Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN
SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA
TANAMAN SAYURAN ORGANIK
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat memperoleh gelar Sarjana Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri
Oleh
RAHMAT HIDAYAT
0811769
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI AGROINDUSTRI
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA KERJASAMA
DENGAN PPPPTK PERTANIAN CIANJUR
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Hubungan Hasil Belajar Siswa Tentang Pembiakan Tanaman
Secara Generatif Terhadap Minat Merintis Usaha Budidaya
Tanaman Sayuran Organik
Oleh
Rahmat Hidayat
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Teknologi Kejuruan
© Rahmat Hidayat 2012
Universitas Pendidikan Indonesia
Desember 2012
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian,
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
LEMBAR PENGESAHAN
Rahmat Hidayat
0811769
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN
SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA
TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Pembimbing I
Dr. Ade Juwaedah, M.Pd. NIP. 1960050419860612002
Pembimbing II
Dewi Cakrawati, STP., M.Si. NIP. 198308242010122003
Mengetahui,
Ketua Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri
FPTK UPI
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA
TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Rahmat Hidayat
ABSTRAK
Proses pembelajaran di SMK Negeri 2 Subang Program Keahlian Agrobisnis Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (APTN) dengan proses pendekatan pembelajaran berbasis bisnis. Kegiatan pembelajaran siswa yang telah dilakukan ialah dengan melaksanakan usaha budidaya tanaman pangan dan hortikultura meliputi pengolahan tanah, pemberian pupuk dasar, penanaman, pemeliharaan tanaman, pemanenan, dan pemasaran hasil usaha budidaya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan hasil belajar siswa tentang pembiakan tanaman secara generatif terhadap minat merintis usaha budidaya tanaman sayuran organik, dan bagaimana keeratan hubunganya.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian statistik inferensial yaitu statistik parametris. Populasi semua kelas XI APTN SMKN 2 Subang sebanyak 29 responden, sehingga diambil sampel total/sensus. Alat pengumpul data menggunakan tes untuk hasil belajar dan angket untuk minat. Data diolah dengan analisis statistik yaitu analisis korelasi.
Hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa hasil belajar siswa dengan minat merintis usaha responden cenderung tinggi dan data berdistribusi normal. Hasil analisis korelasi product moment diperoleh thitung 0,5370 < ttabel 1,703, yang berarti
tidak terdapat hubungan hasil belajar dengan minat merintis usaha responden. Pengaruh hasil belajar responden terhadap minat merintis usaha sebesar 1,06%, sehingga disimpulkan bahwa pengaruhnya sangat lemah, diduga faktor lain lebih dominan dalam memunculkan minat responden. Sarannya perlu dilakukan penelitian ulang atau penelitian lanjutan dalam masalah yang sama.
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
RELATIONSHIP OF STUDENT LEARNING GENERATIVE PLANT BREEDING PIONEERING EFFORTS INTERESTS OF PLANT
VEGETABLES ORGANIC FARMING
Rahmat Hidayat
ABSTRACT
The learning process in SMK Negeri 2 Subang Skills Program Agribusiness Crop Production and Horticulture (APTN) and business process-based approach to learning. Student learning activities that have been done is to carry out the cultivation of food crops and horticulture include tillage, fertilizer base, planting, crop maintenance, harvesting, and marketing of farming.
This study aims to find out how much the relationship of student learning outcomes on the generative plant breeding to interest pioneer of organic vegetable farming, and how the closeness of the relationship.
The research method used in this research is to use research methods are statistical parametric inferential statistics. The population of all classes XI APTN SMKN 2 Subang by 29 respondents, so the total sample taken/census. Data collection tool used to test learning outcomes and questionnaire for the interest. The data is processed by statistical analysis of correlation analysis.
The results indicated that the learning outcomes of students with an interest in the business of the respondents tend to be high and the data were normally distributed. Product moment correlation analysis results obtained T-hitung 0.5370 < T-table 1.703, which means there is no relationship with the learning outcomes of interest in the business of the respondent. Influence respondents' interest in learning the results of pioneering efforts by 1.06%, so it was concluded that the effect is very weak, other factors thought to be more dominant in eliciting interest in the respondent. His advice is necessary to reset or advanced research studies in the same issue.
