vii Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cash position, debt to equity ratio, dan return on assets terhadap dividend payout ratio pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI periode 2010-2014 dan bergerak pada sub-sektor perkebunan. Penelitian ini didasari oleh penelitian penelitian Lisa Marlina dan Carla Danica (2009). Hasil penelitian Lisa Marlina dan Carla Danica (2009) menyatakan bahwa cash position, debt to equity ratio, dan return on assets memiliki pengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio. Penelitian ini juga didasari oleh apakah perusahaan memutuskan untuk membagikan dividen seiring dengan meningkatnya atau menurunnya cash position, debt to equity ratio, dan return on assets. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini: (1) variabel dependend : dividend payout ratio dan (2) variabel independend : cash position, debt to equity ratio, dan return on assets. Jenis penelitian yang digunakan adalah causal explanatory. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010-2014 dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah lima perusahaan yang bergerak pada sub-sektor perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010-2014 yaitu PT. Astra Agro Lestari Tbk., PT. PP London Sumatera Indonesia Tbk., PT. Sampoerna Agro Tbk., PT. Tunas Baru Lampung Tbk., dan PT. Bakrie Sumatera Plantation Tbk. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Secara simultan, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa \cash position, debt to equity ratio, dan return on assets tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio. Namun secara parsial, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa cash position dan return on assets tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio sedangkan debt to equity ratio berpengaruh terhadap dividend payout ratio. Berdasarkan hasil penelitian di atas, investor yang ingin mengambil keputusan investasi tidak disarankan untuk melihat variabel cash position dan return on assets karena variabel-variabel tersebut tidak mempengaruhi dividend payout ratio namun investor disarankan untuk melihat variabel debt to equity ratio karena variabel tersebut mempengaruhi dividend payout ratio.
viii Universitas Kristen Maranatha
ABSTRACT
The purpose of this research is to determine the effect of the cash position, debt to equity ratio, and return on assets to dividend payout ratio in the companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2010-2014 and move on plantation sub-sector. This study is based on research studies by Lisa Marlina and Carla Danica (2009). Lisa Marlina research results and Carla Danica (2009) stated that the cash position, debt to equity ratio and return on assets have a significant influence on the dividend payout ratio. This research is also based on whether the company decides to distribute a dividend in line with the increase or decrease in the cash position, debt to equity ratio and return on assets. Therefore, researchers interested in conducting this study. Variables used in this study: (1) the dependent variable: dividend payout ratio and (2) independent variables: cash position, debt to equity ratio and return on assets. This type of research is a causal explanatory. The population in this study is all companies whom listed in Indonesia Stock Exchange in the period 2010-2014 and the sample used in this study were five companies engaged in the plantation sub-sector listed in Indonesia Stock Exchange in the period 2010-2014, namely PT. Astra Agro Lestari Tbk., PT. PP London Sumatra Indonesia Tbk., PT. Sampoerna Agro Tbk., PT. Tunas Baru Lampung Tbk., and PT. Bakrie Sumatra Plantation Tbk. The sampling method is done by using purposive sampling. The analytical method used in this study using multiple linear regression analysis. Simultaneously, the results of this study indicate that the free cash flow, debt to equity ratio and return on assets does not affect the dividend payout ratio. However partially, the results of this study indicate that the cash position and return on assets does not affect the dividend payout ratio while the debt to equity ratio affect the dividend payout ratio. Based on the above results, the investor who wants to take investment decisions are not advised to look at the variables of cash position and return on assets because these variables do not affect the dividend payout ratio, but investors are advised to view the variable debt to equity ratio for these variables affect the dividend payout ratio.
