Tugas Kelompok Tugas Kelompok
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
“PROSEDUR PEMBELIAN” “PROSEDUR PEMBELIAN” Oleh: Oleh: Kelompok F Kelompok F Gita
Gita Wulandari Wulandari B1C1 B1C1 1515 Iffah
Iffah Zatil Zatil Ismah Ismah B1C1 B1C1 15 15 166166 Muhammad
Muhammad Tasnim Tasnim B1C1 B1C1 15 15 176176 Novy Mutmainnah
Novy Mutmainnah B1C1 15B1C1 15 Rabiatul
Rabiatul Ahdawiah Ahdawiah B1C1 B1C1 1515 Rezki
Rezki Rahmayanty Rahmayanty B1C1 B1C1 1515 Syerin
Syerin Zaetullah Zaetullah B1C1 B1C1 1515 Ulfa
Ulfa Nugrahani Nugrahani B1C1 B1C1 1515 Yunna
Yunna Febri Febri Yanti Yanti Syam Syam B1C1 B1C1 15 15 221221 Siti
Siti Lilies Lilies Rokhayati Rokhayati B1C1 B1C1 1515
JURUSAN AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HALU OLEO UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI KENDARI
2017 2017
KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat limpahan rahmat dan Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya lah sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah tepat pada waktunya. karunia-Nya lah sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah tepat pada waktunya. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari alam kebodohan ke alam yang terang benderang dan penuh dengan telah membawa kita dari alam kebodohan ke alam yang terang benderang dan penuh dengan kecanggihan seperti yang kita rasakan saat ini.
kecanggihan seperti yang kita rasakan saat ini.
Kami juga mengucapkan terimakasih kepada dosen mata kuliah Sistem Informasi Kami juga mengucapkan terimakasih kepada dosen mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi karena atas bimbingan beliau kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik. Akuntansi karena atas bimbingan beliau kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kami Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran demi perbaikan dimasa depan.
sangat terbuka terhadap kritik dan saran demi perbaikan dimasa depan.
Kami berharap semoga makalah ini berguna bagi para pengajar, mahasiswa, dan Kami berharap semoga makalah ini berguna bagi para pengajar, mahasiswa, dan pembaca pada umumnya.
pembaca pada umumnya.
Kendari,
Kendari, November November 20172017
Penulis Penulis
DAFTAR ISI DAFTAR ISI KATA
KATA PENGANTAR PENGANTAR ii
DAFTAR
DAFTAR ISI ISI iiii
BAB
BAB I I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 11
1.1.
1.1. Latar Latar Belakang Belakang 11
1.2.
1.2. Rumusan Rumusan Masalah Masalah 11
1.3.
1.3. Tujuan Tujuan Penulisan Penulisan 11
BAB
BAB II II 22
PEMBAHASAN 2
PEMBAHASAN 2
2.1.
2.1. Definisi Definisi Pembelian Pembelian 22
2.2.
2.2. Fungsi Fungsi yang yang Terkait Terkait Dalam Dalam Sistem Sistem Akuntansi Akuntansi Pembelian Pembelian 22 2.3.
2.3. Jaringan Jaringan Prosedur Prosedur yang yang Membentuk Membentuk Sistem Sistem Akuntansi Akuntansi Pembelian Pembelian 44 2.4.
2.4. Error! Bookmark not defined.Error! Bookmark not defined.
2.5.
2.5. Dokumen Dokumen yang yang Digunakan Digunakan 66 2.6.
2.6. Error! Bookmark not defined.Error! Bookmark not defined.
2.7.
2.7. Error! Bookmark not defined.Error! Bookmark not defined.
BAB
BAB III III 1212
PENUTUP 12
PENUTUP 12
3..1.
3..1. Kesimpulan Kesimpulan 1212
DAFTAR
BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
1.1.
1.1. Latar BelakangLatar Belakang
Di era globalisasi seperti sekarang ini, perusahaan dituntut untuk tepat, cermat, dan Di era globalisasi seperti sekarang ini, perusahaan dituntut untuk tepat, cermat, dan cepat. Keputusan yang tepat dan cermat memberikan dampak yang signifikan terhadap cepat. Keputusan yang tepat dan cermat memberikan dampak yang signifikan terhadap kemampuan daya saing perusahaan. Persaingan yang semakin ketat menuntut manajer kemampuan daya saing perusahaan. Persaingan yang semakin ketat menuntut manajer memanfaatkan informasi untuk keputusan manajerialnya. Untuk itu, manajer membutuhkan memanfaatkan informasi untuk keputusan manajerialnya. Untuk itu, manajer membutuhkan sebuah sistem informasi yang akan mengumpulkan semua data-data yang diperlukan. Salah sebuah sistem informasi yang akan mengumpulkan semua data-data yang diperlukan. Salah satu informasi terpenting yang dihasilkan oleh sistem informasi tersebut adalah informasi satu informasi terpenting yang dihasilkan oleh sistem informasi tersebut adalah informasi keuangan yang berupa laporan-laporan keuangan. Salah satu sistem informasi tersebut adalah keuangan yang berupa laporan-laporan keuangan. Salah satu sistem informasi tersebut adalah Sistem akuntansi pembelian, yang merupakan bagian dari sistem akuntansiyang dirancang Sistem akuntansi pembelian, yang merupakan bagian dari sistem akuntansiyang dirancang dan digunakan dalam perusahaan untuk pengadaan barang yangdiperlukan oleh dan digunakan dalam perusahaan untuk pengadaan barang yangdiperlukan oleh manajemen.Transaksi pembelian baik yang diselenggarakan dalam
manajemen.Transaksi pembelian baik yang diselenggarakan dalam manual systemmanual system maupun maupun yang diselenggarakan dalam lingkungan pengolahan data elektronikdapat digolongkan yang diselenggarakan dalam lingkungan pengolahan data elektronikdapat digolongkan menjadi dua yaitu : Pembelian lokal adalah pembelian dari pemasok dalam negeri, menjadi dua yaitu : Pembelian lokal adalah pembelian dari pemasok dalam negeri, sedangkan
sedangkan pembelian impor pembelian impor adalah pembelian adalah pembelian dari pemasok dari pemasok luar negeri. luar negeri. PelaksanaanPelaksanaan mekanisme sistem pembelian di tiap-tiap perusahaan berbeda dantidak selalu sama, hal mekanisme sistem pembelian di tiap-tiap perusahaan berbeda dantidak selalu sama, hal tersebut tergantung dari besar kecilnya perusahaan dan bentuk dari perusahaan.
tersebut tergantung dari besar kecilnya perusahaan dan bentuk dari perusahaan.
