No Registrasi :
...
PROPOSAL
PENELITIAN KOMPETITIF DOSEN PENELITIAN TINGKAT MADYA
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENGGUNAKAN SOFTWARE MINITAB PADA MATA KULIAH STATISTIKA DASAR
PROGRAM STUDI TADRIS MATEMATIKA JURUSAN TARBIYAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI BATUSANGKAR
2016
2
DAFTAR ISI
DATA PENELITI DAN PROPOSAL ... Error! Bookmark not defined.
BAB I ... Error! Bookmark not defined.
PENDAHULUAN ... Error! Bookmark not defined.
A. Latar Belakang Masalah ... Error! Bookmark not defined.
B. Batasan Masalah dan Perumusan Masalah... Error! Bookmark not defined.
C. Tujuan Pengembangan ... Error! Bookmark not defined.
D. Defenisi Operasional ... Error! Bookmark not defined.
E. Asumsi dan Fokus Pengembangan ... 5
F. Spesifikasi Produk ... 5
G. Pentingnya Pengembangan ... 6
BAB II ... 7
KAJIAN TEORI ... 7
A. Bahan Ajar ... 7
1. Pengertian Bahan Ajar ... 7
2. Karakteristik Bahan Ajar ... Error! Bookmark not defined. 3. Fungsi Bahan Ajar ... Error! Bookmark not defined. B. Statistika Elementer ... Error! Bookmark not defined.1 C. Software Minitab ... Error! Bookmark not defined. D. Bahan Ajar Statistika Elementer dengan Aplikasi Minitab ... Error! Bookmark not defined. BAB III ... Error! Bookmark not defined. METODOLOGI PENELITIAN ... Error! Bookmark not defined. A. Jenis Penelitian ... Error! Bookmark not defined. B. Model Pengembangan ... Error! Bookmark not defined. C. Rancangan dan Prosedur Penelitian ... 15
D. Teknik Pengumpulan Data... Error! Bookmark not defined. E. Teknik Analisis Data ... Error! Bookmark not defined. F. Jadwal Penelitian ... Error! Bookmark not defined. BAB IV ... Error! Bookmark not defined. PEMBIAYAAN ... Error! Bookmark not defined. DAFTAR PUSTAKA... Error! Bookmark not defined. LAMPIRAN ... 27
3 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
”Association for Educational Communications and Technology (AECT) mendefinisikan teknologi pendidikan sebagai suatu proses rumit, terpadu yang melibatkan manusia, prosedur, gagasan, rancangan dan pengorganisasian dalam menganalisis, merancang, melaksanakan, mengevaluasi serta mengelola pemecahan masalah tindak belajarnya manusia dari segala aspek” (Nana, 2003:51). Pemecahan masalah secara teknologi pendidikan menyangkut segala macam sumber belajar, baik yang direncanakan dan dipilih maupun yang dimanfaatkan untuk kegiatan belajar.
”Sumber belajar adalah informasi yang disajikan dan disimpan dalam berbagai bentuk media, yang dapat membantu siswa (mahasiswa) dalam belajar sebagai perwujudan dari kurikulum. Sumber belajar dapat berbentuk tempat atau lingkungan, orang, benda, buku, dan peristiwa.” (Abdul, 2006:170).
Disamping itu Mulyasa (2006) menyatakan bahan ajar merupakan salah satu bagian dari sumber belajar yang dapat diartikan sebagai sesuatu yang mengandung pesan pembelajaran, baik yang diniatkan secara khusus maupun bersifat umum yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembelajaran. Dengan kata lain bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru, dosen atau instruktur dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. Bahan ajar berisi tentang ilmu pengetahuan yang dapat digunakan oleh peserta didik untuk belajar, kamus menjelaskan istilah-istilah dari ilmu pengetahuan itu sendiri, dan seterusnya. Jadi, jelas bahwa bahan ajar sangat membantu dan memudahkan mahasiswa dalam belajar.
Bahan ajar merupakan komponen penting dalam pembelajaran. Bahan ajar yang disampaikan seorang pendidik hendaknya mengacu kepada tujuan yang telah digariskan dalam kurikulum. Sebagaimana salah satu capaian pembelajaran yang dirumuskan dalam kurikulum KKNI program studi Tadris Matematika, yaitu mahasiswa dituntut untuk mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan informasi dan data dalam penyelenggaraan pendidikan yang relevan, mampu mengkaji data dan informasi untuk menentukan pilihan terbaik dari solusi yang telah ada di bidang pendidikan secara mandiri dan kelompok sebagai dasar pengambilan keputusan. Statistika Elementer merupakan salah satu mata kuliah yang relevan untuk memenuhi capaian pembelajaran
4
tersebut,dimana mata kuliah ini merupakan mata kuliah wajib dalam rumpun kompetensi utama dalam kurikulum inti. Mata kuliah ini memuat materi-materi dasar dalam penyajian, pengolahan data penelitian sampai pada pengambilan keputusan. Untuk memenuhi capaian pembelajaran yang dimaksudkan di atas harus didukung oleh semua perangkat pembelajaran, salah satunya adalah bahan ajar.
