β-carotene content. The research has done at Palm Oil Mill Bagerpang and the Laboratory of IOPRI Medan. The results showed the condition of unripe fruit has a value of DOBI 3.06 indicates good quality CPO and wound conditions have a value of DOBI 2.88 and the condition of unripe fruit has β-carotene content of 600 ppm is still above the average compared to the wound.

Key Words : DOBI, β-Carotene, Analysis of unripe fruit and wounded fruit.

PENDAHULUAN

D O B I ( D e t e r i o r a t i o n o f

Bleachabillity Index) atau indeks daya

pemucatan merupakan rasio dari k a n d u n g a n k a r o t e n d a n p r o d u k oksidasi sekunder pada CPO (Crude

Palm Oil). Nilai DOBI yang rendah

menunjukkan naiknya kandungan produk oksidasi sekunder sehingga memiliki daya pemucatan yang rendah atau dengan kata lain membutuhkan lebih banyak pemucatan alami karena produk-produk karotenoid teroksidasi sulit untuk dipucatkan. Nilai DOBI digunakan sebagai parameter penduga kerusakan minyak oleh para konsumen dan merupakan angka perbandingan serapan absorbsi terhadap asam lemak bebas (Siahaan et al, 2005)

Berdasarkan DOBI, terdapat lima kelas CPO. CPO dengan angka DOBI< 1,68 termasuk kedalam CPO y a n g m e m i l i k i k u a l i t a s b u r u k . Nilaiantara 1,78-2,3 memiliki mutu yang kurang baik. Nilai DOBI 2,3-2,92

bahwa CPO ini memiliki mutu yang cukup baik dan diatas 3,24 berarti CPO berkualitas sangat baik.(Siahaan, 2 0 0 6 ) . K a r o t e n o i d m e r u p a k a n komponen minor minyak sawit yang m e m i l i k i k e u n g g u l a n n u t r i s i . Karotenoid berfungsi sebagai produk diversifikasi minyak sawit berupa pewarna alami, farmasi dan kosmetik (Sudram, 2007).

Panen tandan buah segar (TBS) k e l a p a s a w i t a k a n s a n g a t mempengaruhi nilai DOBI dan β-k a r o t e n y a n g a β-k a n d i p e r o l e h (Anggraini, 2016)

N i l a i D O B I d a n β - k a r o t e n berpengaruh terhadap industri hilir. Dengan adanya analisa nilai DOBI dan β-karoten harga jual di pasar domestik semakin tinggi. Maka dari itu penelitian analisa nilai DOBI dan β-karoten merupakan hal yang penting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kondisi buah mentah dan buah luka terhadap nilai DOBI dan β-karoten minyak sawit mentah.

(2)

untuk mendapatkan minyak sawit mentah yaitu dilakukan melalui cara pengulangan. Dimana buah tersebut diambil dalam 1 blok untuk setiap perlakuan tingkat kematangan kondisi buah dipilih dari beberapa truk pengangkut TBS.

Ekstraksi Minyak Sawit

Setiap tandan buah sawit dengan tingkat kematangan yang telah ditentukan direbus menggunakan

Sterilizer dengan suhu 120°C selama

90 menit. Kemudian buah dipipil secara manual, selanjutnya hasil pipilan di p r e s s s e c a r a m a n u a l d e n g a n menggunakan kain kasar. Minyak sawit mentah yang dihasilkan dipisahkan dengan sentrifuge untuk mendapatkan minyak sawit mentah yang bebas dari k o t o r a n . H a s i l e k s t r a k s i m i n y a k disimpan di lemari pendingin (freezer) dengan temperatur -5°C hingga ekstraksi semua sampel selesai dilakukan untuk dilanjutkan dengan analisa sampel.

Pengamatan Penelitian

DOBI (Deterioration of Bleachability

Index) (MPOB, 2004)

Sampel minyak sawit mentah dilelehkan pada temperatur 60-70°C,sampel disaring dengan kertas Whatman No.1.kemudian ditimbang 0.04 g, dimasukkan ke dalam labu ukur 10 mL, dan ditambahkan pelarut n-heksana sampai garis tanda. Absorbansi sampel minyak sawit mentah dibaca dengan alat spektrofotometer pada λ = 446 nmdan 269 nm. Perhitungan nilai DOBI menggunakan rumus berikut :

METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat

Penelitian ini dilaksanakan di P u s a t P e n e l i t i a n K e l a p a S a w i t (PPKS).Lokasi pengambilan sampel adalah di kebun Bagerpang milik PT. PP London Sumatera Tbk, Tanjung M o r a w a , D e l i S e r d a n g . Wa k t u penelitian ini dilakukan dari bulan Januari sampai dengan Agustus 2017.

