• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK."

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN

SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA

TANAMAN SAYURAN ORGANIK

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat memperoleh gelar Sarjana Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri

Oleh

RAHMAT HIDAYAT

0811769

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI AGROINDUSTRI

FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA KERJASAMA

DENGAN PPPPTK PERTANIAN CIANJUR

(2)

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Hubungan Hasil Belajar Siswa Tentang Pembiakan Tanaman

Secara Generatif Terhadap Minat Merintis Usaha Budidaya

Tanaman Sayuran Organik

Oleh

Rahmat Hidayat

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Teknologi Kejuruan

© Rahmat Hidayat 2012

Universitas Pendidikan Indonesia

Desember 2012

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian,

(3)

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

LEMBAR PENGESAHAN

Rahmat Hidayat

0811769

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN

SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA

TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Pembimbing I

Dr. Ade Juwaedah, M.Pd. NIP. 1960050419860612002

Pembimbing II

Dewi Cakrawati, STP., M.Si. NIP. 198308242010122003

Mengetahui,

Ketua Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri

FPTK UPI

(4)

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA

TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Rahmat Hidayat

ABSTRAK

Proses pembelajaran di SMK Negeri 2 Subang Program Keahlian Agrobisnis Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (APTN) dengan proses pendekatan pembelajaran berbasis bisnis. Kegiatan pembelajaran siswa yang telah dilakukan ialah dengan melaksanakan usaha budidaya tanaman pangan dan hortikultura meliputi pengolahan tanah, pemberian pupuk dasar, penanaman, pemeliharaan tanaman, pemanenan, dan pemasaran hasil usaha budidaya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan hasil belajar siswa tentang pembiakan tanaman secara generatif terhadap minat merintis usaha budidaya tanaman sayuran organik, dan bagaimana keeratan hubunganya.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode penelitian statistik inferensial yaitu statistik parametris. Populasi semua kelas XI APTN SMKN 2 Subang sebanyak 29 responden, sehingga diambil sampel total/sensus. Alat pengumpul data menggunakan tes untuk hasil belajar dan angket untuk minat. Data diolah dengan analisis statistik yaitu analisis korelasi.

Hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa hasil belajar siswa dengan minat merintis usaha responden cenderung tinggi dan data berdistribusi normal. Hasil analisis korelasi product moment diperoleh thitung 0,5370 < ttabel 1,703, yang berarti

tidak terdapat hubungan hasil belajar dengan minat merintis usaha responden. Pengaruh hasil belajar responden terhadap minat merintis usaha sebesar 1,06%, sehingga disimpulkan bahwa pengaruhnya sangat lemah, diduga faktor lain lebih dominan dalam memunculkan minat responden. Sarannya perlu dilakukan penelitian ulang atau penelitian lanjutan dalam masalah yang sama.

(5)

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

RELATIONSHIP OF STUDENT LEARNING GENERATIVE PLANT BREEDING PIONEERING EFFORTS INTERESTS OF PLANT

VEGETABLES ORGANIC FARMING

Rahmat Hidayat

ABSTRACT

The learning process in SMK Negeri 2 Subang Skills Program Agribusiness Crop Production and Horticulture (APTN) and business process-based approach to learning. Student learning activities that have been done is to carry out the cultivation of food crops and horticulture include tillage, fertilizer base, planting, crop maintenance, harvesting, and marketing of farming.

This study aims to find out how much the relationship of student learning outcomes on the generative plant breeding to interest pioneer of organic vegetable farming, and how the closeness of the relationship.

The research method used in this research is to use research methods are statistical parametric inferential statistics. The population of all classes XI APTN SMKN 2 Subang by 29 respondents, so the total sample taken/census. Data collection tool used to test learning outcomes and questionnaire for the interest. The data is processed by statistical analysis of correlation analysis.

The results indicated that the learning outcomes of students with an interest in the business of the respondents tend to be high and the data were normally distributed. Product moment correlation analysis results obtained T-hitung 0.5370 < T-table 1.703, which means there is no relationship with the learning outcomes of interest in the business of the respondent. Influence respondents' interest in learning the results of pioneering efforts by 1.06%, so it was concluded that the effect is very weak, other factors thought to be more dominant in eliciting interest in the respondent. His advice is necessary to reset or advanced research studies in the same issue.

(6)

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

HALAMAN PENGESAHAN

PERNYATAAN KEASLIAN

ABSTRAK

KATA PENGANTAR ... iii

UCAPAN TERIMAKASIH ... iv

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix

DAFTAR LAMPIRAN ... x

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 4

C. Pembatasan Masalah ... 4

D. Perumusan Masalah ... 5

E. Tujuan Penelitian ... 5

F. Manfaat Penelitian ... 6

G. Penjelasan Judul Penelitian ... 6

H. Struktur Organisasi ... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Hasil Belajar... 9

B. Minat Merintis Usaha ... 11

C. Pembiakan Tanaman Secara Generatif ... 15

D. Budidaya Tanaman Sayuran Pak Choy Organik ... 27

E. Penelitian Terdahulu ... 30

(7)

