• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Kualitas E-Learning Stmik Rosma Karawang Terhadap Kepuasan Pengguna Menggunakan Metode Webqual 4.0

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Analisis Kualitas E-Learning Stmik Rosma Karawang Terhadap Kepuasan Pengguna Menggunakan Metode Webqual 4.0"

Copied!
91
0
0

Teks penuh

(1)

Analysis Quality Of E-Learning Stmik Rosma Karawang Towards User Satisfaction Using Webqual 4.0 Method

Oleh : Intan Widuri 201701151012

SKRIPSI

Untuk Memperoleh gelar Sarjana komputer Program Studi Sistem informasi pada Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Rosma

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER ROSMA

2020

(2)

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI

Analisis Kualitas E-Learning Stmik Rosma Karawang Terhadap Kepuasan Pengguna Menggunakan Metode Webqual 4.0

Oleh:

Intan Widuri 201701151012

Telah Disetujui Pembimbing

Dan Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat Untuk Diterima Sebagai Skripsi Sarjana Komputer Program Studi Sistem Informasi

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Rosma Menyetujui:

Pembimbing I, Pembimbing II,

M. Wahidin, M.Kom Femmy, S.T., M.M.

NIDN. 0414048503 NIDN. 0430107104

Mengetahui:

Program Studi Sistem Informasi

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Rosma

Wakil Ketua I, Koordinator,

Program Studi Sistem Informasi

Anggi Elanda,S.Kom.,M.Kom. Femmy, S.T., M.M.

NIDN. 0425039202 NIDN. 0430107104

(3)

LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI SKRIPSI

Analisis Kualitas E-Learning STMIK Rosma Karawang Terhadap Kepuasan Pengguna Menggunakan Metode WebQual 4.0

Telah Dipertahankan di Hadapan Dewan Penguji Skripsi Pada Hari: Sabtu Tanggal : 03 Juli 2021

Dan Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat Untuk Diterima Sebagai Skripsi Sarjana Komputer Program Studi Sistem Informasi

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Rosma

Oleh:

Intan Widuri 201701151012

Menyetujui:

Penguji II, Penguji III,

Karya Suhada, S.Kom, M.Kom Dr. Lila Setiyani, S.T.,M.Kom.

NIDN. 040768201 NIDN. 0421018601

Penguji I,

M. Wahidin, S.Kom, M.Kom NIDN. 0414048503

(4)

i

PERNYATAAN KEASLIAN NASKAH

Nama : Intan Widuri

NIM : 201701151012

Program Studi : Sistem Informasi

Dengan ini menyatakan bahwa naskah dengan judul:

"Analisis Kualitas E-Learning STMIK Rosma Karawang Terhadap Kepuasan Pengguna Menggunakan Metode WebQual 4.0”

Adalah hasil karya saya sendiri yang belum pernah dipublikasikan baik secara keseluruhan maupun sebagian, dalam bentuk apapun. Naskah ini sepenuhnya merupakan karya intelektual saya dan seluruh sumber yang menjadi rujukan dalam naskah ini telah saya sebutkan sesuai kaidah akademik yang berlaku umum, termasuk para pihak yang telah memberikan kontribusi pemikiran pada isi, kecuali yang menyangkut ekspresi kalimat dan design penelitian. Apabila pernyataan yang saya buat tidak sesuai dengan yang sebenarnya maka saya bersedia dikenakan sanksi baik akademik maupun pidana.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya agar dapat digunakan sebagai mana mestinya.

Dibuat di: Karawang

Pada Tanggal: 06 Oktober 2021 Yang Menyatakan,

Intan Widuri

(5)

ii

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI

Sebagai sivitas akademik Sekolah Tinggi Manajemen Informatikan dan Komputer Rosma, saya yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Intan Widuri

NIM : 201701151012

Program Studi : Sistem Informasi Jenis Karya : Skripsi

Demi Pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada Sekolah Tinggi Manajemen Informatikan dan Komputer Rosma Hak Bebas Royalti Nonekslusif (Non-exclusive Royalti Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul:

"Analisis Kualitas E-Learning STMIK Rosma Karawang Terhadap Kepuasan Pengguna Menggunakan Metode WebQual 4.0”

Beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). Dengan Hak Bebas Royalti Nonekslusif ini pada Sekolah Tinggi Manajemen Informatikan dan Komputer Rosma berhak menyimpan, mengalihmedia/formatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat dan mempublikasikan tugas akhir saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di: Karawang

Pada Tanggal: 06 Oktober 2021 Yang Menyatakan,

Intan Widuri

(6)

iii

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER ROSMA

Program Studi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021

Intan Widuri (201701151012)

ABSTRAK

Terjadinya virus covid-19 menyebabkan lumpuhnya pendidikan di dunia, sehingga menteri pendidikan di Indonesia merubah sistem pembelajaran, berawal dari tatap muka menjadi daring. Pembelajaran daring ini memudahkan bagi siswa secara langsung kepada guru nya menggunakan berbagai macam media, seperti google meet, zoom, google class room dan lain-lain. Pembelajaran ini di terapkan di seluruh Indonesia. Mulai dari Pendidikan Usia Dini (PAUD) sampai Perguruan Tinggi menerapkan sistem daring sebagai sarana untuk pembelajaran. Sistem pembelajaran daring ini pula di terapkan pada STMIK Rosma Karawang sebagai media pembelajaran pada masa covid ini. Penelitian ini menggunakan penedekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang menggunakan aplikasi E-Learning STMIK Rosma. Sampel sebanyak 89 responden ditentukan dengan metode pusposive sampling. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner. Hasil analisis menggunakan SPSS versi 23 menunjukan bahwa : (1) Kegunaan (2) kualitas informasi (3) Kualitas interaksi (4) Kepuasan pengguna.

Kata kunci : Kualitas informasi, Kepuasan pengguna, Webqual, E-learning.

(7)

iv

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER ROSMA

Program Studi Sistem Informasi Skripsi Sarjana Komputer Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021

Intan Widuri (201701151012)

ABSTRACT

The covid-19 virus has paralyzed education in the world, so that the minister of education in Indonesia changed the learning system, starting from face-to-face to online. This online learning makes it easy for students directly to the teacher using a variety of media, such as google meet, zoom, google class room and others. This learning is applied throughout Indonesia. Starting from Early Childhood Education (PAUD) to Higher Education implementing an online system as a means of learning. This online learning system is also applied to STMIK Rosma Karawang as a learning medium during this covid period. This research uses a quantitative approach. The sample in this study were students who used the STMIK Rosma E-Learning application. A sample of 89 respondents was determined by purposive sampling method. This research instrument is a questionnaire. The results of the analysis using SPSS version 23 show that: (1) Usefulness (2) quality of information (3) Quality of interaction (4) User satisfaction.

Keywords: Quality of Information, User Satisfaction, Webqual, E-learning.

(8)

v

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan selesai tepat pada waktunya. Penulisan skripsi ini dilakukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan dalam rangka memperoleh gelar sarjana Program S-1 Jurusan Sistem Informasi, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Rosma.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini sangat sulit terwujud sebagaimana yang diharapkan, tanpa bimbingan dan bantuan serta tersedianya fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh beberapa pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis sampaiakan rasa terima kasih dan rasa hormat kepada:

1. Kedua orang tua saya yang berada di surga nya Allah, dan kakak saya beserta seluruh keluarga besar saya, terima kasih atas doa dan dukungan, perhatian serta pengertianya selama proses pengerjaan skripsi ini.

2. Bapak. Mokhamad Wahidin, S.Kom., M.Kom selaku Dosen Pembimbing satu yang telah bersedia untuk meluangkan waktu dan pikiran untuk membimbing serta memberi masukan dan motivasi dalam penyusunan skripsi ini hingga terselesaikan tepat pada waktunya. Terima kasih banyak atas waktu, ilmu, bimbingan serta perhatianya yang telah diberikan.