1.2.
1.2. Rumusan MasalahRumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah tentang siklus pengeluaran I
Dari latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah tentang siklus pengeluaran I
bagian prosedur pembelian.
bagian prosedur pembelian.
1.3.
1.3. Tujuan PenulisanTujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan ini, adalah agar pembaca mendapatkan pengetahuan mengenai
Adapun tujuan penulisan ini, adalah agar pembaca mendapatkan pengetahuan mengenai
siklus pengeluaran I bagian prosedur pembelian.
BAB II BAB II PEMBAHASAN PEMBAHASAN
2.1.
2.1. Definisi PembelianDefinisi Pembelian
Pembelian adalah proses penemuan sumber dan pemesanan bahan, jasa, dan
Pembelian adalah proses penemuan sumber dan pemesanan bahan, jasa, dan
perlengkapan.
perlengkapan. Kegiatan Kegiatan tersebut tersebut terkadang terkadang disebut disebut Pengadaan Pengadaan barang. barang. Tujuan Tujuan utamanyautamanya
adalah memperoleh bahan dengan biaya serendah mungkin yang konsisten dengan kualitas
adalah memperoleh bahan dengan biaya serendah mungkin yang konsisten dengan kualitas
dan jasa yang dipersyaratkan. Terlepas dari memastikan bahwa perusahaan mempunyai
dan jasa yang dipersyaratkan. Terlepas dari memastikan bahwa perusahaan mempunyai
persediaan
persediaan bahan bahan tanpa tanpa henti, henti, adalah adalah fungsi fungsi dari dari pembelian pembelian untuk untuk memastikan memastikan bahwa bahwa adaada
keseimbangan antara persediaan bahan dengan tingkat inventaris sehingga perusahaan dapat
keseimbangan antara persediaan bahan dengan tingkat inventaris sehingga perusahaan dapat
mempertahankan posisi labanya sepanjang menyangkut biaya bahan.
mempertahankan posisi labanya sepanjang menyangkut biaya bahan.
Kegiatan pembelian merupakan salah satu fungsi dasar dari sebuah perusahaan, fungsi
Kegiatan pembelian merupakan salah satu fungsi dasar dari sebuah perusahaan, fungsi
pembelian
pembelian ini ini dikatakan dikatakan dasar dasar karena karena suatu suatu perusahaan perusahaan tidak tidak akan akan dapat dapat beroperasi beroperasi dengandengan
baik tanpa adanya fungsi tersebut. Fungsi pembelian ini sangat penting untuk dikelola deng
baik tanpa adanya fungsi tersebut. Fungsi pembelian ini sangat penting untuk dikelola denganan
sungguh-sungguh karena ruang lingkup dari pembelian tidak hanya sebatas bagaimana
sungguh-sungguh karena ruang lingkup dari pembelian tidak hanya sebatas bagaimana
manajemen berhasil menerapkan suatu mekanisme pengadaan barang secara tepat waktu dan
manajemen berhasil menerapkan suatu mekanisme pengadaan barang secara tepat waktu dan
sesuai dengan target harga, namun lebih jauh lagi adalah bagaimana menetukan strategi
sesuai dengan target harga, namun lebih jauh lagi adalah bagaimana menetukan strategi
kemitraan antar perusahaan yang efektif
kemitraan antar perusahaan yang efektif
Dalam penerapannya, secara sekilas fungsi pembelian terlihat sederhana namun pada
Dalam penerapannya, secara sekilas fungsi pembelian terlihat sederhana namun pada
kenyataannya terdapat suatu hal tertentu yang harus diperhatikan, terutama yang berkaitan
kenyataannya terdapat suatu hal tertentu yang harus diperhatikan, terutama yang berkaitan
dengan karakteristik barang yang dibutuhkan dan faktor-faktor eksternal di sekitar
dengan karakteristik barang yang dibutuhkan dan faktor-faktor eksternal di sekitar
perusahaan. Oleh karena
perusahaan. Oleh karena itulah manajemen dalam itulah manajemen dalam pembelian penting untuk diterapkan dalapembelian penting untuk diterapkan dalamm
perusahaan.
perusahaan.
2.2.
2.2. Fungsi yang Terkait Dalam Sistem Fungsi yang Terkait Dalam Sistem Akuntansi PembelianAkuntansi Pembelian Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi pembelian yaitu :
Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi pembelian yaitu :
1.
1. Fungsi GudangFungsi Gudang
Dalam sistem akuntansi pembelian, fungsi gudang bertanggungjawab untuk
Dalam sistem akuntansi pembelian, fungsi gudang bertanggungjawab untuk
mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan posisi persediaan yang ada di gudang
mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan posisi persediaan yang ada di gudang
dan untuk menyimpan barang yang telah diterima oleh fungsi penerimaan. Untuk
dan untuk menyimpan barang yang telah diterima oleh fungsi penerimaan. Untuk
barang-barang
barang-barang yang yang langsung langsung pakai pakai (tidak (tidak diselanggarakan diselanggarakan persediaan persediaan di di barangbarang
digudang), permintaan pembelian diajukan oleh pemakai barang.
2.
2. Fungsi PembelianFungsi Pembelian
Fungsi pembelian bertanggung jawab untuk memperoleh informasi mengenai
Fungsi pembelian bertanggung jawab untuk memperoleh informasi mengenai
barang, menentukan pemasok
barang, menentukan pemasok yang dipilih dalam yang dipilih dalam pengadaan barang, pengadaan barang, dan mengeluarkandan mengeluarkan
order pembelian kepada pemasok yang dipilih.
order pembelian kepada pemasok yang dipilih.
3.