ix Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iv
KATA PENGANTAR ... v
ABSTRAK ... vii
ABSTRACT ... viii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR GAMBAR ... xii
DAFTAR TABEL ... xiii
DAFTAR LAMPIRAN ... xiv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah... 1
1.2 Identifikasi Masalah ... 7
1.3 Tujuan Penelitian ... 8
1.4 Manfaat Penelitian ... 8
BAB II LANDASAN TEORI ... 10
2.1 Kajian Pustaka ... 10
2.1.1 Bursa Efek Indonesia ... 10
2.1.2 Perusahaan ... 11
2.1.3 Listing (IPO) ... 12
2.1.4 Laporan Keuangan... 14
x Universitas Kristen Maranatha
2.1.6 Dividen ... 16
2.1.7 Cash Position... 24
2.1.8 Debt to Equity Ratio ... 26
2.1.9 Return On Assets ... 26
2.2 Kerangka Teoritis ... 29
2.3 Rerangka Pemikiran ... 31
2.4 Penelitian Terdahulu ... 33
2.5 Pengembangan Hipotesis... 39
BAB III METODE PENELITIAN ... 41
3.1 Jenis Penelitian ... 41
3.2 Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel ... 41
3.3 Definisi Operasional Variabel ... 45
3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 46
3.5 Teknik Analisis Data ... 46
3.5.1 Analisis Regresi Linier Berganda ... 46
3.5.2 Pengujian Asumsi Klasik ... 47
3.5.3 Pengujian Hipotesis ... 49
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 53
4.1 Hasil Penelitian ... 53
4.1.1 Uji Normalitas ... 53
4.1.2 Uji Multikolinearitas ... 54
4.1.3 Uji Heteroskedastisitas ... 55
4.1.4 Uji Autokorelasi ... 56
4.2 Pengujian Hipotesis ... 57
4.2.1 Uji Hipotesis Secara Parsial ... 57
xi Universitas Kristen Maranatha
4.3 Pembahasan ... 59
4.3.1 Cash Position, Debt to Equity Ratio, dan Return On Assets Terhadap Dividend Payout Ratio Secara Parsial ... 59
a. Cash Position ... 59
b. Debt to Equity Ratio ... 60
c. Return On Assets... 60
4.3.2 Cash Position, Debt to Equity Ratio, dan Return On Assets Terhadap Dividend Payout Ratio Secara Simultan ... 61
BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 65
5.1 Simpulan ... 65
5.2 Keterbatasan Penelitian ... 66
5.3 Saran ... 67
DAFTAR PUSTAKA ... 69
LAMPIRAN ... 74
xii Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Mekanisme Penawaran Umum Go Public ... 13
Gambar 2.2 Kerangka Teoritis ... 29
Gambar 2.3 Rerangka Pemikiran ... 31
xiii Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ... 33
Tabel 3.1 Daftar Perusahaan Penghasil Bahan Baku, Sektor Pertanian, Sub Sektor Perkebunan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia ... 42
Tabel 4.1 Uji Normalitas ... 54
Tabel 4.2 Uji Multikolinearitas ... 55
Tabel 4.3 Uji Heteroskedastisitas... 56
Tabel 4.4 Uji Autokorelasi ... 57
Tabel 4.5 Uji Hipotesis Secara Parsial ... 57
xiv Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A Cash Position ... 74
Lampiran B Debt to Equity Ratio ... 75
Lampiran C Return On Assets ... 76
1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang Masalah
Perkembangan zaman yang serba cepat dan mudah, menjadikan ilmu
pengetahuan dan teknologi menjadi suatu faktor yang mempengaruhi segala
bidang, baik dalam bidang bisnis maupun bidang non bisnis. Perusahan lokal
sebagai pelaku bisnis dituntut untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang ada agar mampu bersaing dengan
perusahaan-perusahaan lain, terutama perusahaan-perusahaan-perusahaan-perusahaan Internasional. Ketika suatu
perusahaan mampu bersaing di pasar internasional, maka kemampuan perusahaan
dalam memenuhi tujuan untuk memperoleh laba yang maksimal akan semakin
besar. Dalam memenuhi tujuan tersebut, perusahaan membutuhkan bantuan dana
dari pihak eksternal yaitu bisa berupa dana dari kreditor ataupun dana dari investor.