3. Bapak Yudin Wahyudin,SE., M.M., MOS selaku Dosen Pembimbing dua yang telah membimbing penulis dalam meyusun laporan telah bersedia untuk meluangkan waktu dan pikiran untuk membimbing serta memberi masukan dan motivasi dalam penyusunan skripsi ini hingga terselesaikan tepat pada waktunya.

4. Ibu Lila Setiyani, S.T., M.Kom selaku Ketua STMIK Rosma Karawang sekaligus telah membimbing serta meberikan arahan pada proses pengerjaan.

5. Ibu Femmy S.T., M.M selaku Kepala Unit Pengelola Program Studi Sistem Informasi

6. Seluruh pihak STMIK Rosma atas bantuan akademik dan non-akademik

(9)

vi

7. Siti Aisah sahabat tercinta aku (my alien). Terimakasih atas dukungan, doa dan mau mendengarkan keluh kesah aku selama proses pembuatan ini, terimakasih juga telah menjadi partner bolangku, partner kuliner dan partner shopping ku.

Love you the most!

8. Yasin Anggara Lesmana, pacarku,terimakasih atas support nya.

9. Empip Hapipah, S.Kom, Yuyun Yuningsih, S.Kom. Terimakasih atas dukungan, hiburannya dan semangatnya selama ini. Terimakasih atas masukan-masukan ilmu dan saran yang diberikan kepada saya. Terimakasih telah menjadi, teman, kakak, dan partner nongkrong di food fast resinda.

10. Teman-teman Program Studi Sistem Informasi 2017 yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan laporan.

11. Kepada semua pihak-pihak yang telah mendukung dan membantu selama perkuliahan dan penyusunan skripsi ini yang tidak disebutkan satu persatu.

12. Kepada kedua sepupu ku. Sekar Kinasih, Windu Wulan. Yang lulus bersama walau berbeda almamater. Terimakasih telah menjadi teman, keluarga, teman curhat dan partner jajan.

13. Dan yang terakhir. Terimakasih banyak kepada my boys BTS (Bangtan Sonyeondan) Kim Nam-Joon, Kim SeokJin, Min Yoon-gi, Jung Ho-Seok, Park Ji-min, Kim Tae-Hyung, dan Jeon Jungkook. Terimakasih karena sudah memberikan kebahagiaan yang paling sederhana dan memberikan semangat yang sangat berarti bagi penulis dalam melewati proses hidup yang cukup melelahkan ini. Terimakasih buat karya-karya nya yang selalu berhasil membuat penulis sejenak lupa akan beban 6-sks ini.

Semoga kebaikan yang telah kalian berikan mendapatkan balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.

(10)

vii

Penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan yang harus disempurnakan dari skripsi ini. Oleh karena itu, Penulis memohon maaf yang sebesar- besarnya dan membuka diri untuk segala kritikan dan masukan yang dapat membangun dan meningkatkan kualitas skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi kepentingan ilmu di masa depan.

Karawang, 19 Juni 2021

Penulis

(11)

viii

DAFTAR ISI

PERNYATAAN KEASLIAN NASKAH ... iii

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... iiv

ABSTRAK ... iii

ABSTRACT ... iv

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR TABEL ... xi

LAMPIRAN ... xii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang Masalah ... 1

1.2. Perumusan Masalah ... 3

1.3. Tujuan Penelitian ... 3

1.4. Manfaat Penelitian ... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 4

2.1. Telaah Pustaka ... 4

2.1.1. Analisis ... 4

2.1.2. Kualitas ... 4

2.1.3. Sistem ... 5

2.1.4. E-Learning ... 7

2.1.5. Metode Kuantitatif ... 9

2.1.6. Webqual ... 9

2.1.7. Perguruan Tinggi ... 11

2.2. Penelitian Terdahulu ... 11

2.2.1. Muhsin, Ali Zuliestiana, Dinda Amanda (2017) ... 12

2.2.2. Nurul H. U. Dewi, Triana Mayasari, Sasongko, Budisusetyo, Luciana Spica Almalia (2008) ... 12

2.3. Kerangka Pemikiran ... 13

BAB III METODE PENELITIAN ... 14

(12)

ix

3.1. Desain Penelitian ... 14

3.2. Partisipan Penelitian ... 14

3.2.1. STMIK Rosma Karawang ... 14

3.2.2. UPT TIK ... 15

3.2.3. Dosen ... 15

3.2.4. Mahasiswa ... 15

3.3. Populasi dan Sampel Penelitian ... 15

3.4. Instrumen Penelitian ... 19

3.5. Prosedur Penelitian ... 22

3.6. Rancangan Analisis Data ... 23

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 25

4.1. Rancangan Analisis Data ... 25

4.1.1. Karakteristik Subjek Penelitian ... 25

4.2. Pembahasan Analisis (Analisis Deskriptif) ... 56

4.2.1. Analisis Web Quality ... 56

4.2.2. Rekomendasi ... 59

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 60

5.1. Kesimpulan ... 60

5.2. Saran ... 60

DAFTAR PUSTAKA ... 61

LAMPIRAN ... 61

(13)

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Teori ... 12 Gambar 3.1 Prosedur Penelitian ... 22

(14)

xi

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Jumlah pengguna E-Learning Rosma ... 14

Tabel 3.2 Jenis-Jenis sampling dalam teknik sampling non-probabilitas ... 15

Tabel 3.3 Instrumen Kuisioner ... 17

Tabel 3.4 skala likert ... 19

Tabel 4.1 karakteristik responden menurut program studi... 25

Tabel 4.2 karakteristik responden menurut tahun angkatan... 26

Tabel 4.3 Rekapitulasi instrumen kuisioner berdasarkan banyak responden ... 27

Tabel 4.4 rtabel...………. 28

Tabel 4.5 Perolehan data kuisioner ... 30

Tabel 4.6 hasil Uji Validitas Kegunaan (Usability) ... 36

Tabel 4.7 hasil Uji Validitas Kualitas Informasi (Information Quality) ... 37

Tabel 4.8 hasil Uji Validitas Kualitas Layanan Interaksi (Quality of Service Interaction) ... 38

Tabel 4.9 hasil Uji Validitas Kualitas Kepuasan Pengguna (user satisfaction) 39 Tabel 4.10 Hasil Keputusan Uji Validitas... 39

Tabel 4.11 Case Processing Summary ... 40

Tabel 4.12 Reliability Statistics... 40

Tabel 4.13 Rentang Skala ... 42

Tabel 4.14 Indikator variabel Kegunaan (Usability)... 42

Tabel 4.15 Indikator variabel Kualitas Informasi (Information Quality) ... 43

Tabel 4.16 Indikator kualitas interaksi (interaction quality) ... 45

Tabel 4.17 Indikator kepuasan pengguna (user satisfaction) ... 46

(15)

xii

LAMPIRAN

1. Daftar Riwayat

Hidup ... 54 ...

2. Questioner Penelitian ... 55 3. Hasil Dari Questioner Penelitian ... 64

(16)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Terjadinya virus covid-19 menyebabkan lumpuhnya pendidikan di dunia, sehingga menteri pendidikan di Indonesia merubah sistem pembelajaran, berawal dari tatap muka menjadi daring. Pembelajaran daring ini memudahkan bagi siswa secara langsung kepada guru nya menggunakan berbagai macam media, seperti google meet, zoom, google class room dan lain-lain. Pembelajaran ini di terapkan di seluruh Indonesia. Mulai dari Pendidikan Usia Dini (PAUD) sampai Perguruan Tinggi menerapkan sistem daring sebagai sarana untuk pembelajaran.