Berdasarkan pengalaman penulis, sebagai staf pengajar mata kuliah statistika Dasar pada prodi Tadris Matematika maupun pada prodi di luar Tadris Matematika, dirasakan bahwa bahan ajar yang digunakan belum bisa memenuhi tuntutan yang dirumuskan pada capaian pembelajaran. Untuk mata kuliah Statika Elementer, sebagai bahan ajar mahasiswa diwajibkan memiliki buku rujukan yaitu Pengantar statistik karangan Walpole. Buku ini memuat teori dan soal-soal yang aplikatif, namun buku rujukan ini tidak memuat aplikasi soal dalam skala data yang besar dan penyelesaian soal masih menggunakan perhitungan manual menggunakan alat hitung sederhana yaitu kalkulator, sedangkan untuk skala data yang cukup besar, penggunaan perhitungan manual tidak efisien baik dari segi waktu maupun keakuratan hasil yang diperoleh.
Lebih jauh penyelesaian soal atau masalah yang dimunculkan pada buku rujukan dengan perhitungan manual kurang menarik bagi mahasiswa sehingga ketika menyelesaikan latihan ataupun tugas, beberapa mahasiswa tidak memberikan jawaban secara lengkap hanya hasil akhir yang diperoleh dari teman yang lain. Hal ini bukan pembelajaran yang diharapkan mampu menjawab capaian pembelajaran yang telah dirumuskan.
Seiring berkembangnya teknolologi informasi dan kebutuhan akan pengambilan keputtusan yang cepat dan tepat, penggunaan software statistik cukup penting untuk dijadikan bahan kajian utama pada mata kuliah statistika elementer. Salah satu software statistik yang friendly digunakan dalam pengolahan data statistik adalah software Minitab. Minitab adalah program komputer yang dirancang untuk melakukan pengolahan statistik. Minitab mengkombinasikan kemudahan penggunaan layaknya Microsoft Excel dengan kemampuannya melakukan analisis statistik yang kompleks. Penggunaan Minitab dapat dikatakan cukup mudah dengan berbagai macam fitur pengolahan data yang cukup banyak.
Bahan ajar Statistika Elementer dengan aplikasi Minitab ini ini berisikan materi mata kuliah statistika Elementer yang dipaparkan secara jelas dan memadukan dengan syntaks penggunaan teori statistik pada salah satu software statistik yaitu Minitab. Hal ini bertujuan agar mahasiswa mempunyai wawasan dan kemampuan dibidang statistik tidak
5
hanya secara teorits tetapi juga terampil dalam menggunakan softwarenya, sehingga diharapkan capaian pembelajaran yang dirumuskan pada kurikulum tercapai.
Berdasarkan masalah yang telah penulis uraikan di atas, maka penulis merasa perlu melakukan penelitian pengembangan yang berjudul “Pengembangan Bahan Ajar Statistika Elementer dengan Aplikasi Minitab”.
A. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimanakah validitas bahan ajar Statistika Elementer dengan aplikasi Minitab?
2. Bagaimanakah praktikalitas bahan ajar Statistika Elementer dengan aplikasi Minitab?
B. Tujuan Pengembangan
Adapun tujuan dari pengembangan bahan ajar ini adalah:
1. Untuk menganalisis validitas bahan ajar Statistika Elementer dengan aplikasi Minitab
2. Untuk meganalisis praktikalitas bahan ajar Statistika Elementer dengan Aplikasi Minitab
C. Definisi Operasional
Untuk lebih memperjelas dan menghindari kesalahpahaman maka perlu dijelaskan istilah-istilah yang terdapat pada pengembangan bahan ajar Statistika Elementer dengan aplikasi Minitab
1. Bahan ajar Statistika Elementer dengan aplikasi Minitab adalah sebuah bahan ajar cetak yang berisi materi Statistika Elementer yang disusun secara sistematis dengan menyertakan syntak penggunaan teori statistik dalam aplikasi minitab.
6
2. Statistika Elementer merupakan mata kuliah dasar pada program studi Tadris Matematika yang mempelajari mengenai statistika deskriptif dan beberapa bagian statistika inferensia.
3. Valid merupakan suatu kualitas yang dapat menunjukkan bahwa suatu produk (bahan ajar) yang dikembangkan harus berdasarkan indikator-indikator kevalidan dan semua komponen produk memiliki hubungan secara konsisten. Adapun indikator-indikator validnya sebuah produk adalah sebagai berikut:
a. Kelayakan isi/ materi, terdiri dari cakupan materi, keakuratan, dan relevansinya.
b. Kelayakan penyajian, terdiri dari kelengkapan sajian, penyajian informasi, dan penyajian pembelajaran.
c. Kelayakan bahasa, terdiri dari kesesuaian dengan kaidah bahasa Indonesia dan kesuaian dengan peserta didik.
d. Kelayakan kegrafikan, terdiri dari ukuran bahan ajar, desain cover dan isi bahan ajar.
4. Praktis adalah suatu kualitas yang menunjukkan kemudahan pada saat menggunakan bahan ajar statistika Elementer dengan aplikasi minitab.
Kemudahan dalam penggunaan bahan ajar ini dapat dilihat dari beberapa indikator yaitu diantaranya harus relevan dengan tujuan, bahasa yang digunakan dalam bahan ajar mudah dipahami, bahan ajar membantu memahami materi yang dipelajari, serta bahan ajar menambah motivasi untuk belajar.
7 D. Asumsi dan Fokus Pengembangan
1. Asumsi
Asumsi yang mendasari pengembangan bahan ajar Statistika Elementer dengan Aplikasi Minitab adalah:
a. Proses perkuliahan Statistika Elementer menjadi lebih baik dengan menggunakan Bahan Ajar Statistika dengan Aplikasi Minitab.
b. Bahan ajar Statistika Elementer diharapkan akan mampu meningkatkan motivasi dan pemahaman mahasiswa pada materi statistika Elementer serta dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam pengolahan data dan pengambilan kesimpulan dari informasi atau data.