Salah satu contoh dana dari pihak kreditor dapat berupa pinjaman ke bank, dengan
kewajiban perusahaan harus membayar bunga pinjaman. Bunga pinjaman saat ini
sangat tinggi dan terkadang perusahaan tidak mampu untuk membayar. Oleh karena
itu perusahaan mencari alternatif lain untuk memperoleh pendanaan dari pihak
eksternal, yaitu dengan melakukan penawaran terbatas (IPO), dimana perusahaan
menjual sahamnya ke public atau masyarakat umum. Perusahaan memberikan
kesempatan kepada masyarakat untuk turut serta memiliki saham perusahaan,
dengan melakukan penawaran terbatas berupa efek atau surat berharga kepada
masyarakat umum. Efek dapat berupa saham, obligasi, dan reksadana. Efek yang
Universitas Kristen Maranatha investasi yang memiliki potensi tingkat keuntungan atau kerugian yang lebih besar
dibandingkan investasi lainnya dalam jangka panjang adalah saham. Saham
merupakan kertas tanda bukti penyertaan kepemilikan modal atau dana pada suatu
perusahaan yang tercantum dengan jelas nilai nominal, nama perusahaan dan
diikuti dengan hak dan kewajiban yang jelas kepada setiap pemegangnya (Irham
Fahmi, 2012).
Bursa Efek Indonesia membagi sektor perusahaan ke dalam sembilan sektor,
yaitu Sektor Pertanian, Sektor Pertambangan, Sektor Industri Dasar dan Kimia,
Sektor Aneka Industri, Sektor Industri Barang Konsumsi, Sektor Properti dan Real
Estate, Sektor Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi, Sektor Keuangan, dan Sektor
Perdagangan, Jasa dan Investasi. Sub perkebunan yang merupakan bagian dari
sektor pertanian, adalah salah satu sub yang penting karena mempunyai kontribusi
yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia dan juga merupakan salah satu
subsektor yang mengalami pertumbuhan paling konsisten, baik ditinjau dari
arealnya maupun dari produksinya. Komoditas perkebunan merupakan salah satu
andalan bagi pendapatan nasional dan devisa negara Indonesia, yang dapat dilihat
dari kontribusi sub sektor perkebunan pada tahun 2013 mencapai US$ 45,54 milyar
atau setara dengan Rp.546,42 trilliun yang meliputi ekspor komoditas perkebunan
sebesar US$ 35,64 milyar, cukai hasil tembakau US$ 8,63 millyar dan bea keluar
CPO dan biji kakao sebesar US$ 1,26 milyar. Penyelenggaraan perkebunan
mengemban amanat dalam mendukung pembangunan nasional, sebagaimana yang
diamanatkan dalam UU no. 39 tahun 2014 tentang perkebunan yang menyatakan
bahwa perkebunan adalah segala kegiatan pengelolaan sumber daya alam, sumber
3
Universitas Kristen Maranatha pemasaran terkait tanaman perkebunan. Dengan demikian, dapat terlihat
pentingnya peran sub sektor perkebunan dalam mendukung pelaksanaan
pembangunan nasional yang merupakan upaya untuk meningkatkan seluruh aspek
kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara yang sekaligus merupakan proses
pengembangan keseluruhan sistem penyelenggaraan negara untuk mewujudkan
suatu pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Konsekuensi melakukan Go Public yaitu perusahaan dituntut untuk melakukan
pembagian dividen dari keuntungan atas saham yang diperolehnya. Dividen adalah
pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan
yang dihasilkan perusahaan (Irham Fahmi, 2012). Kebijakan pembayaran dividen
merupakan salah satu keputusan penting yang harus dilakukan oleh perusahaan,
karena berkaitan dengan rencana investasi perusahaan di masa yang akan datang
mengenai jumlah earnings per share yang akan dibagikan sebagai dividen dan yang
akan diinvestasikan kembali dalam bentuk laba ditahan. Besar kecilnya dividen
yang dibagikan oleh perusahaan tergantung dari masing-masing kebijakan yang
dikeluarkan oleh perusahaan serta pertimbangan atas beberapa faktor. Dalam
meningkatkan kemampuan untuk memperoleh laba yang lebih besar lagi,
perusahaan cenderung mengambil kebijakan untuk mengalokasikan sebagian besar
keuntungan yang diperolehnya dalam bentuk laba ditahan yang akan digunakan
untuk aktivitas-aktivitas investasi. Demikian juga halnya ketika terjadi krisis
Universitas Kristen Maranatha diperolehnya secara penuh dalam bentuk laba ditahan dan tidak memutuskan untuk
membagikan dividen. Menurut Hardiatmo dan Daljono (2013), kebijakan dividen
tergambar pada dividend payout ratio yaitu prosentase laba yang dibagikan dalam
bentuk dividen tunai, artinya besar kecilnya dividend payout ratio akan
mempengaruhi keputusan investasi para pemegang saham dan disisi lain
berpengaruh pada kondisi keuangan perusahaan.