Sistem pembelajaran daring ini pula di terapkan pada STMIK Rosma Karawang sebagai media pembelajaran pada masa covid ini. STMIK Rosma menggunakan dua sistem pembelajaran yaitu menggunakan e-learning dan google meet sebagai sarana belajar. STMIK Rosma menerapkan sistem e- learning yang dimana didalamnya terdapat informasi mengenai materi perkuliahan, tugas, dan kegiatan Ujian Tengah Semester (UTS) serta Ujian Akhir Semester (UAS).

Penggunaan e-learning pada STMIK Rosma Karawang mempunyai beberapa kendala, dimana ketika sedang proses perkuliahan terjadinya hilang sinyal, yang mengakibatkan ketika sedang berlangsungnya proses UTS atau UAS tidak ada fitur save sehingga apa yang dikerjakan hilang ketika sinyal eror dan mahasiswa harus mengulang jawabannya dari awal. Penggunaan e-learning pada STMIK Rosma Karawang saat ini hanya berjalan dimana e-learning hanya digunakan oleh mahasiswa untuk mendapatkan informasi mengenai time line, online users, calendar dan upcoming events. Namun fitur yang ada belum dapat dimanfaatkan sepenuhnya seperti mendapatkan notifikasi ketika mahasiswa keluar dari area forum diskusi, serta tidak mendapatkan notifikasi ketika dosen

(17)

meng-upload materi pada e-learning. Hal tersebut yang menjadi ketertarikan peneliti dalam mengukur kualitas website e-learning STMIK Rosma. Pengukuran suatu sistem informasi berguna untuk mengetahui seberapa tinggi kualitas dan efektifitas penggunaan yang diterapkan serta dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi tersebut.

Penerapan e-learning saat ini menarik peneliti untuk dapat melakukan analisis kualitas dan layanan pada sistem yang berjalan, diharapkan selanjutnya dapat dilakukan pengembangan terhadap sistem e-learning pada saat ini.

Beberapa peneliti mengungkapkan metode untuk mengetahui kualitas dan layanan e-learning menggunakan metode webqual 4.0.

E-learning merupakan pembelajaran jarak jauh yang menggunakan teknologi komputer atau biasanya disebut internet. Henderson dalam Horton (2003) dalam [1] menjelaskan e-learning merupakan pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari internet. Kumar (2002) dalam [1] mendefinisikan e- learning sebagai sembarang pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (Local Area Network (LAN), Wide Area Network (WAN), atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi atau bimbingan.

(Kamarga, 2000) dalam [1] mendefinisikan e-learning sebagai kegiatan belajar yang disampaikan melalui perangkat elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.

Penelitian ini mencoba untuk melakukan analisis terhadap kualitas layanan dan penggunaan e-learning STMIK Rosma Karawang menggunakan metode Webqual 4.0 dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan antara persepsi aktual dan harapan ideal pengguna website. Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah dapat memberikan bahan pertimbangan atau masukan kepada pihak lembaga yang mengelola aplikasi mengenai tindakan apa yang harus dilakukan lembaga untuk lebih meningkatkan penggunaan e-learning Rosma. Berdasarkan uraian diatas, peneliti menetapkan judul penelitian

“Analisis Kualitas E-Learning STMIK Rosma Karawang Terhadap Kepuasan Pengguna Menggunakan Metode Webqual 4.0” dengan harapan

(18)

hasil penelitian ini dapat memberikan masukan pada STMIK Rosma Karawang dalam peningkatan pada E-Learning Rosma.

1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, peneliti menetapkan rumusan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana kualitas layanan dari aplikasi E-Learning Rosma terhadap mahasiswa menggunakan webqual 4.0 ?

2. Bagaimana efektifitas penggunaan aplikasi E-Learning oleh mahasiswa ? 1.3. Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah yang telah diuraikan, maka peneliti menetapkan tujuan peneliti sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui kualitas dan layanan E-Learning Rosma 2. Untuk mengetahui efektifitas penggunaan E-Learning Rosma 1.4. Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan yang telah diuraikan, maka peneliti menetapkan manfaat peneliti sebagai berikut :

1. Manfaat bagi Mahasiswa dan STMIK Rosma

a. Mahasiswa dapat menggunakan pelayanan yang lebih berkualitas dari E-Learning STMIK Rosma

b. STMIK Rosma dapat meningkatkan kualitas serta layanan terhadap E- Learning Rosma

2. Manfaat bagi Peneliti selanjutnya

Penelitian ini dapat menjadi acuan untuk mengetahui kualitas E-Learning Rosma selanjutnya.

(19)

4

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Telaah Pustaka 2.1.1. Analisis

Menurut Jogiyanto (1999:129) dalam [2] Analisis dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagianbagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikannya.

Analisis adalah kegiatan berpikir untuk menguraikan suatu pokok hal menjadi bagian - bagian atau komponen tertentu sehingga dapat diketahui ciri-ciri atau karakteristik setiap bagian, bagaimana hubungan antara bagian-bagian yang ada serta fungsi masing -masing bagian terhadap keseluruhan pokok hal tersebut (Djaeng dan Burhanudin, 2016).

Sedangkan menurut Prastowo, (2002) dalam [3] mengungkapkan bahwa analisis merupakan penguraian suatu pokok hal atas berbagai penelaahan bagian itu sendiri, serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. Jadi menurut uraian diatas analisis adalah kegiatan penguraian pokok menjadi bagian- bagian sehingga mempunyai karekteristik dan fungsinya masing-masing.

2.1.2. Kualitas

Pengertian dan konsep kualitas memiliki arti yang sangat luas, sehingga terdapat berbagai definisi atas kualitas. Menurut para ahli salah satunya, Ahyari (2000:239) dalam [4], “Kualitas didefinisikan sebagai jumlah dari atribut atau sifat-sifat sebagaimana dideskripsikan di dalam produk (dari jasa) yang bersangkutan”. Pengendalian kualitas adalah merupakan suatu aktivitas (manajemen perusahaan) untuk menjaga dan mengarahkan agar kualitas produk (dan jasa) perusahaan dapat dipertahankan sebagaimana

(20)

yang telah direncanakan. Nugroho (2015) dalam [5] menyatakan bahwa makna atau arti kualitas dalam dunia industri atau komersial didasarkan pada tujuan dasar dalam mencapai kesuksesan dalam memperoleh profit kaitannya dengan produk atau jasa yang diberikan kepada konsumen.

Menurut (Levis, et al., 2008) dalam (Pratama, 2015), salah satu definisi kualitas adalah totalitas karakteristik dari suatu entitas yang menanggung kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan dan yang tersirat sedangkan Djaeng dan Burhanudin menyatakan kualitas sering diartikan sebagai kecocokan untuk pemakaian (fitness for use) (Djaeng dan Burhanudin, 2016). Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kualitas adalah kecocokan untuk pemakaian yang mengutamakan totalitas untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan dan yang tersirat.

2.1.3. Sistem

Pengertian Sistem menurut Winarno (2006) adalah sebagai berikut :

“Sekumpulan komponen yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu” (MACHMUD, 2013) [6]. Selanjutnya Sutabri (Ermatita, 2016) menyatakan: “Sistem adalah suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu” [6]. Berdasarkan pendapat para ahli, maka penulis menyimpulkan bahwa “sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau sub sistem yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu” [6]. Menurut Jogianto (2005:1) Sistem adalah satu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu [7]. Sedangkan sistem Menurut Jogianto (2005:2) adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul- betul ada dan terjadi [7]. Kemudian menurut Koentjaraningrat (2006:67)

(21)

sistem adalah susunan yang berfungsi dan bergerak, suatu cabang ilmu niscaya mempunyai objeknya, dan objek yang menjadi sasaran itu umumnya dibatasi [7]. Sehubungan dengan itu, maka setiap ilmu lazimnya mulai dengan merumuskan suatu batasan (definisi) perihal apa yang hendak dijadikan objek studinya. Berdasarkan pengertian sistem menurut para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwasanya Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk menegaskan suatu tujuan. (Jogiyanto:1985:10) dalam [2]. Menurut Barry E. Cushing (1974:12) dalam [2] Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Sistem adalah seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan yang lainnya untuk suatu tujuan bersama (Murdick dan Ross, 1993). Menurut Fatta, sistem terdiri dari beberapa bagian yang bekerja sama untuk mencapai tujuan suatu tujuan yang disepakati bersama (Fatta, 2007:14).