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
PERNYATAAN KEASLIAN
ABSTRAK
KATA PENGANTAR ... iii
UCAPAN TERIMAKASIH ... iv
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL ... viii
DAFTAR GAMBAR ... ix
DAFTAR LAMPIRAN ... x
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Identifikasi Masalah ... 4
C. Pembatasan Masalah ... 4
D. Perumusan Masalah ... 5
E. Tujuan Penelitian ... 5
F. Manfaat Penelitian ... 6
G. Penjelasan Judul Penelitian ... 6
H. Struktur Organisasi ... 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Hasil Belajar... 9
B. Minat Merintis Usaha ... 11
C. Pembiakan Tanaman Secara Generatif ... 15
D. Budidaya Tanaman Sayuran Pak Choy Organik ... 27
E. Penelitian Terdahulu ... 30
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
G. Hipotesis ... 32
BAB III METODOLOGI A. Lokasi dan Subyek Penelitian ... 33
B. Populasi dan Sampel ... 33
C. Desain Penelitian ... 34
D. Variabel Penelitian ... 35
E. Metode Penelitian ... 35
F. Instrumen Penelitian ... 36
G. Proses Pengembangan Instrumen ... 37
1. Validitas ... 37
2. Uji coba instrumen ... 38
3. Reliabitas ... 38
H. Analisis Data Penelitian ... 40
1. Teknik analisis data ... 40
2. Uji normalitas data ... 40
3. Uji kecenderungan... 42
4. Uji koefisien korelasi ... 42
5. Uji hipotesis... 43
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 45
A. Hasil Penelitian ... 45
1. Deskripsi data... 45
2. Hasil uji coba instrumen ... 45
3. Deskripsi data penelitian ... 47
4. Hasil analisa data ... 52
B. Pembahasan Hasil Penelitian ... 54
BAB V KESIMPULAN ... 61
DAFTAR PUSTAKA ... 63
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Daftar Penelitian terdahulu ... 30
Tabel 3.2 Interpretasi Tingkat Reliabilitas ... 40
Tabel 3.3 Kriteria Penafsiran Data ... 43
Tabel 4.4 Validitas Instrumen Uji Coba Variabel X ... 46
Tabel 4.5 Validitas Instrumen Uji Coba Variabel Y ... 46
Tabel 4.6 Distribusi frekuensi variabel X ... 48
Tabel 4.7 Menghitung skala skor variabel X ... 49
Tabel 4.8 Hasil uji kecenderungan variabel X ... 49
Tabel 4.9 Distribusi frekuensi variabel Y ... 50
Tabel 4.10 menghitung skala skor variabel Y ... 51
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1. Struktur Biji Jagung (Zea mays)... 16
Gambar 2.2 Paradigma Penelitian ... 31
Gambar 3.3 Hubungan Antar Variabel ... 35
Gambar 4.4 Distribusi Frekuensi Variabel X ... 48
Gambar 4.5 Prosentase Hasil Uji Kecenderungan Variabel X ... 49
Gambar 4.6 Distribusi Frekuensi Variabel Y ... 50
Gambar 4.7 Presentase Uji Kecenderungan Variabel Y ... 52
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran I. Kisi-Kisi Instrumen ... 67
Lampiran II. Instrumen Penelitian ... 69
Lampiran III. Silabus APTN SMKN 2 Subang ... 76
Lampiran IV. Perhitungan Validitas dan Reliabilitas ... 77
Lampiran V. Hasil Perhitungan ... 85
A. Uji Kecenderungan Data Variabel X dan Variabel Y ... 85
B. Uji Normalitas Data Variabel X dan Variabel Y ... 86
C. Perhitungan Koefisien Korelasi ... 93
D. Perhitungan Koefisien Determinasi ... 94
E. Uji hipotesis ... 94
Lampiran VI. Kartu Bimbingan ... 95
Lampiran VII. Surat-Surat ... 99
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan upaya menyiapkan siswa, menghadapi masa depan dan
perubahan masyarakat yang semakin pesat, termasuk di dalamnya perubahan ilmu
pengetahuan dan teknologi, maka perlu membangun suatu pendidikan yang mampu
mendukung masa depan. Pendidikan kejuruan bertujuan untuk meningkatkan
kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan peserta didik
untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan program
kejuruannya. Agar dapat bekerja secara efektif dan efisien serta mengembangkan
keahlian dan keterampilan, peserta didik harus memiliki stamina yang tinggi,
menguasai bidang keahliannya dan dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi,
memiliki etos kerja yang tinggi, dan mampu berkomunikasi sesuai dengan tuntutan
pekerjaannya, serta memiliki kemampuan mengembangkan diri. Struktur kurikulum
pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diarahkan untuk mencapai tujuan
tersebut.
Pendidikan SMK saat ini dipandang sebagai pendidikan yang paling sesuai
untuk tumbuh dan berkembangnya bakat dan minat siswa sesuai dengan
kemampuanya. Pembelajaran di SMK pada umumnya 60% praktik dan 40% teori,
tetapi dalam kenyataannya banyak SMK yang sampai 70% teori
(Sumber:edukasi.kompas.com). Untuk SMKN 2 Subang karena adanya pendekatan
2
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Secara fungsi, pembelajaran berbasis produksi dapat dijadikan tempat perwujudan
konsep link and match (keterkaitan dan kesepadanan) bagi SMK yang dikelola
dengan Dunia Usaha/Dunia Industri yang dilaksanakan dalam bentuk
prakerin/Pendidikan Sistem Ganda (PSG).