Menurut Van Horne dan M. Machowicz (2007), ada beberapa faktor yang
mempengaruhi kebijakan dividen suatu perusahaan antara lain aturan-aturan
hukum, kebutuhan pendanaan perusahaan, likuiditas, kemampuan untuk
meminjam, batasan-batasan dalam kontrak utang, dan pengendalian. Hanafi (2004)
menyebutkan bahwa rasio pembayaran dividen dipengaruhi oleh investasi,
profitabilitas, likuiditas, akses ke pasar, stabilitas pendapatan, dan
pendapatan-pendapatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen adalah
likuiditas perusahaan. Karena dividen merupakan arus kas keluar, maka semakin
besar jumlah kas yang tersedia, semakin besar pula kemampuan perusahaan untuk
membayar dividen (Martono dan D. Agus Harjito, 2000). Haryadi (2006)
menyatakan dividen merupakan cash outflow, dengan demikian semakin kuat
posisi kas perusahaan akan semakin besar kemampuannya untuk membayarkan
dividen dan rasio posisi kas merupakan perbandingan saldo kas akhir tahun dengan
laba bersih setelah pajak. Ketersediaan jumlah kas dapat dilihat pada posisi kas
perusahaan. Menurut Sutrisno (2001), posisi kas suatu perusahaan merupakan
faktor penting yang harus dipertimbangkan, sebelum membuat keputusan untuk
menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan. Semakin kuat posisi kas
5
Universitas Kristen Maranatha Faktor lainnya yang mempengaruhi kebijakan dividen yaitu kebutuhan
pendanaan perusahaan. Semakin tinggi tingkat kebutuhan pendanaan perusahaan
maka semakin tinggi pula tingkat penggunaan utang perusahaan. Rasio yang
digunakan untuk mengukur tingkat penggunaan utang perusahaan terhadap ekuitas
perusahaan yaitu debt to equity ratio. Menurut Diah Andarini (2007) dalam
Dwipratama (2009), debt to equity ratio adalah rasio yang digunakan untuk
mengukur tingkat penggunaan utang terhadap total shareholder’s equity yang
dimiliki perusahaan. Hal ini menyebabkan manajer sebagai pengelola perusahaan
lebih memilih menggunakan laba yang diperoleh dialokasikan sebesar-besarnya
untuk kegiatan investasi lebih lanjut dibandingkan dana yang diperoleh dari pihak
eksternal, dalam hal ini utang, digunakan untuk kegiatan investasi. Hal ini
dikarenakan semakin kecil debt to equity raito perusahaan semakin baik pula
kinerja perusahaan dalam mengukur tingkat penggunaan utangnya terhadap total
ekuitas yang dimiliki perusahaan tersebut. Dengan demikian, perusahaan
cenderung untuk memilih memperkecil tingkat penggunaan utangnya dan memilih
untuk menggunakan laba yang diperoleh secara maksimal untuk kegiatan investasi
lebih lanjut yang dapat meningkatkan kemampuan perusahaan untuk memperoleh
laba yang lebih besar lagi. Hal inilah yang menyebabkan pihak perusahaan,
khususnya manajer sebagai pengelola perusahaan, cenderung untuk
mengalokasikan keuntungan yang diperoleh dalam bentuk laba ditahan.
Faktor lain yang juga mempengaruhi kebijakan dividen yaitu profitabilitas.
Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba pada
masa mendatang dan merupakan indikator dari keberhasilan operasi perusahaan.