3. Fungsi PenerimaanFungsi Penerimaan
Dalam sistem akuntansi pembelian, fungsi ini bertanggung jawab untuk melakukan
Dalam sistem akuntansi pembelian, fungsi ini bertanggung jawab untuk melakukan
pemriksaan
pemriksaan terhadap terhadap jenis, jenis, mutu, mutu, dan dan kuantitas kuantitas barang barang yang yang diterima diterima pemasok pemasok gunaguna
menentukan dapat atau tidaknya barang tersebut diterima oleh perusahaan. Fungsi ini
menentukan dapat atau tidaknya barang tersebut diterima oleh perusahaan. Fungsi ini
juga
juga bertanggung bertanggung jawab jawab untuk untuk menerima menerima barang barang dari dari pembeli pembeli yang yang berasal berasal dari dari returretur
penjualan.
penjualan.
4.
4. Fungsi AkuntansiFungsi Akuntansi
Fungsi akuntansi yang terkait dalam transaksi pembelian adalah fungsi pencatatan
Fungsi akuntansi yang terkait dalam transaksi pembelian adalah fungsi pencatatan
utang dan fungsi pencatatan persediaan. Dalam sistem akuntansi pembelian, fungsi
utang dan fungsi pencatatan persediaan. Dalam sistem akuntansi pembelian, fungsi
pencatat
pencatat utang utang bertanggung bertanggung jawab jawab untuk untuk mencatat mencatat transaksi transaksi pembelian pembelian kedalamkedalam
registrasi bukti kas keluar untuk menyelenggarakan arsip dokumen sumber (bukti kas
registrasi bukti kas keluar untuk menyelenggarakan arsip dokumen sumber (bukti kas
keluar) yang berfungsi sebagai catatan utang. Dalam sistem akuntansi pembelian, fungsi
keluar) yang berfungsi sebagai catatan utang. Dalam sistem akuntansi pembelian, fungsi
pencatat pers
pencatat persediaan ediaan bertanggung jawab bertanggung jawab untuk mencatat untuk mencatat harga pokok harga pokok persediaan persediaan barangbarang
yang dibeli kedalam kartu persediaan
yang dibeli kedalam kartu persediaan
Secara garis besar transaksi pembelian mencakup prosedur berikut ini:
Secara garis besar transaksi pembelian mencakup prosedur berikut ini:
●
● Fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian ke fungsi pembelian.Fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian ke fungsi pembelian.
●
● Fungsi pembelian meminta penawaran harga dari berbagi pemasok.Fungsi pembelian meminta penawaran harga dari berbagi pemasok.
●
● Fungsi pembelian menerima penawaran harga dari berbagai pemasok danFungsi pembelian menerima penawaran harga dari berbagai pemasok dan
melakukan pemilihan pemasok.
melakukan pemilihan pemasok.
●
● Fungsi pembelian membuat order pembelian kepada pemasok yang dipilih.Fungsi pembelian membuat order pembelian kepada pemasok yang dipilih.
●
● Fungsi penerimaan memeriksa dan menrima barang yang dikirim oleh pemasok.Fungsi penerimaan memeriksa dan menrima barang yang dikirim oleh pemasok.
●
● Fungsi penerimaan menyerahkan barang yang diterima kepada fungsi gudangFungsi penerimaan menyerahkan barang yang diterima kepada fungsi gudang
untuk disimpan.
untuk disimpan.
●
● Fungsi penrimaan melaporkan penerimaan barang kepada fungsi akuntansi.Fungsi penrimaan melaporkan penerimaan barang kepada fungsi akuntansi.
●
● Fungsi akuntansi menerima faktur tagihan dari pemasok dan atas dasar faktur dariFungsi akuntansi menerima faktur tagihan dari pemasok dan atas dasar faktur dari
pemasok tersebut, f
pemasok tersebut, fungsi akuntansi mencatungsi akuntansi mencatat kewajiban at kewajiban yang timbul dari yang timbul dari transaksitransaksi
pembelian.
2.3.
2.3. Jaringan Prosedur yang Membentuk Sistem Akuntansi Jaringan Prosedur yang Membentuk Sistem Akuntansi PembelianPembelian ●
● Prosedur Permintaan PembelianProsedur Permintaan Pembelian
Dalam prosedur ini fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian dalam
Dalam prosedur ini fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian dalam
formulir surat permintaan pembelian kepada fungsi pembelian. Jika barang tidak
formulir surat permintaan pembelian kepada fungsi pembelian. Jika barang tidak
disimpan di gudang, misalnya untuk barang-barang yang langsung dipakai, fungsi
disimpan di gudang, misalnya untuk barang-barang yang langsung dipakai, fungsi
yang memakai barang mengajukan permintaan pembelian langsung ke fungsi
yang memakai barang mengajukan permintaan pembelian langsung ke fungsi
pembelian dengan menggun
pembelian dengan menggunakan surat permintaan pembelian.akan surat permintaan pembelian.
●
● Prosedur Permintaan Penawaran Harga dan Pemilihan Pemasok Prosedur Permintaan Penawaran Harga dan Pemilihan Pemasok
Dalam prosedur ini, fungsi pembelian mengirimkan surat permintaan penawaran
Dalam prosedur ini, fungsi pembelian mengirimkan surat permintaan penawaran
harga kepada para pemasok untuk memperoleh informasi mengenai harga barang dan
harga kepada para pemasok untuk memperoleh informasi mengenai harga barang dan
berbagai
berbagai syarat syarat pembelian pembelian yang layang lain, in, untuk untuk memungkinkan pemilihan memungkinkan pemilihan pemasok pemasok yangyang
akan ditunjuk sebagai pemasok barang yang diperlukan oleh perusahaan. Perusahaan
akan ditunjuk sebagai pemasok barang yang diperlukan oleh perusahaan. Perusahaan
sering kali menentukan jenjang wewenang dalam pemilihan pemasok sehingga sistem
sering kali menentukan jenjang wewenang dalam pemilihan pemasok sehingga sistem
akuntansi pembelian dibagi menjadi sebagai berikut:
akuntansi pembelian dibagi menjadi sebagai berikut:
1.
1. Sistem akuntansi pembelian dengan pengadaan laSistem akuntansi pembelian dengan pengadaan langsungngsung
2.
2. Sistem akuntansi pembelian dengan penunjukkan langsungSistem akuntansi pembelian dengan penunjukkan langsung
3.
