• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG"

Copied!
98
0
0

Teks penuh

(1)

41

BAB III

PELAKSANAAN KERJA MAGANG 3.1. Kedudukan dan Koordinasi

Pelaksanaan kerja magang dilakukan di Kantor Akuntan Publik (KAP) Suganda Akna Suhri dan rekan yang berlokasi di Ruko Pascal Barat No. 09 Lantai 2, Jalan Scientia Square Barat, Gading Serpong, Tangerang, Banten, sebagai staff atau karyawan magang yang mempunyai tugas untuk membantu Senior dan Tim Audit dalam melakukan pelaksanaan audit. Selama melakukan kerja magang, pekerjaan dikoordinir oleh Madya Galih Nautama selaku Ketua Tim di Kantor Akuntan Publik (KAP) Suganda Akna Suhri dan rekan, dan selama pelaksanaan pekerjaan dibimbing oleh Kurniawan Setya Budi selaku Supervisor dan staf senior lainnya di Kantor Akuntan Publik (KAP) Suganda Akna Suhri dan rekan.

3.2. Tugas yang Dilakukan

Selama pelaksanaan kerja magang, tugas yang diberikan terkait keuangan, akuntansi, dan pajak. Nama dan beberapa data-data yang ditampilkan di dalam laporan ini telah disamarkan demi menjaga kerahasiaan data perusahaan. Tugas- tugas yang dilakukan selama kerja magang yaitu:

(2)

42

3.2.1. Membuat format to notes Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK)

Membuat format to notes CALK dilakukan dengan mengubah format to notes dari word menjadi excel untuk mempermudah proses perhitungan akun-akun dalam laporan keuangan (contoh kas dan setara kas). Dokumen yang digunakan dalam melakukan pekerjaan ini adalah Catatan atas Laporan Keuangan dan file excel berisi format to notes periode 2018 dan 2019 yang diberikan oleh Senior.

Langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

1. Menerima dan membuka file Catatan atas Laporan Keuangan dari Senior dalam bentuk file word.

2. Melakukan pemindahan nama dan nominal akun to notes pada file word ke file excel to notes.

3. Setelah selesai, data pekerjaan ini langsung diberikan kepada staf Senior untuk dilakukan review.

Pekerjaan ini dilakukan untuk PT CPX (The Hotel Bali).

3.2.2. Melakukan review (footing) atas Catatan atas Laporan Keuangan (CALK)

Melakukan review (footing) Catatan Atas Laporan Keuangan dilakukan untuk menghindari adanya kesalahan dalam pengetikkan (khususnya dalam bahasa inggris). Dokumen yang digunakan dalam melaksanakan pekerjaan ini adalah file

(3)

43 word Catatan Atas Laporan Keuangan yang telah diberikan oleh Senior. Langkah- langkah dalam melaksanakan pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

1. Membuka file Catatan atas Laporan Keuangan.

2. Melakukan pemeriksaan terhadap kemungkinan kesalahan-kesalahan dalam penulisan terutama dalam bahasa inggris, dan memberikan komentar yang berisi pembetulan atas kesalahan yang dideteksi dan pertanyaan (misalnya jika ada perbedaan kuantitas).

3. Setelah selesai, data pekerjaan ini langsung diberikan kepada staf Senior untuk dilakukan review.

Pekerjaan ini dilakukan untuk PT CPX (The Hotel Bali).

3.2.3. Memindahkan hasil vouching ke KKP

Memindahkan hasil vouching ke KKP dilakukan untuk melengkapi KKP sebagai bukti pekerjaan audit, karena hasil vouching biasa dilakukan pada file permintaan data vouching. Pekerjaan ini dilakukan untuk hasil vouching atas akun-akun: uang muka, aset tetap, utang lain-lain, beban usaha, dan pendapatan (beban) lain-lain.

Dokumen yang dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan ini adalah file permintaan data yang sudah dilakukan vouching dan file KKP. Langkah-langkah yang dilakukan dalam melaksanakan pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

1. Membuka file permintaan data vouching dan KKP yang sudah diberikan oleh Senior.

2. Pindahkan nomor journal voucher, tanggal, deskripsi, nominal transaksi, dan hasil vouching dari file permintaan data ke file KKP.

(4)

44 3. Setelah selesai, data pekerjaan ini langsung diberikan kepada staf Senior untuk

dilakukan review.

Pekerjaan ini dilakukan untuk PT CPX (HO) untuk akun-akun uang muka, aset tetap, utang lain-lain, beban usaha, dan pendapatan (beban) lain-lain dan PT CPX (The Hotel Bali) untuk aku-akun uang muka, persediaan, biaya dibayar di muka, utang usaha, utang lain-lain, biaya yang masih harus dibayar, dan piutang usaha.

3.2.4. Menghitung penyusutan aset tetap pada KKP

Menghitung penyusutan aset tetap dilakukan untuk mengetahui jumlah penyusutan yang terjadi pada aset tetap perusahaan sampai dengan Desember 2019. Dokumen yang diperlukan dalam melakukan pekerjaan ini adalah file daftar penyusutan aset tetap perusahaan dan KKP Aset Tetap. Langkah-langkah yang dilakukan dalam melaksanakan pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

1. Membuka file daftar penyusutan aset tetap perusahaan dan KKP aset tetap yang diberikan oleh Senior.

2. Memindahkan data-data seperti jenis aset, tanggal dan harga perolehan aset, kuantitas aset, umur penyusutan, dan akumulasi penyusutan dari daftar penyusutan aset tetap ke KKP.

3. Menghitung saldo akhir harga perolehan sampai Desember 2019.

4. Menghitung jumlah penyusutan sesuai dengan tanggal perolehan aset.

5. Menghitung nilai buku aset sampai dengan 31 Desember 2019.

6. Setelah itu, cocokkan kembali perhitungan jumlah penyusutan dan nilai buku pada KKP dengan daftar aset tetap.

(5)

45 7. Setelah selesai, data pekerjaan ini langsung diberikan kepada staf Senior untuk

dilakukan review.

Pekerjaan ini dilakukan untuk PT CPX (HO).

3.2.5. Melakukan pemeriksaan fisik terhadap aset tetap perusahaan

Pemeriksaan fisik terhadap aset tetap dilakukan untuk meyakini bahwa aset yang diperoleh perusahaan benar-benar ada. Pekerjaan ini dilakukan untuk 2 (dua) periode audit, yaitu periode per September dan per Desember 2019. Dokumen yang digunakan dalam melakukan pekerjaan ini adalah daftar penyusutan aset tetap perusahaan hingga Desember 2019 dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

1. Menerima dan membuka daftar penyusutan aset dari Klien dan mencari aset yang baru diperoleh perusahaan pada 2019.

2. Membuat lampiran BAP dengan memasukkan data seperti nama aset, tanggal perolehan, kuantitas.

3. Melakukan pemeriksaan fisik dengan memeriksa aset yang ada pada daftar penyusutan aset tetap perusahaan dan fisik aset yang ada sebenarnya, serta memotret fisik aset tetap.

4. Melengkapi BAP dengan memasukkan data seperti tanggal dan waktu pemeriksaan serta nama dan tanda tangan auditor serta petugas pelaksana pemeriksaan.

(6)

46 5. Melengkapi lampiran BAP dengan memasukkan selisih aset (jika ada), kondisi

aset, foto fisik aset, dan keterangan foto.

6. Setelah selesai, data pekerjaan ini langsung diberikan kepada staf Senior untuk dilakukan review.

Pekerjaan ini dilakukan untuk PT CPX (HO).

3.2.6. Membuat worksheet per 31 Desember 2019 sesuai trial balance dan general ledger perusahaan

Worksheet dibuat untuk membantu auditor dalam mengolah data yang dapat mempermudah penyajian pada laporan keuangan. Dokumen yang dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan ini adalah file worksheet periode sebelumnya yang diberikan oleh Senior dan file trial balance dan general ledger yang diberikan oleh Klien. Langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

1. Membuka file worksheet periode sebelumnya yang diberikan oleh Senior dan file trial balance dan general ledger yang diberikan oleh Klien.

2. Mengganti periode worksheet dari 30 September 2019 menjadi 31 Desember 2019.

3. Memindahkan nomor dan nama akun per kelompok akun yang ada pada trial balance ke dalam worksheet.

4. Memasukkan mutasi yang ada pada general ledger ke dalam worksheet.

5. Menghitung saldo saldo akhir (saldo unaudited) pada worksheet dengan menambahkan saldo awal dengan mutasi debit dan dikurangi mutasi kredit.

(7)

47 6. Mencocokkan saldo akhir pada worksheet dengan trial balance yang diberikan

oleh Klien.

