YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (302-312)
MORALITAS DAN ETIKA BISNIS DALAM SEKTOR DISTRIBUSI MENURUT PERSPEKTIP ISLAM
--- Siti Nur Lutfiah
Universitas Ibnu Khaldun Bogor
(Naskah diterima: 1 juni 2022, disetujui: 28 Juli 2022) Abstract
In carrying out good development, competent Human Resources be one of the keys to its success.
Today, the view of increasing Many human resources are contributed by experts. Apart from the management that has there are ethical values, become one of the important factors in improving human resources. business ethics are now starting to be highlighted as part of the implementation of economic activity. Every entity any business, doing things to improve the quality of its resources they have. In the study of Islamic business ethics, in improving the performance of ethical companiesand Islamic morals need to be emphasized. Where in running a sharia business, not only profit earned but also benefit or in other words usefulness for others.
Islam highly upholds humanity so that there are many verses that regulate how habluminanas or social life is carried out as creatures-His.
Keywords : Islamic Business and Ethics
Abstrak
Dalam melaksanakan pembangunan yang baik, Sumber Daya Manusia yang kompeten menjadi salah satu kunci keberhasilannya. Saat ini, pandangan meningkat Banyak sumber daya manusia yang disumbangkan oleh para ahli. Selain manajemen yang memiliki nilai-nilai etika, menjadi salah satu faktor penting dalam peningkatan sumber daya manusia. etika bisnis kini mulai ditonjolkan sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan ekonomi. Setiap entitas bisnis apapun, melakukan hal-hal untuk meningkatkan kualitas sumber daya yang mereka miliki. Dalam kajian etika bisnis Islam, dalam meningkatkan kinerja perusahaan yang beretika dan akhlak Islami perlu ditekankan. Dimana dalam menjalankan bisnis syariah, tidak hanya keuntungan yang diperoleh tetapi juga manfaat atau dengan kata lain kemanfaatan bagi orang lain.
Islam sangat menjunjung tinggi kemanusiaan sehingga banyak ayat yang mengatur bagaimana habluminanas atau kehidupan bermasyarakat dilakukan sebagai makhluk-Nya.
Kata Kunci : Bisnis dan Etika Islami
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (302-312)
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
istribusi merupakan salah satu dari aktivitas perekonomian manusia di bumi Allah SWT disamping produksi dan konsumsi. Kajian mengenai distribusi senantiasa menjadi topik hangat dalam ilmu ekonomi, baik dalam ekonomi islam maupun ekonomi modern, pembahasan dalam hal distribusi pun tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi tetapi juga aspek sosial, norma dan etika bahkan politik sehingga menarik perhatian bagi aliran pemikir ekonomi Islam dan konvensional sampai saat ini.
D
Salah satu dari ajaran penting dalam Islam adalah adanya tuntutan untuk manusia agar selalu dan senantiasa berupaya hidup secara seimbang, memperhatikan kesehateraan hidup di dunia dan keselamatan hidup di akhirat. Sebagai prasyarat kesejahteraan hidup di dunia adalah bagaimana sumber-sumber daya ekonomi dapat dimanfaatkan secara maksimal dan benar dalam kerangka dan normatif Islam, al-Quran pun turut memberikan landasan bagi perkeonomian umat manusia di bumi.
Dorongan al-Qur’an pada sektor distribusi telah dijelaskan secara eksplisit.
Ayat-ayat distribusi seperti QS. al-Anfal (8):
1, QS. al-Hasyr (59): 7, QS. al-Hadid (57): 7 dan QS. at-Taubah (9): 60 mengandung nilai larangan keras penumpukan harta benda atau barang kebutuhan pokok pada segelintir orang saja. Pendistribusian harta yang tidak adil dan merata akan membuat orang yang kaya bertambah kaya dan yang miskin semakin miskin. Dengan demikian, pola distribusi harus mendahulukan aspek prioritas berdasarkan need assessment.
Absen dari moralitas kiranya akan menjadikan kehidupan manusia brutal, tidak terarah dan tidak ada keteraturan dalam hidup.