3. Sistem akuntansi pembelian dengan lelang.Sistem akuntansi pembelian dengan lelang.
Perbedaan diantara sistem akuntansi pembelian tersebut diatas terletak pada
Perbedaan diantara sistem akuntansi pembelian tersebut diatas terletak pada
prosedur pemilihan pemasok.
prosedur pemilihan pemasok.
Sistem akuntansi pembelian dengan pengadaan langsung
Sistem akuntansi pembelian dengan pengadaan langsung.. Dalam sistem akuntansiDalam sistem akuntansi
pembelian
pembelian ini, ini, pemasok pemasok dipilih dipilih langsung langsung oleh oleh fungsi fungsi pembelian, pembelian, tanpa tanpa melaluimelalui
penawaran harga. Biasanya pembelian dengan pengadaan
penawaran harga. Biasanya pembelian dengan pengadaan langsung ini meliputi jumlahlangsung ini meliputi jumlah
rupiah yang kecil dalam sekali pembelian.
rupiah yang kecil dalam sekali pembelian.
Sistem akuntansi pembelian dengan penunjukan langsung
Sistem akuntansi pembelian dengan penunjukan langsung. Dalam sistem. Dalam sistem
akuntansi pembelian ini, pemilihan pemasok dilakukan oleh fungsi pembelian, dengan
akuntansi pembelian ini, pemilihan pemasok dilakukan oleh fungsi pembelian, dengan
terlebih dahulu dilakukan pengiriman permintaan penawaran harga kepada paling
terlebih dahulu dilakukan pengiriman permintaan penawaran harga kepada paling
sedikit tiga pemasok dan didasarkan pada pertimbangan harga penawaran dari para
sedikit tiga pemasok dan didasarkan pada pertimbangan harga penawaran dari para
peasok tersebut.
peasok tersebut.
Sistem akuntasi pembelian dengan lelang
Sistem akuntasi pembelian dengan lelang. Dalam sistem akuntansi pembelian ini,. Dalam sistem akuntansi pembelian ini,
pemilihan
pemilihan pemasok pemasok dilakukan dilakukan oleh oleh panitia panitia lelang lelang yang dibentuk, yang dibentuk, melalui melalui lelang lelang yangyang
diikuti oleh pemasok yang jumlahnya terbatas. Prosedur pemilihan pemasok dengan
diikuti oleh pemasok yang jumlahnya terbatas. Prosedur pemilihan pemasok dengan
lelang ini dilakukan melalui beberapa tahap :
1.
1. Pembuatan rerangka acuan ( terms of reference) yang berisi uraian rinci jenis,Pembuatan rerangka acuan ( terms of reference) yang berisi uraian rinci jenis,
spesifikasi dan jumlah barang yang akan dibeli melalui lelang.
spesifikasi dan jumlah barang yang akan dibeli melalui lelang.
2.
2. Pengiriman rerangka acuan kepada para pemasok untuk kepentingan pengajuanPengiriman rerangka acuan kepada para pemasok untuk kepentingan pengajuan
penawaran harga.
penawaran harga.
3.
3. Penjelasan kepada para pemasok mengenai rerangka acuan tersebut.Penjelasan kepada para pemasok mengenai rerangka acuan tersebut.
4.
4. Penerimaan penawaran harga dengan dilampiri berbagai persyaratan lelang olehPenerimaan penawaran harga dengan dilampiri berbagai persyaratan lelang oleh
para pemasok dalam amplop tertutup.
para pemasok dalam amplop tertutup.
5.
5. Pembukaan amplop penawaran harga oleh panitia lelang didepan para pemasok.Pembukaan amplop penawaran harga oleh panitia lelang didepan para pemasok.
6.
6. Penetapan pemasok yang dipilih (pemenang lelang) oleh panitia lelang.Penetapan pemasok yang dipilih (pemenang lelang) oleh panitia lelang.
●
● Prosedur order pembelian.Prosedur order pembelian.
Dalam prosedur ini fungsi pembelian mengirim surat order pembelian kepada
Dalam prosedur ini fungsi pembelian mengirim surat order pembelian kepada
pemasok
pemasok yang yang dipilih dipilih dan dan memberitahukan memberitahukan kepada kepada unit-unit unit-unit organisasi organisasi dalamdalam
perusahaan
perusahaan (misalnya (misalnya fungsi fungsi penerimaan, penerimaan, fungsi fungsi yang yang meminta meminta barang, barang, dan dan fungsifungsi
pencatat utang) mengenai order pembelian yang sudah
pencatat utang) mengenai order pembelian yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan.dikeluarkan oleh perusahaan.
●
● Prosedur penerimaan barang.Prosedur penerimaan barang.
Dalam prosedur ini funggsi penerimaan melakukan pemeriksaan, mengenai
Dalam prosedur ini funggsi penerimaan melakukan pemeriksaan, mengenai
jenis,
jenis, kuantitas, dan kuantitas, dan mutu barang mutu barang yang diterima yang diterima dari dari pemasok, dan pemasok, dan kemudia membuatkemudia membuat
laporan penerimaan barang untuk menyatakan penerimaan barang dari pemasok
laporan penerimaan barang untuk menyatakan penerimaan barang dari pemasok
tersebut.
tersebut.
●
● Prosedur pencatatan utang.Prosedur pencatatan utang.
Dalam prosedur ini fungsi akuntansi memeriksa dokumen yang terkait dengan
Dalam prosedur ini fungsi akuntansi memeriksa dokumen yang terkait dengan
pembelian
pembelian ( ( surat surat order order pembelian, pembelian, laporan laporan penerimaan penerimaan barang, barang, dan dan faktur faktur daridari
pemasok)
pemasok) dan dan menyelenggarakan menyelenggarakan pencatatan pencatatan utang utang atau atau mengarsipkan mengarsipkan dokumendokumen
sumber sebagai catatan utang.
sumber sebagai catatan utang.
●
● Prosedur distribusi pembelian.Prosedur distribusi pembelian.
Prosedur ini meliputi distribusi akun yang didebit dari transaksi pembelian
Prosedur ini meliputi distribusi akun yang didebit dari transaksi pembelian
untuk kepentingan pembuatan laporan manajemen.
untuk kepentingan pembuatan laporan manajemen.
2.4.