Sebuah sistem aplikasi yang bermutu adalah sistem yang datanya akurat, tepat waktu dan relevan. Dapat dikatakan akurat berarti bahwa data atau informasinya sesuai dengan fakta dan dapat dipertanggungjawabkan, selain itu harus tepat waktu artinya informasi yang dihasilkan sesuai dengan waktu yang diharapkan atau tidak usang. Relevan berarti informasi yang dihasilkannya sesuai dengan topik atau tema dari aplikasi tersebut. Untuk mengukur tingkat kualitas sistem tersebut diantaranya menggunakan metode webqual. Metode webqual ini memiliki 3 dimensi yang diantaranya dimensi kemudahan pengguna (user ussability), kualitas informasi (information quality) dan kualitas layanan interaksi (quality of service interaction).

Jadi sistem adalah seperangkat elemen atau sekumpulan komponen yang digabungkan satu dengan lainnya sehingga membentuk satu kesatuan

(22)

yang berfungsi untuk melakukan suatu kegiatan atau tindakan untuk mencapai suatu tujuan.

2.1.4. E-Learning

Istilah e-learning lebih tepat ditujukan sebagai usaha untuk membuat sebuah transformasi proses pembelajaran yang ada di sekolah atau perguruan tinggi ke dalam bentuk digital yang dijembatani teknologi internet. Seok (2008:725) dalam [8] menyatakan bahwa “e-learning is a new form of pedagogy for learning in the 21st century. e-Teacher are e- learning instructional designer, facilitator of interaction, and subject matter experts”. Penerapan e-learning untuk pembelajaran online pada masa sekarang ini sangatlah mudah dengan memanfaatkan modul Learning Management System yang mudah untuk diinstalasi dan dikelola seperti Moodle.

E-learning merupakan salah satu bentuk model pembelajaran yang difasilitasi dan didukung pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. E-learning mempunyai ciri-ciri, antara lain memiliki konten yang relevan dengan tujuan pembelajaran; 2) menggunakan metode instruksional, misalnya penyajian contoh dan latihan untuk meningkatkan pembelajaran; 3) menggunakan elemen-elemen media seperti kata-kata dan gambar-gambar untuk me-nyampaikan materi pembelajaran; 4) me- mungkinkan pembelajaran langsung berpusat pada pengajar (synchronous e-learning) atau di desain untuk pembelajaran mandiri (asynchronous e- learning); 5) membangun pemahaman dan keterampilan yang terkait dengan tujuan pembelajaran baik secara perseorangan atau meningkatkan kinerja pembelajaran kelompok. Sedangkan menurut (Rusman dkk, 2011:

264) dalam [8] e-learning memiliki karakteristik, antara lain (a) interactivity (interaktivitas); (b) independency (kemandirian); (c) accessibility (aksesibilitas); (d) enrichment (pengayaan). E-learning dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk dunia maya.

(23)

E-Learning atau pembelajaran elektronik telah dimulai pada tahun 1970- an (Waller dan Wilson, 2001). Banyak sekali istilah yang digunakan untuk mengemukakan pendapat atau gagasan tentang pembelajaran elektronik, antara lain adalah: Online Educational Delivery Applications (OEDA), Virtual Learning Environments (VLE), Web Learning Environments (WLE), Managed Learning Environments (MLE) atau Network Learning Environments (NLE) (Anggoro, 2005) dalam [9].

Dewasa ini, e-learning sedang marak di Indonesia. E-learning merupakan pembelajaran secara elektronik dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communication Technology). E-learning sebenarnya mempunyai definisi yang sangat luas, bahkan suatu portal yang menyediakan informasi mengenai topik tertentu dapat tercakup dalam lingkup e-learning, misalnya portal ilmukomputer.com. Namun, istilah e-learning lebih tepat ditujukan sebagai usaha untuk membuat sebuah transformasi proses belajar mengajar yang ada di sekolah atau kampus ke dalam bentuk digital yang memanfaatkan fasilitas dari teknologi informasi yaitu internet (Anggoro, 2005) dalam [9].

Peran internet tidak dapat dilepaskan dari penggunaan e-learning.

Menurut William (1999) dalam [9] Internet adalah “a large collection of computers in networks that are tied together so that many users can share their vast resources”. Jadi Internet pada dasarnya kumpulan informasi tersedia di komputer yang bisa diakses karena adanya jaringan yang tersedia di komputer tersebut. Hal ini sesuai dengan pendapat Kamarga (2002) dalam [9] yang intinya menekankan penggunaan internet dalam pendidikan sebagai hakekat dari e-learning. Bahkan Onno W. Purbo (2002) dalam [9] menjelaskan bahwa istilah “e” atau singkatan dari elektronik dalam e-learning digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha pengajaran lewat teknologi elektronik internet.

(24)

2.1.5. Metode Kuantitatif

Menurut Bahri dan Zamzam (2014) dalam (Nani, 2017) mengemukakan bahwa metode kuantitatif bersandarkan kepada filsafat positivisme, ditujukan untuk meneliti pada Populasi atau sampel tertentu.

Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian. Analisis data bersifat kuantitatif atau statistic dengan tujuan untuk menguji hipotesis.

Penelitian kuantitatif umumnya dilakukan pada populasi atau sampel tertentu yang refresentatif. Proses penelitian bersifat deduktif dimana untuk menjawab rumusan digunakan konsep atau teori.

2.1.6. Webqual

Menurut Yoga Pratama terdapat beberapa versi dari model WebQual dimana setiap versi digunakan dalam penelitian yang berbeda yang disesuaikan dengan populasi dan kebutuhan penelitian yaitu (Pratama, 2015) : WebQual 1.0 , terdiri atas 4 variabel yaitu Usefulness, Easy of Use, Entertainment dan Interaction. WebQual versi pertama ini kuat dalam dimensi kualitas Informasi, tetapi lemah dalam Service Interaction.

WebQual 2.0 , terbagi dalam 3 area yang berbeda yaitu Quality of Website, Quality of Information, dan Quality of Service Interaction. Pada WebQual 2.0 dikembangkan aspek interaksi dengan mengadopsi kualitas pelayanan. WebQual 3.0 diuji mengidentifikasi 3 variabel atas kualitas website commerce yaitu Usability, Information quality, dan Quality of Service Interaction. WebQual 4.0 diperoleh dari pengembangan WebQual versi 1 sampai 3 dan juga disesuaikan dan dikembangkan dari Servqual.

WebQual 4.0 terdiri dari 4 variabel yaitu Usability, Information, Service Quality, dan Overall. Menurut teori WebQual, terdapat tiga dimensi inti yang mewakili kualitas suatu website, yaitu usability, information quality, dan service interaction quality (Barnes dan Vidgen, 2002) dalam [10].

Kualitas inti WebQual berasal dari dukungan dari berbagai literatur primer dan sekunder yang mengacu pada penelitian dari tiga bidang utama yaitu:

(25)

1. Information Quality berasal dari penelitian mengenai sistem informasi. Pertanyaan-pertanyaan yang dikembangkan di bagian ini dibangun berdasarkan literatur yang berfokus pada kualitas informasi, data dan sistem.

2. Service Interaction Quality berasal dari penelitian mengenai kualitas layanan marketing, e-commerce, dan sistem informasi.