Desain Penelitian

D e s a i n p e n e l i t i a n y a n g digunakan adalah desain eksperimental dengan susunan sebagai berikut :

· Variabel Tetap, yaitu :

1) Nilai DOBI pada buah mentah dan buah luka.

2) Kandungan β-karoten pada buah mentah dan buah luka.

· Variabel tidak tetap, yaitu : 1) Buah mentah dan buah luka 2) Waktu sentrifuge ± 8 menit 3) Suhu normal

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan adalah buah kelapa sawit persilangan DxP yang berasal dari Kebun Bagerpang milik PT. PP London Sumatera, Tbk.Bahan kimia yang digunakan adalah n-heksana pa, metanol pa, dan methanol teknis.

Alat yang digunakan adalah

erlenmeyer 250 mL bertutup, auto buret, timer (pencatat waktu), neraca

analitik, hot plate, labu takar 10 mL, pipet volume 2mL, kertas saring Whatman No 1, Sentrifuge, labu ukur 10 mL dan spektrofotometer UV-Vis merk Shimadzu seri 1700.

Pelaksanaan Penelitian Panen Kelapa Sawit

Buah kelapa sawit dipanen berdasarkan tingkat kematangan buah. Pemilihan buah sawit sebagai ulangan

DOBI = Absorbansi pada 446 nm

(3)

berada diantara rata-rata nilai DOBI, menurut Pahan (2006) menyebutkan bahwa nilai DOBI dalam minyak sawit jenis tenera adalah >2.40.

Perbedaan nilai DOBI pada b e b e r a p a k o n d i s i b u a h d a p a t diakibatkan karena proses oksidasi yang terjadi sejak panen. Proses oksidasi akan terbentuk akibat tandan buah segar yang mengalami proses transportasi sebelum diolah (Pahan, 2008).

Turunnya nilai DOBI pada kondisi buah luka dikarenakan terjadi oksidasi. Apabila dikaitkan dengan pasca panen buah sawit mudah mengalami kerusakan, baik secara fisik maupun mikrobiologis. Kerusakan yang terjadi pada buah kelapa sawit m e n y e b a b k a n p r o s e s h i d r o l i s i s semakin cepat sehingga kadar Asam L e m a k B e b a s ( A L B ) s e m a k i n meningkat (Alfiah, 2015). Pada sampel pengamatan buah mentah termasuk kategori baik dan buah luka cukup baik.

Kandungan β-Karoten

Hasil analisa kandungan β-karoten minyak sawit mentah yang berasal dari tingkat kematangan yang berbeda pada kondisi buah mentah dan buah lukadapat dilihat dari tabel 2. Tabel 2. Analisa kandunganβ-karoten.

Rata-rata β-karoten dalam minyak sawit mentah yaitu buah mentah 600 p p m d a n b u a h l u k a 5 1 7 p p m . Kandungan β-karoten minyak sawit mentah pada buah mentah dan buah luka masih berada diantara rata-rata nilai kandungan β-karoten.Kandungan β-karoten dalam minyak sawit merah jenis Tenera adalah berkisar 500-700 ppm (Ketaren, 2008).

Karoten (MPOB, 2004)

Sampel minyak sawit mentah dilelehkan pada suhu 60-70°C dan dikocok hingga homogen. Minyak sawit mentah disaring dengan kertas Whatman No.1, kemudian minyak sawit mentah ditimbang sebanyak 0,04 gdan dimasukkan ke dalam labu ukur 10 mL, pada larutan sampel minyak sawit mentah ditambahkan pelarut N-heksana sampai garis tanda. Absorbansi minyak sawit mentah dibaca dengan alat spektrofotometer pada λ = 446 nm. Kandungan beta-karoten ditetapkan dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Kandungan karoten (ppm) dimana : A = Absorbansi contoh W = Berat contoh (g) 383 = Berat Molekul

V = Volume labu takar (mL)

HASIL DAN PEMBAHASAN Nilai DOBI (Deteriotion Of

Bleachibility Index)

H a s i l a n a l i s a n i l a i D O B I minyak sawit mentah yang berasal dari tingkat kematangan yang berbeda pada kondisi buah mentah dan buah luka dapat dilihat dari Tabel 1.

Tabel 1. Analisa nilai DOBI

Rata-rata nilai DOBI dalam minyak sawit mentah yaitu buah mentah 3.06 dan buah luka 2.88. Nilai DOBI minyak sawit mentah pada kondisi buah mentah dan luka masih = V x A x 383

(4)

DAFTAR PUSTAKA

Alfiah, 2015.Penanganan Pasca Panen

Kelapa Sawit. Jurnal Pangan

dan Agroindustri: Vol 3. No 1 Anggraini, D. 20016. Kandungan

Karoten dan Vitamin E Serta Nilai DOBI Pada Semi Virgin CPO yang Di Produksi dengan Variasi Tenknik Akselarasi Pembrondolan Kelapa Sawit. Medan. Sekolah Tinggi Ilmu P e r t a n i a n A g r o b i s n i s Perkebunan.