2.4. Informasi yang diperlukan oleh Informasi yang diperlukan oleh manajememanajemenn
Informasi yang diperlukan oleh manajemen dari sistem akuntansi pembelian:
Informasi yang diperlukan oleh manajemen dari sistem akuntansi pembelian:
1.
4.
4. Total saldo utang dagang pada tanggal tertentuTotal saldo utang dagang pada tanggal tertentu
5.
5. Saldo utang dagang kepada pemasok tertentuSaldo utang dagang kepada pemasok tertentu
6.
6. Tambahan kuntitas dan harga pokok persediaan dari pembelianTambahan kuntitas dan harga pokok persediaan dari pembelian
2.5.
2.5. Dokumen yang DigunakanDokumen yang Digunakan
Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi pembelian adalah:
Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi pembelian adalah:
1.
1. Surat Permintaan PembelianSurat Permintaan Pembelian
Dokumen ini erupakan formulir yang diisi oleh fungsi guddang atau fungsi
Dokumen ini erupakan formulir yang diisi oleh fungsi guddang atau fungsi
pemakai
pemakai barang barang untuk untuk meminta meminta fungsi fungsi pembelian pembelian melakukan melakukan pembelian pembelian barangbarang
dengan jenis, jumlah, dan mutuseperti yang tersebut dalam surat tersebut. Surat
dengan jenis, jumlah, dan mutuseperti yang tersebut dalam surat tersebut. Surat
permintaan
permintaan pembelian pembelian ini ini biasanya biasanya dibuat dibuat 2 2 lembar lembar untuk untuk setiap setiap permintaan, permintaan, satusatu
lembar untuk fungsi pembelian, dan tembusannya untuk arsip fungsi yang meminta
lembar untuk fungsi pembelian, dan tembusannya untuk arsip fungsi yang meminta
barang.
barang.
2.
2. Surat Permintaan Penawaran Harga.Surat Permintaan Penawaran Harga.
Dokumen ini digunakan untuk meminta penawaran harga bagi barang yang
Dokumen ini digunakan untuk meminta penawaran harga bagi barang yang
pengadaannya
pengadaannya tidak tidak bersifat bersifat berulangkali berulangkali terjadi, terjadi, yang yang menyangkut menyangkut jumlah jumlah rupiahrupiah
pembelian yang besar.
pembelian yang besar.
3.
3. Surat Order Pembelian.Surat Order Pembelian.
Dokumen ini digunkan untuk memesan barang kepada pemasok yang telah dipilih.
Dokumen ini digunkan untuk memesan barang kepada pemasok yang telah dipilih.
Dokumen ini terdiri dari berbagai tembusan dengan fungsi sebagai berikut:
Dokumen ini terdiri dari berbagai tembusan dengan fungsi sebagai berikut:
o
o Surat Order Pembelian. Dokumen ini merupakan lembar pertama surat orderSurat Order Pembelian. Dokumen ini merupakan lembar pertama surat order
pembelian
pembelian yang yang dikirimkan dikirimkan kepada kepada pemasok pemasok sebagai sebagai order order resmi resmi yangyang
dikeluarkan oleh perusahaan.
dikeluarkan oleh perusahaan.
o
o Tembusan Pengakuan Oleh Pemasok. Tembusan surat order pembelian iniTembusan Pengakuan Oleh Pemasok. Tembusan surat order pembelian ini
dikirimkan kepada pemasok, dimintakan tanda tangan dari pemasok tersebut
dikirimkan kepada pemasok, dimintakan tanda tangan dari pemasok tersebut
dan dikirim kembali ke perusahaann sebagai bukti telah diterima dan
dan dikirim kembali ke perusahaann sebagai bukti telah diterima dan
disetujuinya order pembelian, serta kesanggupan pemasok memenuhi janji
disetujuinya order pembelian, serta kesanggupan pemasok memenuhi janji
pengiriman barang seperti tersebut dalam dokumen tersebut.
pengiriman barang seperti tersebut dalam dokumen tersebut.
o
o Tembusan Bagi Unit Permintaan Barang. Tembusan ini dikirimkan kepadaTembusan Bagi Unit Permintaan Barang. Tembusan ini dikirimkan kepada
fungsi yang meminta pembelian bahwa barang
fungsi yang meminta pembelian bahwa barang yang dimintanya telah dipesan.yang dimintanya telah dipesan.
o
o Arsip Tanggal Penerimaan. Tembusan surat order pembelian ini disimpan olehArsip Tanggal Penerimaan. Tembusan surat order pembelian ini disimpan oleh
fungsi pembelian menurut tanggal penerimaan barang yang diharapkan,
fungsi pembelian menurut tanggal penerimaan barang yang diharapkan,
sebaggi dasar untuk mengadakan tindakan penyelidikan jika baarang tidak
o
o Arsip Pemasok. Tembusan surat order pemelian ini disimpan oleh fungsiArsip Pemasok. Tembusan surat order pemelian ini disimpan oleh fungsi
pembelian
pembelian menurut menurut nama nama pemasok pemasok sebagi sebagi dasar dasar untuk untuk mencari mencari informasiinformasi
mengenai pemasok.
mengenai pemasok.
o
o Tembusan Fungsi Penerimaan. Tembusan surat order pembelian ini dikirim keTembusan Fungsi Penerimaan. Tembusan surat order pembelian ini dikirim ke
fungsi penerimaan sebagai otorisasi untuk menerima barang yang jenis,
fungsi penerimaan sebagai otorisasi untuk menerima barang yang jenis,
spesifikasi, mutu, kuantitas, dan pemasoknya seperti tercantum dalam
spesifikasi, mutu, kuantitas, dan pemasoknya seperti tercantum dalam
dokumen tersebut. Dalam sistem penerimaan buta (blind receiving system),
dokumen tersebut. Dalam sistem penerimaan buta (blind receiving system),
kolom kuantitas dalam tembusan ini dblok hitam agar kuantitas yang dipesan
kolom kuantitas dalam tembusan ini dblok hitam agar kuantitas yang dipesan
yang dicantumkan dalam surat order pembelian tidak terekam dalam tembusan
yang dicantumkan dalam surat order pembelian tidak terekam dalam tembusan
yang dikirimkan ke fungsi penerimaan. Hal ini dimaksudkan agar fungsi
yang dikirimkan ke fungsi penerimaan. Hal ini dimaksudkan agar fungsi
penerimaan dapat
penerimaan dapat benar-benar melakukan benar-benar melakukan perhitungan dan perhitungan dan pengecekan barangpengecekan barang
yang diterima dari pemasok.
yang diterima dari pemasok.
o
o Tembusan Fungsi Akuntansi. Tembusan surat order pembelian dikirim keTembusan Fungsi Akuntansi. Tembusan surat order pembelian dikirim ke
fungsi akuntansi sebagai salah satu dasar untuk mencatat kewajiba yang timbul
fungsi akuntansi sebagai salah satu dasar untuk mencatat kewajiba yang timbul
dari transaksi pembelian.
dari transaksi pembelian.
