YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (74-85)
INTERNALISASI INTEGRATIVE COMPLEXITY DALAM UPAYA MENCEGAH PAPARAN RADIKALISME PADA REMAJA MELALUI MEDIA KOMIK DIGITAL
--- Andi Setyawan
Universitas Bina Sarana Informatika
(Naskah diterima: 1 juni 2022, disetujui: 28 Juli 2022) Abstract
This research was conducted to prevent exposure to radicalism in adolescents by applying integrative complexity through digital comic media. This is because teenagers are very vulnerable to being exposed to radicalism, teenagers still do not have a strong identity and mature thoughts so that they are easy to enter negative understanding from outside. So that many terrorist groups recruit prospective members from among teenagers. This study aims to determine the effect of integrative complexity on the way of thinking or cognitive abilities of adolescents, it is hoped that after learning, adolescents can think from various points of view when faced with a phenomenon or problem. The research method used in this study is a quantitative method, namely experimental psychology. The results of this study indicate that there is a significant increase in the application of integrative complexity in adolescent thinking, as evidenced by the paired sample t-test pretest-posttest, obtained t count> t table at a significance level of I.o.s 0.10 (26.95> 1.65597).
Keywords: Integrative complexity, Radicalism, Digital comics.
Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk mencegah paparan radikalisme pada remaja dengan menerapkan integrative complexity melalui media komik digital, Hal ini dilatar belakangi karena remaja sangat rentan terpapar paham radikalisme, remaja masih belum memiliki jati diri yang kuat dan pemikiran yang matang sehingga mudah dimasuki pemahaman negatif dari luar. Sehingga banyak kelompok teroris yang merekrut calon anggotanya dari kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh integrative complexity terhadap cara berpikir atau kemampuan kognisi remaja, diharapkan setelah mendapatkan pembelajaran para remaja dapat berpikir dari berbagai sudut pandang ketika dihadapkan suatu fenomena atau permasalahan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yaitu psikologi eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan secara signifikan pada penerapan integrative complexity dalam cara berpikir remaja, dibuktikan dengan paired sample t- test pretest-postest, didapatkan t hitung>t tabel pada taraf signifikansi I.o.s 0,10 ( 26,95>
1.65597).
Kata kunci: Integrative complexity, Radikalisme, Komik digital.
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (74-85)
I. PENDAHULUAN
ndonesia adalah negara yang bersifat heterogen, sikap heterogen akan memicu timbulnya sikap intoleransi dimasyarakat. Intoleransi biasanya timbul dari orang-orang yang berpandangan fanatik terhadap agama yang mereka yakini. Akan tetapi sikap fanatik cenderung berkembang menjadi radikalisme. Gerakan radikalisme seringkali menyebabkan aksi terorisme, di Indonesia kasus terorisme meningkat setiap tahunnya. Polri melaporkan kasus terorisme meningkat pada 2018 dibanding 2017.
Berdasarkan laporan Polri, pada tahun 2017 terdapat 176 orang terduka teroris, sedangkan pada tahun 2018 berjumlah 396 orang terduga teroris yang ditangkap (Audrey Santoso, 2018). Radikalisme tidak hanya menyasar ke kalangan dewasa, melainkan paham radikalisme juga menyasar ke remaja . Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melaporkan bahwa anak-anak mudah terpengaruh oleh ideologi teroris dan radikal karena disebabkan oleh kehendak orangtuanya ataupun didoktrin melalui pendidikan formal atau non-formal (Wardah, 2017).
I
Setiap tahun kelompok terorismencoba merekrut calon anggotanya dengan dua metode yaitu metode pertama, metode tatap muka yang biasanya bermula dari pengajian-pengajian yang berpaham radikalisme dan ekstrimisme, dan yang kedua metode media sosial yang hanya dipergunakan untuk menyebarluaskan paham radikalisme (Hari Ariyanti, 2018). Hal ini terbukti dari 75 narapidana teroris, hanya 9% atau tujuh kasus yang mengungkapkan bergabung dengan kelompok ekstremis melalui media sosial (www.kominfo.go.id, 2018). Dalam hal ini pemerintah Indonesia tidak boleh tinggal diam, pemerintah Indonesia melakukan upaya- upaya untuk mencegah dan menanggulangi terorisme (Nur Hasanah, 2018). Pada masa ini kelompok teroris mencoba merekrut remaja, menurut Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar, data statistik menunjukan bahwa kelompok teroris mencoba merekrut remaja untuk melacarkan aksi kejahatan terorisme (www.cnnindonesia.com, 2021). Contoh kasusnya adalah kelompok teroris yang bernama Jamaah Islamiyah (JI) melakukan perekrutan teroris muda melalui pondok pesantren sejak 9 tahun lalu (Mohammad Yamin, 2020). Dari contoh tersebut
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (74-85)
menunjukkan bahwa anak muda atau remaja sangat beresiko terkena paham radikalisme.