Lukito dan Sudrajat, 2015.Pengaruh Kerusakan Buah Kelapa Sawit Terhadap Kandungan A L B d a n R e n d e m e n CPO.Jurnal Bul. Agrohorti Volume 5 No 1. IPB

MPOB. 2004. MPOB Test Methods. Methods of Test for Palm O i l P r o d u c t s -Determination of Carotene Content.

MPOB. 2004. MPOB Test Methods. Methods of Test for Palm O i l P r o d u c t s -D e t e r m i n a t i o n o f D e t e r i o r a t i o n o f B l e a c h i b i l i t y I n d e x (DOBI).

Pahan, I. 2006. Panduan Lengkap Kelapa Sawit. Jakarta (ID): Penebar Swadaya.

Siahaan, D. Johnlennon, T and Maria M a n i k . 2 0 0 6 . S t u d y O n Carotene Content Of Palm Oil in Different Varieties Maturity and Unit Prosess Palm Oil Mill. International Oil Palm Conference 2006.Nusa Dua Bali.

P e r b e d a a n k a n d u n g a n β -karoten pada beberapa kondisi buah dapat diakibatkan karena pada saat buah mentah β-karoten masih belum terbentuk optimal. Tetapi kandungan β-karoten pada buah mentah tinggi terjadi k a r e n a p r o s e s p e m a n e n a n y a n g dilakukan secara baik sehingga tidak ada buah yang mengalami memar atau luka akibat benturan saat panen dilakukan.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Kondisi buah mentah memiliki nilai DOBI 3,06 menunjukkan kualitas CPO bermutu baik dan kondisi buah luka memiliki nilai DOBI 2,88

2. Kondisi buah mentah memiliki kandungan β-karoten 600 ppm masih berada diatas rata-rata dibandingkan buah luka.

Saran

Penting diperhatikan fenomena dan sortasi TBS yang baik agar bahan mutu CPO yang berkualitas dipenuhi.

(5)

Siahaan, D dan L. Erningpraja. 2005. Penerapan Good Agriculture P r a c t i c e d a n G o o d Manufacture Practice Dalam Meningkatkan Mutu dan Keamanan Pangan Minyak K e l a p a S a w i t . J u r n a l P P K S . Vo l 1 3 . N o m o r 3 . Medan

Siew WL. 2000. Analysis of Palm and Palm Kernel Oil. Advances in Oil Palm Research Kuala Lumpur: Malaysia Palm Oil Board

S u d r a m , K . 2 0 0 7 . “ P a l m O i l : Chemistry and Nutrition Updates”. Malaysia Palm Oil Board.Kuala Lumpur 1-22pp. Yumaguchi. 2007. “Gepmetrical

I s o m e r s o f T h e M a j o r P r o v i t a m i n A P a l m Carotene”.Journal of Oil Palm Research. 13 (2) : 23-32.

Referensi

Dokumen terkait

- Dari hasil analisa diperoleh kehilangan β - karoten paling banyak terjadi pada Tahap bleaching atau pada tahap pemucatan minyak sawit pada

Penelitian ini hanya dibatasi oleh penentuan kandungan minyak sawit dengan dan kadar β-karoten dari minyak sawit yang masih terikat dalam bentonit setelah melalui proses

Adapun judul yang diangkat dalam Karya Ilmiah ini adalah” PENENTUAN NILAI DOBI (Deterioration Of Bleachability Index) PADA MINYAK SAWIT MENTAH (Crude Palm Oil) DENGAN

Yang menjadi permasalahan dalam penulisan karya ilmiah adalah bagaimana cara menentukan nilai DOBI dari minyak sawit mentah (CPO) dengan menggunakan.

Pada analisa DOBI yang dilakukan diperoleh bahwa nilai DOBI minyak kelapa sawit dengan kode sampel B yang berasal dari Padang Halaban yaitu 2.57 telah memenuhi standar

Data yang ada juga menunjuk- kan bahwa minyak sawit merah yang dipanaskan selama dua jam pada semua perlakuan pemanasan mengalami penurunan kandungan β-karoten yang cukup

Perhitungan kadar ALB yang dihasilkan dari buah Kelapa Sawit fraksi mentah, setengah mentah. dan matang di PT Perkebunan Nusantara

Untuk mengetahui apakah kadar asam lemak bebas (ALB) dari buah sawit fraksi mentah sudah memenuhi norma-norma (standar mutu) yang berlaku di Pusat Penelitian Kelapa