• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

I I I

I

VOL. lV NO. 2, Agustus 2004

fSSN: 1412-1131

EFISIENSI

K a j i a n llmu Administrasi

Program

studi Pendidikan

Administrasi

perkantoran

F a k u l t a s

l l m u S o s i a l

(2)

VOL : lV NO : 2, Agustus 2004

fSSN: 1412-1131

DAFTAR ISI

HALAMAN

JUDUL _-..---

I

i i

iii

1 - 1 4

1 5 - 2 3

2 4 - 3 7

3 8 - 5 0

5 1 -6 2

6 3 - 7 6

7 7 - 8 7

8 8 - 9 8

KATA PENGANTAR

DAFTAR

ISI

Organisasi---

Efektif--Reformasi

Tahun

1998

-Oleh : Argo Pambudi

1. Manajemen

Bisnis

dan ldeaf

isme Pendidikan

Oleh : Ki lsmara

2. urgensi

Kesekretariatan

Dalam Proses pengembangan

Oleh : Rosidah

3. Meningkatkan

Efektifitas

Komunikasi

Kantor

Oleh: Lena Satlita

4. Landasan

Teori Dalam Pembuatan

Kebijakan

Pembangunan

(Suatu

Telaah

Administrasi

Negara)

--Oleh: Sugi Rahayu

5. Meningkatkan

Kinerja

Dan Mengelola

Tim Secara

Oleh : Didi Wahyu Sudirman

6. Manajemen

Pekerjaan

Kantor

Oleh : Joko Kumoro

Manajemen

Aliran

Informasi

Untuk

Peningkatkan

tfi

nerja

Organisasi---Oleh

: Suranto

AW

Potret

Masalah

Perburuhan

di Indonesia

Pasca

7 .

8 .

(3)

I

I

I

3 8

LANDASAN TEORI DALAM PEMBUATAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN (Suatu Telaah Administrasi Negara)

Oleh : Sugi Rahayu Abstrak

semua negara selalu berkeinginan agar rakyatnya hidup daram keadilan, kemakmuran, kedamaian dan kesejahteraan lahir dan batin. Pembangunan merupakan suatu upaya untuk melakukan perubahan menuju kepada suatu kondisi dan situasi kehidupan yang lebih baik untuk mendekatkan kepada cita-cita yang ingin dicapai oleh negara yang bersangkutan. Penelitian yang telah banyak dilakukan menunjukkan bahwa pembangunan yang terlalu bias ekonomi tidak mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat yang 'merupakan

subyek dan tujuan pembangunan. Karena keberhasilan dan kemajuan pembangunan ekonomi ternyata tidak diikuti oleh kemajuan-kemajuan sosial secara seimbang.

Kekurangberhasilan upaya pembangunan yang terraru menekankan aspek ekonomi di banyak negara sedang berkembang menunjukkan perhatian yang lebih besar terhadap aspek pembangunan yang lebih luas. Oleh karena itu perlu dicari model pembagunan yang dapat dipahami sebagai suatu proses yang berdimensi jamak (multi dimensions), dengan memperhatikan (a) sasaran haruslah penduduk termiskin; (b) perluasan kesempatan kerja harus menjadi tujuan utama pembangunan, karena kesempatan kerja ini akan mempengaruhi distribusi pendapatan dan hasil pembangunan; (c) Ketergantungan kepada Negara asing haruslah dikurangi, dan kemandirian harus mendapat perhatian utarna; (d) Pemerataan pendapatan harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin.

Pendahuluan

Tidak ada satupun negara di dunia ini yang tidak menginginkan rakyatnya merasakan kehidupan yang adil, makmur, damai dan

Vol. IV No : 2 Agustus 2004 38 : 50

sejahtera secara lahir dan batin. Terlebih bagi negara miskin atau biasa disebut sebagai negara yang sedang berkembang (developing

countries). Selama ini

negara-ne-gara tersebut dililit oleh ketidak-berdayaan sebagai akibat dari ke-miskinan dan keterbelakangan. Cita+ita tersebut tentunya sangat didambakan.

Keprihatinan terhadap nega-ra sedang berkembang ini tidak ha-nya datang dari orang-orang atau ahli-ahli yang berasal dari dafam negara tersebut, tetapi juga datang dari luar negara tersebut. Hal ini terlihat dari banyaknya konsep ha-sil pemikiran mereka tentang pem-bangunan bagi negara sedang ber-kembang, seperti misalnya D.C. Korten dan R. Klaus dengan teori-nya " People Centered Develop-ment', Hirschman dengan teori "Di-ffusionisme", dan Siebert dengan "General Theory"nya. Pembangu-nan merupakan suatu upaya untuk melakukan perubahan menuju pada suatu kondisi dan situasi ke-hidupan yang lebih baik untuk mendekatkan kepada cita-cita yang ingin dicapai oleh negara yang ber-sangkutan. Oleh karena itu pemba-ngunan harus dipahami sebagai suatu proses yang berdimensi ja-mak (m u lti d i mensions).

Selama ini pembangunan, terutama di Indonesia, terlalu me-nekankan kepada dimensi ekono-mi. Penelitian yang telah banyak dilakukan menunjukkan bahwa pembangunan yang terlalu bias ekonomi tidak mampu meningkat-kan kesejahteraan rakyat yang

(4)

,la

)r-

te-iia

yang disebabkan oleh urbani-sasi, seperti kerawanan social, kemacetan jalan, dan juga ke-sempatan kerja yang semakin sempit. Untuk itu perlu dilakukan kebijakan penghambatan baik secara langsung maupun tidak langsung. (Simons, A.B. dalam Todaro, 1983 Bab 7). Secara tidak langsung daPat dilakukan dengan membangun desa men-jadi kota-kota satelit, mendistri-busikan pekerjaan dan peruma-han di luar pusat kota. Secara langsung, yaitu menerapkan ke-bijakan kota tertutuP.