2. Fokus Pengembangan
a. Materi yang dikembangkan pada bahan ajar Statistika Elementer hanya untuk 5 Bab materi yaitu, Deskripsi data, Pendugaan Parameter, Uji Hipotesis, Anava, Korelasi dan Regresi
b. Pengembangan bahan ajar Statistika Elementer dengan Aplikasi Minitab didasarkan kepada analisis kebutuhan dan karakteristik mahasiswa Program Studi Tadris Matematika STAIN Batusangkar.
E. Spesifikasi Produk
Bahan ajar Statistika Elementer dengan Aplikasi Minitab yang dirancang memiliki spesifikasi sebagai berikut :
1. Cover Bahan Ajar
Cover ini menggambarkan identitas bahan ajar.
2. Kata Pengantar 3. Daftar Isi 4. Pendahuluan
8
Pendahuluan memuat Kompetensi Dasar dan Indikator dibuat pada lembaran awal bahan ajar
5. Isi
Setiap materi yang disajikan dalam bahan ajar meliputi:
a. Teori singkat tentang materi statistika. Materi statistika disajikan secara sistematis dan dipadukan dengan syntaks dan tool penggunaan teori statistik pada aplikasi minitab.
b. Contoh soal, ilustrasi serta permasalahan yang diberikan memuat berbagai aspek bidang ilmu seperti bidang pendidikan, sains, sosial dan ekonomi baik pada skala dat kecil maupun skala data yang besar.
c. Contoh penyelesaian soal menggunakan syntaks macro minitab yang di capture dari command session program Minitab.
6. Penutup
a. Rangkuman materi, berupa kesimpulan dari materi pada akhir masing- masing bab
b. Soal-soal latihan dan bahan diskusi berupa permasalahan pada berbagai bidang kajian.
c. Daftar pustaka F. Pentingnya Pengembangan
Pentingnya pengembangan ini adalah sebagai berkut :
1. Hasil penelitian pengembangan ini adalah berupa bahan ajar pada matakuliah Statistika Elementer, diharapkan dapat menjadi salah satu sumber belajar bagi mahasiwa dalam matakuliah statistika Elementer.
2. Dari hasil pengembangan produk ini, bisa meningkatkan penguasaan dan kemampuan mahasiswa dalam penggunaan software statistik sekaligus pengambilan keputusan berdasarkan informasi dan data.
9 BAB II KAJIAN TEORI
A. Bahan Ajar
1. Pengertian Bahan Ajar
Seiring terjadinya pergeseran fungsi guru yang awalnya sebagai satu-satunya sumber belajar dan saat ini mengarah sebagai fasilitator, menuntut kehadiran sebuah alat bantu pembelajaran yang dapat menunjang kelancaran proses pembelajaran dalam memahami materi dan memberikan perlakuan sesuai karakteristik siswa secara individual. Bahan yang dapat menjembatani persoalan rendahnya aktualisasi diri siswa, sehingga membantu siswa dalam mengeksplorasi materi yang kurang dipahami. Salah satu alat bantunya berupa bahan ajar, yaitu segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud ini bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.
Menurut Widodo dan Jasmin bahan ajar adalah seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu pencapaian kompetensi atau subkompetensi dengan segala kompleksitasnya.1 Menurut National Centre for Competency Based Training (2007) bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan proses pembelajaran dikelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun tidak tertulis.
Kemudian, Pannen (2001) berpendapat bahwa bahan ajar adalah bahan-bahan atau materi pelajaran yang disusun secara sitematis, yang digunakan guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran.
Dari beberapa pandangan mengenai pengertian bahan ajar tersebut, dapat disimpulkan bahan ajar adalah segala bahan (baik informasi, alat, maupun teks) yang disusun secara sitematis, yang menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik dan digunakan dalam proses pembelajaran dengan tujuan tercapainya kompetensi atau tujuan dari pembelajaran yang telah dirancang. Misalnya buku pelajaran, modul, handout, LKS, model atau maket, bahan ajar audio, bahan ajar interaktif dan sebagainya.
Manfaat dari penggunaan bahan ajar adalah guru akan mempunyai waktu lebih banyak untuk membimbing siswa dalam proses pembelajaran, guru dapat meningkatkan proses
10
pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif. Sedangkan manfaat yang diperoleh siswa adalah dengan adanya bahan ajar dapat membantu siswa memperoleh pengetahuan baru dari segala sumber atau referensi yang digunakan. Bahan ajar menuntun siswa untuk belajar secara mandiri dan dapat belajar sesuai kecepatannya atau kemampuannya masing-masing. Selain itu, bahan ajar memungkinkan siswa dapat mempelajari suatu kompetensi atau kompetensi dasar secara berurutan dan sistematis sehingga secara akumulatif mampu menguasai semua kompetensi secara utuh dan terpadu.
2. Karakteristik Bahan Ajar
Ada beragam bentuk buku, baik yang digunakan di sekolah maupun yang digunakan pada tingkatan perguruan tinggi. Contohnya buku referensi, LKS, modul, buku pratikum, bahan ajar, buku diktat, dan lain sebagainya. Semua bentuk buku tersebut memiliki ciri khas dan karakteristik yang berbeda-beda. Menurut Widodo dan Jasmadi pedoman penulisan modul yang dikeluarkan oleh Direktorat Guru Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2003, bahan ajar memiliki beberapa karakteristik yaitu:
1. Self Instructional
Yaitu bahan ajar yang dapat membuat siswa mampu membelajarkan diri sendiri dengan bahan ajar yang dikembangkan. Untuk memenuhi karakter Self Instructional, maka di dalam bahan ajar harus terdapat tujuan yang dirumuskan dengan jelas, baik tujuan akhir maupun tujuan antara. Selain itu, dengan bahan ajar akan memudahkan siswa belajar secara tuntas dengan memberikan materi pembelajaran yang dikemas kedalam unit-unit atau kegiatan yang lebih spesifik.