7. Setelah selesai, data pekerjaan ini langsung diberikan kepada staf Senior untuk dilakukan review.

Pekerjaan ini dilakukan untuk PT CPX (EC).

3.2.7. Membuat format to notes dari worksheet per 31 Desember 2019 yang sudah selesai

Format to notes dibuat untuk mempermudah penyajian pada laporan keuangan.

Dokumen yang digunakan dalam melakukan pekerjaan ini adalah file worksheet dan contoh format to notes. Langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

1. Membuka file worksheet yang sudah selesai dibuat dan contoh format to notes yang sudah diberikan oleh Senior.

2. Membuat format to notes pada bagian kanan worksheet dengan memindahkan nama akun dan saldo akhir tahun 2018 dan 2019.

3. Setelah selesai, data pekerjaan ini langsung diberikan kepada staf Senior untuk dilakukan review.

Pekerjaan ini dilakukan untuk PT CPX (EC).

(8)

48

3.2.8. Membuat KKP sesuai dengan akun pada worksheet per 31 Desember 2019

KKP dibuat untuk memenuhi prosedur audit yang ada (bukti pemeriksaan audit), selain itu KKP juga membantu auditor melaksanakan proses audit yaitu untuk mendukung opini auditor dan sebagai pegangan untuk audit tahun berikutnya (jika tidak terjadi pergantian auditor). Dokumen yang digunakan dalam melakukan pekerjaan ini adalah file worksheet dan KKP. Langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

1. Membuka file worksheet yang sudah selesai dibuat dan file KKP yang diberikan oleh Senior.

2. Memasukkan saldo awal dan mutasi akun yang ada pada worksheet ke KKP.

3. Menghitung saldo akhir pada KKP dengan menambahkan saldo awal dengan mutasi debit dan dikurangi dengan mutasi kredit.

4. Mencocokkan kembali perhitungan saldo akhir pada KKP dengan worksheet.

5. Setelah selesai, data pekerjaan ini langsung diberikan kepada staf Senior untuk dilakukan review.

Pekerjaan ini dilakukan untuk PT CPX (EC).

3.2.9. Membuat surat konfirmasi bank dan melengkapi KKP

Surat konfirmasi bank dikirimkan untuk meyakini bahwa saldo pada worksheet sama dengan saldo pada bank. Dokumen yang digunakan dalam melakukan pekerjaan ini adalah file surat konfirmasi bank, worksheet, dan KKP Kas dan

(9)

49 Setara Kas. Langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

1. Membuka file surat konfirmasi bank dan worksheet yang diberikan oleh Senior.

2. Mengganti nama bank pada surat konfirmasi sesuai dengan rekening bank yang dimiliki Klien (ada pada worksheet) dan periode dari 30 September 2019 menjadi 31 Desember 2019.

3. Membuka file KKP Kas dan Setara Kas.

4. Memasukkan nama bank, saldo per book, dan tanggal surat konfirmasi dikirimkan pada KKP Kas dan Setara Kas.

5. Setelah selesai, data pekerjaan ini langsung diberikan kepada staf Senior untuk dilakukan review.

Pekerjaan ini dilakukan untuk PT CPX (EC).

3.2.10. Memeriksa rekening koran

Mencocokkan saldo akhir pada worksheet dengan saldo akhir pada rekening koran dilakukan untuk meyakini bahwa saldo akhir pada worksheet sudah sama dengan saldo akhir pada rekening koran. Dokumen yang digunakan dalam melakukan pekerjaan ini adalah file rekening koran, worksheet, dan KKP Kas dan Setara Kas.

Langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

1. Menerima dan membuka file rekening koran dari Klien, file worksheet yang telah dibuat, dan KKP Kas dan Setara Kas.

(10)

50 2. Memasukkan saldo akhir worksheet dan rekening koran pada KKP Kas dan

Setara Kas.

3. Menghitung selisih dengan mengurangi saldo akhir worksheet dengan saldo akhir rekening koran.

4. Setelah selesai, data pekerjaan ini langsung diberikan kepada staf Senior untuk dilakukan review.

Pekerjaan ini dilakukan untuk PT CPX (EC).

3.2.11. Membuat surat konfirmasi utang dan melengkapi KKP

Surat konfirmasi utang dibuat untuk meyakini bahwa saldo utang sudah sesuai dengan pencatatan Klien (AP Aging). Informasi-informasi yang biasa dibutuhkan adalah nama vendor dan saldo utang per book. Dokumen yang digunakan dalam melakukan pekerjaan ini adalah file surat konfirmasi utang, file AP Aging, dan KKP Utang Usaha yang diberikan oleh Senior. Langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

1. Membuka file AP Aging dan surat konfirmasi utang yang diberikan oleh Senior.

2. Mengganti nama vendor sesuai dengan yang ada pada AP Aging dan periode dari 30 September 2019 menjadi 31 Desember 2019.

3. Membuka file KKP Utang Usaha yang diberikan oleh Senior.

4. Memasukkan nama vendor, nominal sesuai pencatatan, dan tanggal surat konfirmasi dikirim pada KKP.

(11)

51 5. Setelah selesai, data pekerjaan ini langsung diberikan kepada staf Senior untuk

dilakukan review.

Pekerjaan ini dilakukan untuk PT CPX (The Hotel Bali).

3.2.12. Membuat surat konfirmasi piutang dan melengkapi KKP

Membuat surat konfirmasi dilakukan untuk meyakini bahwa saldo piutang sudah sesuai dengan pencatatan Klien (AR Aging). Dokumen yang digunakan dalam melakukan pekerjaan ini adalah contoh file surat konfirmasi piutang, file AR Aging, dan contoh KKP Piutang Usaha. Langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

1. Membuka file AR Aging dan contoh surat konfirmasi piutang yang sudah ada.

2. Mengganti nama customer sesuai dengan yang ada pada AR Aging dan periode dari 30 September 2019 menjadi 31 Desember 2019.

3. Membuka file KKP Piutang Usaha.

4. Memasukkan nama customer, nominal sesuai pencatatan, dan tanggal surat konfirmasi dikirim pada KKP.

5. Setelah selesai, data pekerjaan ini langsung diberikan kepada staf Senior untuk dilakukan review.

Pekerjaan ini dilakukan untuk PT CPX (The Hotel Bali).

(12)

52

3.2.13. Membuat daftar permintaan data vouching atas Beban Konstruksi

Daftar permintaan data diberikan kepada Klien agar Klien dapat menyiapkan data- data tersebut dan menyerahkan pada auditor untuk dilakukan vouching. Nominal beban yang dimasukkan dalam daftar permintaan data adalah untuk nominal beban di atas Rp 15,000,000.00. Dokumen yang dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan ini adalah GL Perusahaan periode Januari sampai September, GL Perusahaan periode Oktober sampai Desember, dan file permintaan data.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam melaksanakan pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

1. Membuka GL Perusahaan periode Januari sampai September yang diberikan oleh Senior.

2. Membuka GL Perusahaan periode Oktober sampai Desember yang diberikan oleh Klien, lalu filter nama akun menjadi Construction & Equipment Proyek dan menyortir angka dari yang terbesar sampai terkecil.

3. Membandingkan angka pada kedua GL dengan angka di atas Rp 15,000,000, lalu memberikan tanda (memberi warna kuning) pada angka yang ada pada kedua GL, dan memisahkan angka yang tidak ada pada GL Perusahaan periode Januari sampai September.

4. Memasukkan Tanggal, Source No., dan Description berdasarkan Nominal (Nilai) yang tidak ada pada GL Perusahaan periode Januari sampai September pada file permintaan data, karena angka pada GL periode Januari sampai

(13)

53 September sudah terlebih dahulu dilakukan vouching untuk audit interim sampai September 2019.

5. Setelah selesai, data pekerjaan ini langsung diberikan kepada staf Senior untuk dilakukan review.

Pekerjaan ini dilakukan untuk PT CPX (HO).

3.2.14. Membuat rekapitulasi akta perusahaan

Rekapitulasi akta perusahaan dilakukan untuk meringkas isi dari akta-akta yang dimiliki perusahaan untuk mengetahui poin-poin penting yang ada pada akta perusahaan seperti maksud dan tujuan akta tersebut yang akan disajikan pada laporan keuangan (jika diperlukan). Dokumen yang digunakan dalam melakukan pekerjaan ini adalah file rekapitulasi akta perushaan dan akta perusahaan.

Langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

1. Membuka akta perusahaan yang sudah diberikan oleh Klien dan rekapitulasi akta perusahaan yang diberikan oleh Senior.

2. Memasukkan data seperti Nomor Akta, Tanggal Akta, Nama Notaris, Perihal, Maksud dan Tujuan, Nama Dewan Komisaris dan Direksi, dan Tempat dilaksanakannya kesepakatan pada file rekapitulasi akta perusahaan.

