• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN MEDIA E-LEARNING BERBASIS WEBLOG DENGAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA SUB MATERI TABUNG DAN KERUCUT DI KELAS IX SMP SWASTA RAKSANA MEDAN T.A 2014/2015.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENERAPAN MEDIA E-LEARNING BERBASIS WEBLOG DENGAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA SUB MATERI TABUNG DAN KERUCUT DI KELAS IX SMP SWASTA RAKSANA MEDAN T.A 2014/2015."

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN MEDIA E-LEARNING BERBASIS WEBLOG DENGAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN

HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP SWASTA R A K S A N A M E D A N T . A 2 0 1 4 / 2 0 1 5

Oleh:

Nelly Juliani Sinaga

409111054

Program Studi Pendidikan Matematika

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

JURUSAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

iv

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala

berkat-Nya yang memberikan kesehatan dan hikmat kepada penulis sehingga

penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang

direncanakan.

Skripsi yang berjudul “Penerapan Media E-Learning Berbasis Weblog

dengan Metode Penemuan Terbimbing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar

Matematika Siswa pada Sub Materi Tabung dan Kerucut di Kelas IX SMP Swasta Raksana Medan T.A 2014/2015”, disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Uimed.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang

sebesar-besarnya kepada: Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si, selaku Rektor beserta

staf-stafnya di Universitas Negeri Medan. Ucapan terima kasih juga disampaikan

kepada: Bapak Prof. Drs. Motlan, M.Sc, Ph.D, selaku Dekan beserta staf-stafnya

di FMIPA Unimed. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya penulis

sampaikan kepada Bapak Drs. Yasifati Hia, M.Si sebagai dosen pembimbing

skripsi yang telah banyak memberikan bimbingan, masukan dan saran-saran

kepada penulis sejak awal penelitian sampai dengan selesainya penulisan skripsi

ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Prof. Dr. Pargaulan

Siagian, M.Pd, Bapak Drs. Togi, M.Pd, dan Bapak Drs. Syafari, M.Pd, yang telah

memberikan masukan dan saran-saran mulai dari rencana penelitian sampai

dengan selesainya penyusunan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan

kepada Bapak Drs. Syafari, M.Pd sebagai Dosen Pembimbing Akademik dan

kepada seluruh Bapak/Ibu Dosen beserta Staf Pegawai Jurusan Matematika

FMIPA UNIMED yang telah membantu penulis. Penghargaan juga disampaikan

kepada Ibu R. Manik dan Ibu O. Manik selaku kepala sekolah dan guru

Matematika SMP Swasta Raksana Medan yang telah banyak membantu selama

(4)

v

Teristimewa saya sampaikan kepada Ayahanda Tua Sinaga dan Ibunda

tercinta Rista br Purba, yang selalu senantiasa membantu penulis, mendoakan dan

memberikan semangat yang luar biasa bagi penulis serta memberikan dana kepada

penulis dalam menyelesaikan studi di Universitas Negeri Medan. Teristimewa

juga saya samapaikan kepada kakak saya Netty Sinaga, SE, abang saya tercinta

Tommy Sinaga, S.Pd, adik saya tercinta Sinta Sinaga, juga Charles Silaban, SE

yang selalu mendoakan, mendorong dan menyemangati saya dalam penyelesaian

studi saya ini dan sanak keluarga yang selalu senantiasa berdoa dan memberikan

dorongan semangat bagi penulis. Tidak lupa juga penulis menyampaikan terima

kasih kepada teman-teman seperjuangan yaitu kelas Dik B’09 yang tidak dapat

penulis sebutkan satu persatu, khususnya sahabatku Viergie, Mariance, Melan,

Reni, Mona, Ratu, Rosa, Debora, Desima, Eva, Nikmah, Michael, Efra, Elisabet,

Justin, Lilis, Marihot, Afifah, Syahmidun dan teman-teman seperjuangan lainnya

yang tidak bisa saya tuliskan satu persatu yang selalu membangkitkan semangat

bagi penulis.