2. Self Contained
Yaitu seluruh materi pelajaran dari satu unit kompetensi atau sub kompetensi yang dipelajari terdapat di dalam satu bahan ajar secara utuh.
3. Stand Alone (berdiri sendiri)
Yaitu bahan ajar yang dikembangkan tidak tergantung pada bahan ajar lain atau tidak harus digunakan bersama-sama dengan bahan ajar lain.
4. Adaptive
Yaitu bahan ajar hendaknya memiliki daya adaptif yang tinggi terhadap perkembangan ilmu dan teknologi.
5. User Friendly
11
Yaitu setiap instruksi dan paparan informasi yang tampil bersifat membantu dan bersahabat dengan pemakainya, termasuk kemudahan pemakai dalam merespons dan mengakses sesuai dengan keinginan.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan bahan ajar yang mampu membuat siswa untuk belajar mandiri dan memperoleh ketuntasan dalam proses pembelajaran menurut Widodo dan Jasmadi adalah sebagai berikut:
1) Memberikan contoh–contoh dan ilustrasi yang menarik dalam rangka mendukung pemaparan materi pembelajaran
2) Memberikan kemungkinan bagi siswa untuk memberikan umpan balik atau mengukur penguasaanya terhadap materi yang diberikan dengan memberikan soal-soal latihan, tugas, dan sejenisnya.
3) Kontekstual, yaitu materi yang disajikan terkait dengan suasana atau konteks tugas dan lingkungan siswa.
4) Bahasa yang digunakan cukup sederhana karena siswa hanya berhadapan dengan bahan ajar ketika belajar secara mandiri
5) Jenis-Jenis Bahan Ajar
Bahan ajar memiliki berbagai jenis dan bentuk. Namun demikian, para ahli membuat beberapa kategori untuk macam-macam bahan ajar tersebut. Jenis-jenis bahan ajar dapat diklarifikasikan berdasarkan :
1) Berdasarkan bentuknya a) Bahan cetak (Printed) b) Bahan ajar dengar (Audio)
c) Bahan ajar pandang dengar (Audiovisual)
d) Bahan ajar interaktif (Interactive Teaching Materials) 2) Berdasarkan cara kerjanya
a) Bahan ajar yang tidak diproyeksikan b) Bahan ajar yang diproyeksikan c) Bahan ajar audio
d) Bahan ajar video
e) Bahan ajar (media) komputer 3) Berdasarkan sifatnya
a) Bahan ajar yang berbasiskan cetak b) Bahan ajar yang berbasiskan teknologi
c) Bahan ajar yang digunakan untuk praktik atau proyek
12
d) Bahan ajar yang dibutuhkan untuk keperluan interaksi manusia
Sedangkan pengelompokkan menurut Faculte dePsychologie et des Sciences de l’Education Universite deGeneve dalam websitenya adalah media tulis, audio visual, elektronik, dan interaktif terintegrasi yang kemudian disebut sebagai medienverbund (dalam bahasa Jerman yang berarti media terintegrasi) atau mediamix. Dari beberapa jenis bahan ajar di atas, maka guru dapat memilih salah satu atau beberapa dari jenis-jenis diatas untuk dapat digunakan dalam menyusun strategi pembelajaran.
3. Fungsi Bahan Ajar
Secara garis besar, fungsi bahan ajar bagi guru adalah untuk mengarahkan semua aktifitasnya dalam proses pembelajaran sekaligus merupakan substansi yang seharusnya diajarkan kepada siswa. Sedangkan bagi siswa akan menjadi pedoman dalam proses pembelajaran dan merupakan substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari.
Berdasarkan strategi pembelajaran yang digunakan, fungsi bahan ajar dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
1) Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran klasikal, antara lain:
a) Sebagai satu-satunya sumber informasi serta pengawas dan pengendali proses pembelajaran (dalam hal ini, siswa bersifat pasif dan belajar sesuai kecepatan siswa dalam belajar.
b) Sebagai bahan pendukung proses pembelajaran yang diselenggarakan.
2) Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran individual, antara lain:
a) Sebagai media utama dalam proses pembelajaran
b) Sebagai alat yang digunakan untuk menyusun dan mengawasi proses siswa dalam memperoleh informasi.
c) Sebagai penunjang media pembelajaran yang diselenggarakan.