Adapun norma yang mengatur merupakan pokok dan batas-batas yang harus dijalankan, dalam bidang ekonomi jika semua aspek dibiarkan terbebas tanpa adanya aturan normatif dan kesadaran moralitas serta etika, akan ada kejomplangan dalam sitem perekonomian (Budiningsih, 2004).
Nampaknya hal-hal inilah yang melatarbelakangi munculnya konsep pemikiran tentang keadilan distribusi dalam ekonomi Islam, kenyataan bahwa teori-teori ekonomi yang telah ada tidak mampu
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (302-312)
mewujudkan ekonomi global yang berkeadailan dan berkeradaban menjadikan penulis menilik masalah ini dari sisi yang lebih dalam dari sekedar aliran-aliran ekonomi baik kapitalis, nasionalis ataupun demokratis, melainkan penulis ingin melihat aktifitas dalam distribusi dengan dasar moralitas dan etika Islam yang telah secara eksplisit dituangkan di dalam kitab Al-Quran.
Halal Network International-Herba Penawar Alwahida Indonesia atau yang biasa dikenal dengan HNI-HPAI merupakan salah satu perusahaan bisnis network marketing di Indonesia yang berfokus pada produk-produk halal. HNI-HPAI dengan tujuan menjayakan produk-produk halal dan berkualitas berazaskan Thibbunnabawi, serta dalam rangka membumikan, memajukan, dan mengaktualisasikan ekonomi Islam di Indonesia melalui program kewirausahaan.
Kantor HNI-HPAI berpusat di Jakarta Timur, namun perluasan pemasaran perusahaan ini telah tersebar banyak diseluruh nusantara yang memiliki tingkatan tertentu sebagai agen stok.
Business Center(BC) sebagai pusat layanan bisnis dan perpanjangan tangan perusahaan HNI-HPAI (Sudarsono, 2002)
Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan Business Center adalah pusat layanan bisnis dan kegiatan dari HNI-HPAI yang berlaku bagi semua agen, baik agen atau jaringan dibawah leader pemilik Business Center atau agen diluar jaringan Business Center. Sederhananya adalah Business Center merupakan perpanjangan tangan atau anak cabang dari perusahaan pusat dalam menyediakan produk-produk halal HNI-HPAI yang tersebar hampir diseluruh nusantara.
Business Center merupakan agenstok yang telah terdaftar resmi oleh perusahaan.
Agenstok HNI-HPAI merupakan jalur distribusi ritel dari produk-produk HNI-HPAI.
Rangkaian jalur distribusi tersebut secara berurutan dari yang terbesar, yaitu (Katalog HNI-HPAI, 2020):
a. Business Center (BC) b. Agency Center (AC) c. Distribution Center (DC) d. Stocklist Center (SC)
Agen stok ini tersebar hampir diseluruh wilayah Indonesia bahkan hingga ke luar negeri yang dikenal dengan “Halal Mart”.
Fungsi dari BC adalah untuk melayani kemitraan dan konsumen dalam mendapatkan
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (302-312)
produk, dan berfungsi juga untuk meluaskan jaringan.
Dalam menjalankan bisnisnya baik dalam kegiatan produksi dan distribusi HNI menerapkan norma-norma dan etika bisnis yang berlandaskan dari perspektif Islam, hal ini dapat dilihat dari visi, misi serta motto dari HNI. Adapun prinsip usaha dari PT HNI merupakan Tindakan yang sepenuhnya bertanggung jawab dengan integritas yang baik berdasarkan norma Syariah Islam, atuh dengan hukum dan peraturan yang berlaku serta menghormati norma-norma yang secara universal berlaku dan dipahami secara umum oleh masyarakat dunia.