Oleh karena itu dibutuhkan langkah pencegahan dikalangan anak muda atau pelajar agar tidak terkena paham radikalisme.
Langkah preventif terhadap radikalisasi bisa diawali dengan cara meningkatkan berpikir kritis, toleransi, serta berpikir yang kompleks dan integrasi atau biasa juga disebut Integrative complexity. Integrative Complexity sendiri adalah ukuran mengenai gaya kecerdasan manusia dalam mengolah informasi, menyelesaikan masalah, dan menetapkan suatu keputusan. (Driver dan Streufert, 1969). Proses preventif ini tentunya harus dilakukan secara berbeda (tidak konservatif) agar menarik minat pelajar sehingga akan lebih efektif. Maka dari itu penulis menggunakan komik digital sebagai media literasi, karena komik digital lebih dominan disukai kaum muda dan juga pelajar, dengan jalan cerita komik yang bergenre komedi akan memudahkan remaja/pembaca untuk memahami isi yang disampaikan (Levin, 2002).
Peneliti menggunakan media sosial sebagai media publikasi karena media sosial sangat berpengaruh dalam proses tumbuh
remaja ke dewasa (Griggs, 2009) khususnya Instagram. Instagram merupakan media sosial yang banyak dipakai remaja pada zaman saat ini (www.goodnewsfromindonesia.id, 2020).
Penelitian ini meggunakan komik sebagai media pencegahan radikalisme di kalangan remaja, dan komik ini dibuat dalam bentuk digital dan dipublikasikan melalui media sosial Instagram, komik ini membahas masalah keharmonian islam dan logika sederhana yang dibalut dengan komedi, alasan penulis membuat komik pencegahan radikalisme ini dengan genre komedi salah satunya karena Kasubdit Napi Deradikalisasi badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kolonel Sigit Karyadi Menyatakan, ada beberapa faktor yang dapat membuat seseorang terpapar radikalisme atau terorisme.
Salah satunya lebih suka menyendiri dan tidak pandai bergaul. Sehingga lebih mudah untuk diajak untuk menjadi teroris. ( Sigit Karyadi BNPT, 2017). Dari paparan latar belakang masalah tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah literasi Integrative Complexiy bagi siswa SMA dapat dilakukan melalui media komik digital Instagram?
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (74-85)
II. KAJIAN TEORI
Radikalisme
Radikalisme diartikan sebagai paham atau aliran sosial dan politik yang menginginkan perubahan dan pembaharuan dengan cara kekerasan atau drastis. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2016). Radikalisme sendiri ialah gerakan sosial individu yang ditandai oleh kejengkelan moral yang kuat untuk menolak tertib sosial (Sartono, 2008 ).
Berda sarkan pengertian diatas maka radikalisme ialah suatu gerakan sosial yang dilakukan secara ekstrim dan fanatik.
Masyarakat yang sudah terpapar memiliki empat indikator yaitu intoleransi, fanatisme, eksklusivitas, dan revolusi. Radikalisme menurut Cross (2013) yaitu sebagai:
1. Istilah dalam lingkup gerakan sosial maupun politik yang berarti sebuah proses, praktik, atau serangkaian keyakinan dari keadaan non-radikal menjadi radikal.
Praktik radikalisme sering diasosiasikan dengan sejumlah taktik dan strategi yang berada di luar lingkup aksi protes politis maupun religius yang dapat diterima, bahkan menjurus ilegal.
2. Radikalisme merepresentasikan sisi ekstrim dari (kurva) distribusi aksi politik
yang dapat diterima dan radikalisme dapat melibatkan aksi kekerasan atas dasar keyakinan, bukan personal.
3. Radikalisme dapat merujuk pada keyakinan tentang cara terbaik untuk meraih tujuan gerakan. Keyakinan radikal mengembangkan perasaan bahwa cara yang diterima (oleh masyarakat) untuk mengubah keadaan tidaklah cukup dan langkah-langkah luar biasa harus ditempuh. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa radikalisme adalah suatu pahamyang dibuat oleh sekelompok aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial atau politik secara drastic dengan menggunakan cara-cara kekerasan untuk mencapai perubahan kondisi politik.