Universitas Kristen Maranatha perusahaan akan meningkatkan harapan investor untuk memperoleh pendapatan
dividen yang tinggi. Profitabilitas dapat diukur dengan menggunakan rasio return
on assets. Menurut Kasmir (2012), Return On Assets adalah rasio yang
menunjukkan hasil (return) atas jumlah aset yang digunakan dalam perusahaan.
Hanafi dan Halim (2003), Return on Assets (ROA) merupakan rasio keuangan
perusahaan yang berhubungan dengan profitabilitas mengukur kemampuan
perusahaan menghasilkan keuntungan atau laba pada tingkat pendapatan, aset dan
modal saham tertentu. Rasio ini sangat diperhatikan oleh calon investor maupun
pemegang saham karena berkaitan dengan harga saham serta dividen yang akan
diterima.
Dengan demikian dapat diketahui bahwa cash position, debt to equity ratio, dan
return assets merupakan elemen penting yang dapat mempengaruhi kebijakan
dividen. Marlina dan Danica (2009) melakukan penelitian dengan judul “Analisis
Pengaruh Cash Position, Debt to Equity Ratio, dan Return on Assets Terhadap
Dividend Payout Ratio Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia”.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan Cash Position, Debt to Equity
Ratio, dan Return on Assets berpengaruh secara signifikan terhadap Dividend
Payout Ratio dan secara parsial Cash Position, dan Return on Assets berpengaruh
secara signifikan terhadap Dividend Payout Ratio tetapi secara parsial Debt to
Equity Ratio tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Dividend Payout Ratio.
Sutrisno (2001) melakukan penelitian dengan judul “Analisis Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Dividend Payout Ratio Pada Perusahaan Publik di Indonesia”.
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Dividend Payout Ratio sedangkan
7
Universitas Kristen Maranatha Size, Debt to Equity Ratio, Profitability, dan Holding. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Cash Position dan Debt to Equity Ratio memiliki pengaruh
yang signifikan terhadap Dividend Payout Ratio.
Oleh karena itu, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul
“Pengaruh Cash Position, Debt to Equity Ratio, dan Return On Assets Terhadap
Dividend Payout Ratio pada Perusahaan-Perusahaan yang Bergerak Dalam Sub
Sektor Perkebunan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada Periode
2010-2014.”
1.2Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka identifikasi masalahnya :
1. Apakah cash position berpengaruh terhadap dividend payout ratio pada
perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam sub sektor perkebunan yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010-2014?
2. Apakah debt to equity ratio berpengaruh terhadap dividend payout ratio
pada perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam sub sektor perkebunan
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010-2014?
3. Apakah return on assets berpengaruh terhadap dividend payout ratio pada
perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam sub sektor perkebunan yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010-2014?
4. Apakah cash position, debt to equity ratio, dan return on assets berpengaruh
terhadap dividend payout ratio pada perusahaan-perusahaan yang bergerak
dalam sub sektor perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada
Universitas Kristen Maranatha
1.3Tujuan Penelitian
Berdasarkan identifikasi masalah diatas maka tujuan penelitian ini yaitu :
1. Untuk mengetahui pengaruh cash position terhadap dividend payout ratio
pada perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam sub sektor perkebunan
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010-2014.
2. Untuk mengetahui pengaruh debt to equity ratio terhadap dividend payout
ratio pada perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam sub sektor
perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010-2014.
3. Untuk mengetahui pengaruh return on assets terhadap dividend payout ratio
pada perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam sub sektor perkebunan
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010-2014.
4. Untuk mengetahui pengaruh cash position, debt to equity ratio, dan return
on assets terhadap dividend payout ratio pada perusahaan-perusahaan yang
bergerak dalam sub sektor perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia pada periode 2010-2014.
1.4Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
a. Manfaat bagi akademisi
1. Memberikan pengetahuan dan kontribusi untuk penelitian pasar modal,
khususnya mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan
dividen.
2. Menjadi acuan bagi mahasiswa khususnya yang mengambil konsentrasi
dalam bidang Manajemen Keuangan untuk melakukan penelitian
9
Universitas Kristen Maranatha sebagai variabel independen dan dividend payout ratio sebagai variabel
dependen.
b. Manfaat bagi praktisi bisnis
1. Memberi masukan kepada investor mengenai return on assets yang
merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi besarnya dividen yang
dibagikan untuk dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam
melakukan keputusan investasi.
2. Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam
mengatur besarnya dividen yang dibagikan kepada investor berdasarkan
kuatnya cash position, rendahnya debt to equity ratio, dan peningkatan
return on assets.
3. Menjadi evaluasi bagi kemajuan perusahaan-perusahaan yang bergerak
dalam sub sektor perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
c. Manfaat bagi pemerintah
1. Sebagai bahan masukan bagi pemerintah dalam menyusun peraturan
pelaksana lebih lanjut terkait kebijakan pembagian dividen bagi Badan
Usaha Milik Negara.
2. Sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk lebih lagi
memberikan fokus dalam memajukan sub sektor perkebunan dalam
65 Universitas Kristen Maranatha
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh cash position, debt to
equity ratio, dan return on assets terhadap dividend payout ratio pada
perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam sub sektor perkebunan yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2010-2014. Hasil dari
pembahasan yang telah dilakukan di bab sebelumnya, dapat disimpulkan
sebagai berikut :
1. Variabel Cash Position (CP) tidak berpengaruh terhadap variabel
Dividend Payout Ratio pada perusahaan-perusahaan yang bergerak
dalam sub sektor perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
pada periode 2010-2014 berdasarkan hasil uji hipotesis secara parsial
(uji statistik t).
2. Variabel Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh terhadap variabel
Dividend Payout Ratio pada perusahaan-perusahaan yang bergerak
dalam sub sektor perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
pada periode 2010-2014 berdasarkan hasil uji hipotesis secara parsial
(uji statistik t).
3. Variabel Return On Assets (ROA) tidak berpengaruh terhadap variabel
Dividend Payout Ratio pada perusahaan-perusahaan yang bergerak
Universitas Kristen Maranatha pada periode 2010-2014 berdasarkan hasil uji hipotesis secara parsial
(uji statistik t).
4. Variabel Cash Position (CP), Debt to Equity Ratio (DER), dan Return
On Assets (ROA) tidak berpengaruh terhadap variabel Dividend Payout
Ratio pada perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam sub sektor
perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode
2010-2014 berdasarkan hasil uji hipotesis secara simultan (uji statistik F).
5.2 Keterbatasan Penelitian
Pada penelitian ini terdapat beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan
untuk penelitian selanjutnya. Beberapa keterbatasan yang sehubungan dengan
hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Faktor-faktor yang mempengaruhi dividend payout ratio yang diuji pada
penelitian ini hanya terbatas pada faktor-faktor internal yang ada pada
masing-masing perusahaan berdasarkan laporan keuangan perusahaan
seperti cash position, debt to equity ratio, dan return on assets.
2. Penelitian ini hanya dilakukan pada laporan keuangan dan ringkasan
kinerja perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam sub sektor
perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode
2010-2014.
3. Penelitian ini hanya mengidentifikasi Cash Position, Debt to Equity
Ratio, dan Return On Assets yang mempengaruhi Dividend Payout
Ratio dimana hanya terdapat tiga variabel independen dan satu variabel
Universitas Kristen Maranatha 4. Penelitian ini hanya melakukan pengujian secara simultan dan parsial
dari setiap variabel yang ada dengan menggunakan uji statistik F dan uji
statistik t (uji asumsi klasik dan uji regresi) sehingga alat bantu
pengujian hanya menggunakan SPSS.
5.3 Saran
1. Bagi perusahaan :
Perusahaan yang bergerak dalam sub sektor perkebunan diharapkan
lebih memperhatikan struktur modalnya yang secara langsung akan
mempengaruhi pembagian dividen kepada para pemegang saham.
Perusahaan juga diharapkan untuk dapat mengefektifkan penggunaan
laba per lembar saham untuk kegiatan investasi serta memperkecil
tingkat penggunaan utangnya.
2. Bagi investor :
Para investor sebaiknya lebih memperhatikan kondisi struktur modal
perusahaan yang menjadi target investasi karena hal tersebut merupakan
salah satu faktor yang dapat mempengaruhi besarnya dividen yang akan
diterima oleh para pemegang saham. Selain itu, investor diharapkan
mempertimbangkan faktor-faktor eksternal diluar kinerja perusahaan
tersebut sebelum mengambil keputusan untuk melakukan investasi.