Penelitian ini menitik beratkan kepada patokan normatif dan etika berbisnis yang disetujui oleh Islam, Adapun PT HNI merupakan perusahaan yang tepat untuk dikaji untuk kegiatan distribusi. Uraian yang penulis sampaikan di atas menjadikan penelitian ini berfokus pada dua pokok bahasan manajemen norma dan etika bisnis dalam bidang distribusi dengan objek yang diteliti adalah PT HNI, penulis mengangkat judul penelitian menjadi
“Moralitas Dan Etika Bisnis Di Bidang Distribusi Dalam Perspektif Islam Studi Kasus PT HNI”
A. Deskripsi Moralitas
Secara etimologis, kata moral berasal dari kata mos dalam bahasa latin, bentuk jamaknya mores, yang artinya adalah tata-cara atau adat istiadat. Pengertian moral menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) bisa diartikan sebagai ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya; akhlak;
budi pekerti; Susila, atau kondisi mental yang membuat orang tetap berani, bersemangat, bergairah, berdisplin, dan sebagainya; isi hati atau kedaan perasaan sebagaimana terungkap dalam perbuatan, serta dapat pula bermakna ajaran kesusilaan yang dapat ditarik dari suatu cerita. (Depdiknas, 2013: 929)
Kata ’bermoral’ mengacu pada bagaimana suatu masyarakat yang berbudaya berperilaku. Dan kata moralitas juga merupakan kata sifat latin moralis, mempunyai arti sama dengan moral hanya ada nada lebih abstrak. Kata moral dan moralitas memiliki arti yang sama, maka dalam pengertiannya lebih ditekankan pada penggunaan moralitas, karena sifatnya yang abstrak. Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (302-312)
dengan baik dan buruk. (Asmaran As, 1999:
8).
Menurut Chaplin (2006) moral mengacu pada akhlak yang sesuai dengan peraturan sosial, atau menyangkut hukum atau adat kebiasaan yang mengatur tingkah laku.
Sedangkan Hurlock (1993: 74) menjelaskan bahwa moral adalah tata cara, kebiasaan, dan adat peraturan perilaku yang telah menjadi kebiasaan bagi anggota suatu budaya dan yang menentukan dalam perilaku yang diharapkan oleh seluruh anggota kelompok. Moralitas mengacu pada arti budi pekerti, selain itu moralitas juga mengandung arti: adat istiadat, sopan santun, dan perilaku. (Zuriah, 2007:
17).
Moralitas merupakan suatu fenomena manusiawi yang universal. Maksudnya adalah sesuatu tentang baik dan buruk merupakan sesuatu yang umum, yang terdapat dimana- mana dan pada segala zaman. Norma-norma moral adalah tolak ukur yang dipakai masyarakat untuk mengukur kebaikan seseorang. Moral yang sebenarnya disebut moralitas. moralitas sebagai sikap hati orang yang terungkap dalam tindakan lahiriah.
Moralitas terjadi apabila orang mengambil sikap yang baik karena ia sadar akan
kewajiban dan tanggung jawabnya dan bukan karena ia mencari keuntungan. Jadi moralitas adalah sikap dan perbuatan baik yang betul- betul tanpa pamrih. Hanya moritaslah yang bernilai secara moral. (Budiningsih, 2004: 24).
1. Konsep Moral dalam Pandangan Islam Moral dalam bahasa agama identik dengan kata akhlaq, kata akhlaq berasal dari bahasa Arab, yang merupakan bentuk jamak dari kata al-Khuluq atau al-Khulq, yang secara etimologis mempunyai arti: tabiat (al- sajiyyat), watak (al-thab) budi pekerti, kebijaksanaan, adat/sopan santun (al-muruat), keperwiraan, kesatriaan, kejantanan, agama (al-din). Menurut para ahli bahwa akhlak adalah suatu keadaan yang melekat pada jiwa manusia, yang dari padanya lahir perbuatan- perbuatan dengan mudah, tanpa melalui proses pemikiran (secara spontan), pertimbangan, atau penelitian. Akhlak biasa disebut juga dengan dorongan jiwa manusia berupa perbuatan baik dan buruk (Mujieb, 2009).
Menurut Imam Ghazali akhlak adalah suatu keadaan yang mengakar dalam jiwa yang darinya muncul perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa melakukan pemikiran dan penelitian. Jika perbuatan yang muncul
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (302-312)
dari keadaan itu adalah perbuatan baik dan terpuji secara akal dan syara’, maka dia disebut akhlak yang baik, jika yang muncul adalah perbuatan yang buruk maka dia disebut akhlak yang buruk (Imam Abu Hamid, 2007).