Integrative Complexity
Ada dua komponen Integrative complexity yakni diferensiasi dan integrasi.
Diferensiasi mengacu pada kemampuan dan kemauan untuk menerima berbagai perspektif.
Sedangkan integrasi mengacu pada kemampuan untuk membentuk hubungan konseptual (Nagayomi dan Streufer, 1989).Secara umum, Integrative Complexity yang rendah ditandai dengan kaku, pemikiran
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (74-85)
hitam-putih, intoleransi terhadap ambiguitas dan ketidakpastian, keinginan untuk penutupan yang cepat, dan tidak mengakui validitas sudut pandang lain. Sebaliknya, Integrative Complexity yang tinggi ditandai dengan fleksibel, toleransi tinggi, luas berpikir yang mengakui berbagai aspek dan kemungkinan interpretasi yang mungkin dari suatu masalah dan melihat hubungan dan ketegangan dinamis antara perspektif (Suedfeld 1985).
Komik Digital
Komik digital merupakan bentuk cerita dimana cara penyajian dan pembuatanya dibuat dengan media elektronik. Komik digital mengungguli komik tradisional dalam banyak hal seperti waktu penyimpanan, biaya efisiensi, dan membalik halaman dengan sekali klik, geser atau ketuk (Goodbrey, 2013). Komik digital mempunyai karakteristik gaya gambarnya masing-masing. Menurut M.S. Gumelar (2011: 10-20) secara garis besar menggambar komik di seluruh dunia mempunyai 4 aliran gaya gambar utama sebagai berikut.
1. Cartoon style, Gaya gambar lucu, cartoon artinya gambar lucu
2. Semi cartoon style (semi realism style), Gaya gambar gabungan realis dan cartoon seperti karikatur adalah ciri yang paling khas tetapi ada banyak pula gaya gambar lainnya tergantung dari kemampuan menggambar realis dan cartoon yang digabungkan.
3. Realism style, Gaya gambar realis, dimana gaya gambar komik yang dibuat semirip mungkin mendekati anatomi dan fisiologi postur tubuh, wajah, dan ras manusia atau satwa, tumbuhan dan makhluk cerdas lainnya.
4. Fine art style, Gaya gambar fine art merupakan gaya gambar dimana menggambar sesuai dengan apa yang timbul di pikiran artist-nya, tanpa melihat orang tersebut punya latar seni atau tidak, dan hasil karyanyanya cenderung dekoratif atau abstrak, tujuan utama adalah rasa seni itu sendiri tanpa diikat oleh bentuk cartoon, semi cartoon, dan realis ataupun aturan perspektif, serta lighting dan shading yang ada.
Instagram merupakan sebuah aplikasi yang diluncurkan tepatnya pada tanggal 6 oktober 2010 dan tersedia dalam 36 bahasa,
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (74-85)
instagram adalah aplikasi untuk berbagi layanan media sosial termasuk foto dan video, instagram sudah sangat populer dan terdapat 170 lebih pengguna di indonesia sendiri aplikasi ini cocok sekali apabila kita mempunyai misi untuk menyebarkan sesuatu ke khalayak ramai. Instagram merupakan salah satu bentuk hasil dari kemajuan internet dan tergolong salah satu media sosial yang cukup digandrungi oleh khalayak masa kini.
Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya pengguna instagram pada setiap tahunnya.
Terhitung pada April 2017 lalu, Instagram mengumumkan bahwa pengguna aktiv bulanannya telah mencapai kisaran 800 juta akun dan angka tersebut lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya (Yusuf, 2017).
III. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yaitu metode psikologi eksperimen. eksperimen psikologis digunakan dalam penelitian di bidang psikologi, ini merupakan pengamatan objektif tentang apa yang terjadi di bawah kondisi yang dikontrol ketat di mana satu atau lebih faktor berubah dan faktor-faktor lainya tetap konstan (Zimney
dalam Christensen, 2004). Solso dan Maclin (2002) juga mennyatakan bahwa studi empiris adalah studi yang memanipulasi setidaknya satu variabel untuk mempelajari kausalitas.
Desain Penelitian
Desain dari penelitian yang kami gunakan adalah Randomized Two- Groups Design, Pretest-Posttest. Tipe penelitian ini mensyaratkan adanya randomisasi, karena kedua kelompok penelitian setara bisa disimpulkan pengaruh VB (Variabel Bebas) terhadap VT (Variabel Terikat) lebih akurat.