3. Setelah selesai, data pekerjaan ini langsung diberikan kepada staf Senior untuk dilakukan review.

Pekerjaan ini dilakukan untuk PT CPX (HO).

(14)

54

3.2.15. Membuat surat konfirmasi dan melengkapi KKP Utang Pembiayaan

Surat konfirmasi dibuat untuk meyakini bahwa saldo utang pembiayaan sudah sesuai dengan perhitungan pada schedule pembayaran untuk periode Desember 2019. Dokumen yang digunakan dalam melakukan pekerjaan ini adalah contoh file surat konfirmasi utang pembiayaan, surat perjanjian utang, dan KKP Utang Pembiayaan. Langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

1. Membuka contoh file surat konfirmasi yang diterima dari Senior dan surat perjanjian utang pembiayaan yang diterima dari Klien.

2. Mengganti nama vendor sesuai dengan surat perjanjian utang yang diberikan oleh Klien dan periode dari 30 September 2019 menjadi 31 Desember 2019.

3. Membuka file KKP Utang Pembiayaan yang sudah diberikan oleh Senior.

4. Memasukkan data-data seperti, nama vendor, nominal utang, dan tanggal surat konfirmasi dikirimkan pada KKP Utang Pembiayaan.

5. Setelah selesai, data pekerjaan ini langsung diberikan kepada staf Senior untuk dilakukan review.

Pekerjaan ini dilakukan untuk PT CPX (The Hotel Bali).

3.2.16. Membuat rekapitulasi perjanjian dan schedule pembayaran, serta melengkapi KKP Utang Pembiayaan

Rekapitulasi perjanjian dibuat untuk meringkas isi perjanjian dan mengetahui pokok isi perjanjian untuk mengetahui poin penting dalam surat perjanjian, seperti

(15)

55 jenis barang yang dibeli dan besarnya angsuran. Schedule pembayaran dibuat untuk mengetahui jumlah utang yang dimiliki Perusahaan. Dokumen yang digunakan dalam melakukan pekerjaan ini adalah surat perjanjian utang, file rekapitulasi utang pembiayaan, dan KKP Utang Pembiayaan. Langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

1. Membuka file surat perjanjian utang dan rekapitulasi utang pembiayaan yang diberikan oleh Senior.

2. Memasukkan data-data seperti, Nama Perusahaan, Nomor dan Tanggal Surat Perjanjian, dan Perihal pada file rekapitulasi utang pembiayaan.

3. Lalu, memasukkan Jenis Barang, Harga Perolehan, Nominal Angsuran, Nominal Pembiayaan Pertama, Jangka Waktu dan Tanggal Angsuran Pertama dan Terakhir pada file rekapitulasi utang pembiayaan

4. Membuat schedule pembayaran dengan memasukkan tanggal pembayaran per bulan hingga akhir masa perjanjian, saldo awal utang, nominal angsuran, setelah itu, hitung jumlah yang harus dibayar dengan mengurangi nominal angsuran dengan bunga (jika ada), lalu hitung saldo utang dengan mengurangi saldo awal dengan jumlah angsuran (utang) per bulan untuk melihat saldo utang per Desember 2019.

5. Membuka file KKP Utang Pembiayaan yang diberikan oleh Senior.

6. Memasukkan data-data yang sudah dimasukkan pada file rekapitulasi ke KKP Utang Pembiayaan serta schedule pembayaran.

7. Membuat ringkasan Utang Pembiayaan untuk Tahun 2018 dan 2019 dengan memasukkan nominal utang per akhir tahun 2018 dan 2019, lalu hitung

(16)

56 pembayaran, utang jangka pendek dan panjangnya, dan juga selisih yang ada selama tahun 2018 dan 2019.

8. Setelah selesai, data pekerjaan ini langsung diberikan kepada staf Senior untuk dilakukan review.

Pekerjaan ini dilakukan untuk PT CPX (The Hotel Bali).

3.2.17. Membuat index audit working paper

Index audit working paper dibuat untuk memudahkan auditor dalam mencari berkas. Dokumen yang dibutuhkan dalam melaksanakan pekerjaan ini adalah file excel berisi daftar checklist kelengkapan dokumen, file excel berisi format pembatas, dan worksheet. Langkah-langkah yang dilakukan dalam melaksanakan pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

1. Menerima dan membuka file excel berisi daftar checklist kelengkapan dokumen dan worksheet yang sudah diberikan oleh Senior.

2. Masukkan nama Klien pada file excel berisi daftar checklist kelengkapan dokumen.

3. Pada file worksheet, scroll ke samping untuk membuka to notes yang sudah dicek oleh Senior.

4. Memasukkan nama dan kode (index audit) akun-akun pada to notes ke daftar checklist kelengkapan dokumen bagian bawah.

5. Menerima dan membuka file excel berisi format pembatas yang diberikan dari Senior.

(17)

57 6. Memasukkan akun-akun pada daftar checklist kelengkapan dokumen ke

format pembatas.

7. Setelah selesai, data pekerjaan ini langsung diberikan kepada staf Senior untuk dilakukan review.

Pekerjaan dilakukan untuk PT CPX (The Hotel Bali) dan PT CPX (EC).

3.2.18. Melakukan vouching atas Beban Usaha

Vouching dilakukan untuk meyakini bahwa transaksi-transaksi yang diakui oleh Klien benar-benar terjadi. Dokumen yang dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan ini adalah file permintaan data vouching atas beban usaha yang sudah dibuat, PDF dokumen yang sudah diminta yang berisi bukti invoice, dan KKP Beban.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam melaksanakan pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

1. Membuka file permintaan data vouching yang diberikan oleh Senior dan PDF dokumen (data) yang diberikan oleh Klien.

2. Memasukkan detail transaksi seperti: nomor invoice, tanggal invoice, nama perusahaan, dan jumlah beban dari file PDF yang diterima dari Klien pada file permintaan data.

3. Lakukan vouching sesuai dengan kelengkapan data yang diberikan oleh Klien, dengan melihat apakah ada dokumen pendukung seperti invoice atau bukti pengeluaran dari Klien (seperti memo), tanda tangan pihak yang bertanggung jawab pada invoice maupun dokumen pendukung lainnya, perhitungan pada invoice sudah benar (akurat), ada bukti setor (bukti transfer) ke bank, dan

(18)

58 periode bukti yang diberikan dan pencatatan perusahaan masih dalam waktu yang sama.

4. Setelah itu, pindahkan hasil vouching ke KKP Beban Usaha.

5. Setelah selesai, data pekerjaan ini langsung diberikan kepada staf Senior untuk dilakukan review.

Pekerjaan dilakukan untuk PT CPX (HO) dan PT CPX (The Hotel Bali).

3.2.19. Membuat rekapitulasi PPh Pasal 23 dan Pasal 26

Rekapitulasi PPh Pasal 23 dan Pasal 26 dibuat untuk meringkas daftar pengenaan pajak dan nominal pajak terutangnya agar auditor dapat mengetahui perhitungan pajak yang dilakukan oleh Klien sudah benar atau belum. Dokumen yang dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan ini adalah contoh file rekapitulasi PPh Pasal 23 dan Pasal 26 dan file PDF PPh Pasal 23 dan Pasal 26 yang diberikan oleh Klien. Langkah-langkah yang dilakukan dalam melaksanakan pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

1. Menerima dan membuka contoh file rekapitulasi PPh Pasal 23 dan Pasal 26 yang diberikan oleh Senior.

2. Menerima dan membuka 2 (dua) file PDF PPh yang diberikan oleh Klien, file pertama berisi Daftar Lampiran Jasa Lain, Daftar Bukti Potong, dan SPT dan file kedua berisi Bukti Lapor dan Bukti Setor PPh.

3. Memasukkan data seperti: Keterangan, Jumlah Penghasilan, Nominal PPh yang dipotong, dan Tanggal Setor dan Lapor ke file rekapitulasi PPh Pasal 23 dan PPh Pasal 26.

(19)

59 4. Setelah selesai, data pekerjaan ini langsung diberikan kepada staf Senior untuk

dilakukan review.

Pekerjaan ini dilakukan untuk PT CPX (The Hotel Bali).

3.2.20. Membuat rekapitulasi pajak hotel dan restoran (PB1)

Rekapitulasi PB1 dilakukan untuk meringkas daftar pengenaan pajak dan nominal pajak terutangnya agar auditor dapat mengetahui perhitungan pajak yang dilakukan oleh Klien sudah benar atau belum. Dokumen yang digunakan dalam melakukan pekerjaan ini adalah file rekapitulasi PB1 dan file PDF PB1 yang diberikan oleh Klien. Langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

1. Membuka file PDF PB1 yang sudah diterima dari Klien, yang berisi bukti bayar, tanda terima SPT, SPT, dan rincian penjualan.