3) Fungsi bahan ajar dalam pembelajaran kelompok, antara lain:
a) Sebagai bahan yang terintegrasi dengan proses belajar kelompok, dengan cara memberikan informasi tentang latar belakang materi, informasi tentang peran orang- orang yang terlibat dalam belajar kelompok, serta petunjuk tentang proses pembelajaran kelompoknya sendiri
b) Sebagai bahan pendukung bahan belajar utama, dan apabila dirancang sedemikian rupa, maka dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
4. Komponen bahan ajar
Adapun komponen yang ada pada bahan ajar menurut Andi Prastowo dalam bukunya antara lain mencakup:
13
1) Petunjuk belajar (petunjuk pendidikdan peserta didik) 2) Kompetensi yang akan dicapai
3) Informasi pendukung 4) Latihan-latihan
5) Petunjuk kerja, dapat berupa Lembar Kerja (LK) 6) Evaluasi
Sedangkan model bahan ajar menurut Atwi Suparman terangkai sebagai berikut:
1) Tinjauan mata pelajaran
2) Bagian pendahuluan, penyajian, dan penutup 3) Daftar Pustaka
4) Senarai
Berdasarkan model bahan ajar yang dikembangkan Andi Prastowo dan komponen menurut Atwi Suparman di atas, maka komponen-komponen yang dikembangkan untuk bahan ajar dalam penelitian ini sebagai berikut:
7. Cover Bahan Ajar
Cover ini menggambarkan identitas bahan ajar.
8. Kata Pengantar 9. Daftar Isi 10. Pendahuluan
a. SK, KD dan indikator dibuat satu lembar pada lembaran awal bagian bahan ajar b. Tujuan dari pembelajaran serta nilai sikap yang diharapkan digambarkan pada
lembaran selanjutnya agar siswa mengetahui target dari materi yang akan dipelajari
B. Statistika Elementer
Statistika Elementer adalah salah satu mata kuliah dalam rumpun kompetensiutama dalam kurikulum inti yang diambil oleh seluruh mahasiswa pada program studi tadris Pendidikan Matematika. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah yang berperan sebagai alat bantu analisis data dan penarikan kesimpulan. Senantiasa berupaya membekali mahasiswa pengetahuan tentang distribusi frekuensi, penyebaran data, analisis korelasional dan analisis komparasional. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah prasyarat Statistika Matematika, Teknik Sampling, dan Metode Penelitian. Hal ini menyebabkan penguasaan mata kuliah statistika elementer mutlak diperlukan bagi setiap mahasiswa jurusan Tarbiyah.
Pengumpulan data, jenis data dan teknik analisis statistik yang digunakan merupakan faktor penting yang harus dipertimbangkan. Jenis data yang berbeda meembutuhkan analisis
14
data yang berbeda pula. Oleh karena itu sebagai calon peneliti, seorang mahasiswa harus memiliki kompetensi di bidang statistika dalam rangka penyelesaian penelitian yang menggunakan paradigma kuantitatif-posotivistik. Kompetensi tersebut bukan saja dalam bentuk penguasaan sejumlah teori, melainkan juga sejumlah aplikasi teknik dan teori dalam penyelesaian masalah penelitian di lapangan secara manual dan diutamakan solusi berbasis komputer.
C. Software Minitab
Minitab adalah salah satu software yang digunakan dalam analisis statistik, baik statistik parametrik maupun non parametrik. Paket program Minitab merupakan salah satu software yang sangat besar kontribusinya sebagai media pengolahan data statistik. Software ini menyediakan berbagai jenis perintah yang memungkinkan proses pemasukan data, manipulasi data, pembuatan grafik dan berbagai analisis statistik. Minitab mempunyai dua layar primer, yaitu Worksheet (lembar kerja) untuk melihat dan mengedit lembar kerja, serta sesi Command yang merupakan layar untuk menampilkan hasil. Perintah-perintah Minitab dapat diakses melalui menu, kotak dialog maupun perintah interaktif.
D. Bahan Ajar Statistika Elementer dengan Aplikasi Minitab
Bahan Ajar statistika elementer dengan menggunakan aplikasi minitab adalah bahan ajar yang dgunakan oleh dosen dalam menyampaikan materi perkuliahan yang bermakna. Materi bahan ajar dihubungkan dengan silabus perkuliahan statistika elementer. Tetapi sangat disayangkan tidak semua meteri perkuliahan yang dapat diterapkan dengan aplikasi minitab, seperti materi peluang dan beberapa distribusi peubah acak penting. Aplikasi yang dapat diterapkan dengan aplikasi minitab baik menggunakan command session maupun aplikasi worksheet adalah deskripsi data (distribusi frekuensi dan penyajian grafik untuk data tunggal dan kelompok), pendugaan parameter, pengujin hipotesis, analisis variansi, analisis regresi dan korelasi. Materi disajikan disertai dengan syntax dan tutorial pengerjaan menggunakan aplikasi minitab.
Selain itu bahan ajar ini juga berbeda dengan buku statistika yang banyak beredar dipasaran. Bahan ajar dirancang menggunakan syntaks dan tutorial pengerjaan dalam materi yang disajikan. Karena materi dipaparkan secara jelas dan langsung dengan syntax, mahasiswa bisa lebih mengerti dengan aplikasinya. Mahasiswa mampu memahami bahwa materi yang selama ini hanya mereka kerjakan dengan perhitungan manual yang
15
membutuhkan waktu lama bisa terselesaikan hanya dengan hitungan detik dengan menggunakan aplikasi minitab.
16 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian
Sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti, maka jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian pengembangan (development research). Menurut Akker
& Plomp (1994:462) tujuan penelitian pengembangan adalah:
Better understanding of the implementation problems of the teachers:
Development of prototypical project interventions (training, materials, support), including empirical evidence of their quality;
Generating methodological directions for the design and evaluation of such products or intervention;
Increased (both individual and collective) expertise of the various participant).
Penelitian ini dilaksanakan sesuai dengan tujuan penelitian di atas yaitu development of prototypical project interventions. Dalam hal ini penelitian pengembangan
digunakan untuk mengembangkan bahan ajar yang valid dan praktikal untuk mahasiswa di perkuliahan Statistika Elementer.