Desain ini menggunakan prinsip pendekatan delta untuk menghasilkan da kondisi lain untuk dua kelompok penelitian (Liche Seniati, 2005).
Tipe Penelitian
Controlled laboratory experiment adalahTipe penelitian yang kami gunakan.
Controlled laboratory experiment digunakan untuk menemukan hubungan sebab akibat antara variabel bebas dan variabel terikat dengan mengontrol secara ketat terhadap variabel lain yang dapat mencemari atau menganggu hubungan (Sekaran dan Bougie, 2010:228).Menurut Sprinkle (2003) controlled laboratory experiments membantu peneliti
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (74-85)
mengatasi keterbatasan penelitian dan menjawab pertanyaan sulit.
Responden Penelitian
Dari keseluruhan populasi yang berjumlah 216 orang dengan kriteria yang telah ditentukan sebagai berikut:
1. siswa/i SMAN 63 Jakarta
2. siswa/i kelas XII MIPA dan XII IPS Teknik pengambilan sampel yaitu responden yang akan dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini mengacu pada jumlah populasi yang telah ditentukan. Menurut Burhan Bungin (2010: 105) untuk menentukan jumlah sampel dapat menggunakan rumus slovin yaitu sebagai berikut:
Jadi jumlah sampel dari penelitian ini:
n = 216
(216 x (0,05) 2 n = 216
1,54
𝑛 = 140,259 ∼ 140
dari perhitungan diatas maka diperoleh besaran sampel sebesar 140 orang responden.
kami membagi sampel menjadi menjadi dua kelompok yang sama besar, yaitu 70 responden menjadi kelompok eksperimen dan 70 responden menjadi kelompok kontrol.
Prosedur Pembuatan Komik
1. Alat dan bahan: Laptop, Adobe Photoshop CC 2020, Pen tablet Huion H640P.
2. Cara pembuatan komik: pencarian referensi Art style , pembuatan dialog, pembuatan gambar komik.
3. Mengunggah komik ke Instagram.
IV. HASIL PENELITIAN
Pengaruh Komik digital terhadap pemahaman Integrative Complexity Pencegahan Radikalisme siswa
Setelah melakukan eksperimen kepada Kelompok Kontrol (KK) dan Kelompok Eksperimen (KE) melalui 2 test (Pre-Test dan Post-Test) yang berisikan kuesioner, maka tabel gain score:
Tabel 4.1 Perhitungan T-test
TOTAL Pretest Posttest Gain score
KK 2.679 3.376 69
7
KE 2.597 3.491 89
4
Setelah itu dihitung dengan rumus t-sample
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (74-85)
Berdasarkan data di atas didapatkan nilai t-hitung 65.22 serta t-tabel pada taraf signifikansi I.o.s 0,10 yaitu 1.65597 (df = 140- 2 = 138). perbandingan t hitung>t tabel 10 ( 26,95> 1.65597) maka H1 (pemahaman konsep siswa tentang integrative complexity radikalisme sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan komik digital adalah tidak sama) diterima dan H0 (pemahaman konsep siswa tentang integrative complexity radikalisme sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan komik digital adalah sama.) ditolak. Kesimpulan yang dapat ditarik dari data tersebut adalah pemahaman konsep siswa tentang integrative complexity melalui media komik digital berpengaruh terhadap cara berpikir siswa.
Perbandingan Skor Per-Indikator Pada KK dan KE Kuesioner Pemahaman
Tabel 4.2 Perbandingan Skor Per-Indikator Pada KK dan KE
Berdasarkan data dari data tabel tersebut tertera jumlah skor pre-test kelompok kontrol (KK) adalah 2.679, dengan sub indikator Ekslusivitas pada nomor kuisioner ke-5 mempunyai nilai paling tinggi dengan skor 316 dari skor maksimal yaitu 350. sedangkan nilai terendahnya dimiliki oleh kuisioner ke-9 pada sub indikator Intoleran dengan skor 104 yang berada jauh dibawah rata rata skor pre- test KK (104<223,25). Pada kelompok eksperimen (KE) jumlah skor pre-test nya adalah 2.597, skor yang paling tinggi dimiliki oleh sub indikator Revolusi di kuisioner ke-1
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (74-85)
dengan skor 310 dengan skor maksimal 350.