4.
4. Laporan Penerimaan BarangLaporan Penerimaan Barang
Dokumen ini dibuat oleh fungsi penerimaan untuk menunjukkan bahwa barang
Dokumen ini dibuat oleh fungsi penerimaan untuk menunjukkan bahwa barang
yang diterima dari pemasok telah memenuhi jenis, spesifikasi, mutu, dan kuantitas
yang diterima dari pemasok telah memenuhi jenis, spesifikasi, mutu, dan kuantitas
seperti tercantum dalam surat order pembelian.
seperti tercantum dalam surat order pembelian.
5.
5. Surat Perubahan Order Pembelian.Surat Perubahan Order Pembelian.
Kadangkala diperlukan perubahan terhadap isi surat order pembelian yang
Kadangkala diperlukan perubahan terhadap isi surat order pembelian yang
sebelumnya diterbitkan. Biasanya perubahan tersebut diberitahukan kepada pemasok
sebelumnya diterbitkan. Biasanya perubahan tersebut diberitahukan kepada pemasok
secara resmi dengan menggunakan surat perubahan order pembelian.
secara resmi dengan menggunakan surat perubahan order pembelian.
6.
6. Bukti Kas KeluarBukti Kas Keluar
Dokumen ini juga berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas untuk pembayaran
Dokumen ini juga berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas untuk pembayaran
utang kepada pemasok dan yang sekaligus berfungsi sebagai surat pemberitahuan
utang kepada pemasok dan yang sekaligus berfungsi sebagai surat pemberitahuan
kepada kreditur mengenai maksud pembayaran.
kepada kreditur mengenai maksud pembayaran.
2.6.
2.6. Catatan Akuntansi Yang DigunakanCatatan Akuntansi Yang Digunakan
Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian adalah
Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian adalah
1.
1. Register Bukti Kas Keluar (voucher register) adalah jurnal yang dipakai untukRegister Bukti Kas Keluar (voucher register) adalah jurnal yang dipakai untuk
mencatat transaksi pembelian.
3.
3. Kartu Utang adalah buku pembantu yang digunakan untuk mencatat utang kepadaKartu Utang adalah buku pembantu yang digunakan untuk mencatat utang kepada
pemasok.
pemasok.
4.
4. Kartu Persediaan, kartu persediaan digunkan untuk mencatat harga pokokKartu Persediaan, kartu persediaan digunkan untuk mencatat harga pokok
persediaan yang dibeli.
persediaan yang dibeli.
2.7.
2.7. Unsur Pengendalian InternUnsur Pengendalian Intern
➢
➢ OrganisasiOrganisasi
1.
1. Fungsi Pembelian Harus Terpisah Dari Fungsi Penerimaan. Pemisahan keduaFungsi Pembelian Harus Terpisah Dari Fungsi Penerimaan. Pemisahan kedua
fungsi ini dimaksudkan untuk menciptakan pengecekan intern dalam
fungsi ini dimaksudkan untuk menciptakan pengecekan intern dalam
pelaksanaan
pelaksanaan transaksi transaksi pembelian. pembelian. Pemisahaan Pemisahaan kedua kedua fungsi fungsi ini ini akanakan
mengurangi resiko diterimanya barang yang:
mengurangi resiko diterimanya barang yang:
a.
a. Tidak dipesan oleh perusahaan.Tidak dipesan oleh perusahaan.
b.
b. Jenis, spesifikasi, kuantitas, dan mutu barangnya tidak sesuai denganJenis, spesifikasi, kuantitas, dan mutu barangnya tidak sesuai dengan
yang dipesan oleh perusahaan.
yang dipesan oleh perusahaan.
c.
c. Tidak sesuai saatnya dengan waktu yang ditentukan dalam surat orderTidak sesuai saatnya dengan waktu yang ditentukan dalam surat order
pembelian.
pembelian.
2.
2. Fungsi Akuntansi Harus Terpisah Dari Fungsi Akuntansi. Hal ini dimaksudkanFungsi Akuntansi Harus Terpisah Dari Fungsi Akuntansi. Hal ini dimaksudkan
untuk menjaga kekayaan perusahaan dan menjamin ketelitian dan keandalan
untuk menjaga kekayaan perusahaan dan menjamin ketelitian dan keandalan
data akuntansi.
data akuntansi.
3.
3. Fungsi Penerimaan Harus Terpisah Dari Fungsi Penyimpanan Barang.Fungsi Penerimaan Harus Terpisah Dari Fungsi Penyimpanan Barang.
Pemisahan kedua fungsi tersebut akan mengakibatkan penyerahan
Pemisahan kedua fungsi tersebut akan mengakibatkan penyerahan
masing-masing kegiatan tersebut ke tangan fungsi yang ahli dalam bidangnya,
masing kegiatan tersebut ke tangan fungsi yang ahli dalam bidangnya,
sehingga informasi penerimaan barang dan pesediaan barang yang disimpan ke
sehingga informasi penerimaan barang dan pesediaan barang yang disimpan ke
gudang dijamin ketelitian dan keandalannya.
gudang dijamin ketelitian dan keandalannya.
4.
4. Transaksi pembelian harus dilaksanakan oleh fungsi gudang, fungsi pembelian,Transaksi pembelian harus dilaksanakan oleh fungsi gudang, fungsi pembelian,
fungsi penerimaan, fungsi akuntansi. Tidak ada transaksi pembelian yang
fungsi penerimaan, fungsi akuntansi. Tidak ada transaksi pembelian yang
dilaksanakan secara lengkap oleh hanya satu fungsi tersebut.
dilaksanakan secara lengkap oleh hanya satu fungsi tersebut.