Penulis telah berupaya dengan semaksimal mungkin dalam penyelesaian

skripsi ini, namun penulis menyadari masih banyak kelemahan baik dari segi isi

maupun tata bahasa, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang

bersifat membangun dari pembaca demi sempurnanya skripsi ini. Kiranya isi

skripsi ini bermanfaat dalam memperkaya khasanah ilmu pendidikan.

Medan, Desember 2014

Penulis,

(5)

iii

PENERAPAN MEDIA E-LEARNING BERBASIS WEBLOG DENGAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN

HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP SWASTA RAKSANA MEDAN T.A. 2014/2015

Nelly Juliani Sinaga (NIM. 409111054) ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika melalui media e-learning berbasis weblog dengan metode penemuan terbimbing pada sub materi tabung dan kerucut di kelas IX SMP Swasta Raksana Medan Tahun Ajaran 2014/2015.

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dibagi dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Subjek dalam dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX-2 SMP Swasta Raksana Medan yang berjumlah 44 orang. Objek penelitian ini adalah peningkatan hasil belajar matematika pada tabung dan kerucut dengan menggunakan media e-learning berbasis weblog melalui metode penemuan terbimbing. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan tes. Kriteria keberhasilan penelitian ini

adalah jika mencapai target setiap indikator ≥ 65%.

Hasil penelitian pada siklus I diperoleh siswa yang memahami aspek fakta mencapai 84,1% (kategori baik), siswa yang mampu memahami aspek konsep mencapai 77,4% (kategori cukup), siswa yang mampu memahami aspek operasi/prosedur mencapai 61,3% (kategori buruk), dan siswa yang mampu memahami aspek prinsip mencapai 40,8% (kategori sangat buruk). Hasil penelitian pada silkus II diperoleh siswa yang mampu memahami aspek fakta mencapai 100% (kategori sangat baik), siswa yang mampu memahami aspek konsep mencapai 95,4% (kategori sangat baik), siswa yang mampu memahami aspek operasi/ prosedur mencapai 88,6% (kategori baik), dan siswa yang mampu memahami aspek prinsip mencapai 65,9% (kategori cukup baik).

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan observer diperoleh pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan peneliti pada siklus I termasuk dalam kategori cukup dengan nilai 72 , dan pada siklus II termasuk dalam kategori baik dengan nilai 87,75 .

Berdasarkan uraian di atas disimpulkan penerapan media e-learning berbasis weblog dengan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada sub materi tabung dan kerucut di kelas IX-2 SMP Swasta Raksana Medan Tahun Ajaran 2014/2015.

(6)

vi

DAFTAR ISI

Halaman

Lembar Pengesahan i

Riwayat Hidup ii

Abstrak iii

Kata Pengantar iv

Daftar Isi vi

Daftar Gambar ix

Daftar Tabel x

Daftar Lampiran xi

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah 1

1.2. Identifikasi Masalah 6

1.3. Batasan Masalah 6

1.4. Rumusan Masalah 6

1.5. Tujuan Masalah 7

1.6. Manfaat Penelitian 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kerangka Teoritis 8

2.1.1. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi

dan Komunikasi 8

2.1.2. Media E-Learning Berbasis Weblog 20

2.1.3. Metode Penemuan Terbimbing 35

2.1.4. Penerapan Media E-Learning Berbasis Weblog Dengan

Metode Penemuan Terbimbing 41

(7)

vii

2.1.6. Tinjauan Tentang Materi Tabung dan Kerucut 44

2.2. Hasil Penelitian yang Relevan 51

2.3. Kerangka Konseptual 51

2.4. Hipotesis Tindakan 52

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 53

3.2. Subyek dan Obyek Penelitian 53

3.2.1. Obyek Penelitian 53

3.2.2. Obyek Penelitian 53

3.3. Jenis Penelitian 53

3.4. Prosedur Penelitian 54

3.4.1. Perencanaan Tindakan 54

3.4.2. Pelaksanaan Tindakan dan Observasi 57

3.4.3. Prosedur Analisis dan Interpretasi Data 58

3.4.4. Evaluasi 58

3.4.5. Refleksi 59

3.5. Indikator Kinerja 60

3.6. Kriteria Penilaian Hasil Belajar 60

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian Siklus I 63

4.1.1. Permasalahan 63

4.1.2. Tahap Pelaksanaan Tindakan 64

4.1.3. Hasil Tes Diagnostik Hasil Belajar I 66

4.1.4. Hasil Observasi I 71

4..1.5. Hasil Refleksi I 72

4.2. Hasil Penelitian Siklus II 73

4.2.1. Permasalahan 73

4.2.2. Tahap Pelaksanaan Tindakan 73

(8)