Untuk mengetahui efektifitas bahan ajar yang telah dirancang, maka digunakan penelitian pra-eksperimental dengan model rancangan penelitiannya adalah “The One- Shot Case Study” (Sumadi, 2002:40). Pada penelitian ini akan diamati motivasi belajar
mahasiswa setelah mengikuti proses perkuliahan dengan menggunakan bahan ajar Statistiska Elementer dengan Aplikasi MINITAB..
Uji coba akan dilaksanakan pada mahasiswa semester III Program Studi Tadris Matematika STAIN Batusangkar yang mengambil mata kuliah Statistika Elementer pada semester ganjil tahun akademik 2016/2017.
B. Model Pengembangan
Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan IDI (Instructional Development Institute) yang menerapkan prinsip-prinsip pendekatan sistem yang terdiri atas 3 tahapan besar, yaitu penentuan (define) atau analisis kebutuhan,
17
pengembangan (develop) dan evaluasi (evaluate) (Mudhoffir, 1990:29). Setiap tahapan terbagi atas 3 fungsi sehingga seluruhnya menjadi sembilan fungsi. Berikut pengembangan sistem instruksional model IDI.
Identify Problem
Analyze Setting Organize Management Asses needs
Establish priorities State problem
Audience conditions
Relevant resources
Task Responsibilities
Times lines
Identify Objectives
Spesity Methods Construct Prototypes Terminal (TO)
Enabling (EO)
Learning instruction
Media
Instructional materials Evaluation
materials
Tes Tryout Analyze Results Implement/recycle Conduct tryout
Collect evaluation
Data
Objective methods Evaluation techniques
Review Decide Acr Gambar 1. Model pengembangan IDI
Tahap pertama adalah penentuan (define) berisi fungsi identifikasi masalah, analisis keadaan dan mengatur pengelolaan. Tahap kedua adalah pengembangan (develop) yang berisi fungsi identifikasi tujuan, pengkhususan metode dan menyusun prototipe. Tahap ketiga adalah evaluasi (evaluate) yang berisi fungsi pengujian protipe, analisis hasil dan implementasi/pengulangan.
C. Rancangan dan Prosedur Penelitian
Berdasarkan model pengembangan IDI, rancangan penelitian pengembangan ini terdiri dari 3 tahap, yaitu:
1. Analisis muka-belakang (front-end analysis) 2. Tahap prototipe (prototype)
3. Tahap penilaian (assessment)
DEFINE
DEVELOP
EVALUATE
18
Rancangan penelitian di atas digambarkan dalam prosedur penelitian yang dapat dilihat dari bagan berikut:
Gambar 2. Prosedur Penelitian Implementasi (Eksperimen) terbatas di Prodi Tadris
Matematika STAIN Batusangkar
Hasil Studi Pendahuluan
Buku paket belum membantu mahasiswa dalam mengerjakan soal.
Belum ada bahan ajar dengan aplikasi Program di STAIN Batusangkar.
Hasil belajar, motivasi mahasiswa rendah.
Analisis Kebutuhan
Wawancara dengan teman sejawat
Analisis silabus dan buku teks
Reviuw literatur bahan ajar
Merancang Prototipe Bahan ajar Statistika Elementer dengan Aplikasi
MINITAB
Revisi Validasi experts
Valid
Ya
Praktikal Efektif
Tidak
Revisi
Bahan ajar Statistika Elementer dengan Aplikasi MINITAB yang valid, praktikal
dan efektif
Tidak
Ya
19 Berikut uraian prosedur penelitian di atas
1. Tahap Analisis Muka-Belakang (Front-End Analysis)
Tahap analisis muka-belakang dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi di lapangan. Tahap ini bisa disebut sebagai tahap analisis kebutuhan (needs assessment). Pada tahap ini dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Melakukan wawancara dengan teman sejawat
Wawancara dengan teman sejawat ini bertujuan untuk mengetahui masalah/hambatan/fenomena apa saja yang dihadapi di lapangan sehubungan dengan perkuliahan Statistika Elementer. Masalah/hambatan ini dapat berasal dari mahasiswa maupun dari dosen yang mengajar Statistika Elementer.
b. Menganalisis silabus mata kuliah Statistika Elementer
Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah materi yang diajarkan sudah sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar mata kuliah. Pada tahap ini juga dilihat materi apa sajakah yang akan dikembangkan dengan aplikasi software statistik.
c. Menganalisis buku teks Statistika Elementer
Sebelum merancang bahan ajar, buku teks Statistika Elementer sudah ditelaah terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk melihat isi buku, cara penyajian, soal-soal latihan dan tugas-tugas, apakah sudah sesuai dengan silabus mata kuliah yang berlaku.
d. Mereviuw literatur tentang bahan ajar
Proses perkuliahan yang dirancang hendaknya melibatkan mahasiswa secara aktif dan mandiri dengan cara memberikan bahan ajar kepada mahasiswa. Bahan ajar ini dirancang menggunakan aplikasi MINITAB.
20
Esensi dari adanya aplikasi software statistik ini adalah bahwa dalam proses pembelajaran statistik, mahasiswa tidak hanya menguasai teoritis dari materi saja, tetapi mahasiswa juga mampu mengaplikasikan teori dan terampil menggunakan teknologi untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan secara cepat dan tepat berdasarkan hasil analisis terhadap informasi dan data.