2. Moralitas Dalam Islam
Dalam ilmu pengetahuan Islam, ihsan dipelajari dalam ilmu akhlak. Ihsan merupakan kategori ketiga setelah Iman dan Islam sekaligus merupakan penyempurna bagi keduanya. Dalam ihsan tersebut terletak kadar nilai Iman dan Islam seseorang (Mudlor Ahmad, 1990). Tidak adanya ihsan menunjukkan tidak lengkapnya iman dan Islam seseorang.
Syariat Islam selalu mengandung perintah, larangan dan perijinan. Begitu juga Syariat Islam selalu mendasarkan moralitas, yakni berhubungan baik dengan Tuhan maupun dengan manusia. Moralitas Islam mengatur kehidupan manusia semasa didunia juga sebagai persiapan kehidupan akhirat.
Kenyataan didalam rukun Islam terdapat pendidikan moral. Dengan menjalankan rukun Islam secara bersahaja, sebenarnya seseorang telah memasuki ranah ihsan, walaupun masih tahap awal. Sedangkan tahap peningkatan dan
penyempurnaannya berada dalam ihsan sendiri (Mudlor Ahmad, 1990).
Akhlak mahmudah adalah segala tingkah laku yang terpuji, dapat disebut juga dengan akhlak fadhilah (utama). Ada empat pokok keutamaan akhlak yang baik, yaitu:
a. Hikmah atau kekuatan ilmu b. Keberanian
c. ‘Iffah atau kesucian diri
d. Adanya keadilan ditiap-tiap tiga diatas
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya agar memiliki akhlak mahmudah.
Allah SWT menyukai sifat-sifat baik tersebut, diantaranya sebagai berikut (IAIN, 2021) : II. METODE PENELITIAN
A. Teknik Pengumpulan Data
(Bungin, 2003) Metode pengumpulan data adalah “dengan cara apa dan bagaimana data yang diperlukan dapat dikumpulkan sehingga hasil akhir penelitian mampu menyajikan informasi yang valid dan reliable”.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:
1. Metode Wawancara
Wawancara adalah cara menghimpun bahan keterangan yang dilakukan dengan
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (302-312)
tanya jawab secara lisan secara sepihak berhadapan muka, dan dengan arah serta tujuan yang telah ditetapkan (Sudijono, 2011) ada beberapa kelebihan pengumpulan data melalui wawancara, diantaranya pewawancara dapat melakukan kontak langsung dengan peserta yang akan dinilai, data diperoleh secara mendalam, yang diinterview bisa mengungkapkan isi hatinya secara lebih luas, pertanyaan yang tidak jelas bisa diulang dan diarahkan yang lebih bermakna
III. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Bagaimana aplikasi moralitas dan etika bisnis yang terjadi di dalam internal PT HNI?
Dalam aplikasinya kami secara kontinu menerapkan tata tertib yang berlaku sehingga moralitas dan etika bisnis tetap terjaga dengan baik.
2. Bagaimanakah aplikasi tersebut dalam pandangan islam? Apakah sudah sesuai?
Aplikasi yang dimaksud kami lakukan dengan menerapkan setiap kegiatannya dengan syariat yang mengutamakan kehalalan baik dari sisi produksi sampai ke distribusi sekalipun, maka dari itu jika
dilihat dari pandangan Islam kami rasa ini sudah sejalan.
3. Apakah ibu/bapak setuju bahwa PT HNI dalam menjalankan bisnisnya tidak pernah sekalipun memperdagangkan barang- barang haram?
Sangat setuju, karena selama saya bekerja dan menjabat di posisi ini PT HNI selalu mengutamakan komposisi yang halal 4. Apakah ibu/bapak setuju bahwa PT HNI
dalam menjalankan bisnisnya dan pada saat melakukan pendistribusian PT HNI sudah bersikap benar, jujur serta amanah?
Sangat setuju, kami (PT HNI) selalu mendahulukan checking produk sebelum melakukan kegiatan distribusi, kegiatan ini kami awasi dan dilandaskan atas sikap jujur dan Amanah sesuai dengan syariat islam yang berkesinambungan dengan pilar PT HNI, visi misi, maupun nilai integritas perusahaan.
5. Apakah ibu/bapak setuju bahwa PT HNI dalam menjalankan bisnisnya dan dalam mendistribusikan produk sudah bersikap adil dan tidak menerapkan bunga?