3. Usability berasal dari penelitian dalam bidang Human-Computer Interaction (HCI) atau interaksi manusia dan komputer dan web usability. Dalam penelitian ini, user interface quality (kualitas antarmuka pengguna).

Webqual Merupakan metode pengukuran kualitas website berdasarkan persepsi pengguna akhir (masyarakat). Metode ini merupakan pengembangan dari servqual yang banyak digunakan sebelumnya pada pengukuran kualitas jasa WebQual 4.0 dususun bedasarkan penelitian pada tiga area yaitu: 1) Usability. Usability adalah mutu yang berhubungan dengan rancangan site, sebagai contoh penampilan, kemudahan penggunaan, navigasi dan gambaran yang di sampaikan kepada pengguna (Barnes & Vidgen, 2000) dalam [11].

Menurut Slabey dalam Wahidin (2013) dalam [12], webqual adalah pengukuran bedasarkan quality function deployment (QFD). Webqual adalah suatu pengukuran untuk mengukur kualitas dari sebuah website berdasarkan instrumen - instrumen penelitian yang dapat dikategorikan kedalam tiga variable yaitu : usability, information quality, dan services interaction. Kesemuanya adalah pengukuran kepuasan konsumen atau user terhadap kualitas dari website tersebut. Sedangkan Menurut Rosita et al., (2014) dalam [13] WebQual merupakan salah satu metode atau teknik pengukuran kualitas website berdasarkan persepsi pengguna terakhir.

(26)

2.1.7. Perguruan Tinggi

Menurut Salam (2004) dalam [14], perguruan tinggi merupakan suatu yang hakiki dari taraf pendidikan tinggi sesuai dengan tuntutan dari pendidikan tinggi. Memasuki perguruan tinggi berarti melibatkan diri di dalam situasi hidup dan situasi akademis yang secara fundamental berbeda dengan apa yang pernah dialami dalam lingkungan sekolah menengah. Perguruan tinggi menyelenggarakan pendidikan tinggi dan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat [15]. Perguruan tinggi dapat berbentuk akademi , politeknik, sekolah tinggi , institut , atau universitas. Pengertian dari masing-masing satuan pendidikan tersebut adalah sebagai berikut .

1. Akademi Menyelenggarakan program pendidikan profesional dalam satu cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan, teknologi , dan/atau kesenian tertentu.

2. Politeknik Menyelenggarakan program pendidikan profesional dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus.

3. Sekolah Tinggi Menyelenggarakan program pendidikan akademik dan/atau profesional dalam l ingkup satu disiplin ilmu tertentu.

4. Institut Menyelenggarakan program pendidikan akademik dan/atau profesional dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian yang sejenis.

5. Universitas Menyelengggarakan program pendidikan akademik dan/atau pofesional dalam sejumlah disiplin ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian tertentu.

2.2. Penelitian Terdahulu

Pembahasan yang dilakukan pada penelitian ini merujuk pada peneliti – peneliti sebelumnya. Berikut ini akan diuraikan beberapa peneliti terdahulu yang mendukung penelitian mengenai Analisis Kualitas dan Kepuasan Pengguna E- Learning Rosma Menggunakan Metode Webqual.

(27)

2.2.1. Muhsin, Ali Zuliestiana, Dinda Amanda (2017)

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui analisis pengaruh kualitas website (WebQual) terhadap kepuasan pengguna secara parsial dan simultan dengan Bukalapak sebagai objek penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kuantitiatif dengan pendekatan deksriptif.

Pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner pada pengguna yang pernah bertranasaksi di Bukalapak, total responden adalah 100 responden.

Teknik analisis menggunakan regresi linier berganda dan uji hipotesis.

Untuk proses pengolahan data menggunakan Microsoft Excel 2013 dan SPSS 20 for windows. Berdasarkan hal tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai analisis kualitas dan kepuasan pengguna e-learning rosma menggunakan metode webqual.

2.2.2. Nurul H. U. Dewi, Triana Mayasari, Sasongko, Budisusetyo, Luciana Spica Almalia (2008)

Meneliti tentang Student’s Perception of Computer Based E-Learning (CBL). Dalam memperkenalkan CBL, guru dituntut untuk membuat perubahan besar dan bahkan mengubah caranya mengajar. CBL pada dasarnya adalah bentuk pendidikan yang difasilitasi oleh internet dan teknologinya. Dengan demikian meliputi penggunaan World Wide Web untuk mendukung pengajaran dan untuk penyampaian isi pembelajaran.

CBL merupakan salah satu bentuk teknologi dimediasi pembelajaran, yang didefinisikan sebagai “suatu lingkungan di mana peserta didik berinteraksi dengan materi pembelajaran, teman sebaya, dan instruktur dimediasi melalui teknologi informasi canggih”.

Hasil penelitian tersebut adalah : meurut semua karakteristik siswa menunjukkan bahwa preferensi mahasiswa tentang akses, interaksi, respon, dan variabel hasil Pembelajaran Berbasis Komputer memiliki kecenderungan yang sama. Ini berarti bahwa responden dari Departemen (program), IPK, dan Batch Mahasiswa memiliki preferensi yang sama

(28)

tentang Pembelajaran Berbasis Komputer. Siswa lebih suka belajar dengan media komputer dan online daripada belajar secara tradisional.

2.3. Kerangka Pemikiran

Gambar 2.1 Kerangka Teori

(29)

14

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Desain Penelitian

Rancangan atau perencanaan dalam sebuah pekerjaan sangatlah penting terlebih lagi dalam kegiatan penelitian yang menuntut kita harus lebih teliti dan cermat, sistematis, dan objektif. Menurut Kerlingerdan Lee dalam Punaji Setyosari (2012, hlm. 168) dalam [16], bahwa “Rancangan atau desain penelitian adalah rencana dan struktur penelitian yang disusun sedemikian rupa sehingga kita dapat memperoleh jawaban tas permasalahan - permasalahan penelitian.

3.2. Partisipan Penelitian

Partisipan adalah semua orang atau manusia yang berpatisipasi atau ikut serta dalam suatu kegiatan. Menurut pandangan dari Sumarto (2003, hlm. 17) dalam [17] partisipan yaitu:

“Pengambilan bagian atau keterlibatan orang atau masyarakat dengan cara memberikan dukungan (tenaga, pikiran maupun materi) dan tanggung jawabnya terhadap setiap keputusan yang telah diambil demi tercapainya tujuan yang telah ditentukan bersama”. Dapat disimpulkan bahwa partisipan adalah subjek yang dilibatkan di didalam kegiatan mental dan emosi secara fisik sebagai peserta dalam memberikan respon terhadap kegiatan yang dilaksanakan dalam proses belajar-mengajar serta mendukung pencapaian tujuan dan bertanggung jawab atas keterlibatannya.

3.2.1. STMIK Rosma Karawang

Kegiatan penelitian tentunya memerlukan tempat penelitian yang akan dijadikan sebagai latar untuk memperoleh data yang diperlukan guna mendukung tercapainya tujuan penelitian.

Penelitian ini bertempat di Jl. Kertabumi No.62, Karawang Kulon, Kec.

Karawang Bar., Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41311

(30)

3.2.2. UPT TIK

Pada penelitian ini mahasiswa meminta bantuan untuk Kepada UPT TIK untuk membantu apabila ada keluhan dalam penggunaan e-learning.

3.2.3. Dosen

Kegiatan penelitian ini memerlukan pengetahuan tentang bagaimana interaksi antara Dosen dan mahasiswa dalam proses belajar-mengajar menggunakan e-learning.

3.2.4. Mahasiswa

Penelitian ini berfokus pada seluruh mahasiswa/i STMIK, mengenai pembelajaran secara daring dengan menggunakan e-learning. Dengan jumlah penelitian 4 program studi yang ada di STMIK Rosma.