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

G. Hipotesis ... 32

BAB III METODOLOGI A. Lokasi dan Subyek Penelitian ... 33

B. Populasi dan Sampel ... 33

C. Desain Penelitian ... 34

D. Variabel Penelitian ... 35

E. Metode Penelitian ... 35

F. Instrumen Penelitian ... 36

G. Proses Pengembangan Instrumen ... 37

1. Validitas ... 37

2. Uji coba instrumen ... 38

3. Reliabitas ... 38

H. Analisis Data Penelitian ... 40

1. Teknik analisis data ... 40

2. Uji normalitas data ... 40

3. Uji kecenderungan... 42

4. Uji koefisien korelasi ... 42

5. Uji hipotesis... 43

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 45

A. Hasil Penelitian ... 45

1. Deskripsi data... 45

2. Hasil uji coba instrumen ... 45

3. Deskripsi data penelitian ... 47

4. Hasil analisa data ... 52

B. Pembahasan Hasil Penelitian ... 54

BAB V KESIMPULAN ... 61

DAFTAR PUSTAKA ... 63

(8)

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Daftar Penelitian terdahulu ... 30

Tabel 3.2 Interpretasi Tingkat Reliabilitas ... 40

Tabel 3.3 Kriteria Penafsiran Data ... 43

Tabel 4.4 Validitas Instrumen Uji Coba Variabel X ... 46

Tabel 4.5 Validitas Instrumen Uji Coba Variabel Y ... 46

Tabel 4.6 Distribusi frekuensi variabel X ... 48

Tabel 4.7 Menghitung skala skor variabel X ... 49

Tabel 4.8 Hasil uji kecenderungan variabel X ... 49

Tabel 4.9 Distribusi frekuensi variabel Y ... 50

Tabel 4.10 menghitung skala skor variabel Y ... 51

(9)

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Struktur Biji Jagung (Zea mays)... 16

Gambar 2.2 Paradigma Penelitian ... 31

Gambar 3.3 Hubungan Antar Variabel ... 35

Gambar 4.4 Distribusi Frekuensi Variabel X ... 48

Gambar 4.5 Prosentase Hasil Uji Kecenderungan Variabel X ... 49

Gambar 4.6 Distribusi Frekuensi Variabel Y ... 50

Gambar 4.7 Presentase Uji Kecenderungan Variabel Y ... 52

(10)

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I. Kisi-Kisi Instrumen ... 67

Lampiran II. Instrumen Penelitian ... 69

Lampiran III. Silabus APTN SMKN 2 Subang ... 76

Lampiran IV. Perhitungan Validitas dan Reliabilitas ... 77

Lampiran V. Hasil Perhitungan ... 85

A. Uji Kecenderungan Data Variabel X dan Variabel Y ... 85

B. Uji Normalitas Data Variabel X dan Variabel Y ... 86

C. Perhitungan Koefisien Korelasi ... 93

D. Perhitungan Koefisien Determinasi ... 94

E. Uji hipotesis ... 94

Lampiran VI. Kartu Bimbingan ... 95

Lampiran VII. Surat-Surat ... 99

(11)

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan upaya menyiapkan siswa, menghadapi masa depan dan

perubahan masyarakat yang semakin pesat, termasuk di dalamnya perubahan ilmu

pengetahuan dan teknologi, maka perlu membangun suatu pendidikan yang mampu

mendukung masa depan. Pendidikan kejuruan bertujuan untuk meningkatkan

kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan peserta didik

untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan program

kejuruannya. Agar dapat bekerja secara efektif dan efisien serta mengembangkan

keahlian dan keterampilan, peserta didik harus memiliki stamina yang tinggi,

menguasai bidang keahliannya dan dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi,

memiliki etos kerja yang tinggi, dan mampu berkomunikasi sesuai dengan tuntutan

pekerjaannya, serta memiliki kemampuan mengembangkan diri. Struktur kurikulum

pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diarahkan untuk mencapai tujuan

tersebut.

Pendidikan SMK saat ini dipandang sebagai pendidikan yang paling sesuai

untuk tumbuh dan berkembangnya bakat dan minat siswa sesuai dengan

kemampuanya. Pembelajaran di SMK pada umumnya 60% praktik dan 40% teori,

tetapi dalam kenyataannya banyak SMK yang sampai 70% teori

(Sumber:edukasi.kompas.com). Untuk SMKN 2 Subang karena adanya pendekatan

(12)

2

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Secara fungsi, pembelajaran berbasis produksi dapat dijadikan tempat perwujudan

konsep link and match (keterkaitan dan kesepadanan) bagi SMK yang dikelola

dengan Dunia Usaha/Dunia Industri yang dilaksanakan dalam bentuk

prakerin/Pendidikan Sistem Ganda (PSG).