viii

4.2.4. Hasil Observasi II 79

4.2.5. Hasil Refleksi II 80

4.3. Pembahasan 80

4.3.1. Pembahasan Hasil Tes Diagnostik 80

4.3.2. Pembahasan Hasil Observasi 83

4.3.3. Pembahasan Model Pembelajaran 86

4.4. Diskusi Hasil Penelitian 88

BAB V KESIMPULAN DAN SARANA

5.1. Kesimpulan 91

5.2. Saran 91

(9)

x

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Langkah-langkah Metode Penemuan Terbimbing 39

Tabel 2.2 Sintaks Metode Penemuan Terbimbing dengan

Media E-Learning Berbasis Weblog 42

Tabel 3.1 Indikator Kinerka 60

Tabel 3.2 Kriteria Tingkat Kemampuan Hasil Belajar 60

Tabel 3.3 Kriteria Penilaian Observasi 61

(10)

ix

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Proses Komunikasi 13

Gambar 2.2 Tabung 45

Gambar 2.3 Tabung dan Rangkaiannya 45

Gambar 2.4 Kerucut 47

Gambar 2.5 Kerucut dan Jaring-jaringnya 47

Gambar 2.6 Tabung dan Kerucut 49

(11)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman Lampiran 1. RPP I (Siklus I) 94

Lampiran 2. RPP II (Siklus I) 107

Lampiran 3. RPP III (Siklus I) 120

Lampiran 4. RPP IV (Siklus I) 132

Lampiran 5. Lembar Aktivitas Siswa I 145

Lampiran 6. Lembar Aktivitas Siswa II 148

Lampiran 7. Lembar Aktivitas Siswa III 152

Lampiran 8. Lembar Aktivitas Siswa IV 155

Lampiran 9. Alternatif Penyelesaian LAS I 158

Lampiran 10. Alternatif Penyelesaian LAS II 160

Lampiran 11. Alternatif Penyelesaian LAS III 162

Lampuran 12. Alternatif Penyelesaian LAS IV 163

Lampiran 13. Kisi-kisi Instrumen Tes Diagnostik 166

Lampiran 14. Tes Diagnostik 167

Lampiran 15. Alternatif Penyelesaian Tes Diagnostik 169

Lampiran 16. Hasil Tes Diagnostik 176

Lampiran 17. Kisi-Kisi Tes Diagnostik

Hasil Belajar I 178

Lampiran 18. Tes Diagnostik Hasil Belajar I 179

Lampiran 19. Rubrik Penilaian dan Alternatif Jawaban TDHB I 181

Lampiran 20. Hasil TDHB I 185

Lampiran 21. Kisi-Kisi Tes Diagnostik Hasil Belajar II 187

Lampiran 22. Tes Diagnostik Hasil Belajar II 188

Lampiran 23. Rubrik Penilaian dan Alternatif Jawaban TDHB II 191

Lampiran 24. Hasil TDHB II 195

Lampiran 25. Lembar Validasi TDHB I 197

Lampiran 26. Lembar Validasi TDHB II 200

(12)

xii

Lampiran 28. Lembar Observasi Kegiatan Guru II (Siklus I) 209

Lampiran 29. Deskripsi Hasil Observasi Kegiatan Guru I 215

Lampiran 30. Lembar Observasi Kegiatan Siswa I (Siklus I) 217

Lampiran 31. Lembar Observasi Kegiatan Siswa II (Siklus I) 218

Lampiran 32. Deskripsi Hasil Observasi Kegiatan Siswa I 219

Lampiran 33. Lembar Observasi Kegiatan Guru I (Siklus II) 220

Lampiran 34. Lembar Observasi Kegiatan Guru II (Siklus II) 226

Lampiran 35. Deskripsi Hasil Observasi Kegiatan Guru Siklus II 232

Lampiran 36. Lembar Observasi Kegiatan Siswa I (Siklus II) 234

Lampiran 37. Lembar Observasi Kegiatan Siswa II (Siklus II) 235

Lampiran 38. Deskripsi Hasil Observasi Kegiatan Siswa II 236

(13)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Matematika dikenal sebagai ilmu dasar, pembelajaran matematika akan