3.3. Populasi dan Sampel Penelitian

Menurut Sugiyono (2007:72) dalam [18] Populasi adalah wilayah generalisasi yang dari objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan kara kteristik tertentu.

Menurut Azuar dan Irfan (2012, hal.50) dalam [19] “Populasi merupakan totalitas dari seluruh unsur yang ada dalam sebuah wilayah penelitian”. Menurut Siregar (2015) dalam [20] bahwa “Populasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu

“population” yang berarti penduduk.” Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu. Populasi pada penelitian ini adalah pengguna e-learning STMIK Rosma yaitu Mahasiswa, Dosen, BAAK di STMIK Rosma dengan jumlah sebagai berikut :

Tabel 3.1 Jumlah pengguna E-Learning Rosma Mahasiswa

Dosen BAAK

No Prodi Angkatan

(31)

2017 2018 2019 2020

1 TI 44 37 25 47

31 1

2 SI 76 69 50 33

3 MI 10 10 12 9

4 KA 32 26 22 20

Sampel adalah sebagian dari jumlah populasi dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi (Sugiyono 2012, hal 116) dalam [19].

Menurut Siregar (2015) dalam [20] “Sampel adalah suatu prosedur pengambilan data, dimana hanya sebagian populasi saja yang diambil dan dipergunakan untuk menentukan sifat serta ciri yang dikehendaki dari suatu populasi.”

Menurut Sugiyono (2007:73-74) dalam [18] Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik probability sampling yaitu teknik sampling yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel yang meliputi simple random samplingkarena pengambilan. Menurut Siregar (2015) dalam [20] “Sampel adalah suatu prosedur pengambilan data, dimana hanya sebagian populasi saja yang diambil dan dipergunakan untuk menentukan sifat serta ciri yang dikehendaki dari suatu populasi.”

Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul- betul representatif (mewakili). SPSS. Agar dapat menentukan jumlah sample minimum, dapat dilakukan dengan perhitungan slovin dengan persamaan

(32)

Keterangan :

n = jumlah minimum responden N = ukuran populasi

d = error yang digunakan

Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 522 sampel. Karena untuk menghemat waktu penelitian ini diputuskan untuk menggunakan sampel berdasarkan rumus slovin, dan batas toleransi kesalahannya sebesar 10%.

Sebagai berikut :

n = 350 / ( 1 + (350 x 0.12 )) n = 522 / ( 1 + (522 x 0.01) n = 522 / (1 + 5.22)

n = 522 / 6.22 n = 84

Maka dari hasil hitungan tersebut di hasilkan sebanyak 84 sampel pada penelitian ini.

Sampling purposive adalah suatu teknik dalam penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sampling purposive termasuk teknik nonprobability sampling. Pemilihan sekelompok subjek dalam purposive sampling, berdasarkan atas ciri-ciri tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri populasi yang sudah diketahui sebelumnya.

“Tujuan dari pengambilan sampel (sampling) adalah untuk memperoleh gambaran deskriptif tentang karakteristik unit observasi yang termasuk di dalam sampel, dan untuk melakukan generalisasi serta memperkirakan parameter populasi. Hal ini dilakukan karena peneliti tidak dapat melakukan pengamatan secara langsung pada semua unit analisis atau individu yang berada dalam populasi penelitian. Oleh sebab itu, dalam memilih metode sampling yang digunakan perlu mempertimbangkan anggaran , biaya penelitian, batasan waktu

(33)

penelitian, ketersediaan pengetahuan tenaga populasi, informasi ukuran populasi, aksesibilitas terhadap unit observasi, tingakat generalisasi yang ingin dicapai dan ketersediaan fasilitas pendukung. Teknik sampling terbagi menjadi dua yaitu sampling probabilitas yang cenderung bersifat kuantitatif dengan analisis statistik, dan teknik sampling non-probabilitas yang cenderung bersifat kualitatif”

[21]. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang khusus dan sulit diungkap serta tidak mudah dianalisis secara statistik, maka pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik sampling non-probabilitas dalam pengumpulan data. Teknik sampling non-probabilitas bertujuan untuk mengidentifikasi hal – hal yang masih belum jelas dalam penelitian pendahuluan, untuk mendapatkan gambaran tentang kumpulan unit observasi yang kemudian dijadikan landasan bagi penerapan sampel probabilitas yang lebih tepat. Dalam teknik sampling non- probabilitas terdapat beberapa jenis sampling di antaranya seperti terlihat pada tabel 3.2 berikut :

Tabel 3.2 Jenis-Jenis sampling dalam teknik sampling non-probabilitas

Jenis Sampling Prinsip Pelaksanaan

Haphazard (sembarang, seadanya)

Mengambil berbagai kasus dengan cara – cara yang disukai peneliti.

Quota

(memilih/menentukan kategori)

Mengambil sejumlah kasus yang diawali dengan menentukan beberapa kategori yang dapat menunjukkan perbedaan populasi, menggunakan metode haphazard

Purposive

(menentukan/menyesuaikan)

Mengambil semua kasus yang mungkin sesuai dengan kriteria tertentu melalui penggunaan berbagai metode.

Snowball

Mengambil sejumlah kasus melalui hubungan keterkaitan dari satu orang dengan orang yang lain atau satu kasus dengan kasus lain, kemudian mencari

(34)

Jenis Sampling Prinsip Pelaksanaan

(bola salju) hubungan selanjutnya melalui proses yang sama, demikian seterusnya

Deviant Case (kasusu penyimpangan)

Mengambil kasus – kasus yang secara substansi berbeda dari pola – pola yang dominan(suatu tipe khusus dari sampling purposive)

Sequential (berurutan)

Mengambil kasus – kasus sampai tidak ada informasi tambahan atau karakteristik – karakteristik yang baru (sering digunakan bersama metode sampling yang lain)

Theoritical (bersifat teoritik)

Mengambil kasus – kasus yang akan membantu memunculkan gambaran yang penting secara teoritis mengenai suatu topik atau setting tertentu.

Sumber : (Neuman, 2012)

3.4. Instrumen Penelitian

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan satu instrumen pengumpulan data yaitu instrumen kuesioner. Berikut adalah instrumen penelitian :

(35)

Tabel 3.3 Instrumen Kuisioner

Variabel Indikator

Usability

Saya merasa mudah untuk mempelajari cara pengoperasian e- learning Rosma ?

Saya merasa mudah berinteraksi dengan e-learning Rosma dan mudah dipahami ?

E-Learning memiliki tampilan yang menarik ?

Saya merasa mudah untuk bernavigasi dalam e-learning ? Informasi yang dihasilkan E-Learning sudah lengkap?

Information Quality

E-learning memberikan informasi akurat ?

E-learning memberikan informasi yang terpercaya?

E-Learning dapat di akses setiap hari tanpa batasan waktu?

E-learning memberikan informasi sesuai dengan kadar yang dibutuhkan pengguna ?

Interaction Quality

E-learning memiliki reputasi yang baik?

Saya merasa aman untuk memberikan informasi pribadi saya ?

E-learning memberi ruang untuk personalisasi ?

User Satisfaction

E-Learning dapat menghemat biaya internet?

E-Learning menghemat waktu untuk menyelesaikan perkuliahan?

E-Learning meningkatkan efektifitas perkuliahan ?

Tabel 3.5 skala likert

No Pertanyaan STS TS N S SS

1 2 3 4 5 1. Saya merasa mudah untuk mempelajari

cara pengoperasian e-learning Rosma ?

(36)

No Pertanyaan STS TS N S SS 1 2 3 4 5

2. Saya merasa mudah berinteraksi dengan e-learning Rosma dan mudah dipahami ?

3. E-Learning memiliki tampilan yang menarik ?

4. Saya merasa mudah untuk bernavigasi dalam e-learning ?

5. Informasi yang dihasilkan E-Learning sudah lengkap?

6. E-learning memberikan informasi akurat ?

7. E-learning memberikan informasi yang terpercaya?

8. E-Learning dapat di akses setiap hari tanpa batasan waktu?

9.