Sangat setuju, sikap adil dan tidak menerapkan system bunga ini merupakan untuk kepentingan bersama dan
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (302-312)
kemudahan dalam transaksi maupun distribusi
6. Bagaimanakah proses pendistribusian yang dilakukan oleh PT HNI?
Proses pendistribusian dilakukan setelah proses produksi selesai, adapun setelah proses produksi ini dilakukan maka kami akan melakukan checking terhadap produk dengan teliti dan komprehensif, barulah barang disalurkan melalui kantor Business Center yang akan diteruskan ke Agency Center, Distributor Center dan Stokiest.
7. Apakah pendistribusian yang dilakukan oleh PT HNI sudah sesuai dengan Moralitas dan Etika bisnis dalam Islam?
InshaAllah sudah, dengan berpatokan pada pilar perusahaan, integritas yang ada serta visi misi dan tujuan yang mendasar dari para pendiri, kami berharap bahwa semua hal yang dilakukan oleh internal PT HNI sudah sesuai dengan Moralitas dan Etika Bisnis Islam
8. Hal mendasar apa yang paling membedakan PT HNI dengan PT lainnya dalam hal pendistribusian?
PT HNI mengutamaan kealamian bahan baku yang halal dan baik sesuai dengan
prinsip islam, kami juga selalu menjaga ketepatan dalam hal penyaluran produk 9. Adakah kesulitan di lapangan yang
menyebabkan proses pendistribusian tidak berjalan sesuai dengan moral dan etika bisnis dalam Islam?
Apabila ada karyawan yang tidak menaati aturan, ini akan membuat kacau level BC hingga ke stokiest
10. Apakah ibu/bapak setuju bahwa dalam menjalankan kegiatan bisnisnya PT HNI menerapkan kasih sayang dan larangan terhadap monopoli produk?
Sangat setuju, karena PT HNI tidak hanya memntingkan keuntungan semata namun juga kesejahteraan karwayannya dan hasil yang baik bagi seluruh lini
11. Apakah bapak ibu/setuju bahwa bisnis yang dilakukan oleh PT HNI tidak hanya berfokus pada hal duniawi melainkan juga merupakan bekal untuk akhirat kelak?
Sangat setuju, kami merasakan bahwa PT HNI memfasilitasi karyawannya untuk senantiasa menjaga kesehatan agar terus bisa beribadah kepada Allah SWT dengan baik.
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (302-312)
12. Pada saat melakukan pendistribusian apakah yang dilakukan oleh para pegawai jika ada barang yang cacat?
Menarik kembali barang yang rusak dan cacar tersebut, barang yang tidak sesuai dengan aturan akan ditarik dari rantai pendistribusian.
13. Apakah ibu/bapak setuju bahwa PT HNI telah menerapkan nilai dasar Etika Bisnis Islam yaitu tauhid?
Sangat setuju, PT HNI mengutamakan kepentingan atas nilai ibadah diatas kepentingan lainnya
14. Apakah ibu/bapak setuju bahwa PT HNI telah menerapkan nilai dasar Etika Bisnis Islam yaitu keseimbangan?
Sangat setuju, karna dalam hal ini diutamakan nilai dasar keseimbangan agar tidak ada kecemburuan sosial yang akan membuat proses yang ada diperusahaan tidak kondusif.
15. Apakah ibu/bapak setuju bahwa PT HNI telah menerapkan nilai dasar Etika Bisnis Islam yaitu kehendak bebas?
Tidak Setuju, kehendak bebas harus tetap sesuai dengan ketentuan syariat islam
16. Apakah ibu/bapak setuju bahwa PT HNI telah menerapkan nilai dasar Etika Bisnis Islam yaitu tanggung jawab?
Sangat setuju, harus mengutaman tanggung jawab disetiap pekerjaan yang dilakukan. Maka dari itu kami selalu mengawasi dan melakukan pengawasan terhadap diri sendiri terkait dengan tanggung jawab masing-masing.
17. Apakah dalam menjalankan kegiatan distribusi PT HNI mewajibkan pekerjanya untuk memiliki etos kerja islami yaitu niat ikhlas karena Allah SWT?