SMK Negeri 2 Subang Program Keahlian Agrobisnis Produksi Tanaman
Pangan dan Hortikultura (APTN) menerapkan sistem Teaching Factory dengan
proses pendekatan pembelajaran berbasis produksi dan kemudian dirubah menjadi
pembelajaran berbasis bisnis. Tujuan lulusan yang diharapkan mampu dalam
penguasaan teknologi sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha/Dunia Industri dan
membentuk sikap profesional/wirausahawan yang produktif (menghargai waktu,
jujur, percaya diri, menjunjung tinggi etika dan profesi, disiplin, cinta pekerjaan,
bertanggungjawab terhadap tugas dan mandiri). Hal itu tersirat di dalam UU
No.20/2003 Pasal 18 dan penjelasan Pasal 15 yang mengatur pendidikan menengah
kejuruan dan ini sejalan dengan isi kurikulum SMK edisi 2004, untuk mencapai
standar kompetensi yang ditetapkan di dalam kurikulum SMK substansi diklat
dikelompokkan dan diorganisasikan ke dalam program adaptif, normatif, dan
produktif. Pendekatan pembelajaran di SMK berupa pembelajaran berbasis
kompetensi yang menganut prinsip belajar tuntas (mastery learning) untuk dapat
menguasai sikap (attitude), ilmu pengetahuan (knowledge), dan keterampilan (skills)
agar dapat bekerja sesuai profesinya. Untuk dapat belajar tuntas, dikembangkan
prinsip pembelajaran yang salah satunya ialah Learning by doing (belajar melalui
aktivitas/kegiatan nyata, yang memberikan pengalaman belajar bermakna),
3
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Program Keahlian Agrobisnis Produksi Tanaman Pangan dan Hortikulutra
(APTN) SMKN 2 Subang memiliki tujuan untuk membekali peserta didik dengan
keterampilan, pengetahuan, dan sikap agar kompeten dalam hal-hal sebagai berikut:
1. Mengelola usaha agribisnis tanaman pangan dan hortikultura.
2. Mengelola usaha penangkaran benih dan bibit tanaman pangan dan hortikultura.
3. Mengelola usaha jasa sewa alat mesin budidaya tanaman.
4. Mengelola usaha kios sarana produksi tanaman.
5. Mengelola usaha pemasaran hasil-hasil tanaman pangan dan hortikultura.
6. Melaksanakan teknik budidaya tanaman pangan dan hortikultura
Tujuan program keahlian APTN SMKN 2 Subang mengrahkan siswa agar bisa
mandiri dengan pendekatan proses pembelajaran berbasis bisnis, seperti
melaksanakan usaha budidaya tanaman pangan dan hortikultura meliputi pengolahan
tanah, pemberian pupuk dasar, penanaman, pemeliharaan tanaman, pemanenan, dan
pemasaran. Kegiatan pembelajaran berbasis bisnis ini memang baik untuk
kemandirian siswa, akan tetapi aktivitas belajar di dalam kelas untuk memenuhi
kebutuhan teori mata pelajaran produktif kurang. Ketidak seimbangnya aktivitas
belajar teori dengan praktik membuat siswa merasa jenuh, karena tidak memberikan
gambaran keutuhan teori yang konseptual terhadap kegiatan usaha budidaya tanaman
tersebut.
Hasil belajar siswa mengenai pembiakan tanaman secara generatif yang
diperoleh melalui pembelajaran berbasis bisnis, diduga memiliki hubungan terhadap
minat untuk merintis usaha. Berdasarkan hasil penelitian Guntoro (2007) bahwa ada
4
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Yapin Bekasi. Sebanyak 56% siswa memiliki minat yang tinggi dan 36% dalam
kategori sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa secara psikologis sebagian besar
siswa memiliki keinginan yang tinggi untuk berwirausaha dan didukung dengan
usaha yang tinggi untuk menjaga kondisi fisik serta mendapat dorongan dari
lingkungan baik keluarga, sekolah dan masyarakat. Semakin tinggi prestasi praktik
industri akan diikuti dengan peningkatan minat berwirausaha siswa.
Sehubungan dengan hal tersebut peneliti merasa perlu untuk melakukan
penelitian terhadap “Hubungan Hasil Belajar Siswa Tentang Pembiakan
Tanaman Secara Generatif Terhadap Minat Merintis Usaha Budidaya
Tanaman Sayuran Organik” di SMKN 2 Subang.
B.Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian diatas, maka identifikasi masalah dalam penelitian ini
adalah:
1. Pembelajaran teori kurang dilakukan secara intensif di dalam kelas.
2. Pembelajaran praktek kurang terarah dengan baik, karena pembekalan teori dinilai
kurang proposional.