Kesimpulan

Pembangunan yang bersifat unidimensional dengan menekan-kan pembangunan ekonomi ternYa-ta tidak membawa bangsa kePada suatu taraf pembangunan yang le-bih tinggi karena banyak masalah yang belum dapat terPecahkan sehingga perlu dilakukan peninjau-an kembali nakikat Pembangunan yang direncanakan. Oleh karena itu perlu dicari model pembagunan yang dapat dipahami sebagai su-atu proses yang berdimensi jamak (nulti dimenslons), dengan mem-perhatikan (a) Sasaran haruslah penduduk termiskin; (b) Perluasan kesempatan kerja harus menjadi tujuan utama pembangunan, kare-na kesempatan kerja ini akan mempengaruhi distribusi

penda-49

patan dan hasil pembangunan; (c) Ketergantungan kepada Negara asing haruslah dikurangi, dan ke-mandirian harus mendapat perha-tian utama; (d) Pemerataan penda-patan harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin.

Dalam merumuskan keblja-kan pembangunan berdimensi ja-mak Pemerintah atau Policy Ma-kers perlu mempertimbangkan be-berapa aspek, yaitu: (1) faktor ma-nusia sebagai subyek pembangu-nan harus ditingkatkan kualitasnya, (2) perlunya desentralisasi pemba-ngunan, (3) pemberian kesempa-tan kepada masyarakat, (3) me-ngurangi peran dominan Peme-rintah Pusat dalam pembangunan, dan (4) perlunya merubah konsen-trasi pembangunan spasial.

Daftar Pustaka

Brown, L.R. 1987. Dunia Penuh Ancaman. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Goulet, D. 1979. "DeveloPment as Liberation: Policy Lesson from Case Studies". Daiam Wodd Development, 7' 555-566.

Korten, D.C. 1984. PeoPle' Centered DeveloPment: toward a framework West Hartford, Conn.: Kumarian Press.

Landasan Teori Dalam Pembuatan Kebiiakan Pembangunart (9uatu Telaqh Aclminislrasi Neqaral (Suqi tr:ibpy")

rs

di- )ip- ,Il9- gili- em-dan h a
(5)

Mabogunje, A. L. 1 989. The Development Process: a spatial perspective. London: Unwin Press. Chapter 1 &2. Miftah Thoha. 1992.

Dimensi-Dimensi Prima llmu Admi-nistrasi Negara. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Mulyarto Tj. 1995. Konsep dan lsu

Pembangunan Nasional. Yogyakarta: MAP UGM.

Vol. lV No : 2 Agusfus 2A04 38 : 50

Pernia, Ernesto M. 1994. /ssues of Urban and Spatial Develop-ment. Dalam Urban Povefi in Asia: a Suruey of Citical /ssues. Hongkong: Oxford University Press: 53-77 . Todaro, Michael P. 1989.

Economic Develapment in the Third Wortd. New York: Longman Group Limited, Terjemahan oleh Burhanu-ddin Abdullah dan Harris Munandar. Jakarta: Penerbit Erlangga, 1995.

Biodata Penulis

Sugi Rahayu, M.Si adalah salah satu staf pengajar pada program studi Pendidikan Administrasi Perkantoran FIS UNY

II,IENINGKATKAN KINER

TIM SECARI

Oleh Didi Wahyu

Abstrak

. Orang bergabung dengan kelo

akan rasa aman, status, harga d prestasi. Dafam haf ini banyak org

mef aksanakan tugastugas organisar

Tim kerja adalah kelompok fi

individu terpisah dan bertanggung

sasaran. Dengan demikian semua t

hanya kelompok-kelompok formal ya

Untuk mengembangkan tim aga

tim harus mengetahui dan mema

harapannya, peran khusus apa yang

memberi kesempatan para anggota

mencapai sasaran, bertanggungjawa

hal mengelofa tim agar tebin ifeft

keempat fungsi dasar manjemen ; 1

pemimpinan dan pengendafian.

Pendahuluan

Meskipun organisasi-organisa_

si dikelola dengan baik, belum tentu

selalu bekerja secara efisien dan efektif. Banyak masalah-masalah

yang dihadapi organisasi berkait

de-ngan masalah-masalah sumber daya

organisasi tersebut. Oleh karena itu

pil?k manajemen harus mampu

me-ngidentifikasi masalah-masalah yang

bisa menghambat kinerja organisasi.

(

I

Referensi

Dokumen terkait

Solusi / upaya mengatasi masalah Kependudukan -Persebaran Penduduk -Kualitas Penduduk Ceramah ,diskusi dan tugas W-1 8 UJIAN TENGAH SEMESTER 9 Mengidentifikasi masalah Lingkungan

Masalah kependudukan di Indonesia tidak hanya besarnya jumlah dan tingginya angka pertumbuhan penduduk saja, tetapi juga masalah persebaran penduduk yang kurang

Sebagian penduduk yang lain memanfaatkan buah kelapa tersebut untuk usaha makanan tradisioanl yang dinamakan dengan geplak Ada juga beberapa penduduk yang

pemecahan masalah yang cocok serta prestasi individu dalam sebagian besar tugas-tugas belajar.  Perbedaan kecerdasan

dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran seperti standar hasil kerja, target atau

 Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.  Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya

 Adalah pilihan kata yang digunakan  Pilihan kata harus tepat, jelas (mudah. dipahami pendengar, yaitu

Karena bagian yang paling kanan merupakan polinomial orde satu, maka selanjutnya dicari hasil bagi 1 oleh D 2 + 2Dj + 8 (pembagian dihentikan setelah diperoleh derajat