SMK Negeri 2 Subang Program Keahlian Agrobisnis Produksi Tanaman

Pangan dan Hortikultura (APTN) menerapkan sistem Teaching Factory dengan

proses pendekatan pembelajaran berbasis produksi dan kemudian dirubah menjadi

pembelajaran berbasis bisnis. Tujuan lulusan yang diharapkan mampu dalam

penguasaan teknologi sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha/Dunia Industri dan

membentuk sikap profesional/wirausahawan yang produktif (menghargai waktu,

jujur, percaya diri, menjunjung tinggi etika dan profesi, disiplin, cinta pekerjaan,

bertanggungjawab terhadap tugas dan mandiri). Hal itu tersirat di dalam UU

No.20/2003 Pasal 18 dan penjelasan Pasal 15 yang mengatur pendidikan menengah

kejuruan dan ini sejalan dengan isi kurikulum SMK edisi 2004, untuk mencapai

standar kompetensi yang ditetapkan di dalam kurikulum SMK substansi diklat

dikelompokkan dan diorganisasikan ke dalam program adaptif, normatif, dan

produktif. Pendekatan pembelajaran di SMK berupa pembelajaran berbasis

kompetensi yang menganut prinsip belajar tuntas (mastery learning) untuk dapat

menguasai sikap (attitude), ilmu pengetahuan (knowledge), dan keterampilan (skills)

agar dapat bekerja sesuai profesinya. Untuk dapat belajar tuntas, dikembangkan

prinsip pembelajaran yang salah satunya ialah Learning by doing (belajar melalui

aktivitas/kegiatan nyata, yang memberikan pengalaman belajar bermakna),

(13)

3

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Program Keahlian Agrobisnis Produksi Tanaman Pangan dan Hortikulutra

(APTN) SMKN 2 Subang memiliki tujuan untuk membekali peserta didik dengan

keterampilan, pengetahuan, dan sikap agar kompeten dalam hal-hal sebagai berikut:

1. Mengelola usaha agribisnis tanaman pangan dan hortikultura.

2. Mengelola usaha penangkaran benih dan bibit tanaman pangan dan hortikultura.

3. Mengelola usaha jasa sewa alat mesin budidaya tanaman.

4. Mengelola usaha kios sarana produksi tanaman.

5. Mengelola usaha pemasaran hasil-hasil tanaman pangan dan hortikultura.

6. Melaksanakan teknik budidaya tanaman pangan dan hortikultura

Tujuan program keahlian APTN SMKN 2 Subang mengrahkan siswa agar bisa

mandiri dengan pendekatan proses pembelajaran berbasis bisnis, seperti

melaksanakan usaha budidaya tanaman pangan dan hortikultura meliputi pengolahan

tanah, pemberian pupuk dasar, penanaman, pemeliharaan tanaman, pemanenan, dan

pemasaran. Kegiatan pembelajaran berbasis bisnis ini memang baik untuk

kemandirian siswa, akan tetapi aktivitas belajar di dalam kelas untuk memenuhi

kebutuhan teori mata pelajaran produktif kurang. Ketidak seimbangnya aktivitas

belajar teori dengan praktik membuat siswa merasa jenuh, karena tidak memberikan

gambaran keutuhan teori yang konseptual terhadap kegiatan usaha budidaya tanaman

tersebut.

Hasil belajar siswa mengenai pembiakan tanaman secara generatif yang

diperoleh melalui pembelajaran berbasis bisnis, diduga memiliki hubungan terhadap

minat untuk merintis usaha. Berdasarkan hasil penelitian Guntoro (2007) bahwa ada

(14)

4

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Yapin Bekasi. Sebanyak 56% siswa memiliki minat yang tinggi dan 36% dalam

kategori sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa secara psikologis sebagian besar

siswa memiliki keinginan yang tinggi untuk berwirausaha dan didukung dengan

usaha yang tinggi untuk menjaga kondisi fisik serta mendapat dorongan dari

lingkungan baik keluarga, sekolah dan masyarakat. Semakin tinggi prestasi praktik

industri akan diikuti dengan peningkatan minat berwirausaha siswa.

Sehubungan dengan hal tersebut peneliti merasa perlu untuk melakukan

penelitian terhadap “Hubungan Hasil Belajar Siswa Tentang Pembiakan

Tanaman Secara Generatif Terhadap Minat Merintis Usaha Budidaya

Tanaman Sayuran Organik” di SMKN 2 Subang.

B.Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian diatas, maka identifikasi masalah dalam penelitian ini

adalah:

1. Pembelajaran teori kurang dilakukan secara intensif di dalam kelas.

2. Pembelajaran praktek kurang terarah dengan baik, karena pembekalan teori dinilai

kurang proposional.

3. Proses pembelajaran dengan berbasis bisnis, pemahaman secara teori pada mata

pelajaran produktif kurang.

C.Pembatasan Masalah

Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Hasil belajar yaitu pemahaman (ranah kognitif) responden tentang pembiakan

(15)

5

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2. Aspek yang diungkap mengenai minat siswa merintis usaha budidaya tanaman

sayuran organik adalah minat yang diinvestasikan (inventoried interest).

D.Perumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah di atas dapat dirumuskan masalah penelitian

sebagai berikut:

1. Adakah indikasi hubungan hasil belajar responden tentang pembiakan tanaman

secara generatif dengan minat merintis usaha budidaya tanaman sayuran organik?