3. Proses pembelajaran dengan berbasis bisnis, pemahaman secara teori pada mata
pelajaran produktif kurang.
C.Pembatasan Masalah
Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Hasil belajar yaitu pemahaman (ranah kognitif) responden tentang pembiakan
5
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
2. Aspek yang diungkap mengenai minat siswa merintis usaha budidaya tanaman
sayuran organik adalah minat yang diinvestasikan (inventoried interest).
D.Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah di atas dapat dirumuskan masalah penelitian
sebagai berikut:
1. Adakah indikasi hubungan hasil belajar responden tentang pembiakan tanaman
secara generatif dengan minat merintis usaha budidaya tanaman sayuran organik?
2. Berapa besarkah hubungan hasil belajar responden tentang pembiakan tanaman
secara generatif dengan minat merintis usaha budidaya tanaman sayuran organik?
3. Bagaimanakah keeratan hubungan hasil belajar responden tentang pembiakan
tanaman secara generatif dengan minat merintis usaha budidaya tanaman sayuran
organik?
E.Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui ada tidaknya indikasi hubungan hasil belajar responden tentang
pembiakan tanaman secara generatif dengan minat merintis usaha budidaya
tanaman sayuran organik.
2. Mengetahui seberapa besar hubungan hasil belajar responden tentang pembiakan
tanaman secara generatif dengan minat merintis usaha budidaya tanaman sayuran
organik.
3. Mengetahui keeratan hubungan hasil belajar responden tentang pembiakan
tanaman secara generatif dengan minat merintis usaha budidaya tanaman sayuran
6
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
F. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
1) Dapat memperoleh nilai korelasi antara hasil belajar Siswa Tentang Pembiakan
Tanaman Secara Generatif Dengan Minat Siswa Merintis Usaha Budiddaya
Tanaman Sayuran Organik Kelas XI SMKN 2 Subang.
b. Manfaat Praktis
1) Bagi kepala sekolah, penelitian ini diharapkan memberi informasi yang
bermanfaat untuk mengambil kebijakan dalam peningkatan minat berwirausaha
siswa setelah lulus.
2) Bagi guru, penelitian ini dapat memberi masukan tentang pentingnya
pemahaman teori ketika belajar sesuatu, sehingga dapat meningkatkan minat
berwirausaha siswa.
G. Penjelasan Istilah
Guna menghindari salah penafsiran dalam penelitian ini, maka Penulis
menjelaskan istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Hasil belajar
Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki responden setelah
menerima pengalaman belajarnya (proses belajar mengajar) (Sudjana, 2005: 22).
2. Pembiakan tanaman secara generatif
Pembiakan tanaman secara generatif adalah suatu kegiatan budidaya
7
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
3. Minat
Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau
aktivitas, tanpa ada yang menyuruhnya (Slameto, 2010:180).
4. Merintis usaha
Merintis usaha merupakan suatu kegiatan usaha yang dilakukan untuk pertama
kalinya oleh perorangan maupun secara berkelompok yang dapat menghasilkan suatu
produk, dimana produk tersebut mempunyai nilai ekonomi tinggi.
5. Budidaya tanaman
Budidaya tanaman adalah suatu usaha membudidayakan tanaman perkebunan,
tanaman pangan dan hortikultura, dan tanaman hias supaya keberadaan tanaman
tersebut terjaga dan dapat berkembang serta mempunyai nilai estetika (Hanum, 2008)
6. Sayuran organik
Sayuran organik adalah bahan pangan asal tumbuhan yang mengandung kadar
air tinggi dan tidak mengandung bahan kimia atau tidak menggunakan bahan kimia
(anorganik) dalam proses budidayanya.
H. Struktur Organisasi
Sistematika penulisan berguna untuk mengetahui urutan penulisan yang ada di
dalam skripsi ini. Struktur penulisan bagian awal skripsi berisi tentang judul, abstrak,
8
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Bagian isi terdiri dari:
BAB I yaitu tentang pendahuluan, meliputi: latar belakang masalah, identifikasi
masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian,
manfaat penelitian, penjelasan istilah, dansistematika penulisan.
BAB II yaitu tentang kajian pustaka, penelitian terdahulu, paradigma penelitian, dan
hipotesis.
BAB III yaitu tentang metodologi penelitian, yang berisikan rencana penelitian:
lokasi dan subjek penelitian, desain penelitian, populasi dan sampel, variabel
penelitian, metode penlitian, teknik pengumpulan data dan instrument
penelitian, dan teknik pengolahan data.
Bab IV yaitu tentang hasil dan pembahasan yang berisikan hasil penelitian: deskripsi
data, hasil uji coba instrumen (validitas dan reliabilitas variabel), deskripsi
data penelitian: distribusi frekuensi variabel X dan variabel Y, hasil analisis
data: uji kecenderungan variabel, uji normalitas, perhitungan koefisien
korelasi, perhitungan koefisien determinasi, dan uji hipotesis.