Sedangkan nilai terendahnya dimiliki oleh kuisioner ke-9 pada sub indikator Intoleran dengan skor 110 yang berada jauh dibawah rata rata yaitu (110<216,41).
Berikutnya, berdasarkan dari tabel diatas, tertera jumlah skor post-test pada kelompok kontrol (KK) adalah 3.376, dan memiliki skor paling tinggi pada sub indikator Revolusi di kuisioner ke-1 dengan skor 328 dari skor maksimal yaitu 350. Sedangkan nilai terendahnya ada pada sub indikator Revolusi di kuisioner ke-12 dengan skor 172 yang berada jauh dari nilai rata rata post-test KK yaitu (172<281,33). Selanjutnya jumlah skor post-test pada kelompok eksperimen (KE) adalah 3.491, dengan nilai paling tinggi ada pada sub indikator Revolusi di kuisioner ke-1 dengan skor 338 dari skor maksimal yaitu 350, dan skor terendah ada pada sub indikator Revolusi di kuisioner ke-12 dengan skor 177 yang berada jauh dibawah dari rata rata yaitu (177<290,91).
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa jumlah skor pre-test dan post-test terlihat memiliki selisih yang cukup jauh. Terlihat juga disini dimana pre-test kelompok eksperimen (KE) 2597 lebih kecil dari jumlah
skor pre-test kelompok kontrol (KK) yaitu 2679, jumlah skor terendah sementara dipegang oleh (KE). Selanjutnya berdasarkan dari tabel jumlah skor post-test disini menunjukan bahwa jumlah skor post-test kelompok eksperimen (KE) lebih besar dari jumlah skor post test kelompok kontrol (KK), dimana jumlah skor post-test kelompok eksperimen (KE) adalah 3491 dan jumlah skor post-test kelompok kontrol (KK) adalah 3376.
dimana dapat disimpulan bahwa jumlah skor post-test pada KK dan KE lebih besar dari jumlah skor pre-test KK dan KE, dari sini menunjukan bahwa Integrative Complexity dalam Upaya Mencegah Paparan Radikalisme pada Remaja melalui Media Komik Digital efektif.
V. KESIMPULAN
Penerapan Integrative Complexity melalui media komik digital, berhasil mencegah paparan radikalisme dikalangan remaja atau siswa, dikarenakan konsep edukasi integrative complexity yang membawakan cerita komik kehidupan sehari-hari lebih mudah dipahami dan melalui komik digital yang bergenre komedi meningkatkan minat siswa untuk membacanya. Kedua kesimpulan ini dapat dibuktikan dengan menggunakan paired
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (74-85)
sample t-test pretest-postest, didapatkan t hitung>t tabel pada taraf signifikansi I.o.s 0,10 ( 26,95> 1.65597). Maka H0 ditolak dan H1 diterima.
DAFTAR PUSTAKA
Agus Setiawan Weltofa, H. D. (t.thn.).
Perancangan Komik Edukasi Tentang Aksi Terorisme Hasil Inspirasi dari Kasus Terorisme di Indonesia.
Aji, A. M. (2013). Pemberatasan Tindak Pidana Di Indonesia, Analisis Terhadap UU No. 15 dan 16 Tahun 2003 . Jurnal Cita Hukum.
Aminah, S. (2016). PERAN PEMERINTAH MENANGGULANGI
RADIKALISME DAN TERORISME
DI INDONESIA. JURNAL
KELITBANGAN VOL.04 NO. 01.
Ariyanti, H. (2018, mei 16). Kelompok teroris manfaatkan media sosial sebarkan radikalisme.
Diambil kembali dari merdeka.com:
https://www.merdeka.com/peristiwa/k elompok-teroris- manfaatkan-media- sosial-sebarkan-radikalisme.html Asrori, A. (2015). RADIKALISME DI
INDONESIA: Antara Historisitas dan Antropisitas. Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam.
Cross, R. 2013. Radicalism. dalam Snow, D., della Porta, D., Klandermans, B., dan McAdam, D. (eds.). The Wiley- Blackwell Encyclopedia of Social and
Political Movements. doi:
10.1002/9781405198431.wbespm175 Effendi, M. R. (2020). Mitigasi Intoleransi
dan Radikalisme Beragama di Pondok Pesantren Melalui Pendekatan Pembelajaran Inklusif. Jurnal Pedagogie, Vol. 1. No. 1.
Eko Apri Ariyanto, N. H. (t.thn.).
KEPATUHAN TERHADAP FIGUR OTORITAS DAN RADIKALISME PADA REMAJA.