2. Membuat file rekapitulasi PB1 dan memasukkan data seperti kode transaksi, tanggal bayar dan setor, jumlah pendapatan, dasar pengenaan pajak, dan pajak terutang, serta rincian penjualan barang/jasa perusahaan (jika ada).

3. Setelah selesai, data pekerjaan ini langsung diberikan kepada staf Senior untuk dilakukan review.

Pekerjaan ini dilakukan untuk PT CPX (The Hotel Bali).

(20)

60

3.2.21. Melakukan pemeriksaan fisik terhadap persediaan perusahaan

Pengecekan fisik terhadap persediaan dilakukan untuk meyakini bahwa persediaan yang ada pada daftar persediaan benar-benar ada. Dokumen yang digunakan dalam melakukan pekerjaan ini adalah daftar persediaan dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

1. Menerima daftar persediaan dari Klien.

2. Senior akan melakukan sampling dari daftar persediaan tersebut.

3. Melakukan pemeriksaan fisik atas data sample persediaan dapur (seperti beras dan minyak goreng) dengan memeriksa kuantitas barang yang ada pada daftar persediaan dan yang ada sebenarnya, serta memotret fisik persediaan.

4. Membuat BAP dengan memasukkan data-data seperti nama barang, kuantitas, dan selisih yang ada.

5. Membuat lampiran BAP dengan memasukkan foto fisik persediaan dan keterangan foto.

6. Setelah selesai, data pekerjaan ini langsung diberikan kepada staf Senior untuk dilakukan review.

Pekerjaan ini dilakukan untuk PT CPY (Hotel).

(21)

61

3.2.22. Melakukan pemeriksaan fisik terhadap kas kecil perusahaan (cash opname)

Pengecekan fisik terhadap kas kecil dilakukan untuk meyakini bahwa saldo kas per pembukuan sama dengan yang ada sebenarnya. Dokumen yang digunakan dalam melakukan pekerjaan ini adalah daftar mutasi kas dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Langkah-langkah dalam melakukan pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

1. Menerima daftar mutasi kas dari Klien.

2. Melakukan penghitungan terhadap fisik kas yang dilakukan oleh Klien.

3. Mencatat dan memotret setiap banyaknya lembaran atau kepingan uang kas perusahaan.

4. Mencocokkan hasil perhitungan fisik dengan saldo akhir yang ada pada daftar mutasi kas.

5. Membuat BAP dengan memasukkan data-data seperti tanggal dan waktu pemeriksaan, nama serta tanda tangan auditor dan petugas pelaksana pemeriksaan, mutasi kas, nominal uang kas, lembaran serta kepingan uang kas, dan saldo menurut pembukuan dan hasil pemeriksaan fisik.

6. Membuat lampiran BAP dengan memasukkan foto fisik uang kas dan keterangan foto.

7. Setelah selesai, data pekerjaan ini langsung diberikan kepada staf Senior untuk dilakukan review.

Pekerjaan ini dilakukan untuk PT CPX (HO).

(22)

62

3.3. Uraian Pelaksanaan Kerja Magang 3.3.1. Proses Pelaksanaan

Proses pelaksanaan kerja magang dilakukan selama 10 (Sepuluh) minggu dimulai pada tanggal 2 Desember 2019 hingga 28 Februari 2020. Rincian tugas-tugas yang dilakukan untuk setiap perusahaan yaitu sebagai berikut (data dan nama perusahaan disamarkan untuk menjaga kerahasiaan Klien):

1. PT CPX (Head Office/HO)

Berikut adalah penjelasan masing-masing pekerjaan:

1. Memindahkan hasil vouching ke Kertas Kerja Pemeriksaan (KKP)

Pemindahan hasil vouching ke KKP dilakukan untuk melengkapi dokumentasi auditor untuk periode audit per September 2019. Pekerjaan ini dilakukan untuk hasil vouching atas akun-akun: uang muka, aset tetap, utang lain-lain, beban usaha, dan pendapatan (beban) lain-lain. Berikut adalah contoh hasil pengerjaannya untuk akun uang muka:

Gambar 3.1 merupakan file permintaan data yang sudah dilakukan vouching oleh Senior (Lampiran 6). Data nomor journal voucher (document/source no), tanggal, deskripsi, nilai (nominal) transaksi, dan hasil vouching dipindahkan ke KKP Uang Muka dengan melakukan copy dan paste. Gambar 3.2 merupakan hasil vouching yang sudah dipindahkan dari file permintaan data ke KKP Uang Muka (Lampiran 7).

(23)

63 Gambar 3.1

File Permintaan Data Vouching Uang Muka

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(24)

64 Gambar 3.2

Hasil Vouching pada KKP Uang Muka

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Pekerjaan ini dilakukan untuk 5 (lima) jenis akun dengan total 70 transaksi. Setelah pekerjaan ini selesai, hasil pekerjaan ini diberikan kepada Senior untuk dilakukan review.

(25)

65 2. Menghitung penyusutan aset tetap pada KKP

Perhitungan penyusutan aset tetap pada KKP dilakukan untuk memastikan bahwa perhitungan yang sudah dilakukan oleh Senior sebelumnya sudah benar dan untuk melengkapi dokumentasi pekerjaan. Perhitungan penyusutan dilakukan hingga Desember 2019. Berikut adalah contoh hasil pengerjaannya untuk aset berupa bangunan (building):

Gambar 3.3

File Daftar Penyusutan Aset Tetap

(26)

66 (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.3 merupakan file daftar penyusutan aset tetap perusahaan (Lampiran 8), data-data seperti keterangan (nomor 1), tanggal perolehan (nomor 2), kuantitas aset (nomor 3), jumlah harga perolehan (nomor 4), umur ekonomis aset (nomor 5), dan akumulasi penyusutan yang sudah terjadi hingga 2018 (nomor 6) dipindahkan ke KKP Aset Tetap (Lampiran 9). Pemindahan data-data tersebut dilakukan sebelum melakukan penghitungan penyusutan aset tetap.

Gambar 3.4

Hasil Pemindahan Data pada KKP

(27)

67 (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Setelah memindahkan data-data seperti pada gambar 3.4, saldo akhir harga perolehan (poin d) dihitung dengan cara menambahkan “Saldo Awal” (poin a) dengan “Penambahan” (poin b) dan mengurangkan dengan “Pengurangan” (poin c) seperti pada Gambar 3.5. Kolom Penambahan diisi jika ada aset yang baru diperoleh perusahaan pada tahun 2019, dan kolom Pengurangan diisi jika ada aset yang sudah habis umur ekonomisnya. Namun untuk aset yang dijadikan contoh yaitu bangunan, tidak terdapat penambahan maupun pengurangan aset.

Gambar 3.5

Perhitungan Saldo Akhir Harga Perolehan

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Pada gambar 3.6, jumlah penyusutan bulan Desember 2019 pada kolom penambahan akumulasi penyusutan (poin g) dihitung dengan cara membagi “Saldo

(28)

68 Akhir Harga Perolehan” (poin f) dengan “Umur Penyusutan” (poin e) karena tidak terjadi perolehan aset di pertengahan tahun. Jika ada aset yang diperoleh di pertengahan tahun, maka perhitungan jumlah penyusutan aset tetap menjadi “Saldo Akhir” dibagi dengan “Umur Penyusutan” lalu dibagi dengan 12 bulan untuk mendapatkan jumlah penyusutan per bulan, dan dikalikan dengan umur aset, contohnya jika aset dibeli pada tanggal 1 Juli 2019, maka jumlah penyusutan per bulan dikalikan dengan 6.

Gambar 3.6

Perhitungan Penyusutan Desember 2019

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Pada gambar 3.7, jumlah saldo akhir penyusutan (akumulasi penyusutan) hingga Desember 2019 (poin k) dihitung dengan cara menambahkan “Saldo Awal” (poin h) dengan “Penambahan” (poin i) dan mengurangkan dengan “Pengurangan” (poin j).

Pada gambar 3.8, nilai buku aset (poin n) dihitung dengan cara mengurangi

“Saldo Akhir Harga Perolehan” (poin l) dengan “Saldo Akhir Penyusutan” (poin m). Setelah itu, cocokkan kembali perhitungan jumlah penyusutan dan nilai buku pada KKP yang terdapat pada gambar 3.8 yang diberi kotak berwarna ungu dengan jumlah penyusutan dan nilai buku pada file daftar penyusutan aset tetap yang diberi kotak berwarna hijau (Gambar 3.9).