Bab V yaitu tentang kesimpulan dan saran, yang meliputi kesimpulan dan saran
sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian yang telah dilakukan.
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.Lokasi dan Subyek Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Lokasi pada penelitian ini adalah di SMK Negeri 2 Subang Jl. Wera Km. 05
Dangdeur Subang.
2. Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah siswa/taruna kelas XI Mandiri dan kelas XI reguler
SMK Negeri 2 Subang jurusan Agribisnis Produksi Tanaman Pangan dan
Hortikultura (APTN).
B.Populasi dan Sampel
1. Populasi
Menurut Sugiyono (2012:80) populasi adalah “wilayah generalisasi yang terdiri
atas: objek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulnnya”. Dalam
penelitian ini populasinya adalah siswa kelas XI mandiri dan siswa kelas XI reguler
program keahlian Agribisnis Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (APTN)
SMKN 2 Subang tahun ajaran 2011/2012 sebanyak 29 siswa. Alasan peneliti untuk
mengambil populasi dari siswa kelas XI adalah karena peneliti melihat pada proses
pembelajaran yang dilaksanakan oleh siswa kelas XI lebih banyak di lapangan
34
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
2. Sampel
Sugiyono (2012:81) mengartikan sampel merupakan bagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti
tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi karena keterbatasan dana,
tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari
populasi itu. Arikunto (2002:107) menambahkan:
“Untuk ancer-ancer maka apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitianya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subjek populasi besar atau lebih dari 100 orang maka diambil antara 10-15% atau 20-25%.”
Berdasarkan teori diatas berkaitan dengan sampel, dari seluruh siswa kelas XI
berjumlah 29 orang yang terdiri dari kelas mandiri dan kelas reguler. Berhubung
dengan jumlah populasi yang relatif sedikit, penelitian ini menggunakan sampel total
atau sensus. “Sensus merupakan penelitian dengan menggunakan seluruh anggota
populasinya sebagai sampel” (Usman dan Akbar, 1995: 43). Oleh karena itu, sampel
pada penelitian ini merupakan seluruh siswa kelas XI bidang keahlian APTN SMKN
2 Subang tahun ajaran 2011/2012 sebanyak 29 siswa.
C.Desain Penelitian
Sebagai upaya mencari pembuktian dan solusi dari masalah yang diangkat
dalam penelitian ini, peneliti telah menentukan dan merancang desain penelitian
korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Dengan maksud mendeteksi sejauh mana
variasi-variasi pada suatu faktor berhubungan dengan variasi-variasi atau pada faktor
lain berdasarkan koefisien korelasinya (Usman dan Akbar, 1995:5). Pendekatan
35
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
bentuk angka-angka dan kemudian dicari apakah terdapat hubungan antara kedua
variabel tersebut dan dikemukakan seberapa besar hubunganya.
Hubungan antar variabel ini akan dianalisis dengan menggunakan analisis
statistik, metode analisis korelasional. Analisis korelasional yang digunakan adalah
teknik korelasi Pearson Product Moment.
D. Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai orang, objek atau
kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan ditarik kesimpulanya (Sugiyono, 2012:3). Penelitian ini akan mengukur
hasil belajar siswa tentang pembiakkan tanaman secara generatif sebagai variabel
independent (X) dan minat siswa merintis usaha budidaya tanaman sayuran organik
sebagai variabel dependent (Y).
Adapun hubungan kedua variabel tersebut dapat digambarkan, sebagai berikut:
Gambar 3.3 Hubungan antar variabel
E.Metode Penelitian
Metode yang relevan dengan suatu kegiatan akan menunjang keberhasilan suatu
penelitian. Oleh karena itu dalam penelitian ini Penulis menggunakan metode
36
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
F. Instrumen Penelitian
1. Angket (kuesioner)
a. Teknik skoring
Angket digunakan sebagai alat pengumpul data untuk mengungkap minat
yang diinvestasikan dalam merintis budidaya tanaman sayuran organik, angket
yang dipilih dalam penelitian ini adalah angket tertutup dan menggunakan Skala
Likert. Sugiyono (2012:93) menjelaskan bahwa skala ini digunakan untuk
mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang
fenomena sosial. Penggunaan Skala Likert dimaksudkan agar responden dapat
memberikan respon terhadap pernyantaan atau pertanyaan dengan memberikan
salah satu jawaban yang diberikan. Pembobotan Skala Likert mempunyai gradasi
dari sangat positif sampai sangat negative, seperti pada tabel di bawah ini:
SS = Sangat senang diberi skor 5
ST = senang diberi skor 4
AS = agak senang diberi skor 3
TS = Tidak senang diberi skor 2
STS = Sangat Tidak senang diberi skor 1
Adapun kisi-kisi dari instrumen penelitian yang akan digunakan dalam
penelitian ini dapat dilihat pada Lampiran I.