2. Berapa besarkah hubungan hasil belajar responden tentang pembiakan tanaman

secara generatif dengan minat merintis usaha budidaya tanaman sayuran organik?

3. Bagaimanakah keeratan hubungan hasil belajar responden tentang pembiakan

tanaman secara generatif dengan minat merintis usaha budidaya tanaman sayuran

organik?

E.Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui ada tidaknya indikasi hubungan hasil belajar responden tentang

pembiakan tanaman secara generatif dengan minat merintis usaha budidaya

tanaman sayuran organik.

2. Mengetahui seberapa besar hubungan hasil belajar responden tentang pembiakan

tanaman secara generatif dengan minat merintis usaha budidaya tanaman sayuran

organik.

3. Mengetahui keeratan hubungan hasil belajar responden tentang pembiakan

tanaman secara generatif dengan minat merintis usaha budidaya tanaman sayuran

(16)

6

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

F. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut:

1. Manfaat Teoritis

1) Dapat memperoleh nilai korelasi antara hasil belajar Siswa Tentang Pembiakan

Tanaman Secara Generatif Dengan Minat Siswa Merintis Usaha Budiddaya

Tanaman Sayuran Organik Kelas XI SMKN 2 Subang.

b. Manfaat Praktis

1) Bagi kepala sekolah, penelitian ini diharapkan memberi informasi yang

bermanfaat untuk mengambil kebijakan dalam peningkatan minat berwirausaha

siswa setelah lulus.

2) Bagi guru, penelitian ini dapat memberi masukan tentang pentingnya

pemahaman teori ketika belajar sesuatu, sehingga dapat meningkatkan minat

berwirausaha siswa.

G. Penjelasan Istilah

Guna menghindari salah penafsiran dalam penelitian ini, maka Penulis

menjelaskan istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Hasil belajar

Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki responden setelah

menerima pengalaman belajarnya (proses belajar mengajar) (Sudjana, 2005: 22).

2. Pembiakan tanaman secara generatif

Pembiakan tanaman secara generatif adalah suatu kegiatan budidaya

(17)

7

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3. Minat

Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau

aktivitas, tanpa ada yang menyuruhnya (Slameto, 2010:180).

4. Merintis usaha

Merintis usaha merupakan suatu kegiatan usaha yang dilakukan untuk pertama

kalinya oleh perorangan maupun secara berkelompok yang dapat menghasilkan suatu

produk, dimana produk tersebut mempunyai nilai ekonomi tinggi.

5. Budidaya tanaman

Budidaya tanaman adalah suatu usaha membudidayakan tanaman perkebunan,

tanaman pangan dan hortikultura, dan tanaman hias supaya keberadaan tanaman

tersebut terjaga dan dapat berkembang serta mempunyai nilai estetika (Hanum, 2008)

6. Sayuran organik

Sayuran organik adalah bahan pangan asal tumbuhan yang mengandung kadar

air tinggi dan tidak mengandung bahan kimia atau tidak menggunakan bahan kimia

(anorganik) dalam proses budidayanya.

H. Struktur Organisasi

Sistematika penulisan berguna untuk mengetahui urutan penulisan yang ada di

dalam skripsi ini. Struktur penulisan bagian awal skripsi berisi tentang judul, abstrak,

(18)

8

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Bagian isi terdiri dari:

BAB I yaitu tentang pendahuluan, meliputi: latar belakang masalah, identifikasi

masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian,

manfaat penelitian, penjelasan istilah, dansistematika penulisan.

BAB II yaitu tentang kajian pustaka, penelitian terdahulu, paradigma penelitian, dan

hipotesis.

BAB III yaitu tentang metodologi penelitian, yang berisikan rencana penelitian:

lokasi dan subjek penelitian, desain penelitian, populasi dan sampel, variabel

penelitian, metode penlitian, teknik pengumpulan data dan instrument

penelitian, dan teknik pengolahan data.

Bab IV yaitu tentang hasil dan pembahasan yang berisikan hasil penelitian: deskripsi

data, hasil uji coba instrumen (validitas dan reliabilitas variabel), deskripsi

data penelitian: distribusi frekuensi variabel X dan variabel Y, hasil analisis

data: uji kecenderungan variabel, uji normalitas, perhitungan koefisien

korelasi, perhitungan koefisien determinasi, dan uji hipotesis.

Bab V yaitu tentang kesimpulan dan saran, yang meliputi kesimpulan dan saran

sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian yang telah dilakukan.

(19)

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A.Lokasi dan Subyek Penelitian

1. Lokasi Penelitian

Lokasi pada penelitian ini adalah di SMK Negeri 2 Subang Jl. Wera Km. 05

Dangdeur Subang.

2. Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah siswa/taruna kelas XI Mandiri dan kelas XI reguler

SMK Negeri 2 Subang jurusan Agribisnis Produksi Tanaman Pangan dan

Hortikultura (APTN).