E-learning memberikan informasi sesuai dengan kadar yang dibutuhkan pengguna

?

10. E-learning memiliki reputasi yang baik?

11. Saya merasa aman untuk memberikan informasi pribadi saya ?

12. E-learning memberi ruang untuk personalisasi ?

13. E-Learning dapat menghemat biaya internet ?

(37)

No Pertanyaan STS TS N S SS 1 2 3 4 5 14. E-Learning menghemat waktu untuk

menyelesaikan perkuliahan ?

15. E-Learning meningkatkan efektifitas perkuliahan ?

Keterangan :

SS : Sangat Setuju Skor 5

S : Setuju Skor 4

KS : Kurang Setuju Skor 3

TS : Tidak Setuju Skor 2

STS : Sangat Tidak Setuju Skor 1 Identitas responden :

1. Jenis kelamin 2. Usia

3. Program studi 4. Angkatan 3.5. Prosedur Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian dengan menganalisis data menggunakan angka. Merupakan penelitian lapangan karena dimana dalam pengumpulan data menggunkan metode survei kuesioner yang dibagikan pada mahasiswa pengguna e-learning. Kemudian data tersebut diolah dengan menggunakan uji statistik. Prosedur yang dilakukan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

(38)

Gambar 3.1 Posedur Penelitian

1. Perencanaan Penelitian : pada tahap ini, peneliti melakukan penyusunan kisi – kisi penelitian yang didalamnya terdeskripsikan data atau informasi yang digali, sumber data, teknik pengambilan data serta pertanyaan yang akan diajukan kepada sumber data.

2. Penyusunan Instrumen Penelitian : pada tahap ini, peneliti melakukan penyusunan instrumen penelitian berdasarkan kisi – kisi yang telah disusun.

Setelah instrumen disusun dilakukan uji instrumen kepada beberapa responden, kemudian dilakukan uji validitas dan reliabilitas, setelah dianggap instrumen valid dan reliabel maka instrumen dapat disebar pada responden yang telah ditunjuk.

3. Pengumpulan Data : Pada tahap ini, peneliti melakukan pengumpulan data berdasarkan kisi – kisi yang telah dibuat dan dengan panduan instrumen yang telah disusun.

4. Pengolahan data : Pada tahap ini, peneliti melakukan uji validitas dan reliabilitas dari data yang telah dikumpulkan. Kemudian data diolah menggunakan statistik deskriptif dan selanjutnya dilakukan uji hipotesisi 5. Penyusunan laporan : Pada tahap ini, peneliti melakukan penyusunan laporan

yang merupakan intepretasi data dan pembahasan dari penelitian ini.

3.6. Rancangan Analisis Data

Analisis data merupakan suatu langkah yang sangat penting dalam kegiatan penelitian. Data yang terkumpul tidak akan memberikan banyak makna jika data tersebut tidak dianalisis. Dengan melakukan analisis data, akan diperoleh kesimpulan atas masalah yang diteliti, baik berupa implikasi maupun

Perencanaan (Menyusun Kisi – Kisi

Penelitian)

Penyusunan Instrumen

Penelitian Pengumpulan Data

Pengolahan Data Penyusunan Laporan

(39)

rekomendasi untuk kegiatan penelitian selanjutnya. Adapun tahapan analisis data dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Seleksi Data Seleksi data peneliti lakukan setelah data terkumpul. Proses seleksi data merupakan kegiatan awal dalam analisis data dimana peneliti memeriksa kembali kelengkapan data yang dibutuhkan guna menunjang penelitian yang dilakukan, juga memberikan kelengkapan angket yang telah terkumpul setelah disebarkan oleh peneliti. Adapun tahapan yang dilakukan dalam proses seleksi data sebagai berikut:

a. Peneliti memeriksa jumlah angket yang terkumpul agar sama dengan jumlah angket yang disebarkan.

b. Setelah angket dihitung jumlahnya, peneliti memeriksa semua item pernyataan telah dijawab oleh responden dan tidak ada yang terlewat serta sesuai dengan prosedur pengisian angket, dan

c. Memeriksa data yang layak untuk diolah dan sesuai kebutuhan peneliti.

2. Klasifikasi Data Tahap kedua setelah seleksi data, adalah klasifikasi data.

Pada tahap ini peneliti mengklasifikasikan data yang telah didapatkan berdasarkan variabel penelitian. Adapun data yang didapatkan berupa angket dikelompokkan oleh peneliti berdasarkan variabelnya lalu diberikan skor pada setiap alternatif jawaban menggunakan skala Likert. Tujuan dari pemberian skor ini adalah agar peneliti mengetahui kecenderungan skor responden atau item pernyataan pada dua variabel yang diteliti. Adapun jumlah skor yang diperoleh adalah skor mentah dari setiap variabel yang selanjutnya akan diolah lagi oleh peneliti menjadi data baku sebagai dasar proses pengolahan data.

(40)

25

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Rancangan Analisis Data

4.1.1. Karakteristik Subjek Penelitian

Uraian ini memberikan gambaran subyek penelitian dimana penelitian ini menjelaskan gambaran karakteristik responden sebagai subyek penelitian.

Subyek yang dimaksud dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang menggunakan E-Learning Rosma di STMIK Rosma Karawang. Dalam penelitian ini dipilih mahasiswa STMIK Rosma Karawang sebagai populasi dari responden karena diharapkan mereka sudah memiliki pengetahuan tentang E-Learning Rosma yang dapat membantu memberikan data yang bisa di pertanggung jawabkan. Pengambilan responden sebagai sampel dalam penelitian ini mahasiswa semua prodi dan angkatan yang ada di STMIK Rosma Karawang, Jumlahnya 89 responden.

Responden tersebut diminta untuk menjawab kuisioner yang berisi identitas responden, serta tanggapan responden mengenai indikator- indikator variabel dalam penelitian ini terdapat empat variabel yang terdiri dari Kegunaan (Usability), Kualitas Informasi (Information Quality), Kualitas Interaksi (Interaction Quality), Kepuasan Pengguna (User Satisfaction).

Penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dengan menyebarkan kuisioner secara online kepada responden menggunakan google form.

Jumlah kuisioner yang disebar sebanyak 89 orang sebagai sampel.

Selanjutnya akan dilihat karakteristik responden menjadi sampel dalam penelitian ini, dimana responden dikelompokan berdasarkan program studi dan tahun angkatan, secara rinci dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

(41)

1. Karakteristik Responden Menurut Program Studi

Karakteristik responden penelitian menurut program studi adalah sebagai berikut:

Tabel 4.1 Karakteristik responden menurut program studi

Banyaknya responden dengan program studi Teknik Informatika yaitu sebesar 21 responden atau sebesar 24% , responden dengan program studi Sistem Informasi yaitu sebesar 13 responden atau sebesar 15% , responden dengan program studi Komputerisasi Akuntansi yaitu sebesar 34 responden ata sebesar 38%, responden dengan program studi Manajemen Informatika yaitu sebesar 21 responden atau sebesar 24%. Jadi dapat disimpulkan bahwa jumlah responden dengan program studi Komputerisasi Akuntansi yang paling banyak. Hal tersebut menunjukan bahwa mahasiswa STMIK Rosma yang menjadi responden pada penelitian ini adalah program studi Komputerisasi Akuntansi.