2. Tes
Tes yang diberikan berupa tes tulis yang disusun sesuai dengan standar
kompetensi pembiakkan tanaman secara generatif dan indikator silabus APTN 2011.
37
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
keahlian APTN SMKN 2 Subang dengan hasil beberapa revisi item dalam
penyusunan bahasa dan beberapa item yang tidak tepat pada indikatornya sehingga
diganti atau dihilangkan.
G. Proses Pengembangan Instrumen
1. Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan dan
atau keahlian sesuatu instrument (Arikunto, 2002: 144). Analisis kesahihan butir
(valid) yaitu dengan menghitung korelasi product pearson sebagai berikut:
∑ ∑ ∑
√ ∑ ∑ ∑ ∑
(Arikunto, 2011:73)
Keterangan :
rxy = koefisien korelasi antara variable X dan Y, dua variable yang
dikorelasikan ∑x = skor tiap butir soal ∑y = skor total tiap butir soal n = Jumlah responden
Pengujian validitas instrumen dilakukan dengan cara analisis butir (anabut)
sehingga perhitungan merupakan perhitungan setiap item. Dalam mengetahui taraf
signifikasi dilakukan uji t dengan rumus sebagai berikut:
√ √ (Riduwan, 2011:81)
Dimana: t = uji signifikan korelasi
r = Koefisien korelasi
38
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Kriteria pengujian untuk mengevaluasi taraf signifikasi tersebut untuk
thitung>ttabel, pada taraf signifikan 5% (dengan tingkat kepercayaan 95%). Apabila
thitung <ttabel pada taraf signifikan 5% (dengan tingkat kepercayaan 95%) berarti bahwa
item tersebut valid.
2. Uji coba instrumen
Alat ukur yang digunakan harus mempunyai validitas dan Reliabilitas yang
baik. untuk mengetahui apakah angket dan tes itu mempunyai validitas dan
Reliabilitas yang baik maka alat ukur tersebut harus ditimbang oleh para ahli atau
lebih baik diujicobakan terlebih dahulu. Angket dan tes akan dilakukan uji coba di
luar populasi yaitu kelas XII sebanyak 25 siswa. Apabila uji coba yang diambil
sedangkan dari pengolahan data diketahui validitas dan Reliabilitasnya sudah
memenuhi ketentuan, maka tidak ada salahnya jika data tersebut dipakai untuk data
penelitian.
3. Reliabilitas
Uji reliabilitas dilakukan untuk menunjukan bahwa suatu instrument dapat
dipercaya sebagai alat pengumpul data. Pengujian reliabilitas untuk alat pengumpul
data berupa angket dapat menggunakan rumus Alpha. Langkah-langkah untuk
mencari reliabilitas dari tiap item alat ukur variabel (X) pemahaman siswa tentang
pembiakkan tanaman secara generatif dan variabel (Y) yakni minat siswa merintis
usaha budidaya tanaman sayuran organik dalam bidang keahlian APTN, yakni
39
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
∑ ∑
2. Menghitung varians total
∑ ∑
3. Menghitung reliabilitas angket dengan rumus alpha, yakni:
40
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Harga r11 yang diperoleh kemudian dikonsultasikan dengan harga r pada tabel
product moment. Reliabilitas alat tes terbukti dengan harga r11 > rtabel dengan tingkat
kepercayaan 5%. Apabila harga r11 < rtabel pada taraf signifikan diatas, maka alat tes
itu tidak signifikan atau tidak reliabel. Pedoman untuk penafsiranya disajikan pada
Tabel 3.2.
Tabel 3.2 Interpretasi Tingkat Reliabilitas Interval koefisien Reliabilitas Tingkat Reliabilitas 0.80 < r11≤ 1,00 Sangat tinggi
0.60 < r11≤ 0.80 Tinggi
0.40 < r11≤ 0.60 Cukup
0.20 < r11≤ 0.40 Rendah
0.00 < r11≤ 0.20 Sangat rendah
Sumber: Riduwan (2007:138)
H. Analisis Data Penelitian
Analisis data pada penelitian ini dimaksudkan untuk menguji hipotesis yang
diajukan, apakah diterima atau ditolak. Berdasarkan pertimbangan hipotesis yang
diuji, tujuan penelitian, jenis data dan variabel penelitian, maka dalam penelitian ini
penulis mengambil pendekatan statistik untuk memperoleh dan mengolah data.
1. Teknik analisis data
Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan untuk menguji hipotesis dan
menjawab perumusan masalah yang diajukan. Dengan demikian untuk keperluan itu
digunakan statistika dalam pengolahan dan penganalisaanya.