Setiap pelaksanaan transaksi selalu akan tercipta internal check yang
Setiap pelaksanaan transaksi selalu akan tercipta internal check yang
mengakibatkan pekerjaan karyawan atau fungsi yang satu dicek keetelitian dan
mengakibatkan pekerjaan karyawan atau fungsi yang satu dicek keetelitian dan
keandalannya oleh karyawan atau fungsi yang lain.
➢
➢ Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan.Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan.
1.
1. Surat permintaan pembelian siotorisasi oleh fungsi gudang, untuk barangSurat permintaan pembelian siotorisasi oleh fungsi gudang, untuk barang
yang disimpan dalam gudang, atau oleh fungsi pemakai barang, untuk
yang disimpan dalam gudang, atau oleh fungsi pemakai barang, untuk
barang yang langsung
barang yang langsung pakai.pakai.
2.
2. Surat order pembelian diotorisasi oleh fungsi pembelian atau pejabat yangSurat order pembelian diotorisasi oleh fungsi pembelian atau pejabat yang
lebih tinggi. Surat order pembelian merupakan awal transaksi pengadaan
lebih tinggi. Surat order pembelian merupakan awal transaksi pengadaan
baran.
baran. Dengan Dengan surat surat order order pembelian pembelian inilah inilah perusahaan perusahaan memulai memulai prosesproses
pengadaan
pengadaan barang barang yang yang akan akan berakibat berakibat terhadap terhadap diterimanya diterimanya barang barang yangyang
dibeli dan timbulnya kewajiban perusahaan kepada pihak luar. Dan untuk
dibeli dan timbulnya kewajiban perusahaan kepada pihak luar. Dan untuk
mengurangi diterimanya barang dan timbulnya kewajiban yang tidak
mengurangi diterimanya barang dan timbulnya kewajiban yang tidak
dibutuhkan oleh perusahaan.
dibutuhkan oleh perusahaan.
3.
3. Laporan penerimaan barang diotorisasi oleh fungsi penerimaan barang.Laporan penerimaan barang diotorisasi oleh fungsi penerimaan barang.
4.
4. Bukti kas keluar diotorisasi oleh fungsi akuntansi atau pejabat yang lebihBukti kas keluar diotorisasi oleh fungsi akuntansi atau pejabat yang lebih
tinggi.
tinggi.
Dalam transaksi pembelian, fungsi akuntansi menerima berbagai dokumen
Dalam transaksi pembelian, fungsi akuntansi menerima berbagai dokumen
dari berbagai sumber berikut ini:
dari berbagai sumber berikut ini:
a.
a. Copy surat order pembelian dari fungsi pembelian yang merupakanCopy surat order pembelian dari fungsi pembelian yang merupakan
bukti bahwa perusahaan tersebut telah memesan barang dengan jumlah,
bukti bahwa perusahaan tersebut telah memesan barang dengan jumlah,
jenis
jenis spesifikasi, spesifikasi, kuantitas kuantitas dan dan mutu mutu barang, barang, serta serta waktu waktu penyerahanpenyerahan
seperti tercantum dalam dokumen tersebut.
seperti tercantum dalam dokumen tersebut.
b.
b. Copy laporan penerimaan barang dari fungsi penerimaan yangCopy laporan penerimaan barang dari fungsi penerimaan yang
merupakan I bahwa barang yang telah dipesan telah diterima dan sesuai
merupakan I bahwa barang yang telah dipesan telah diterima dan sesuai
barang yang dipesan dalam surat order pembelian.
barang yang dipesan dalam surat order pembelian.
c.
c. Faktur dari pemasok yang merupakan bukti timbulnya kewajibanFaktur dari pemasok yang merupakan bukti timbulnya kewajiban
perusahaan
perusahaan akibat akibat telah telah dipesannya dipesannya barang barang dan dan telah telah diterimanyaditerimanya
barang yang dipesan.
barang yang dipesan.
5.
5. Pencatatan terjadinya utang didasarkan pada bukti kas keluar yang didukungPencatatan terjadinya utang didasarkan pada bukti kas keluar yang didukung
dengan surat order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur dari
dengan surat order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur dari
pemasok.
pemasok.
6.
6. Pencatatan kedaalm kartu utang dan register bukti kas keluar (voucher register)Pencatatan kedaalm kartu utang dan register bukti kas keluar (voucher register)
diotorisasi oleh fungsi akuntansi.
➢
➢ Praktik yang sehatPraktik yang sehat
1.
1. Surat permintaan pembelianbernomor urut tercetak dengan pemakaiannyaSurat permintaan pembelianbernomor urut tercetak dengan pemakaiannya
dipertanggungjawabkan oleh fungsi gudang.
dipertanggungjawabkan oleh fungsi gudang.
Untuk menciptakan praktik yang sehat formulir penting yang digunakan
Untuk menciptakan praktik yang sehat formulir penting yang digunakan
dalam perusahaan harus bernomor urut cetak dan penggunaan nomor urut
dalam perusahaan harus bernomor urut cetak dan penggunaan nomor urut
tersebut dipertanggungjawabkann oleh manajer yang memilki wewenang
tersebut dipertanggungjawabkann oleh manajer yang memilki wewenang
untuk menggunakan formulir tersebut.
untuk menggunakan formulir tersebut.
2.
2. Surat order pembelian bernomor urut tercetak dengan pemakaiannyaSurat order pembelian bernomor urut tercetak dengan pemakaiannya
dipertanggungjawabkan oleh fungsi pembelian.
dipertanggungjawabkan oleh fungsi pembelian.
Pemasok harus dipilih berdasarkan perbandingan penawaran harga
Pemasok harus dipilih berdasarkan perbandingan penawaran harga
bersaing yang diterima dari berbagai pemasok.
bersaing yang diterima dari berbagai pemasok.
3.
3. Laporan penerimaan barang bernomor urut tercetak dan pemakaiannyaLaporan penerimaan barang bernomor urut tercetak dan pemakaiannya
dipertanggungjawabkan oleh fungsi penerimaan.
dipertanggungjawabkan oleh fungsi penerimaan.