B.Populasi dan Sampel

1. Populasi

Menurut Sugiyono (2012:80) populasi adalah “wilayah generalisasi yang terdiri

atas: objek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang

diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulnnya”. Dalam

penelitian ini populasinya adalah siswa kelas XI mandiri dan siswa kelas XI reguler

program keahlian Agribisnis Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (APTN)

SMKN 2 Subang tahun ajaran 2011/2012 sebanyak 29 siswa. Alasan peneliti untuk

mengambil populasi dari siswa kelas XI adalah karena peneliti melihat pada proses

pembelajaran yang dilaksanakan oleh siswa kelas XI lebih banyak di lapangan

(20)

34

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2. Sampel

Sugiyono (2012:81) mengartikan sampel merupakan bagian dari jumlah dan

karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti

tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi karena keterbatasan dana,

tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari

populasi itu. Arikunto (2002:107) menambahkan:

“Untuk ancer-ancer maka apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitianya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subjek populasi besar atau lebih dari 100 orang maka diambil antara 10-15% atau 20-25%.”

Berdasarkan teori diatas berkaitan dengan sampel, dari seluruh siswa kelas XI

berjumlah 29 orang yang terdiri dari kelas mandiri dan kelas reguler. Berhubung

dengan jumlah populasi yang relatif sedikit, penelitian ini menggunakan sampel total

atau sensus. “Sensus merupakan penelitian dengan menggunakan seluruh anggota

populasinya sebagai sampel” (Usman dan Akbar, 1995: 43). Oleh karena itu, sampel

pada penelitian ini merupakan seluruh siswa kelas XI bidang keahlian APTN SMKN

2 Subang tahun ajaran 2011/2012 sebanyak 29 siswa.

C.Desain Penelitian

Sebagai upaya mencari pembuktian dan solusi dari masalah yang diangkat

dalam penelitian ini, peneliti telah menentukan dan merancang desain penelitian

korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Dengan maksud mendeteksi sejauh mana

variasi-variasi pada suatu faktor berhubungan dengan variasi-variasi atau pada faktor

lain berdasarkan koefisien korelasinya (Usman dan Akbar, 1995:5). Pendekatan

(21)

35

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

bentuk angka-angka dan kemudian dicari apakah terdapat hubungan antara kedua

variabel tersebut dan dikemukakan seberapa besar hubunganya.

Hubungan antar variabel ini akan dianalisis dengan menggunakan analisis

statistik, metode analisis korelasional. Analisis korelasional yang digunakan adalah

teknik korelasi Pearson Product Moment.

D. Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai orang, objek atau

kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk

dipelajari dan ditarik kesimpulanya (Sugiyono, 2012:3). Penelitian ini akan mengukur

hasil belajar siswa tentang pembiakkan tanaman secara generatif sebagai variabel

independent (X) dan minat siswa merintis usaha budidaya tanaman sayuran organik

sebagai variabel dependent (Y).

Adapun hubungan kedua variabel tersebut dapat digambarkan, sebagai berikut:

Gambar 3.3 Hubungan antar variabel

E.Metode Penelitian

Metode yang relevan dengan suatu kegiatan akan menunjang keberhasilan suatu

penelitian. Oleh karena itu dalam penelitian ini Penulis menggunakan metode

(22)

36

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

F. Instrumen Penelitian

1. Angket (kuesioner)

a. Teknik skoring

Angket digunakan sebagai alat pengumpul data untuk mengungkap minat

yang diinvestasikan dalam merintis budidaya tanaman sayuran organik, angket

yang dipilih dalam penelitian ini adalah angket tertutup dan menggunakan Skala

Likert. Sugiyono (2012:93) menjelaskan bahwa skala ini digunakan untuk

mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang

fenomena sosial. Penggunaan Skala Likert dimaksudkan agar responden dapat

memberikan respon terhadap pernyantaan atau pertanyaan dengan memberikan

salah satu jawaban yang diberikan. Pembobotan Skala Likert mempunyai gradasi

dari sangat positif sampai sangat negative, seperti pada tabel di bawah ini:

SS = Sangat senang diberi skor 5

ST = senang diberi skor 4

AS = agak senang diberi skor 3

TS = Tidak senang diberi skor 2

STS = Sangat Tidak senang diberi skor 1

Adapun kisi-kisi dari instrumen penelitian yang akan digunakan dalam

penelitian ini dapat dilihat pada Lampiran I.

2. Tes

Tes yang diberikan berupa tes tulis yang disusun sesuai dengan standar

kompetensi pembiakkan tanaman secara generatif dan indikator silabus APTN 2011.

(23)

37

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

keahlian APTN SMKN 2 Subang dengan hasil beberapa revisi item dalam

penyusunan bahasa dan beberapa item yang tidak tepat pada indikatornya sehingga

diganti atau dihilangkan.