melatih kemampuan kritis, logis, analitis dan sistematis. Tetapi peran matematika

tidak hanya sebatas hal tersebut, seperti bidang lain, seperti fisika, ekonomi,

biologi tidak terlepas dari peran matematika. Kemajuan ilmu fisika itu sendiri

tidak akan tercapai tanpa peran matematika dan perkembangan matematika itu

sendiri.

Matematika merupakan salah satu bidang studi yang menduduki peranan

penting dalam pendidikan, hal ini dapat dilihat dari waktu jam pelajaran sekolah

lebih banyak dibandingkan pelajaran lain. Matematika merupakan bidang studi

yang dipelajari oleh semua siswa dari SD hingga SMA dan bahkan juga di

Perguruan Tinggi. Ada banyak alasan tentang perlunya siswa belajar matematika.

Menurut Cornelius (dalam Abdurrahman 2003 : 253) mengemukakan :

Lima alasan perlunya belajar matematika karena matematika merupakan (1) sarana berpikir yang jelas dan logis, (2) sarana untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari, (3) sarana mengenal pola-pola hubungan dan generalisasi pengalaman, (4) sarana untuk mengembangkan kreativitas, dan (5) sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan budaya.

Melihat proses pembelajaran matematika yang selama ini berlangsung,

bahwa pada proses pembelajaran yang terjadi masih berfokus pada guru sebagai

sumber utama pengetahuan (transfer pengetahuan dari guru ke siswa) dan

penggunaan model serta metode pembelajaran belum bervariasi di kelas. Hal ini

merupakan salah satu kelemahan proses pembelajaran di sekolah-sekolah, artinya

pembelajaran yang dilakukam kurang adanya usaha dalam melibatkan dan

mengembangkan proses kemampuan berpikir siswa sehingga peserta didik akan

dikatakan pasif karena kegiatan yang dilakukan adalah duduk, mendengar, dan

mencatat. Sementara fasilitas sekolah yang ada seperti wifi dapat menambah

(14)

2

minat siswa untuk belajar tetapi penggunaannya belum dimanfaatkan secara

maksimal.

Rendahnya hasil belajar siswa terlihat pada setiap UN (Ujian Nasional ).

Rata-rata siswa yang tidak lulus adalah mata pelajaran matematika dan dari data

survey Trends InternationalMathematics And Science Study (TIMSS ) (dalam

http://edukasi.kompas.com ) pada tahun 2011, organisasi internasional yang

mengukur kemampuan matemmatika dan sains di berbagai negara dengan

menerapkan patokan skor 625 untuk level lanjut, 550 untuk level tinggi, 475

untuk level menengah, dan 400 untuk level rendah. Skor yang diperoleh Indonesia

untuk bidanng matematika adalah 368 (dibawah level terendah ) dengan urutan ke

38 dari 42 negara yang siswanya dites. Ironosnya, skor Indonesia ini turun 11 poin

dari penilaian tahun 2007. Dan ini menunjukkan bahwa prestasi matematika di

kanca Internasional juga mengalami penurunan.

Akan tetapi yang menjadi masalah yang dihadapi oleh bangsa Indonesia

dalam pendidikan matematika adalah rendahnya hasil belajar anak didik.