3. Bagi peneliti selanjutnya :
Peneliti menyarankan agar pada penelitian selanjutnya tidak hanya
menggunakan faktor-faktor internal yang ada pada masing-masing
Universitas Kristen Maranatha menggunakan faktor-faktor eksternal perusahaan yang menyangkut
kondisi ekonomi makro seperti Gross Domestic Product, tingkat inflasi,
nilai tukar, dan tingkat suku bunga. Pada penelitian selanjutnya juga
diharapkan dapat mengidentifikasi variabel-variabel yang memiliki
korelasi searah dan keeratan yang sangat kuat terhadap dividend payout
69 Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR PUSTAKA
Adriani, Irma. (2011). “Pengaruh Investment Opportunity dan Mekanisme Corporate Governance Terhadap Kualitas Laba dan Nilai Perusahaan.” Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.
Agnes, Sawir. (2008). Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Andarini, Diah. (2007). “Analisis Pengaruh Faktor Fundamental Dan Resiko Sistematik Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Di BEI.” Skripsi. Semarang: Universitas Gunadarma.
Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Arthur J. Keown, David F. Scott, Jr., John D. Martin, J. William Petty. (2010). Manajemen Keuangan Prinsip dan Penerapan Jilid 1 Edisi Kesepuluh. Jakarta: PT. Indeks.
Dwipratama, Gede Priyana. (2009). “Pengaruh PBV, DER, EPS, DPR, Dan ROA, Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Food And Beverage Yang Terdaftar Di BEI.” Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Gunadarma.
Ertherington, W.G. (1984). Strategi Rehabilitasi Perkebunan Teh di Indonesia. hal. 109.
Fahmi, Irham. (2011). Analisis Laporan Keuangan. Lampulo: Alfabeta.
Fahmi, Irham. (2012). Analisis Kinerja Keuangan. Bandung: Alfabeta.
Fahmi, Irham. (2012). Pengantar Pasar Modal. Bandung: Alfabeta.
Firmansyah, Tri Yoga. (2013). “Analisis Pengaruh Cash Position, Debt to Equity Ratio, Return On Assets Terhadap Dividend Payout Ratio.” Skripsi. Semarang: Universitas Dian Nuswantoro.
Ghozali, Imam. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
70
Universitas Kristen Maranatha Ghozali, Imam. (2012). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gujarati dan Porter. (2009). Dasar-Dasar Ekonometrika. Jakarta: Salemba Empat.
Hanafi, Mamduh M. (2004). Manajemen Keuangan. Yogyakarta: BPFE.
Harahap, Sofyan Syafri. (2010). Teori Akuntansi Edisi Revisi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Harahap, Sofyan Syafri. (2011). Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Hardiatmo, Budi & Daljono. (2013). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen Pada Perusahaan Manufaktur yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2009. Diponegoro Journal Of Accounting, Vol. 2 , No.1.
Haryadi. (2006). Teknologi Pengolahan Beras. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Hermawan, Asep. (2009). Penelitian Bisnis Paradigma Kuantitatif. Jakarta: PT. Gramedia Widyasarana Indonesia.
Irawati, Susan. (2006). Manajemen Keuangan. Bandung: Pustaka
Isnani, Umah. (2012). “Pengaruh Debt to Equity Ratio, Return On Asset, Current Ratio, dan Growth Terhadap Dividend Payout Ratio pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2006-2010.”
Jannati, Attina. (2010). “Pengaruh Profitabilitas, Leverage, dan Growth Terhadap Kebijakan Dividen Pada Perusahaan Manufaktur Consumer Goods Industry yang Listing di Bursa Efek Indonesia.” Tasikmalaya: Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi
Kasmir. (2008). Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Rajawali Pers.
Kasmir. (2010). Pengantar Manajemen Keuangan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Universitas Kristen Maranatha Laksono, Bagus. (2006). “Analisis Pengaruh Return On Asset, Sales Growth, Asset Growth, Cash Flow, dan Likuiditas Terhadap Dividend Payout Ratio.” Tesis. Semarang: Program Studi Magister Manajemen Universitas Diponegoro.