(29)

69 Gambar 3.7

Perhitungan Saldo Akhir Penyusutan sampai Desember 2019

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.8

Perhitungan Nilai Buku Aset

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.9

Hasil Perhitungan pada Daftar Penyusutan Aset

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(30)

70 Pekerjaan ini dilakukan untuk 9 (sembilan) jenis aset dengan total 822 (delapan ratus delapan puluh dua) aset. Setelah pekerjaan ini selesai, hasil pekerjaan ini diberikan kepada Senior untuk dilakukan review.

3. Melakukan pemeriksaan fisik terhadap aset tetap

Pekerjaan yang dilakukan adalah melakukan pemeriksaan fisik aset tetap terhadap 3 (tiga) buah laptop yang diperoleh perusahaan sampai dengan September 2019.

Pekerjaan dilakukan untuk 2 (dua) periode audit, yaitu September dan Desember 2019. Dokumen yang digunakan untuk pemeriksaan fisik atas aset tetap adalah BAP dan 2 (dua) jenis Lampiran BAP (Lampiran 10) yaitu yang berisi jumlah dan kondisi dan yang berisi foto beserta keterangan foto. Berikut adalah contoh hasil pengerjaannya untuk periode audit per September:

Gambar 3.10

Daftar Penyusutan Aset Tetap

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Sebelum melakukan pemeriksaan fisik terhadap aset tetap perusahaan, lampiran BAP pertama dibuat dengan memasukkan data-data seperti nama aset, tanggal

(31)

71 perolehan, kuantitas aset dari file daftar penyusutan aset tetap pada gambar 3.10 (kotak merah muda) ke file lampiran BAP (Gambar 3.11).

Gambar 3.11

File Lampiran BAP Aset Tetap

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Saat melakukan pemeriksaan fisik, auditor akan membawa BAP yang sudah di- print untuk mencatat hasil pemeriksaan fisik (Gambar 3.12).

Gambar 3.12

Hasil Pemeriksaan Fisik Aset Tetap

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

BAP (Gambar 3.13) dilengkapi dengan memasukkan data seperti tanggal pemeriksaan (kotak biru), waktu pemeriksaan serta nama auditor serta petugas pelaksana pemeriksaan (kotak hijau), dan tanda tangan auditor serta petugas pelaksana pemeriksaan (kotak oranye) setelah pemeriksaan fisik selesai dilakukan.

Setelah BAP dan lampiran BAP pertama sudah dilengkapi, lampiran BAP kedua dibuat dengan dengan memasukkan foto fisik aset dan keterangan foto (Gambar 3.14). Lampiran BAP kedua dibuat setelah pemeriksaan fisik dilakukan

(32)

72 sebagai bukti bahwa pernyataan pada lampiran BAP pertama sesuai dengan yang sesungguhnya.

Gambar 3.13

Berita Acara Pemeiksaan (BAP) Aset Tetap

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(33)

73 Gambar 3.14

Hasil Input Foto dan Keterangan Foto Aset Tetap

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Pekerjaan dilakukan untuk periode audit per Desember berupa sebuah printer.

Sehingga total aset yang dilakukan pemeriksaan fisik ada 4 (empat) buah aset.

Setelah pekerjaan ini selesai, hasil pekerjaan ini diberikan kepada Senior untuk dilakukan review.

4. Membuat daftar permintaan data vouching atas Beban Konstruksi

Membuat daftar permintaan data vouching atas Beban Konstruksi (CIP) dilakukan agar Klien dapat menyiapkan data-data tersebut dan menyerahkan pada auditor untuk dilakukan vouching. Berikut adalah contoh hasil pengerjaannya:

Dokumen yang digunakan untuk melakukan pekerjaan ini adalah GL Januari sampai September, GL Oktober sampai Desember, dan file permintaan data vouching. Pada GL Oktober sampai Desember, nama akun di-filter menjadi Construction & Equipment Proyek dan sortir angka dari angka terbesar hingga angka terkecil (Gambar 3.16). Setelah angka disortir, angka dengan nilai di atas Rp

(34)

74 15,000,000 pada GL Oktober sampai Desember dibandingan dengan angka pada GL Januari sampai September agar tidak terjadi 2 (dua) kali vouching untuk angka yang sama. Angka yang sama atau yang ada pada kedua GL, diberi tanda dengan warna kuning seperti Gambar 3.16. Gambar 3.15 menunjukkan hasil angka yang ada (angka yang sama) pada kedua GL.

Gambar 3.15

GL Januari sampai September

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.16

GL Oktober sampai Desember

(35)

75 (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Informasi Tanggal, Source No., dan Description berdasarkan Nominal (Nilai) (yang tidak diberi warna), Nominal Beban, serta Tanggal Permintaan Data dimasukkan pada file permintaan data (Gambar 3.17) (Lampiran 11).

Gambar 3.17

Hasil pada file Permintaan Data

(36)

76 (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Pekerjaan dilakukan untuk 14 (empat belas) transaksi. Setelah pekerjaan ini selesai, hasil pekerjaan ini diberikan kepada Senior untuk dilakukan review.

5. Membuat rekapitulasi akta perusahaan

Rekapitulasi akta perusahaan dibuat untuk mengetahui poin-poin penting dalam akta yang dapat disajikan pada laporan keuangan (jika diperlukan). Berikut adalah contoh hasil pengerjaannya:

Gambar 3.18 merupakan data-data pada akta perusahaan yang dimasukkan ke dalam file rekapitulasi akta perusahaan seperti pada gambar 3.19. Data-data yang dimasukkan antara lain Nomor Akta (kotak biru), Tanggal Akta (kotak hijau), Nama Notaris (kotak oranye), Perihal (kotak kuning), Tempat dilaksanakan (kotak ungu), Keterangan (Maksud dan Tujuan) (kotak coklat), dan Nama Dewan Komisaris dan Direksi (kotak merah muda).

(37)

77 Gambar 3.18

Akta Perusahaan

(38)

78 (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.19

Hasil pada file Rekapitulasi Akta Perusahaan

(39)

79 (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Pekerjaan dilakukan hanya untuk 1 (satu) akta saja. Setelah pekerjaan ini selesai, hasil pekerjaan ini diberikan kepada Senior untuk dilakukan review.

6. Melakukan pemeriksaan fisik terhadap kas kecil perusahaan (cash opname)

Pengecekan fisik terhadap kas kecil perusahaan dilakukan untuk meyakini saldo pencatatan sudah sesuai dengan saldo hasil perhitungan fisik. Berikut adalah contoh hasil pengerjaannya:

Gambar 3.20 Mutasi Kas

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.20 merupakan daftar mutasi kas (Lampiran 12) yang diberikan oleh Klien. Data yang diperlukan untuk melakukan pengecekan fisik terhadap kas kecil perusahaan adalah mutasi sesuai pencatatan Klien (kotak merah muda) dan saldo akhir (kotak merah). Perhitungan terhadap fisik kas dilakukan oleh Klien dan

(40)

80 didampingi oleh Auditor, hal ini dilakukan untuk menghindari adanya kesalahan dalam perhitungan ataupun kesalahan lainnya. Auditor bertugas untuk mengawasi proses perhitungan, memotret (Gambar 3.21) serta mencatat (Gambar 3.22) setiap banyaknya lembaran atau kepingan uang kas perusahaan.

Gambar 3.21

Proses Perhitungan yang dilakukan oleh Klien

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.22

Hasil Perhitungan yang Dicatat

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(41)

81 Gambar 3.23

Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Kas

(42)

82 (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(43)

83 BAP (Gambar 3.23) dilengkapi dengan memasukkan data-data seperti tanggal dan waktu pemeriksaan (kotak oranye), nama auditor dan petugas pelaksana pemeriksaan (kotak hijau), tanda tangan auditor dan petugas pelaksana pemeriksaan (kotak ungu), lembaran serta kepingan uang kas (kotak merah), saldo menurut pembukuan dan hasil pemeriksaan fisik (kotak biru), dan mutasi kas (kotak kuning).

Setelah selesai melengkapi BAP, hasil perhitungan fisik pada BAP (Gambar 3.23, kotak coklat) dicocokkan kembali dengan saldo akhir yang ada pada daftar mutasi kas (Gambar 3.20, kotak merah). Pada Gambar 3.20 (kotak merah) dan Gambar 3.23 (kotak coklat) terlihat adanya perbedaan pada saldo akhir perusahaan, hal tersebut terjadi karena adanya perbedaan dalam pembulatan. Hal ini dianggap wajar karena nominal pencatatan lebih detail dibandingan dengan nominal fisik kas perusahaan. Gambar 3.24 merupakan merupakan contoh lampiran BAP yang berisi foto fisik uang kas dan keterangan foto (Lampiran 13).