Pembelajaran matematika di Indonesia masih lemah, pengajaran terfokus dan

masih terpaku pada rumusan buku (dalam http://www.kompas.com) serta

pembelajaran matematika selama ini masih dianggap sebagai pembelajaran yang

sulit karena menggunakan symbol dan lambing yang dimaknai dengan

penghafalan rumus”. (http://medannewstoday.blogspot.com/2010/09/kualitas

pendidikanIndonesia.html)

Seperti yang dikatakan Abbas (dalam http://depdiknas.go.id) :

Banyak faktor yang menjadi penyebab rendahnya hasil belajar matematika peserta didik, salah satunya adalah ketidak tepatan penggunaan model pembelajaran yang digunakan guru di kelas. Kenyataan menunjukkan bahwa selama ini kebanyakan guru menggunakan model pembelajaran yang bersifat konvensional dan banyak didominasi oleh guru.

Menurut Slameto (2003:36) menyatakan bahwa:

(15)

3

diskusi dengan guru. Dalam berbuat siswa dapat menjalankan perintah, melaksanakan tugas, membuat grafik, diagram, inti sari dari pelajaran yang disajika oleh guru. Bila siswa menjadi partisipasi yang aktif, maka ia memiliki ilmu/pengetahuan itu dengan baik.

Tujuan pembelajaran matematika adalah terbentuknya kemampuan

bernalar pada siswa yang tercermin melalui kemampuan berpikir kritis, logis,

sistematis, dan memiliki sifat obyektif, jujur, disiplin, dalam memecahkan suatu

permasalahan baik dalam bidang matetodamatika maupun bidang lain dalam

kehidupan sehari-hari. Namun, keadaan yang sebenarnya adalah belum sesuai

dengan yang diharapkan. Pembelajaran yang diterapkan hampir semua sekolah

cenderung text book oriented dan kurang terkait dengan kehidupan sehari-hari

siswa. Pembelajaran matematika yang cenderung abstrak, sementara itu

kebanyakan guru dalam mengajar masih kurang memperhatikan kemampuan

berpikir siswa, atau dengan kata lain pembelajaran yang kreatif. Seperti metode

yang digunakan kurang bervariasi, tidak melakukan pengajaran bermakna, dan

sebagai akibatnya motivasi belajar siswa menjadi sulit ditumbuhkan dan pola

belajar cenderung menghafal dan mekanistis.

Dengan memperhatikan permasalahan yang ada dalam pembelajaran

matematika tersebut, maka perlu dicari suatu pendekatan untuk mendukung proses

pembelajaran matematika yang menyenangkan sehingga meningkatkan motivasi

dan mempermudah pemahaman siswa dalam belajar. Teknologi dapat digunakan

dalam kegiatan pembelajaran dikelas, penggunaan media e-Learning berbasis

weblog dapat membantu siswa untuk meningkatkan hasil belajar yang lebih baik.

Menurut Hasbullah, 2009 (dalam

http://directory.umm.ac.id/Hasbullah-Perancangan-implementasi-model-pembelajaran -e-learning.pdf ) menyatakan

bahwa:

E-Learning merupakan suatu jenis sistem pembelajaran yang

memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, atau media jaringan computer lain.

E-Learning adalah proses learning (pembelajaran) menggunakan

Information and Communication Technology (ICT )sebagai tools yang

(16)

4

menciptakan scenario pembelajaran dengan matang untuk mengundang keterlibatan peserta didik secara aktif dan konstruktif dalam proses belajar.

Matematika dianggap sebagai pelajaran yang sangat sulit bagi siswa.

Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan pada tanggal 23 Januari 2014 di

SMP Swasta Raksana Medan, dari siswa kelas VIII SMP, hanya 40% yang

menyukai matematika sedangkan 60% tidak menyukai pelajaran matematika.

Alasan siswa tidak menyukai pelajaran matematika adalah matematika itu rumit

dan sangat membosankan bagi siswa. Hal ini mengakibatkan kurangnya

ketertarikan dan minat siswa untuk belajar matematika.

Dari hasil wawancara dengan guru bidang studi matematika Ibu

O.Manik, S.Pd di SMP Swasta Raksana Medan menyatakan bahwa nilai rata-rata

siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung adalah 58 dan yang mengalami

ketuntasan belajar hanya mencapai 35%. Model pembelajaran yang digunakan

guru pada saat proses pembelajaran adalah model pembelajaran langsung dengan

metode ceramah. Siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran berlangsung.