2. Tahap prototipe
Hasil dari analisis muka-belakang digunakan untuk merancang prototipe bahan ajar Statistika Elementer dengan Aplikasi MINITAB di Statistika Elementer. Bahan ajar ini terdiri atas 5 macam, yaitu: bahan ajar 1 Deskripsi data, bahan ajar 2 Pendugaan Parameter, bahan ajar 3 Pengujian Hipotesis dan bahan ajar 4 Analisis Variansi, bahan ajar 5 Regresi dan Korelasi.
Masing-masing sub bab pada bahan ajar dibuat untuk 1 kali pertemuan atau 2 kali pertemuan. Masing-masing sub bab bahan ajar ini berisi materi pokok, indikator kompetensi, ringkasan materi, syntaks minitab baik menggunakan toolbar maupun macro minitab, contoh soal dengan penyelesaian menggunakan software statistik,
tugas.
Setelah prototipe selesai dirancang kemudian dilakukan tahap validasi dan praktikalitas. Berikut uraian masing-masing tahap.
a. Tahap validasi
Ada 2 macam validasi yang digunakan pada bahan ajar, yaitu:
1) Validitas isi yaitu apakah bahan ajar dengan aplikasi minitab yang telah dirancang sesuai dengan silabus mata kuliah.
2) Validitas konstruk yaitu kesesuaian komponen-komponen bahan ajar dengan indikator-indikator yang telah ditetapkan.
21
Bahan ajar yang sudah dirancang dikonsultasikan dan didiskusikan dengan pakar Statistika dan pendidikan matematika. Kegiatan validasi dilakukan dalam bentuk mengisi lembar validasi bahan ajar dan diskusi sampai diperoleh bahan ajar yang valid dan layak untuk digunakan. Adapun aspek-aspek yang divalidasi dapat dilihat dari Tabel 1.
Tabel 1. Validasi Bahan ajar Berbasis Konstruktivisme
No. Aspek
Metode pengumpulan
data
Instrumen
1. Tujuan Diskusi
dengan pakar Statistika dan pendidikan matematika
Lembar validasi 2. Rasional
3. Isi bahan ajar 4. Karakteristik 5. Kesesuaian 6. Bahasa 7. Bentuk fisik 8. Keluwesan
b. Tahap praktikalitas
Pada tahap ini dilakukan ujicoba terbatas di satu kelas pada Program Studi Tadris Matematika STAIN Batusangkar yang mengambil mata kuliah Statistika Elementer semester ganjil tahun akademik 2016/2017. Ujicoba dilakukan untuk melihat praktikalitas atau keterpakaian bahan ajar yang sudah dirancang oleh dosen dan mahasiswa di kelas. Tahap penilaian (assesment)
Pada tahap penilaian, kegiatan dipusatkan untuk mengevaluasi apakah prototipe (versi ujicoba) dapat digunakan sesuai dengan harapan dan efektif untuk meningkatkan kualitas dan prestasi belajar mahasiswa. Aspek efektifitas yang diamati dalam proses perkuliahan yang menggunakan bahan ajar berbasis konstruktivisme di kelas ujicoba adalah motivasi belajar mahasiswa.
22 D. Teknik Pengumpulan Data
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi dan angket.
1. Lembar validasi
Lembar validasi digunakan untuk mengetahui apakah bahan ajar dan instrumen yang telah dirancang valid atau tidak. Lembar validasi pada penelitian ini terdiri atas 5 macam yaitu:
a. Lembar validasi bahan ajar
Lembar validasi bahan ajar berisi aspek-aspek yang telah dirumuskan pada Tabel 3. Masing-masing aspek dikembangkan menjadi beberapa pernyataan. Skala penilaian untuk lembar validasi menggunakan skala Likert.
b. Lembar validasi Rencana Pelaksanaan Perkuliahan
Lembar validasi Rencana Pelaksanaan Perkuliahan (RPP) bertujuan untuk mengetahui apakah RPP yang telah dirancang valid atau tidak. Aspek yang dinilai meliputi format RPP, isi RPP dan bahasa yang digunakan. Skala penilaian untuk lembar validasi menggunakan skala Likert.
c. Lembar validasi angket motivasi belajar mahasiswa
Lembar validasi angket motivasi belajar mahasiswa bertujuan untuk mengetahui apakah angket motivasi belajar mahasiswa yang telah dirancang valid atau tidak. Lembar validasi ini diisi oleh 3 orang validator. Skala penilaian untuk lembar validasi menggunakan skala Likert.
2. Angket
Angket digunakan untuk mengetahui motivasi belajar mahasiswa setelah perkuliahan Statistika Elementer. Pengisian angket ini menggunakan skala Likert dengan range 1 sampai 4. Jika pernyataan bernilai positif maka kriteria nilai 1 untuk kategori jarang sekali (JS), 2 untuk kategori jarang (JR), 3 untuk kategori kadang-
23
kadang (KK), dan 4 untuk kategori selalu (SL). Jika pernyataan bernilai negatif maka kriteria nilai 1 untuk kategori selalu (SL), 2 untuk kategori kadang-kadang (KK), 3 untuk kategori jarang (JR) dan 4 untuk kategori jarang sekali (JS). Apabila pernyataan tidak diisi oleh mahasiswa maka pernyataan diberi nilai 0. Indikator dari motivasi belajar yang digunakan mengacu kepada pendapat Keller dalam Reigeluth yaitu (1) minat (interest), (2) relevansi (relevance), (3) harapan (expectancy), dan (4) kepuasan (satisfaction).