Gambar 3.24

Hasil Input Foto dan Keterangan Foto untuk Seluruh Nominal Kas

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(44)

84 Pekerjaan dilakukan untuk 10 (sepuluh) nominal uang yang dimiliki Klien. Setelah pekerjaan ini selesai, hasil pekerjaan ini diberikan kepada Senior untuk dilakukan review.

2. PT CPX (The Hotel Bali)

Berikut adalah penjelasan masing-masing pekerjaan:

1. Membuat format to notes Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) Membuat format to notes CALK dilakukan dengan mengubah format to notes dari word menjadi excel untuk mempermudah proses perhitungan akun-akun dalam laporan keuangan. Berikut adalah contoh hasil pengerjaannya untuk akun kas dan setara kas:

Gambar 3.25

Format To Notes pada CALK

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(45)

85 Gambar 3.25 merupakan contoh format to notes pada CALK. Informasi pada format to notes CALK, seperti nama dan detail akun serta nominal dipindahkan ke dalam file excel seperti pada gambar 3.26.

Gambar 3.26 Format To Notes pada file excel

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Untuk memastikan bahwa jumlah saldo kas dan setara kas pada file word sudah benar, maka dilakukan perhitungan juga pada file excel dengan melakukan “SUM”

untuk jumlah saldo bank (kotak biru) dan untuk jumlah akun kas dan setara kas (kotak hijau) seperti pada gambar 3.26. Hasil pencocokan untuk jumlah saldo bank (kotak biru) dan untuk jumlah akun kas dan setara kas (kotak hijau) pada CALK (Gambar 3.25) dan To Notes excel (Gambar 3.26) tidak menunjukkan adanya perbedaan dalam penjumlahan. Setelah pekerjaan ini selesai, hasil pekerjaan ini diberikan kepada Senior untuk dilakukan review.

(46)

86 2. Melakukan review (footing) atas catatan atas laporan keuangan

Review catatan atas laporan keuangan dilakukan untuk menghindari adanya kesalahan dalam penulisan terutama untuk bahasa inggris. Berikut adalah contoh hasil pengerjaannya:

Gambar 3.27 merupakan contoh kesalahan-kesalahan yang ditemukan, nomor 1 menunjukkan pembetulan atas kesalahan yang dideteksi, dan nomor 2 menunjukkan pertanyaan atas perbedaan kuantitas kamar pada penulisan CALK.

Gambar 3.27

Komentar atas Kesalahan yang ada

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(47)

87 Ada 30 kesalahan penulisan yang ditemukan dalam pekerjaan ini. Setelah pekerjaan ini selesai, hasil pekerjaan ini diberikan kepada Senior untuk dilakukan review.

3. Membuat surat konfirmasi utang dan melengkapi KKP

Surat konfirmasi utang dibuat untuk meyakini bahwa saldo utang sudah sesuai dengan pencatatan yang dilakukan Klien (AP Aging). Berikut adalah contoh hasil pengerjaannya:

Gambar 3.28 AP Aging

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.28 merupakan AP Aging yang dimiliki Klien (Lampiran 15). Pada surat konfirmasi, nama vendor diganti sesuai dengan AP Aging untuk nama vendor yang sudah diberikan tanda berwarna kuning dan periode dari 30 September 2019 menjadi 31 Desember 2019. Contoh nama vendor yang digunakan adalah PT DJ.

Gambar 3.29 merupakan contoh surat konfirmasi utang yang belum dilakukan perubahan dan gambar 3.30 merupakan hasil surat konfirmasi utang yang sudah dilakukan perubahan untuk vendor PT DJ (kotak hijau) (Lampiran 16).

(48)

88 Gambar 3.29

Contoh Surat Konfirmasi Utang

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.30

Hasil Surat Konfirmasi Utang

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Setelah surat konfirmasi utang dibuat, KKP Utang Usaha dilengkapi dengan memasukkan data-data seperti nama vendor, nominal sesuai dengan AP Aging, dan tanggal surat konfirmasi dikirim pada KKP Utang Usaha. Gambar 3.31 menunjukkan KKP Utang Usaha yang masih kosong.

(49)

89 Gambar 3.31

KKP Utang Usaha

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.32

Hasil Input Nama Vendor dan Nominal pada KKP

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.33

Hasil Input Tanggal Pengiriman Surat Konfirmasi pada KKP

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(50)

90 Gambar 3.32 merupakan hasil input nama vendor dan nominal utang pada KKP (Lampiran 17) sesuai dengan AP Aging (Gambar 3.28, kotak biru), sedangkan gambar 3.33 merupakan hasil input tanggal pengiriman surat konfirmasi utang pada KKP. Pekerjaan ini dilakukan untuk 12 (dua belas) vendor. Setelah pekerjaan ini selesai, hasil pekerjaan ini diberikan kepada Senior untuk dilakukan review.

4. Membuat surat konfirmasi piutang dan melengkapi KKP

Surat konfirmasi piutang dibuat untuk meyakini bahwa saldo piutang sudah sesuai dengan pencatatan yang dilakukan Klien (AR Aging). Berikut adalah contoh hasil pengerjaannya:

Gambar 3.34 AR Aging

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.34 merupakan AR Aging yang dimiliki Klien (Lampiran 18). Pada surat konfirmasi, nama customer diganti sesuai dengan AR Aging untuk nama customer yang sudah diberikan tanda berwarna kuning dan periode dari 30 September 2019 menjadi 31 Desember 2019. Contoh nama customer yang digunakaan adalah Expedia/Hotels.com. Gambar 3.35 merupakan contoh surat konfirmasi piutang yang belum dilakukan perubahan dan gambar 3.36 merupakan hasil surat konfirmasi piutang yang sudah dilakukan (Lampiran 19).

(51)

91 Gambar 3.35

Contoh Surat Konfirmasi Piutang

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.36

Hasil Surat Konfirmasi Piutang

(52)

92 (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Setelah surat konfirmasi piutang dibuat, KKP Piutang Usaha dilengkapi dengan memasukkan data-data seperti nama customer, nominal sesuai dengan AR Aging, dan tanggal surat konfirmasi dikirim pada KKP Piutang Usaha (Lampiran 20).

Gambar 3.37 menunjukkan KKP Piutang Usaha yang masih kosong.

Gambar 3.37 KKP Piutang Usaha

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.38 merupakan hasil input nama customer dan nominal piutang pada KKP sesuai dengan AR Aging (Gambar 3.34, kotak ungu), sedangkan gambar 3.39 (kotak ungu) merupakan hasil input tanggal pengiriman surat konfirmasi piutang pada KKP.

(53)

93 Gambar 3.38

Hasil Input Nama Customer dan Nominal pada KKP

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.39

Hasil Input Tanggal Pengiriman Surat Konfirmasi pada KKP

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Pekerjaan ini dilakukan untuk 14 (empat belas) customer. Setelah pekerjaan ini selesai, hasil pekerjaan ini diberikan kepada Senior untuk dilakukan review.

5. Membuat surat konfirmasi utang pembiayaan dan melengkapi KKP Surat konfirmasi utang pembiayaan dikirimkan untuk meyakini bahwa saldo utang sudah sesuai dengan schedule pembayaran periode untuk Desember 2019. Berikut adalah contoh hasil pengerjaannya:

(54)

94 Gambar 3.40

Surat Perjanjian Utang Pembiayaan

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.40 merupakan contoh halaman awal surat perjanjian utang pembiayaan.

Pada surat konfirmasi, nama vendor diganti sesuai dengan surat perjanjian utang yang diberikan oleh Klien dan periode dari 30 September 2019 menjadi 31 Desember 2019. Gambar 3.41 merupakan contoh surat konfirmasi utang pembiayaan yang belum dilakukan perubahan dan Gambar 3.42 merupakan hasil surat konfirmasi utang pembiayaan yang sudah dilakukan perubahan (kotak hijau) (Lampiran 21).

(55)

95 Gambar 3.41

Contoh Surat Konfirmasi Utang Pembiayaan

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.42

Hasil Surat Konfirmasi Utang Pembiayaan

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Setelah surat konfirmasi utang dibuat, KKP Utang Pembiayaan dilengkapi dengan memasukkan data-data seperti nama vendor, nominal utang, dan tanggal surat konfirmasi dikirimkan pada KKP Utang Pembiayaan. Gambar 3.43 merupakan KKP Utang Pembiayaan yang masih kosong.