Akibatnya kebanyakan siswa mendapatkan hasil belajar yang rendah.

Dari hasil tes diagnostik pada pokok bahasan bangun datar diperoleh data

bahwa tidak satupun siswa yang dikategorikan tuntas dalam menyelesaikan tes

yang diberikan. Dari 44 siswa diperoleh 54,6% siswa yang memahami asfek fakta,

11,3% siswa yang memahami asfek konsep, 6,8% siswa yang memahami asfek

operasi, dan 0% siswa yang memahami asfek prinsip. Melihat hal tersebut masih

sangatlah jauh dari apa yang diharapkan.

SMP Swasta Raksana Medan adalah salah satu sekolah yang berdomisili

di kecamatan Medan Petisah. Sekolah ini masih memiliki masalah tentang proses

dan produk pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran matematika. Hal ini

berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti. Yayasan Perguruan Swasta

Raksana Medan merupakan salah satu sekolah yang memiliki sarana teknologi

yang memadai, antara lain ruang laboratorium komputer dan dilengkapi jaringan

Wifi. Namun penggunaan fasilitas yang ada di sekolah ini belum digunakan

(17)

5

maka perlu usaha peningkatan hasil belajar yaitu dengan menambah variasi model

pembelajaran, serta media pembelajaran yang menarik atau menyenangkan.

Dengan demikian salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk

meningkatkan pemahaman siswa pada konsep tabung dan kerucut adalah guru

harus mampu menggunakan alat bantu berupa media pembelajaran agar dapat

menjelaskan keabstrakan matematika tersebut. Kemudian guru juga harus dapat

menerapkan model atau metode pembelajaran yang variatif, melibatkan siswa

secara mental, fisik dan sosial pada saat pembelajaran berlangsung. Sehingga

diharapkan dengan meningkatnya pemahaman siswa, maka hasil belajarnya juga

akan meningkat pula.

Dari berbagai jenis metode pembelajaran, salah satunya adalah metode

penemuan terbimbing. Dengan metode penemuan terbimbing ini para siswa

diajarkan untuk menggunakan ide konsep dan keterampilan yang sudah mereka

pelajari untuk menemukan pengetahuan baru dengan pengetahuan guru sebagai

fasilitator. Dalam metode ini siswa dituntut untuk berperan aktif dalam proses

pembelajaran dan dengan bimbingan guru diarahkan untuk menemukan suatu

pencapaian yang dituju. Dengan menggunakan metode penemuan terbimbing ini,

para siswa diarahkan untuk menggunakan ide, konsep, dan keterampilan yang

sudah mereka pelajari untuk menemukan pengetahuan baru dengan bantuan guru

sebagai fasilitator, sebagai hasil yang diperoleh akan setia dan tahan lama dalam

ingatan. Seperti yang diungkapkan oleh Suryosubroto (1997:191) bahwa : “Dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri maka hasil yang diperoleh akan setia dan tahan lama dalam ingatan, tak mudah dilupakan anak”.

Bangun ruang sisi lengkung adalah salah satu kajian matematika yang

berupa gambar-gambar, maka agar konsepnya dapat tersampaikan dengan baik

dibutukan media pembelajaran E-Learning berbasis weblog agar siswa dapat

dengan mudah mendapatkan gambaran dalam menemukan pengetahuan yang baru

yang akan dicapai.

Berdasarkan uraian diatas maka peneliti bermaksud mengadakan

(18)

6

dengan Metode Penemuan Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa SMP Swasta Raksana Medan Tahun Ajaran 2014/2015”.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat diidentifikasikan

beberapa masalah sebagai berikut:

1. Rendahnya hasil belajar siswa pada pelajaran matematika.

2. Banyak siswa memandang matematika sebagai pelajaran yang sulit.

3. Siswa kurang mampu dalam memahami dan menyelesaikan soal

tabung dan kerucut.

4. Model dan media pembelajaran yang diterapkan kurang membuat

siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran.

5. Kurangnya pemanfaatan wifi atau internet dalam pembelajaran.

6. Belum pernah diterapkan media E-Learning berbasis weblog dalam

pembelajaran matematika.