E. Teknik Analisis Data 1. Lembar Validasi
a. Bahan ajar
Hasil validasi dari validator terhadap seluruh aspek yang dinilai, disajikan dalam bentuk tabel. Selanjutnya dicari rerata skor tersebut dengan menggunakan rumus
n V R
n
i
i 1 (Muliyardi, 2006:82)
dengan
R = rerata hasil penilaian dari para validator Vi = skor hasil penilaian validator ke-i n = banyak validator
Kemudian rerata yang didapatkan dikonfirmasikan dengan kriteria yang ditetapkan. Cara mendapatkan kriteria tersebut adalah sebagai berikut:
1) Rentangan skor mulai dari 0 sampai 4
2) Kriteria dibagi atas lima tingkatan. Istilah yang digunakan disesuaikan dengan aspek-aspek yang bersangkutan.
3) Rentangan rerata dibagi menjadi lima kelas interval.
24
Misalnya, untuk aspek rumusan indikator kompetensi digunakan kriteria dengan istilah sebagai berikut:
1) Bila rerata > 3,20 maka aspek yang dinilai dikategorikan jelas sekali.
2) Bila 2,40 < rerata ≤ 3,20 maka dikategorikan jelas.
3) Bila 1,60 < rerata ≤ 2,40 maka dikategorikan cukup jelas.
4) Bila 0,80 < rerata ≤ 1,60 maka dikategorikan kurang jelas.
5) Bila rerata ≤ 0,80 maka dikategorikan tidak jelas.
Lalu dihitung rerata semua aspek untuk validasi bahan ajar berbasis konstruktivisme. Untuk menentukan tingkat kevalidan bahan ajar digunakan kriteria berikut:
1) Bila rerata > 3,20 maka bahan ajar dikategorikan sangat valid.
2) Bila 2,40 < rerata ≤ 3,20 maka dikategorikan valid.
3) Bila 1,60 < rerata ≤ 2,40 maka dikategorikan cukup valid.
4) Bila 0,80 < rerata ≤ 1,60 maka dikategorikan kurang valid.
5) Bila rerata ≤ 0,80 maka dikategorikan tidak valid.
b. RPP, pedoman wawancara, lembar observasi aktivitas mahasiswa dan angket motivasi belajar
Data hasil lembar validasi RPP, pedoman wawancara, lembar observasi aktivitas mahasiswa dan angket motivasi belajar yang terkumpul kemudian ditabulasi. Lalu dicari persentasenya, dengan rumus (Riduwan, 2005:89):
Persentase = 100%
item ideal skor jumlah
item masing masing
jawaban skor
jumlah
Berdasarkan hasil persentase di atas RPP, pedoman wawancara lembar observasi aktivitas mahasiswa dan angket motivasi belajar dikategorikan pada:
25
Tabel 2. Kategori Validitas RPP, pedoman wawancara, lembar observasi aktivitas mahasiswa dan angket motivasi belajar
(%) Kategori
0-20 Tidak valid
21-40 Kurang valid 41-60 Cukup valid
61-80 Valid
81-100 Sangat valid Sumber: Riduwan (2005:89)
2. Angket
Data angket motivasi diperoleh dengan cara menghitung skor mahasiswa yang menjawab masing-masing item sebagaimana terdapat pada angket. Data tersebut dianalisis dengan teknik persentase yang dinyatakan oleh Riduwan (2005:89) sebagai berikut:
Persentase = 100%
item ideal skor jumlah
item masing masing
jawaban skor
jumlah
Hasil yang diperoleh diinterpretasi dengan menggunakan kriteria berikut:
Tabel 3. Kriteria Interpretasi Skor Motivasi Belajar Mahasiswa Kriteria Range persentase
Sangat rendah Rendah Sedang
Tinggi Sangat tinggi
0 – 20 21 – 40 41 – 60 61 – 80 81 – 100 Sumber: Riduwan (2005:89)
26 F. Jadwal Penelitian
Penelitian akan dilakukan dan direncanakan selesai pada bulan November 2016.
Jadwal seluruh kegiatan pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Jadwal Kegiatan dalam Penelitian
No. Kegiatan Bulan
April Mei Juni Juli Agus Sept Okt Nov 1. Merancang
Proposal √
2. Mengumpulkan
bahan literatur √ √
3. Merancang dan membuat bahan ajar
√ √ √
4. Validasi
produk √
5. Uji
Praktikalitas Produk
√
6. Laporan Akhir √
27 BAB IV PEMBIAYAAN
28
KEPUSTAKAAN
Abdul Majid .2006. Perencanaan Pembelajaran-Mengembangkan Standar Kompetensi Guru.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Akker, Jan Van Den dan Plomp, Tjeerd. 1994. Educational Development in Developing Countries. Dalam Skutsch, Margaret M., Opdam, J. Hans M. and Nordholt, Nico G. Schulte (Eds.), Towards Sustainable Development. Enschede: Technology and Development Group University of Twente.
Anas Sudijono. 2005. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas
Dimyati dan Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Muliyardi. 2002. Strategi Pembelajaran Matematika. Padang: Jurusan Matematika FMIPA UNP.
Nana Sudjana. 2005. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Paulina Panen. 2001. Penulisan Bahan Ajar. Jakarta: Depdiknas
Pusat Kurikulum dan Pembukuan. 2013. Penilaian Buku Teks Pelajaran. Jakarta: BSNP.
Diakses di www.puskurbuk.net
Riduwan. 2005. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula.
Bandung: Alfabeta.
Suharsimi Arikunto. 2003. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Sumadi Suryabrata. 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
29 LAMPIRAN