G. Proses Pengembangan Instrumen

1. Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan dan

atau keahlian sesuatu instrument (Arikunto, 2002: 144). Analisis kesahihan butir

(valid) yaitu dengan menghitung korelasi product pearson sebagai berikut:

∑ ∑ ∑

√ ∑ ∑ ∑ ∑

(Arikunto, 2011:73)

Keterangan :

rxy = koefisien korelasi antara variable X dan Y, dua variable yang

dikorelasikan ∑x = skor tiap butir soal ∑y = skor total tiap butir soal n = Jumlah responden

Pengujian validitas instrumen dilakukan dengan cara analisis butir (anabut)

sehingga perhitungan merupakan perhitungan setiap item. Dalam mengetahui taraf

signifikasi dilakukan uji t dengan rumus sebagai berikut:

√ (Riduwan, 2011:81)

Dimana: t = uji signifikan korelasi

r = Koefisien korelasi

(24)

38

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Kriteria pengujian untuk mengevaluasi taraf signifikasi tersebut untuk

thitung>ttabel, pada taraf signifikan 5% (dengan tingkat kepercayaan 95%). Apabila

thitung <ttabel pada taraf signifikan 5% (dengan tingkat kepercayaan 95%) berarti bahwa

item tersebut valid.

2. Uji coba instrumen

Alat ukur yang digunakan harus mempunyai validitas dan Reliabilitas yang

baik. untuk mengetahui apakah angket dan tes itu mempunyai validitas dan

Reliabilitas yang baik maka alat ukur tersebut harus ditimbang oleh para ahli atau

lebih baik diujicobakan terlebih dahulu. Angket dan tes akan dilakukan uji coba di

luar populasi yaitu kelas XII sebanyak 25 siswa. Apabila uji coba yang diambil

sedangkan dari pengolahan data diketahui validitas dan Reliabilitasnya sudah

memenuhi ketentuan, maka tidak ada salahnya jika data tersebut dipakai untuk data

penelitian.

3. Reliabilitas

Uji reliabilitas dilakukan untuk menunjukan bahwa suatu instrument dapat

dipercaya sebagai alat pengumpul data. Pengujian reliabilitas untuk alat pengumpul

data berupa angket dapat menggunakan rumus Alpha. Langkah-langkah untuk

mencari reliabilitas dari tiap item alat ukur variabel (X) pemahaman siswa tentang

pembiakkan tanaman secara generatif dan variabel (Y) yakni minat siswa merintis

usaha budidaya tanaman sayuran organik dalam bidang keahlian APTN, yakni

(25)

39

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

∑ ∑

2. Menghitung varians total

∑ ∑

3. Menghitung reliabilitas angket dengan rumus alpha, yakni:

(26)

40

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Harga r11 yang diperoleh kemudian dikonsultasikan dengan harga r pada tabel

product moment. Reliabilitas alat tes terbukti dengan harga r11 > rtabel dengan tingkat

kepercayaan 5%. Apabila harga r11 < rtabel pada taraf signifikan diatas, maka alat tes

itu tidak signifikan atau tidak reliabel. Pedoman untuk penafsiranya disajikan pada

Tabel 3.2.

Tabel 3.2 Interpretasi Tingkat Reliabilitas Interval koefisien Reliabilitas Tingkat Reliabilitas 0.80 < r11≤ 1,00 Sangat tinggi

0.60 < r11≤ 0.80 Tinggi

0.40 < r11≤ 0.60 Cukup

0.20 < r11≤ 0.40 Rendah

0.00 < r11≤ 0.20 Sangat rendah

Sumber: Riduwan (2007:138)

H. Analisis Data Penelitian

Analisis data pada penelitian ini dimaksudkan untuk menguji hipotesis yang

diajukan, apakah diterima atau ditolak. Berdasarkan pertimbangan hipotesis yang

diuji, tujuan penelitian, jenis data dan variabel penelitian, maka dalam penelitian ini

penulis mengambil pendekatan statistik untuk memperoleh dan mengolah data.

1. Teknik analisis data

Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan untuk menguji hipotesis dan

menjawab perumusan masalah yang diajukan. Dengan demikian untuk keperluan itu

digunakan statistika dalam pengolahan dan penganalisaanya.

2. Uji normalitas data

Data yang telah terkumpul melalui instrumen penelitian, terlebih dahulu diuji

normalitasnya apakah data tersebut berdistribusi normal ataukah sebaliknya (tidak

(27)

41

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

rumus Chi-Kuadrat. Tahapan-tahapan yang dikemukakan oleh Sugiyono (2012:172),

sebagai berikut:

a) Menentukan rentang skor (r)

r = skor maksimum-skor minimum

b) Menetukan banyak kelas interval (k)

K =1+3,3 log n

c) Menentukan panjang kelas interval (p)

P =

d) Menyusun ke dalam tabel distribusi frekuensi

e) Menghitung simpangan baku (SD)

SD = √∑

(Sudjana, 2002:93)

Dimana:

Fi = frekuensi interval kelas

Xi = nilai tengah interval kelas

N = jumlah sampel

f) Menghitung nilai chi kuadrat (X2)

X = ∑

Dimana: X2 = Chi kuadrat

Fi = frekuensi yang dicari

(28)

42

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3. Uji kecenderungan

Uji kecenderungan dilakukan untuk mengetahui gambaran umum kedua

variabel. Langkah yang dilakukan yaitu dengan cara menaksir rata-rata skor yang

diperoleh dibandingkan dengan skor ideal untuk selanjutnya interval skor yang

didapatkan kemudian dikategorikan dalam interpretasi tertentu.