Marlina, Lisa, dan Carla Danica. (2009). Analisis Pengaruh Cash Position, Debt to Equity Ratio, dan Return On Assets Terhadap Dividend Payout Ratio. Jurnal Manajemen Bisnis, Vol. 2, No. 1, Januari 2009: 1-6.
Mamduh, M. Hanafi. (2003). Manajemen Keuangan Internasional. Yogyakarta: BPFE.
Mardiyanto, Hardono. (2009). Intisari Manajemen Keuangan. Jakarta: Grasindo Periode 2005-2007. Semarang: Tesis.
Munafiah, Rophingatun. (2012). “Analisis Pengaruh Return On Asset, Debt to Equity Ratio, Current Ratio dan Asset Growth Terhadap Dividend Payout Ratio.” Skripsi. Malang: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Nayla, Akifa P. (2013). Dasar-Dasar Akuntansi Perkantoran. Edisi Pertama. Cetakan Pertama. Jakarta: Laksana.
Novalia, Riska, Zulbahdiar, dan Elif Ilham. (2012). “Pengaruh Cash Position, Return On Equity, dan Debt to Equity Ratio Terhadap Dividend Payout Ratio.”
Pratomo, Ikhsan Nur. (2014). “Pengaruh Debt to Equity Ratio, Net Profit Margin, Asset Growth, Firm Size, Return On Asset Terhadap Dividend Payout Ratio.” Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah.
Puspita, Fira. (2009). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividend Payout Ratio pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta.
Rahardjo, Budi. (2007). Keuangan dan Akuntansi untuk Manajer Non Keuangan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Riyanto, Bambang. (1995). Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE.
Riyanto, Bambang. (2001). Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Keempat Cetakan Ketujuh. Yogyakarta: BPFE.
72
Universitas Kristen Maranatha Sadeli, H. Lili M. (2002). Dasar-Dasar Akuntansi Cetakan Kelima. Jakarta: PT.
Bumi Aksara.
Sartono, Agus. (2001). Manajemen Keuangan “Teori dan Aplikasi”. Edisi Keempat. Yogyakarta: Badan Penerbitan Fakultas Ekonomi.
Sekaran, Uma. (2006). Metodologi Penelitian Untuk Bisnis. Edisi 4, Buku 2. Jakarta: Salemba Empat.
Subana, M. dan Sudrajat. (2005). Dasar-Dasar Penelitian Ilmiah. Bandung: CV Pustaka Pelajar.
Sudana, I Made. (2011). Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: Erlangga.
Sudarsi, Sri. (2002). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dividend Payout Ratio Pada Industri Perbankan Yang Listed di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Bisnis dan Ekonomi. Vol.9. No.1, Maret: 76-88.
Sugiyono. (2006). Statistika Untuk Penelitian. Cetakan Ketujuh. Bandung: CV Alfabeta.
Supangat, Andi. (2007). Statistika Dalam Kajian Deskriptif, Inferensi, dan Nonparametrik. Edisi Pertama. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Sutrisno. (2001). Manajemen Keuangan. Yogyakarta: Ekonesia.
Sutrisno. (2001). “Analisis Pengaruh Cash Position, Debt to Equity Ratio, dan Return on Assets Terhadap Dividend Payout Ratio Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia.”
Turnip, Asrani. (2009). “Analisis Pengaruh Current Ratio, Debt To Total Assets, Return On Investment Dan Earning Per Share Terhadap Dividen Kas Pada Perusahaan Terbuka Di Bursa Efek Indonesia.” Skripsi. Medan: Fakultas Ekonomi Departemen Manajemen Universitas Sumatera Utara.
Warsono. (2003). Manajemen Keuangan Perusahaan, Jilid Satu, Edisi Ketiga. Jakarta: Bayu Media.
Wicaksana, I Gede Ananditha. (2012). “Pengaruh Cash Ratio, Debt to Equity
Ratio, dan Return On Asset Terhadap Kebijakan Dividen Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia.” Tesis. Denpasar: Program Pasca Sarjana Universitas Udayana.