Gumelar, M.S. 2011. Comic Making. Jakarta:
PT Indeks.
Hasanah, N. (2018). UPAYA PEMERINTAH INDONESIA DALAM MENGATASI TERORISME PADA MASA PEMERINTAHAN JOKO WIDODO TAHUN 2014 - 2019. eJournal Ilmu Hubungan Internasional.
Humaizi, R. H. (2018). PENDAYAGUNAAN
KELOMPOK DISKUSI
MAHASISWA DALAM
MENANGKAL PAHAM
RADIKALISME DAN PAHAM TERORISME DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI. ABDIMAS TALENTA 3 (1) 2018.
iman, M. (2020, juni 14). Diambil kembali dari goonewsfromindonesia.id:
https://www.goodnewsfromindonesia.i d/2020/06/14/pengguna-instagram-di- indonesia- didominasi-wanita-dan- generasi-milenial
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (74-85)
Irfana, N. (2017). PENGEMBANGAN KOMIK DIGITAL “Let’s Learn about
Virus” SEBAGAI MEDIA
PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS X SMA . jurnal unnes.
Khairuna Hamida, S. Z. (2012).
PENYULUHAN GIZI DENGAN
MEDIA KOMIK UNTUK
MENINGKATKAN
PENGETAHUAN TENTANG
KEAMANAN MAKANAN JAJANA.
Jurnal Kesehatan Masyarakat. kominfo.
(2018). Rekrutmen Jaringan Teroris di Indonesia Dilakukan secara Tatap Muka. Diambil kembali dari kominfo:https://kominfo.go.id/content/
detail/13130/rekrutmen-jaringan- teroris- di-indonesia-dilakukan-secara- tatap-muka/0/sorotan_media
Mahendra, B. (2017). EKSISTENSI SOSIAL REMAJA DALAM INSTAGRAM
(SEBUAH PERSPEKTIF
KOMUNIKASI). Jurnal Visi Komunikasi/Volume 16, No.01.
Muhamad Syauqillah, P. (2018, november 26). Diambil kembali dari.
nasional.sindonews.com:https://nasion al.sindonews.com/berita/1357669/18/
mencegah-radikalisasi-keluarga
Putri, R. N. (2019). Efektivitas Kerjasama PPATK dan AUSTRAC dalam Memberantas Tindak Pidana . Journal of International Relations, Volume 5, Nomor 4.
Qodir, D. Z. (2014). RADIKALISME AGAMA DI INDONESIA Pertautan Ideologi Politik Kontemporer dan Kekuasaan. PUSTAKA PELAJAR.
Ronald. (2017, juli 30). Diambil kembali dari merdeka.com:
https://www.merdeka.com/peristiwa/b npt-sebut-orang-humoris-paling-susah- direkrut- menjadi-teroris.html
Santoso, A. (2018, Desember kamis ).
Diambil kembali dari Kapolri: Kasus Terorisme Meningkat di 2018, 396
Teroris Ditangkap:
https://news.detik.com/berita/d-
4360672/kapolri-kasus- terorisme- meningkat-di-2018-396-teroris-
ditangkap
Suedfeld, P. (1985). APA presidential addresses: The relation of integrative complexity to historical, professional, and personal factors. Journal of Personalityand Social Psychology, 49(6), 1643.
Sun Choirol Ummah, M. (2021). AKAR RADIKALISME ISLAM DI INDONESIA. humanika. Ulfa Fauzia Zahra, A. S. (2016). Media Sosial Instagram sebagai Media Dakwah.
Tabligh: JurnalKomunikasi dan Penyiaran Islam.
Wardah, F. (2017, februari 13). BNPT: Anak- Anak Rawan Terpengaruh Ideologi Radikal, Teroris.
Diambil kembali dari voaindonesia:
https://www.voaindonesia.com/a/bnpt-
YAYASAN AKRAB PEKANBARU
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 3 Edisi Agustus 2022 (74-85)
anak-anak-rawan- ideologi-radikal- teroris/3720946.html
Yunita Dwi Pristani, S. N. (2019).
Pengembangan Media Pembelajaran Anti Radikalisme untuk Siswa SMP di Kota Kediri melalui Media Komik.
Jurnal PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran .
Yusuf “Instagram Sebagai Gaya Hidup Masyarakat Kota Pekanbaru (Studi Komunitas Instagram Di Kota Pekanbaru),” JOM FISIP Vol. 4 No. 2, (Oktober, 2017