2. Karakteristik Responden Menurut Tahun Angkatan

Karakteristik responden menurut tahun angkatan adalah sebagai berikut :

Program studi Jumlah Persentase

Teknik Informatika 21 24%

Sistem Informasi 13 15%

Komputerisasi Akuntansi 34 38%

Manajemen Informatika 21 24%

Total 89 100%

(42)

Tabel 4.2 Karakteristik responden menurut tahun angkatan

Banyaknya responden dengan tahun angkatan 2017 yaitu sebesar 32 responden atau sebesar 36% , responden dengan tahun angkatan 2018 yaitu sebesar 19 responden atau sebesar 21% , responden dengan tahun angkatan 2019 yaitu sebesar 24 responden atau sebesar 27%, responden dengan tahun angkatan 2020 yaitu sebesar 14 responden atau sebesar 16%. Jadi dapat disimpulkan bahwa jumlah responden dengan tahun angkatan 2017 yang paling banyak. Hal tersebut menunjukan bahwa mahasiswa STMIK Rosma yang menjadi responden pada penelitian ini adalah tahun angkatan 2017.

3. Rekapitulasi Instrumen Kuesioner

Tabel 4.3 Rekapitulasi instrumen kuisioner berdasarkan banyak responden

No Variabel Kode Pertanyaan

Skala

SS S KS TS STS

1 Kegunaan (Usability) K.1

Saya merasa mudah untuk mempelajari cara

pengoperasi

an e-

28 46 13 2 0

Tahun Angkatan Jumlah Persentase

2017 32 36%

2018 19 21%

2019 24 27%

2020 14 16%

Total 89 100%

(43)

No Variabel Kode Pertanyaan

Skala

SS S KS TS STS

learning Rosma ?

2 K.2

Saya merasa mudah berinteraksi dengan e- learning Rosma dan mudah dipahami ?

13 54 20 1 1

3 K.3

E-Learning memiliki tampilan yang menarik ?

17 28 36 5 3

4 K.4

Saya merasa mudah untuk bernavigasi dalam e- learning ?

16 29 39 4 1

5 K.5

Informasi yang dihasilkan E-Learning sudah lengkap?

20 41 24 3 1

(44)

No Variabel Kode Pertanyaan

Skala

SS S KS TS STS

6

Kualitas informasi (informati on quality)

KI.1

E-learning memberikan informasi akurat ?

17 51 18 3 0

7 KI.2

E-Learning dapat di akses setiap hari tanpa batasan waktu?

35 29 21 4 0

8 KI.3

E-learning memberikan informasi yang terpercaya?

26 43 17 2 0

9 KI.4

E-learning memberikan informasi sesuai dengan kadar yang dibutuhkan pengguna ?

22 38 28 1 0

10

Kualitas interaksi (interactio n quality)

KIN.1

E-learning memiliki reputasi yang baik?

17 39 30 3 0

(45)

No Variabel Kode Pertanyaan

Skala

SS S KS TS STS

11 KIN.2

Saya merasa aman untuk memberikan informasi pribadi saya

?

18 44 22 1 4

12 KIN.3

E-learning memberi ruang untuk personalisas i ?

9 39 30 9 2

13

Kepuasan pengguna (user satisfactio n)

KP.1

E-Learning dapat menghemat biaya internet?

5 25 37 16 8

14 KP.2

E-Learning menghemat waktu untuk menyelesaik an

perkuliahan

?

17 38 28 4 2

15 KP.3

E-Learning meningkatk an

efektifitas

31 27 24 6 1

(46)

No Variabel Kode Pertanyaan

Skala

SS S KS TS STS

perkuliahan

?

Keterangan :

SS : Sangat Setuju Skor 5

S : Setuju Skor 4

KS : Kurang Setuju Skor 3 TS : Tidak Setuju Skor 2 STS: Sangat Tidak Setuju Skor 1 Identitas responden :

a. Jenis kelamin b. Usia

c. Program studi d. Angkatan

Tabel 4.4 r-tabel

N The Level of Signicicance N The Level of Signicicance

5% 1% 5% 1%

3 0,997 0,999 38 0,320 0,413

4 0,950 0,990 39 0,316 0,408

5 0,878 0,959 40 0,312 4,403

6 0,811 0,917 41 0,308 0,398

7 0,754 0,874 42 0,304 0,393

8 0,707 0,834 43 0,301 0,389

(47)

N The Level of Signicicance N The Level of Signicicance

5% 1% 5% 1%

9 0,666 0,798 44 0,297 0,384

10 0,632 0,765 45 0,294 0,380

11 0,602 0,735 46 0,291 0,376

12 0,576 0,708 47 0,288 0,372

13 0,553 0,684 48 0,284 0,368

14 0,532 0,661 49 0,281 0,364

15 0,514 0,641 50 0,279 0,361

16 0,497 0,623 55 0,266 0,345

17 0,482 0,606 60 0,254 0,330

18 0,468 0,590 65 0,244 0,317

19 0,456 0,575 70 0,235 0,306

20 0,444 0,561 75 0,227 0,296

21 0,433 0,549 80 0,220 0,286

22 0,432 0,537 85 0,213 0,278

23 0,413 0,526 90 0,207 0,267

24 0,404 0,515 95 0,202 0,263

25 0,396 0,505 100 0,195 0,256

26 0,388 0,496 125 0,176 0,230

27 0,381 0,487 150 0,159 0,210

28 0,374 0,478 175 0,148 0,194

29 0,367 0,470 200 0,138 0,181

30 0,361 0,463 300 0,113 0,148

31 0,355 0,456 400 0,098 0,128

32 0,349 0,449 500 0,880 0,115

33 0,344 0,442 600 0,800 0,105

34 0,339 0,436 700 0,074 0,097

35 0,334 0,430 800 0,070 0,091

(48)

N The Level of Signicicance N The Level of Signicicance

5% 1% 5% 1%

36 0,329 0,424 900 0,065 0,086

37 0,325 0,418 1000 0,062 0,081

1. Perolehan Data

Untuk memperoleh data tentang faktor yang mempengaruhi data tentang kepuasan pengguna E-Learning STMIK Rosma, dilakukan penyebaran kuisioner pada mahasiswa STMIK Rosma kuisioner yang disebarkan sebanyak 89 orang dan disebarkan kepada mahasiswa STMIK Rosma.

Hal ini terjadi karena pengisian dilakukan secara online, hal ini dilakukan karena wabah covid 19 peneliti tidak bisa menyebarkan kuisioner secara langsung dalam melakukan penyebaran kuisioner, peneliti memberikan arahan kepada responden untuk mengisi kuisioner. Berikut hasil perolehan data kuisioner kepuasan pengguna E-Learning STMIK Rosma :

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Teori
Tabel 3.1 Jumlah pengguna E-Learning Rosma  Mahasiswa
Tabel 3.2 Jenis-Jenis sampling dalam teknik sampling non-probabilitas
Tabel 3.3 Instrumen Kuisioner
+7

Referensi

Dokumen terkait

Permasalahannya adalah apakah variabel marketing mix yang terdiri dari : produk, harga, lokasi dan promosi secara individu maupun bersama-sama berpengaruh terhadap

Pengakuan Iman Rasuli Aku percaya kepada Allah Bapa yang Maha Kuasa, Khalik langit dan bumi; dan kepada Yesus Kristus, anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita, yang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor fundamental tersebut, antara lain : pertumbuhan penjualan (growth sales), likuiditas (current ratio),

Pendidikan karakter di SMP Negeri 1 Kwula Begumit setelah dilakukan Penelitian memberikan pengaruh terhadap pemahaman karir siswa sebesar 88,08% yang tidak

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan jenis penstabil dan konsentrasi gula terhadap karakteristik fruit leather kabocha serta untuk diversifikasi

Dari data tersebut dapat diketahui bahwa perbedaan penambahan tepung buah lindur pada biskuit ikan dengan substitusi tepung buah lindur : tepung terigu 0%, 40%:60% dan

Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam

1) Pergerakan Positioning pada tangan atau kaki dari satu posisi tertentu ke tempat lainnya, seperti pada saat tenaga kerja menjangkau tombol kendali mesin.. 2)