2. Uji normalitas data
Data yang telah terkumpul melalui instrumen penelitian, terlebih dahulu diuji
normalitasnya apakah data tersebut berdistribusi normal ataukah sebaliknya (tidak
41
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
rumus Chi-Kuadrat. Tahapan-tahapan yang dikemukakan oleh Sugiyono (2012:172),
sebagai berikut:
a) Menentukan rentang skor (r)
r = skor maksimum-skor minimum
b) Menetukan banyak kelas interval (k)
K =1+3,3 log n
c) Menentukan panjang kelas interval (p)
P =
d) Menyusun ke dalam tabel distribusi frekuensi
e) Menghitung simpangan baku (SD)
SD = √∑
(Sudjana, 2002:93)
Dimana:
Fi = frekuensi interval kelas
Xi = nilai tengah interval kelas
N = jumlah sampel
f) Menghitung nilai chi kuadrat (X2)
X = ∑
Dimana: X2 = Chi kuadrat
Fi = frekuensi yang dicari
42
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
3. Uji kecenderungan
Uji kecenderungan dilakukan untuk mengetahui gambaran umum kedua
variabel. Langkah yang dilakukan yaitu dengan cara menaksir rata-rata skor yang
diperoleh dibandingkan dengan skor ideal untuk selanjutnya interval skor yang
didapatkan kemudian dikategorikan dalam interpretasi tertentu.
Rumus yang digunakan dalam klasifikasi skor adalah sebagai berikut:
M+1,5(Si) > µ = sangat tinggi
M+1,5(Si) < µ > M + 1,5 (Si) = tinggi
M – 0,5 (Si) <µ> M + 0,5 (Si) = sedang
M – 0,5 (Si) <µ> M - 0,5 (Si) = rendah
µ < M - 1,5 (Si) = sangat rendah
4. Uji koefisien korelasi
Analisi korelasi digunakan untuk mengetahui derajat hubungan antar variabel X
dan Y. Ukuran yang dipakai untuk mengetahui derajat hubungan, terutama untuk data
kuantitatif digunakan koefisien korelasi. Sebagai perhitungannya digunakan rumus
korelasi product pearson sebagai berikut:
43
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Keterangan:
rxy = Koefisien korelasi
N = Jumlah responden
∑ = Skor variabel X
∑ = Skor variabel Y
Sebagai pedoman kriteria penafsiran makna koefisien korelasi yaitu dengan
menggunakan teknik tolak ukur koefisien korelasi (rxy) pada Tabel 3.3.
Tabel 3.3 Kriteria Penafsiran Data
Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199 Sangat rendah
0,20 – 0,399 Rendah
0,40 – 0,599 Sedang
0,66 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,00 Sangat kuat
Riduwan dan Sunarto (2011:81)
Setelah koefisien korelasi (r), harga koefisien determinasi (KD) dapat
ditentukan yang berguna untuk mengetahui besarnya presentase kontribusi variabel
independen terhadap variabel dependen. Untuk menguji koefisien determinasi ini
digunakan rumus:
KD = r2 x 100%
Keterangan:
KD = koefisien determinasi
r2 = kuadrat koefisien korelasi
44
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Uji hipotesis untuk menguji apakah hipotesis (H1) yang diajukan pada
penelitian ini bertolak atau diterima. Keberartian korelasi ini diuji dengan hipotesis
= 0 melawan
Untuk menguji = 0 digunakan rumus uji t-student, adalah sebagai berikut:
√ √ (Riduwan dan Sunarto, 2011:81)
Keterangan :
t = t hitung (distribusi tabel t pada α = 0,05 dan dk = n-2)
r = koefisien korelasi
n = jumlah sampel
Selanjutnya nilai t hasil perhitungan (thitung) dibandingkan dengan nilai t
dari tabel (ttabel) pada taraf kepercayaan 95% dengan dk=n-2. Setelah itu dapat
dilakukan pengujian hipotesis penelitian sebagai berikut:
- Bila thitung > ttabel, maka menolak Ho dan menerima Ha
- Bila thitung < ttabel, maka akan menerima Ho dan menolak Ha
Dimana:
- Ha = Hipotesis kerja yang menyatakan ada hubungan yang berarti variabel X
dengan variabel Y.
- Ho = Hipotesis kerja yang menyatakan tidak terdapat hubungan yang berarti
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.Kesimpulan
1. Tidak ada indikasi hubungan hasil belajar siswa tentang pembiakan tanaman
secara generatif dengan minat merintis usaha budidaya tanaman sayuran
organic kelas XI APTN di SMKN 2 Subang, karena diperoleh thitung < ttabel yaitu
0.53706 < 1,703. Hal ini berarti bahwa tidak ada hubungan yang berarti antara
hasil belajar siswa tentang pembiakkan tanaman secara generatif dengan minat
merintis usaha budidaya tanaman sayuran organik siswa kelas XI APTN di
SMKN 2 Subang Tahun Ajaran 2011/2012.