1.3. Batasan Masalah

Berdasarkan permasalahan yang telah disebutkan dalam latar belakang

dan identifikasi masalah yang sangat luas, maka masalah yang dipilih dibatasi

hanya untuk mengetahui: “Penggunaan media E-Learning berbasis weblog

terhadap peningkatan hasil belajar matematika siswa pada tabung dan kerucut di kelas IX SMP”.

1.4. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang dikutip dari batasan masalah adalah:

Apakah media e-learning berbasis weblog dengan metode penemuan terbimbing

dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada sub materi tabung dan

(19)

7

1.5. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan media

e-learning berbasis weblog dengan metode penemuan terbimbing dapat

meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada sub materi tabung dan kerucut

di kelas IX SMP Swasta Raksana Medan T.A. 2014/2015.

1.6. Manfaat Penelitian

Sesuai dengan tujuan penelitian diatas, maka hasil penelitian yang

diharapkan akan memberi manfaat sebagai berikut:

1. Manfaat bagi siswa

Penelitian ini diharapkan dapat membantu dan meningkatkan keaktifan

siswa dalam pembelajaran, kesungguhan dalam menyelesaikan

permasalahan dalam soal-soal tes sehingga hasil belajar matematika

meningkat dengan menggunakan media e-learning berbasis weblog.

2. Manfaat bagi guru

Penelitian ini diharapkan sebagai bahan masukan bagi guru bidang studi

matematika dalam menggunakan model dan media pembelajaran untuk

meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi bangun

ruang.

3. Manfaat bagi peneliti

Sebagai bahan pembanding bagi mahasiswa atau peneliti lainnya yang

ingin meneliti topik atau permasalahan yang sama tentang hasil belajar

matematika siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung.

4. Manfaat bagi sekolah

Sebagai bahan masukan kepada pengelola sekolah dalam pembinaan

(20)

91

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan hasil observasi dapat diambil

kesimpulan bahwa penerapan media e-learning berbasis weblog dengan metode

penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada

materi ajar tabung dan kerucut di kelas IX-2 SMP Swasta Raksana Medan.

5.2. Saran

Berdasarkan kesimpulan penelitian, saran yang diajukan adalah:

1. Kepada guru matematika khususnya guru matematika SMP Swasta Raksana

Medan, disarankan memperhatikan kelemahan-kelemahan siswa dalam

memahami pelajaran matematika, karena pemahaman dan penguasaan siswa

akan mempengaruhi hasil belajar yang dicapai. Selain itu perlu juga

diperhatikan peran aktif siswa dalam proses pembelajaran, oleh karena itu

disarankan hendaknya guru bidang studi matematika dapat menerapkan

media e-learning berbasis weblog dengan metode penemuan terbimbing dan

memperbanyak contoh soal.

2. Kepada siswa SMP Swasta Raksana Medan disarankan lebih berperan aktif

dalam proses pembelajaran, baik bertanya maupun mengajukan pendapat,

memiliki rasa ingin tahu yang tinggi pada saat proses pembelajaran

berlangsung dengan menggunakan media e-learning berbasis weblog

sehingga pemahaman terhadap matematika lebih baik dan meningkatnya hasil

belajar yang dicapai.

3. Kepada peneliti selanjutnya agar hasil dan perangkat penelitian ini dapat

dijadika pertimbangan untuk menerapkan media e-learning berbasis weblog

dengan metode penemuan terbimbing pada materi ajar tabung dan kerucut

ataupun materi ajar yang lain.

(21)

92

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, Mulyono, (2003), Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

Djamarah, (2006), Strategi Belajar Mengajar, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta

Hamalik, Oemar., (2003), Proses Belajar Mengajar, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.

Hanafiah, Nanang., (2009), Konsep Strategi Pembelajaran, Penerbit Refika Aditama, Bandung.