Rumus yang digunakan dalam klasifikasi skor adalah sebagai berikut:

M+1,5(Si) > µ = sangat tinggi

M+1,5(Si) < µ > M + 1,5 (Si) = tinggi

M – 0,5 (Si) <µ> M + 0,5 (Si) = sedang

M – 0,5 (Si) <µ> M - 0,5 (Si) = rendah

µ < M - 1,5 (Si) = sangat rendah

4. Uji koefisien korelasi

Analisi korelasi digunakan untuk mengetahui derajat hubungan antar variabel X

dan Y. Ukuran yang dipakai untuk mengetahui derajat hubungan, terutama untuk data

kuantitatif digunakan koefisien korelasi. Sebagai perhitungannya digunakan rumus

korelasi product pearson sebagai berikut:

(29)

43

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Keterangan:

rxy = Koefisien korelasi

N = Jumlah responden

∑ = Skor variabel X

∑ = Skor variabel Y

Sebagai pedoman kriteria penafsiran makna koefisien korelasi yaitu dengan

menggunakan teknik tolak ukur koefisien korelasi (rxy) pada Tabel 3.3.

Tabel 3.3 Kriteria Penafsiran Data

Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199 Sangat rendah

0,20 – 0,399 Rendah

0,40 – 0,599 Sedang

0,66 – 0,799 Kuat

0,80 – 1,00 Sangat kuat

Riduwan dan Sunarto (2011:81)

Setelah koefisien korelasi (r), harga koefisien determinasi (KD) dapat

ditentukan yang berguna untuk mengetahui besarnya presentase kontribusi variabel

independen terhadap variabel dependen. Untuk menguji koefisien determinasi ini

digunakan rumus:

KD = r2 x 100%

Keterangan:

KD = koefisien determinasi

r2 = kuadrat koefisien korelasi

(30)

44

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Uji hipotesis untuk menguji apakah hipotesis (H1) yang diajukan pada

penelitian ini bertolak atau diterima. Keberartian korelasi ini diuji dengan hipotesis

= 0 melawan

Untuk menguji = 0 digunakan rumus uji t-student, adalah sebagai berikut:

(Riduwan dan Sunarto, 2011:81)

Keterangan :

t = t hitung (distribusi tabel t pada α = 0,05 dan dk = n-2)

r = koefisien korelasi

n = jumlah sampel

Selanjutnya nilai t hasil perhitungan (thitung) dibandingkan dengan nilai t

dari tabel (ttabel) pada taraf kepercayaan 95% dengan dk=n-2. Setelah itu dapat

dilakukan pengujian hipotesis penelitian sebagai berikut:

- Bila thitung > ttabel, maka menolak Ho dan menerima Ha

- Bila thitung < ttabel, maka akan menerima Ho dan menolak Ha

Dimana:

- Ha = Hipotesis kerja yang menyatakan ada hubungan yang berarti variabel X

dengan variabel Y.

- Ho = Hipotesis kerja yang menyatakan tidak terdapat hubungan yang berarti

(31)

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan

1. Tidak ada indikasi hubungan hasil belajar siswa tentang pembiakan tanaman

secara generatif dengan minat merintis usaha budidaya tanaman sayuran

organic kelas XI APTN di SMKN 2 Subang, karena diperoleh thitung < ttabel yaitu

0.53706 < 1,703. Hal ini berarti bahwa tidak ada hubungan yang berarti antara

hasil belajar siswa tentang pembiakkan tanaman secara generatif dengan minat

merintis usaha budidaya tanaman sayuran organik siswa kelas XI APTN di

SMKN 2 Subang Tahun Ajaran 2011/2012.

2. Besarnya hubungan hasil belajar siswa tentang pembiakan tanaman secara

generatif dengan minat merintis usaha budidaya tanaman sayuran organik siswa

kelas XI APTN di SMKN 2 Subang ialah sebesar 1.06%.

3. Tingkat keeratan hubungan hasil belajar siswa tentang pembiakan tanaman

secara generatif dengan minat merintis usaha budidaya tanaman sayuran

organik siswa kelas XI APTN di SMKN 2 Subang, memiliki tingkat keeratan

hubungan sangat lemah yaitu sebesar 0.103.

B.Saran

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan siswa kecenderungan rata-rata siswa

memiliki minat untuk merintis usaha budidaya tanaman sayuran organik, oleh karena

(32)

62

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

1. Perlu perhatian khusus dari pihak sekolah terutama kepala sekolah untuk

memberikan fasilitas yang memadai agar tercapainya hasil belajar siswa yang

dapat menumbuhkan minat yang berkelanjutan.

2. Tujuan SMK tidak hanya untuk selalu bekerja di industri, melainkan untuk

menciptakan pengusaha-pengusaha muda dibidang kejuruanya. Oleh karena itu,

dengan adanya data tentang minat merintis usaha ini supaya lebih diperhatikan lagi

program pendidikan yang ada di SMK.