2. Besarnya hubungan hasil belajar siswa tentang pembiakan tanaman secara
generatif dengan minat merintis usaha budidaya tanaman sayuran organik siswa
kelas XI APTN di SMKN 2 Subang ialah sebesar 1.06%.
3. Tingkat keeratan hubungan hasil belajar siswa tentang pembiakan tanaman
secara generatif dengan minat merintis usaha budidaya tanaman sayuran
organik siswa kelas XI APTN di SMKN 2 Subang, memiliki tingkat keeratan
hubungan sangat lemah yaitu sebesar 0.103.
B.Saran
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan siswa kecenderungan rata-rata siswa
memiliki minat untuk merintis usaha budidaya tanaman sayuran organik, oleh karena
62
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
1. Perlu perhatian khusus dari pihak sekolah terutama kepala sekolah untuk
memberikan fasilitas yang memadai agar tercapainya hasil belajar siswa yang
dapat menumbuhkan minat yang berkelanjutan.
2. Tujuan SMK tidak hanya untuk selalu bekerja di industri, melainkan untuk
menciptakan pengusaha-pengusaha muda dibidang kejuruanya. Oleh karena itu,
dengan adanya data tentang minat merintis usaha ini supaya lebih diperhatikan lagi
program pendidikan yang ada di SMK.
3. Peneliti selanjutnya hendaknya dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam,
luas, dan berkelanjutan mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi minat
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Abu. 2003. Psikologi Umum. PT. Rieneka Cipta. Jakarta.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Kamus Besar Indonesia. 2008. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.
Hanum, Chairani. 2008. Teknik Budidaya Tanaman: Jilid 1. Departmen Pendidikan Nasional. Buku Sekolah Elektronik. Jakarta.
Nurwardani, Paristiyanti. 2008. Teknik Pembibitan Tanaman dan Produksi Benih. Departmen Pendidikan Nasional. Buku Sekolah Elektronik. Jakarta.
R i d u w a n d a n S u n a r t o . 2 0 1 1 .Pengantar Statistika Untuk Penelitian: Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Komunikasi, dan Bisnis. A l f a b e t a . B a n d u n g .
Sutopo, Lita. 2004. Teknologi Benih. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
64
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Sugiyono. 2009. Statistika Untuk Penelitian. Alfabeta. Bandung.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta. Bandung.
Sudjana, Nana. 2005. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung.
Sudjana. 2002. Metoda Statistika. PT. Tarsito. Bandung.
Surakhmad, W. 1994. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode Teknik. PT. Tarsito. Bandung.
Univesitas Pendidikan Indonesia. 2011. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI.
Usman dan Akbar. 1995. Pengantar Statistika. Bumi Aksara. Jakarta
Budidaya. http://id.wikipedia.org/wiki/Budidaya. diunduh pada tanggal 23 Juni 2012.
Ester Lince Napitupulu. 2012. Priyanto Memandirikan Siswa Miskin. Edukasi.compas.com. Diunduh pada tanggal 23 Juni 2012.
J u h e r m a n . 2 0 1 0 . A g r i b i s n i s H o r t i k u l t u r a . D e p a r t e m e n H o r t i k u l t u r a P P P P T K . C i a n j u r . B a h a n a j a r m a t a k u l i a h K e w i r a u s a h a a n 2 N o v e m b e r 2 0 1 1 .
Darpujiyanto. 2010. Pembelajaran Yang Menumbuhkan Minat Mahasiswa Berwirausaha. Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi Asia. Di unduh pada tanggal 30 Oktober 2012.
Kurikulum SMK Edisi 2004. Pdf. Diunduh pada tanggal 23 Juni 2012.
Guntoro Haryo. 2007. Hubungan Prestasi Praktik Kerja Industri Terhadap Minat Berwirausaha Siswa Kelas II Teknik Otomotif SMK Yapin Bekasi Tahun Ajaran 2006/2007. Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.
Nunnally (Sutjipto, 2001). 2010. Pengertian minat. http://mathedu-unila.blogspot.com/2009/10/pengertian-minat.html. Diunduh pada tanggal 25 November 2012.
65
Rahmat Hidayat,2013
HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
P r i y a n t o . 2 0 1 2 . D i b e n t u k A s o s i a s i S M K K e p e t a n i a n , K e h u t a n a n , d a n K e l a u t a n . K o m p a s . c o m . d i u n d u h p a d a t a n g g a l 6 J u n i 2 0 1 2 .
Purwanto, I. 2002. Pengaruh Pelatihan Kerja Industri terhadap Sikap Kewirausahaan Siswa SMK Negeri 2 Majalengka. Tesis pada FPLS PPS. UPI Bandung: tidak diterbitkan.