(56)

96 Gambar 3.43

KKP Utang Pembiayaan

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Nama vendor yang diperoleh dari surat perjanjian utang pembiayaan yang diberi kotak berwarna biru pada Gambar 3.40 dan nominal utang per 31 Desember 2019 (Gambar 3.44, kotak merah muda) yang diperoleh dari ringkasan schedule pembayaran dimasukkan pada lembar KKP Utang Pembiayaan (Gambar 3.45).

Gambar 3.44

Ringkasan Schedule Pembayaran

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(57)

97 Gambar 3.45

Hasil Input pada KKP

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.45 merupakan hasil input nama vendor (kotak biru), nominal utang per 31 Desember 2019 (kotak merah muda), dan tanggal pengiriman surat konfirmasi (kotak oranye) pada KKP (Lampiran 21). Pekerjaan ini hanya dilakukan untuk 1 (satu) vendor. Setelah pekerjaan ini selesai, hasil pekerjaan ini diberikan kepada Senior untuk dilakukan review.

6. Membuat rekapitulasi perjanjian, schedule pembayaran, dan melengkapi KKP Utang Pembiayaan

Rekapitulasi perjanjian dilakukan untuk mengetahui poin-poin penting dalam perjanjian tersebut. Sedangkan schedule pembayaran dilakukan untuk mengetahui jumlah utang yang dimiliki Perusahaan. Berikut adalah contoh hasil pengerjaannya:

Data-data pada surat perjanjian seperti Nama Perusahaan (Gambar 3.47, kotak ungu), Nomor dan Tanggal Surat Perjanjian (Gambar 3.47, kotak hijau dan kotak oranye), Perihal, Jenis Barang (Gambar 3.47, kotak merah muda), Harga Perolehan (Gambar 3.49), Nominal Angsuran dan Nominal Pembiayaan Pertama (Gambar

(58)

98 3.49), Jangka Waktu dan Tanggal Angsuran Pertama dan Terakhir (Gambar 3.50) dimasukkan pada file rekapitulasi utang pembiayaan (Gambar 3.51.

Gambar 3.46

Contoh File Rekapitulasi Utang Pembiayaan

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.47

Input Nama Perusahaan, Nomor dan Tanggal Surat Perjanjian, serta Jenis Barang

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(59)

99 Gambar 3.48

Input Harga Perolehan

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.49

Input Nominal Angsuran dan Nominal Pembiayaan Pertama

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(60)

100 Gambar 3.50

Input Tanggal Angsuran Pertama dan Terakhir

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.51

Hasil Rekapitulasi Utang Pembiayaan

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Schedule pembayaran (Gambar 3.52) dibuat dengan memasukkan tanggal pembayaran per bulan hingga akhir masa perjanjian (kotak hijau muda), saldo awal utang (kotak oranye muda), dan nominal angsuran (kotak merah). Setelah itu,

(61)

101 jumlah yang harus dibayar (kotak biru) dihitung dengan cara mengurangi nominal angsuran dengan bunga (jika ada), lalu menghitung saldo utang (kotak ungu) dengan mengurangi saldo awal (kotak oranye) dengan jumlah yang harus dibayar (kotak biru) untuk melihat saldo utang hingga Desember 2019.

Gambar 3.52

Schedule Pembayaran pada file Rekapitulasi Utang Pembiayaan

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Setelah membuat rekapitulasi utang pembiayaan dan schedule pembayaran (Lampiran 23), data-data yang ada pada file rekapitulasi dimasukkan ke KKP Utang Pembiayaan serta schedule pembayaran. Data-data yang dipindahkan berasal dari file rekapitulasi utang pembiayaan (Gambar 3.51) dengan memindahkan nama kreditor (kotak ungu), jenis barang (kotak merah muda), nomor surat perjanjian (kotak hijau), tipe transaksi (kotak biru), masa atau jangka waktu (kotak coklat), harga perolehan (kotak oranye muda), nilai pembiayaan (kotak biru muda), nominal angsuran (kotak merah), dan schedule pembayaran (Gambar 3.52). Gambar 3.53 menunjukkan KKP Utang Pembiayaan yang masih kosong, dan gambar 3.54 menunjukkan hasil pemindahan data-data dari file rekapitulasi utang pembiayaan ke KKP.

(62)

102 Gambar 3.53

KKP Utang Pembiayaan

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.54

Hasil Pemindahan Data pada KKP

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(63)

103 Gambar 3.55

Hasil Pemindahan Schedule Pembayaran pada KKP

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.55 merupakan hasil pemindahan schedule pembayaran pada KKP dari file rekapitulasi utang pembiayaan (Gambar 3.52). Setelah seluruh data dimasukkan ke KKP (Lampiran 24), ringkasan utang pembiayaan dibuat untuk tahun 2018 dan 2019 dengan memasukkan nominal utang per akhir tahun 2018 (nomor 1) dan 2019 (nomor 2), lalu menghitung pembayaran yang terjadi selama tahun 2018 (kotak ungu) dan 2019 (kotak biru), utang jangka pendek 2018 (kotak biru) dan 2019

(64)

104 (kotak kuning), utang jangka panjang 2018 (kotak hijau) dan 2019 (kotak oranye) yang didapat dari schedule pembayaran yang ada pada KKP (Gambar 3.55).

Gambar 3.56

Hasil Ringkasan Utang Pembiayaan

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Setelah seluruh data pada ringkasan utang pembiayaan dibuat (Gambar 3.56), jumlah utang 2018 (nomor 3) dihitung dengan menambahkan utang jangka pendek 2018 (kotak berwarna biru) dengan utang jangka panjang 2018 (kotak berwarna hijau), dan selisih 2018 (nomor 5) dihitung dengan mengurangi nominal utang per akhir tahun 2018 (nomor 1) dengan jumlah utang 2018 (nomor 3).

Sedangkan jumlah utang 2019 (nomor 4) dihitung dengan menambahkan utang jangka pendek 2019 (kotak kuning) dengan utang jangka panjang 2019 (kotak oranye), dan selisih 2019 (nomor 6) dihitung dengan mengurangi nominal utang per akhir tahun 2019 (nomor 2) dengan jumlah utang 2019 (nomor 4). Setelah pekerjaan ini selesai, hasil pekerjaan ini diberikan kepada Senior untuk dilakukan review.

(65)

105 7. Melakukan vouching atas Beban Usaha

Vouching dilakukan untuk meyakini bahwa transaksi-transaksi yang diakui oleh Klien benar-benar terjadi. Berikut adalah contoh hasil pengerjaannya untuk akun Guest Supplies untuk transaksi CV. APW:

Gambar 3.57

File Permintaan Data Vouching Beban Usaha

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.57 merupakan file permintaan data vouching yang belum dilakukan vouching. Sebelum melakukan vouching, detail transaksi seperti: nomor invoice (kotak oranye), tanggal invoice (kotak kuning), nama perusahaan (kotak biru), dan jumlah beban (kotak merah muda) dari file PDF yang diterima dari Klien (Gambar

(66)

106 3.58), serta tanggal dokumen diterima dimasukkan pada file permintaan data sesuai dengan kode dan nama akun yang ada pada judul PDF. Pada gambar 3.58 dan gambar 3.59, kotak berwarna hijau menunjukkan nama dan kode akun yang akan dilakukan vouching. Contoh detail transaksi yang dimasukkan adalah untuk CV.

APW (kotak biru). Guest supplies merupakan salah satu beban usaha yang digunakan untuk keperluan pelanggan, salah satunya adalah food and beverages dan CV. APW adalah salah satu supplier food and beverages.

Gambar 3.58

PDF Dokumen berisi Invoice

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(67)

107 Gambar 3.59

Hasil Input Detail Transaksi dan Tanggal Dokumen Diterima

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.60 menunjukkan kolom untuk melakukan vouching, beri tanda centang (checklist) pada huruf A jika ada dokumen pendukung yaitu invoice itu sendiri, beri tanda centang (checklist) pada huruf B jika terdapat tanda tangan dari pihak yang bertanggung jawab pada invoice, beri tanda centang (checklist) pada huruf C jika kalkulasi pada invoice sudah benar, beri tanda centang (checklist) pada huruf D jika ada bukti setor atau bukti transfer pembayaran, dan beri tanda centang (checklist) pada huruf E jika periode invoice masih sama dengan periode pencatatan untuk akun Guest Supplies untuk CV. APW.

Gambar 3.60 Kolom Vouching

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(68)

108 Gambar 3.61

Hasil Vouching CV. APW

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Vouching dilakukan sesuai dengan kelengkapan data yang diberikan oleh Klien (Gambar 3.58). Kelengkapan data yang ada pada gambar 3.58 mendukung hasil vouching seperti pada gambar 3.61. Huruf A dicentang karena adanya dokumen pendukung yaitu invoice itu sendiri. Huruf B dicentang karena adanya tanda tangan dari pihak bertanggung jawab pada invoice seperti pada gambar 3.58 (kotak coklat).