3. Peneliti selanjutnya hendaknya dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam,

luas, dan berkelanjutan mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi minat

(33)

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu. 2003. Psikologi Umum. PT. Rieneka Cipta. Jakarta.

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Kamus Besar Indonesia. 2008. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.

Hanum, Chairani. 2008. Teknik Budidaya Tanaman: Jilid 1. Departmen Pendidikan Nasional. Buku Sekolah Elektronik. Jakarta.

Nurwardani, Paristiyanti. 2008. Teknik Pembibitan Tanaman dan Produksi Benih. Departmen Pendidikan Nasional. Buku Sekolah Elektronik. Jakarta.

R i d u w a n d a n S u n a r t o . 2 0 1 1 .Pengantar Statistika Untuk Penelitian: Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Komunikasi, dan Bisnis. A l f a b e t a . B a n d u n g .

Sutopo, Lita. 2004. Teknologi Benih. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

(34)

64

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Sugiyono. 2009. Statistika Untuk Penelitian. Alfabeta. Bandung.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta. Bandung.

Sudjana, Nana. 2005. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung.

Sudjana. 2002. Metoda Statistika. PT. Tarsito. Bandung.

Surakhmad, W. 1994. Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode Teknik. PT. Tarsito. Bandung.

Univesitas Pendidikan Indonesia. 2011. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI.

Usman dan Akbar. 1995. Pengantar Statistika. Bumi Aksara. Jakarta

Budidaya. http://id.wikipedia.org/wiki/Budidaya. diunduh pada tanggal 23 Juni 2012.

Ester Lince Napitupulu. 2012. Priyanto Memandirikan Siswa Miskin. Edukasi.compas.com. Diunduh pada tanggal 23 Juni 2012.

J u h e r m a n . 2 0 1 0 . A g r i b i s n i s H o r t i k u l t u r a . D e p a r t e m e n H o r t i k u l t u r a P P P P T K . C i a n j u r . B a h a n a j a r m a t a k u l i a h K e w i r a u s a h a a n 2 N o v e m b e r 2 0 1 1 .

Darpujiyanto. 2010. Pembelajaran Yang Menumbuhkan Minat Mahasiswa Berwirausaha. Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi Asia. Di unduh pada tanggal 30 Oktober 2012.

Kurikulum SMK Edisi 2004. Pdf. Diunduh pada tanggal 23 Juni 2012.

Guntoro Haryo. 2007. Hubungan Prestasi Praktik Kerja Industri Terhadap Minat Berwirausaha Siswa Kelas II Teknik Otomotif SMK Yapin Bekasi Tahun Ajaran 2006/2007. Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang.

Nunnally (Sutjipto, 2001). 2010. Pengertian minat. http://mathedu-unila.blogspot.com/2009/10/pengertian-minat.html. Diunduh pada tanggal 25 November 2012.

(35)

65

Rahmat Hidayat,2013

HUBUNGAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF TERHADAP MINAT MERINTIS USAHA BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ORGANIK

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

P r i y a n t o . 2 0 1 2 . D i b e n t u k A s o s i a s i S M K K e p e t a n i a n , K e h u t a n a n , d a n K e l a u t a n . K o m p a s . c o m . d i u n d u h p a d a t a n g g a l 6 J u n i 2 0 1 2 .

Purwanto, I. 2002. Pengaruh Pelatihan Kerja Industri terhadap Sikap Kewirausahaan Siswa SMK Negeri 2 Majalengka. Tesis pada FPLS PPS. UPI Bandung: tidak diterbitkan.

Gambar

Gambar 2.1. Struktur Biji Jagung (Zea mays)...........................................................
Gambar 3.3 Hubungan antar variabel
Tabel 3.2.
Tabel 3.3 Interval Koefisien  Kriteria Penafsiran Data Tingkat Hubungan

Referensi

Dokumen terkait

Setelah dilakukan analisis regresi linier berganda maka langkah selanjutnya adalah menguji hipotesis untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara minat baca dan gaya belajar

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar hubungan antara Minat Belajar terhadap Hasil Belajar Mengukur Dengan Alat Ukur Mekanik Presisi (MDAUMP) dari siswa

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar hubungan antara Minat Berwirausaha dan tingkat Ekonomi Keluarga terhadap Hasil Belajar Teknik Pengelasan Siswa Kelas X

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara Kepercayaan diri Dan Kemampuan praktek pemeliharaan/servis engine dan komponennya Dengan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara: (1) Pengetahuan Usaha Boga Patiseri (2) Dukungan Orang Tua (3) Minat Membuka Usaha Bakery Pastry Siswa (4)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengetahuan wirausaha, (2) hasil belajar mata pelajaran produktif, (3) minat membuka usaha bakery, (4) hubungan

Realisasi usaha proses produksi, penanganan pasca panen, atau usaha budidaya tanaman pangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11, Pasal 12, atau Pasal 13 untuk yang menggunakan Hak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis usaha dari budidaya tambak polikutur untuk mengetahui seberapa besar pendapatan yang di peroleh dalam satu tahun dan tingkat