Hasbullah, (2008), Perancangan dan Implementasi Model Pembelajaran E-Learning untuk Menungkatkan Kualitas Pembelajaran di JPTE FPTK Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Jurnal Pendidikan

http://directory.umm.ac.id/Hasbullah_perancangan_omplementasi_model_p embelajaran_e-learning.pdf (diakses pada tanggal 28 Juli 2013)

Hasbullah, (2009), Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, Penerbit PT. Raja Grafindo, Jakarta.

(http://belajarpsikologi.com/tag/jenis-jenis-media-pembelajaran)

(http://gurupkn.wordpress.pembelajaran-berdasarkan-masalah.com)

(http://medannewstoday.blogspot.com/2010/09/kualitaspendidikanIndonesia.html)

Krisianto, Andy, (2013), Jago Ngeblog dengan Wordpress dan Blogspot, Penerbit PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.

Rusman, M.Pd., (2011), Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru, Rajawali pers,Jakarta.

Rusman, dkk, (2012), Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan

Komunikasi, Penerbit RajaGrafindo Persada, Jakarta.

Sanjaya, W., (2008), Strategi Pembelajaran, Kencana Prenada Media Group, Jakarta.

Siahaan, dkk, (2010), Laporan Akhir Penelitian Teaching Grand Program Hibah

Kompetensi Institusi Batch, Universitas Negeri Medan, Medan.

Siahaan, Sahat, (2014), Pedoman Penulisan Skripsi Mahasiswa Program Studi

(22)

93

Slameto, (2003), Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, Rineka Cipta, Jakarta.

Slavin, Robert E., (2009), Coopertative Learning Teori, Riset dan Praktik, Penerbit Nusa Media, Bandung.

Sudjana, (2004), Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Sinar Baru Algensindo, Bandung.

Suryosubroto,B.,(1997), Proses Belajar Mengajar di Sekolah, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.

Trianto, (2007), Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik, Penerbit Prestasi Pustaka, Jakarta.

(23)

ii

RIWAYAT HIDUP

Nelly Juliani Sinaga dilahirkan di Ajamu pada tanggal 23 Juli 1991

Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhan Batu. Ayah bernama Tua Sinaga dan

ibu bernama Rista br Purba. Merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Pada

tahun 1997, penulis masuk SD Negeri 112206 Kecamatan Panai Hulu dan lulus

pada tahun 2003. Pada tahun 2003, penulis melanjutkan pendidikan di SMP

Swasta Yapendak PTP N IV Kebun Ajamu dan lulus pada tahun 2006. Pada tahun

2006, penulis melanjutkan pendidikan di SMA Swasta Raksana Medan dan lulus

pada tahun 2009. Pada tahun 2009, penulis diterima di Program studi Pendidikan

Matematika, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan

Gambar

Tabel 2.1  Langkah-langkah Metode Penemuan Terbimbing
Gambar 2.1  Proses Komunikasi

Referensi

Dokumen terkait

Pemerintah Desa memiliki peran yang sangat signifikan dalam pengelolaan proses sosial di dalam masyarakat. Tugas utama yang harus diemban Pemerintah Desa

pembinaan dan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan daerah kabupaten dan kota. Dalam melaksanakan tugas, bidang bina anggaran daerah bawahan mempunyai tugas :.. Penyiapan

Sedangkan untuk pengendalian umum dapat dikatakan belum memadai karena 3 area pengendalian umum belum memadai yaitu: pengendalian atas sistem operasi, pengendalian atas

Karena nilai sigifikan < 0,05 sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji F maka dapat disimpulkan bahwa dari masing-masing variabel independen yaitu penerapanan

Tahapan model discovery diawali dengan (1) stimulation yaitu guru memberikan rangsangan kepada siswa agar muncul keinginan untuk menyelidiki objek yang akan dipelajari,

3. Kepala UPBJJ-UT Surabaya, Prof Dr. Rusijono, M.Pd, yang telah memberikan ijin penelitian dan membuatkan surat ijin untuk mendapatkan rekomendasi penelitian dari

Oposisi dalam suatu pemerintahan adalah suatu keharusan untuk mengontrol rezim berkuasa agar tidak muncul rezim diktator yang otoriter (al-Banna, 2000:39). Allah

Alhamdulillahi Rabbil’alamin, segala puji hanya bagi Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan proposal skripsi dengan judul