Huruf C dicentang karena hasil perhitungan manual yang dilakukan auditor sudah sesuai dengan hasil perhitungan yang ada pada invoice (Gambar 3.58, kotak merah muda). Huruf D tidak dicentang karena dalam PDF yang diberikan oleh Klien, tidak ada bukti transfer pembayaran. Huruf E dicentang karena pencatatan akun Guest Supplies masih dalam satu periode yang sama dengan invoice CV. APW (Gambar 3.59, kotak biru muda).

Setelah vouching dilakukan, hasil vouching pada file permintaan data (Lampiran 25) dipindahkan ke KKP Beban Usaha (Gambar 3.62) (Lampiran 26).

Pada gambar 3.61 dan gambar 3.62 terdapat tulisan “ada selisih Rp 623,990”, hal ini merupakan keterangan dari hasil seluruh detail transaksi yang dimasukkan pada

(69)

109 akun Guest Supplies. Jumlah pada pencatatan (Gambar 3.59, kotak merah) dengan jumlah seluruh nominal detail transaksi (Gambar 3.59, kotak hijau muda) tidak sama. Hal ini terjadi karena Klien ada kekurangan dalam memberikan dokumen kepada auditor.

Gambar 3.62

Hasil Pemindahan Hasil Vouching pada KKP

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Pekerjaan ini dilakukan untuk 5 (lima) jenis beban usaha dengan total 68 (enam puluh delapan) transaksi. Setelah pekerjaan ini selesai, hasil pekerjaan ini diberikan kepada Senior untuk dilakukan review.

8. Membuat rekapitulasi pajak hotel dan restoran (PB1)

Rekapitulasi PB1 dilakukan untuk meringkas daftar pengenaan pajak dan nominal pajak terutangnya agar auditor dapat mengetahui perhitungan pajak yang dilakukan

(70)

110 oleh Klien sudah benar atau belum. Berikut adalah contoh hasil pengerjaannya untuk bulan November 2019:

Gambar 3.63 Bukti Bayar

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

File rekapitulasi PB1 dibuat dengan memasukkan data-data seperti kode transaksi (kotak biru) dan tanggal bayar (kotak hijau) dari file bukti bayar (Gambar 3.63).

Selain itu, data-data seperti tanggal setor (kotak ungu), jumlah pendapatan, dasar pengenaan pajak, dan pajak terutang (kotak berwarna oranye), serta rincian penjualan barang/jasa perusahaan (kotak merah muda) pada SPT (Gambar 3.64)

(71)

111 juga dimasukkan pada file rekapitulasi PB1 (Gambar 3.65). Namun pada contoh bulan Desember, tidak ada rincian penjualan barang/jasa perusahaan.

Gambar 3.64 SPT PB1

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(72)

112 (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(73)

113 Gambar 3.65

Hasil Rekapitulasi PB1

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Pekerjaan ini dilakukan untuk satu tahun pajak 2019. Setelah pekerjaan ini selesai, hasil pekerjaan ini diberikan kepada Senior untuk dilakukan review.

9. Membuat rekapitulasi PPh Pasal 23 dan Pasal 26

Rekapitulasi PPh Pasal 23 dan Pasal 26 dibuat untuk meringkas daftar pengenaan pajak dan nominal pajak terutangnya agar auditor dapat mengetahui perhitungan pajak yang dilakukan oleh Klien sudah benar atau belum. Berikut adalah contoh hasil pengerjaannya untuk bulan Januari 2019:

(74)

114 Gambar 3.66

SPT PPh

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(75)

115 Gambar 3.66 merupakan SPT PPh Pasal 23 dan PPh Pasal 26, kotak hijau menunjukkan transaksi PPh Pasal 23 dan kotak oranye menunjukkan transaksi PPh Pasal 26. Untuk PPh Pasal 23, data-data seperti: Jenis Penghasilan (Gambar 3.66, kotak ungu), Jumlah Penghasilan dan Nominal PPh yang dipotong dari SPT (Gambar 3.66, kotak biru), Tanggal Lapor dari Bukti Lapor SPT (Gambar 3.67, kotak oranye), dan Tanggal Setor dari Bukti Setor SPT (Gambar 3.68, kotak hijau) dimasukkan ke dalam file rekapitulasi PPh Pasal 23 (Gambar 3.69).

Gambar 3.67 Bukti Lapor PPh

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.68 Bukti Setor PPh

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

(76)

116 Gambar 3.69

Hasil Rekapitulasi PPh Pasal 23

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Setelah rekapitulasi PPh Pasal 23 selesai dilakukan, lakukan juga rekapitulasi untuk PPh Pasal 26. Rekapitulasi PPh Pasal 26 dilakukan dengan memasukkan data-data seperti: Jenis Penghasilan (Gambar 3.66, hijau muda), Jumlah Penghasilan dan Nominal PPh yang dipotong dari SPT (Gambar 3.66, kotak kuning), Tanggal Lapor dari Bukti Lapor SPT (Gambar 3.67, kotak oranye), dan Tanggal Setor dari Bukti Setor SPT (Gambar 3.68, kotak hijau) ke dalam file rekapitulasi PPh Pasal 26 (Gambar 3.70).

(77)

117 Gambar 3.70

Hasil Rekapitulasi PPh Pasal 26

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Pekerjaan ini dilakukan untuk satu tahun masa pajak 2019. Setelah pekerjaan ini selesai, hasil pekerjaan ini diberikan kepada Senior untuk dilakukan review.

3. PT CPX (Entertainment Center/EC)

Berikut adalah penjelasan masing-masing pekerjaan:

1. Membuat worksheet per 31 Desember 2019 sesuai dengan trial balance dan general ledger perusahaan

Worksheet dibuat untuk membantu auditor dalam mengolah data yang dapat mempermudah penyajian pada laporan keuangan. Berikut adalah contoh hasil pengerjaannya untuk akun kas kecil:

(78)

118 Gambar 3.71

Worksheet Periode Sebelumnya

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.72

Trial Balance per 31 Desember 2019

(79)

119 (Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Gambar 3.73 General Ledger

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Sebelum memasukkan akun-akun dari trial balance, periode worksheet diganti dari 30 September 2019 (Gambar 3.71) menjadi 31 Desember 2019 (Gambar 3.74).

(80)

120 Gambar 3.74

Mengganti Periode Worksheet

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan)

Nomor dan nama akun per kelompok akun yang ada pada trial balance (Gambar 3.72) dipindahkan ke dalam worksheet (Gambar 3.74). Kotak berwarna biru pada gambar 3.74 menunjukkan hasil kelompok akun kas dan setara kas yang sudah dipindahkan ke dalam worksheet.

Setelah memindahkan nomor dan nama akun (Gambar 3.74, kotak biru), mutasi kas kecil yang ada pada general ledger (Gambar 3.73, kotak hijau) dimasukkan ke dalam worksheet (Gambar 3.75, kotak hijau) dengan menyortir

Referensi

Dokumen terkait

Daftar tabel, gambar, daftar simbol dan daftar lampiran digunakan untuk memuat nama tabel, gambar, dan sebagainya yang ada dalam laporan kerja praktekc. Penulisan nama

Penulis melakukan dua kesalahan pada saat mengerjakan tugas yang berikan, yang pertama pada saat memasukkan data Purchase Order ke dalam database perusahaan,

Pada Halaman Admin terdapat fitur membuat akun untuk pengguna Internal, Administrator wajib memasukkan data berupa nama lengkap, Email, Password dan Input Password kedua kalinya,

Berdasarkan tema tersebut, penulis membuat daftar aset visual yang harus dibuat, yaitu ikon karakter animasi, ikon film, dan elemen pelengkap seperti latar belakang dan tombol

25 Data layanan call senter 119 Vaksin yang akan divisualisasikan Pada gambar 3.25 adalah data layanan call center BPJS Kesehatan pada tanggal 4 Desember 2021 yang

Gambar 3.80 Input Halaman Tanda Tangan UK Aplikasi PNM Mekaar Selanjutnya, setelah semua data Uji Kelayakan telah selesai diinput, User dapat melakukan submit Uji Kelayakan

merupakan demo yang dipraktikan saat presentasi berupa flow data preparation yang dibuat menggunakan tools Tableau Data Prep Builder.. Sumber data yang digunakan adalah

Gambar di atas merupakan hasil digitalisasi dari sketsa penulis, typeface dan warna merupakan sesuai dengan guidelines Rotterdam Jababeka yang sebelumnya sudah dibuat oleh