Tentu saja, para karyawan harus memiliki etos kerja yang baik serta niat yang ikhlas 18. Apakah dalam menjalankan kegiatan
distribusi PT HNI mewajibkan pekerjanya untuk memiliki etos kerja islami yaitu kerja keras?
Sesuai dengan nilai integritas perusahaan dan visi misi yang ada, para karyawan diwajibkan untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan perkerjaannya, dilandaskan dengan keikhlasan dan kerja keras yang baika dan sehat terhadap sesama karyawan.
19. Apakah dalam menjalankan kegiatan distribusi PT HNI mewajibkan pekerjanya
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (302-312)
untuk memiliki etos kerja islami yaitu memiliki cita-cita tinggi?
Tentu saja, hal ini sangat diperlukan untuk dapat mencapai target yang telah ditentukan.
20. Bagaimanakah moralitas dan etika binis yang dilakukan oleh PT HNI pada saat melakukan pendistribusian? Mohon dapat dijelaskan, berikut dengan SOPnya (jika berkenan)
Dalam kesehariannya kami melakukan : a. Mendahulukan solat berjamaah b. Mengikuti kajian rutin setiap hari
Rabu
c. Mengutamakan attitude yang baik d. Setiap karyawan diwajibkan
memiliki pengetahuan khusus tentang produk yang diperjual belikan
IV. KESIMPULAN
1. Moralitas dan etika bisnis menurut pandangan Islam peneliti menyimpulkan berdasarkan Al-Quran dan hadits dan juga dalam pandangan filsuf dari timur yaitu Al-Ghazali bisnis bukan hanya bertujuan untuk keuntungan dunia melainkan juga keuntungan akhirat. Etika dan bisnis adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan
karena hal tersebut merupakan manifestasi mengingat Allah.
2. PT HNI melakukan dan menerapkan setiap kegiatannya dengan syariat Islam yang mengutamakan kehalalan dari setiap sisinya, pada saat proses distribusi dilakukan jika ada barang yang rusak atau cacat maka barang yang tidak sesuai dengan aturan tersebut akan ditarik dari pendistribusian.
3. Sesuai dengan nilai integritas perusahaan dan visi misi yang ada, para karyawan diwajibkan untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaannya, dilandaskan dengan keikhlasan dan kerja keras yang baik dan sehat terhadap sesama karyawan
DAFTAR PUSTAKA
Amalia, Euis. 2008. “Potensi dan Persoalan LKMS/BMT bagi Penguatan UKM dalam Kerangka Keadilan Distributif Ekonomi Islam: Studi LKMS/BMT di 6 Kota Pulau Jawa”, Makalah disajikan dalam International Seminar and Symposium on Implementations of Islamic Economics to Positive Economics in the World, Universitas Airlangga, Surabaya, 1- 3 Agustus 2008.
Basu Swastha dan Irawan, (2010), Manajemen Pemasaran Modern, Penerbit Liberty, Yogyakarta
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (302-312)
Basu Swastha (2004). Azas – Azas Marketing.
Yogyakarta: Liberty
Qardhawi, Yusuf, Al-. 1997. Norma dan Etika Ekonomi Islam. Jakarta: Gema Insani Press.
Sudarsono, Heri. 2002. Konsep Ekonomi Islam, Suatu Pengantar, Yogyakarta:
Ekonisia.
Dokumen Katalog HNI-HPAI
Dokumen Panduan Sukses HNI-HPAI
Depdiknas, 2013. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa, Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama.
Asmaran As, 1999. Pengantar Studi Akhlak, Jakarta: Rajawali Press.
Chaplin, 2006. Kamus lengkap Psikologi, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Hurlock, Elizabeh B. 1993. Perkembangan Anak, Jakarta: Erlangga
Zuriah, Nurul. 2007. Pendidikan Moral &
Budi Pekerti Dalam Perspektif Perubahan: Menggagas Platform Pendidikan Budi Pekerti Secara Kontekstual Dan Futuristik. Jakarta: PT Bumi Aksara. Huda, Nurul dan Heykal, Mohamad. Lembaga Keuangan Islam:
Tinjauan Teoritis dan Praktis (Jakarta:
Kencana, 2010) hlm. 275.