4.
4. Pemasok dipilih berdasarkan jawaban penawaran harga bersaing dariPemasok dipilih berdasarkan jawaban penawaran harga bersaing dari
berbagai pemasok.
berbagai pemasok.
5.
5. Barang hanya diperiksa dan diterima oleh fungsi penerimaan jika fungsi iniBarang hanya diperiksa dan diterima oleh fungsi penerimaan jika fungsi ini
telah menerima tembusan surat order pembelian dari fungsi pembelian.
telah menerima tembusan surat order pembelian dari fungsi pembelian.
6.
6. Fungsi penerimaan melakukan pemeriksaan barang yang diterima dariFungsi penerimaan melakukan pemeriksaan barang yang diterima dari
pemasok
pemasok dengan dengan cara cara menghitung menghitung dan dan menginspeksi menginspeksi barang barang tersebut tersebut dandan
membandingkannya dengan tembusan surat order pembelian.
membandingkannya dengan tembusan surat order pembelian.
Agar perusahaan dapat memperoleh barang yang dibeli sesuai dengan yang
Agar perusahaan dapat memperoleh barang yang dibeli sesuai dengan yang
dipesan, fungsi penerimaan harus melakukan pemeriksaan terhadap barang
dipesan, fungsi penerimaan harus melakukan pemeriksaan terhadap barang
yang diterima dari pemasok denan cara menghitung dan menginspeksi
yang diterima dari pemasok denan cara menghitung dan menginspeksi
barang
barang tersebut tersebut serta serta membandingkannya membandingkannya dengan dengan tembusan tembusan surat surat orderorder
pembelian.
pembelian.
7.
7. Terdapat pengecekan terhadap harga, syarat pembelian, dan ketelitianTerdapat pengecekan terhadap harga, syarat pembelian, dan ketelitian
perkalian
perkalian dalam dalam faktur faktur dari dari pemasok pemasok sebelum sebelum faktur faktur tersebut tersebut diprosesdiproses
untuk dibayar.
untuk dibayar.
8.
8. Catatan yang berfungsi sebagai buku pembentu utang secara periodikCatatan yang berfungsi sebagai buku pembentu utang secara periodik
direkonsiliasi dengan rekening kontrol utang dalam buku besar.
direkonsiliasi dengan rekening kontrol utang dalam buku besar.
Dengan demikian untuk mengecek ketelitian data akuntansi yang dicatat di
Dengan demikian untuk mengecek ketelitian data akuntansi yang dicatat di
rekening kontrol utang dalam buku besar, praktik yang sehat emngharuska
rekening kontrol utang dalam buku besar, praktik yang sehat emngharuska
secara periodik diadakan rekonsiliasi antara jumlah utang menurut arsip
bukti kas
bukti kas keluar keluar yang belum dibayar yang belum dibayar dengan rekening dengan rekening kontrol utang kontrol utang dalamdalam
buku besar.
buku besar.
9.
9. Pembayaran faktur dari pemasok dilakukan sesuai dengan syaratPembayaran faktur dari pemasok dilakukan sesuai dengan syarat
pembayaran
pembayaran guna guna mencegah mencegah hilangnya hilangnya kesempatan kesempatan untuk untuk memperolehmemperoleh
potongan tunai.
potongan tunai.
10.
10. Bukti kas keluar beserta dokumen pendukungnya dicap “lunas” oleh fungsiBukti kas keluar beserta dokumen pendukungnya dicap “lunas” oleh fungsi
peneluaran kas setelah cek dikirimkan kepada pemasok.
BAB III BAB III PENUTUP PENUTUP 3.1.1. 3.1.1. KesimpulanKesimpulan
Sistem akuntansi pembelian digunakan untuk melaksanakan pengadaan barang
Sistem akuntansi pembelian digunakan untuk melaksanakan pengadaan barang
kebutuhan perusahaan. Jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi kemudian
kebutuhan perusahaan. Jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi kemudian
adalah : prosedur pembelian, prosedur permintaan penawaran harga, dan pemilihan
adalah : prosedur pembelian, prosedur permintaan penawaran harga, dan pemilihan
pemasok,
pemasok, prosedur prosedur order order pembelian, pembelian, prosedur prosedur penerimaan penerimaan barang, barang, prosedur prosedur pencatatanpencatatan
utang, dan prosedur distribusi pembelian.
utang, dan prosedur distribusi pembelian.
Perusahaan seringkali menentukan jenjang wewenang dalam pemilihan pemasok
Perusahaan seringkali menentukan jenjang wewenang dalam pemilihan pemasok
sehingga sistem akuntansi pembelian dibagi menjadi sebagai berikut : (1) sistem
sehingga sistem akuntansi pembelian dibagi menjadi sebagai berikut : (1) sistem
akuntansi pembelian dengan pengadaan langsung, (2) sistem akuntansi pembelian
akuntansi pembelian dengan pengadaan langsung, (2) sistem akuntansi pembelian
dengan menunjukkan langsung, (3) surat order pembelian, (4) laporan penerimaan
dengan menunjukkan langsung, (3) surat order pembelian, (4) laporan penerimaan
barang,
barang, (5) (5) surat surat perubahan perubahan order, order, (6) (6) bukti bukti kas kas keluar. keluar. Catatan Catatan akuntansi akuntansi yangyang
digunakan untuk mencatat transaksi pembelian adalah: (1) register bukti kas keluar
digunakan untuk mencatat transaksi pembelian adalah: (1) register bukti kas keluar
(voucher register), (2) jurnal pembelian, (3) kartu utang, (4) kartu persediaan.
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
Krismiaji. 2015. Sistem Informasi Akuntansi Edisi Empat. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Krismiaji. 2015. Sistem Informasi Akuntansi Edisi Empat. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Mulyadi. 2017. Sistem Akuntansi Edisi Empat. Jakarta: Salemba Empat.
Mulyadi. 2017. Sistem Akuntansi Edisi Empat. Jakarta: Salemba Empat.
Romney, Marshall B., Paul John Steibart. 2014. Sistem Informasi Akuntansi Edisi 13.
Romney, Marshall B., Paul John Steibart. 2014. Sistem Informasi Akuntansi Edisi 13.
Jakarta: Salemba Empat.